Cinderella Sister – Chapter 12

cs

Title : Cinderella Sister || Author ; Mnandhini || Main cast : Bae Suzy, kim myungsoo etc. || Genre : Sad.

Mian for typo and happy reading. dont forget visit our my blog nananandhinidream.wordpress.com

Suzy berlari keluar dari kamarnya, tak sengaja ia melihat Sehun yang berjalan melewati teras “Sehun dimana Myungsoo?” tanya Suzy tergesah gesah.

 

“Kau tidak tau?  Hari ini dia akan pergi wamil, baru saja Tn. Jung dan Soojung mengantarnya.

 

“Kurasa mereka belum jauh.” Lanjutnya. Dengan cepat Suzy berlari tanpa menggunakan alas kaki keluar, ia dapat melihat mobil Tn. Jung yang menjauh dari halaman rumahnya.

 

Rasa dingin beserta perih akibat Suzy tak menggunakan alas kaki tak diperdulika oleh Suzy, yang menjadi tujuannya adalah bertemu dengan Myungsoo.

 

Suzy mengejar mobil hitam itu tanpa mengenal lelah, setelah cukup jauh berlari mobil itu berhenti, begitu pula Suzy, ia menghentikan langkahnya ketika matanya menangkap sosok yang ia kejar.

 

Pria itu berlari mendekati Suzy, in kali pertamanya setelah Suzy mengungkapkan janji itu bagi Myungsoo untuk menatap mata Suzy.  Dilepasnya mantel hitam yang melekat ditubuhnya dan dikenakan ditubuh Suzy namun dengan cepat dibuang begitu saja oleh Suzy.

 

Suzy menatap mata Myungsoo, tidak seperti tatapan yang biasanya melainkan tatapan penuh arti.

 

Plak~ Suzy menapar pipi Myungsoo dengan mata yang berkaca kaca.

 

“Pembohong, kau pembohong.”ucap Suzy dengan penekanan.

 

“Maafkan aku.” Lirih Myungsoo.

 

“Shireo, aku tak membutuhkan permintaan maafmu, yang kuinginkan menagih janjimu itu.”

 

“Untuk saat ini aku tak bisa mewjudkan janjiku padamu, tapi ingatlah ini Suzy –ah. Aku bukan berusaha menghindar dari mu, kau tau aku merasa aku belum cukup pantas untuk menjagamu,, aku terlalu pengecut. Jadi tunggulah aku setelah aku wamil, aku akan mendapatkan jalana keluarnya, jalan keluar untuk kau bisa meninggalkan rumah itu. Tunggulah aku Bae Suzy, beri aku waktu untuk berfikir jalan yang mana yang pantas untuk menebus hutangku padamu.”

 

Suzy hanya diam, air matanya telah lolos jatuh begitu saja tanpa sepengendalian Suzy, “Jika kau aku mengatakan mencintaimu apakah kau akan meninggalkanku ?” tanya Suzy lirih.

 

Myungsoo menggeleng, “Aku tidak akan meninggalkanmu, aku hanya menjalankan tugasku sebagai warga Negara Kore selatan dan waktu itu juga kugunakan untuk berfikir sematang matangnya, aku akan kembali. Maka dari itu tunggulah aku sebentar saja ne” Ucap Myungsoo.

 

Myungsoo memeluk Suzy yang masih diam mematung ditempatnya, ini begitu membuatnya terpukul. Untuk kali pertamanya Suzy merasa kehilangan saat orang yang teramat ia cintai pergi meninggalkannya, orang yang dicintainya dengan sembunyi bunyi, merahasiakan isi hatinya sesungguhnya.

 

Myungsoo melepas pelukannya dan secepat kilat mengecup bibir Suzy, “Aku pergu Suzy –ah jaga dirimu baik baik dan –“

 

“Aku mencintaimu.” Kalimat itu adalah kalimat terakhir yang Suzy dengar dari bibir Myungsoo. Myungsoo berlari menjauh dari Suzy, sedangkan Suzy hanya bisa menatap punggung Myungsoo yang menjauh.

 

Mobil itu semakin lama semakin melaju cepat hingga Suzy tak dapat melihat bayangan mobil hitam itu, hatinya terlalu lelah untuk menahan air matanya. Ia terduduk dijalan itu menangis tanpa memperdulikan siapanpun yang menganggapnya wanita gila.

 

.

.

.

 

Tiga tahun kemudian.

 

“Bagaimana kau bisa bersikap seenaknya kepada kami ?! Apa kau melupakan fakta bahwa tanpa kami perusahaan anggur anda tak bisa sesukses ini?” bentak seorang pria paruh baya dengan setelan jas mahalnya, sedangkan beberapa kawannya yang duduk disebuah meja oval itu hanya mengangguk menyetujui.

 

“Jika anda tidak setuju dengan kebijakan yang kubuat silahakan tanda tangani surat pembatalan kerja sama yang telah kubugikan tadi.” Ucap seorang wanita muda dengan santai sambil membaca beberapa berkas.

 

Matanya teralih menatap orang orang yang menentangnya tadi, dileparnya kertas kertas itu begitu saja tanpa mengharigai betapa susah payahnya sang pembuat gagasan gagasan itu, “Kalian menginginkan aku membayar kalian dengan hasil pekerjaan seperti ini?”

 

Gadis itu bangkit dari kursi kebesarannya, “Hahhh, jangan bercanda. Aku tak akan membayar tumpukan sampah ini dengan harga yang tinggi.”

 

“Ahh kau bilang tadi karena kalian perusahan kami tak sesukses ini?” tanya gadis itu.

 

“Nona Bae Suzy, bukankah sikapmu sekarang terlalu sombong? Kau menganggap karena kinerjamu seorang diri perusahan ayah tiri anda sukses, kau tidak akan sukses tanpa bantu tangan seseorang. “ ucap salah satu pemilik saham geram.

 

Bukan Suzy jika ia kalah berbicara, ia berjalan menuju pintu keluar dan membuka pintu itu. “Maka dari awal aku mempersilahkan siapapun yang tak setuju dengan kinerja kerjaku atau kebijakan yang aku buat silahkan tandatangani surat itu dan pergi dari ruangan ini.”

 

“Bukankah ini lucu? Kalianlah pemegang saham menganggap kalian yang menjadi tonggak perusahaan ini sukses” Suzy berhenti sejenak.

 

“Kalian semua salah, karena pegawai kami yang kompetenlah yang membuat perusahan anggur kecil keluarga Jung menjadi sukses hingga mancan Negara. Peran kalian sangatlah kecil, hanya menjadi pemegang saham saja bukan berarti kalian yang berfikir keras untuk memajukan perusahan ini. Kalian hanya memainkan uang kalian saja, namun tidak memainkan otak kalian.”

 

“Sekali lagi kuperingatkan jika kalian setengah hati dengan perusahaan ini kalian bisa pergi dan mencari perusahan anggur yang lain, aku masih bisa mencari mitra kerja yang lebih baik dari kalian, lagi pula tidak ada perusahaan yang bersedia membayar mahal mahal kertas tak berharga seperti ini.” Ucap Suzy.

 

“Rapat saya tutup, jika ada yang keberatan silahkan datang keruangan saya.” Ucap Suzy lalu pergi dari ruangan meeting itu.

 

Suzy berjalan santai dikoridor menimbulkan bunyi bunyi halus dari sol sepatunya.

 

“Bukankah kau terlalu kaku dan galak samunim.” Ucap Sehun sambil berjalan menyamai langkahnya dengan Suzy, sedangkan Suzy hanya tersenyum.

 

“Bukan galak namun tegas.” Ucap Suzy membenarkan perkataan Sehun. Merea berjalan beriringan menuju luar kantor, ini sudah jam makan siang dan Suzy dan Sehun akan makan siang dirumah karena Tn. Jung mengtakan ada hal yang special hari ini.

 

Tak sengaja mata Suzy menangkap sebuah pameran lukisan dan ada sebuah lukisan yang begitu menarik dimata Suzy, “Aku membawa mobil, kau bisa pulang lebih dulu. Aku ada urusan.” Ucap Suzy meninggalkan Sehun.

 

Suzy memasuki ruangan itu, mendekati sebuah lukisan indah yang mengingatkan Suzy akan seseorang.

 

Lukisan pantai dengan ombak yang cukup besar menjadi fokus Suzy, matanya menyapu seluruh bagian lukisan, bekitu detail hingga ia bisa melihat sebuah titik yang netah itu termasuk dari seni atau kesalahan dari sang pelukis.

 

“Kau disini Bae Suzy?” suara wanita yang sangat familiar bagi Suzy berhasilkan memecahkan fokus Suzy, dialihkannya pandangannya menuju sumber suara.

 

“Apa yang kaulakukan disini Jung Soojung.” Tanya Suzy.

 

Soojung tersenyum, “Hanya melihat lihat, ah pasti kau sudah mendengarnya? Myungsoo oppa sudah kembali, maka dari itu appa memintamu untuk makan siang dirumah.”

 

“Bagaimana kau bisa tau?”

 

“Myungsoo oppa yang memberitauku. Setiap minggu ia mengirim surat padaku. Heol, apa Myungsoo oppa tidak mengirimimu surat?” tanya Soojung.

 

“Yakk jung Soojung, mengapa kau tidak mengurus urusanmu sendiri saja, kau masih bisa meluangkan waktumu disini sedangkan banyak berkas harus kau selesaikan.”

 

Soojung hanya terdiam kikuk, apa yang Suzy katakan memanglah betul. Soojung juga adalah salah satu pegai diperusahaan appanya, namun kinerjanya bisa dikatakan lebih buruk dari Suzy, semua yang dikerjakan Soojung tak satupun yang berhasil pasti ada saja campur tangan dari Suzy.

 

Suzy pergi meninggalkan Soojung begitu saja, jujur ia sangatlah sensitive saat mendengar nama Myungsoo.

 

Ia menghampiri mobilnya dan memasukinya, sejenak ia menyenderkan kepalanya kestrir mobilnya, pikirannya begitu merumitkan saat mengetahui Myungsoo kembali setelah pergi selama tiga tahun. Ditambah fakta bahwa Myungsoo hanya mengirim surat ke Soojung, membuat Suzy cukup kesal.

 

.

.

.

 

Lampu rambu rambu berganti warna menjadi merah, menandakan bahwa para pengendara mobil atau motor untuk stop, begitupula dengan Suzy, ia menghentikan mobilnya. Sambil menunggu lampu berubah warna menjadi hijau Suzy mengambil sebuah kertas yang diselimuti oleh map, dimanapun Suzy bisa mengerjakan tugasnya, karna menurutnya satu detik sangatlah berharga.

 

Brak~ Kepala Suzy terpelanting membentur stir mobilnya saat dirasanya sebuah hantaman dari belakang mobilnya. Suzy meringis kesakitan karena kepalanya membentur benda keras itu cukup membuat lebam biru dan sedikit darah dari keningnya.

 

Saat ia mengerti situasinya dibukanya pintu mobilnya dengan geram, menghampiri pemilik mobil yang menabraknya.

 

“Kau tau apa yang telah kau perbuat?” tanya sinis Suzy.

 

Seorang pria tinggi dengan setelan jas mahalnya keluar dari mobil sportnya, ia menatap khawatir mobilnya bagian depannya yang hancur karena menabrak mobil Suzy, walau tidak parah namun cukup menghabiskan uang yang banyak.

 

Suzy sungguh kesal saat pria muda itu tak memperdulikan ucapannya, “Kurasa yang harus kau ucapkan sekarang adalah mintaa maaf dan membayar tagihan untuk memperbaiki kerusakan mobilku ini, bukannya menatap prihatin mobil sportmu yang sudah tak mulus lagi.” Ucap Suzy sambil melipat tangannya kedepan dada.

 

Pria itu akhirnya menatap kearah Suzy, matanya tertuju pada kening Suzy yang sedikit terluka. “Apa kau tak apa apa? Kening anda –“ pria itu menunjuk keningnya sendiri untuk menyadarkan Suzy.

 

Suzy sama sekali tak menunjukan ekspresi terkejutnya karena ia sudah menduka keningnya akan terluka, “Beri kartu namamu.” Ucap Suzy

 

“Ne?”

 

“Antisipasi jika kau tak mau bertanggung jawab membayar tagihan service mobilku aku akan datang ketempat kerjamu atau kerumahmu.”

 

Pria itu mengeluarkan sebuah kartu yang diyakini kartu namanya dan memberikannya pada Suzy. Dan betapa terkejutnya Suzy saat ia membaca nama pria itu.

 

“Kim Young Hyuk? Ssi ?” ucap Suzy tak percaya.

 

“Ne.” dan kembali mata Suzy terbelalak, ia menunduk sambil mengucapkan permintaan maafnya.

 

“Aku benar benar mintaa maaf karena tak mengenali anda, Anyyeonghaseyo aku Bae Suzy dari perusahan anggur Jung.” Ucap Suzy.

 

“Ahh tidak perlu minta maaf. Seharusnya aku yang minta maaf karena telah menabrak mobilmu dan membatalkan pertemuan kita siang ini.” Ucap Young hyuk, ia adalah perwakilan dari Hessang grup yang merupakan sponsor baru dari perusahaannya.

 

Suzy melirik sekilas jam tangannya,”Maafkan aku, tapi aku harus pergi.” Ucap Suzy penuh penyesalan. Sebentar lagi waktunya jam makan siang dan ia tak ingin orang orang dirumah menunggunya.

 

“Ne cheonma. Kalau begitu sampai bertemu mala mini.” Ucap Young hyuk.

 

“Ne, pukul 7 direstoran hotel Hadong.” Ucap Suzy dan diangguki oleh Young hyuk.

 

“Silahkan pergi, kau sepertinya buru buru dan aku akan membawa mobilmu kebengkel. Kau bisa naik taksi bukan?” tanya Young hyuk.

 

Dengan pasti Suzy mengangguk, “Ne, kamshamida.” Suzy segera melesat mencari disekeliling sebuah taksi, dan tanpa menunggu waktu yang lama Suzy sudah menemukannya.

 

.

.

.

 

Dering ponsel Suzy menyadarkan Suzy dari lamunannya, nama Sehun tertera jelas dilayar ponselnya. “Hmm?” gumam Suzy.

 

“Mengapa ku begitu lama? Apa dijalan sedang macet?” tanya Sehun dari seberang telfon.

 

“Ani, hanya ada sedikit insiden. Aku sebentar lagi aku sampai.” Ucap Suzy.

 

“Baiklah, aku menunggumu.”

 

Suzy memutuskan sambungannya, selang beberapa menit Suzy dapat melihat Sehun yang sudah berdiri didepan rumah Tn. Jung.

 

Setelah membayar tariff taksi Suzy keluar dari taksi itu, segera Sehun menghampiri Suzy, “Insiden apa yang terjadi? Ada apa dengan keningmu? Apa kau terluka?” Sehun memberikan Suzy bertubi tubi pertanyaan membuat Suzy hanya bisa tersenyum dibuatnya.

 

“Pertama, insiden lalu lintas dan yang menabrakku adalah sponsor baru kita. Kedua, karena kecelakaan itu keningku membentur stir mobil dan jadi seperti ini. Dan yang terakhir aku tak terluka jadi jangan menatap k berlebihan seperti itu, kupikir bola matamu akan loncat dari matamu.”

 

“Arasseo, aku hanya terkejut melihat keningmu seperti itu. kajja, kita masuk.”

 

Suzy dan Sehun berjalan berdampingan, tak sengaja Suzy dan Sehun bertemu dengan Soojung dan Myungsoo. Suasa menjadi canggung saat mata Myungsoo dan Suzy bertatapan.

 

“Mengapa suasana menjadi canggung? Suzy –ah, Myungsoo oppa sudah kembali.” Ucap Soojung berusaha membuat Suzy tak berkutik.

 

“Selamat datang.” Ucap Suzy pelan, sejujurnya ia sangatlah geram dengan sikap Soojung yang seperti ini, begitu berlagak menurutnya.

 

“Hanya itu, apa ada yang kau ingin bicarakan?” goda Soojung lagi.

 

Suzy mengepalkan tangannya, sungguh geram dengan Soojung. Cukup lama tak ada jawabn dari Suzy, Soojung kembali menegurnya, “Suzy –ah aku bertanya apa ada yang ingin kau bicarakan?”

 

“Ne.”

 

“Serahkan seluruh proposal yang kau kerjakan, aku tak akan memberimu tugas lagi. Kau tak bisa kuandalkan, kinerjamu tak memenuhi syarat bagiku.” Lanjut Suzy.

 

“Yakk, aku maksud bukan denganku tapi dengan Myungsoo oppa.” Ucap Soojung gelagapan, dia tak mungkin menang jika melawan Suzy.

 

“Jika dengan Myungso tidak ada, aku hanya ingin berbicara denganmu. Jadi setelah makan siang ini serahkan semuanya tanpa tersisa.” Suzy meninggalkan Soojung, Sehun dan Myungsoo begitu saja.

 

“Hahh dia tak berubah.” Batin Myungsoo sambil tersenyum.

 

.

.

.

 

Suasana makan siang dikediaman tn. Jung tak berubah hening, yang berubah hanya bertambah satu anggota keluarga yang sudah kembali yaitu Myungsoo.

 

“Bagaimana kesan kesanmu saat di camp pelatihan? Apa kau menyukainya?” tanya Tn. Jung berusaha menghilangkan rasa canggung ang melanda keluarganya.

 

“Tidak buruk, kehidupan disana benar benar berat. Kita diperlakukan bak tentara sesungguhnya.” Ucap Myungsoo sambil berusaha mengingat saat saat ia wamil.

 

Sedangkan Suzy sama sekali tak memperdulikan pembicaraan tak penting itu, ia lebih memilih fokus pada makanannya. Setelah merasa perutnya sudah tkenyang Suzy bangkit dari tempatnya.

 

“Kau sudah selesai makan? Mengapa sangat cepat? Hari ini adalah hari yang special karena Myungsoo akhirnya kembali, namun kau harus pergi  dengan cepat.” Ucap Tn. Jung

 

“Mianhae tapi ada urusan yang perlu kuurus “ ucap Suzy kembali memulai langkahnya, namun kembali langkahnya tertahan “Soojung –ah selesai kau makan aku akan mengambil semua proposal yang tengah kau kerjakan.”

 

“Shireo, mengapa kau seenaknya mengambil alih tugasku?”

 

Suzy menutup matanya berusaha bersabar, “Karena proposal yang kau kerjakan akan menambah pekerjaanku. Boleh kujujur? Sebenarnya proposal yang kaubuat sangatlah buruk, tak rapi, tak masuk akal, dan sungguh tak berguna. Itu hanyalah sebuah sampah kertas tak lebih, jika saja kau tak berusaha mengolah proposal itu maka pekerjaanku tak bertambah berat, jadi biarkan aku saja yang berfikir dan kau cukup duduk manis Agassi.”

 

Soojung terdiam, sekuat apapun hatinya pasti akan sakit saat ia dipermalukan dan proposal itu Soojung membuatnya dengan serius hingga membuatnya harus begadang namun akhirnya hanya disebut sampah.

 

“Mengapa kau berbicara kasar Suzy –ah, bukan begini caranya untuk membangun Soojung. Cukup ajari dia bagaimana caranya bukan dengan cara menghina pekerjaannya.” Ucap Myungsoo menengahi.

 

“Kalau begitu, bisa kah aku meminta bantuanmu Kim Myungsoo –ssi untuk mengajari Soojung? Aku tak memiliki waktu untuk mengurusi hal semacam itu.” ucap Suzy dengan penekanan saat menyebut Kim Myungsoo –ssi.

 

Suzy pergi meninggalkan begitu saja meja makan yang masih diisi oleh anggota keluarga lain, hanya Suzylah yang meninggalkan meja makan itu.

 

Suzy berjalan santai, ia berusaha menghilangkan Myungsoo dari pikirannya walaupun itu sulit.

.

.

.

 

Setumpukan proposal yang harus ia periksa akhirnya telah selesai, Suzy meregangkan badannya dan melirik sekilas jam, sudah pukul 7 malam dan ia harus menemui young hyuk untuk kelangsungan bisnisnya.

 

Suzy meraih mantel hitamnya dan keluar dari kamarnya. “Sehun –ah !!” teriak Suzy sambil berjalan cepat menuju luar rumah.

 

“Wae?” tanya Sehun yang ikut berjalan cepat menyamai langkahnya dengan Suzy.

 

“Kau ikut aku ke hotel hadong.” Ucap Suzy sambil mengenakan sepatunya.

 

“Membicarakan kontrak sponsor?” tanya Sehun.

 

“Hmm” gumam Suzy.

 

“Mengapa dihotel?” tanya Sehun.

 

“Bukan dikamarnya namun direstaurantnya.” Ucap Suzy.

 

“Gunakan mobilmu.” Lanjut Suzy.

 

.

.

.

 

“Kau yakin tak perlu kutemani masuk?” tanya Sehun.

 

Sedangkan yang ditanya masih fokus menata poni poninya , “Jika ada apa apa akan menelfonmu.”

 

Suzy keluar dari mobilnya dan berjalan menuju dalam hotel.

 

–skip–

 

“Anyyeong haseyo.” Suzy menundukan kepalanya memberi salam kepada Young hyuk.

 

“Ne anyyeonghaseyo.” Balas Young hyuk.

 

Suzy mengeluarkan beberapa kertas yang merupaka proposal yang harus ia tunjukan kepada sponsor barunya, “Suzy –ssi disini terlalu bagaimana jika kita masuk kekamar saja, agar aku bisa berkonsentrasi untuk membicarakan pekerjaan.” Ucap Young hyuk. Awalnya Suzy merasa ragu namun ia berusaha menyingkirkan pikiran buruknya dan mengikuti apa yang diinginkan Young hyuk.

 

Saat berjalan menuju kamar hotel tujuan Suzy sempat menelfon Sehun, hanya memberi tau kondisinya sekarang.

 

Young hyuk berjalan mendahului dan ketika ia menemukan kamar yang ditujuanya ia langsung membuka pintunya.” Silahkan masuk Suzy –ssi.” Ucap Young hyuk.

 

Suzy memasuki kamar itu dan duduk dikursi yang telah disediakan. Ia kembali mengeluarkan kertas yang sama dan memberikannya ke Young hyuk. Hanya sekilas dibacanya proposal itu lalu dilemparnya sembarang oleh Young hyuk membuat Suzy menatap kesal kearahnya.

 

“Apa yang kau lakukan Young hyuk –ssi?” tanya Suzy kesal namun yang diajak berbicara semakin lama semakin mendekatinya, begitu dekat hingga membuat Suzy terpojok.

 

“A..apa y..yang kau lakukan Young hyuk –ssi?’ tanya Suzy dengan suara yang bergetar.

 

“Aku ? Aku hanya menginginkanmu” ucap Young hyuk semakin mendekati Suzy. Ia berusaha menciumi Suzy namun sebisanya Suzy menghindar. Kejadian beberapa tahun yang lalu kembali terulang membuat luka lama Suzy kembali terbuka.

 

Tbc..

Ayoo aku kembali bawain ff gaje ini , gimana? Daku gk buat Myungsoo pergi lama kan hehehe. Maafkan diriku yang semakin membuat ini ff gaje. Oh iya, hanya sekedar promo ayo kunjungin wp pribadiku, ada new ff judulnya Suddenly love, ff genre comedi yang dijamin bikin kalian ngakak http://nananandhinidream.wordpress.com *ah ini opini*. Dan satu lagi, aku buat ff oneshot ratingnya PG/ NC – 17 ato lebih, tapi menurutku gak sampe NC -21, nah menurut kalian haruskah aku ngepost bulan ini? Disaat umat muslim sedang berpuasa atau aku ngepostnya pas udh berhenti puasa ? minta sarannya ne, kalo aku post palingan akunya pw in, dan aku fokusinnya pada ceritanya yang super sad ya bukan NC nya. Mohon sarannya.

35 responses to “Cinderella Sister – Chapter 12

  1. Omo suzy jadi makin galak sekarang kata”nya terlalu pedas.
    Takutnya suzy akan dibenci banyak orang.
    Suzy dalam bahaya smoga sehun cepat datang dan menyelamatkan suzy

  2. Ya ampun suzyyy.. Kau seharusnya mengajak sehun, tp kau sudah memberitahu sehun kan. Semoga sehun cpt dtg atau siapapun yg bisa nolongnya

  3. Waaaa aku kira young hyuk orangnya baik ternyata jahat.. gimana nanti suzy?? Apa suzy truama lagi?? Semoga sehun atau myung bisa nolong suzy..

  4. Semoga tidak terjadi hal buruk dan segera ada yg menolong Suzy…
    Kenapa hubungan Myungsoo dan Suzy malah semakin buruk setelah lama berpisah? semoga hubungan mereka segera membaik…
    Ditunggu next partnya, gomawo🙂

  5. Myungsoo semacam gajelas ya thor kkkk~ sikapnya kurang greget. Aku myungzy shipper tp kok malah pengen suzy sm sehun wkwk btw keren thorrrr! Next

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s