[Ficlet] What He Dreamed Of

sharp bae suzy

What He Dreamed Of

written by little thief.

Kim Myungsoo, Bae Suzy | ficlet | genre : teen | general

(the last story from the previous one: TardPhotos, and Name and Signature)

.

.

Sejak dulu, aku, Kim Myungsoo, merupakan seorang pemimpin ulung.

Aku adalah seorang mahasiswa bidang desain interior. Ini mimpiku sejak dulu. Mimpi itu tercapai ketika aku berhasil masuk Universitas Konkuk, ke jurusan itu. Belum lagi, Tuhan memberikan tambahan—aku selalu lulus di sana dengan nilai yang paling bagus, mendekati sempurna. Aku menjadi yang terpintar di sana, dan seringkali menyampaikan pidato mengenai prestasiku ini.

Sejak kecil, aku selalu bermimpi bisa membangun sebuah gedung yang terbangun atas imajinasiku sendiri mengenai letak dan tata ruang. Dan mimpi itu terwujud lagi. Sebuah perusahaan memanggilku sebagai ahli desain untuk apartemen mereka. Mereka tergiur oleh prestasi yang pernah kuraih, dan karena ini pengalaman sekali seumur hidup, aku tak pernah menyia-nyiakannya. Apartemen itu nantinya akan dibangun di tengah kota Seoul yang ramai, sehingga hal itu akan jadi batu loncatan untukku.

Sudah hampir lima tahun semuanya berjalan—aku, dan seluruh lingkunganku berubah. Aku berkembang menjadi pria yang lebih dewasa, mapan, dan tentunya, lebih cerdas dan berguna.

Dan jangan lupakan sahabat yang dulu tinggal di seberang indekosku, Park Chanyeol. Lebih tepatnya, kami tidak lagi bersebarangan. Karena masing-masing dari kami pindah ke rumah yang lebih bagus. Aku telah pindah ke apartemenku sendiri, yang jauh lebih baik ketimbang rumah indekos. Dan Chanyeol…

Dia lulus dari jurusan Hubungan Internasional yang ia jalani. Walaupun agak sinting, dia ternyata sangat jenius di bidangnya—karena ia lulus dengan predikat summa cumlaude. Hal ini sukses membuatnya langsung bekerja di Kedutaan Korea di Rusia. Tentu saja rumah kami sekarang beda benua, dan beberapa hari lalu dia memaparkan padaku sebuah foto. Foto dia berada di depan Katedral Sano Basil, dengan seorang wanita berambut pirang, wanita Rusia yang sangat cantik, yang ia akui sebagai kekasihnya.

Hampir semua mimpiku tercapai dan kini menyambangi hidupku. Aku lulus kuliah, bekerja, dan tinggal dengan nyaman. Dan karena itu, aku merasa aku bisa bermimpi lebih banyak lagi—karena bagiku, dengan kerja keras, semuanya bisa dicapai.

Termasuk orang itu. Bae Sooji. Kadangkali, aku pernah berpikir tentangnya.

Hal itulah yang membawaku memasuki jejaring sosial, lalu masuk untuk mencermati profilnya. Siapa tahu, aku bisa mengajaknya ke jenjang kehidupan yang tinggi—mengingat betapa sempurnanya hidup bagiku sekarang. Barangkali, gadis itu mau menerimaku—ya, barangkali saja…

Tapi sayangnya, aku tak pernah bermimpi bahwa Bae Sooji, seorang gadis—atau mungkin, gadis yang kini menjadi wanita yang matang dan dewasa—berfoto dengan menampilkan senyum senangnya. Bersama pria lain.

Mereka berfoto bersama. Tangan orang itu merangkul pingganya erat. Aku tidak tahu siapa. Selama tiga tahun kami nyaris tak pernah bertemu lagi, tentu ini sesuatu yang mengejutkan.

Apalagi hari ini. Aku tak pernah bermimpi bahwa aku dan Sooji akan membuka jaringan media sosial kami di waktu yang sama. Tak pernah aku bermimpi bahwa aku akan mengetikkan kata-kata ini padanya:

Hai, Suj. Lama tak bertemu. Kau sudah punya pacar rupanya, ya?

Dan, tak pernah terbayang olehku dia akan menjawab:

Hai, Myungsoo. Ah, ya, aku juga lama tidak bertemu denganmu. Ya, itu pacarku. Dia orang asli Finlandia.

Dan, aku sadar, kini aku bukanlah seorang pemimpi ulung. Karena aku tidak pernah berani memimpikan sesuatu yang menjadi ketakutanku selama ini. Kalaupun aku berani bermimpi mengenai ketakutanku itu—aku tak akan pernah bisa mewujudkannya.

Karena ketakutanku kini telah menjadi nyata, saat Sooji berkata, dia dan orang itu akan bertunangan dalam beberapa bulan ke depan.

**

Dan apakah kau ingat kenapa nama dan tanda tangan Sooji sempat ada di Korea, sementara aku tak pernah lagi menjumpainya?

Dia memang sempat mendatangi Korea, mendatangi seminar di sana bersama sepupunya, tapi tak terbersit ide untuk menghubungiku. Alasannya, karena saat itu aku telah terlupakan, sebab dia baru saja menjalin hubungan pria Finlandia itu. Aku tak pernah melihatnya, padahal dia begitu dekat denganku.

**

Aku tidak pernah berani bermimpi mengenai dirinya, karena…kupikir aku tidak bisa bekerja keras untuk itu.

Sesederhana itu, sebetulnya.

-the final of all the final-

a.n

Hai. Sudah lama tidak bertandang. Masih ada yang ingat kisah sendu cerita antara Sooji dan Myungsoo ini? Kenapa mereka berakhir di sini dan endingnya nggak pernah ketemuan?

Ya, ini semua kisah nyataku. Dan dengan sedih kukatakan, cerita itu sudah berakhir. Aku dan Myungsoo sudah berunding, dan yah, kita sepakat untuk tidak menceritakannya lagi.

Maaf karena jarang nulis lagi. Akhir-akhir ini ideku tergali untuk cerita dengan tokoh lain, dan nggak mungkin post ke sini. Juga, aku kemarin menjalani UN, jadinya sibuk banget. ><

p.s ini kesannya pengen angst tapi fail banget. Aku jadi nggak begitu terampil mengungkapkan kesedihan di cerita.😦

Kritik dan sarannya ditunggu!^^

With regards,

Nadia.

18 responses to “[Ficlet] What He Dreamed Of

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s