Chinderella sister [ Part 10 ]

cinderella sister

Title : Cinderella Sister ||  Author : Mnandhini ||  Main cast : Bae Suzy, Kim Myung Soo, Oh Sehun, Oh Sehun ||  Genre : Sad, romance (?). || Rating :

Story and poster by me *Mnandhini*

.

.

.

Sumarry : “Can you make me smile and happy?”

.

Don’t forget visit our my blog  https://nananandhinidream.wordpress.com

Mian for Thypos and Happy Reading.

Tangan Soojung mengepal membuat buku buku jarinya memutih, terdengar suara gemertak gerahangnya menandakan ia benar benar kesal. Berbibu umpatan ia lontarkan karena melihat pemandangan yang menurutnya sangat sangat melukai hatinya, “Manusia tak tahu diri.” Dan Soojung memutuskan pergi meninggalkan Myungsoo dan Suzy yang tengah asik bergelut dengan urusan mereka.

 

.

.

.

 

Suzy berjalan menuju kamarnya, sekelebat ingatan saat ia bersama Myungsoo kembali berkelana diotaknya membuat terukirnya senyuman diwajah Suzy. Namun senyum Suzy seketika enyah dari parasnya ketika matanya menangkap sosok Soojung yang tengah mengepalkan tangannya, Soojung melangkah mendekati Suzy yang masih terdiam ditempatnya.

 

“Jung Soojung.” Lirih Suzy, Suzy bukanlah orang bodoh yang tak bisa membedakan perubahan raup wajah Soojung, sangat terlihat dengan jelas Soojung tengah marah.

 

“Aku melihatnya.” Ucap Soojung penuh penekanan.

 

Plakk~ tangan halus Soojung dengan seenaknya menampar permukaan kulit pipi Suzy. Tak hanya itu saja Soojung sekarang menarik rambut panjang Suzy, “Kau anggap apa aku, eo? Kau sama sekali tak memperdulikan ucapan. Kau gadis jalang.” Soojung tanpa henti menarik rambut Suzy, ya seperti perkelahian seorang wanita.

 

Sehun dan Myungsoo segera menghampiri Soojung dan Suzy setelah mendengar suara teriakan Soojung yang memekakan telinga. “Jung Soojung hentikan.” Perintah Myungsoo sambil menarik Soojung dan tangan Soojung yang terus menggenggam rambut Suzy.

 

Entah mengapa kekuatan Soojung sekarang bisa sekuat ini, bahkan Myungsoo tak bisa mengalahkan Soojung. Tangan Soojung  terus saja menggenggam rambut Suzy yang kini sangat berantakan.

 

“Jung Soojung hentikan!!” dan pekikan tegas dari sang ayah berhsil membuat Soojung menghentikan aksinya.

 

“Kalian semua ikut keruanganku.” Perintah Tn. Jung dan mendahului berjalan menuju ruang kerjanya.

 

.

.

.

.

 

Disinilah Suzy, Soojung, Myungsoo, dan Sehun. Duduk dihadapan Tn. Jung yang tengah memegang sebatang ranting kecil yang memang disediakan khusus untuk menghukum Soojung jika berbuat salah, namun untuk hari ini sepertinya ranting itu tak hanya digunakan untuk menghukum Soojung seorang, masih ada tiga orang lagi yang menurutnya harus dihukum.

 

“Bukankah kalian sudah dewasa? Mengapa harus berkelahi seperti ini? Apa terlalu sulit untuk memecahkan masalah dengan cara berbicara, tidak dengan fisik?” semuanya kecuali Suzy tertunduk.

 

“Kim Myungsoo bangun, setelah itu kau Sehun.” Perintah Tn Jung.

 

Myungsoo bangkit dari duduknya dan berdiri dihadapan Tn. Jung sambil melipat jelananya, sepertinya Myungsoo sudah mengerti apa yang akan dilakukan Tn. Jung .

 

Tak… Tak.. Myungsoo sedikit meringis karena ranting kayu tersebut didaratkan dibetisnya hingga membuat sensasi perih dipermukaan kulitnya.

 

“Maafkan aku.” Ucap Myungsoo tegas.

 

“Untuk apa?” tanya Tn. Jung

 

“Bukankah ini yang kau inginkan?” tanya Myungsoo sambil sedikit bercanda membuatnya mendapat satu pecutan lagi dibetisnya.

 

“Baiklah aku serius, maafkan aku atas semua kesalahan yang aku perbuat padamu.” Tutur Myungsoo menyesal.

 

“Duduklah.” Myungsoo bisa menghela nafas karena hukumannya tak terlalu banyak walau sedikit membuat permukaan kulit betisnya memerah.

 

Sekarang giliran Sehun, ia bangkit dan melipat juga celana jens yang ia kenakan. Untungnya ia hanya mendapatkan satu kali pecutan. “Jangan berusaha ikut campur masalah wanita.” Ucap Tn. Jung sebelum mempersilahkan Sehun kembali duduk.

 

“Jung Soojung bangun.” Soojung sedikit takut, sangat jarang ayahnya ini marah.

 

Takk… “Appa mianhae.” Hanya satu pukulan berhasil membuat Soojung meringis kesakitan.

 

“Aku tak akan mengulangnya, aku berjanji.” Ucap Soojung berbelas kasihan.

 

“Jika kau tidak suka menerima pukulan dari ranting ini mengapa kau membuat masalah Jung Soojung?” tanya Tn. Jung.

 

“Karena Suzy yang memulai perkelahian ini, appa. Jika dia tak memulainya aku tak mungkin melakukan hal seperti ini.”

 

 

Sontak Suzy memalingkan wajahnya menatap Soojung dengan tatapan mengerikannya.

 

“Bukankah sudah kujelaskan padamu jangan terlalu dekat dengan Myungsoo oppa, tapi kau bahkan tak mendengar ucapanku.” Ucap Soojung garang, berusaha menyembunyikan rasa takutnya dengan tatapan Suzy.

 

“Kau pikir kau siapa berani memerintahku?” tanya Suzy dingin.

 

“Kau bena,r aku bukan siapa siapamu, tapi kau harus tahu diri disini kau menumpang dirumahku. “

 

“Jung Soojung hentikan!!” perintah Tn.jung dengan meninggikan nada bicaranya.

 

“Appa tak pernah mengajarimu berbicara seperti itu, kau ingin dipukul lagi. Eo?”

 

“Appa! Bahkan sekarang appa terus membelanya? Mengapa semua orang memojokanku? Mengapa semua orang yang kusayangi meninggalkanku dan berpaling ke Suzy, apa hebatnya kau Suzy? Kau sangat buruk dari semua segi, tak ada satupun kebaikan yang kau miliki kecuali otak yang pintar.” Cerca Soojung sambil meneteskan air  matanya.

 

“Kau tau? Aku membencimu karena kau telah merebut Myungsoo dariku, bukan merebut sosok oppaku tetapi namja, namja yang kucintai.”  Sekarng terbongkarlah apa yang Soojung rasakan, terlihat Myungsoo dan Tn. Jung yang terkejut, Soojung sama sekali tidak berani untuk sekedar menatap Myungsoo, pernyataan cinta ditempat dan situasi seperti ini sangatlah salah.

 

“Aku juga membencimu.”  Suzy yang awalnya menatap lurus kedepan sedikit menongakan wajahnya kearah Soojung, menatap tajam kearah Soojung.

 

“Gadis yang bersikap kekanakan sepertimu, aku sangat benci dan muak bisa mengenalmu.” Ucap Suzy dengan ekspresi dinginnya, kata demi kata yang Suzy tuturkan bagaikan bumerang bagi Soojung yang selalu bisa menyerangnya kapan saja.

 

“Bersikap bagaikan dirimu yang paling menderita didunia ini, membuatku semakin muak denganmu. Kau bahkan memiliki ayah yang menyayangimu, tak cukup itu sekarang kau merebut eommaku, eommaku yang bahkan tak pernah benar benar memberikan kasih sayangnya kepadaku begita beruntungnya kau Jung Soojung. Dengan semua yang kau miliki kau masih saja mengusik hidupku yang tak memiliki satupun hal yang special. Kau –“

 

“Suzy –ah cukup.!” Sela Tn. Jung berusaha menghentikan ucapan Suzy yang bahkan tak bisa Soojung imbangi atau lawan.

 

“Kau bahkan tidak pernah merasakan dipukuli dengan ayahmu, hanya sebatang ranting yang digunakan untuk memukulmu sudah membuatmu seperti dicambuk ribuan kali, penderitaanmu belum seberapa menurutku bahkan itu tak pantas disebut penderitaan.”

 

“Bae Suzy HENTIKAN!!!” bentak Tn. Jung dengan kilatan kemarahannya. Namun dengan tenangnya Suzy membalas tatapan tn. Jung seakan menantang Tn. Jung .

 

“Aku belum selesai bicara.”

 

“Aku memberi kesempatan untuk Soojung bicara bukan kau. Sekarang Soojung duduk dan Suzy kau bangun.” Suzy mematuhi perintah Tn. Jung, ia beranjak dari tempatnya tanpa rasa takut sedikitpun berekspresi datar seperti biasa.

 

Takkk… Takkk… “Aku berusaha mendidikmu agar menjadi putri yang baik, tapi kau sepertinya tak memiliki keinginan berubah.”

 

Takk… takk.. kembali Tn. Jung memuku betis Suzy.

 

Takk. Takk.. entah pukulan keberapa yang Tn. Jung berikan ke Suzy. Ini kayu keempat yang digunakan untuk memukul Suzy karena kayu sebelumnya sudah patah, namun karena Suzy sama sekali tidak meminta maaf Tn. Jung tidak menghentikan aksi memukulnya walau kondisi betis Suzy benar benar buruk.

 

“Egomu terlalu tinggi.” Takk. Tn. Jung kembali memukul betis Suzy, sedangkan Suzy hanya diam menutup mulutnya, digigitnya bibirnya untuk menahan pekikan yang hampir keluar dari bibirnya setiap Tn. Jung memukul betisnya.

 

Puluhan kali Myungsoo dan Sehun meminta Suzy untuk minta maaf atau merekalah yang meminta maaf mewakili Suzy, namun Tn. Jung juga orang yang kekah, ia sama sekali tak mengindahkan ucapan Myungsoo maupun Suzy.

 

“Sampai kapan kau akan bersikap angkuh seperti ini, Bae Suzy?” tanya Tn. Jung.

 

“Sampai mati.” Akhirnya Suzy membuka mulutnya.

 

Tn. Jung menutup matanya mendengar jawab yang Suzy loncarkan. Suzy mentapa kebbawah, menatap wajah Tn. Jung “Sampai mati aku tak akan minta maaf, jadi silahkan pukul aku hingga mati.” Tutur sinis Suzy.

 

“Kalian bertiga keluar, aku butuh waktu berdua dengan Suzy.” Sehun, Soojung dan Myungsoo pun mematuhinya dan segera meninggalkan Suzy dan Tn. Jung berdua diruangan itu.

 

Suzy masih diam berdiri dihadapan Tn. Jung kakinya sudah mati rasa, entah bagaimana ia harus jalan setelah ini. “Bagaimana ini? Soojung pasti patah hati.” Suzy mengalihkan pandangannya menatap tn. Jung dengat tatapan mengintimidasinya. “Aku menyukai Myungsoo.”

 

“Suzy –“ panggil Tn. Jung lemah. Tangannya berusaha hendak menyentuh betis Suzy yang sangat merah karena perbuatannya namun dengan cepat Suzy melangkah munduk menghindari tangan Tn.Jung walau untuk menggerakan kakinya sangatlah sulit karena kakinya sudah mati rasa.

 

“Sudah kubilang semua pria sama saja, kau hebat sudah meyakinkanku bahwa kau adalah orang yang baik, dan bodohnya aku mempercayaimu.”

 

“Bukan seperti itu Suzy –“

 

“Kau sama brengseknya, kau tak berbeda denga pria diluar sana. Kumohon, berehenti bersikap seperti malaikat. Aku sudah mengetahui kebusukanmu.”

 

“Geurae. Bagaimanapun kau seorang ayah, jika ada seorang yang mengusik kebahagian putrimu tentunya kau akan memusnahkan orang itu, begitulah seorang ayah.” Singgung Suzy. Suzy tau pasti sikap Tn. Jung yang menurutnya banyak berubah terhadapnya tersebut dikarenakan Soojung, karena Suzylah yang membuat Soojung yang ceria dan ramah menjadi banyak menangis.

 

“Bagaimanapun hatiku sakit saat melihat putriku menangis.” Lirih Tn. Jung pelan sambil menunduk.

 

Suzy tersenyum pahit sambil meneteskan air matanya.” Omong ksosng. Jadi pengakuanmu yang mengatakan kau menganggapku seperti anak kandungmu hanyalah omong kosong, kau bahkan rela menusukku demi menyelamatkan anak kandungmu. Mendorongku kesebuah tebing tinggi demi menyelamatkan Soojung (perumpamaan), lalu bagaimana perasaanmu setelah melakukan ini kepadaku?”

 

“Apa kau bahagia karena anakmu Soojung bahagia dengan cara memusnahkanku? Atau kau merasa sedih karena melihat anak tirimu menangis? Jawab aku.” Perintah Suzy sambil menetskan air mata, namun Tn. Jung diam tertunduk tak berani menatap mata Suzy yang memancarkan kesakitannya.

 

“Jangan mendekati Myungsoo. Myungsoo milik Soojung. Kau gadis kurang ajar yang tak tahu diri. Karen kau menumpang tolong jangan mengacau dirumahku, cukup diam dan jangan menyentuh apapun yang berada drumah ini. Itulah yang ingin kau katakan padaku?”

 

“Bukan seperti itu.”  Tn. Jung akhirnya mengangkat wajanya dan ia tertegun saat melihat pancaran kesakitan dari mata Suzy.

 

“Aku bahkan tak pernah memprotesmu karena eommaku hanya mengurus Soojung, memberikan segalanya termasuk kasih sayang ke Soojung walau jujur aku sangat sangat iri.”

 

“Apa hanya untuk mencintai seseorangpun aku tak diizinkan?”

 

“Maafkan aku, kembalilah.” Perintah Tn. Jung, ia bangkit dari tempatnya keluar memanggil Myungsoo untuk membantu Suzy berjalan menuju kamarnya dikarenakan kondisi kakinya yang sangat buruk. Sedangkan Suzy masih diam mematung ditempatnya menatap datar meja yang berada dihadapannya tersebut hingga tangan Myungsoo berhasil memecahkan lamunan Suzy.

 

 

Tanpa seizing Suzy, Myungsoo mengangkat tubuh Suzy dan untungnya Suzy sama sekali tidak memberontak. “Apa sangat sakit?” tanya Myungsoo sambil mengangkat Suzy dengan gagahnya.

 

“Kakiku sudah mati rasa.” Lirih Suzy.

 

.

.

.

.

 

Kini Sehun tengah mengobati kaki Suzy sedangkan Suzy hanya duduk diam sambil menatap Sehun yang sibuk mengobatinya. “Apa alasanmu melakukan ini?” tanya Suzy. Sehun mendongakan  kepalanya menatap Suzy, ia sama sekali tak mengerti apa yang baru saja Suzy katakan.

 

“Apa maksudmu?” kembali Sehun melanjutkan kegiatan mengusapkan salep kebetis Suzy yang menurutnya lebih menarik dari pada pembicaraan yang sama seklai tak dimengerti.

 

“Oh Sehun kau menyukaiku?” sontak tangan Sehun yang tengah asyik memberikan salep pada garis garis merah dibetisnya Suzy terhenti.

 

TBC.

Hoiii. Setelah kurang lebih satu bulan aku hiatus karena ujian dan akhirnya bis alanjut ni ff gaje, aku berharap masih ada yang ingin atau nunggu nunggu ff ini lanjut aku bener bener berterima kasih. Sebelumnya maaf ya karena lama gak update dan setelah update malah mengecewakan. Aku berusaha keras lanjutinnya karena diotakku banyak banget berkeliaran cerita baru, liar kan otakku? Makaa dari itu aku nahan dulu, mau endngin ff ini baru deh bikin ff baru. Sediki bocoran lah ceritanya genre Married life, genre favoriteku wkwkwk, but no NC dan publishnya di wpku hehehehe. Udah itu aja curcolnya semoga kalian suka deh part ini. Bye,, saranghae..

51 responses to “Chinderella sister [ Part 10 ]

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s