Suddenly Love – Chapter 1

rumahpepi1

Title ; Suddenly Love

Author and art work by Mnandhini or Me

Main cast : Bae Sooji as Suji, Kim Myungsoo

Genre : comedi(?) , idol life.

Legh : Chapter

rating ; (?)

Happy reading and sorry for typos’s

Suara teriakan histeris sekumpulan gadis bak jarum yang mampu menusuk gendang telingga bagi siapapun saja yang mendengarnya kini memenuhi seisi penjuru Universitas Daekyung, membuat seorang gadis yang berpenampilan sederhana itu memaki didalam hati karena mendengar teriakan gadis gadis yang menurutnya sangat centil tersebut.

“Apa yang dilakukan gadis gadis bodoh itu berteriak teriak seperti dihutan” racau gadis itu sambil berjalan menuju sumber suara yang sangat gaduh.

Brugh~ Buku yang telah bertengger manis ditangan gadis itu jatuh seketika bagaikan sang pemilik tak bertenaga hanya untuk membawa buku yang bisa dikatakan tidak berat.

Dengan terburu buru dan menerobos sekumpulan gadis gadis yang tadinya dianggap kurang waras itu, yeoja1 itu –Bae Sooji- mengeluarkan sebuah kotak yang telah terbungkus rapi beserta haiasan pita yang mempermanis bentuk kotak didalam tasnya dan memberikannya pada seorang laki laki yang menjadi senter dari keributan tadi, bagaikan gadis yang menjilat ludahnya sendiri. Sooji malah lebih antusias dan semangat dari pada gadis gadis yang menjerit histeris tadi.

Matanya berbinar dan percaya tak percaya Sooji memberikan sebuah kado pada namja2  tersebut. Namja yang diberi kado hanya menyunggingkan senyum termanisnya, menampakan lengkungan dibibir tipisnya dan menujukan dengan jelas lesusng pipi yang menurut Sooji itu benar benar mematikan.

“Ini untuk Woo Hyun oppa3 “ seketika senyum tersebut sirna dari paras tampan nan karismatik namja tersebut. Ia menaikan sebelah alisnya menandakan bahwa ia tak mengerti maksud ucapan Sooji barusan.

Bukankah Woohyun  adalah salah satu member dari boy band Infinite yang bukan lain boy bandnya sendiri, lalu mengapa gadis ini dengan tak tau malunya menyuruh seorang Kim Myung Soo artis sekaligus actor yang sedang naik daun untuk memberikan kado yang ia pegang untuk Woohyun. Oh my god apa gadis ini tau siapa sebenarnya namja yang berada dihadapannya ini, namja itu adalah Kim Myung Soo bukan Nam Woohyun.

“Apa kau tau siapa aku?” tanya Myung Soo pasti, dan dengan pasti gadis itu menganggukan kepalanya antusias.

“Tentunya, Kau adalah Kim Myung Soo personil dari boy band idolaku Infinite”

“Jika kau mengetahuinya mengapa kau memberikan kado ini padaku, sedangkan kau tau aku adalah Kim Myung Soo bukan Woo Hyun hyung4?”

“Karena sangat sulit bagiku untuk bertemu dengan Woo Hyung oppa, jadi kumohon berikan kado ini pada Woo Hyun oppa

Demi tuhan Myung Soo benar benar membenci keadaan ini, itu sama saja melukai harga dirinya yang sangat tinggi. Membuatnya merasa bodoh didepan fans fansnya karena beranggapan Sooji termasuk fansnya dan memberinya kado, namun yang ia dapat hanya malu karena Sooji adalah fans Woo Hyun bukannya fans Myung Soo terlebih karena Sooji menyuruhnya memberikan sebuah kado untuk Woo Hyung. Apa Myung Soo seorang pesuruh fans? Myung Soo bersumpah tidak akan bersikap baik kepada Sooji walau Sooji mengidolakan boy bandnya.

“Berikan saja pada hyung sendiri, aku disini bekerja menjadi dosen bukan sebagai pesuruhmu” benar benar ketus Myung Soo menyahuti Sooji, membuat Sooji shock melihat tingkah kurang bersahabat idol favoritenya.

Myung Soo kini pergi dan tak lupa diikuti oleh lautan manusia yang kini berteriak histeris saking bahagianya sang idol kini menjadi dosen di Universitasnya.

“Apa yang barusan kudengar? Apa aku tidak salah?”

“Kau tidak salah Bae Sooji, begitulah sikap idolmu saat bertemu dengan fansnya.” Sahut Yoon Hee tiba tiba sambil melipat tangannya didepan dada.

“Hahahah, Apa yang dipikirkan Kim Myung Soo itu? bukankah dia seharusnya bersikap baik padaku? Mengapa dia malah bersikap dingin dan ketus padaku? Apa dia lupa tanpa fans seperti aku dia tidak akan setenar sekarang”

Dengan satu kalimat ketus dari Myung Soo tadi berhasil membuat Sooji tak menyukai Myung Soo lagi, memang penyakit akut Sooji adalah wanita yang cepat marah dan sangat sangat cepat membenci orang walau ia belum betul betul kenal dengan orang tersbut, benar benar sifat kekanak kanakan.

“Seharusnya kau yang bertanya dengan dirimu, kau mengaku fans tapi kau sama sekali tak pernah menonton konser atau membeli CD comeback mereka”

Sooji hanya mempout bibirnya karena yang dikatakan Yoon Hee adalah fakta, ia terlalu miskin untuk mengeluarkan beberapa juta won atau berapa ratus won untuk membeli tiket konser atau membeli CD comeback Infinite. Jangankan untuk membeli hal yang kurang penting tersebut untuk menghidupinya saja ia harus membanting tulang untuk bekerja agar dapat menghidupinya, terlebih ia terlalu lelah untuk tinggal disana sini karena dikejar kejar oleh rentenir yang menagihkan hutang Sooji.

-oOo-

Kelas jurusan Seni kini tengah menanti kedatangan sang dosen. Sambil menunggu tak sedikit mahasiswa/i yang lebih memilih bernostalgia seperti membicarakan berita terhangat dikampus ini atau sekedar memoles diri dengan balutan bedak dan lipstick yang cukup tebal bagi mahasiswi seumurannya dari pada  memilih untuk mengulang kembali atau sekedar membaca materi yang akan dipelajarinya nanti.

Berbeda dengan teman temannya. Sooji, ia sama sekali tidak berniat ikut campur dalam pemrbincangan temannya tersebut mengenai artis yang baru saja datang dan akan menjadi dosen di Universitasnya ini, ia bahkan tak sudi untuk mengingat kembali seperti apa wajah seorang Kim Myung Soo, benar benar membuatnya kesal setengah mati, ia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menjadi penggemar Kim Myung Soo sialan itu lagi sungguh membuang buang tenaga, pikiran dan waktu memikirkan bahkan menyubut nama manusia itu.

Srekk… bunyi pintu yang dibuka berhasil membuyarkan aktivitas mahasiswa/i dan sesegera mungkin duduk manis dibangkunya masing masing. Tatapan mata tajamlah bak elang yang mendominasi dari wajah dosen tersebut, dosen yang menjadi topic perbincangan hangat diseluruh penjuru Universitas. Kim Myung Soo.

Kim Myung Soo?! Sooji membelalakan matanya saat mendapati seseorang yang beberapa jam yang lalu mulai dibencinya hanya karena masalah yang sangat sepele.

Sunyi itulah yang tergambar diruangan kelas ini, tidak ada suara sedikitpun bahkan suara hembusan nafas pun tak terdengar sama sekali, hanya sebuah tatapan tidak percaya yang tergambar diwajah seluruh mahasiswa jurusan seni music.

“Benar benar menjengkelkan, apa yang dilakukan si bodoh Kim Myung Soo” maki Sooji dalam hati lantaran ia benar benar muak akan sikap kurang mendukung dari namja itu. Hanya menatap muridnya tanpa mengucapkan salam perkenalan dan menatap datar buku yang ia bawa, sebenarnya apa yang dilakukan namja ini.

“Permisi, sepertinya anda salah masuk kelas” Sooji membuka suara, sebenarnya apa juga yang teman temannya pikirkan hanya takjub menatap namja yang berdiri dihadapannya itu sambil senyum senyum sendiri. Oh Tuhan Sooji pikir dunia akan kiamat karena banyak hal yang janggalan dilalui hari ini.

“Mulai  sekarang aku yang akan menjadi guru music kalian” jawab Myung Soo singkat, ucapan dinginnya tadi benar benar membuat Suji geram.

“Mwo?! Mengapa harus kau? Apa yang akan kau ajar pada kami jika kau saja sama sekali sangat irit dalam berbicara, dan kau tau ekspresimu itu sungguh menakutkan dengan mata yang terus menatap intens kami apa kau bisa terus mengajar kami seperti ini?!”

“Tentu saja bisa !!” dengan serepak seluruh mahasiswa/i yang ada dikelas itu menyahuti ucapan Sooji  menandakan tidak ada satupun orang yang berada dipihaknya.

Senyuman kemanangan kini ditunjukan oleh Myung Soo senyuman sangat yang disukai semua gadis namun sangat dibenci oleh Sooji.

“Bae Sooji..”

“Aku akan mengingat namamu, jadi hati hatilah dengan nilaimu dimata kuliahku”

Jedarrrr.. Bagaikan disambar petir Sooji sama sekali tak bisa menggerakan tubuhnya ataupun berbicara sepatahkatapun. Bagaimana sekarang? Sooji tak mungkin mengulang semester ini hanya karena dosen yang satu ini, terlebih Sooji sangat buruk dalam nilai teroi music walau ia sangat mahir bernyanyi.

Suji masih berdiri mematung dibangkunya, ia bahkan seperti membiarkan dirinya dipermalukan oleh Si bodoh Kim itu. Sedangkan laki laki itu mendekati Sooji dengan langkah yang pasti, tepat didepan Sooji, Myung Soo mencondongkan wajahnya .

“Jangan sekaget itu karena melihat ketampananku” bisik namja itu, lalu ia menepelkan telunjuknya didahi Sooji membuat Sooji tersadar.

“Kelaur dari kelasku sekarang juga”

“Mwo?! Wae ?”

“Karena kau tak ingin diajari olehku”

“Hei!! Jangan kau masukan hati ucapanku barusan, mengapa kau sangat serius” Sooji dengan tanpa malunya menganggap ucapannya barusan cuma hanya guyonan belakang, sedangkan ia sama sekali tak memikirkan perasaan Myung Soo.

Myung Soo kini menarik kerah baju bagian belakang Sooji, menyeret gadis itu bagaikan menyeret hewan peliharaan.

“Yakk,, kau pikir aku ini hewan peliharaanmu apa?” pekik Sooji, namun bagaikan telinganya telah ditutupi oleh rasa marah walau ia menarik kerah baju Sooji dengan diselingi senyuman  Myung Soo tak menghiraukan kata kata Sooji dan malah terus menarik kerah baju Sooji.

“ Yak Kim Myung Soo bodoh lepaskan aku !!” Dan bagaikan bom waktu yang telah meledak, ekspresi Myung Soo telah berubah. Benar benar tak sedap dipandang dan benar benar mengerikan, dengan cepat Sooji menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Benar benar hari sialnya adalah hari ini dengan tak terkendali Sooji melontarkan makian yang mungkin (?) ah tidak mungkin tapi pasti membuat Myung Soo marah besar.

Sooji sama sekali tidak berani menatap wajah marah dosennya tersebut, sama sekali tidak berani. Hingga membuatnya menundukan wajahnya karena benar benar tidak tau harus berbuat apa. Ia benar benar akan memaki dirinya sendiri karena melontarkan kalimat yang benar benar akan merusak nilainya dipelajaran music. Seluruh mahasiswa/i ikut terdiam mereka hanya menonton acara gratis ini dan tak lupa ada segelintir mahasiswa/i yang merekam kejadian tadi..

“Huhhh” Myung Soo hanya menghembuskan nafas beratnya, entah apa yang dia pikirkan yang jelas Sooji yakin itu akan berdampak buruk dalam nilainya.

“Maafkan aku. Kumohon maafkan aku, aku benar benar tidak suka jika diperlakukan seperti itu. Aku juga manusia bisa kah kau memperlakukanku layaknya manusia, cukup perintahkan aku untuk pergi, dan aku akan pergi tidak perlu menyeretku seperti seekor hewan”

“Kalau begitu kelarlah, berdiri didepan kelas hingga jam pelajaranku habis”

Tanapa berniat menjawab Sang dosen Sooji beranjak dari tempatnya dan berdiri didepan kelas, ia benar benar melupakan apa yang namanya rasa malu. Bersikap kasar bahkan hingga memaki dosennya bisa dipastikan Sooji akan tinggal kelas.

-o0o-

Jarum jam kini menunjukan pukul 5 sore manandakan berakhirnya jam pelajaran Musik yang Sooji lewatkan. Seluruh mahasiswa/ i dengan tertib keluar dari kelas mereka masing masing untuk kembali pulang kerumah mereka masing masing atau sekedar berkumpul bersama teman temannya, tak sedikit mahasiswa yang merasa bahagia karena jam kuliahnya kini telah berakhir. Berbeda dengan Sooji dia bahkan sangat takut jika jam pelajara berakhir itu menandakan bahwa ia akan dihukum sesegera mungkin oleh Dosen Kim, yang bukan lain adalah Kim Myung Soo.

Saat wajah tampan nan dingin itu keluar dan menampakan diri dari ruang kelas seketika Sooji menegakkan tubuhnya, benar benar ia merasa tegang karena melihat wajah menyeramkan dari Dosen Kim ini.

“ Ikut aku ” dengan gelagapan Sooji mengekori Sang Dosen tanpa berani bertanya apa yang akan dilakukan oleh Dosen tersebut. Walau Sooji hanya diam menuruti perintah Dosen Kim tetapi sebenarnya ia berpikir keras apa yang akan dilakukan oleh Dosennya tersebut.

Saat Sooji dan Dosen Kim sampai disebuah ruangan, dengan cepat Dosen Kim membuka kenop pintu tersebut lalu memasukinya dan diikuti oleh Sooji.

“Jadi sekarang apa yang ingin kalu lakukan ?”

Sooji menarik sebelah alisnya menandakan ia sama sekali tak mengerti maksud dari kata kata Dosennya tersebut.

“Aku tak mengerti maksudmu Dosen Kim”

“Aku tak peduli sekarang kau penggemarku atau bukan yang jelas kau sekarang harus menghormatiku layaknya seorang dosen bukan seperti ini. Tolong bedakan itu Bae Sooji” lugas Myung Soo.

“Maafkan aku Dosen Kim, tadi aku benar benar terbawa emosi semenjak kejadian siang tadi saat kau bersikap kurang mengenakan bagiku”

“Aku benar benar benci dalam keadaan situasi seperti tadi, jika kau ingin memberikan hadia pada Woo Hyun Hyung kau berikan saja langsung padanya jangan memerintahkanku untuk memberikan kadomu itu pada Woo Hyung Hyung. Disini posisiku sebagai Dosenmu bukan sebagai idolmu”

“Pergilah jika kau mengulangi kejadian tadi kau benar benar akan tinggal kelas Bae Sooji, jaga ucapanmu” sambung Myungsoo yang entah kapan telah berkutat dengan tumpukan tugas tugas yang harus ia periksa.

Algeseummidha” ucap Sooji sambil menundukan kepalanya Sembilan puluh derajat. Dengan wajah yang tak bersemangat Suji melangkahkan kakinya keluar dari ruangan yang dimiliki khusus oleh Dosen Kim. Sangat jarang memang Sooji menampakan wajah murungnya lantaran Sooji merupakan gadis yang periang walau memiliki banyak masalah.

Setelah keluar dari ruangan Dosen Kim tujuan Sooji kini menuju kerestoran China Hongie Food tempat dimana ia bekerja paruh waktu untuk mencukupi kebutuhannya sehari hari, tidak butuh naik Bus untuk ketujuannya hanya berjalan kaki sekitar sepuluh menit saja Sooji sudah bisa sampai direstoran tersebut, selain menghemat biaya transportasi ia juga bisa memandangi keadaan Seoul saat sore hari walau memang Sooji sudah sering melihatnya.

Dibukanya pintu restoran yang masih terpampang tulisan Close dikaca pintunya.

“Aku datang” sapa Sooji, yahh kini sepertinya mood Suji sudah kembali seperti semula menjadi gadis ceria seakan akan ia tak memiliki masalah sedikitpun.

“Kau datang Sooji ah” sapa seorang namja paruh baya.

“Ne”

“ Ahh Sooji ah tadi Jung Eun mencarimu” ucap Hong Ajussi yang merupakan pemilik toko tersebut.

“Ada apa dengan gadis itu ? Dia bahkan setiap hari bertemu denganku tetapi mengapa harus mencariku, lalu dimana Jung Eun sekarang?”

“Dia masih pergi membeli bahan bahan dapur, sepertinya sebentar lagi dia akan kembali”

“Ahh ne, oh iya ajussi Joo young oppa eoddi ?”

“Dia mengantarkan Jung Eun belanja”

“Chkkk, semenjak kapan Joo Young oppa menjadi anak yang rajin” gurau Sooji.

“Semenjak aku mulai memaksanya untuk menikah” ucap Hong ajussi, yahh Hong ajussi adalah ayah Joo Young dan hingga sekarang diusianya yang genap dua puluh tujuh tahun Joo Young belum memiliki pekerjaan, kerjanya hanya menonton pegawai yang sedang bekerja dikedai ayahnya dan itu membuat Hong ajussi geram. Hingga dengan terpaksa Hong ajussi mengeluarkan ultimatum pada Joo Young jika anaknya itu tidak mau bekerja maka ayahnya dengan terpaksa akan menikahinya dengan wanita pilihan ayahnya, dan inilah hasilnya Joo Young sudah mau bekerja walaupun sekedar mengantar Jung Eun kepasar.

“Hahaha, ajussi jangan menekan Joo Young oppa seperti itu mungkin oppa sedang menunggu waktu yang tepat untuk mencari gadis idamannya sendiri ” ucap Sooji dan berhasil memecahkan tawa Hong ajussi

-o0o-

Suara alunan music rap memenuhi ruangan yang bisa dikatakan cukup luas bagi tujuh orang lelaki. Membuat salah satu namja memekik kegeraman karena mendengar suara ribut yang memecah konsenterasinya untuk membaca tumpukan tugas tugas yang ditinggalkan oleh dosen terdahulu.

“Hyung matikan lagunya, aku sama sekali tidak bisa menilai tugas muridku jika begini !!” pekik Myung Soo dengan nada yang cukup tinggi karena jika ia mengecilkan nada suaranya orang yang ia ajak bicara ini bisa dipastikan tidak dapat mendengar perkataanya karena kerasnya volume lagu yang ia putar.

“Aisttt, arasseo arasseo Dosen Kim” ucap Howoon dengan nada mengejeknya.

“Kau yakin bisa membagi waktu untuk menyanyi dan mengajar?” kini Sunggyu membuka suara.

“Hmmm” jawab Myung Soo singkat dan berhasil membuat Sunggyu beserta lima member yang lain kegeraman.

Pletak… “ Bisakah kau berbicara sedikit lebih panjang “ sebuah pukulan berhasil didaratkan Sunggyu kekepala Myung Soo membuat Myung Soo meringis kesakitan.

“Ahhh, Hyung aku benar dalam mood yang buruk hari ini, jadi jangan menggangguku”

“Wae? Apa harimu tidak berjalan dengan baik?” sahut Sunggyu

“ Sudahku kukatakan menjadi Dosen itu bukan cita cita yang bagus terlebih dengan popularitasmu yang telah melonjak” timpal Sung Yeol tanpa mengalihkan pandangannya pada video game yang sedang ia mainkan.

“Bukan masalah banyak penggemar yang mengejarku aku sih bisa menanganinya, tetapi ada salah satu mahasiswi kurang ajar yang selalu membuatku emosi sejak pertama bertemu dengannya”

“Benarkah? Siapa ? Apa dia cantik ? Ceritakan padaku ? Gadis seperti apa yang bisa mengubah mood seorang Kim Myung Soo berubah” tanya Sunggyu penasaran.

“Seorang penggemar Woo Hyun hyung, arghh gadis itu bahkan memakiku didepan murid muridku. Terkutuklah kau Bae Sooji” ucap Myung Soo sambil mengacak acak rambutnya karena kembali mengingat Sooji benar benar membuatnya kesal setengah mati.

“Yakk, jangan berani berani kau melukai penggemarku !!” canda Woo Hyun.

“Hyung kau tau dikerumunan penggemarku dia dengan susah payah mendekatiku dan menyodorkan sebuah hadia dengan polosnya mengatakan ‘Ini untuk Woo Hyun oppa’ kupikir gadis itu tidak tau siapa aku tetapi kenyataannya dia tau dan maksudnya tadi dia menyurhku untuk memberikan kado itu untukmu, apa aku ini pembantunya apa”

“Hahahah,, lalu bagaimana ?”

“Entahlah semenjak itu dia langsung bersikap sinis padaku, saat aku memasuki kelasnnya dia menolakku sebagai guru musicnya dan dia memakiku saat kutarik kerahnya untuk keluar kelas”

“Itu salahmu, kau selalu menarik kerah baju orang seakan akan kau memperlakukannya seperti hewan peliharaanmu”

“Hyung ucapanmu persis seperti gadis itu, ahh benar benar membuatku kesal. Sudah jangan lagi membahas gadis itu mengingat namanya saja membuatku kesal”

“Hati hati Myung Soo ah kau bisa bisa jatuh cinta pada gadis itu” celetuk Howoon.

“Mwo? Itu tak akan terjadi, tipe idealku bukan gadis enerjik, kekanak kanakan, dan cerewet seperti dia. Tipeku wanita yang anggun gadis itu jauh dari kata anggun” bantah Myung Soo.

-o0o-

“Kami pulang” pekik Jung eun yang membawa beberapa tas pelastik, dengan sigap Sooji menghampiri Jung Eun dan membantu Jung Eun membawa barang barangnya tersebut.

“Biarku bantu. Jung Eun ah ajussi bilang kau mencariku, ada apa mencariku?”

“Oh iya kudengar Kim Myung Soo personil dari boy band Infinite menjadi dosen di Universitasmu, apa benar?”

“Eung..” jawab Sooji singkat. Pertanyaan itu benar benar merusak moodnya bekerja, terlebih sekarang Jung Eun memaksanya untuk menceritakan bagaimana kedatangan Myung Soo di Universitasnya.

Dengan ekspresi datar Sooji menceritakan semuanya sangat mendetail hingga menceritakan saat ia memaki seorang artis terkenal.

“Ini memang salahmu mengapa kau memberikan hadia yang ingin kau berikan pada Woo Hyung ke Myung Soo kau membuatnya tersinggung pekalah Sooji, dan masalah kedua ini cukup berat memaki seorang dosen sekaligus artis adalah masalah besar Sooji selain kau bisa tinggal kelas kau juga bisa tamat ditangan penggemar Myung Soo” ucap Jung Eun.

“Ahhh molla, sudah cukup menakutkan menatap wajah garang Si Idiot Myung Soo itu sekarang jika berhadapan dengan penggemarnya yang tidak bisa dihitung jari, huhhh sepertinya aku benar benar akan mati muda Jung Eun ah”

Pletakkk.. sebuah sentilan dihadiahi oleh Jung Eun dikening Sooji, membuat Sooji membelalakan matanya tak percaya.

“Mengapa kau memukulku, appo ?” Sooji mengelus elus keningnya yang merah karena ulah Jung Eun.

“Kau memakinya lagi, jagalah ucapanmu itu Bae Sooji. Tahan dirimu untuk memaki orang yang kau benci”

Suji hanya mengangguk mengerti, toh memang dia yang salah karena berbicara kasar.

TBC

Haii. Aku balik lagi bawa new ff. Maafkan aku karena ffku blm pda kelar tpi udh ad yg baru. Aku tekankan lagi (?) untuk saat ini aku msih sibuk nyari sma dan harus belajar buat ikut tes *doain biar lulus* jdi aku blm bsa lanjut ffku. Nah klo ff ini, ini ff lama, udh berdebu di draf tpi aku gk publish2, nah biar ini lapak ngk sepi untuk sementara aku ngepublis nih ff. Tunggu ajk ne ff lain ku.

2 responses to “Suddenly Love – Chapter 1

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s