[Freelance] Before We Meet Again Chapter 16

Title : Before We Meet Again  | Author : SureTo_Dream | Genre :  Romance | Rating : PG-17| Main Cast : Byun Baekhyun and Bae Suzy | Other Cast : Find by yourself!

Disclamer :

cerita ini adalah cerita murni dari khayalanku yang udah lama aku tulis tapi gak selesai – selesai dan tiba – tiba saja inspirasi muncul lagi saat lihat kedua main cast diatas punya project bersama,, FF ini juga aku publis di WP pribadi aku http://happydreamandstory.wordpress.com/ tapi seperti yang kalian tau, gak asik banget kalo cumen aku sendiri yang baca,,, maaf kalo seandainya dalam penulisan ada kesalahan karena aku hanya manusia biasa yang tak sempurna dan banyak kekurangan ☺☺

�Happy Reading Guys Hope you like it

##

 

“putuskan dia” ucap tuan byun dengan dingin

“Mwo??”

“appa menyuruhmu untuk memtuskannya, apa masih kurang jelas?”

(in baekhyun side)

Bagaikan dihantam beribu kali pukulan dan rasa sesak yang kurasakan didaduku saat aku mendengar ucapan appa, rasa sakit yang luar biasa kurasakan saat ini terlebih itu adalah ucapan appaku sendiri

“apa kau tidak dengar, akhiri hubunganmu sekarang juga dengannya?” ucap appa sekali lagi padaku, aku menatapnya dengan kecewa “kenapa aku harus melakukannya?” aku bertanya balik padanya,,

“bukankah sudah jelas apa alasannya, dan kau masih saja bertanya?”

“aku tidak mencintai nayeon appa, berapa kali harus ku katakan padamu dan aku tidak mungkin menyakiti perasaan kai hanya karena ke egoisanmu” balasku padanya

“ini bukan hanya masalah nayeon saja, tapi appa memang tidak mau kau menikah dengannya, yoja yang tidak jelas asal usulnya, pokoknya appa tidak mau tau kau akan tetap menikah dengan yoja yang kupilihkan” aku sungguh kecewa dengan appa, bahkan mataku sudah sangat panas karena ucapannya

“apa maksud appa dengan tidak jelas asal usulnya? Suzy jelas – jelas memiliki eomma dan appa sama sepertiku” aku membalas ucapan appa “apakah ini masalah status? Apakah menjadi orang kaya dan terhormat sangat penting untukmu appa sampai appa bahkan tidak perduli pada perasaan anak appa sendiri?” aku bahkan sudah menangis karena perasaan sakit yang kurasakan

“apa kau masih tidak mengerti juga tradisi keluarga kita dan bagaimana keluarga kita dipandang, aku jelas tidak ingin kau menikah dengan sembarang orang apalagi kau adalah putraku satu – satunya dan pewarisku” ucap appa dengan tegas

“mianhaesoyo appa, tapi aku tidak akan pernah melepaskan suzy dan aku akan tetap menikah dengannya baik itu tanpa restu darimu,, dan aku tidak akan pernah menikah selain dengan suzy” ucapku dengan mantap dan yakin kemudian berbalik

“Yaa!! sejak kapan kau jadi pembangkang seperti ini?” teriak appa saat aku baru akan melangkah

“sejak hari ini, saat appa merendahkan yoja yang kucintai” balasku tanpa berbalik “aku tidak bermaksud untuk menjadi anak durhaka padamu appa, kumohon untuk yang satu ini biarkan aku menentukan pilihanku sendiri” aku berjalan meninggalkan appa sendiri disana, karena akan percuma untuk berada terlalu lama disana karena aku akan semakin tidak tahan pada semua ucapan appa

“baekhyun,, appa belum selesai,, byun baekhyun berhenti disitu!!” aku bisa mendengar teriakan appa tapi aku terus saja berjalan sampai diruang keluarga, semua yang tadi sedang asik mengobrol menjadi diam saat melihatku datang dengan wajah yang tentu menimbulkan banyak pertanyaan untuk mereka,, aku menatap suzy yang bingung saat menatapku, aku berjalan mendekatinya “ayo kita pulang, kita sudah tidak bisa berada disini lagi” ucapku sambil menariknya untuk berdiri dengan air mata yang sudah tertahan karena aku tidak mau semua orang melihatku dalam keadaan terpuruk seperti ini,,

“baekhyunie ada apa?” imo bertanya padaku

“hyung apa yang terjadi?” suara sehun yang khawatir

“oppa~” panggil saeron tapi aku tidak menghiraukannya

“chagi ada apa?” sekarang giliran eomma yang bertanya dengan khawatir padaku tapi aku tidak menjawab dan lebih memilih menarik suzy untuk pergi dan meninggalkan semuanya tanpa penjelasan dan kata – kata

“baekhyun’ah,, apa yang terjadi?” suzy menatapku dengan khawatir didalam mobil, tapi aku masih saja tidak menjawabnya dan mengetik sesuatu diponselku,, aku hanya memacu mobilku dengan kecepatan tinggi menuju apartemen suzy karena aku tidak ingin pulang keapartemen malam ini dan bertemu semuanya karena aku yakin begitu pulang kesana orang suruhan appa pasti akan datang kesana “bolehkah aku menginap di apartemenmu malam ini?” aku menatap suzy begitu kami sudah sampai “tentu saja” jawabnya dengan senyum hangat “tapi sepertinya kau harus membeli baju ganti, karena aku tidak ingin melihatmu merasa tidak nyaman saat tidur karena memakai pakaian seperti itu” aku tersenyum mendengar ucapannya yang seolah menjadi obat untuk semua rasa sakit yang baru saja aku dapatkan

“aku sudah menyuruh son gun mengantarkan beberapa baju ganti untukku keapartemenmu, dan mungkin jieun sudah menerimanya” ucapku pada suzy sambil memasuki lift “son gun memang asisten yang luar biasa” puji suzy

Begitu keluar dari kamar mandi aku melihat suzy yang sedang duduk didepan meja rias seperti yang biasa dilakukannya, aku mendekatinya dan entah kenapa aku ingin menangis saat mengingat kembali semua yang diucapkan appa padaku,, aku duduk diatas tempat tidur dan memeluknya dari samping

“Wee?” dia bertanya sambil mengelus lenganku,, suzy melepaskan pelukanku dan menatapku “apa yang terjadi?” suzy menyentuh pipiku,, aku langsung memeluknya lagi dan menangis dipelukannya, biarlah suzy melihat keadaanku yang seperti sekarang karena aku sudah tidak bisa menahan semua yang kurasakan lagi saat ini “nomu appo” ucapku sambil terisak, bisa kurasakan suzy menepuk punggungku dan menenangkanku “aku akan selalu disini bersamamu,, bukankah kita sudah berjanji untuk melewati semuanya bersama – sama”

__

(In other side)

Setelah baekhyun meninggalkan rumah, nyonya byun langsung berjalan menemui suaminya yang masih berada diruangan dimana menjadi tempatnya dan baekhyun bersitegang tadi,, “kenapa baekhyun pergi seperti itu? apa yang sudah kau katakan padanya?” ucap nyonya byun begitu membuka pintu dengan kasar tanpa menutupnya kembali

Tuan byun menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan “katakan padaku apa yang kau katakan pada anakku?” teriak nyonya byun saat tuan byun tidak menjawab pertanyaannya, semua yang berada diruang keluarga sampai mendengar teriakan nyonya byun karena pintu ruangan yang masih terbuka

“aku menyuruhnya untuk memutuskan hubungannya dengan yoja itu karena tidak pantas untuk baekhyun” jawab tuan byun dengan tegas “kenapa kau sungguh egois dan tidak memahami perasaan anakmu sendiri” ucap nyonya byun yang seakan tidak mengerti dengan ke egoisan suaminya

“keputusanku sudah bulat, baekhyun hanya akan menikah dengan yoja yang kupilihkan dan jika dia bersikeras untuk tetap menikah dengan yoja itu, maka dia bukan anakku lagi” ucap tuan byun tidak mau mengalah

“kenapa kau begitu egois,, apakah harta dan kehormatanmu begitu berarti untukmu sampai kau membuang darah dagingmu sendiri?” ucap nyonya byun sambil menangis dan meninggalkan tuan byun sendiri karena merasa sangat kecewa pada suaminya

“soojin’ah” panggil tuan Oh saat melihat adiknya yang menangis “aku akan bersamanya” ucap tuan oh dan mengejar nyonya byun yang sudah berjalan ke arah taman

Tuan Oh berjalan mendekat menghampiri nyonya byun yang sudah duduk dan menangis “ini adalah kali pertama aku melihatmu menangis lagi setelah 25 tahun” ucap tuan oh sambil memberikan sapu tangannya pada nyonya byun

“soojin’ah,, apa yang terjadi? Apakah ini ada hubungannya dengan baekhyun tadi?” tanya tuan oh yang bertanya dengan hati – hati,, padahal dia sudah mendengar keseluruhannya saat nyonya byun berteriak, tapi dirinya tetap ingin mendengarnya sendiri dari penuturan nyonya byun, tapi nyonya byun tidak menjawab dan terus saja menangis “Oppa~” panggilnya, tuan Oh yang merasa kasian melihat dongsaengnya hanya bisa menenangkan dan memberikannya pelukan padanya “semuanya akan baik – baik saja soojin’ah termasuk dengan baekhyun, percaya pada oppa”

###

Baekhyun bangun sedikit terlambat dari biasanya bahkan dirinya tidak menemukan suzy disampingnya, sekarang kepalanya terlalu sakit karena terlalu banyak menangis didepan suzy semalam “aaiish, aku pasti terlihat sangat kacau semalam” ucap baekhyun sambil berjalan masuk kedalam kamar mandi “OMO,, mataku bahkan sudah tidak terlihat karena bengkak” baekhyun melihat penampilannya yang begitu mengerikan didepan cermin, sekarang baekhyun terlihat benar – benar tidak keren sama sekali

Suzy tersenyum saat melihat baekhyun yang keluar dari dalam kamar “kau sudah bangun? Kemarilah kita sarapan bersama” ajak suzy sambil menyiapkan beberapa jenis masakan diatas meja,,

Jieun yang duduk disebelah suzy, hanya menatap aneh pada baekhyun dan sesekali memakan makanannya “kenapa kau melihatku seperti hantu?” baekhyun bertanya karena merasa risih diperhatikan jieun terus – terusan

“ani,, tapi apakah kau harus menggunakan sunglass seperti itu didalam rumah? Bahkan kalau kulihat dari tampilanmu saat ini, kau juga belum mandi, apa namchinmu selalu seperti ini? dia bahkan bukan idol yang harus menjaga imagenya” jiieun yang bertanya karena merasa heran, tapi suzy hanya menanggapinya dengan senyuman sambil menatap baekhyun

“aku memang bukan idol tapi aku tetap harus melindungi imageku karena aku ini atasanmu,, bagaimana kalau nanti kau bergosip dan menceritakan bagaimana tidak kerennya aku saat bangun tidur, bisa – bisa semua fansku kabur dan kembali mengagumi suho hyung dan si Luhan” ucap baekhyun panjang lebar sambil menunjuk – nunjuk jieun dengan menggunakan sumpitnya

“suzy’ah,, apa yang kau lakukan padanya kenapa dia begitu narsis seperti ini?” cibir jieun, karena menemukan baekhyun yang sangat perduli dengan penampilannya

“yang kutau adalah saat dia bangun tidur dia begitu cute dan terlihat seperti anak kecil” jawab suzy sambil tersenyum melihat baekhyun, suzy merasa sedikit lega karena baekhyun yang terlihat baik sekarang tidak seperti semalam, “Chagi,, bukankah seharusnya sekarang kau membelaku?” tanya baekhyun tidak percaya

“sudahku duga pasti yang diceritakan sehun semuanya benar” ucap jieun lagi sambil mengejek baekhyun

“Mwo? Apa yang diceritakannya padamu” tanya baekhyun penuh selidik “uwaah aku merasa sangat terhianati sekarang” ucap baekyun menarik nafas dalam, apapun itu sehun pasti sudah banyak melebih – lebihkan seperti yang biasa dilakukannya, dan kenapa bisa sehun menjadi sangat ember yang menceritakan semua hal tentangnya pada orang – orang, bukankah sekarang baekhyun seperti sudah tidak memiliki privasi? baekhyun berjanji pada dirinya sendiri kalau tidak akan pernah bercerita pada sehun lagi, tapi semuanya akan sia – sia kalau baekhyun ingat untuk tidak bercerita juga kepada saeron, karena apa yang diceritakan baekhyun pada saeron akan otomatis sampai ditelinga sehun secara otomatis “jangan pernah percaya semua yang diceritakan sehun padamu karena semuanya adalah bohong” ucap baekhyun mengangkat tangannya untuk menghentikan ucapan jieun

“kau tidak kekantor?” suzy bertanya karena baekhyun sama sekali belum mandi dan berpakaian kantor seperti biasanya “aku sudah mandi, tapi aku tidak membawa pakaian kantor” jawab baekhyun kembali focus pada makanannya

“lalu kau akan seperti ini pergi kekantor??” jieun yang menunjuk penampilan baekhyun yang hanya memakai kaos yang menempel dibadannya dan training panjang, bahkan rambutnya belum disisir sama sekali dan dibiarkan begitu saja, hanya sunglass yang masih dipakainya yang menyelamatkannya,, bahkan sekarang jieun benar – benar seperti sedang melihat anak remaja bukannya seorang direktur

“aku hanya butuh memakai stelanku saja,,, dan apa kau tidak tau kalau namja sepertiku sekarang sedang menjadi idaman seluruh yoja dikorea karena bisa menjadi tampan dan cute disaat yang bersamaan” baekhyun membanggakan dirinya dan jieun hanya mendengus malas menanggapinya, dan jieun merasa kalau teman berdebatnya akan bertambah satu lagi setelah sehun

“kau mau mengganti pakaianmu dikantor?” sekarang suzy yang bertanya untuk memberhentikan perselisihan kekanakan antara baekhyun dan jieun “eoh, aku masih memiliki beberapa stel dikantor” jawab baekhyun

__

Begitu sampai dikantor sedari baekhyun berjalan dilobby sampai kedalam ruangannya semua mata memperhatikan baekhyun karena baekhyun yang datang dengan penampilan bangun tidur, dan parahnya hanya menggunakan slipper dari rumah suzy,, bahkan jieun menarik suzy agar tidak berjalan bersama baekhyun saat sampai dikantor, jieun dan suzy lebih memilih aman dan membiarkan baekhyun yang melenggang masuk dengan penuh percaya diri dan menjadi pusat perhatian

“aku tidak pernah berfikir kalau baekhyun ternyata akan seperti itu” ucap jieun sambil melipat kedua tangannya kedepan “itu hanya sebagian kecil yang kau tau,, tapi sikapnya itu yang terkadang tidak terduga dan kekanakan yang membuatmu akan selalu merindukannya” aku suzy sambil tersenyum “kau benar – benar sudah buta karena cinta” cibir jieun

“kau juga seperti ini saat menceritakan chanyeol” ejek suzy yang berjalan lebih dahulu

Son gun yang sudah berada dimeja kerjanya, tidak bisa mengatakan apapun dengan penampilan baekhyun saat ini,, saat melihatnya masuk kedalam ruangannya begitu juga dengan kai dan sehun yang tadinya sudah khawatir kalau baekhyun tidak akan masuk hari ini sontak tidak bisa mengatakan apa – apa saat melihat baekhyun yang datang seperti itu “sebenarnya tadi malam dia tidur dimana?” bisik kai yang berjalan mendekati sehun sambil berbisik

“entahlah, yang terpikir diotakku hanya satu tempat” jawab sehun sambil berlalu

Kembali pada baekhyun yang sekarang bahkan sedang mandi didalam kamar mandi kantor karena memang tadi dirinya belum menyentuh air sama sekali karena sibuk menjaga imagenya didepan jieun dengan mengaku sudah mandi,, dan sekarang baekhyun sedang bersiap – siap,, begitu sudah kembali pada penampilan terbaiknya baekhyun tersenyum miring saat melihat dasinya yang masih tergantung karena suzy yang bertanggung jawab untuk memakaikannya dasi,,

Baekhyun menekan beberapa angka di telpon kantor, “keruanganku sekarang” suruh baekhyun saat sambungan telponnya diangkat

Selang beberapa menit setelah baekhyun menelpon, suzy muncul dibalik pintu sambil membawa dokumen yang kemarin dikrerjakannya “apa itu?” tanya baekhyun sambil berdiri dan berjalan menghampiri suzy

“dokumen yang kemarin kau suruh untuk melanjutkannya hari ini dan sekarang belum selesai aku kerjakan” jawab suzy yang kemudian meletakkannya diatas meja “baiklah itu tidak penting sekarang, biar nanti aku saja yang menyelesaikannya” ucap baekhyun “sekarang yang penting adalah kau yang harus memakaikanku dasi” pinta baekhyun sambil memberikan dasi yang dipegangnya pada suzy

“kupikir kau memanggilku untuk memarahiku karena belum menyelesaikan pekerjaanku” ucap suzy sambil mulai melilitkan dasi baekhyun “mana mungkin aku akan memarahimu, aku lebih suka untuk menghukummu dari pada memarahimu” aku baekhyun sambil tersenyum dan melingkarkan tangannya dipinggang suzy,,

Suzy menatap curiga baekhyun karena mendengar ucapannya saat ini “maksudmu?” baekhyun tersenyum cerah mendengar pertanyaan suzy , dan tanpa menunggu aba – aba baekhyun langsung mencium suzy sekilas “bukankah hukumanku sangat manis?” ucap baekhyun sambil tersenyum memperhatikan wajah suzy yang kaget

“Yaa!! kita sedang berada dikantor dan semua orang melihatnya, sekarang dimana aku akan menyembunyikan wajahku saat keluar dari sini?” omel suzy saat menyadari kalau sekat penutup ruangan baekhyun terbuka dan semua karyawan dari luar akan sangat jelas melihat semua yang mereka lakukan, baekhyun sengaja membukanya saat suzy sedang berkonsentrasi memakaikannya dasi “siapa yang perduli, bukankah mereka semua sudah tau kau adalah kekasihku? Jadi kenapa harus cemas saat mereka melihat aku menciummu, bukankah sesuatu hal yang wajar sepasang kekasih berbagi ciuman?” ucap baekhyun mengabaikan semua karyawan yang sedang melihat kemesraan mereka dengan baekhyun melingkarkan tangannya dipinggang suzy sambil menggoda suzy, sungguh mereka sedang membuat setiap mata yang melihatnya merasa iri

“memang hal yang biasa, tapi ini dikantor dan kau adalah atasanku baekhyunie” suzy yang sudah dibuat pusing oleh kelakuan baekhyun akhir – akhir ini, terlebih ini masih pagi “kalau begitu biarkan hari ini kita menjadi hot news dikantor” balas baekhyun yang menangkup pipi suzy dan kembali menciumnya bahkan sekarang tidak hanya sekedar menempel, suzy yang tadinya diam akhirnya menyerah dan membalas perlakuan baekhyun, baekhyun tersenyum karena mendapatkan  balasan dari suzy  dan menarik suzy lebih dekat untuk memperdalam ciuman mereka, baekhyun bukan tanpa alasan melakukan hal nekat seperti saat ini apalagi untuk berciuman didepan umum,, tapi baekhyun ingin dia melihatnya

Diluar ruangan baekhyun semua karyawan sedang larut menyaksikan kemesraan yang terjadi diantara baekhyun dan suzy yang masih berlangsung begitu juga dengan tuan byun yang sedang berdiri dan menyaksikan semua yang baekhyun lakukan dari awal,, sehun dan kai yang menyadari kehadiran tuan byun berjalan menghampirinya “samchu” sapa sehun dan kai bersamaan

“tuan besar” sapa son gun sambil memberikan hormat sehingga semua karyawan beralih dan memberikan hormat pada tuan byun yang kedatangannya baru disadari oleh karyawan lainnya

“suruh baekhyun menemuiku diruangan presedir” perintah tuan byun kemudian berbalik dan di ikuti oleh beberapa orang sekertarisnya

“yee” jawab sehun, kai dan son gun bersamaan

Setelah merasa kehabisan nafas baekhyun melepaskan ciumannya dari suzy kemudian menempelkan keningnya di kening suzy dengan nafas dan detak jantung yang memburu “kenapa kau seperti ini?” suzy bertanya sambil mengelus wajah baekhyun penuh sayang

“suzy’ah, ayo kita menikah” ucap baekhyun tiba – tiba membuat suzy menjauhkan dirinya untuk dapat melihat wajah baekhyun, suzy menatap wajah baekhyun lekat untuk memastikan ucapan baekhyun padanya, tapi saat ini ekspresi baekhyun terlalu serius untuk suzy anggap main – main

“ayo kita menikah” ajak baekhyun sekali lagi “apakah kau serius?” suzy bertanya untuk lebih memastikan dan tidak salah dengar dan baekhyun mengagguk mantap, tanpa berfikir panjang suzy langsung memeluk baekhyun erat karena tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya “mmh,,ayo kita menikah” ucap suzy dibalik pelukan baekhyun

“minggu ini ayo kita kerumahmu digwangju, aku akan melamarmu pada kedua orang tuamu” ucap baekhyun semangat

“maaf karena menganggu tuan muda,, tapi tuan besar menunggu anda diruangan presedir” son gun yang mengintrupsi kegiatan baekhyun dan suzy,,

Suzy menatap baekhyun dengan penuh tanda tanya,, tapi baekhyun menenangkanya dengan mengelus kepala suzy penuh sayang seolah mengatakan semuanya akan baik – baik saja “baiklah aku akan menemuinya” ucap baekhyun yang kemudian pergi meninggalkan suzy

“son gun’ah apa yang terjadi?” suzy bertanya saat baekhyun sudah meninggalkan ruangan tapi son gun hanya menggeleng tanda tidak mengerti

__

Baekhyun berjalan masuk menuju ruangan presedir setelah mengetuk pintu dan disana baekhyun melihat tuan kim, suho hyung dan tentu appanya,, “appa mencariku?” baekhyun bertanya sambil berjalan menghampiri mereka

PLAK…..

 

bukan sambutan atau ajakan duduk yang diterima baekhyun melainkan sebuah tamparan keras yang membuat pipinya memerah dan menampilkan bekas jari tuan byun disana,, “KAU PIKIR APA YANG BARU SAJA KAU LAKUKAN?” ucap tuan byun dengan penuh amarah pada baekhyun

baekhyun menatap appanya dengan sengit “aku tidak melakukan kesalahan apapun dan aku tidak merugikan siapapun” jawab baekhyun tidak kalah dinginnya, tuan kim dan suho menatap khawatir pada keadaan ayah dan anak yang sekarang sedang kembali bersitegang

“kemasi barang – barangmu dan cepat kembali keamerika sekarang juga selagi appa masih baik padamu” perintah tuan byun dengan tegas

“aku akan tetap dikorea dan aku tidak akan kemana – kemana” tolak baekhyun tidak kalah tegas

“APAKAH SEKARANG KAU SEDANG MELAWAN APPAMU SENDIRI BYUN BAEKHYUN?” bentak tuan byun

“samchu,, appa lakukan sesuatu” pinta suho pada appanya karena sudah mulai khawatir dengan keadaan yang terjadi

“aku akan menikah dengan suzy, terserah appa akan menyetujuinya atau tidak, karena besok aku akan melamarnya” ucap baekhyun sambil menatap appanya

Tuan byun tersenyum sinis mendengarkan ucapan baekhyun “coba saja kalau kau memang berani, maka appa akan pastikan mencoretmu dari daftar pewaris” anjam tuan byun pada baekhyun

“terserah padamu appa, aku tidak akan pernah melepaskan suzy apapun yang akan terjadi” jawab baekhyun tidak gentar sedikitpun pada ancaman appanya “dan samchu, aku akan menyerahkan surat pengunduran diriku dan suzy saat ini juga” ucap baekhyun sambil menatap tuan kim dan keluar dari dalam ruangan presedir

“taeji’ah,, apakah kau tidak keterlaluan pada anakmu sendiri” tegur tuan kim pada tuan byun saat baekhyun sudah keluar dari dalam ruangan “aku tidak mengerti kenapa dia begitu keras kepala, padahal aku hanya ingin dia mendapatkan yang terbaik” ucap tuan byun dengan nada kesal dan marah yang masih terukir jelas dalam suaranya

“tidakkah kau berkaca akan dirimu sendiri saat melihat baekhyun seperti itu? Karena sifat kalian berdua sangat sama,, baekhyun sudah dewasa taeji’ah dan aku yakin dia bisa memilih sendiri apa yang terbaik untuk hidupnya, jangan sampai karena masalah sepele seperti ini membuatmu jauh dari anak dan juga istrimu,, kita sudah tua dan belum tentu ucapan atau pilihan kita akan selalu benar” nasehat tuan kim

“samchu, aku bukan membela baekhyun tapi suzy adalah yoja yang baik dan mereka saling mencintai, dan seperti kata appa baekhyun sudah dewasa dan bisa memilih mana yang terbaik untuk masa depannya” tambah suho sebelum memberikan hormat dan keluar dari dalam ruangan presedir

“kalau kau memang masih tidak yakin pada yoja yang anakmu cintai, kenapa kau tidak menyelidiki sendiri latar belakangnya untuk membuatmu yakin, jika memang dia yoja yang tidak baik untuk baekhyun kau punya bukti untuk tidak setuju dan memisahkan mereka” tuan byun menoleh menatap tuan kim, kenapa dia sama sekali tidak pernah berfikir kearah sana untuk mencari latar belakang bae suzy

“gumawo hyung, akan kulakukan” balas tuan byun

###

Suzy berjalan keluar dari dalam ruangan baekhyun dengan enggan karena merasa malu mengingat apa yang baru saja dilakukannya bersama baekhyun “yaaa,, noona,, aku tidak menyangka kalian berdua sangat romantic” goda sehun saat suzy kembali ketempat duduknya

“berhenti mengejekku Oh sehun”

“suzy’ah, aku rasa memang ada yang salah dengan baekhyun sedari tadi pagi, melihat semua hal gila yang dilakukannya” celetuk jieun

“jadi baekie hyung menginap ditempatmu semalam?” tunjuk kai pada jieun dan suzy, ingin rasanya suzy menyumpal mulut kai sekarang karena membuat seluruh karyawan memperhatikan mereka “bukankah itu sudah sangat jelas” cicit sehun

“sehun’ah, siapa tuan besar yang memanggil baekhyun? Apakah presedir?” tanya suzy penasaran saat mengingat sesuatu

“bukan presedir,, tapi samchu, appa baekhyun hyung” jawab sehun

“apa yang terjadi?” tanya suzy lagi

“aku rasa, aku bukanlah orang yang pantas untuk memberitaumu noona,, apakah baekhyun hyung tidak mengatakan apapun padamu?” suzy menatap penuh tanda tanya pada sehun dan kai

“baekhyun tidak mengatakan apapun padaku, tapi sikapnya mulai aneh sadari pulang makan malam” ucap suzy sambil mengingat – ingat karena setaunya baekhyun tidak bercerita apa – apa padanya semalam kecuali menangis

“baekhyun hyung bertengkar dengan samchu karena samchu meminta baekhyun hyung untuk memutuskanmu” ucap kai yang membuat sehun menatapnya kesal “dan aku rasa sekarang mereka sedang memperdebatkan masalah ini diruangan appa” lanjut kai, sungguh sehun ingin memukul kepala kai sekarang karena keceplosan seperti sekarang padahal sehun tadi sudah bersusah payah agar tidak mengatakannya agar suzy tau langsung dari baekhyun tapi semuanya menjadi sia – sia karena kai yang sama sekali tidak mengerti kode yang diberikannya

“baekhyun hyung dan samchu sama – sama keras kepala, yang membuat imo terus – terusan menangis” tambah sehun melanjutkan karena semuanya sudah terlanjur dibuka oleh kai

Mendengar cerita sehun dan kai tentang kejadian semalam sungguh membuat suzy merasa bersalah, baekhyun bertengkar dengan appanya karena dirinya dan membuat suzy merasa buruk

“suzy’ah,, baekhyun terlihat sangat tidak baik” ucap jieun saat melihat baekhyun yang berjalan melewati mereka dan suzy yang tidak terlihat karena tertutupi oleh kai dan sehun

“noona sepertinya sekarang kau harus menemuinya” usul sehun

“sebaiknya kalian juga ikut bersamaku” pinta suzy sambil melewati kai dan sehun

“lanjutkan saja pekerjaan kalian,, jangan hiraukan kami,, ini hanya masalah keluarga” ucap kai sambil berjalan mengikuti sehun dan suzy yang sudah masuk lebih dulu

“kenapa hari ini begitu banyak yang terjadi” ucap salah satu karyawan sambil menarik nafas dalam saat melihat keadaan dikantor

“hyung~” panggil sehun dan begitu melihat suzy baekhyun langsung memeluknya didepan kai dan sehun “apa kau baik – baik saja?” suzy bertanya dengan khawatir tapi baekhyun hanya menggeleng

“maaf kalau aku menganggu acara keakraban kalian,, tapi aku perlu mendiskusikan sesuatu dengan baekhyun” sapa luhan yang tiba – tiba masuk kedalam ruangan baekhyun

“apakah aku menganggu?” luhan bertanya sekali lagi dan masih berdiri didepan pintu

“tidak sama sekali,, kemarilah” balas baekhyun yang kemudian melepaskan pelukannya dari suzy

“kalau begitu kami keluar dulu hyung” ucap kai sambil menarik sehun

“ani,, kalian akan tetap disini, dan perhatikan apa yang akan aku bahas dengan luhan,, karena besok salah satu diantara kalian akan menggantikanku disini” semua yang berada disana sontak memandang heran pada baekhyun karena tidak mengerti termasuk suzy dan luhan “hari ini aku akan mengundurkan diri” ucap baekhyun

“Mwo??” ucap ke empatnya bersamaan

“kau sedang melawak?” luhan bertanya karena ini menurutnya tidak lucu sama sekali

“aku sama sekali tidak bercanda ini adalah hari terakhirku disini,, karena aku akan menikah dengan suzy dan aku akan membawanya pergi berkeliling dunia jadi kalau aku masih bekerja maka itu semua tidak akan terealisasi” ucap baekhyun sambil tersenyum menatap luhan, berharap luhan tidak akan bertanya lebih lanjut mengenai alasannya mengundurkan diri

“kalian akan menikah?” tanya luhan kaget

“eoh,, karena aku tidak ingin kau mencoba merebutnya lagi” jawab baekyun sambil duduk disofa dan mengambil berkas dari tangan luhan “kalian berdua kenapa hanya berdiri disitu, ayo cepat duduk dan perhatikan ini” perintah baekhyun pada kai dan sehun

###

Suzy hanya memandang baekhyun yang terus saja bolak balik memilih baju untuk mereka bawa ke rumah keluarga suzy di Gwangju,, suzy masih memikirkan ucapan sehun tentang keretakan hubungan antara baekhyun dan appanya yang justru sangat menganggu pikiran suzy, terlebih itu karena dirinya

“oh ya,, apa kau pikir aku harus membawa stok celana pendek lebih banyak?” tanya baekhyun dengan semangat sambil memilih baju

“baekhyun’ah,, apakah kau tidak ingin menceritakan sesuatu padaku?” suzy balik bertanya yang membuat baekhyun berbalik menatapnya “apakah kau tidak ingin berbagi denganku?” tambah suzy lagi sambil menatap baekhyun,,

Baekhyun berjalan mendekati suzy, dan duduk disebelahnya “apakah anak – anak itu mengatakan sesuatu padamu?” baekhyun balik bertanya, dan suzy mengangguk “suzy’ah apakah kau mencintaiku?” baekhyun bertanya lagi

“kenapa pertanyaanmu seperti itu? tentu saja aku mencintaimu, apa kau masih tidak yakin dengan perasaanku??” balas suzy

Baekhyun tersenyum mendengar pernyataan suzy, karena perasaan suzy sangat penting untuknya sekarang, karena hanya suzy yang bisa membuatnya bertahan dari semuanya “ani,, aku hanya ingin bertanya” jawab baekhyun sambil tersenyum

“suzy’ah, appaku tidak menyetujui hubungan kita, dan dia bersi keras untuk menyuruhku meninggalkanmu, tapi seperti yang kau tau aku sangat mencintaimu dan tidak mampu untuk jauh darimu karena itu sama saja dengan membunuh diriku sendiri karena merindukanmu” baekhyun menunduk sebelum melanjutkan ucapannya “dia menyuruhku memilih, dan tentu aku tidak akan pernah bisa memilih antara kau dan appa, karena kalian adalah bagian hidupku yang paling penting” suzy mengenggam tangan baekhyun erat, memberikan kekuatan untuknya

“apakah ini alasan kenapa kau menangis?” suzy bertanya dan baekhyun hanya mengangguk membenarkan,, “kita akan melewati ini semua bersama, dan kita tidak akan pernah berpisah lagi, karena aku juga tidak akan sanggup kalau jauh darimu baek,, aku tidak mau kehilangan orang yang kucintai lagi” ucap suzy sambil memeluk baekhyun

Baekhyun melepaskan pelukannya dari suzy dan bertanya “suzy’ah,, aku sudah tidak punya apa – apa lagi, dan mulai hari ini aku menjadi pengangguran, apakah kau masih mau menikah denganku?”

Tentu sekarang baekhyun sangat penasaran dengan jawaban yang akan diberikan suzy untuknya, apakah suzy masih menerimanya ataukah suzy sudah berubah pikiran dan baekhyun akan menerima apapun keputusan suzy apapun itu

TBC

 

15 responses to “[Freelance] Before We Meet Again Chapter 16

  1. Aduuuhhh…semoga tn byun cepat sadar …kasian baekzy jd pengangguran sekrg… Semoga suzy nerima baekhyun…
    Lanjut thor…. Fighting

  2. Aaaaaaa appnya baekhyun nyebeleiiiinnn kasihan baek, suzy dan ommanya baek😦
    Hhmmm mereka berdua sama-sama keras kepala😦
    Semoga keluarga suzy baik jd dpt restu dr appanya baek😀

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s