[Freelance/Drabble] Sweet Night

1542tsn

Title : Sweet Night | Author : Key94 | Genre : Drama, Fluff, Romance | Rating : PG 16 | Main Cast : Infinite L, Miss A Suzy

Disclaimer:

This FF owned by my self, all cast borrow by The Family, Woolim and JYP Entertaiment, || Inspired by novel, K-dramas, Music, MV, and others || Don’t copy paste without permission, So please don’t be silent readers||

*&*&*&*&*

Malam hari, waktunya sebagian manusia untuk mengakhiri aktivitas dan beristirahat setelah rutinitas seharian. Lelaki itu langkah demi langkah berjalan pelan memasuki apartement elite di kawasan Gangnam Gu. Wajahnya tampak lelah tapi senyuman itu masih ia sunggingkan ketika tangannya dengan cekatan menekan tombol password. Hal pertama yang tersaji adalah pemandangan manis dari makhluk kecil yang terduduk sendirian, berkonsentrasi dengan mainan-mainan berserakan didepannya.

“Eana..” gumamnya pelan. Lelaki bernama Kim Myungsoo berjalan mendekati sosok kecil tersebut.

“Pppa..paa..pa.” menyadari keberadaan sang ayah, tangan kecilnya menggapai sang ayah dengan rangkakan kecil. Tak sampai disitu tangan Myungsoo pun terulur membuka dan memangkap balita kecil yang ia rindukan.

“Kenapa sendirian?. Dimana eomma hmm?.”

“maaa..” Myungsoo tertawa. Celotehan kecil ala alien yang sulit dimengerti oleh dirinya membuat lelaki itu tak mau melewatkan moment pertumbuhan sang putri.

“Ayo kita cari eomma.” Eana mengangguk berkali-kali, tertawa dalam gendongan sang ayah sesekali memainkan dasi Myungsoo yang menurutnya adalah mainan baru bagi balita berusia satu tahun tersebut.

**

                “Ji-ya..”

Panggilan pelan itu Myungsoo ucapkan saat melihat wanita cantik yang berstatus sebagai istrinya tersebut tengah mengerjakan sesuatu.

“Oh, oppa. Sudah pulang.” Sooji yang mendapati suaminya berdiri didepan ruangan lantas menghentikan pekerjaannya sejenak—menata ulang kamar sang putri.

“Dan kau Kim Eana mengapa bisa bersama appa?. Apa kau mau menghilang dari eomma?.”

Seolah tahu dengan apa yang dikatakan sang ibu, balita kecil itu kembali tertawa dengan menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Myungsoo. Kakinya meronta pelan yang membuat kedua orang tua muda itu tertawa gemas dengan tingkah polah sang putri.

“Apa yang sedang kau lakukan sayang?.”

“Hanya membereskan barang-barang Eana yang terlalu banyak. Terlalu banyak barang dari sponsor-sponsor yang mengirimkan, hadiah dari eomma-appa, abeojie-eommanim hingga kamar ini terlalu sempit karena barang-barang Eana terlalu banyak.” Bae Sooji menghembuskan napasnya pelan, meniup poni rambutnya keatas.

“Aigoo. Jangan terlalu lelah yeobo, ingat kondisimu.”

“Aku tahu dokter Kim.” Sooji mengangguk seraya mengambil Eana yang malah betah dalam gendongan Myungsoo.

“Mandilah, aku akan menyiapkan makan malam.” Tepukan pelan itu Sooji layangkan pada lengan Myungsoo lantas mengambil sang putri yang mau tak mau membuat Myungsoo pasrah dan masuk kamar mandi.

Namun sebelum masuk kamar mandi, kecupan lembut dari bibir Myungsoo sukses mendarat dibibir Sooji. Hingga akhirnya wanita itu menggeleng pelan. Selalu saja seperti itu. Tapi itulah Kim Myungsoo lelaki yang ia cintai.

**

“Eana belum tidur?.” Myungsoo yang baru saja menyelesaikan aktivitas mencuci piring kini sudah berada di ambang pintu kamar.

“lihatlah!. Bahkan ia mengajakku bermain.” Sooji menoleh kebelakang mendapati sang suami berjalan mendekat kearahnya.

“Kau tahu Kim Eana, inilah alasan appa selalu merindukan putri kecil appa yang sangat cantik ini.” Tawa kecil Eana ia hadirkan pada keduanya, ia genggam tangan Myungsoo ketika sebelah tangan yang lain menggenggam tangan Sooji.

“Jadi kau hanya merindukan Eana?. Kau melupakan ibunya?.”

Myungsoo lagi-lagi tertawa, melihat Sooji mengerucutkan bibirnya lucu adalah hal yang menyenangkan serta kebahagiaan tersendiri untuknya. Ia angkat tubuh sang putri lalu membawanya duduk bersandar pada dasbor ranjang. Sementara Eana dengan nyaman tidur diatas tubuh sang ayah.

“Kemarilah!. aku merindukanmu.”

Bae Sooji mengangguk pelan, ia mendekat kearah Myungsoo dan duduk disebelahnya. Seakan mengerti kepalanya ia sandarkan pada pundak Myungsoo.

“Maaf akhir-akhir ini aku terlalu sibuk dengan urusan pasien dan rumah sakit sehingga  jarang memperhatikan kalian. Kau pasti merasa berat dan bingung saat membawa Eana ke lokasi pemotretan seorang diri.”

Yeoja itu tersenyum manis mengangguk. Ia kecup pelan pipi Myungsoo hingga lelaki itu kini menatap wajahnya dari jarak dekat. “Tidak ada yang berat, Eana adalah tanggung jawabku. Aku ibunya dan aku bahagia bisa menghabiskan hariku bersama putriku yang cantik.”

“Tapi kau sedang..”

“aku baik-baik saja oppa. Lagi pula ini bukanlah hal pertama untuk kita.”

Kedua insan berbeda jenis itu terlarut dalam sebuah kebahagiaan tak ada keraguan dalam diri Sooji ketika menerima pinangan lelaki itu 3 tahun yang lalu untuk membina rumah tangga bersama. Tak ada keraguan atau penyesalan sedikitpun saat wanita cantik itu bersedia menjadi pengantin lelaki tersebut. Sooji ingat betul bagaimana Myungsoo menegaskan akan menikahinya dihadapan sang ayah,  jika Myungsoo bukanlah pria yang suka bermain wanita, bermodal tampang, dan menghamburkan uang meski statusnya adalah salah satu putra konglomerat Korea. Myungsoo adalah pria sederhana yang membuatnya jatuh cinta. Ia ingat pertemuannya dengan Myungsoo adalah atas dasar ketidaksengajaan, Myungsoo membantunya mengurus segalanya ketika Sooji kehilangan semua kartu identitasnya saat melakukan pemotretan diluar negeri—lelaki itu sangat tulus membantunya .

“Ji-ya. Eana sudah tidur.” Suara lirih Myungsoo membuat Sooji sedikit terperanjat dari lamuananya, ia lihat putri kecilnya tertidur tenang dan damai diatas dada Myungsoo.

“Aku akan memindahkannya.” Dengan hati-hati Sooji pindahkan Eana dari pangkuan Myungsoo ke box bayi di dekat kamar mereka.

“Melihat Eana tertidur, dia sangat mirip denganmu Ji-ya.” Rengkuhan hangat itu memeluk Sooji dari belakang. Myungsoo peluk tubuh Sooji posesif, dapat Sooji rasakan kini nafas Myungsoo mengenai lehernya.

“Hidung dan dagunya mirip denganmu oppa.”

“Eana adalah cerminan dirimu Ji-ya. Aku yakin jika Eana akan memiliki sifat sepertimu.” Sooji mengangguk, tersenyum manis mengiyakan ucapan Myungsoo. Sebelah tangan Myungsoo ia gunakan untuk mengelus perut Sooji yang tampaknya sudah terlihat ke permukaan.

“Dan aku berharap semoga kelak ketika dia lahir nanti adalah lelaki seperti oppa.”

Myungsoo tersenyum ia balikkan tubuh Sooji, melumat bibirnya singkat lalu beralih pada perut yeoja itu yang berisi calon buah hatinya kelak. Ia kecup cukup lama serta mengelusnya pelan seolah berinteraksi. “Sehatlah didalam sana. Appa tak sabar menunggu kau hadir didunia ini.”

Ya, hanya kurang lebih 6 bulan lagi mereka akan menemukan kebahagiaan kembali dengan hadirnya malaikat kecil kedua mereka.

***FIN***

Ampun deh ficlet gagal. Maafkan karya saya yang nista ini. jeongmal mianhae *bow*.

Thanks you so much has read my absurd fiction. I hope enjoyed. Next time see you on other story.

Please, you can leave comment..

17 responses to “[Freelance/Drabble] Sweet Night

  1. So sweeeeet sekalaiii….. Buat sequelnya dong thor, ini berhasil kok buat baper *eh*…….. Sequelnya dalam bentuk chapter #plisssss #banyakminta #hehe

  2. Kkkkk bahagia bnget kayaknya aiiihhh…ngomong2 anaknya bru umur setaun udh hmil tga bulan…aigoooo wkwkkwkwkwk

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s