Duniamu

Kau hanya batu kerikil

By Ravenclaw

“Sudahlah, kau sudah mengatakan berapa kali kalau kau sudah bisa…”

Please, Suzy. Kau dengarkan saja, ya?”

Dan beberapa sekon kemudian kau hanya mengangguk kecil. Sebuah bangku taman menjadi saksi bisu, ditemani semilir angin dan betapa sepinya taman tersebut karena ia menyuruhmu keluar saat semua orang tertidur dengan pulasnya.

“Aku sudah malas mendengar ceritamu tentang itu-itu saja,” ujarmu dengan sarkatik seiring eratnya genggamannya, mencegahmu untuk pergi meninggalkannya yang semakin terluka.

Please, okey? you know? Hanya kau yang mau mendengarku meskipun kau sudah bosan atau lainnya, please Suzy. aku tahu kau tak tega meninggalkanku yang seperti ini.”

Dan ucapannya memang benar, kau tak pernah merasa tega untuk berani meninggalkannya, barang selangkah pun. Setelah detik kelima kau duduk di kursi itu, cerita lama mulai terdengar diputar. Sama seperti dugaanmu bahwa kekasih hatinya melakukan kesalahan seperti yang pernah diceritakan dulu olehnya. Bedanya hanya berbeda apa yang dilakukannya juga dimana tempat ia melihat.

Intinya beda cerita satu rasa.

“Aku melihatnya, Suzy, aku benar-benar melihatnya dengan jelas di tepi Sungai Han tadi. Ia merangkulnya dengan mesra, bahkan ia terlihat dengan santai saat dicium pipinya. Tawanya benar-benar lepas, Suzy,” kau hanya diam membisu seolah-olah hendak memikirkan solusi yang terbaik untuknya. Namun, nyatanya kau semakin rusak.

Dan rapuh.

“Aku harus bagaimana lagi, Suzy? Aku sudah memberikan seluruhnya, sku sudah mengerahkan seluruh tenagaku bahwa aku ada untuknya. Tapi kenapa balasannya seperti ini?” itu keluhnya, merasa kesal, merasa kecewa, merasa hancur, sama sepertimu yang kali menatapnya yang emosi.

“Hei…”

Ia menoleh, menatapmu, seolah meminta pertolongan dari lubang hitam yang tak berdasar.

“Kenapa kau tak berpikir untuk meninggalkannya?”

Itu pertanyaanmu yang dengan gamblangnya keluar dari bibirmu, mewakili jutaan rasa yang kau pendam selama ini. Berharap menjawab yang pas mengobati lukamu.

Namun, nyatanya ia menggeleng pelan. “Aku tidak bisa, Suzy.”

“Hatiku seolah-olah sudah tertancap pada dirinya. Sudah ribuan kali aku memikirkan itu, tapi hatiku tetap berkata bertahan. Aku masih ingin bersamanya.”

Itu adalah jawabannya, dan kau justru berharap bukan jawaban itu yang keluar dari mulutnya.

Lalu, kenapa kau juga tidak bisa meninggalkannya sendirian bersama kisah-kisah pilunya itu?

Bukankah kau sudah muak dengan cerita-cerita lamanya, bukan?

Bukankah kau benci dengan kondisi seperti ini?

Ah, aku tahu apa jawabannya.

Sama bukan dengan jawabannya yang tidak kau harapkan itu?

Hatimu tetap masih ingin bertahan padanya, meskipun sudah ribuan kali kau terjatuh penuh luka.

Pada akhirnya kau hanya sebuah kerikil yang ia lempar ke sungai sebagai penghilang kesal saat ia merasa benci dengan dunianya.

Ya, itulah duniamu, yang tak bisa kau hindari.

based on true story

and thanks for @yang.terdalam on instagram for quotes ^^

 

18 responses to “Duniamu

  1. Hua nyesek bacanya… Kdng begitu lah cinta… Tak peduli meski telah terluka.. Hati dpt mengalahkan logika kita… Ditunggu ff lainnya… Fighting

  2. Jdi ceritanya suzy suka sma temenya tpi temnnya udh punya kekasih gitukan?
    Seperti cinta terpendam
    Good story thorr😀

  3. AHHH ENYESSSSSSSS BACANYAA DEDEQ JADII NGANUUU *ap hayooo *ndak ndak wkwk

    abis ngeliat chanyeol tatap tatapan ama personil twice itu :”) *dalem banget kayaknya mz , terus baca ini , enyess enyesss

    but ILY KAK

  4. Hailo, hm sepertinya ini pertama kali aku mampir ke lapakmu. Hihi. Salam kenal di sana, xianara di sini, line 97 hehe.

    dan si dia ini emang krikil yang minta dilindes buldoser. bahT_T
    aku suka sama penggunaan sudut pandang ini, keselnya jadi makin ikutan kerasa karena kita seperti menge-judge si kerikil itu, huhuh.
    sekilas masih tersisa beberapa typo sedikit, tapi ndak mengurangi esensi ceritanya^^
    last, keep writing ^^

    • huwala humba ada sang master! /sungkem/
      aku sering ngeliat dirimu bersliweran di tl maupun ksf loh akak hahahaaa..
      btw, salken, rave 99line ^^
      duh jangan baper yaaa ini mah apah yah huhu T^T
      huhuhu makasih atas komenanmu yang akak ^^ duh seneng deh akhirnya dikunjungi oleh dirimu haha :’v
      dikau juga kak ^^

      • Ciyaat ciyaaat master apaan :” master donlot iya emang. Lol.
        Ah hi, rave! Salkem juga, hihi.
        Duh masih banyak sekali temen 2 authornim yg lebih specta drpd saya, saya mah msh blm apa2 atuh.
        Hahaha, oke2 Rave^^ see u again in another fiction~

      • duh beneran deh aku keknya pernah baca salah satu fict-mu gitu soalnya muncul di tl :’v terus terus terus oh god… dia ndewa kalo bikin fict :’v
        intinya sih yang pengen bisa ngekspresin apapun dengan nulis udah keren kok uhuhuhu~ /sok/
        okey, akak xia/? see u again too ^^

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s