[Freelance] Fallen Chapter 5

Title : Fallen | Author : Rharajose | Genre : Angst, Friendship, Romance | Rating : G | Main Cast : Bae Suzy, Byun Baekhyun, Kim Jongin | Other Cast : Park Jiyeon, Wu Yi Fan, Oh Sehun, Xi Luhan, Jung Soo Jung, Park Chanyeol

Cerita ini hanya fiktif belaka.

***

 

“Baekhyun”

“hem” jawab baekhyun seadanya dengan mata dan tangan yang tidak lepas dari smartphone barunya.

“aku ingin berdiskusi tentang kinerja karyawan” kata Kriss yang berdiri di depan meja Baekhyun. Jessica, mantan PA Baekhyun berdiri  di sebellahnya membawakan berkas-berkas.

Kriss akhirnya memiliki waktu untuk berdiskusi setelah menyelesaikan semua pekerjaan Baekhyun yang di limpahkan padanya karena dia membolos begitu saja selama tiga hari, namun baekhyun malah berkutat dengan smartphone-nya.

“BAEKHYUN” Teriak Kriss sambil menggebrak meja keras.

Jessica terkesiap kaget. Baekhyun mendongak melihat Kriss dengan wajah terganggu “Mwo?”

Kriss mengambil dokumen paling atas yang dibawa jessica dan melemparkannya ke baekhyun “aku ingin berdiskusi tentang kinerja karyawan”

Baekhyun membawa kriss duduk di sofa tamu. Jessica duduk di seberang baekhyun.  Kriss bisa melihat kalau PA-nya berusaha menampilkan kesan seksi pada baekhyun. Membungkuk terlalu dalam atau menyilangkan kakinya sambil menarik sedikit rok-nya sehingga memperlihatkan bayang-bayang gelap.

Kriss melihat ke arah baekhyun dan terkejut saat kakaknya itu mengacuhkan jessica.

“nah, aku ada acara jam 6 jadi sebaiknya kita selesaikan jam setengah enam” kata baekhyun sambil membuka dokumen pertama.

###

“aku pulang” kata baekhyun setengah berteriak begitu membuka pintu.

“selamat datang” balas suara feminim dari arah ruang TV.

Baekhyun meletakkan tasnya di atas sofa “aku mandi dulu” kata baekhyun sambil mengusap lembut rambut suzy.

“ne” balas suzy tanpa mengalihkan pandangan dari tv, tidak terganggu dengan sentuhan-sentuhan kecil baekhyun.

###

“besok aku ke lapangan untuk mengecheck pembangunan perumahan. Bertemu dengan arsitek dan penanggung jawab lapangan. Setelah itu makan siang dengan lee soo man” kata baekhyun denngan nada malas dan jijik.

“memang kenapa dengan lee soo man itu?”

“dia pasti akan membawa anak perempuan dengan nafas terengah-engah itu” jawab baekhyun merinding.

Suzy mengambil serbet dan melemparkannya ke wajah baekhyun,”jangan jahat begitu”

Baekhyun melempar balik serbet itu,”itu kenyataan. Tidak semua orang tahan mendengar maraton nafas. Yah…kecuali saat olahraga ranjang”

“stop!” sergah suzy jijik.

Baekhyun meletakkan serbet di meja,”setelah itu aku kembali ke kantor dan rapat internal sampai sore. Begitu pulang aku ingin makan udang saus tiram dan jjajangmyeon, dan omelete.

“aku telfon restoran yang menjual makanan itu” suzy memberikan senyum manis dan beranjak pergi.

####

Panas…

  • Masa’sih ? disini dingin-dingin aja kok
  • Why dont you bring your ass here ?
  • Ih males banget. Tidak ada tumbuhan disana. Terima nasib aja deh baek. Lumayan kan bisa tan murah
  • Mending pergi ke maldives. Dapat pemandangan bagus
  • Hah ! ketahuan mikirnya
  • Emang aku mikir apa ?
  • …..
  • Baekhyun oppa kerja dulu buat ngasih makan keluarga
  • BAEKHYUN OPPA ?!

***

“suez…chagi!” seru baekhyun begitu membuka toko bunga suzy.

Suzy melotot horor melihat baekhyun yang melangkah ke arahnya. Senyum di mata namja itu menunjukkan tekat mempermalukannya. Baekhyun meraih tangan suzy, menggenggamnya erat. Suzy berusaha menarik tanganyya, tapi baekhyun menahannya.

“chagi-a, please jangan marah. Aku berjanji lain kali aku pasti akan makan siang bareng kamu. Saat ini, bersabar ya makan sendirian dulu. Ne ?”

Suzy pucat pasi, tidak tahu harus berkata apa. Dua muridnya yang berusia 40 tahunan sudah mendesah romantis. Orang-orang di sekitarnya sudah melihat sangat tertarik.

“ maafkan dia” kata yoo jung ahjumma

“iya, dia tampan sekali” kata hyeri ahjumma yang kemudian terkikik bersama yoo jung ahjumma.

“pretty please with cherry on top, chagi”

Suzy ingin muntah sekarang. Dia mengangguk kaku. Baekhyun tersenyum lebar menyodorkan pipinya.

“my kiss, please…”

“ KYAAAAA…” jerit yoo jung ahjumma dan hyeri ahjumma.

“kisseu-kisseu-kisseu” para tamu menyemangati sambil bertepuk tangan.

Suzy melongo, dia ingin menampol baekhyun sekarang. Dia tidak mungkin mencium baekhyun, meski Cuma di pipi. Itu tidak benar! Suzy ingin lari tapi orang-orang pasti mengira dia yeoja pendendam dan suka merajuk. Dengan sangat-sangat terpaksa, suzy menyentuhkan pipinya di pipi baekhyun dan membuat suara “muach”

“gomawo chagi. Ini makan siang pesananmu. Makan yang banyak ya. Baekhyun oppa pergi dulu. Sampai jumpa nanti. Bye chagi”

Baekhyun berlalu seperti secepat kilat. Dia masuk mobil dan tertawa terbahak-bahak sampai keluar air mata. Wajah suzy tadi sangat kocak. Gabungan akan muntah dan kebingungan. Baekhyun menjalankan mobilnya dengan semangat, dia sudah punya tenaga untuk berhadapan dengan appanya.

****

“kamu mau makan apa baby? Spagetti?” tanya victoria yang sedang memilih-milih kotak spagetti instan.

“spagetti boleh” jawab luhan sabar dan lembut.

Luhan mendesah pelan. Sebenarnya dia sudah malas sekali makan – makanan instan. Sebelumnya dia makan ikan instan, meat ball dan entah untuk keberapa kalinya dia makan spagetti instan. Luhan juga berjanji, kalau dia dapat yeoja yang bisa masak makanan asli, luhan akan mempertahankannya untuk menjadi kandidat istri.( author ahli kok masak makanan asli. Jadi sama author saja ya. Hehe).

Setelah memilih spagetti instan berdasarkan harga termahal. ( menurut author yang mahal pasti enak jadi pilih yang mahal.wakakaka). victoria menarik Luhan ke bagian snack untuk membeli pop corn. Pop corn yang tinggal di makan padahal luhan ingin makan pop corn hangat. Luhan jadi teringat suzy yang kata Jong in dan eommanya pintar memasak. Istri yang manis, patuh, dan menyediakan makanan lezat dan hangat. Kali ini, jong in beruntung memilih yeoja.

Luhan menoleh ke bagian daging segar. Ada satu pasangan yang berdiri di depan lemari es daging. Namja yang memakai kemeja berwarna hitam dan tangan yang mendorong kereta dorong yang sudah ada beberapa barang.

Si yeoja, yang mungkin pasangannya memakai celana jeans panjang dan cardigan, rambutnya di gerai. Saat si yeoja menoleh ke arah bumbu dapur yang ada di belakangnya, luhan melihat wajah suzy. Mata sipit luhan terbelalak saat wajah namja itu adalah baekhyun.

Baekhyun dan suzy belanja? Setahu luhan dua orang itu tidak pernah akur sejak SMA dan lebih tidak akur begitu bertemu di pernikahan soo jung. Apa mungkin mereka baikan setelah suzy masuk rumah sakit? Mungkin saja, yah syukurlah kalo dua orang itu baikan tapi kalau mereka belanja makanan, mereka mau masak dong. Luhan nyengir lebar.

“ vict, aku melihat sepupuku di sana. Bagaiman kalau kita bergabung dengan mereka?” tanya luhan dengan senyum membujuk.

Victoria terlihat kaget. Luhan tidak pernah mengenalkan yeoja-yeojanya kepada teman. Apa aku spesial? Luhan dengan semangat mengangguk menyetujui. Luhan menggandeng victoria ke arah baekhyun dan suzy masih berdiri di bagian bumbu dapur.

“hai baek!suez!” sapa Luhan akrab.

Baekhyun dan suzy terkejut melihat Luhan. Baekhyun menyambut Luhan dengan high five ria.

“hai Luhan” sapa suzy kemudian melihat pasangan Luhan “Hai, aku Suzy”

“aku Victoria” victoria melihat cincin di jari manis kiri Suzy, melihat bergantian Baekhyun dan Suzy “Kalian menikah?”

“tidak, aku bertunangan tapi bukan dengan dia” jelas suzy

“dia bertunangan dengan sepupuku yang lain” tambah Luhan

“ ah… kalian akrab ya sampai belanja bersama” kata victoria

“kami berteman”

“Oooh…”

Baekhyun melihat teman kencan Luhan yang berambut panjang di cat coklat muda. Pandangan baekhyun berhenti di keranjang belanjaan yang terisi dua kotak spagetti dan sausnya.

“sepertinya kamu juga. Spagetti?” tanya baekhyun dengan mata menertawakan.

Luhan memutar kedua bola matanya “memangnya kalian mau masak apa?”

“Lettuce lapis daging dan soup tahu dan sayap ayam goreng” jawab suzy yang membuat Luhan ngiler membayangkannya.

‘’bagaimanakalau kita makan bersama saja? Boleh dan suez?” tanya Luhan dengan tatapan persahabatan dan senyum super manis.

Baekhyun memutar bola matanya. Bilang saja tidak mau makan spagetti instan.

“boleh kok” jawab suzy

Luhan tersenyum lebar, “ gomawo suez. Jadi kami bisa membantu apa ?”

Baekhyun mengambil kertas belanja suzy dan menyerahkan pada Luhan, “beli bahan-bahan ini”

Luhan menerimanya dengan senyum lebar”okay, ayo belanja vict”

“okay..” balah victoria dengan semangat tapi sempay melirik dulu ke arah baekhyun sebelum di tarik pergi Luhan.

“mau makan di tempat siapa? Tempatmu?” tanya suzy pada baekhyun.

Baekhyun mendecak menolak “ bagaimana jika yeoja hari kamis Luhan itu datang ke apartemenku setelahnya? Tempatmu saja”

“tapi kan tempatku sempit Baek”

“masih bisa menampung dua orang lagi. Luhan juga tidak pernah membawa yeoja-yeojanya ke rumah.

“kecil ya” kata victoria dengan alis mengerenyit dalam begitu melangkahkan kaki ke dalam rumah suzy.

Suzy hanya tersenyum. Rumahnya memang tidak layak di sebut rumah, lebih seperti cottege.

“ keren rumahmu” kata Luhan yang begitu tertarik dengan seluruh rumah suzy.

“tidak ada AC ya?” tanya victoria yang mengibas=ngibaskan tangannya ke leher.

“Cuma ada kipas. Aku tidak begitu tahan AC” Jawab suzy dengan senyum minta maaf “kalian santai saja dulu. Aku tidak punya tv kabel tapi ada film kalau mau nonton.” Suzy mencolek baekhyun “ ambilin juice di kulkas sama gelasnya sekalian dong”

Baekhyun mendengus, “ ngerepotin aja deh mereka”

Suzy memukul lengan baekhyun gemas. “kayak kamu tidak saja”

Baekhyun meringis geli dan melakukan seperti apa yang di perintah suzy. Luhan duduk dengan nyaman di sofa, memilih film yang ingin di tonton. Baekyun melatakkan gelas dan juice di meja.

“ thank you dude. Kamu sering ke sini ya?”

“sering minta makan” jawab baekhyun enteng tanpa merasa sungkan.

Luhan tertawa ngakak,”jangan macem-macem baek bisa di tembak jong in kamu”

“aku tidak nafsu sama yeojanya itu” baekhyun melihat ke victoria yang lagi-lagi memperhatikannya. Baekhyun tersenyum pada yeoja itu dan membuat wajahnya merah. Victoria buru-buru memalingkan wajahnya dan mengaduk-aduk tempat cd suzy.

Baekhyun dan Luhan pasrah saja saat Victoria memilih film romantis. Baru beberapa menit, baekhyun meninggalkan Luhan dan Victoria. Baekhyun berhenti di sebelah kulkas, memperhatikan suzy yang sedang sibuk mencuci sayuran dengan earphone warna ungu di telinganya. Tempatnya dan di atur rapi. Baekhyun menghampiri suzy, mengambil satu earphone dari telinga kanan suzy.

“kenapa ke sini ?”

“aku tidak pernah suka jadi obat nyamuk” Baekhyun mengambil pisau dari rak “sayurnya tinggal potong aja kan?”

Suzy yang sudah profesional bisa menyelesaikan memasak tepat waktu meski Baekhyun banyak merecoki. Kurangnya kursi membuat mereka makan di depan TV. Luhan mengerang nikmat saat merasakan masakan Suzy.

“sekarang aku tahu kenapa kamu sering minta makan di sini baek” Luhan tertawa “ pasti perutmu puas sekali,” Luhan tersenyum pada suzy, “ ini enak sekali suez. Jong in beruntung sekali mendapatkan calon istri sepertimu”

Suzy tersipu malu, “gomawo”

“oh ya bagaimana kabar jong in ?’’

Suzy tersenyum,”baik, dia sehat”

Baekhyun melirik suzy, yeoja itu menjawab pertanyaan Luhan dengan lancar seperti baru berbicara pada jong in beberapa saat yang lalu. Meskipun setahu Baekhyun, Jong in belom menghubunginya, bahkan saat dia sakit kemarin.

Baekhyun mengulurkan tangan, mengambil potongan sayuran yang tersangkut di rambut suzy. Sisa kejahilannya tadi. Suzy yang refleks memegang rambutnya yang di gelung ke atas.

“kamu mau ngapain?” tanya suzy curiga

Baekhyun memperlihatkan potongan kecil sayuran yang dia ambil, “mengambil ini”

Wajah suzy memerah, malu “oh….gomawo”

Luhan terdiam melihat perlakuan Baekhyun. Dia harus melakukan rapat dengan EXO.

EXO adalah julukan untuk mereka yang bersaudara. Mereka lahir di tahun yang sama meskipun berbeda bulan. Kim jong in a.k.a kamjong or jong in or kai lahir tanggal 22 februari membuatnya menjadi yang tertua. Luhan yang lahir tanggal 12 Maret. Chanyeol yang lahir 28 juli. Oh sehun yang lahir tanggal 10 agustus. Dan Byun Baekhyun yang lahir tanggal 31 september.

Mereka bersama sejak TK dan akan tetap bersama sampai maut memisahkan. Kepribadian mereka yang berbeda membuat sering terjadinya pertentangan. Itulah kenapa mereka selalu menyelesaikan masalah sebelum menimbulkan perpecahan dengan rapat EXO.

Rapat itu mempertemukan sepupu yang memiliki masalah dan di hadiri penengah. Biasanya penengah di pegang oleh Jong in karena dia paling sabar, obyektif dan bijaksana. Sudah lama EXO tidak melakukan rapat karena mereka bukan lagi remaja yang mengikuti ego dan emosi semata.

Namun, malam ini Luhan meminta diadakan rapat EXO. Luhan memanggil chanyeol dan sehun sebagai penengah  dan Baekhyun sebagai sepupu yang memiliki masalah dengannya, ruangan VVIP di club milik sehun dijadikan tempat rapat. Tidak ada musik yang mengalun dan lampu yang biasanya redup dibiarkan menyala terang, memperlihatkan dengan jelas kualitas seluruh ruangan.

Mata Sehun dan Chanyeol bertemu, saling bertukar pandangan bingung. Mereka kemudian melihat bergantian kepada Luhan yang serius dan Baekhyun yang santai. Mereka berdua kembali berpandangan, tidak mengerti bagaimana harus memulai. Dulu, merekalah yang saling bertukar pandang sengit. Sehun berdeham, memecah keheningan dan menyenggol Chanyeol.

Chanyeol berdeham,”ok, malam ini Luhan meminta aku dan Sehun sebagai penegah antara Luhan dan Baekhyun. Dan ….” Chanyeol menoleh ke arah Sehun, memberikan tatapan menuntut agar menyambung kalimatnya.

Sehun kebingungan, dia tidak tahu harus berkata apa. Akhirnya dia dan Chanyeol saling melotot satu sama lain.

“okay, apa masalahnya?” tanya Sehun kepada Luhan dan Baekhyun

“aku tidak merasa punya masalah dengan Luhan” jawab Baekhyun santai

“benar, karena sebenarnya kamu punya masalah dengan Jong in.”

“Jong in? Dia bahkan tidak disini. Jadi apa masalahku?”

“kamu dan Suzy”

“berhenti berbicara berbelit-belit seperti itu padaku, Luhan. Kamu mulai membuatku punya masalah denganmu”

“ini tentang sikapmu kepada Suzy”

“apa lagi? Aku tidak membuatnya marah. Kamu sendiri tahu”

“benar, dan yang aku lihat adalah kamu terlalu dekat dengannya”

“bukankah itu kabar baik? Kalian tidak suka aku mengerjai Suzy dan saat aku mulai berdamai dengannya kamu mengatakan itu salah”

Chanyeol dan Sehun mengangguk-anggukan kepalanya, setuju dnegan apa yang dikatakan Baekhyun.

Luhan tersenyum datar,”Dulu kamu sangat membencinya.kenapa?”

“aku tidak membencinya. Lebih tepat di sebut jengkel”

“kenapa dia menjengkelkan? Karena dia tidak terpesona olehmu?”

Baekhyun terdiam “ sebenarnya apa yang ingin kamu katakan?”

“you and your feeling towards her”

“its friendship.”

“why is it friendship?”

“karena aku mentolerir dia. Lagipula itu permintaan Jong in sebelum dia pergi”

“that’s not an answer, baekh”

“than what is the right answer,Lu?” tanya Baekhyun geram.

“kamu merasa nyaman, bahkan bisa bercanda dengannya dan pergi berbelanja dengannya. Kamu juga mengenal dengan baik suzy”

“so?”

“kamu sadar itu?”

“iya”

Luhan memberikan senyum miring,”lihat kan?kamu tahu dengan pasti kamu memperlakukan suzy, seseorang yang kamu anggap musuh dan seorang yeoja, dengan cara yang berbeda. Perhatian dan lembut. Apa itu kalau bukan bermain api dengan hubungan suzy dan jong in di saat jong in sedang jauh dari suzy? Kamu sedang berusaha membuat suzy mendekat denganmu dengan alasan pertemananyang tidak pernah ada di dalam kamus seorang Byun Baekhyun. Kamu berusaha merebut suzy dari jong in”

“Mwo?!” Sehun dan Chanyeol hampir melompat dari sofa. Mereka melihat Baekhyun dengan mata terbelalak lebar.

Baekhyun berdiri dengan amarah meluap-luap dari tubuhnya, “jaga mulutmu,Luhan. Jangan sembarangan menuduh. Aku tidak ingin atau sedang merebut suzy dari jong in. Aku hanya memulai berperilaku baik kepada suzy. Aku memang tidak pernah berteman denga yeoja sebelumnya tapi memangnya kenapa kalau aku memulainya sekarang? Itu yang diinginkan semua orang.”

“kamu menyangkanya Baekh. Hal yang tidak pernah kamu lakukan sebelumnya bahkan saat kamu salah”

“berhenti membuat semua kesimpulan absurd semamu Lu. Kamu hnya seorang pengacara, bukan detektif. Aku akan menjauhi Suzy kalau memang itu membuatmu yakin.” Baekhyun berjalan dengan langkah panjang dan menghilang dengan cepat ke dalam lift yang mengantarnya turun ke lantai dasar.

Sehun dan Chanyeol saling berpandangan. Ketidakyakinan tergambar di mata mereka. Mereka masih tidak percaya dengan perkataan Luhan tapi Baekhyun memang berperilaku aneh.

“jadi apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Chanyeol

“apa itu benar? Tentang Baekhyun dan Suzy” tambah Sehun

“kami bingung” kata Chanyeol

“dan tidak percaya” tambah Sehun

Luhan melihat sepupunya dan memberikan senyum menenangkan,”Baekhyun memang tidak berusaha mengambil Suzy dari Jong in.”

“lalu kenapa kamu menuduh Baekhyun seperti itu?”

“ untuk membuatnya menjauhi Suzy”

Chanyeol dan Sehun saling berpandangan kemudian mengernyit memandang Luhan,”kenapa Baekhyun harus menjauhi Suzy? Bukannya lebih baik mereka berteman?”

“karena Baekhyun tertarik pada Suzy”

“Mwo? Bukannya mengatakan kalau Suzy tidak menarik, hanya saja suzy itu sama sekali bukan tipe Baekhyun. Mereka juga musuh sejak SMA dan ini bukan drama soal benci menjadi cinta,kan.” Kata Sehun yang mulai lagi dengan prediksi dramanya.

“ memang bukan”

Sehun dan Chanyeol menggeleng-gelengkan kepala,”sudahlah, aku tidak mengerti” kata sehun yang diamini chanyeol.

Luhan tertawa dan berdiri, “ya sudah, yang penting sudah ada pencegahan. Bagaimana kalau kita minum yang agak berat malam ini?”

“count us in”

To Be Continued

Jeng-jeng……jadi bagaimana kisah selanjutnya? Akankah Baekhyun benar-benar menjahui Suzy ?kalau iya, bagaimana perasaan Suzy yang dijauhi Baekhyun? Dan akankah baekhyun bisa menjauhi suzy selamanya? Bagaimana dengan Kim jong in? Kenapa dia tidak menghubungi Suzy sama sekali? Seperti apakah perasaan Jong in terhadap Suzy sebenarnya? Bagaiman dengan perasaan Suzy sekarang? Di tunggu saja di kisah selanjutnya. Jangan lupa comment ya. Karena comment-nan kalian memupuk semangat author untuk menulis kisah selanjutnya. Cerita ini hanya imajinasi liar yang ada di otakku. Kekeke…..jika ada yang mau berkenalan denganku follow yah ig author @arirahmaya . maaf ya lama updatenya lagi sibuk soalnya. Hehe…. Gomawo.

5 responses to “[Freelance] Fallen Chapter 5

  1. wew jadi mkin seru ceritanya, pnasaran sma jongin yg brada disana, kayaknya suzy bkalan sma baek deh, lanjut thor penasaran, fighting

  2. Penasaran sama jongin, kemana hilangnya dia dan dia sebenarnya suka gak sih sama suzy? Baek sama suzy udh nambah deketan lagi, kayanya baek gak bisa jauh2 sama suzy, kkk.

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s