[Freelance] Heal Me, Love Me Chapter 1

image1

Title : Heal Me, Love Me | Author : Rach | Genre :  Family, Medical, Romance | Rating : G | Main Cast : Bae Suzy, Xi Luhan, Oh Sehun | Other Cast : Kim Jongin, Jung Soojung

***

Credit : Poster by IRISH @ posterfanfictiondesign.wordpress.com

 

Happy Reading~

Seorang gadis berambut coklat sedang sibuk memainkan keyboard laptop dengan jari-jari lentiknya. Ia mendudukan dirinya dikursi dengan busa yang cukup empuk berwarna tosca pastel tepat disamping jendela besar yang menghubungkan kamar tidurnya dengan balkon yang dapat melihat pemandangan indah yang ditampilkan oleh Sungai Han.

“Ting.. Tong” suara bell berbunyi dari depan pintu apartemen milik gadis yang masih sibuk dengan laptopnya

“Yobosae-“ucapgadis berambut coklat itu

“Bae suzy, jangan coba-coba menghindariku. Cepat buka pintunya!” Perintah seorang pria dibalik pintu yang menelfon ke ponsel gadis bermarga Bae itu

“Hmm chakkaman” ucap Suzy langsung memutuskan panggilan itu dan berjalan menuju pintu apartemennya

“Hari ini jadwal konselingmu, kau tahu?” Pria tampan dengan kemeja dan jas putih kebesaran seorang dokter memasuki apartemen Suzy tanpa meminta izin pada pemiliknya

“Oppa!” Suzy menatap kesal kearah pria tadi yang sekarang sedang sibuk mengeluarkan beberapa buku dan alat-alat yang biasa digunakan untuk melakukan terapi pada pasiennya

“Eits, sekarang jam kerjaku. Jadi panggil aku dokter Lu” saut pria dengan mata sebening kristal yang tersenyum hangat selayaknya dokter yang menyapa pasiennya

“Shirreo! Aku sedang sibuk dengan deadline projek-ku” suzy berjalan kearah kamarnya dengan wajah kesal karna harus melakukan terapi yang menurutnya hanya membuatnya semakin tersiksa

“Chagiya” panggil pria yang berprofesi sebagai dokter itu berhasil membuat suzy menghentikan langkah kakinya

“Luhan Oppa” suzy membalikan tubuhnya menatap pasrah kearah Luhan yang tersenyum hangat menepuk sofa kosong disebelahnya

“Aku tau kau sangat sibuk, tapi kau lebih tau kalau kekasihmu ini jauh lebih sibuk darimu, benarkan?” Luhan mengelus lembut pipi suzy yang sudak terduduk disampingnya

“Arraseo, hari ini tentang apa lagi?” Jawab suzy pasrah dengan apa yang akan dilakukan kekasihnya itu

“Dengarkan ini, pejamkan matamu. Anggap saja kau berada disituasi seperti itu” ucap Luhan memberikan earphone yang penutup mata yang langsung dipakai Suzy tanpa bisa menolak

“Hmm” suzy sudah siap dengan earphone dan mata tertutup disamping Luhan yang sedang sibuk memilih sebuah file suara dilaptopnya

“Kau siap?” Tanya luhan menatap suzy sedikit khawatir

“Eoh” suzy menghela nafas panjang mencoba menenangkan dirinya

“Tarik nafas yang dalam jika kau merasa kesulitan, aku mulai sekarang” Luhan mengklik tanda Play pada file suara tersebut dan mulai terdengar ditelinga Suzy

Suzy menarik nafas panjang mencoba mengendalikan dirinya yang sudah mulai pucat dan butir-butir keringat bersarang didahi dan telapak tangannya yang mulai bergetar.

Bae suzy gadis yang telah menderita Agoraphobia sejak 4 tahun yang lalu, seorang gadis yang hanya lulus Sekolah Menengah Atas dan tak berniat melanjutkan pendidikannya karena phobia yang dideritanya, beruntung ia memiliki bakat menulis dan itu yang menjadikannya sebagai seorang penulis yang cukup diakui kemampuannya oleh para penulis senior, namun karna kepribadiannya itu, tak banyak orang yang mengetahui identitasnya yang sengaja ia sembunyikan untuk melindungi dirinya.

-Suzy POV-

Suara obrolan orang-orang banyak, suara orang-orang yang tertawa dan ada juga suara orang-orang yang menangis terdengar dari earphone yang melekat ditelingaku. Tanpa bisa ku hindari tubuhku selalu merespon seperti biasanya, bergetar, mengeluarkan banyak keringat sampai sakit kepala karna menahan kecemasanku setiap kali aku mendengar suara banyak orang, klakson kendaraan, apalagi sampai berada dikeramaian orang banyak.

Yap, aku seorang penderita Agoraphobia. Aku selalu berusaha agar phobia sialan yang bersarang dijiwaku hilang, tapi ternyata tidak semudah membalikan telapak tangan. Sudah 2 tahun aku menjalani berbagai terapi dan konseling tapi perubahan yang terjadi tidak terlalu signifikan sehingga aku masih lebih suka mengurung diriku dirumah seorang diri.

Memang ada sedikit perubahan hasil dari terapi dan konseling yang diberikan Luhan oppa, aku sedikit bisa menahan kecemasanku saat keluar rumah tapi itu bisa aku lakukan jika aku bersama Luhan Oppa, dokter pribadi sekaligus kekasihku sejak 1 tahun yang lalu. Kami bertemu karna phobia yang aku derita, Luhan Oppa seorang dokter spesialis kejiwaan yang biasa disebut Psikiater oleh masyarakat umum, ia 3 tahun lebih tua dariku. Luhan oppa ditugaskan untuk melakukan terapi dan konseling padaku oleh Professor Lee yang kebetulan direktur RS tempatnya bekerja yang dulunya menjadi dokter pribadi keluargaku. Kami memiliki jadwal pertemuan antara dokter dan pasien setiap 2 minggu sekali dengan batas waktu 2 jam selebihnya itu pertemuan selayaknya seorang sepasang kekasih.

-OOO-

“Oke, cukup” Luhan menggenggam tangan Suzy yang bergetar dan mematikan file suara yang tersambung dari laptopnya

“Sekarang tarik nafas panjang dan kendalikan dirimu” Luhan menatap suzy yang masih terdiam dengan wajah pucat dan tatapan kosongnya, Ia melepaskan earphone dan penutup mata yang melekat dimata suzy yang masih sedikit bergetar

“Mianhae Suzy-ah” Luhan memeluk tubuh Suzy mencoba menenangkan gadisnya yang sedang berusaha menenangkan dirinya sendiri. Luhan tau betul bahwa terapi yang diberikannya akan selalu menyiksa jiwa Suzy, tapi ia tak mau kekasihnya terus-menerus memelihara phobia yang sangat menganggu kejiwaan kekasihnya

“Gomawo Oppa” Suzy menghela nafas panjang setelah berhasil menenangkan dirinya setiap mendapat pelukan hangat dari dokter kesayangannya itu

Setelah menjalani terapi yang sangat menyiksa Suzy, Luhan memulai konselingnya pada pasien favoritnya berdasarkan hasil terapi yang baru saja dilakukan. Tepat 2 jam sejak dimulainya pertemuan antara pasien dan dokter telat selesai, Luhan berniat pamit dari apartemen Suzy untuk melanjutkan dinasnya sebagai seorang dokter yang memiliki jam terbang cukup padat karena keahliannya itu. Tentu saja Suzy sudah mengerti resiko berpacaran dengan seorang psikiater super sibuk seperti Luhan.

“Sudah sampai mana projekmu?” Tanya Luhan setelah selesai membereskan alat-alat terapi nya kedalam tas kerjanya dibantu oleh Suzy yang duduk disampingnya

“Sedikit lagi, mungkin 2 hari lagi selesai dan langsung aku limpahkan pada editor dan penerbit” jawab Suzy tersenyum lega mengingat projeknya menulis biografi seorang Pelukis berbakat yang sedang naik daun di Negeri gingseng saat ini

“Hmm baguslah kalau begitu, nikmati waktu luangmu. Aku akan mengajakmu berlibur nanti” Luhan bangkit dari duduknya dan berjalan berdampingan dengan suzy menuju pintu apartemen minimalis milik kekasihnya itu

“Ah, shirreo! Lupakan soal liburan, itu lebih seperti neraka bagiku” jawab Suzy melambaikan tangannya kearah Luhan tanda penolakan keras

“Kau tidak ingin berlibur denganku? Baiklah kalau begitu” Luhan menganggukan kepalanya tersenyum menggoda Suzy yang menatapnya kesal

“Arraseo” Suzy pasrah menerima ajakan Luhan, tentu saja ia tak bisa menolak. Kapan lagi luhan bisa mengajaknya liburan dengan segudang jadwal padat yang menunggunya setiap hari

“Okeee, jangan lupa makan dan minum obatmu. Gomawo untuk hari ini” Luhan mengecup sekilas bibir merah Suzy dan tersenyum hangat meninggalkan Suzy yang mengantarnya sampai depan pintunya

Suzy melambaikan tangannya dengan senyuman bahagia karena selalu mendapatkan perlakuan manis dari dokter kesayangannya itu.

-OOO-

Seorang pria bertubuh putih susu berjalan melangkahkan kaki jenjangnya memasuki sebuah ruangan kerja yang cukup mewah yang bertulisan ‘Ruangan Presiden Direktur’.

“Hyung, kau disini?” Ucap pria berkulit putih tadi begitu melihat pria tampan dengan jas dokternya tersenyum hangat duduk disofa didalam ruangan yang dimasukinya

“Aku harap kau tidak berpura-pura melupakan jadwal terapimu denganku, Oh sehun” dokter yang memakai jas bertulisan dokter spesialis kejiwaan itu mengulurkan tangannya berniat menjabat pria bernama Sehun

“Ck, aku sibuk Hyung” Sehun mendecak kesal melihat pria yang dipanggil kakak olehnya itu mengulurkan tangannya berharap mendapat jabatan tangan darinya, tentu saja Sehun mengabaikan keinginan Hyung-nya itu

“Arra, mana mungkin seorang Presdir tidak sibuk. Tapi aku juga tidak kalah sibuk darimu” luhan menghampiri Sehun yang duduk dibangku kerja dengan wajah kesal menatap kearahnya

“Hyung, untuk kali ini saja. Aku sedang pusing! Jebal Hyung, turuti kemauan adik semata wayangmu ini, Oke?” Sehun memasang wajah memelas kearah Luhan yang tersenyum pasrah menerima keinginannya kali ini

“Arraseo, memang ada masalah apa lagi?” Luhan mendudukan dirinya diatas meja kerja Sehun yang sudah pasti tak akan membuat pemiliknya marah karna sikap tak sopannya

“Saham diperusahaan sedang turun. Dan kau tau apa yang direncanakan oleh Jongin? Ah aku tak sanggup harus menuruti rencana anehnya itu” sehun mengacak kasar rambut beraroma mint-nya kesal dengan rencana sahabatnya yang kebetulan sekertaris diperusahaannya

“Apa rencana yang Jongin berikan?” Tanya Luhan tertawa mendengar keluh kesah adik kesayangannya

“Iseo, memikirkannya saja membuatku ingin gila rasanya!” Sehun menatap Luhan yang berjalan menuju sofa dan meraih tas kerjanya

“Banyak sekali masalah dihidupmu!” Luhan terkekeh melihat adiknya yang menatap kesal kearahnya

“Aku akan menghubungimu nanti kalau masalah yang ini sudah selesai” Sehun bangkit dari duduknya berjalan mendampingi Luhan menuju pintu ruangan

“Kalau begitu, cepat selesaikan masalahmu itu” Luhan kembali menjukurkan tangannya melirik kearah Sehun agar membalas jabatan tangannya

“Hyung” Sehun menghela nafas lelah menatap penuh keraguan kearah Luhan dan lagi-lagi mengabaikan jabatan tangan Luhan untuk kesekian kalinya

“Arraseo, aku pergi ya. Jangan lupa minum obatmu” Luhan melambaikan tangannya dan berjalan meninggalkan ruangan Presdir yang kebetulan adik kandungnya sendiri

-OOO-

Sehun melangkahkan kakinya keluar ruangan kerjanya menuju Lift yang akan membawanya kelantai dasar tepat dimana mobilnya sudah terparkir didepan gerbang perusahaannya.

“Choseohamnida.. Choseohamnida” 3 orang karyawan berjalan berdampingan dan tanpa sengaja menabrak tubuh Sehun yang tersungkur dilantai

“Astaga Presdir, Maafkan saya. Saya tidak sengaja” para pria itu meraih lengan sehun berusaha membantu Sehun bangkit dari lantai dan tentu saja mendapat penolakan kasar dari Sehun

“Yak! Apa yang kalian lakukan?!” Teriak pria berkulit Tan yang terkejut melihat sahabatnya tersungkur dilantai dengan wajah pucat dan keringat diwajahnya

“Sekertaris Kim, Choseohamnida. Kami tidak sengaja, kami ingin membantu Pak Presdir tapi-“

“Cepat pergi dari sini, biar saya saja yang membantunya!” Jongin menatap tajam memerintah ketiga karyawan sialan yang membuat sahabatnya seperti ini

“Sehun-ah, Tarik nafas panjang. Tenanglah, aku ada disini” Jongin memposisikan dirinya berjongok disamping Sehun yang masih terduduk lemas menahan tubuhnya yang bergetar

Sehun mulai bisa mengendalikan kecemasannya dan bangkit dari lantai, ia berjalan menuju mobilnya dengan wajah pucat dan tatapan kosong mengikuti langkah Jongin yang berada didepannya.

“Aku akan mengantarmu pulang” ucap Jongin duduk dibangku kemudi yang telah dibukakan oleh para karyawan Sehun

“Jongin-ah, jangan bil-“

“Ani, aku akan menceritakan kejadian tadi pada Luhan Hyung” Jongin memotong ucapan Sehun yang sudah ia ketahui sebelum sehun menyelesaikan ucapannya

“Jebal Jongin-ah, tadi aku hanya terkejut” Sehun menatap penuh harap kearah Jongin yang sibuk dengan kemudinya

“Shirreo! Kali ini aku tak bisa membiarkanmu lagi. Mau sampai kapan kau mau memelihara phobia sialanmu itu, hm?” Jongin melirik tajam kearah Sehun yang menghela nafas pasrah menyenderkan punggungnya dibangku penumpang disamping Jongin

Mobil hitam bermerk Aston Martin DB9 coupe melaju kencang melewati jalan raya kota Seoul yang sudah cukup sepi karena sudah memasuki tengah malam menuju Apartemen mewah dipinggiran ibu kota Korea.

~To be Continue~

*Agoraphobia : Phobia terhadap keramian, kebisingan dan interaksi dengan banyak orang. Penderita biasanya lebih memilih melindungi dirinya didalam rumah, dan penderita biasanya akan lebih sulit bersosialisasi dengan dunia nyata dan lebih nyaman bersosialisasi didunia maya dengan banyak orang. (Untuk lebih jelasnya bisa baca diGoogle)

Hallooooo….. Bagaimana ceritanya? Semoga tidak membuat para pembaca bosan dan semoga kalian tertarik untuk penasaran dengan cerita selanjutnya.

Maaf typo bertebaran, Minta saran dan komentarnya ya. Gomawoyo Chingu😉

14 responses to “[Freelance] Heal Me, Love Me Chapter 1

  1. wah.. seneng banget castnya luhan-suzy-sehun…
    kalo ada love line pasti bakal seru banget soalnya bingung juga milih luhan atau sehun.. dua2nya sama2 wow..hihi
    phobianya suzy udah dijelasin, kalo sehun apa ya? jadi penasaran..
    ditunggu kelanjutannya🙂

  2. Owww..Suzypunya Phobia begitu.. mungkin ada penyebabnya. Mmmm…… seru… ditunggu kelanjutannya thor

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s