[Freelance] Heal Me, Love Me Chapter 3

Credit : Poster by IRISH @ posterfanfictiondesign.wordpress.com

Title : Heal Me, Love Me | Author : Rach | Genre :  Family, Medical, Romance | Rating : G | Main Cast : Bae Suzy, Xi Luhan, Oh Sehun | Other Cast : Kim Jongin, Jung Soojung

***

Happy Reading~

 

Sehun baru saja menghentikan laju mobilnya tepat didepan sebuah Restaurant bergaya eropa malam ini, Ia melangkahkan kaki jenjangnya keluar mobil dan masuk kedalam Restaurant tempat dimana ia berjanji ingin bertemu dengan seseorang.

“Sehun-ah, disini!” Jongin melambaikan tangannya begitu melihat sosok sehun sedang menyebar pandangan mencarinya

Sehun melangkahkan kakinya menuju meja dimana Jongin dan seorang wanita cantik ikut duduk didepannya

“Annyeonghaseo” gadis itu menundukan kepalanya memberikan hormat saat sehun berdiri didepan meja mereka

Sehun hanya membalas sapaan gadis itu dengan sedikit menganggukan kepalanya dengan wajah datar miliknya

“Ini Jung Soojung, yang aku sarankan waktu itu” Jongin memperkenalkan gadis cantik yang bergabung bersama Sehun dan Jongin malam ini

“Hmm, jadi kau penulisnya?” Sehun menatap datar kearah Soojung

“Aniyo, aku seorang editor. Penulisnya rekan kerjaku, tapi ia tak bisa-“

“Jadi aku benar-benar harus membuat biografiku?” Sehun memotong ucapan Soojung dan menatap dingin kearah Jongin yang duduk disampingnya

“Eoh, harus! Yak, saranku ini benar-benar hebat, kau tahu? Dengan kau membuat biografi, para pengusaha diluar sana akan lebih mengenal dan berani menginvestasikan sahamnya padamu” ucap Jongin tersenyum bangga akan ide cemerlang, menurutnya.

“Akan aku fikirkan lagi. Ah iya, lalu penulisnya kemana? Kok tidak datang bersamamu?” Sehun menatap bingung kearah Soojung yang datang sendirian

“Hmm keugooo… Aku rasa aku belum bisa memberitahumu, sebelum kau memutuskan untuk benar-benar memberikan projek ini pada perusahaan kami” jelas Soojung menatap Jongin yang kebetulan kekasihnya, merasa tak enak karna belum bisa jujur tentang kondisi sahabatnya itu

“Kenapa bisa begitu? Bukankah aku harus lebih dulu tau tentang identitas orang yang akan menulis biografiku sebelum aku memutuskan memberikan projek ini pada kalian?” Sehun jelas menolak ucapan Soojung yang menurutnya tak masuk akal

“Itu peraturan perusahaan kami, kami akan menunggu keputusanmu, aku harap kau tidak terlalu lama memikirkan hal itu” Soojung tersenyum ramah dihadapan Sehun dan bangkit dari duduknya berniat meninggalkan Restaurant, tentu saja alasan Soojung kesini bukan untuk makan malam bersama, ia hanya ingin memperkenalkan dirinya pada calon kliennya

“Sehun-ah, aku mengantar Soojung dulu sampai parkiran” Jongin ikut bangkit dari duduknya dan berjalan menemani Soojung keluar Restaurant.

“Kenapa kau tidak memberitahu tentang penulismu itu pada Sehun, sayang?” Jongin melingkarkan lengan kekarnya dipinggang Jongin yang berjalan disampingnya

“Shirreo, itu peraturan kami. Dan kau, bujuklah temanmu itu supaya memberikan projek ini padaku, kau tahu masa depan karirku sedang terancamkan?” Soojung menatap Jongin dengan wajah memelas memohon bantuan kekasihnya itu

“Hmm, akan aku usahakan. Hati-hati ya dijalan, nanti aku telefon kalau sudah pulang” Jongin mengecup sekilas kening Soojung, sebelum gadis itu masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan Jongin seorang diri diparkiran Restaurant

“Yak pak Presdir, bagaimana? Kau setuju membuat biografimu kan?” Jongin menuangkan wine digelas Sehun yang sudah terlihat kosong

“Kau sedang membantu pacarmu?” Sehun tersenyum miring mengejek sekertaris sekaligus sahabatnya itu

“Eoh, tentu saja aku ingin membantunya. Tapi bukankah ini juga menguntungkan untuk perusahaan?” Saut Jongin tersenyum menatap Sehun

“Kau tau masalahku, Jongin-ah. Bagaimana kalau penulis itu mengganggapku aneh dan malah membuat biografi yang menurunkan harga diriku”Sehun menghela nafas panjang memikirkan phobia yang dimilikinya

“Hmm, aku akan menjelaskan semuanya pada Soojung, supaya penulis itu bisa mengerti dirimu dan menulis perjanjian tidak akan mengacaukan biografimu karna phobia yang kau alami” Jongin tersenyum mencoba meyakinkan pria tinggi berkulit putih didepannya

-OOO-

“Bagaimana liburanmu?” Ucap Luhan dari sebrang telepon yang tersambung keponsel Suzy

“Hmm, biasa saja. Hanya tidur, nonton tv, makan dan begitu seterusnya” jawab Suzy yang sedang mendudukan dirinya disofa ruang tv sambil menyaksikan drama sore hari

“Mianhae, aku tak bisa mengambil cuti untuk sekarang-sekarang ini” Luhan menghela nafas kecewa karna gagal berlibur dengan kekasihnya karna jadwal yang diubah secara mendadak oleh atasannya di RS

“Eoh, gwaenchanna Oppa. Lagipula, aku tak benar-benar ingin berlibur diluar, kau tahu itu kan?” Suzy mencoba meyakinkan kekasihnya yang super sibuk itu untuk tidak merasa menyesal

“Hmm, ohiya kau belum dapat projek baru?” Tanya Luhan mencoba mengalihkan pembicaraan tentang ‘liburan’ yang akan membuatnya semakin kesal

“Belum, tapi Soojung eonni bilang besok calon klien kita akan memberi kabar hasil keputusannya” jawab Suzy masih asik menonton acara yang tayang ditv-nya.

“Semoga saja kau mendapatkan projek itu, sayang” ucap Luhan yang mulai sibuk menyiapkan meja kerjanya untuk melakukan konseling 30 menit lagi

“Semoga saja, kau tahu Oppa projek itu akan menentukan masa depan karirku” Suzy menghela nafas pasrah dengan masa depannya

“Kau pasti mendapatkannya, Himnae uri-chagi” Luhan memberi semangat pada gadis yang sudah mencuri hatinya sejak setahun ini, ia sudah tau masalah yang terjadi pada suzy sehingga bisa membuat suzy mabuk pagi itu

“Gomawo Oppa” suzy tersenyum bahagia seorang diri tanpa bisa Luhan lihat

“Aku harus siap-siap dulu ya sayang, sebentar lagi jadwal konselingku mulai” ucap Luhan begitu menerima daftar nama pasien-pasien yang menunggu diluar ruangan kerjanya

“Eoh, Semangat Oppa. Annyeong” Suzy paham betul maksud Luhan ingin mengakhiri obrolan telepon mereka karna ia harus melakukan pekerjaannya sebagai seornag dokter

“Hmm, saranghae” Luhan memberikan kecupan jarak jauh sebelum memutuskan panggilan yang tersambung diantara mereka berdua

“Suzy-ah, ada yang harus aku bicarakan padamu” ucap Soojung begitu panggilannya dijawab oleh Suzy

“Waeyo eonni?” Jawab Suzy yang sudah merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur kamarnya

“Ini soal calon klien baru kita, nanti malam aku akan kerumahmu” Soojung memutuskan panggilannya secara sepihak

Suzy mengernyitkan dahinya, bingung maksud dari pembicaraan Soojung yang menurutnya sangat-tidak-jelas. Ia tak mau ambil pusing memikirkan hal itu, Suzy memilih menyalakan laptopnya diatas kasur dan mulai melihat gambar-gambar objek wisata indah yang tentu saja menjadi destinasi banyak orang untuk menghabiskan liburannya.

Suzy hanya bisa menghela nafas kecewa karna ia sangat iri pada orang-orang yang bisa dengan senang hati berlibur dan menikmati pemandangan indah diluar rumah. Tentu saja ia pernah keluar rumah dan pergi berlibur bersama Luhan, tapi tempat-tempat itu tidak banyak dikunjungi banyak orang, karna Luhan tidak mau membuat suzy tersiksa karna phobia-nya itu.

-OOO-

“Ting… Tong” suara bel berbunyi dari depan pintu Suzy, dan suzy sudah tau siapa orang memencet belnya. Tentu saja, Jung Soojung.

“Suzy-ah, klien kita itu ternyata memiliki phobia, sama sepertimu” Soojung memulai ceritanya setelah meminum segelas soda yang disajikan Suzy dimeja makan

“Mwo? Dia penderita agoraphobia juga?” Suzy membuka mulutnya tak percaya bahwa ia akan bertemu dengan orang yang bernasib sama dengannya

“Ani, ani. Bukan agoraphobia. Tapi chiraptophobia, phobia bersentuhan dengan orang lain atau semacamnya lah, kau bisa cari di Internet” jelas Soojung yang masih asik meminum soda pemberian suzy

“Cerita dia sudah ada di internet? Lalu untuk apa dia ingin membuat biografi, bahkan semua orang sudah tau phobianya itu eonni?” Suzy mengerutkan alisnya bingung

“Aish Pabbo! Maksudku kau bisa cari di internet tentang chiraptophobia itu, bukan cerita dia yang ada di internet!” Soojung melempar kesal serbet yang berada diatas meja makan ke wajah suzy

“Lalu, kau tau dari mana eonni?” Suzy melipat kembali serbet yang dilempar kewajahnya dengan tatapan kesal kearah Soojung, kalau saja Soojung bukan senior dan tidak lebih tua darinya, sudah dipastikan suzy akan membalas lemparan serbet Soojung dengan gelas yang ada didepannya

“Jongin menjelaskan semuanya padaku, dan temannya itu meminta kau menandatangi perjanjian agar tidak memanfaatkan phobianya demi keuntunganmu” jelas Soojung

“Mwo? Sampai harus ada perjanjian segala? Lagipula ada apa dengan phobianya sehingga menguntungkanku?” Suzy menggelengkan tak percaya atas permintaan konyol kliennya

“Sudahlah, bukankah tidak masalah hanya menanda tangani perjanjian itu? Kau tak mau kan karir kita berakhir minggu ini?” Soojung mencoba meyakinkan Suzy yang masih menampilkan ekpresi jengkel

“Geurrae! Kalau begitu kau bisa menceritakan kondisiku yang sebenarnya pada klien itu” Suzy mengangguk tanda setuju dengan perjanjian yang diminta klien barunya

“Assa! Gomawo suzy-ah, aku akan memberitahu tentangmu padanya, dan secepatnya dia harus menemuimu” ucap Soojung kelewat bahagia karna masa depan karirnya tidak lagi terancam suram

-OOO-

Pagi ini menunjukan pukul 10:00, waktunya Soojung bertemu lagi dengan klien yang sudah menunggunya bersama Jongin di Perusahaan milik teman kekasihnya itu

“Mwo? Jadi aku harus selalu bertemu diApartemennya?” Teriak sehun begitu mendengar penjelasan Soojung tentang kondisi penulisnya

“Sehun-ah, bukankah itu juga menguntungkan bagimu? Kau jadi tidak perlu bersentuhan dengan orang-orang jika harus selalu bertemu dengannya diluar” Sehun mencoba menenangkan Sehun

“Kau harus bertemu dulu dengannya, ia gadis yang baik. Kau pasti merasa nyaman dengannya” ucap Soojung tersenyum mencoba membuat Sehun tidak membatalkan kontrak projeknya

“Hmm, yasudah. Beritahu dia, nanti sore aku akan menemuinya” Sehun kembali berkutat dengan berkas-berkas pekerjaan dimeja kantornya

“Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu” Soojung tersenyum pamit pada Sehun yang hanya membalas dengan anggukan

“Sehun-ah aku-“

“Pergilah, antar pacarmu dulu” perintah Sehun yang tentu saja membuat Jongin tersenyum senang, ternyata sehun memang sangat pengertian dengan sahabatnya.

-OOO-

Suzy sedang berkutat dengan hidangan makan malam dan minuman yang akan menjadi jamuan untuk klien baru yang akan datang menemuinya diapartemen.

“Ting.. Tong” bel pintu berbunyi, Suzy tidak yakin siapa yang datang ketempatnya, karna klien barunya itu bilang akan datang pukul 5 sore dan sekarang jam baru menunjukan pukul 4.

Tanpa melihat intercom, Suzy langsung membukakan pintunya tanpa ragu, dan menemukan sosok pria asing berdiri didepan pintu.

“Nugusaeyo?” Suzy menatap pria itu dengan apron yang masih melekat ditubuhnya

“Jongin, Kim Jongin” pria berkulit Tan itu memperkenalkan dirinya dengan senyuman yang cukup manis, menurut Suzy.

“Ah, kau kekasihnya Soojung eonni? Geundae-“

“Kau tidak mengizinkan tamumu masuk kedalam?” Suara berat menginterupsi ucapan Suzy, pria berkulit putih susu dengan wajah tampan dan tubuh proposional terukir sangat indah menandakan kekuasaan Tuhan yang luar biasa hadir didepan Suzy, tapi tunggu! Suzy sama sekali tak tergoda bahkan tak tertarik untuk sekedar menikmati pemandangan menakjubkan didepannya sekarang

“Ah, Ne. Silahkan masuk” suzy membukakan pintunya lebar, mengizinkan kedua pria berkulit saling berlawanan masuk kedalam Apartemennya

“Mianhae, kami datang terlalu cepat” ucap Jongin begitu Suzy mempersilahkan mereka duduk disofa

“Ah, gwaenchansemnida” Suzy menyunggingkan lengkungan senyum hangat pada kedua tamunya

“Jadi kau yang akan menulis biografiku?” Sehun menatap kearah Suzy, bahkan seorang Oh sehun tak bisa berbohong bahwa gadis yang ada didepannya ini memang cantik terrlebih dengan apron yang masih melekat ditubuhnya

“Ne, Bae suzy imnida” Suzy tanpa sengaja mengulurkan tangannya berniat ingin berjabat tangan tanpa perkenalan pada pria albino yang duduk tak jauh darinya

Tentu saja Sehun hanya mengerutkan alisnya tak senang melirik kearah tangan Suzy yang terjulur didepannya

“Ah, cheosohamnida. Aku lupa” suzy tersenyum canggung menarik kembali uluran tangannya merasa tak enak dengan sikap cerobohnya barusan

“Ah, bagaimana bisa 2 orang aneh seperti kita bertemu seperti ini” Sehun menyunggingkan senyumnya mengingat phobia yang dialami dirinya dan penulis yang berada didepannya yang sebentar lagi akan menghabiskan waktu bersama

“Hmm, kita tidak aneh. Menurutku… Kita hanya… Berbeda. Yap itu kata yang lebih tepat, bukan?” Suzy tersenyum hangat pada Sehun menanggapi ucapan yang terlontar dari Presdir itu tadi

♫ ♪ Hong Dae Kwang – I Feel You♫ ♪

Sehun menatap lekat kearah Suzy, gadis itu terlihat kuat walaupun phobia sialan itu membuatnya selalu terkurung didalam Apartemen ini, seakan terhipnotis dengan ucapan dan senyum Suzy padanya, ia percaya ucapan Soojung tadi. ‘Ia gadis yang baik. Kau pasti merasa nyaman dengannya’ Yap, baru bertemu pertama kali dan berlangsung dalam beberapa menit, Sehun sudah sedikit merasa nyaman dengannya.

~To be Continue~

Hai… Aku pake BGM dari OST Drama It’s Okay, That’s Love. Rasanya gereget aja gitu kalau musiknya pake lagu-lagu itu. Download lagu-lagunya yuk, Cekidot~ hihihi

24 responses to “[Freelance] Heal Me, Love Me Chapter 3

  1. Pertemuan pertamu suzy-sehun ternyata trjadi juga.aigoo baru pertama bertemu aja sehun sudah merasa nyaman apalagi jika nanti mereka sering bertemu bisa” sehun jatuh hati pada suzy kkekeke

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s