Chinderella Sister [ Part 11 ]

cs

Title : Cinderella Sister ||  Author : Mnandhini ||  Main cast : Bae Suzy, Kim Myung Soo, Oh Sehun, Oh Sehun ||  Genre : Sad, romance (?). || Rating :

Story and poster by me

.

.

.

Sumarry : “Can you make me smile and happy?”

.

Mian for Thypos and Happy Reading.

Don’t forget visit our my bloh http://nananandhinidream.wordpress.com

.

.

.

 

“Kau menyukaiku?” tanya Suzy, spontan membuat Sehun menhentikan kegiatannya.

 

Diangkatnya wajahnya tanpa rasa canggung dan dengan pasti menjawab pertanyaan Suzy tersebut, “Aku menyukaimu, sangat menyukaimu.”

 

“Menyukai seperti apa?”

 

“Seorang namja dan yeoja, bukan seperti oppa dan dongsaeng.” Jelas Sehun.

 

“Kalau begitu berhenti menyukaiku.” Tutur Suzy dingin. Sehun bangkit dan duduk tepat disebelah Suzy.

 

“Baiklah, kalau begitu aku akan berhenti menyukaimu. Aku akan menyukaimu dan menjagamu sebagai oppa.”

 

Suzy menatap Sehun, “Mengapa kau melakukan ini padaku? Mengapa kau membuatku menjadi wanita terjaha didunia ini, setidaknya sumpahiku atau bentak aku, menapa kau melakukan ini padaku?” bentak Suzy.

 

Sehun tersebyum, diraihnya tangan Suzy dan digengamnya dengan penuh kasih sayang, “Begitulah cinta, aku tak akan merasa sakit jika kau menolakku, sebaliknya aku merasa bahagia jika kau menolakku itu berarti kau lebih memilih pria yang lebih kau sukai dan bisa membutmu nyaman, kau akan bahagia jika bersama pria yang kau cintai. Hanya melihatmu bahagia itu sudah cukup”

 

“Mianhae” Suzy meneteskan air matanya, mungkin terlalu banyak masalah dalam kehidupannya, tak ada satupun yang berjalan dengan lancar, bahkan Suzy merasa tak pernah hidup, hanya bernafas saja bukan berarti hidup, bahagia dengan orang dicintai dan dicintai oleh orang yang dicintai kehidupan yang sebenarnya.

 

“Mengapa harus kau yang meminta maaf? Bukankah akuyang harus mengucapkan kalimat itu? Ayahku terlalu sering membuatmu menderita, seluruh penderitaanmu diawali saat ayahku menikahi ibumu, jika ayahu tak menikah ibumu mungkin kau akan hidup bahagia dengan senyum indahmu sekarang.”

 

Suzy menatap wajah Sehun, tentu saja rasa bersalah menjalar kehati Suzy, bahkan Suzy tak pernah berbuat apapun untuk Sehun, dan setelah Suzy menolaknya mentah mentah ia masih bisa bersikap baik paanya.

 

“Jangan dipikirkan, mulai sekarng kasih sayang atau apapun yang kulakukan untukmu itu semata mata perhatian seorang oppa pada dongsaengnya, dan jangan takut untuk mendekati pria yang kau sukai.” Sehun bangkit dari ranjang kecil milik Suzy, beranjak keluar dari kamar Suzy dengan senyum yang tak pernah hilang.

 

.

.

.

 

 

Pagi  ini Suzy sudah sap berangkat menuju sekolahnya. Suzy keluar dari kamarnya, langkah Suzy tertahan saat tn. Jung tepat berada dihadapannya, namun sebisa mungkin Suzy bersikap seperti tak terjadi apa apa, ia melangkah begitu saja meninggalkan tn. Jung yang masih berdiri ditempat itu.

 

“Soojung mengatakan ujian telah berakhir, lalu mengapa au masih masuk sekolah? Apa kau masih memiliki urusan disekolah?” tanya Tn. Jung berbasa basi. Namun Suzy sama sekali tak menanggapinya ia malah hendak meninggalkan Tn. Jung tanpa menjawab pertanyaanya.

 

“Ayah ku bertanya padamu.”  Kini Soojung yang berada dihadapan Suzy, menghalangi Suzy untuk pergi.

 

Suzy berbalik menatap tn. Jung yang masih menatapnya, “Aku hanya tak ingin berada ditempat ini.” Ucap Suzy dingin lalu berbalik menghadap Soojung. “Menyingkir sekarang jika kau tak menginginkan pukulan rotan dari ayahmu itu.” ucap Suzy ketus, ia berjalan menerobos jalan hingga membuat bahunya menabrak bahu Soojung.

 

“Appa lihatlah dia, semua ini karena appa terlalu sering memihik kepadanya.” Ucap Soojung protes, namun Tn. Jung sama sekali tak memperdulikannya pikirannya terlalu kerukut untuk memikirkan begitu banyak masalah yang muncul.

 

.

.

.

 

“Suzy –ah bisakah kau memberika undangan ini kepada Soojung? Kau teman sebangkunya bukan?” ucap Lee saem sambil memberikan sebuah undangan.

 

“Maaf saem, aku tidak begitu dekat dengan Soojung, kau bisa datang langsung kerumahnya saja. Kalau begitu saya pergi dulu” Suzy membungkukan kepalanya sebelum melenggang pergi meninggalkan Lee saem.

 

Suzy berjalan dikoridor sekolah menuju perpustakan sekolah, sungguh membosankan menurutnya hanya diam dirumah tanpa melakukan apapun ditambah suasana tak mengenakan karena masalah beberapa waktu yang lalu.

 

Suzy masih diam terduduk diperpustakan, moodnya kurang baik untuk membaca hari ini, hati erasa kurang baik untuk hari ini. Suzy melipat tangannya dan menjadikannya bantalan kepalanya diatas meja, semakin lama mata terasa berat dan berakhir dengan Suzy memejamkan matanya.

 

.

.

.

 

Terik matahari semakin lama semakin memudar, Suzy berjalan dibawah langin orangenya. Tidurnya diperpustakaan tadi sungguh nyaman hingga membuat Suyz terbangun disore hari. Ia berjalan sambil melihat sekelilingnya yang terlihat indah.

 

“Yak Bae Suzy, kemana saja kau?” Suzy mencari sumber suara, suara yang menyebutnya namanya dan ternyata Sehun. Ia berada dubelakang Suzy dan beralri mendekati Suzy.

 

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Suzy heran.

 

“Mencarimu, mengapa kau tidak pulang pulang? Aku pikir kau akan kabur dari rumah itu.” kini mereka berjalan berdampingan tanpa tujuan yang jelas.

 

Suzy tersenyum, “Jika aku pergi memang mengapa?” tanya Suzy balik.

 

Sehun menatap Suzy, berakting terkejut jelasnya “Tentu saja tidak boleh, jika kau pergi bagaimana dengan oppamu ini? Kau meninggalkannya?” tanya Sehun berusaha menggoda Suzy.

 

Gurauan Sehun sepertinya berhasil, Suzy tersenyum menanggapinya “Oppa?” ulang Suzy.

 

“Eiyyy jangan bilang kau lupa apa yang kuucapkan dikamarmu waktu itu, aku sekarang sudah tak menyukaimu sebagai namja Bae Suzy, aku menyukaimu sebagai oppamu. Satu satunya oppamu didunia ini.”

 

Suzy hanya tersenyum tak berniat menanggapinya lagi.

 

“Suzy –ah apa kau mau kugendong?” tanya Sehun tiba tiba.

 

“Tidap perlu, kakiku masih bisa berjalan.” Dengan cepat Sehun menunduk dihadapan Suzy agar Suzy bisa naik kepunggungnya.

 

“Sudah kubilang aku tidak apa apa.” Suzy kembali berjalan meninggalkan Sehun , namun kembali Sehun menghadang langkah Suzy dengan tubuhnya “Yakk, cepatlah naik. Jangan berusaha melawan oppamu ini” akhirnya Suzy mengalah, ia naik kepunggung Sehun. Sebenarnya kakinya memang sangat sakit jika berjalan namun Suzy bukanlah orang yang suka menyusahkan siapapun, ia lebih baik kesakitan dari pada meminta tolong orang.

 

Suasananya sekarang sedikit canggung, tak ada satupun dari mereka membuka pembicaraan hanya terdengar suara burung burung khas sore hari.

 

“Bukankah aku cukup hebat? “ ucap Sehun berusaha membuka pembicaraan.

 

“Wae?”

 

“Belum lama oppa tinggal dilingkungan ini, namun oppa sudah benar benar tau seluk beluk lingkungan ini.”

 

“Eyyy berhenti menyebut dirimu oppa, itu terdengar menjijikan”

 

“Wae? Aku lebih suka dipanggil dengan sebutan oppa.”

 

Suzy hanya tersenyum kecil.

.

.

.

 

Suzy memasuki gerbang rumah Tn. Jung dengan Sehun yang mengikutinya dari belakang. Baru saja masuk, Suzy sudah melihat Soojung yang bersikap manja didepan eommanya, Suzy hanya memincingkan matanya tak memperdulikan adegan memuakann yang baru ia lihat.

 

“Suzy ah mengapa kau pulang jam segini?” tanya ibu Suzy sambil mengelus kepala Soojung yang bersandar dipahanya.

 

“Hanya jalan jalan sebentar.”

 

Hendak Suzy melangkah meninggalkan ruang tengah itu, namun langkahnya terhenti saat ia mengingat suatu hal, dibukanya tasnya dan ia mengeluarkan selembar kertas, “Besok eomma harus datang kesekolahku untuk pertemuan orang tua.” Suzy menyerahkan surat itu kepada eommanya, namun dengan cepat diambil oleh Soojung.

 

“Andwe, eomma dan appa sudah berjanji akan datang kesekolah untuk menjadi waliku.”

 

“Yakk Jung Soojung berhentilah bersikap kekanak kanakan, tidak ada yang mengharuskan untuk kedua orang tua datang.”

 

“Tetap saja, aku juga ingin kedua orang tuaku yang datang keertemuan orang tua. Kau bisa meminta Jin ajussi yang datang”

 

Suzy memejamkan matanya menahan amarahnya, “Eomma.” Panggil Suzy.

 

“Kau bisa meminta Sehun yang melakukannya, eomma sudah berjanji kepada Soojung.”

 

“Tidak perlu.” Ucap Suzy ketus.

 

“Aku yang akan datang kepertemuan orang tua itu.” ucap Myungsoo.

 

“Andwe oppa, biasanya oppa ikut dengan appa.” Ucap Soojung.

 

“Bukankah ada ibu Suzy.”

 

“tetap saja tidak bisa, oppa harus ikut denganku.”

 

“Jangan tamak Jung Soojung” ucap Myungsoo sambil mengambil suart undangan Suzy dari tangan Soojung.

 

“Yakk, Kim Myungsoo” panggil Suzy sambil menatap tajam Soojung, ingin rasanya ia menarik rambut Soojung karena amarahnya namun sebisanya ia menahannya.

 

“Berjanjilah kau akan datang sebagai waliku.” Ucap Suzy sambil menatap sinis kearah Soojung. Sedangkan Myungsoo mengangguk antusias.

 

“Kau tak ingin mendapatkan pukulan dari rotan itu, tapi ka uterus saja membuat masalah. Jung Soojung kau sudah terlalu tua untuk bertingkah seperti ini.”

 

“Jangan bersikap paling benar kau Bae Suzy, aku tau kau pasti iri padaku kan?” sinis Soojung.

 

“Anio, sama sekali tidak. Untuk apa aku harus iri padamu hanya karena masalah sekecil ini, dan Myungsoo aku pastikan kau tidak akan malu jika menjadi waliku.”

 

“Apa maksudmu Bae Suzy? Jadi jika menjadi waliku eomma dan appa akan malu?”

 

“Kuyakin kau tau pasti kondisimu, nilaimu dibawah rata rata. Eomma harus bersabar menunggu “ Suzy melangkah meninggalkan ruangan tengah dengan tangan yang mengepal, jika saja ia melepas kendali mungkin ia akan bertengkar yang lebih besar lagi dengan Soojung.

 

.

.

.

 

Suzy baru saja keluar dari kamar mandi, tetesan tetesan air yang mengalir dari ujung rambutnya disapu begitu saja dengan handuk putih yang digunakannya.

 

“Haruskah aku mengeringkan rambutmu menggunakan hairdryer ? jika kau mengusapnya menggunakan handuk keringnya akan lama, kau bisa masuk angin.” Myungsoo masuk begitu saja kedalam kamar Suzy tanpa seizing sang pemilik kamar.

 

“Mengapa kau masuk tanpa mengetuk pintu?” ketus Suzy.

 

“Jam berapa aku harus datang kesekolah besok?’ Myungsoo mendaratkan tubuhnya dikasur mungil Suzy, tepat disebelah Suzy.

 

“Kau tak perlu datang, tadi hanya untuk membuat Soojung marah.”

 

“Wae? Bagaimana bisa pertemuan sepenting ini walimu tidak ada, setidaknya biarkan aku datang menjadi walimu.”

 

Bukannya menjawab Suzy malah merebahkan tubuhnya dikasurnya itu sambil membelakangi Myungsoo, “Keluarlah, aku ingin tidur.” Mau tak mau Myungsoo keluar walau sebenarnya banyak hal ingin ia bicarakan kepada Suzy.

 

.

.

.

 

Pagi pagi sekali sebelum siapapun bangun Suzy sudah bersiap untuk berangkat sekolah, entahlah mungkin salah satu alasan Suzy berangkat lebih dulu agar ia tak bertemu dengan Soojung.

 

Sepertinya pagi ini sedikit berbeda dari pagi sebelumnya, Suzy lebih menikmati sejuknya cuaca pagi hari, berjalan sedikit lambat karena melihat pemandangan sekililingnya yang cukup dibilang menarik.

 

Jalan Suzy sedikit melenceng dari biasanya, seharusnya dipertigaan toko pernak pernik Suzy harus lurus untuk menuju sekolah namun Suzy sekarang berbelok kanan. Tujuan utamanya berangkat pagi pagi ternyata bukan untuk datang kesekolah dengan cepat namun untuk melihat pemandangan sungai Han yang tak jauh dari sekolahnya.

 

Suzy mendudukan tubuhnya dipasir pinggiran sungai sambil menatap lekat indahnya Sungai han. Sesekali diraihnya batu kecil dan dilemparkannya kedalam air hingga menimbulkan bunyi yang khas.

 

Beberapa jam Suzy hanya diam melamun menatap kosong sungai itu, tanpa berniat melakukan hal yang lebih penting atau menarik, namun lamunan Suzy terhenti saat ia mengingat waktu. Ia harus segera kesekolah.

 

Tanpa berbasa basi Suzy berlari tanpa memerdulikan sekelilingnya yang menatapnya heran karena berlari begitu cepat bak kesetanan. Untuk saja pintu sekolah belum ditutup, ia masih bisa selamat. Bahkan hanya untuk melamun saja bisa mengahbiskan waktu hampir satu jam bagi Suzy.

 

Tanpa berbasa basi Suzy memasuki ruang kelasnya yang sudah dipenuhi siswa siswi beserta wali mereka, “Huhh,,huhhh, maafkan aku karena terlambat saem.”  Ucap Suzy sambil berusaha mengatur nafasnya yang tak karuan.

 

 

“Ne, kwenchana. Keundae Bae Suzy dimana walimu?” tanya Lee same.  Suzy terdiam berusaha berfikir alasan yang tepat, namun entah karena apa otaknya sekarang buntu, ditonton oleh banyak orang termasuk eommanya membuatnya kikuk.

 

“Aku wali Bae Suzy, maafkan aku terlambat.” Suara serak khas milik Myungsoo menggema berhasil membuat seluruh penghuni kelas itu menatao sumber suara.

 

Myungsoo memasuki kelas Suzy sambil menunduk meminta maaf, syukur saja guru Suzy orang yang baik, ia membiarkannya begitu saja. Setelah menyelesaikan masalah datang terlambatnya Myungsoo menarik tangan Suzy ke bangku paling belakang, sempat berpapasana dengan Soojung, Soojung menegur Myungsoo.

 

“Oppa mengapa kau disini?” tanya Soojung sambil berbisik bisik sedangkan Myungsoo hanya tersenyum sambil terus berjalan menggandeng tangan Suzy ke bangku belakang.

 

“Mengapa kau datang?” tanya Suzy tanpa memandang wajah Myungsoo.

 

“Karena aku ingin melihat hasil nilai dari muridku.” Ucap Myungsoo , setelah itu tak ada balasan dari Suzy.

 

Mereka semua mendengar penjelasan dari Lee saem, setelah memberi sedikit penjelasan mengenai nilai siswa Lee saem mulai memberikan hasil nilai murid muridnya.

 

“Tahun ini, kelas kita memecahkan rekor baru. Salah satu siswa dikelas ini mendapatkan juara umum, nilainya terbanyak diantara siswa siswa dikelas lain.” ucap Lee saem.

 

“Hmm ..” Lee saem membolak balikan sebuah kertas, mencari siapa siswa yang mendapatkan nilai terbaik itu.

 

“Ohh, Bae Suzy selamat.”  Seluruh mata menuju Myungsoo dan Suzy, sedangkan yang dilihat hanya diam tanpa eksresi sedangkan Myungsoo hanya tersenyum puas.

 

“Silahkan maju, ambil hasil nilaimu dan kau bisa pulang.” ucap Lee saem.

 

Suzy dan Myungsoo pun bangkit dari tempat duduknya.

 

“Tanda tangan disini dan kau bisa kembali pulang.” ucap Lee saem.

 

Setelah itu Myungsoo pun berjalan berdampigan dengan Suzy, begitu canggung rasanya sauasana itu, hanya terdengar hentakan kaki mereka yang melangkah menghantam tanah.

 

“Terimakasih, kau membuatku bangga. Padahal aku datang terlambat namun aku keluar lebih cepat, hmm untuk kali ini aku merasa berhasil menjadi guru.” Ucap Myungsoo.

 

“hmmm.” Gumam Suzy.

 

“Karena kau membuatku bahagia, aku akan mewujudkan satu keinginanmu.” Ucap Myungsoo.

 

“Aku tak memiliki keinginan.” Jawab singkat Suzy, ia masih fokus menatap lurus jalan tanpa memandang Myungsoo.

 

“Eyy ayolah, semua manusia pasti memiliki keinginan. Cepat katakan, akan kukabulkan, kau tak perlu malu malu. Kau pasti memiliki keinginan?” Paksa Myungsoo.

 

“Ada, tetapi aku tak mau memberi tahu padamu.”

 

“Yakk, ayolah jangan terlalu tertutup padaku. “

 

“Tak ada sangkut pautnya aku tertutup padamu atau tidak, aku hanya tak ingin mengatakan keinginanku yang tak mungkin kau capai.”

 

“Ayolah, aku pasti bisa. Bagaimanapun aku akan berusaha mengabulkannya.”

 

“Katakan!” perintah Myungsoo, kini Suzy menghentikan langkahnya, ditatapnya dengan tajam mata Myungsoo.

 

“Aku ingin pergi dari rumah itu, aku ingin pergi dari kehidupan eommaku dan keluarga Soojung.” Ucap Suzy sambil menatap wajah Myungsoo yang kini telah berubah ekspresi.

 

Myungsoo sama sekali tak bisa mengeluarkan sepatah kata, ia terlalu bingung harus mengatakan apa . “Kau tak bisa mewujudkannya bukan?” Suzy kembali berjalan seakan tak terjadi apa apa.

 

Suzy mendahului Myungsoo, entahlah karena kalut dalam pikirannya yang jelas Myungsoo sekarang tidak dapat menatap mata Suzy. Ia hanya mengikuti Suzy dari belakang, menatap punggung indah Suzy.

 

.

.

.

 

Ini sudah dua minggu sejak Suzy menyatakan pada Myungsoo keinginannya, dan selama itu juga hubungan Suzy dan Myungsoo berubah drastis. Myungsootak pernah sama sekali berbicara pada Suzy, ia juga tak pernah menatap wajah Suzy lekat lekat seperti biasanya, Myungsoo banyak berubah.

 

Setelah pengumuman hasil ujian iu Suzy dan Soojung sudah tidak sekolah, bisa dikatakan lulus. Pagi ini Suzy berniat melamar pekerjaan, walau sudah ditawarkan oleh tn. Jung untuk kuliah diluar negri seperti janjinya sebelumnya Suzy menolaknya.

 

Langit gelap beserta bintang bintang menemani malam Suzy, kini ia tengah duduk diteras rumah tn. Jung ini sudah lewat tengah malam namun Suzy belum tidur.

 

                “Apa yang kau lakukan disini?” tanya Tn. Jung yang tiba tiba duduk disebelah Suzy.

 

                “Hanya menghirup udara segar.”

 

                “Suzy –ah.” Panggil tn. Jung .

 

                “Ne?”

 

                “Bukankah aku sudah berjanji? Aku akan menyekolahimu diluar negri setelah lulus, nilaimu bagus akan mudah mencari sekolah diluar negri dengan nilaimu itu, aku tadi terkejut saat Lee saem menyebut namamu.”

 

                “Aku tidak ingin sekolah diluar negri.”

 

                “Lalu?”

 

                “Ada yang harus kuurus, dan aku harus tetap diam disini.”

 

                “Urusan apa?” tanya Tn. Jung penasaran.

 

                “Kau tak perlu tau, aku hanya ingin menagih hutang pada seseorang.”

 

                “Lalu sekarang apa yang kau inginkan?” tanya Tn. Jung

 

                Suzy menggeleng, “tidak ada.”

 

                “Jangan berbohong.”

 

                Suzy menoleh menatap tn. Jung “Aku memiliki keinginan, namun aku tak ingin memberitahu siapapun keinginanku padamu karena aku yakin kau tak bisa mewujudkannya.” Ucap Suzy datar.

 

                “Baiklah jika itu yang kau inginkan.”

 

Suzy mengeringkan rambut basahnya dengan handuk, saat sedang mengeringkan rambutnya mata Suzy menangkap sebuah surat kecil yang terletak dimeja belajarnya.

 

Dengan langkah yang perlahan Suzy meraihnya dan membukanya.

 

Maafkan aku, maafkan aku karena telah banyak melukaimu, membuatmu dienci oleh Soojung. Aku terlihat seperti namja pengecut bukan? Setelah tak bisa mewujudkan keinginanmu aku bahkan tak berani berbicara denganmu, lebih menyakitkannya lagi aku tak bisa menatap wajahmu.

 

                Hal yang paling kugemari didunia ini menatap wajahmu, maafkan aku karena banyak menyusahkanmu. Maafkan aku dan Bae Suzy aku mencintaimu.

 

                Sebuah surat yang tak tertulis siapa penirimnya berhasil membuat air mata Suzy tumpah, ia tau pasti siapa lelaki itu. Setelah membaca surat itu Suzy segera keluar dari kamarnya mencari pria itu.

 

Tbc….

 

Helllo, masih adakah yang menunggu ff gajeku ini? Oke iltan *idih sok pakek bhs korea* Aku mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Kedua , aku minta maaf karena late post, maaf sekali. Yang ketiga kunjungin blog pribadiku http://nananandhinidream.worpdress.com ada new ff lho, genre comedi jangan lupa kunjungin dan RCL ya…

40 responses to “Chinderella Sister [ Part 11 ]

  1. Jadi myungsoo tidak ada cukup nyali ya hhe, padahal kalau suzy kuliah diluar negeri itu lbih baik. Dari pada tinggal disana. Tapi ia tadi mau menagih janji. Apa janji myungsoi yng tadi atau janji sama orang lain? Dan sehun kemana belum diceritaim lagi ya

  2. 1 yg aku syukuri d chapter ini adl krna suzy bisa nangis.. Aku nyeseknya klo liat suzy sbnernya mndrita tpi dy trllu trtutup, ga puny org lain utk brbagi… Liat dy nangis aku jdi brsyukur s’enggaknya dia bsa sdkit lega.. Sehun km jjang (y)

  3. Gak ada karma yah buat ommanya suzy itu? Heh~ uang bisa mengubah orang😡
    myungsoo pliss, kau mengataka mencintai suzy, jadi pertahankan dia. Next partnya jangan lama dong thor………… (puppy eyes)

  4. itu eomma suzy bukan sihh gitu bgt
    sabar suzz
    myung oppa mw kmnaaa jgn blg pergii
    ajakk suzy jugaa donkkk dri pd di situ trss
    ohsehhh baiik n pengertian bgt yh

  5. oh sehun jinja, aku salut banget sama sehun, dia lapang dada banget. aduhh kasihan banget sama suz eommanya juga keterlaluan, apalagi soojung. bener-bener serasi soojung sama eomma suzy, ngeselin banget pengen aku tabok mereka. gak tahu apa suz menderita banget selama ini pake nambahin derita suz lagi. beneran mereka berdua itu. trus buat tn. jung aku udah hopeless lah sama dia, respectku hilang sebagian besar. walaupun aku tahu itu bukan maunya tn. jung tapi tetap aja ngeselin.
    adegan terakhir maksudnya apa? jangan bilang myung nyerah gitu? aduh makin penasaran. apalagi sama keinginan suz yang katanya tn. jung gak bakalan mau ngabulin itu. aduh tambah bertanya-tanya. kakak semangat ya fighting terus!!!

  6. Waaaahhh lama banget nunggu lanjutan ff ini.. sehun mengakui suka suzy dan mau jadi oppanya.. terus myung mau kemana? Kok pake nulis surat buat suzy? Mau pergikah??

  7. Nilai soojung dibawah rata2 tp bisa lulus, bagaimana itu?
    Suzy ngejar myung, apa dia ingin berbaikan? Tp mereka tidak bertengkar.. Bingung juga

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s