[Freelance] Before We Meet Again Chapter 14

Title : Before We Meet Again  | Author : SureTo_Dream | Genre :  Romance | Rating : PG-17| Main Cast : Byun Baekhyun and Bae Suzy | Other Cast : Find by yourself!

Disclamer :

cerita ini adalah cerita murni dari khayalanku yang udah lama aku tulis tapi gak selesai – selesai dan tiba – tiba saja inspirasi muncul lagi saat lihat kedua main cast diatas punya project bersama,, FF ini juga aku publis di WP pribadi aku http://happydreamandstory.wordpress.com/ tapi seperti yang kalian tau, gak asik banget kalo cumen aku sendiri yang baca,,, maaf kalo seandainya dalam penulisan ada kesalahan karena aku hanya manusia biasa yang tak sempurna dan banyak kekurangan ☺☺

�Happy Reading Guys Hope you like it

##

 

Baekhyun mondar mandir didalam ruangannya sambil terus berfikir bagaimana cara mengambil kunci mobilnya pada suzy,, karena tadi dengan bodohnya baekhyun langsung seperti kaku saat suzy mengatakan kalau kunci mobilnya ada padanya, dan bodohnya lagi baekhyun langsung pergi meninggalkan suzy dan sehun untuk masuk kedalam ruangannya karena terlalu kaget dengan respon suzy padanya,,

“son gun’ah aku yakin ini semua adalah rencana sehun, anak itu memang benar – benar sangat pandai mempermainkanku” ucap baekhyun sambil bolak – balik seperti strika dan son gun hanya diam menatap tingkah tuan mudanya yang memang benar – benar seperti anak kecil,, bahkan son gun yakin jika baekhyun sekarang menggunakan seragam sekolah maka semua orang yang melihatnya akan berfikir kalau bosnya itu adalah siswa SHS

“son gun’ah coba sekarang, kau yang pergi kesana dan ambilkan kunci mobilku” perintah baekhyun, tanpa mengingat kalau baru saja dia juga sudah menyuruh son gun melakukannya

“tuan muda, anda baru saja menyuruh saya melakukannya dan nona suzy mengatakan kalau harus anda yang mengambilnya sendiri” ucap son gun dengan nada frustasi “dan bukankah ini adalah kesempatan yang baik untuk kalian berdua berbaikan kembali” tambah son gun

“Ya park son gun,, kau tau aku bahkan belum menyiapkan kata – kata untuk berbaikan dengannya, bahkan sedari kemarin aku sibuk memikirkannya sampai kepalaku sakit” baekhyun membela dirinya sendiri, karena sungguh baekhyun belum siap untuk kejadian mendadak seperti ini

“tuan muda, saya menyerah terhadap anda” son gun menarik nafas dalam

“weee~? Weeee~? Weee? Kenapa berbicara seperti itu?”

“anda tidak perlu menyiapkan kata,, anda hanya perlu bertemu, kalau anda sudah berdua maka semuanya akan lebih mudah dan semua kata – kata yang ingin anda ucapkan akan keluar dengan sendirinya” jelas son gun yang kemudian keluar dari ruangan baekhyun karena sedari tadi son gun hanya mendengarkan kalimat yang sama dari baekhyun

“kenapa dia ikut menceramahiku” ucap baekhyun kesal menatap punggung son gun yang sudah menutup pintu ruangannya

Dengan kepergian son gun baekhyun sedikit memikirkan saran yang diberikan olehnya dan sesaat Baekhyun kembali focus pada berkas didepannya dan berhenti sejenak memikirkan suzy dan kunci mobilnya karena pekerjaannya sungguh tidak mendukung perasaannya saat ini,, sampai tiba – tiba kai masuk dan menyita perhatian baekhyun “aku ingin berbicara hyung”

Baekhyun berdiri dan melangkah menuju sofa sambil mempersilahkan kai untuk duduk disana “bicaralah” suruh baekhyun setelah kai duduk

“hyung,,” panggill kai dan terdiam cukup lama sebelum melanjutkan kembali kata – katanya “aku mencintai nayeon” aku kai dan baekhyun tersenyum mendengar pengakuan dari dongsaengnya itu “naega arra kai’ah” balas baekhyun sambil menepuk pundak kai

“hyung, kau tidak perlu merasa bersalah lagi padanya karena sekarang keadaannya juga sudah lebih baik” ucap kai kembali terdiam “aku sudah menyatakan perasaanku padanya, dia akan melepaskanmu dan dia akan mulai belajar untuk menerimaku” baekhyun hanya mengangguk sambil mendengarkan semua ucapan kai, baginya saat ini hanya tersisa satu masalah yaitu appanya yang masih belum bisa memaafkannya dan menerima perasaannya pada suzy dan baekhyun harus berfikir keras tentang itu semua, karena appanya tidak akan dengan mudahnya setuju mengenai hubungannya dengan suzy

__

Sehun sedang bersama suzy, jieun dan kai dikantin menikmati saat makan siang bersama, dan entah karena apa setelah kai menemui baekhyun pagi tadi, kai mengikuti sehun yang makan siang bersama dengan jieun dan suzy,, tidak ada alasan bagi kai untuk tidak ikut akrab dengan semua yang akrab dengan sehun, karena kai selalu berprinsip bahwa teman sehun adalah temannya juga dan begitupun dengan suzy dan jieun, terlebih suzy adalah calon kakak iparnya jadi tidak ada salahnya jika kai mencoba akrab dengannya,

 sampai nayeon datang menghampiri mereka “suzy’ssi bisakah kita bicara sebentar?” ajak nayeon begitu sampai di meja mereka, jieun sudah menatap waspada pada nayeon begitu juga dengan sehun tapi tidak dengan kai yang mengetahui apa yang akan dibicarakan nayeon pada suzy, dan kai lebih memilih menikmati makanannya dengan menatap wajah waspada yang ditunjukkan oleh sehun, jieun dan suzy,

Suzy menatap kearah sehun seolah meminta saran pada sehun “bicaralah aku rasa kalian berdua membutuhkannya” saran kai pada suzy untuk meluruskan masalah mereka, suzy terdiam cukup lama sebelum menyetujuinya, “baiklah” jawab suzy kemudian berjalan mengikuti nayeon

“apa mereka akan baik – baik saja?” jieun bertanya dengan khawatir pada sehun dan kai

“tenanglah aku jamin nayeon tidak akan melakukan hal yang buruk pada suzy” balas kai sambil melanjutkan makanannya,, sehun mentap curiga pada kai karena belum menangkap maksud kai sama sekali,,
“jangan menatapku seperti sehun,, apa kau masih tidak mengerti keadaan yang terjadi?” tanya kai dengan santai,, sehun menaikkan alisnya “seolma” ucap sehun sambil menyipitkan matanya

“apa yang kalian bicarakan? Tolong jelaskan padaku” pinta jieun tidak mengerti dengan isi pikiran sehun dan kai saat ini, karena jieun hanya membutuhkan salah satu diantara keduanya menjelaskan situasi yang terjadi saat ini

Kembali pada suzy dan nayeon yang sudah sampai di atap kantor “duduklah jangan tegang seperti itu ”ajak nayeon sambil menepuk tempat yang kosong disebelahnya”

(in Suzy Side)

Aku duduk disebelah nayeon saat dia menyruhku duduk dan aku bisa melihatnya tersenyum dan ini adalah pertama kalinya aku melihatnya tersenyum tulus seperti itu padaku yang membuatnya terlihat sangat cantik “kau tau pertama kali aku bertemu dengan baekhyun oppa adalah saat dia baru saja sampai dirumahnya, dia terlihat sangat pendiam dan kesedihan terpancar jelas pada matanya walaupun dia menggunakan kaca mata, tapi aku bisa melihatnya dengan sangat jelas,, sejak saat itu juga ingin menjadi temannya dan aku langsung mengatakan kalau aku menyukainya” dapat kulihat nayeon tersenyum saat bercerita tentang masa lalunya bersama baekhyun yang tentu semakin menarik rasa penasaranku,,

“saat itu bahkan baekhyun oppa tidak pernah menghiraukanku, tapi aku selalu saja berada disekitarnya sampai dia terbiasa padaku dan akhirnya mulai menerima keberadaanku dan bagiku baekhyun oppa adalah cinta pertamaku,, aku berulang kali mengatakan padanya kalau aku mencintainya tapi oppa sama sekali tidak pernah menanggapinya dia selalu mengatakan kalau dia sudah mencintai seseorang” ucap nayeon yang kemudian terdiam dan aku masih tidak mengatakan apapun karena aku memang tidak tau harus mengatakan apa padanya

“apakah kau tau, aku bahkan sudah membencimu walaupun aku tidak pernah bertemu atau merasa kenal denganmu” nayeon menatapku sebelum dia melanjutkan kata – katanya “aku membencimu, karena baekhyun oppa sangat mencintaimu walaupun kau tidak pernah menganggapnya ada,, aku bahkan merasa sangat tersiksa saat membaca buku hariannya yang semuanya berisi tentangmu, semua perasaan yang tidak pernah kau hargai dan bahkan aku sangat menginginkannya perasaan cintanya yang tulus untukmu” aku merasa sangat buruk saat mendengar cerita nayeon tentang bagaimana baekhyun sangat mencintaiku membuatku dengan susah payah menahan air mata yang sudah menghalangi pengelihatanku,,

“setelah 5 tahun aku menunggu dan pada akhirnya oppa membuka hatinya untukku,, tapi kebahagianku tidak berlangsung lama karena keputusan uncle byun yang menyetujui permintaan tuan kim agar baekhyun oppa membantu suho oppa dikorea,,  apakah kau tau bagaimana khawatirnya aku saat oppa memutuskan untuk kembali kekorea? Aku takut kalau dia akan bertemu denganmu dan mengingatkannya dengan perasaannya terhadapmu dan usahaku selama 5 tahun akan menjadi sia – sia,, dan sekarang itulah yang terjadi, bahkan baekhyun oppa lebih memilihmu dan menentang keputusan uncle,, sungguh perasaanku sangat sakit, tapi sekarang aku harus bagaimana?” nayeon menatapku dengan perasaan sedih dan sakit yang tergambar jelas dimatanya

“aku tidak akan memintamu untuk melepaskan baekhyun oppa seperti yang biasa aku ucapkan padamu, tapi sebaliknya aku ingin agar kau berada disisinya dan membalas semua cintanya untukmu karena dia sangat membutuhkanmu” nayeon berucap sambil mengenggam tanganku

“lalu bagaimana denganmu?” aku tidak mengerti kenapa aku bisa tiba – tiba bertanya seperti itu padanya, mungkin karena aku merasa prihatin padanya, tapi aku dapat melihat senyum tulus muncul diwajah nayeon

“jangan khawatirkan aku, karena ada seseorang yang sangat mencintaiku seperti baekhyun oppa yang sangat mencintaimu, dan aku akan belajar mencintainya dan berada disisinya seperti yang selama ini selalu dilakukannya padaku” aku ikut tersenyum melihat senyum nayeon dan aku tau kalau nayeon sebenarnya adalah teman yang sangat baik

“temuilah baekhyun oppa, dan jangan menunggu dia untuk menemuimu lebih dulu karena dia sama sekali tidak punya inisiatif untuk itu,, baekhyun oppa sangat bodoh untuk masalah cinta seperti ini,, dan jangan biarkan dia salah faham terlalu lama tentangmu dan luhan” ucap nayeon padaku

“gumawoyo,, nayeon’ssi” balasku padanya dan aku berfikir sepertinya aku dan nayeon akan menjadi teman setelah semuanya berlalu

###

Setelah pembicaraanku bersama nayeon diatap, aku langsung mencari baekhyun diruangannya tapi son gun mengatakan kalau baekhyun baru saja pergi bersama sehun kebengkel,, aku menatap kunci mobil yang tadi pagi sehun berikan padaku membuatku berpikir kalau mereka pasti pergi menggunakan taksi,,

Aku langsung berjalan menuju basement dan mencari keberadaan mobil baekhyun, tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama karena sehun memarkirnya sangat dekat dengan lift,, aku langsung mengendarainya dan tempat satu – satunya yang terfikir olehku adalah apartemen baekhyun, karena akan lebih baik menunggunya disana

Begitu aku berada disana, semuanya masih sama seperti saat terakhir aku berada disini, aku berjalan mengelilingi apartemen baekhyun, karena ternyata bukan pemilikinya saja yang aku rindukan bahkan tempat ini sudah menjadi saksi bisu bagaimana kami menciptakan moment indah didalamnya,,

Aku bahkan masih melihat pakaian dan barang – barangku tetap berada ditempatnya dan tampa sadar aku tersenyum, apakah aku boleh berfikir kalau baekhyun masih mengharapkanku kembali kemari? Bahkan foto Polaroid yang dia ambil saat aku memasak untuknya masih tertempel dikulkas,,, tidak ada yang berubah semuanya masih sama,, dan aku menoleh saat mendengar suara 2 orang yang tidak asing masuk kedalam

“Kumohon hyung jangan seperti ini” aku tau itu adalah suara rengekan sehun

“tidak bisa, samchu harus tau bagaimana nakalnya kau disini, kau bahkan membuat mobil kesayanganku lecet” omel baekhyun sambil terus berjalan keruang tengah dan begitu sampai didepan dapur dia terdiam karena tatapan kami bertemu begitu juga dengan sehun yang ikut diam saat baekhyun yang tiba – tiba diam ditempatnya

“aku rasa sepertinya lebih baik aku kekamar,,” usul sehun pada dirinya sendiri saat melihat aku dan baekhyun hanya diam dan saling menatap

Setelah kepergian sehun, aku dan baekhyun masih sama – sama diam, mencoba meredam perasaan yang sekarang sangat sulit untuk dijelaskan seolah dengan diam kami sedang saling berkomunikasi dan menyampaikan semuanya tanpa harus mengeluarkan kata yang akan merepotkan dan tidak kami mengerti

Baekhyun berjalan semakin dekat dan aku masih tetap berdiri ditempatku menunggunya mendekat,, setelah baekhyun berdiri tepat didepanku dengan jarak kami yang hanya 30 cm mungkin karena tidak ada waktu untuk mengukurnya sekarang karena yang terpenting adalah kami sedang berhadapan dengan jarak yang sangat dekat,

mata kami masih bertaut seolah saat kami berkedip salah satu dari kami akan menghilang dan aku sangat menikmati debaran jantungku setiap dia berada sedekat ini denganku,,

Kurasakan tangan baekhyun menyentuh pipiku seolah memastikan aku adalah nyata dan bukan hayalannya yang membuatku memejamkan mata dan menikmati sentuhannya yang selalu kurindukan sampai aku merasakan baekhyun mencium keningku, mata, pipi dan terakhir aku merasakan bibirnya mencium bibirku, hanya menempel tapi itu cukup lama sampai aku membuka mataku karena baekhyun melepaskannya dan tatapan kami bertemu dengan jarak hanya beberapa cm saja,, sungguh aku merindukannya bahkan saat ini aku merasa seperti sedang bermimpi

“Aku merindukanmu” ucapnya lirih tapi aku masih bisa mendengarnya “mianhae” ucapnya lagi sambil menunduk dan berhenti menatapku,, aku merasa kata maaf seharusnya keluar dari mulutku terlebih dahulu bukan darinya, karena aku yang membuat hubungan kami seperti ini,, aku mengangkat wajahnya agar kembali menatapku, sungguh aku sangat merindukannya mungkin ini sudah yang keberapa kali aku mengucapkan kata rindu, entahlah aku tidak pernah menghitungnya dan sekarang aku melakukan hal yang sama, seperti yang dilakukannya padaku barusan,, aku mencium kening, mata, pipi, hidung dan terakhir kucium bibirnya dengan lembut, menyampaikan apa yang kurasakan padanya dan aku bisa merasakan baekhyun balas menciumku dan aku tersenyum disela ciuman kami, karena ada kelegaan disana, rongga kosong dan perasaan hampa itu seolah terisi kembali, aku merasakan tangan baekhyun menarikku semakin dekat dan memeluk pinggangku erat,, ciuman kami tidak terburu – buru atau bernafsu, hanya menikmati apa yang kami lakukan untuk bertukar rindu,,

Aku melepaskan ciuman kami dan aku kembali menatapnya, dan kukalungkan tanganku pada lehernya dan kepeluk baekhyun sangat erat menghirup wangi yang selalu membuatku merasa tenang “saranghae Byun Baekhyun” bisikku tepat ditelinganya dan bisa kurasakan pelukannya semakin erat “Nado, Saranghae Bae Suzy, ayo kita perbaiki semuanya, aku tidak ingin kehilanganmu lagi karena aku tidak akan sanggup” balas baekhyun dan aku sangat menyukainya karena aku merasa seluruh beban yang selama 2 minggu lebih aku tanggung menghilang entah kemana

Baekhyun melepaskan pelukannya dan menarikku untuk duduk disalah satu kursi meja makan yang berada didekat kami, aku tidak bisa berhenti tersenyum karena sekarang hubungan kami menjadi lebih baik “mianhae karena membuatmu menangis” ucapnya sambil tetap mengenggam tanganku dan menatapku, tatapan  hangat dan rindu yang selalu ku rindukan bukan tatapan dingin dan kecewa yang beberapa minggu ini selalu dia berikan padaku

Aku menyentuh wajahnya dan merapikan rambutnya dengan tanganku yang bebas “seharusnya aku yang minta maaf karena tidak menjelaskan semuanya padamu, bahkan aku sempat ragu dengan persaanku sendiri padamu,, padahal aku sangat mencintaimu lebih dari yang aku banyangkan” baekhyun tersenyum saat mendengar pengakuanku,, bahkan sekarang dia sudah menarikku dan mendudukkanku dipangkuannya dan secara otomatis tanganku sudah kukalungkan dilehernya “jangan pernah membuatku salah faham dan cemburu lagi karena itu sangat melelahkan” ucapnya dan kembali menciumku seolah kami tidak pernah puas untuk melakukannya, ciuman yang sangat aku rindukan selama hampir dua minggu lebih,,

“apakah kalian sudah selesai berbagi saliva? Dan bisakah kita mulai membuat makanan untuk makan malam? Aku sudah sangat lapar” tegur sehun yang entah sejak kapan berdiri disamping kulkas sambil memegang gelas berisi air minum yang tidak kami sadari karena terlalu asik dengan kegiatan yang kami lakukan, tentu saja aku dan baekhyun menghentikan aktifitas kami dengan terpaksa karena mendengar tegurannya, dan baekhyun langsung menatap sehun kesal karena merasa sangat terganggu dan itu sangat terlihat jelas diwajahnya

“jangan seperti itu hyung, aku tau kalian saling merindukan, seharusnya kalau kalian tidak ingin diganggu jangan berciuman didapur, karena aku butuh menyambung hidupku” balas sehun dengan cuek dan meminum kembali airnya,,

Aku bangun dari pangkuan baekhyun dan melepaskan tangannya yang masih melingkar dipinggangku dengan sangat enggan karena kalau boleh jujur aku masih belum puas dan masih ingin melanjutkan ciumanku dengan baekhyun “mianhae sehunie,, sebagai gantinya biarkan aku yang memasak untuk makan malam” tawarku pada sehun “dan kau sebaiknya mandi dan ganti bajumu” perintahku pada baekhyun akhirnya, karena seperti yang dikatakan sehun kami butuh makan

“aku akan membantumu noona” tawar sehun yang sudah mengeluarkan beberapa bahan makanan dari dalam kulkas disaat aku sibuk memakai apron

“waah, kalian berdua terlihat sangat akrab” cibir baekhyun sambil meminum air putih dari botol yang baru saja dikeluarkan oleh sehun

“tentu saja karena kami bersahabat baik” jawab sehun santai, baekhyun berjalan mendekatiku dan memelukku dari belakang “kau menginapkan malam ini? aku masih ingin bersamamu” bisik baekhyun tepat ditelingaku yang membuatku hanya tersenyum sambil mengelus kepalanya penuh sayang, ternyata aku juga sangat merindukan kelakuan manjanya padaku

“Oh ayolah hyung jangan hanya bermanja – manja seperti itu, aku butuh makan disini” protes sehun pada hyungnya yang masih enggan untuk melepaskan pelukannya padaku “arsasso aku akan pergi mandi sekarang, kau puas?” balas baekhyun yang kemudian melepaskan pelukannya padaku, kemudian mengecup pipiku singkat sebelum benar – benar pergi

“aiisshh” gerutu sehun sambil berdecak pinggang karena melihat kelakuan baekhyun

Aku, sehun dan baekhyun menghabiskan waktu makan malam bersama dengan sangat menyenangkan, hubunganku yang sudah kembali membaik dengan baekhyun serta  aku yang sangat berterima kasih kepada sehun yang membantuku, semuanya seperti kembali seperti semula,,,

“hyung jangan melakukan apapun sebelum menikah” cicit sehun saat baekhyun menarikku pergi untuk tidur “aku tidak semesum kau dan kai,, walaupun aku berada satu kamar dengan suzy tidak akan terjadi apapun padanya untuk sekarang, kecuali kalau dia sudah resmi menjadi milikku mungkin akan berbeda ceritanya” balas baekhyun sambil tersenyum jahil pada sehun

Baekhyun terus saja menatapku yang masih sibuk dimeja rias sambil memakai beberapa jenis krim untuk wajahku “kenapa kau terus saja mentapku seperti itu?”aku bertanya padanya saat kegiatanku sudah selesai dan berbalik menghadapnya

“aku hanya merasa sudah sangat lama tidak melihatmu seperti itu” ucap baekhyun sambil menepuk – nepuk tempat kosong disebelahnya sebagai tanda kalau dia ingin aku berada disampingnya “aku sangat merindukanmu, bahkan berada dikamar ini akan terasa sangat menyiksa saat kau tidak bersamaku disini” sambung baekhyun sambil memelukku,,

“maafkan semua yang sudah ku lakukan, mulai dari sekarang aku tidak akan pernah menyembunyikan apapun darimu, jangan pernah meninggalkanku lagi, karena aku tidak akan pernah sanggup melihatmu bersama dengan yoja lain” pintaku pada baekhyun sambil balas memeluknya

“apa kau tidak tau kalau hatiku hanya milikmu, aku sangat lelah suzy’ah, aku benar – benar ingin tidur nyenyak sekarang” ucap baekhyun sambil memejamkan matanya dan menarikku semakin dekat padanya,, aku mendongak melihat kembali wajah tenangnya saat tertidur dan aku yakin kalau baekhyun tidak pernah tidur dengan baik saat kami berpisah karena semuanya begitu jelas terlihat diwajahnya akupun merasakan hal yang sama karena sudah sangat terbiasa dia berada disampingku seperti ini, aku memeluknya dan menyembunyikan wajahku didadanya “jaljayo baekhyunie”

__

Aku bagun terlalu pagi dan bisa kurasakan kalau tangan baekhyun masih melingkar dipingangku, aku tersenyum dan membalik badanku agar aku bisa melihat wajah cutenya saat bangun tidur,, aku mengecup bibirnya sekilas karena tidak bisa menahan diri saat melihatnya tertidur seperti anak kecil terlebih aku sangat merindukan setiap moment saat bersamanya “apa kau lupa kalau aku sangat tidak menyukai ciuman sepihak” pipiku memerah saat mengetahui kalau dia ternyata sudah bangun

“Ya! Kau menjebakku? Sejak kapan kau bangun?” aku bertanya padanya,,

“kapan aku menjebakmu? Aku memang bagun saat kau menciumku secara diam – diam” baekhyun membela dirinya seperti biasa,, baiklah lebih baik berhenti berdebat karena kalau berdebat dengannya akan sangat panjang dan aku kembali mencium bibirnya “sekarang diamlah aku sedang tidak ingin berdebat denganmu” ucapku kemudian meninggalkannya masuk kedalam kamar mandi dengan wajah yang merah padam karena malu

“Yaaa! Aku bahkan belum siap saat kau mencuri ciuman dariku” aku bisa mendengar suaranya memprotesku dari dalam kamar mandi tapi tidak kuhiraukan,, karena jika mengikuti kemauannya maka bisa dipastikan kami akan terlambat karena aku tidak ingin itu terjadi terlebih manager choi sudah tau hubugan kami

Aku sedang memakaikan baekhyun dasi saat dia tiba – tiba berucap “eomma ingin bertemu denganmu” aku menghentikan aktifitasku karena kembali teringat cerita sehun “wee? Dia akan sangat senang bertemu denganmu” ucap baekhyun lagi, senang?? Bukankah eommanya tidak menyukaiku seperti appanya karena nayeon?, aku bertanya sendiri didalam hati

“Bagaimana kalau eommamu tidak menyukaiku?” aku bertanya dengan hati – hati sambil membantu baekhyun memakai jasnya karena ucapan sehun masih sangat jelas kuingat

“bagaimana bisa eomma membencimu, kalau dia membencimu mana mungkin dia ingin bertemu denganmu” baekhyun mencubit pipiku “kita akan makan siang bersama eomma”

__

Hari ini aku sampai dikantor bersama baekhyun dan juga sehun yang sangat terpaksa berada satu mobil dengan kami karena baekhyun tidak mengijinkannya membawa mobil sendiri,, aku bisa melihat sepanjang jalan sehun terus saja menampilkan wajah cemberut dan hanya akan mengajakku mengobrol seolah baekhyun tidak berada disana,, tapi seperti yang baekhyun katakan padaku saat sebelum kami berangkat kalau sehun sedang mengajukan protes padanya,,

Baekhyun terus saja menggandeng tanganku saat berjalan masuk kedalam kantor, padahal aku sudah memohon padanya agar kita berjalan terpisah seperti biasanya tapi dia seolah tidak mendengarkanku sama sekali,, dan sekarang seperti yang aku takutkan semua mata tertuju pada kami, bahkan saat di lift baekhyun dengan sengaja merangkul pundakku,, aku sangat yakin kalau sekarang berbagai gossip akan menyebar karenanya,,

Begitu juga saat kami sampai didivisi, semuanya menatap kearah kami sambil memberikan hormat pada baekhyun tentunya, aku berusaha menarik tanganku agar baekhyun melepaskannya tapi percuma saja karena genggamannya semakin kuat, bahkan sekarang dia mengantarku sampai ketempat duduk “jangan kesal seperti itu,, aku rasa mereka juga perlu tau hubungan kita, karena aku lelah harus berpura – pura tidak mengenalmu” ucap baekhyun cukup keras dan bisa didengar oleh seisi ruangan “jieun’ah apa aku salah kalau aku ingin memberi tau semua orang kalau aku sudah memiliki yochin?” kini baekhyun bertanya pada jieun yang berada disebelahku

“tentu saja tidak,, aaahhh aku sangat lega melihat kalian berdua sudah berbaikan” sekarang ucapan jieun malah membuat baekhyun akan semakin lama berada disini dan tidak akan masuk kedalam ruangannya

“baekhyun sajangnim, ini sudah jam kerja dan jika bapak tidak keberatan bisakah bapak pergi keruangan bapak? Karena saya butuh menyelesaikan pekerjaan saya” aku sengaja berkata seperti itu agar baekhyun pergi dan mengingat kalau kita sedang berada dikantor

“hyung, apa kau bisa geser sedikit, aku harus memberikan laporanku pada suzy noona, dan bukankah pekerjaanmu sangat banyak, kenapa masih disini?” protes sehun yang masih kesal pada baekhyun karena tidak di ijinkan membawa mobil sendiri

“kau memang selalu mengangguku dari kemarin” kesal baekhyun sambil berdiri dan berjalan menuju ruangannya karena tidak akan bisa melakukan apapun selain mengalah dan pergi

###

(in other side)

Dikediaman keluarga kim diamana nyonya byun, tuan byun dan nyonya kim sedang duduk bersama ditaman belakang sambil membicarakan hal – hal ringan yang bersangkutan tentang mereka sampai pada nyonya byun yang mengungkit tentang masalah suaminya dengan anaknya “yeobo, apakah kau masih tidak ingin bicara dengan baekhyun?” nyonya byun bertanya dengan sedikit hati – hati sambil memperhatikan perubahan suaminya yang memang terkenal  sangat keras kepala dan tegas “yeobo, bukankah kita sebaiknya mendengarkan keinginan anak kita” tambah nyonya byun lagi

“baekhyun hanya akan menikah dengan nayeon, itu sudah keputusanku dan baekhyun harus tetap menerimanya jika dia masih menolak maka dia harus tetap menikah dengan yoja yang aku pilihkan untuknya, tidak ada bantahan atau penolakan baik itu darimu atau dari baekhyun” ucap tuan byun dengan tegas

“tapi yeobo” belum selesai ucapan nyonya byun, tuan byun sudah memotongnya “tidak ada kata tapi, ini semua demi masa depan baekhyun dan aku tidak mau masa depannya rusak hanya karena perasaan sesaatnya pada yoja yang baru dikenalnya” tuan byun langsung pergi setelah mengatakan  semua yang ingin dikatakannya

“eonnie, bagaimana dengan baekhyunku yang malang?” isak nyonya byun karena merasa kasihan pada anaknya

“bersabarlah, aku tau adikku itu selalu saja memaksakan kemauannya, dia lupa kalau baekhyun sudah sangat dewasa untuk menentukan pilihannya sendiri mana yang terbaik untuknya” hibur nyonya kim

“eonnie, ini adalah pertama kalinya baekhyun terbuka padaku tentang yoja yang dicintainya, aku ingin anakku bahagia eonnie, karena aku tau selama ini dia adalah anak yang sangat penurut dan tidak pernah membantah walaupun aku tau itu bukan keinginannya, dan malam itu adalah pertama kalinya baekhyun mengatakan keinginanya,, apakah salah aku sebagai eomma mengikuti keinginan anakku?” ungkap nyonya byun yang sudah tidak mampu menahan air matanya untuk tidak keluar

“sojin’ah, aku mengerti perasaanmu karena aku juga menyayangi baekhyun seperti anakku sendiri, aku juga pasti akan mendukung apapun yang membuatnya bahagia, tapi sekarang kita harus bersabar karena suamimu bukanlah orang yang mudah untuk mengubah keputusannya” ucap nyonya kim

###

Baekhyun sedang berjalan bersama dengan suzy untuk makan siang yang sudah direncanakan oleh baekhyun karena akan mengenalkan suzy pada eommanya “kau yakin kita akan bertemu sekarang dengan eommamu?” suzy bertanya sambil mengikuti baekhyun yang masuk kedalam lift

“tentu saja,, memangnya apa bedanya bertemu sekarang dan besok?” jawab baekhyun

“coba lihatlah bagaimana berantakannya penampilanku, dan aku belum membeli apapun untuk kuberikan pada eommamu” ucap suzy sambil menyuruh baekhyun melihatnya, karena sungguh suzy butuh persiapan dan dia tidak ingin terlihat buruk didepan eomma baekhyun

“kau sudah sangat cantik seperti ini, dan kau bisa membelikannya sesuatu nanti karena kau akan sering bertemu dengan eomma setelah ini” ungkap baekhyun sambil tersenyum merapikan rambut suzy

Begitu sampai di lantai dasar langkah baekhyun menjadi pelan karena tatapannya bertemu dengan milik luhan yang kebetulan baru saja masuk “ada apa?” suzy bertanya pada baekhyun karena belum menyadari keberadaan luhan

“kalian sudah berbaikan rupanya,,” suzy menoleh saat mendengar suara seseorang yang tidak asing baginya “Lu,, kau darimana?” sapa suzy dengan ramah, sangat berbeda dengan baekhyun yang menatap penuh curiga dan waspada terhadap luhan

“aku baru saja bertemu seseorang,, sepertinya hubungan kalian sudah membaik” ucap luhan pada suzy “sepertinya kau masih marah padaku karena pertemuan terakhir kita” sekarang luhan beralih pada baekhyun

“tentu saja dan sekarang mungkin aku akan berfikir kalau kau tidak suka karena hubungan kami sudah kembali membaik” sindir baekhyun secara terang – terangan didepan suzy

“tentu saja aku tidak menyukainya, apalagi terliat kalah didepanmu seperti ini, tapi aku tidak mungkin memaksanya dan membuatnya tersiksa” balas luhan

“kalian berdua berhentilah berdebat seperti ini, biarku perjelas” akhirnya suzy bersuara karena merasakan kalau keadaan kedua namja itu semakin memanas

“aku hanya mencintai Byun Baekhyun dan hanya byun baekhyun yang ada dihatiku,, dan Xi Luhan adalah sahabatku jadi tolong kalian berdua berhentilah bersikap seperti anak kecil dan aku tidak ingin ada salah faham lagi diantara kalian” ucap suzy sambil menatap keduanya bergantian

“kau sudah dengar, sekarang dan seterusnya dia adalah milikku” ucap baekhyun sambil menyombongkan diri dan menarik suzy kesampingnya

Luhan menarik nafas panjang saat menanggapi sikap baekhyun “baiklah dia adalah milikmu, tapi sekali lagi kau membuatnya menangis, maka aku tidak akan segan – segan membawanya pergi” pesan luhan pada baekhyun

“jangan khawatir karena aku tidak akan pernah melepaskannya lagi apapun yang akan terjadi” balas baekhyun dengan mantap

“baiklah, kupegang kata – katamu”

Saat luhan dan baekhyun asik berdebat ada seseorang yang sedang berjalan masuk dan menghampiri mereka dengan ragu – ragu “anda mencari siapa?” satpam bertanya padanya saat memasuki pintu

“aku mencari Bae Suzy” jawabnya sambil mengedarkan pandangannya kesegala arah dan mendapati disana 3 orang yang terlihat sedang berbicara dan 2 orang diantaranya sangat dikenalnya

“Suzy” panggilnya dan secara otomatis ketiganya menoleh kearah yang sama

“Omo ternyata benar, Luhan apakah itu kau?” ucapnya lagi sambil berjalan mendekat dan baekhyun yang bingung menatap mereka “Luhan calon menantuku” baekhyun semakin bingung dengan ucapan yoja paruh baya yang tadi memanggil suzy dan mengakui luhan sebagai calon menantunya

“eomma” panggil suzy yang membuat baekhyun menatapnya

“eommonim” sekarang Luhan yang memanggilnya

“Omo ternyata kalian bersama lagi” ucapnya lagi

“Apa maksud semua ini?”

TBC

16 responses to “[Freelance] Before We Meet Again Chapter 14

  1. Wahhhhh kacooo ikiii
    Parahhh maknya suzy salah pahamm buu eghhh ibu2 sotoy yg sma suzy itu baekhyunn yaa pleasee bukan luhaann 😀😀😀

  2. ishhhh…appanya baek msh kekeh ngejodohin baekhyun dgn nayeon…
    eommanya suzy muncul,ngira luhan cln suzy…poor baekhyun…

  3. Hubungan baekzy sudah membaik masalah nayeon juga luhan sudah terselesaikan,dan sekarang maslahnya tinggal para orang tua mereka.akankah baekzy mendapat restu dari ke2 orangtua mereka?

  4. Cobaan selalu datang, blum dapat restu dari appanya baekhyun.. wah eomma nya suzy ngira suzy masih sama luhan.

  5. Omg itu ibunya suzy? Jadi suzy blm bilang kalau dia sedang berpacaran dengan baekhyun?
    Astagaaa chinguu kamu membuat masalah mereka ga habis(?) Tp aku suka(?)😄

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s