Abnormal Parents Series Chapter 6

abnormal-parents-reniilubis

Title: Abnormal Parents | Author: reniilubis | Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Kim Hyun Gi (OC) | Genre: Family, Drama | Rating: Teen | Length: Chaptered

Disclaimer: All casts are belong to their self and God

Poster by: rosaliaaocha@ochadreamstories

Happy reading~^^

 

 

Myungsoo menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya lewat mulut dengan keras. Beberapa menit lagi ia, Suzy dan Hyun Gi akan naik ke atas panggung dan melakukan press conference  mengenai status keluarga mereka. Myungsoo harus siap mau tidak mau, ini juga demi kehidupan keluarganya. Myungsoo melirik Hyun Gi yang kini berdiri disampingnya dengan wajah datar, memakai jas berwarna hitam sama sepertinya membuat bocah berusia 8 tahun itu terlihat tampan dan berkuasa. Myungsoo juga melirik Suzy yang kini tengah tersenyum menatapnya, dia menggenggam tangan Hyun Gi.

“Semua akan baik-baik saja, Myungsoo-ya.” Ujar Suzy menenangkan perasaannya yang kalut, sedangkan Hyun Gi kini menggenggam tangan Myungsoo, membuat Myungsoo menunduk dan menatap Hyun Gi sambil tersenyum. Ia mengangguk sekilas.

“Silahkan masuk lewat sini.” Ujar salah satu staff mempersilahkan mereka bertiga untuk memasuki ruang press conference. Myungsoo segera berjalan dengan gagah dan penuh percaya diri, sedangkan Suzy dan Hyun Gi berjalan di belakangnya. Suzy semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Hyun Gi, mencoba memberikan keyakinan pada anak kesayangannya itu.

Blitz kamera langsung menyapa ketiganya saat mereka memasuki ruangan tersebut, suara ricuh langsung terdengar memenuhi ruangan. Myungsoo masih menebar senyumannya ke arah media yang sengaja diundang oleh orang tuanya, ia duduk dikursi yang telah disediakan begitu juga dengan Suzy dan Hyun Gi. Mereka bertiga kini duduk diatas panggung dibelakang meja panjang yang menutupi kaki mereka. Suzy dan Hyun Gi pun ikut menebar senyuman mempesona mereka.

Kilauan kamera tak henti-hentinya menyoroti mereka sedari tadi, sebagian besar diantara mereka tampak terkejut dengan kehadiran mereka bertiga. MC yang telah ditunjuk kini menenangkan ruangan, menyuruh para awak media untuk tenang.

Setelah dipersilahkan, Myungsoo bangkit berdiri dan meraih mic.

“Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku sudah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki. Istriku adalah Bae Suzy, dan ini adalah anakku, Kim Hyun Gi.” Sesaat setelah Myungsoo memperkenalkan keluarganya, ruangan kembali ricuh, blitz kamera menyirami tubuh mereka terus-menerus. MC kembali bersuara dan menyuruh mereka untuk kembali tenang.

“Aku sudah memutuskan untuk keluar dari CRUSH. Bukan karena Suzy aku memutuskan keluar dari grupku, tetapi sejak dulu kedua orang tuaku menentang keputusanku untuk menjadi seorang artis. Mereka menginginkanku untuk menjadi pewaris tunggal dan menggantikan posisi ayahku suatu saat nanti. Dan sekarang ku rasa waktu yang tepat untuk menebus segala rasa bersalahku pada orang tuaku. Jadi aku memutuskan untuk keluar dari dunia keartisan.” Ujar Myungsoo panjang lebar, ruangan kembali heboh.

“Kenapa Anda menutupi status Anda selama ini?” Tanya salah satu media, Myungsoo tersenyum sekilas sebelum menjawab pertanyaan tersebut.

“Itu demi istriku, demi cita-citanya, dan demi kebaikan keluarga kami.” Jawab Myungsoo singkat.

“Apakah Suzy-ssi akan memutuskan untuk keluar dari WONDERLAND juga?”

Suzy dengan cepat mengambil mic dan menjawab pertanyaan tersebut.

“Tidak. Cita-citaku sedari dulu adalah menjadi seorang artis. Myungsoo tetap mengizinkanku untuk menjadi seorang artis walaupun kami sudah mempunyai anak. Myungsoo selalu mendukungku.” Suzy tersenyum dan kembali duduk dikursinya.

Setelah sesi tanya-jawab berakhir, Myungsoo kembali bersuara. Pertanyaan memang sangat dibatasi, karena itu adalah kemauan orang tua mereka. Orang tua mereka sengaja membayar para awak media itu untuk tidak melebih-lebihkan beritanya dan tidak bertanya hal-hal yang aneh.

“Ku harap apapun keputusan yang kami ambil, kalian tetap menghargai dan menerimanya. Jika kalian benar-benar fans Suzy dan mencintainya, ku harap kalian tetap mendukungnya. Aku sangat berterima kasih pada kalian semua yang bisa menerima hal ini dengan lapang dada. Ku harap kita bisa berbahagia bersama-sama selamanya.” Myungsoo menutup pidato singkatnya. Ia, Suzy dan Hyun Gi segera bangkit berdiri dan membungkuk dalam, sebelum akhirnya mereka berjalan keluar dari ruangan tersebut.

Para media masih saja terus heboh, suara bisikan-bisikan keterkejutan masih terdengar. Myungsoo menghela nafas lega dan langsung memeluk tubuh Suzy erat. Suzy mengelus-elus punggung Myungsoo lembut.

“Kita sudah melakukan yang terbaik.” Bisik Suzy ditelinga Myungsoo. “Semuanya akan baik-baik saja.”

Suzy melepaskan pelukannya pada Myungsoo dan beralih memeluk Hyun Gi. Memeluk anaknya itu erat, dan ia mendongak saat melihat Myungsoo juga memeluk Hyun Gi dari arah yang berlawanan. Mereka saling berpelukan dengan Hyun Gi yang berada ditengah-tengahnya.

Status kehamilan Suzy memang sengaja tidak dipublikasikan, ada banyak alasan kenapa mereka tidak memberitahukannya pada media. Itu semua demi kebaikan keluarga mereka.

 

 

**********

 

 

Semua perhatian penjuru kelas terarah pada Hyun Gi yang baru saja memasuki kelasnya. Hyun Gi hanya menatap mereka datar, mengedikkan bahunya tidak peduli kemudian segera mendudukkan tubuhnya di kursinya. Ia menatap Jong Soo, seolah-olah bertanya ada apa sebenarnya pada sahabatnya itu. Jong Soo berdecak sekilas kemudian bangkit dari kursinya dan mendekati Hyun Gi. Jong Soo sedikit membungkukkan badannya dan berbisik di telinga Hyun Gi.

“Mereka melihat berita kalian kemarin. Sedari tadi mereka semua heboh membicarakanmu.” Bisik Jong Soo, Hyun Gi menatap satu per satu teman-teman sekelasnya yang masih melihatinya.

“Lalu?” Tanya Hyun Gi akhirnya, Jong Soo menegakkan tubuhnya.

“Ku rasa mereka ingin mengucapkan selamat padamu. Kau menjadi siswa terpopuler hari ini karena berita kemarin.” Jong Soo segera menuju kursinya saat melihat Mr. Jang memasuki kelas mereka. Sedangkan Hyun Gi tampak menerawang, memikirkan sesuatu.

 

 

*

 

 

Disinilah Myungsoo sekarang, duduk di depan TV yang menyala ditemani oleh Hyun Gi di sebelahnya.

“Wanita hamil memang menyusahkan. Sangat sulit dimengerti.” Ujar Myungsoo tiba-tiba ditengah-tengah acara menonton mereka, Hyun Gi menoleh ke arah Myungsoo. Ia mengangguk setuju.

“Tidak jelas apa maunya.” Kali ini Myungsoo yang mengangguk setuju mendengar penuturan Hyun Gi.

“Manjanya tidak masuk akal. Apalagi keinginannya.” Kata Myungsoo lagi. Suzy memang selalu mengidam yang aneh-aneh, bahkan terkadang tidak masuk akal.

“Appa yang sabar, ne? Aku akan membantu Appa.” Myungsoo menghela nafas panjang.

“Kau memang harus membantu Appa, Hyun Gi-ya. Appa tidak akan sanggup menghadapi Suzy sendirian.” Hyun Gi menatap Appanya prihatin. Bukan Cuma Myungsoo yang merasakan siksaan dari Suzy, dirinya juga bahkan sering kena imbasnya.

“Astaga… ku rasa aku akan mati muda!” Myungsoo mengusap wajahnya kasar, rambutnya tampak berantakan.

“Sebenarnya anak seperti apa yang di kandung oleh Eomma?” Myungsoo menatap Hyun Gi, ia mengedikkan bahunya singkat.

“Molla.”

“KIM MYUNGSOOOO! AKU LAPAR! BUATKAN MAKANAN UNTUKKU!” Teriakan sangar Suzy tiba-tiba terdengar dari arah kamar, membuat Myungsoo dan Hyun Gi serempak mengalihkan pandangan mereka ke arah kamar. Hyun Gi beralih menatap Myungsoo seolah mengatakan cepat-buatkan-sebelum-Appa-mati-ditangannya.

Dengan langkah gontai Myungsoo memasuki dapur tanpa banyak protes kali ini. Tidak ada gunanya berdebat dengan Suzy saat monster yang ada diperutnya itu bangun. Dia harus memasak ramyun sederhana, mengantarkannya pada Suzy jika dia meminta.

Kim Myungsoo, cukup bersabar sampai nanti anak itu lahir. Kkkkkkk~

 

 

**********

 

 

Myungsoo dan Suzy kini sedang berbaring di ranjang king-size mereka, setelah 1 jam yang lalu Myungsoo baru saja pulang dari kantornya dan kini telah selesai mandi. Ia menemani Suzy yang ingin memeluknya ketika tertidur, itu paksaan dari Suzy sebenarnya. Ia mengatakan bahwa ia merindukan Myungsoo dan ingin Myungsoo menemaninya tidur.

Suzy tampak bergerak-gerak gelisah di sebelah Myungsoo, Myungsoo mengernyit bingung melihat Suzy yang seolah gusar.

“Suzy-ya, kau baik-baik saja?” Tanya Myungsoo pelan, Suzy mendongak dan menatap Myungsoo. Ia mengangguk pelan.

Namun tak berapa lama kemudian, Suzy melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Myungsoo dan memegangi perutnya.

“AARRGHH!!” Erang Suzy tiba-tiba, Myungsoo menatap Suzy saat mendengar suara teriakan Suzy.

“Suzy-ya, kau kenapa? Gwaenchanayo?” Myungsoo terlihat panik.

“Perutku sakit, Myungsoo-ya!” Adu Suzy dengan mata yang terpejam menahan sakit.

Secepat kilat Myungsoo menggendong tubuh Suzy keluar dari kamarnya dan membawa Suzy menuju mobil, Myungsoo merebahkan tubuh Suzy dengan pelan di jok belakang mobilnya, Suzy terus mengeluh sakit pada perutnya.

“Sakit, Myungsoo-ya!” Suzy masih terus meraung-raung.

Hyun Gi menyusul Myungsoo masuk ke dalam mobil setelah sebelumnya ia mengunci pintu rumahnya. Ia juga khawatir melihat kondisi sang Eomma yang tampak tersiksa sambil memegangi perutnya sedari tadi.

“Bertahanlah, Suzy-ya. Aku akan segera membawamu ke rumah sakit.” Ujar Myungsoo dengan ekspresi cemas, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.

“Eomma, bertahanlah.” Kali ini Hyun Gi mencoba menenangkan Suzy, bagaimanapun juga ia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada Eommanya maupun adik yang tengah dikandung oleh Eommanya.

 

 

*

 

 

Disinilah mereka sekarang, Myungsoo yang sibuk berjalan mondar-mandir di depan ruang UGD, sementara Hyun Gi duduk di kursi ruang tunggu. Myungsoo menunggu dengan panik, takut terjadi seseuatu yang buruk pada Suzy dan juga anak yang sedang dikandung Suzy.

Tak berapa lama kemudian, seorang dokter keluar dari dalam ruang UGD tersebut.

“Bagaimana, Dok?” Myungsoo langsung menghampiri sang dokter, Hyun Gi juga ikut berdiri di samping Myungsoo. “Bagaimana dengan istri dan anak yang dikandungnya?” Tanya Myungsoo khawatir.

“Dia hanya kelelahan, dia tidak apa-apa. Tapi kandungannya sangat lemah saat ini, jangan biarkan dia terlalu lelah, banyak pikiran atau bersedih karena bisa saja dia mengalami keguguran. Dia masih hamil muda.” Jelas sang Dokter yang membuat Myungsoo dan Hyun Gi menghela nafas lega.

“Dia sudah boleh dibawa pulang. Jangan lupa untuk memberi obat padanya secara teratur.”

“Terima kasih banyak, Dok.” Myungsoo membungkuk pada sang Dokter. Sang Dokter tersenyum kemudian berjalan meninggalkan Myungsoo dan Hyun Gi.

Myungsoo membuka pintu ruangan tempat Suzy dirawat dan Hyun Gi mengikuti Myungsoo dari belakang. Myungsoo menggenggam sebelah tangan Suzy yang kini tampaknya tertidur dengan damainya. Tangan Myungsoo yang lain mengelus perut Suzy yang sudah sedikit membengkak, mengelusnya pelan agar tak membangunkan Suzy.

 

*

*

*

 

‘Jadilah ayah yang baik’

Kata-kata Woohyun seolah peneduh di tengah gersangnya pemikiran seorang Kim Myungsoo. Rasanya otak kriminalnya telah merencanakan ribuan cara untuk membunuh seorang Kim Suzy yang tak henti-hentinya membuatnya menderita. Ia akan jadi ayah… ia akan jadi ayah… ia harus jadi ayah yang baik.

“Myungsoo-ya, kau kenapa?” Tanya Suzy polos sambil menusuk-nusuk pipi Myungsoo dengan jari telunjuknya.

“Aku lelah, Suzy-ya.” Jawab Myungsoo sambil melingkarkan tangannya pada pinggang Suzy. Mereka sekarang sedang berada diatas ranjang king size mereka. Myungsoo dengan posisi telungkup di samping Suzy yang tengah duduk sambil meletakkan earphone di perut ratanya.

“Myungsoo-ya, kau membuat baby terbangun.” Ujar Suzy, membuat Myungsoo segera mengusap-usap perut rata Suzy yang terlihat mulai agak menonjol.

“Sstt… tidur lagi.” Myungsoo tak ingin membangunkan anak setan yang tengah berada di dalam perut Suzy yang terus menyiksanya.

“Aku heran bagaimana kau bisa menjadi seorang Appa jika kau kaku seperti itu, Myungsoo-ya? Anak kita akan takut padamu.”

Myungsoo tersenyum, di acaknya rambut Suzy. “Hmm… tidak mungkin, aku ayahnya.”

“Myungsoo-ya, aku ingin anak kita menjadi sepertimu, pintar, kuat dan tampan.” ujar Suzy dengan cengiran khasnya. Myungsoo mengusap-usap perut Suzy dan sesekali mengecupnya. “Tapi tidak usah saja, kau terlalu dingin. Aku ingin dia tumbuh menjadi anak yang mudah tersenyum dan ceria.”

“Terserahmu saja, aku malah ingin anak ini mirip denganmu.” Myungsoo mencubit hidung Suzy.

“Myungsoo-ya~ dia terbangun! Aku bisa merasakannya.” sahut Suzy ceria.

“Benarkah?” wajah Myungsoo memucat. Itu artinya kelakuan bengis istrinya akan dimulai lagi.

“Myungsoo-ya, aku ingin anggota CRUSH ada dihadapanku dalam waktu 15 menit!”

“Tapi, Suzy-ya~~” Myungsoo mencoba menyadarkan istrinya dari pengaruh anaknya yang termasuk melebihi setannya Jongin. Myungsoo segera meraih kunci mobilnya.

“TIDAK ADA TAPI ATAU BOTAK RAMBUTMU SEKARANG!” perintah Suzy mutlak yang cukup membuat Myungsoo melongo tak percaya. Rambutnya yang sehitam arang ini di botak? Myungsoo melirik cermin besar di sudut ruangan, dia sudah membayangkan bagaimana dirinya dengan tanpa rambut yang selalu ia keramas teratur.

“Apakah aku akan tetap tampan jika botak?” gumam Myungsoo pada dirinya sendiri dan bayangan dirinya yang botak sukses membuat Myungsoo langsung mengganti pakaiannya dan melangkah cepat keluar dari kamarnya.

“Appa mau kemana malam-malam begini?” Tanya Hyun Gi yang berpapasan dengan Myungsoo di ruang tengah. Myungsoo menatap datar Hyun Gi.

“Tanyakan saja pada Eommamu.” jawab Myungsoo ketus kemudian berlari secepat kilat menjemput orang-orang yang diperintahkan oleh monster hamil mengerikan di kamarnya.

 

 

*

 

 

Para anggota CRUSH akhirnya tiba di kamar pasangan bahagia Kim Myungsoo dan Bae Suzy ini. Ya… bahagia bagi Suzy, tapi tidak untuk Myungsoo.

“Oppa! Kalian sudah datang? Sini, duduk disini!” Pinta Suzy sambil menepuk-nepuk tempat tidur yang seharusnya menjadi tempat Myungsoo. Para anggota CRUSH hanya mengangguk pasrah. Mereka juga tahu ini karena keinginan bayi Myungsoo yang sepertinya lebih egois dari Appanya.

“Aku mau mendengar cerita Putri Salju.” Seru Suzy tiba-tiba sambil mempoutkan bibirnya. Sunggyu mengerti, dia mulai membuka mulutnya.

“Suatu hari—“

“OPPA! AKU TIDAK MAU KAU MENCERITAKANNYA! AKU MAU KALIAN MEMERANKANNYA!” Pekik Suzy kuat dengan mata yang berkaca-kaca.

“MWO?” Kali ini anggota CRUSH serentak mengeluarkan suaranya. Astaga, mereka adalah anggota boyband terkenal, apa jadinya jika mereka memerankan cerita Putri Salju seperti yang diminta Suzy?

“Kalian tidak mau memerankannya? Hiks—“ Suzy bahkan sudah terisak, Sunggyu dan Hoya menganga tak percaya. Namun disatu sisi, Woohyun mengerti jika ibu hamil memiliki perasaan yang sangat sensitif, jadi dia memaklumi tingkah Suzy yang cengeng.

“Arraseo~ arraseo~ kami akan memerankannya.” Woohyun berusaha menenangkan Suzy dan berusaha membuat Suzy berhenti menangis. Ia melirik Myungsoo sekilas, dan tampaknya Myungsoo seperti sudah kehilangan raganya. Sedangkan Hyun Gi lebih memilih mencari aman, ia sudah mengunci pintu kamarnya dan tidur dengan headphone yang menyumpal telinganya.

“Baiklah! Aku mau ada yang memerankan nenek sihir dan kurcacinya.” Suzy seketika berhenti menangis dan kini tengah tersenyum lebar. Ia merasa senang karena permintaannya kali ini dituruti.

“Hoya Oppa jadi narator cerita, Myungsoo jadi Snow White nya, Woohyun Oppa jadi nenek sihir……”

Suzy terus mengoceh memberi peran pada masing-masing anggota CRUSH.

 

 

*

 

 

“Aish! Apa-apaan ini? Kenapa aku hanya mendapat peran sebagai pohon?” Desah Sungyeol tak terima sambil meliuk-liukkan badannya.

Sunggyu menangis darah di pojokan, Hoya menenangkannya. “Kenapa aku harus jadi kuda? Kenapa kuda?” Racaunya frustasi.

“Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang puteri yang amat cantik bernama Putri Salju.” Ceritapun dimulai dengan Hoya yang membuka cerita.

Myungsoo muncul dengan gaun yang ia dapat entah dari mana. Dia sungguh syok dengan peran yang sedang ia mainkan, tapi salahkan suara merdu Woohyun yang masih menggema di telinganya—‘Jadilah ayah yang baik’

“Sang mertuanya yang kejam mengusirnya dari rumah dan menendangnya ke dalam hutan.” Lanjut Hoya sambil menyeringai, karena dia lah yang bertugas menentukan alur cerita tersebut.

Woohyun muncul bak ratu kegelapan yang sebenarnya. Dia tertawa mengerikan membuat orang-orang yang ada disana  merinding.

“Kurang ajar sekali kau yang mau menandingi kecantikanku! Kau pikir kau siapa, hah? Dasar bocah bodoh!” Pekik Woohyun keras yang amat menjiwai perannya.

Myungsoo mendengus, dilemparnya sapu yang ia pegang sedari tadi ke sembarang arah. “Dasar ratu iblis!” Umpat Kibum keji.

“Apa kau bilang? Kau mau mati?” Hardik Woohyun, kemudian menendang Myungsoo keras membuat namja tampan itu terkapar di lantai.

Latar berubah menjadi hutan.

Snow White pun masuk ke dalam hutan dan tak sengaja bertemu dengan kurcaci.” Sambung Hoya lagi. Dongwoo pun memasuki latar dengan bingung bercampur dengan mengingat-ingat naskah yang akan dia katakan. Dia memang berperan menjadi kurcaci.

“Tiba-tiba sang Ratu Kegelapan kemudian merencanakan rencana jahat untuk memberikan apel beracun kepada Snow White.” Lanjut Hoya.

Woohyun pun muncul memberikan apel merah pada Myungsoo.

“Aku tak suka apel.” Ujar Myungsoo sembari mendesis tajam.

“MAKAN!” Paksa Woohyun membuka mulut Myungsoo dan menyumbatkan apel yang ada di tangannya. Sepertinya nenek sihir yang ini lebih mengerikan dari nenek sihir yang sebenarnya.

Snow White pun tertidur.” Kenyataannya, Myungsoo memang terkapar karena tersedak apel di lantai.

“Sang Pangeran pun datang sambil menaiki kudanya menghampiri Snow White.” Suzy dengan naik di atas punggung Sunggyu dengan tidak sopannya menyuruh agar Sunggyu untuk berjalan. Hoya menahan tawanya, tak ia sangka Suzy sungguh-sungguh luar biasa menjadikan Leader CRUSH itu harus bersedia menjadi kuda jadi-jadian.

“Ahh~~ dimana kita harus menemukan Snow White?” Suzy bergumam, dia menatap intens Sungyeol yang sedang terpaksa menikmati perannya sebagai pohon.

Snow White!” Suzy berlutut di dekat Myungsoo yang tengah memejamkan matanya dengan erat.

Apa Myungsoo sungguh-sungguh tak bernyawa lagi karena menelan apel dan tersedak?

Suzy mengecup pelan bibir Myungsoo. Myungsoo menyeringai, ditahannya tengkuk kepala Suzy agar tetap diam, sementara dia tengah sibuk menginvasi rongga mulut Suzy.

Suzy menepuk-nepuk dada Myungsoo. Myungsoo mengerti dan ia melepaskan pagutan bibir mereka.

“Hiks…. kau jahat!” Tangisan lirih Suzy pun terdengar.

“YA! APA YANG KAU LAKUKAN?” Seru anggota CRUSH serempak dengan aura suram di sekitar mereka.

“KIM MYUNGSOO! BOTAK RAMBUTMU!” Pekik Suzy murka masih dengan isakannya.

“ANDWAE!” Tolak Myungsoo yang jelas saja itu amat tabu baginya.

“Hyung! Tolong aku!” Pinta Myungsoo bersembunyi di belakang tubuh Sunggyu.

“Suzy-ya, tenanglah…” Ujar Woohyun menenangkan Suzy, Dongwoo dan Sungyeol ikut membantu.

“BOTAK!” Suzy menatap Myungsoo sangar. Myungsoo menggeleng tak mau, ia berlutut kemudian.

“Aku sudah tidak tahan lagi! Lebih baik aku mati segera daripada mati berlahan ditangannya!” Teriaknya frustasi sambil menunjuk wajah Suzy. Ia sungguh lebih baik mati, ia sudah tidak kuat lagi.

Botak? Ia tak bisa membayangkan dirinya yang tampan dan mempesona harus B-O-T-A-K. Itu tak akan terjadi, tak akan pernah!

 

 

-TBC-

 

 

Note: Huwaaaaaaa maaf maaf maaf ini lama update huhuhu maaf yaaaaaa >< akhir-akhir ini idenya suka ilang-ilangan, jadinya susah buat ngelanjutinnya. Harus benar-benar ngumpulin ide dan mood dulu sampe akhirnya chapter 6 nya bisa dipublish juga. Semoga suka ya sama chapter ini~ ditunggu komentarnya~ SARANGHAEYOOO~^^

50 responses to “Abnormal Parents Series Chapter 6

  1. bwahahaha….
    ngakak berat,itu suzy hamil kayak mau tawuran.Myung kasian dia saking tersiksanya.Lebih tersiksa lagi sama suzy suruh botak :p
    Next part di tunggu kak ren😉

  2. Hahahahaha astagaaa myungie kacau penyiksaan suzy lg hamil kacau bgttt. Wkwkkwwkk omggg lucunyaaaa. Ga mungkin kan myunh botak.wkwkwk

  3. Astaga suzy. Parah abis ngidamnya hahahah
    Jadilah appa yg baik myung 😆
    Apa myung akan botak sekarang kkkkk

  4. Bwahahaha lucu banget jadi pengen liat beneran mereka yang memainkan peran snow white
    Aigoo suzy sungguh tipe istri hamil yg ditakuti para suami wkwkwkwkw
    Myungpa tetap bertahan ne FIGHTING

  5. lama lama kasian ama myung aigoo suzy bener bener kayakk monsterr keterlaluaann bisa biisa myung kabuuurr hhaaaaaaa
    … aneh anehh ajj anehnya keterlaluannn

  6. Bwaahahahahahha suzy suzy,!!! Jngan sampe myung bneran dibotakin ama suzy.. Bneran nggak kbyang kalu myung harus botak.. Kkkkk

  7. hahahhahah…..yaampun sampek sakit perut bacanya…………tingkah suzy makin ajaib…….yah jangan mati dong myungsoo nantik gak ada lagi yg jadi korbannya suzy……..makasih ya thor karena udah nulis cerita yg keren banget.semangat author

  8. Ahhh jadi myungsoo yang kurang(?) tingkah, irit ngomong, diemm banget kek orang cacingan kalo dipadukan(?) sama suzy yang kebanyakan tingkah, sukanya teriak sana teriak sini, hobi jambakin rambut dan terobsesi botakin pala suami, maka akan menghasilkan seonggok(?) bayi setan. Heumm…
    Hyun gi.. Yang sabar, duh nasibmu.. Kayaknya bakal punya anggota keluarga baru dengan tingkah yang langkanya(?) melebihi orang tua tiri mu nakk… Mending nggak punya adik ajalahh kalo gitu mahh..wakakakaaa

    Terimakasih chap 6 nyaaa^^
    Ditunggu kelanjutannya,
    Author Reni jjang!!!!

  9. Y ampun sumpah ini cerita bikin ngakak bgt…setelah sekian lama akhirnya ketemu jg kelanjutannya…ini part srlanjutnya gmn??suzy sadis bgt…poor myungsoo..

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s