[Freelance] Fallen Chapter 4

Title : Fallen | Author : Rharajose | Genre : Angst, Friendship, Romance | Rating : G | Main Cast : Bae Suzy, Byun Baekhyun, Kim Jongin | Other Cast : Park Jiyeon, Wu Yi Fan, Oh Sehun, Xi Luhan, Jung Soo Jung, Park Chanyeol

Cerita ini hanya fiktif belaka.

***

 

Penthouse Baekhyun luas dengan prabotan minimalis dan warna khas namja. Hitam, putih dan abu-abu. Tidak ada bunga ataupun tanaman- tanaman di apartemen Baekhyun. Mereka memilih ruang TV Baekhyun sebagai sarang dan meletakkan semua makanan di meja. Jong in dan Suzy duduk di sofa panjang bersama Luhan. Baekhyun duduk di sofa single sedangkan Chanyeol dan Sehun memilih duduk di karpet.

“Jadi kapan pernikahan kalian?” tanya Luhan mengawali percakapan after party mereka pada dua bintang utama.

Chanyeol dan Sehun tersenyum lebar pada Suzy, “Jadi calon nyonya Kim ini suka Kamjong karena apa?”

Suzy melihat ke arah Jong in yang juga melihatnya. Mereka berpandangan dengan lembut, “karena kebaikan hatinya.” Suzy melihat kepada Sehun dan Chanyeol “Apakah aku harus mengatakan bagian ‘dia tampan dan seksi’?”

Empat namja itu tertawa, menolak.

Suzy menyeringai dan kembali menatap Jong in yang terlihat geli, “Dia mengerti aku. Dia menjagaku dan menyelamatkanku”

“What is that?” seru Sehun sambil tertawa.

Suzy mengangkat tangannya pada Luhan, “Bolehkah aku bertanya padamu Lu?”

“silahkan”

“Apa kamu berencana menikah dengan 7 yeoja?” tanya Suzy yang membuat tawa keras para namja terdengar.

“Good question Suz. Jawabannya mudah, tentu saja “ jawab Luhan santai.

“Tidak sekalian 9 yeoja?”

“hanya jika seminggu ada 9 hari. Aku harus adil Suz.”

Suzy mengangkat tangannya lagi dan kali ini dia melihat ke arah Sehun. Sehun terkekeh melihatnya.

“ada yang kau ingin tanyakan tentangku Bae Sooji heh?”

“apa kau punya yeojachingu?”

Sehun menggeleng mantap. “Aku hanya punya Yeoja”

“same here” kata Chanyeol saat mata Suzy terarah padanya.

Malam itu Suzy mencoba mengenal baik satu persatu sepupu Jong in karena suatu saat nanti mereka juga akan menjadi bagian hidupnya. Itu membuatnya bahagia, mendapatkan keluarga baru.

###########

Jong in mencium tangan Suzy yang memakai cincin pertunangannya. Hari ini kencan terakhir mereka sebelum Jong in pergi untuk melakukan kunjungan diplomatik ke negara-negara yang berhubungan baik dengan Korea Selatan.

“Kamu tetap tidak akan merubah keputusanmu meski aku yang memintanya ? bagaimana jika aku tidak setuju kamu pergi ?”

Jong in tertawa dan mecubit pipi Suzy lembut. “Kamu tidak akan melakukannya. Aku tahu kamu Ji. Kamu yeojachinguku dan kamu akan selalu mendukungku.”

“tapi mungkin kali ini aku tidak mendukungmu” kata Suzy lirih.

“Kamu bicara apa chagi?” tanya Jong in karena dia hanya mendengar bisikan.

Suzy mendorong dirinya untuk bersuara. Dia sudah berulang kali berlatih untuk mengatakan hal ini, sejak pertama kali mendengar Jong in akan melakukan perjalanan diplomatiknya. Kamu tidak boleh lari Suzy! Katakan !

Suzy menatap lurus ke mata coklat Jong in. “Aku tidak ingin kamu pergi Jong in-na. Aku mau kau tetap di sini bersamaku.”

Jong in tersenyum geli mendengar pengakuan Suzy, “Chagi…setahun lagi kita akan menikah dan setelah itu kita akan bersama. Bersabarlah sebentar lagi.”

“Ne”

“Gomawo chagi. Aku juga ingin cepat-cepat bersamamu”

Suzy memeluk Jong in dan mendekapnya erat, menempelkan seluruh tubuh depannya pada Jong in sebelum Jong in menyingkirkannya.

“Ugh…chagiya…” tangan Jong in menggantung di udara dan dia terlihat kebingungan dengan serangan Suzy.

“sebentar saja. Biarkan aku” bisik Suzy dengan air mata yang sekali lagi menetes perlahan.

Jong in menghela nafas berat dan meletakkan tangannya di punggung Suzy. Suzy mendekap Jong in lebih erat, merasa kurang dengan kedekatan mereka. Jong in tergagap dan mendorong Suzy lepas darinya, membuat Suzy membeku karena penolakan Jong in.

“tidak boleh sedekat itu Sooji. Kita belum menikah”

“Mian”

Jong in memberi Suzy senyum dan menjauh beberapa centi, “Bagaimana kalau kita makan saja? Nanti masakanmu dingin”

Suzy langsung berdiri,”aku ambilkan untukmu”

“gomawo”

Suzy melihat piring Jong in dengan pandangan kosong. Jantungnya berdegup sakit saat mengingat lagi bagaimana Jong in tidak menganggap serius permintaannya. Suzy berusaha menahan airmatanya agar tidak jatuh lagi, dia harus menekan rasa sakit akan penolakan Jong in.

Acara pelepasan Jong in kali ini lebih ramai karena dia tidak bisa pulang cepat seperti sebelumnya. Appa dan Eomma Jong in. Soojung dan suaminya dan keempat sepupu Jong in mengantarkannya.

“Kamu harus rajin menghubungi kami” pinta Eommanya Jong in.

“Ne Eomma”

Soojung memberikan pelukan pada Oppanya.

“sering-sering kunjungi Eomma dan rukun dengan Suzy” kata Jong in memberi nasihat.

Soojung tertawa, “Ne..”

“Aku nitip Suzy ya. Dia terlihat tegar tapi sebenarnya tidak. Aku menitipkan dia ke kalian semua karena aku tidak bisa untuk dia. Aku titip dia ya”

“Aku usahakan” balah Baekhyun dengan nada datar

Mereka saling menepuk punggung sebelum melepaskan pelukan mereka. Jong in menghampiri Suzy yang ada di sebelah Eommanya. Jong in meraih tangan Suzy yang memakai cincinnya dan menggenggamnya erat.

“berjanjilah untuk baik-baik saja. Jika kamu ada masalah, aku mohon kamu harus menghubungi Sehun. Luhan, Chanyeol, maupun Baekhyun”

“nan gwencana, kamu juga harus jaga diri dan sehat”

Jong in menyentuh pipi suzy, mengusap kulit lembut itu untuk terakhir kali.

“take care. Nan saranghae”

Mulut jong in terbuka, “ Na…” tidak ada lagi suara yang keluar dari tenggorokannya. Ekspresinya seperti sedang kesakitan. Suzy tersenyum, “ aku menyayangimu kim jong in”

“aku juga menyayangimu “ balas jong in dengan desahan lega.

Suzy memiliki dua saudara tiri tapi mereka tidak pernah akrab.  Jadi suzy kaget ketika park jiyeon, saudara tiri yang seumuran dengannya muncul di toko bunganya. Suzy tidak tahu kalau keluarga diatas kertasnya tahu alamat toko bunganya.

Suzy langsung keluar dari toko meninggalkan rangkaian bunganya dan menghampiri jiyeon, “annyeong jiyeon-na, apa kabar ?”

“tokomu lumayan bagus” kata jiyeon sambil melepas kacamata hitam yang di pakainya.

“gomawo, kamu mau membeli bunga?”

“anni..aku mau minta nomornya Baekhyun. Kamu pasti punya kan?”

“kamu kenal Baekhyun?” tanya suzy kaget

“nan arra… aku bahakan pernah menghabiskan malam bersama dengannya. Jadi aku minta nomor baekhyun supaya aku bisa lebih dekat dengan baekhyun. Apalagi sebentar lagi dia ulang tahun.”

Suzy terpengarah. Dia tidak pernha menyangka jiyeon pernah tidur dengan Baekhyun. Betapa sempitnya dunia ini. Bahkan saudara suzy juga diembat oleh Baekhyun. Tapi karena itu Baekhyun, suzy berpikir lagi mungkin semua yeoja kelas atas sudah pernah bersamanya.

“kamu punya kan ?’’

Suzy menggigit bibir bawahnya, bingung harus jujur atau tidak.

“aku punya keunde aku harus bertanya pada Baekhyun dulu”

Suzy mengambil ponselnya dari saku celana jeans. Park jiyeon langsung menyambar ponsel dari tangan suzy, “ tidak usah, dia pasti tidak keberatan”

Suzy mengambil ponselnya lagi dan mendapat pelolotan dari jiyeon. “aku harus tanyakan dulu”

Suzy dengan sigap menahan ponselnya saat jiyeon akan mengambil paksa ponselnya lagi.

“lepasin!” perintah jiyeon

“aku tanya pada Baekhyun dulu” kata suzy tidak mau mengalah

“alasan, kamu tidak mau kan membagi nomornya baekhyun karena kamu mau menggoda dia juga kan?” tuduh jiyeon yang masih berusaha merebut ponsel suzy.

Jiyeon tahu dengan pasti Baekhyun akan menolak untuk memberikan nomornya. Tidak ada yeoja one night stand Baekhyun yang memiliki nomornya.

“anni… aku akan bertanya kepada Baekhyun kalo dia bersedia aku akan memberikan nomornya padamu. Arra “ bantah suzy keras.

Jiyeon marah pada ke keras kepalaan suzy. Jiyeon juga marah pada keberuntungan suzy karena bisa mendapatkan namja setampan jong in. Dia merasa tidak adil, hanya karena suzy mendapatkan jong in hanya karena mereka satu SMA.

“Minggir!” jiyeon mendorong tubuh suzy ke belakang dan menarik ponsel suzy.

Suzy kehilangan keseimbangan dan tersandung di pot pot bunga dan terjengkang ke belakang. Kepalanya terbentur pot bersamaan dengan jeritan histeris jieu ( karyawannya). Jiyeon pucat saat melihat cairan merah yang mulai muncul di sekitar kepala suzy.

Jiyeon melempar ponsel suzy dengan cepat pergi dari toko milik suzy. Jieun menjerit histeris dan panik, dia tidak berani menggerakkan suzy. Takut jika malah memperparah keadaan.

“bagaimana ini?” tanya jieun dengan panik kepada dirinya sendiri.

“ ambulance…aku harus memanggil ambulance” kata jieun sambil mengambil ponselnya dan segera menelfon ambulance.

Sepuluh menit kemudian ambulance datang. Jieun ikut kedalam ambulance. Begitu sudah sampai dirumah sakit, suzy langsung dibawa ke emergency sedangkan jieun harus mengurus administrasinya.

“boss saya di bawa kemana ?”

“sedang di operasi, kepalanya harus dijahit. Anda bisa menunggu.” Jawab seorang perawat yang berdiri di dekat pintu emegency.

Jieun duduk di kursi tunggu dan menutup wajahnya. Jieun ingat dengan kejadian tadi. Jieun yakin kalau yeoja yang bernama Park Jiyeon tadi yang mendorong suzy dengan sengaja.

“permisi, apa kamu yang menjadi penjamin bae suzy?” tanya seorang namja yang membuat jieun keluar dari pikirannya sendiri.

Jieun mendongak terpaku. Namja yang di depannya sangat tampan dan memakai jubah putih.

“uh ne.bagaimana keadaan boss saya dok?”

“ dia baik, sebenarnya apa yang terjadi? “

Jieun menceritakan semua kejadian yag dia tahu kepada namja iitu. Namja itu mengangguk mengerti “ tenang saja, aku akan mengurus semuanya. Aku sepupu tunangan bae suzy”

“sepupu jong in oppa?”

“Ne…Chanyeol imnida, jadi kau bisa tenang”

Jieun mendesah lega, “syukurlah”

Chanyeol mengatur  agar Suzy mendapatkan perawatan terbaik. Setelah semua masalah administrasi dan karyawan suzy diselesaikan, Chanyeol meghubungi sepupunya yang lain. Baekhyun datang setengah jam setelah dia di hubungi.

“bagaimana bisa?” tuntut Baekhyun di sela deru nafasnya yang cepat.

Baekhyun langsung meninggalkan apapun yang dia lakukan di kantor dan menyetir ke rumah sakit dengan cepat secepat yang ia bisa. Dia hampir menabrak beberapa kali dan mobilnya di parkir sembarangan di depan.

“Seorang wanita bernama Park Jiyeon meminta nomor telfonmu dari Suzy tapi dia tidak memberikannya karena ingin bertanya kepadamu terlebih dahulu, dia mendorong Suzy agar bisa mengambil ponselnya, membuatnya terjatuh kebelakang dan membentur pot bunga”.

Rahang Baekhyun mengeras, bibirnya terkatup rapat, tangannya mengepal. Chanyeol menepuk pundak Baekhyun yang terlihat marah tapi juga menyesal.

“Bukan salahmu, yeoja itu tidak seharusnya mendorong Suzy.” Kata Chanyeol mencoba menghibur Baekhyun.

“Bisa aku lihat Suzy?”

Chanyeol membuka pintu kamar Suzy di rawat “ dia masih tidur”

Baekhyun masuk dan berhenti di sebelah Suzy. Badannya kaku seperti patung dengan mata yang menatap lekat wajah pucat Suzy kemudian perban yang melingkari kepala atasnya.

Sehun dan Luhan datang setengah jam setelah Baekhyun. Jong in sendiri tidak bisa dihubungi. Chanyeol mengulangi ceritanya pada sepupunya tanpa menambah atau mengurangi.

Suzy merasa seluruh tubuhnya sakit  tapi kepalanya yang  paling sakit. Pusing. Dia mendengar suara-suara namja saat matanya melihat cahaya buram.

Empat namja besar di ruangan itu menoleh pada Suzy.

“Apa yang kamu rasakan suez ?” tanya Chanyeol yang mengambil tempat paling dekat dengan Suzy.

“ sakit dan pusing”

“ apa kamu ingin muntah?”

“Ani”

“Bagus, apa kamu ingat apa yang terjadi?”

Suzy terdiam sejenak sebelum mengangguk pelan.

“Siapa dia?”

Suzy menoleh ke arah Luhan yang terlihat serius seperti tiga namja lain di sekitar tempat tidurnya. Hati Suzy terasa  hangat melihat betapa perhatiannya para namja itu.

“ Bukan siapa-siapa. Ini tidak sengaja”

“Bukan itu yang dikatakan karyawanmu” sela Chanyeol yang membuat Suzy menggigit bibir bawahnya.

“Katakan siapa dia Suez!” kata Baekhyun dengan suara dinginnya yang dalam.

Suzy melihat Baekhyun yang terlihat siap meledak tapi di mata tajamnya dia bisa melihat rasa bersalah. Suzy tidak ingin Baekhyun merasa bersalah. Suzy pun tidak menyalahkan Baekhyun meskipun dia alasan Jiyeon mendorongnya.

“ Aku tidak ingin menuntut siapapun. Biarkan saja”

“Jika kau tidak menuntutnya aku yang akan menuntutnya.”

“Andwe…please Baekh….dia…dia adikku” kata Suzy yang membuat namja di ruangan itu terkejut.

“Adik tirimu?” tanya Baekhyun.

“Nde” jawab Suzy lemah

“ Mwo? Seperti drama yang selalu di tonton eommaku dendam dengan saudara tiri?” tanya Sehun yang membuatnya mendapatkan hadiah jitakan dari Luhan dan plolotan mata dari Baekhyun dan Chanyeol.

“Sudahlah, kamu istirahat saja Suez. Apa perlu kami panggilkan Jong in eomma ? atau eommamu?” tanya Chanyeol yang lebih profesional.

“Tidak perlu. Nanti aku bisa menghubungi orang tuaku sendiri. Kapan aku bisa keluar?”

“Nanti sore bisa.”

“Okay. Um… bagaimana dengan administrasinya?”

“Sudah aku selesaikan, jangan khawatir” jawab Chanyeol.

“Aku akan menggantinya. Aku berjanji”

“Oke, istirahatlah dan kami mau pulang.” Kata Baekhyun sambil menarik Luhan yang berada di sebelahnya.

“Ne. Gomawoyo sudah mau datang.” Suzy tersenyum tulus penuh terimakasih meski wajahnya masih pucat.

“Cepat sembuh Suez.” Kata Luhan dengan senyum yang di tiru oleh Sehun.

Chanyeol tinggal terakhir, “Aku masih di sini, jadi kalau butuh apa-apa cari saja aku. Nanti sore aku akan membantumu pulang.”

“Tidak perlu. Aku bisa pulang naik taksi” Suzy memberikan senyum untuk meyakinkan Chanyeol “Jinja”

“Terserah kamu saja. Istirahatlah”

“Gomawo Chan”

“cheonma”

Chanyeol terkejut saat masih melihat Baekhyun di kursi tunggu depan kamar suzy sendirian. “ aku kira kamu pulang”

“ aku akan membantunya pulang ke rumah.”

Chanyeol duduk di sebelah baekhyun dan menepuk pundak sepupunya. “ bukan salahmu Baekh, meski kamu alasannya”

“biarkan saja aku melakukannya.” Kata baekhyun ketus.

Chanyeol menaikkan tangannya seperti menyerah dan terkekeh. “okay dude, aku berniat mengantarnya pulang nanti meskipun dia merasa sunkan tapi karena kamu menawarkan diri, kamu bisa mengantarnya pulang.” Chanyeol berdiri “ sebaiknya kamu ikut aku mengambil obatnya”

“Baekhyun, ini bukan jalan ke rumahku” kata suzy saat melihat jalanan. Baekhyun memaksa untuk mengatar pulang sebagai kompensasi tidak melaporkan Jiyeon.

“ini jalan menuju apartemenku”

“MWO?!” Suzy megap-megap bingung. “waeyo?”

“aku tahu kamu tidak ada teman di rumahmu dan kamu masih sakit. Aku tidak sekejam itu untuk membiarkan kamu sendirian.” Jawab baekhyun tanpa mengalihkan pandangan dari jalan.

Suzy menggigit bibir bawahnya, “aku…aku bisa memanggil eommaku”

Baekhyun mendengus,”eomma tirimu? Jinja ? aku sudah tidak yakin dia mau peduli”

Suzy menoleh ke arah baekhyun terkejut “waeyo….kamu..”

“ adik tirimu yang memberitahuku di pesta pertunanganmu” jawab baekhyun dingin.

Suzy menundukkan wajahnya  yang sendu “kamu tahu…”

“aku sudah tahu jadi diam saja atau aku akan memberitahukan yang lain”

“ANDWE!” sergah suzy cepat.

Baekhyun melirik ke arah suzy dan melihat yeoja itu benar-benar takut. “jadi diam dan ikuti saja aku”

Suzy menghela nafas berat dan tidak memprotes lagi.

Baekhyun bersikeras untuk memapah suzy begitu mereka keluar dari mobil. Baekhyun tidak bisa berjalan leluasa sehingga baekhyun meraih suzy dan menggendongnya bridal style.

“apa yang kamu lakukan?” protes suzy.

“diam saja!” bentak baekhyun tanpa melihat suzy

Suzy merengut dan menutup mulutnya. Suzy tahu jika sudah seperti itu, baekhyun tidak bisa di bantah. Selama perjalanan suzy menyembunyikan wajahnya di dada baekhyun. Posisi itu membuatnya dapat menghirup aroma baekhyun. Campuran kayu dan sesuatu yang tajam dan segar, dia seperti alam.

Suzy memekik, refleks melingkarkan tangannya ke leher baekhyun agar tidak jatuh saat namja itu mengubah posisi menggendongnya. Dia menggendong suzy hanya dengan satu tangan dan tangan lainnya sedang memencet password apartemennya.

“tenang saja kamu tidak akan jatuh. Badanmu tidak lebih berat dari besi yang aku angkat setiap hari” kata baekhyun sambil membuka pintu.

Suzy masih tidak melepaskan cengkraman legannya dileher baekhyun. Dia tidak pernah di gendong seperti itu dan kakinya jauh dari tanah yang membuatnya panik.

Baekhyun meletakkan kembali tangan kirinya di tubuh suzy. Tangannya dekat sekali dengan pantat yang ranum dan kencang. Entah sudah berapa puluh kali baekhyun membayangkan menepuk pantat sempurna itu dengan tangannya.

Shit!

Baekhyun menjauhkan tangannya dari pantat suzy dan berkonsentrasi memberikan kenyamanan untuk yeoja itu. Baekhyun membawa suzy masuk ke kamarnya, bukan bermaksud apa-apa, hanya saja dia tidak yakin ranjang di kamar tamu nyaman di gunakan saat ini. Nanti dia akan membereskannya.

Suzy melepaskan tangannya dari leher baekhyun begitu memasuki kamar. Baekhyun menurunkannya dengan lembut di ranjang kin size. Suzy ingin langsung tidur karena sekarang kepalanya berdenyut-denyut.

Baekhyun menyelimuti suzy yang sudah memejamkan mata. Dia memperhatikan bagaimana suzy terlihat begitu nyaman di tempat tidurnya. Baekhyun menglurkan tangannya menyentuh pipi suzy yang masih pucat.

“mian…” gumamnya lembut.

Suzy tersadar dari mimpi yang hampa karena guncangan lembut di bahunya. Suzy menyipitkan matanya saat melihat baekhyun. Kenapa ada baekhyun? Pertanyaan suzy terjawab oleh sakit kepala sehingga otaknya memutar lagi kejadian sebelumnya.

“suzy, waktunya minum obat”

Suzy mengangguk. Baekhyun membantu duduk , menyadarkan suzy pada tubuhnya.

“makan buburnya dulu”

Suzy mengangguk patuh. Baekhyun mengambil mangkok bubur. Suzy sudah siap menerimanya tapi baekhyun malah memegangnya dan mengambil satu sendok bubur. Namja itu meniup buburnya pelan-pelan dan menyuapkan ke suzy.

“aaa….”

Suzy membuka bibirnya, menerima suapan bubur baekhyun. Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi, terlarang. Tapi dia terlalu capek dan sakit untuk berpikir. Dia sudah bersyukur ada yang memperhatikannya saat sakit. Tidak peduli dia namja, mantan musuhnya, mantan temannya dan calon sepupu iparnya.

Baekhyun mengambil obat-obat suzy dan segelas air putih begitu yeoja itu sudah tidak ingin makan lagi. Setelah membantu minum obat dengan lembut dia menidurkan suzy dan memperbaiki selimutnya.

“gomawo” gumam suzy sebelum kembali ke alam mimpi.

Baekhyun membantu semua kebutuhan suzy saat dia sakit. Dia tidur di kursi sebelah ranjang. Bersiga kalau suzy bangun sewaktu-waktu. Suzy menurut di haru satu dan dua tapi di hari ke tiga dia ingin pindah kamar. Dia memerintah baekhyun untuk tidur di ranjang dia tahu baekhyun butuh istirahat.

Suzy melihat ponselnya. Tidak ada telfon atau sms dari Jong in tunangannya padahal dia sudah di beri kabar. Jong in pasti tidak melihat ponselnya karena terlalu fokus pada pekerjaan. Suzy terbiasa dengan sifat jong in yang itu tapi dia tetap berharap mendapatkan dukungan Jong in di saat keadaannya seperti ini. Meski hanya dalam bentuk ucapan. Itu sudah cukup untuknnya.

Suzy mengerjapkan matanya yang terasa panas. Dia mendekap ponselnya erat, membayangkan jong in. Dia membayankan jong in yang berada di sampingnya, memeluknya, memberikan kenyamanan dan mengatakan dia akan baik baik saja.

“…..jong in oppa…” gumam suzy dengan air mata yang turun perlahan.

Baekhyun terpaku melihat suzy yang menangis memanggil nama Jong in. Sebelumnya dia tidak memikirkan sepupunya itu. Dia terlalu sibuk mengurus suzy tapi dia baru sadar, belum menghubungi suzy padahal sudah tiga hari berlalu.

Baekhyun tidak pernah punya tunangan tapi dia tahu seharusnya jong in sudah menelfon, menanyakan kabar suzy dan menghiburnya. Baekhyun mengusap rambutnya yang basah ke belakang. Baekhyun mendekati suzy, dudul di pinggir ranjang dan mengusap pelan pundaknya.

Suzy membuka mata dan kecewa saat melihat baekhyun. Dia berharap itu jong in yang tiba tiba datang karena sangat khawatir. Harapannya memang terlalu mustahil untuk terwujud. Suzy menghapus air matanya dengan cepat.

“ada apa?’’

“sakit ya?” tanya baekhyun lembut.

Suzy menggeleng, “sudah tidakterlalu”

“kamu mau makan apa?”

Suzy mengangkat bahu. Dia bergerak menjauh dari tangan baekhyun. Mungkin dia sangat nyaman dengan sentuhan lembut itu tapi saat ini, itu tidak benar.

Baekhyun menarik tangannya,”mau waffle?”

“boleh”

“tunggu sebentar, aku pesankan”

Baekhyun menelfon asistennya untuk membelikan waffle. Selama tiga hari dia menyerahkan semua kerjaannya kepada asistennya. Pasti appa dan adiknya akan marah-marah karena baekhyun mengabaikan pekerjaan.

“baekh, jangan bolos kerja lagi” kata suzy begitu baekhyun selesai menelfon.

“santai saja, aku tidak mungkin di pecat”

“baekh…aku tidak mau kau dimarahi appamu”

“ itu sudah biasa, dari dulu pekerjaannya memang marah-marah”

Suzy menyentuh tangan baekhyun “please…pergilah bekerja”

“kalau aku kerja siapa yang akan menjagamu di sini?”

“aku bisa sendiri. Aku sudah sehat aku bahkan bisa pulang ke rumahku sendiri”

Baekhyun menggeleng tegas,” tidak, kamu belum boleh pulang”

“kalau begitu besok kamu harus masuk kantor”

“fine” baekhyun mendecak,” kamu yang sakit lebih menyenangkan daripada yang sehat”

Suzy memukul lengan baekhyun dengan bibir cemberut “pabo”

Baekhyun tersenyum “teruslah kamu mengomel seperti itu tapi kamu tahu aku akan tetap tampan suez”

Baekhyun terkekeh dan mencubit hidung suzy. Dan berakhir suzy yang berusaha mencubiti baekhyun.

TBC

NB : Mian…baru bisa update….mian kalo ceritanya semakin amburadul dan enggak dapet feelnya…..maafkan saya yang seperti ini. Saya akan berusaha memperbaikinya. Jangan lupa setelah membaca cerita ecek-ecek saya tinggalkan comment kalian dan kalo bersedia like sekalian yah…..karna setiap comment dan like akan membuat saya tersenyum dan membuat cerita ini berlanjut lagi. ^_^. Gomawo.

17 responses to “[Freelance] Fallen Chapter 4

  1. Ada yg aneh sbnrnya sm hbgn jongzy…ini jg baekhyun..bkn mrasa bersalah jg..naksir suzy kn…dr awal udah kliatan hehe

  2. Huaa thor.. akhirnya uodate. Ini ff baekzy yg aku tggu2. Kai.. what happend?? Dot feelka.. wlauon cmn dikit tapi ckp menbayar kerinduanku trthdp ni ff. Smga kedepnnya lbih baik thor.. fighting. Cot2 update ya. Hehhehe

  3. kayak nya jongin gak cinta sama suzy ya. gpo juga sih masi ada baekhyun.
    ayo baekhyun rebut hati suzy.

    ceritanya makin seru kok thor. ditunggu lo thor, jangan biarkan readermu ini menunggu terlalu lama lagi ya. please.
    semangat.

  4. Thor aku kira Ff ni gk akn pernh thor lnjutin lgi,, tpi syukur thor mw lanjutin Ff Baekzy ini, selalu smangat go go semangat

  5. Apa yang disembunyiin jong in? Apa dia bener2 gak cinta sama suzy?
    Baek udh mulai tambah dekat sama suzy

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s