[LOVE STORY] Butuh

SUZY_9

BUTUH

sejujurnya Suzy juga penasaran

1

Sebenarnya Suzy sudah biasa, sih, lihat banyaknya mahasiswa yang berkeliaran di kampus atau sekitarnya. Toh itu juga hal wajar banyak mahasiswa yang berada di sekitarnya, menyapanya, saling mengajak ngobrol, saling bertukar media social dan nomor ponsel, juga saling bertukar janji untuk bertemu dimana selanjutnya demi membahas apa. Seperti janji beberapa tempo yang lalu untuk berdiskusi soal tema apa yang akan disung untuk teaternya. Sekarang pun, ia juga sedang menunggu seseorang yang menurutnya harus ditunggu karena mereka akan membahas…

“Suzy sunbae aku tidak bisa nih, terburu-buru, mungkin besok aku akan menemuinya, oke? Di tempat itu juga, kok. Bye, sunbae!”

soal tata panggung teaternya tetapi seorang gadis yang berpakaian seperti laki-laki ini berjalan terburu-buru lalu menghampiri demi memberi pesan bahwa dirinya tidak bisa untuk menepati janjinya tersebut karena entah ia juga tidak tahu itu. tapi beberapa meter di belakang gadis itu, terlihat seorang pria yang tengah berjalan santai sembari mengangguk hormat padanya lalu kembali berjalan seperti biasa, sepetinya mengikuti gadis itu.

Yah, Suzy bisa apa kalau orang ini sudah bilang begitu padanya?

“Desain panggungnya diundur saja, orangnya sibuk, Ly.”

“Apa? Kenapa bisa begi…”

“Marahnya sama orangnya dong! Jangan sama aku!”

 

 

Kali ini janjinya berjalan mulus seperti biasanya, bahkan semua hadir di tempat kejadian, ruang utama UKM teater, dan mulai membahas dan terjadi sedikit perdebatan akan tata panggung yang unik.

Kalau Suzy?

Ah, tidak usah ditanya, dia hanya ikut mengangguk-angguk saja, karena… dirinya tidak tahu soal desain panggung, sama sekali. Kecuali fashion.

“Aku setuju, kok, kalau tatanannya seperti ini saat adegan menembak. Aku benar-benar setuju!” ujar sang sutradara, sekaligus ketua dari UKM teater, Ilyana Park, sembari menjelaskan makna dari tatanan desain tersebut dan ber-tos ria dengan pembuat desain tersebut, Um Shira.

“Suzy siap, kan, untuk adegan menebak Taeyong dengan konsep ini?” oh, Suzy selalu siap, apapun konsepnya dan ceritanya. Kecuali untuk adegan dewasa, ia sudah siap mundur seribu langkah.

Lalu Ilyana memberi pengumuman bahwa naskah tetap sama tanpa revisi apapun karena semuanya sudah setuju. Dan untuk para pemain disiapkan untuk berlatih sedini mungkin karena ini adalah tema yang langka untuk diambil karena ini adalah tema yang sedikit menyinggung soal pemerintah. Suzy selalu kagum dengan pemilihan tema oleh temannya yang seharusnya menjabat sebagai adik tingkatnya, mereka beda satu tahun. Suzy selalu menyukai Ilyana yang selalu bersemangat saat memimpin UKM begitu juga dengan Shira yang bisa mengimbangi dengan konsep-konsep panggung yang apik. Padahal Shira adalah mahasiswa jurusan ilmu ekonomi. Sungguh salut Suzy kepada kedua gadis berbeda sifat itu.

2 jam sudah diskusi berakhir, sore sudah mengganti siang tadi. Semuanya pulang dengan rasa lega sekaligus tegang karena ini adalah teater yang dinantikan oleh para penikmatnya. Tidak sengaja Suzy keluar dari ruang UKM bersama dengan Shira. Gadis itu tertawa senang karena mendapat pujian darinya tetapi sesaat setelah mereka keluar dari pintu, dan mereka berdua, terutama Shira, tidak sengaja bertatapan dengan seorang pria yang ia ketahui bernama Jeon Wonwoo, Shira langsung pergi tanpa mempedulikan ekspresi kaget dari Wonwoo.

“Shira kenapa, sih, Zyya?” Suzy hanya mengangkat bahu.

“Kalau mau tahu, kau bisa tanya langsung pada pelakunya,” seketika Suzy mendapat hadiah pukulan di bahunya.

 

 

Suzy berjalan lesu sembari membawa buku agenda miliknya, repetan demi repetan tertuju pada dosen kurang ajar yang seenaknya memberi tugas sebanyak Gunung Fuji. Ah, malang nasibnya kini, sudah disibukkan oleh UKM-nya dan sekarang ditambah beban tugas yang sama sekali tidak berselera itu? Mari, bantu dia untuk mencari dinding untuk menghantukkan kepalanya.

“Shira…”

Suzy langsung menoleh pada seseorang yang memanggil nama familiar itu. Sudah diduga, Wonwoo yang memanggil nama itu sembari mengejar gadis cuek itu.

“Shira! Oi, Um Shira!”

Terdengar lagi seseorang memanggil nama itu, tetapi suaranya berbeda. Seperti teriakan.

“Eh, Taeyong?”

Please jangan ikuti aku, Jeon… Taeyong?” gadis berambut sebahu itu langsung menaikkan alisnya kala yang ia dapati setelah membalikkan badannya adalah seorang Lee Taeyong, lawan main teater Suzy.

“Apa apa apa? Ha?” tanya Shira ketus sesekali melirik Wonwoo yang berhenti beberapa meter di belakang Taeyong.

Taeyong menatap gadis itu tajam, “kau dipanggil Ilya…”

“Bilang aku sibuk!”

“Tidak bisa! Ini penting!”

“Aku sibuk!”

SRET!!!

Seketika Taeyong sudah menyeret tangan kiri Shira dengan kasar lalu berjalan melawan arah yang dituju oleh gadis itu. Saat melewati tubuh Wonwoo, Shira langsung membalikkan badannya dan menunjuk kedua bola matanya bergantian dengan atensi pria itu. Aku akan membunuhmu, lihat saja nanti!.

Wonwoo tersenyum kecil dengan tingkah gadis itu. Sedangkan Suzy? Justru dia bingung dengan drama yang tersaji di depannya beberapa menit tadi. Suzy beberapa kali melirik Wonwoo dan sepertinya pria itu tersadar kalau dirinya sedang menatap sosoknya.

“Kau pasti bingung ya, sunbae?” Suzy mengangguk.

Wonwoo mendekatinya lalu mengajaknya untuk duduk di sebuah kursi depan kelas lantai 2, “aku boleh cerita sesuatu?”

“Kau benar-benar mau cerita?” Wonwoo tersenyum mengangguk.

“Cerita apa?”

Wonwoo tersenyum miring, “aku mulai ya?”

Dirinya baru tahu kalau Wonwoo mengikuti kelas yang sama dengan Shira. Pertama kali berkenalan juga tidak mutu, menurutnya. Mereka berkenalan melalui perantara beberapa bungkus permen.

Saat itu mata kuliah yang sedang mereka ikuti memang sedang tidak enak-enaknya, aplagi diadakannya saat pagi hari. Diancam tidak akan mendapat nilai baik kalau tidak mengikuti kelas tersebut. Ya, mau tidak mau, suka tidak suka, Wonwoo mengikuti kelas pagi dengan sangat tidak ikhlas dan tulus. Ia tidak sengaja bersebelahan dengan Shira.

Ia tidak mengenalnya sama sekali, tetapi berkat senggolan di sikunya dan berkat permen yang ia ambil dari genggaman Shira, ia jadi tahu siapa gadis itu.

“Kenapa kau memberiku permen?”

“Aku tidak suka melihat wajah suntukmu, membuatku semakin tidak konsentrasi.”

Itu adalah alasan terkonyol yang pernah ia dengar, tetapi berkat gadis itu, nilainya menjadi baik dan konsentrasinya tinggi.

“See? This is work?”

Gadis itu tersenyum penuh kemenangan.

“Thanks…”

“Um Shira, itu namaku.”

“Okey, thanks for your vitamine, Um Shira.

“Sama-sama, Jeon Wonwoo.”

Dan sejak itu Wonwoo merasa membutuhkan gadis itu. Tidak hanya untuk menemaninya di kelas, tetapi di banyak waktu. Maka, ia sering mengikuti kemanapun gadis itu pergi, kecuali kalau ia ada kelas.

“Sana! Pergi! Kau pasti ada kelas,” itu ucapan yang biasa Shira katakan kepadanya kalau gadis itu merasa capek untuk menghindar. Ataua, “jangan ganggu aku!” Atau kalimat lain yang sama saja artinya.

Wonwoo selalu merasa geli kalau gadis itu marah karena kelakuannya yang selalu mengikuti gadis itu. Tetapi Wonwoo selalu tidak bisa mengungkapkannya kala gadis itu marah karena dirinya.

“Kau itu aneh, ya?” Wonwoo mendongakkan kepalanya melihat Suzy yang menatap aneh padanya.

“Berawal dari permen lalu berubah menjadi semakin rumit,” lanjut Suzy yang membuat Wonwoo harus tersindir akan ucapannya. Biar, pikirnya.

“Jadi aku harus ba…”

“Kau hanya butuh gadis itu saat waktu-waktu tertentu, kan?” pria itu menggeleng.

“Setiap saat?” tebak Suzy, yang diangguki oleh Wonwoo.

Suzy mengangkat alisnya, “kenapa?”

“Karena dia yang membuatku semangat.”

“Untuk mengikuti kelas?”

Wonwoo menggeleng, “awalnya sih, begitu. Tapi setelah tahu ceritanya, tentang ibunya yang pergi tanpa alasan, ia bertekad untuk menggantikan ayahnya di perusahaannya. Berusaha meringani beban ayahnya yang mengurus dia juga adiknya. Aku, aku merasa butuh dia.”

“Itu namanya kagum, bodoh!”

Wonwoo tertawa kecil, lalu mengangguk, setuju, “aku mengira kalau aku kagum dengannya. Tapi setelah dipikir-pikir…”

“Apa?” desak Suzy.

“Aku memang butuh dia, bukan karena kagum dan sebagainya, juga bukan embel-embel lain. Aku merasa aku butuh dia.”

Suzy terhenyak, Wonwoo menatap kearah lain menghindari kontak matanya dengan kakak tingkatnya. Sedari tadi ia sduah merubah posisi jadi berdiri bersandar papan pembatas lantai 2. Suzy benar-benar terhenyak.

“Kau mau apa?” tanya Suzy akhirnya setelah hampir 1 menit mereka saling mendiamkan diri. Wonwoo menoleh kearahnya, mengangkat alisnya, “maksudmu?”

“Kau tidak mau aku membantumu dalam misi ini, adikku sayang?”

Wonwoo tersenyum, “kalau kau tidak keberatan, sunbae.”

Suzy tersenyum sembari mengacungkan jempol kanannya, “yosh! kau tinggal tunggu saja tanggal mainnya, oke?”

“Aku pergi dulu, ya,” Suzy berjalan meninggalkan Wonwoo yang mulai tersenyum bahagia.

 

 

“Shira! Shira!”

gadis berpakaian Polo itu menoleh kearahnya, tersenyum, “ah, Suzy sunbae, ada apa kau memanggilku?” Suzy langsung menarik tangan gadis itu, tersenyum jail, “ikut aku, oke?”

“Memangnya mau kemana? Ruang UKM?” Suzy tetap diam di depan.

“Memangnya ada apa, sih, Suzy sunbae kau menarikku seperti ini? Kalau mau bahas soal desain kaosnya jangan tanya padaku, tanyanya ke Daena eonni.”

Suzy langsung menggeleng kepala, “bukan itu!”

Shira mengangkat alisnya, “lalu tentang apa?”

Gadis itu membuka pintu kelas terlebih dahulu dan berkata, “tentang masa depanmu dengannya.”

BRAK!

DUK!

Shira hampir terjatuh ke lantai kelas, tetapi ia bisa menyeimbangi badannya. “Hei! Buka pintunya! Ya! Bakka! Ya! Ya!  Buka pintunya!”

Tetapi setelah dirasa ia tidak mendapat respon ia langsung menendang pintu yang tak bersalah itu. Saat ia hendak duduk di kursi, ia tidak sengaja bertatapan dengan seorang pria yang sangat ia kenal sekaligus ingin ia hindari, “Wonwoo?” ia menunjuk pria itu dengan pengucapannya yang sengaja ia eja.

Pria itu langsung mendongakkan kepalanya, kaget, “Um Shira?”

“Kau kenapa di sini?” tanya Shira, masih menunjuknya.

“A-aku disuruh Suzy sunbae kesini,” jawabnya sedikit terbata.

Terlihat wajah Shira mulai berubah, “sial! Jadi kau bekerjasama dengan sunbae itu? Kenapa kau lakukan ini pa…”

Wonwoo langsung sudah berdiri di depan gadis itu, menghentikan acara omelan dari Shira, “aku juga tidak tahu kalau kau juga disuruh kesini, Shira,” ujarnya lembut.

Shira mendengus tidak suka, menatap kearah lain. “Bilang saja kalau kau bekerjasama dengan sunbae itu, dasar pembohong!”

“Kau bisa membunuhku kalau aku terbukti membohongimu,” Shira langsung menolehkan kepalanya sekaligus mendongak melihat Wonwoo yang mulai berbicara serius.

“Maumu itu apa, sih, Woo? Sejak kapan kau mulai berpikir untuk mengikutiku? Mengapa kau mempunyai pemikiran itu? Memangnya salahku padamu itu apa? Aku sudah capek menghindarimu, Woo. Cukup oke, kalau kau mau permenku, aku sedang tidak memba…”

“Aku tidak butuh permenmu,” potong Wonwoo dengan tegas.

Pria itu mengembuskan napas, merasa ini waktunya, “aku hanya butuh kau, bukan permenmu, bukan uangmu, bahkan tubuhmu sekalipun, aku hanya butuh kau yang mau menerimaku.”

Gadis itu tak sengaja membuka mulutnya, “hah?”

Wonwoo menunjuk dada dengan tangan kanannya, “aku membutuhkanmu disini, itu pun kalau kau mau.”  Shira langsung mengalihkan wajahnya, merasa wajahnya memanas seketika, takut ketahuan, “kenapa kau tidak mengatakannya dari dulu, lalu kenapa kau selalu mengikutiku?”

Wonwoo tersenyum, “karena…”

Sedangkan Suzy sedang menikmati sebatang lolipop yang sudah ia sediakan sebelumnya, masih menunggu konversasi di dalam kelas sana. Baru beberapa menit ia menikmati lolipopnya, tiba-tiba Taeyong sudah ada di depannya.

“Kau darimana saja tadi, Bae Sooji?”

“Panggil aku sunbae! Baru aku jawab!” balas Suzy tak kalah pedas.

“Bodoh! Kau darimana saja? Ilyana mencarimu, tahu!” omel Taeyong yang lebih tak kalah pedas.

Suzy yang merasa tak terima, langsung berdiri di hadapan pria berambut putih itu, “dasar ubanan! Aku dari tadi di sini, bodoh!”

Tak peduli dengan olokan yang ia dapat, Taeyong dengan kebiasaannya langsung menarik lengan gadis itu untuk mengikuti jejaknya, “hei, uban! Aku masih ada urusan di sana! Ya! Ya! Dasar tidak sopan!”

“Dimana Shira?”

Suzy langsung menoyor kepala adik tingkatnya itu, “Shira juga di sana, bodoh!”

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Yang baru saja sedang diomongkan baru saja keluar dari kelas bersama Wonwoo dengan senyum malu yang menghiasi wajah mereka.

“Kau mau kemana sete…”

“Shira! Oi! Um Shira!” Taeyong langsung menghancurkan chemistry romantis yang baru saja dibuat oleh Jeon Wonwoo, ia harus membuat pria itu mati, pikirnya.

AishDasar uban, aku pergi ke ruang UKM, Woo. Aku pergi dulu, ya?” Shira berlari kecil meninggalkan Wonwoo, mengakhiri percakapannya dengan Wonwoo.

Saat Shira melambaikan tangannya, Taeyong sudah meneriakinya, “cepat atau kau mati, Jeon Shira.”

“Namaku Um Shira, bodoh!”

“Dasar penghancur chemistry!” teriak Suzy selanjutnya yang langsung mendapat jitakan dari tangan besar Taeyong.

“Kubilang kekasihmu supaya kau dipecat dari teater, Lee Taeyong!”

“Memangnya dia berani mengeluarkan aku dari UKM-nya, Suzy?”

“Panggil aku sunbae, uban!”

 

*

Note :

untuk selanjutnya, kalian bisa menebaknya sendiri.

10 responses to “[LOVE STORY] Butuh

  1. hahaha uri suzy masih di nistakan nih kekeke…jadi tempat curhat plus cupid buat kenalannya kekeke…hahaha jgn bilang taeyong itu pacarny ilyana kekeke…

  2. Wkwk yaampun suzy udah kaya cupid yaa, jdi mak comblang disana sini wkwk
    Kirain taeyong masih single, gak taunya udh punya pacar😦
    Suzy jodhin org trs, dianya kapannn?
    Next ff ditunggu thor
    Fighting🙂

    • kalo jadi mak comblang itu pasti banyak pahalanya hahahaha :v
      ya masa taeyong ganteng gitu gapunya pacar? hahahaha :v
      kalo si mbaknya mah kapan-kapan kalo udah nemu yang pas😉
      okesep😀
      btw, jangan panggil thor ya, panggilnya rave aja😉

  3. aghhhhhhhh kenapa salah fokus ke kepolosan si weonwoo dengan shira TvT please, ai butuh senior macem Suzy di kampus, biar cinta ai bisa terlaksana macem mereka berdua. huhuhu.
    Suka banget sama olahan latar suasana ala anak-anak kampus yg aktip di organisasi dnegan segala detilnya dan hal-hal konyol yang emg sering dijumpai pada keadaan riilnya. pokoknya daku terbuai dengan ceritamu rave😀
    kemistri si taeyong (pliss, kirim junior songong but ngangenin cem dia ke tempatku kuliah jugaaa T_T)dan Suzy juga somehow sukses menguasai space kosong di hatiku eaaaa. sehabis ini aku jadi kebelet nge-ship mereka di dunia fiksi ini.ahaha.

    ahhh, terus sama karakter Suzy yang kuat dan easy going ini juga PEER banget buatku karena AKU SUKA BANGET :”””))))) karakterisasi yang sukses ^^

    well, pokoknya ku terhibur dengan fict ini Rave~
    karya selanjutnya ditunggu ya^^
    keep writing~~~

    • Jangan salpok sama pasangan itulah :v salpoknya sama taeyong yang suka geret orang seenak udelnya ajah :v
      hahahahahzeeeeeekkkkkkk suruh ae mbak suzy ke kampus dijadiin cupid tapi yang ada endingnya ancur juga soalnya mbak suzy kelewat cantiq heuheu
      yeah, aku tau soal ini aku suka ambil latar anak kampus ketimbang sekolah :v soalnya asik ae apalagi ketimbang sama married lafi aku jadi tambah bingung gimana mau nulis wakakakaka :v
      aku pesen ya! si taeyongnya dijinakin kak, biar gimana gitu :v masa ganteng-ganteng galak? edisi ggs jadi ggg :v
      DUH ITU MAKASEHNYA SAMA KAMAR MANDI SOALNYA DAPET INSPIRASI DISANA WAKAKAKA :V

      duh semoga kau jangan terlalu ngarep untuk eps selanjutnya soalnya bakal kutambah sedikit gila daripada ini hahahah :v
      dikau juga akak :*

      • HAHAHAHAHA ngakak dulu baca komennya😀
        Suzy x Taeyeong itu pasangan absurd asli. Iyaya, kalo Suzy ada di sini, yg ada gebetanku kegebet ama dia :”) kalah telak daku sama dia pasti, paras macem rempeyek udang gini kok dibandingin ama burger mcd :”)
        Ahhhhhh taeyeong mumumumumu :3
        Masya allah musnah saja itu gegees plis🙂 taeyong ganteng tanpa embel2 lah.
        Wahaaa, kamar mandi itu emg best spot banget :3
        Ahhhhh cant wait!!!

      • sudah kubilang kan jangan pernah saingan sama mbak Suzy yang ada nyesek duluan sebelum perang :v
        TAEYONG MAH APAH KURANG BELAIAN DIA :V
        bikos kamar mandi adaalh tempat absurd yang memunculkan berbagai ide dan inspirasi :v
        tunggu ye :v wokowoko

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s