[Ficlet] Of Midnight, Drunk and Confess

ofmidnight.jpg

by Miss Of Beat R

Bae Suzy × Oh Sehun

Fluff | Romance | Friendship

PG

Ficlet

Spoiled baby, Sehun. Itulah yang Suzy sering sematkan kepada sahabatnya itu kala mereka sedang tak sepaham atas suatu masalah. Hingga akhirnya gadis itu mengakui tidak selamanya Sehun menjadi bayi yang manja dan cengeng saat laki-laki itu tumbuh menjadi seorang ‘Pria’ menurut definisi Suzy.

Saat itu sedang musim panas di bulan april. Saat Suzy telah memutuskan untuk lari ke Perancis mengejar mimpinya sebagai perancang busana ketimbang menjadi budak perusahaan milik ayahnya yang berada di Korea Selatan sana. Ia berniat untuk mengunjungi Sehun yang secara mengejutkan juga memilih untuk melanjutkan studinya di negeri matador, Spanyol.

Agak melelahkan perjalanan menuju villa milik Perdana Menteri Korea Selatan yang berada di wilayah barat laut kota Madrid tepatnya di daerah Cordillera central di mana pegununganlah yang mayoritas bisa dilihat. Tapi demi Spoiled baby itu, The stubborn, Suzy pun menyerah pada egonya.

Sejujurnya, setelah menghabiskan kurang lebih 5 jam dari negara Perancis hingga ke depan villa tersebut, Suzy berharap ada sambutan yang hangat dari si pemilik rumah. Karena, Hey this is Suzy come to you! Tapi yang ia lihat hanyalah villa dengan penerangan yang minim layaknya lokasi shooting film horror kebanyakan.

“Aishh, apa Sehun lupa membayar tagihan listrik?” keluh gadis itu.

Ingin mengetuk namun tak sengaja Suzy menarik kenop  sehingga terbukalah pintu tersebut. Okay,  ini semakin membuat takut gadis berusia 20-an tersebut. Dengan satu tarikan napas, ia memutuskan untuk melangkah masuk ke dalam lalu menyalakan lampu terdekat. Dan saat lampu telah dihidupkan, ditemukan sahabatnya tergeletak tak berdaya di ruang tv, di mana televisi-nya dalam keadaan menyala dan sedang menyiarkan ulang ajang Miss Universe tahun ini.

“Sehun!” pekik Suzy dengan panik.

Suzy mendekat dan melihat Sehun yang terpejam di atas meja dengan deretan gelas beserta botol yang mengelilinginya. Diperiksa denyut nadinya yang ternyata masih terasa. Baguslah, ia sempat berpikir bahwa telah terjadi pembunuhan di sini.

Penasaran, Suzy menghirup gelas sloki dan merasakan aroma Vodka di dalamnya. Kemudian senyum kecil terulas dari sudut bibirnya. “Astaga, dengan sekaleng bir saja kau langsung mabuk dan sekarang malah bermain dengan vodka? Tidak tahu diri,” ejek Suzy dengan puas.

“Siapa yang tidak tahu diri?” Sehun langsung bangkit dengan mata setengah terbuka.

“Kau Oh Sehun, siapa lagi memangnya,” celetuk Suzy.

Tidak ada balasan, Sehun justru masih menatap Suzy dengan mata meruncing. “Suzy? Kau di sini?”

Hanya anggukan kecil dari Suzy, ia berniat untuk berdiri namun lututnya dicegah oleh tangan Sehun. “Aku pasti sedang bermimpi. Karena ini mimpi maka jangan tinggalkan aku seperti di kenyataan, okay!” pinta Sehun di tengah cegukan yang tiba-tiba datang.

“Hey, aku sudah di sini Oh Sehun. Seperti permintaanmu sejak minggu lalu! So, let me change my clothe first,” pinta balik Suzy.

No, you don’t need,”

“Aish, this spoiled baby!”

Yyak, stop calling me like that, i am a man now. A real man!” rengek Sehun yang menurut Suzy justru menggemaskan.

“No, Sehun. A real man is the one who—”

“—can  kiss well, i know your defination, Suez. Let me prove it.

Dan yang Suzy ingat setelah ucapan Sehun, pria itu memapas habis jarak mereka secara perlahan dan memberikan kecupan ringan di bibir Suzy. Setelah itu, ia kembali memberi jarak untuk melihat Suzy yang terkejut. Berharap gadis itu menarik ucapannya.

Gadis itu justru tertawa terbahak melihat Sehun yang sudah seperti seekor kucing saat menanti reaksinya. “That’s not a kiss what i mean, Sehun.”

I know, it was just beginning, okay. Here’s my real kiss.”

Spoiled baby, Sehun. Itulah yang Suzy sering sematkan kepada sahabatnya itu kala mereka sedang tak sepaham atas suatu masalah. Hingga akhirnya gadis itu mengakui tidak selamanya Sehun menjadi bayi yang manja dan cengeng saat laki-laki itu tumbuh menjadi seorang ‘Pria’ menurut definisi Suzy.

Sehun kembali membuktikan kata-katanya dengan menarik tangan Suzy dan meraih tengkuk gadis mendekat padanya. Kali ini tidak dengan kecupan ringan ketika Sehun memiringkan wajahnya, ia justru menekan bibirnya dengan bibir kemerahan itu dengan lembut.

Memberanikan diri, Sehun memperdalam tautan tersebut; memberikan Suzy gejolak aneh pada perutnya, dan juga gelenyar di dadanya. Perasaan yang tidak pernah ia rasakan selama bersama Sehun sejak 15 tahun terakhir menjalin persahabatan dan justru mengingatkannya pada seseorang di luar sana. Memberikannya kesempatan, akhirnya ia pun memejamkan mata dan larut dalam tautan tersebut.

Entah berapa lama waktu terbuang, hingga akhirnya Sehun lah yang memutuskannya lebih dulu. Ia kembali menatap wajah gadis di hadapannya yang diam terpaku. Senyum pun terulas dari sudut bibirnya. “Syukurlah karena ini mimpi jadi aku lebih bisa berani. Berani mencium gadis arogan yang sialnya adalah sahabatku. Yang lebih sial lagi, aku mencintainya. Dan yang paling sialnya, dia mencintai orang lain dan hanya menganggapku hanya seorang ‘bayi manja’. Berpindah ke Spanyol agar setidaknya bisa lebih dekat karena aku tidak ingin membuatnya risih jika aku pindah ke Perancis juga. Aku mencintaimu Bae Suzy.”

Setelah pernyataan panjang lebar yang Sehun lontarkan, pria itu justru kembali bersandar pada meja dan memejamkan matanya. Meninggalkan Suzy ke dalam mimpi yang sesungguhnya.

Unfortunately, this is not dream, Sehun. I’m here for you,” bisik Suzy seraya menyisir helaian rambut Sehun yang menghalangi mata terpejamnya. “Good night, Oh Sehun.”

oOo

Bukan seberkas sinas matahari ataupun suara burung perkutut yang membangunkan Sehun dari atas sofa melainkan sebuah aroma kue yang sedang di panggang dalam oven lah yang membuatnya yakin presensi gadis yang ditunggunya berada di sini. Meski agak pengar, ia segera bangun dan memastikan apa yang ada dalam kepalanya benar atau tidak.

“Suzy?” panggil Sehun takjub melihat gadis itu berada di dapurnya yang lebih tampak seperti kapal pecah.

Bonjour. Sebaiknya kau berterimakasih bahwa sebentar lagi kue ulang tahunmu akan matang. Aku spesial membuatnya,” balas Suzy dari balik counter. “Ingin segelas susu?” tawar Suzy yang mengeluarkan sekotak susu dari kulkas. Sehun pun mengangguk setuju mengingat hangover-nya belum sepenuhnya menghilang.

“Kapan kau datang?” tanya Sehun setelah meneguk susunya.

“Sebelum fajar, dan aku langsung membuatkan kue untukmu. Betapa  berhati malaikatnya diriku? Jadi kau harus membayar mahal untuk perjalananku kemari,” celoteh Suzy. Ia tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya soal tadi malam.

“Yyak, jika memang berniat memberiku surprise untuk apa meminta upah segala,” balas Sehun sambil menyendoki kue buatan Suzy. “Lagipula ulang tahunku kan kemarin dan kau terlambat, Nona muda,” celetuk Sehun.

“Masih bersyukur aku kemari. Dasar tidak tahu diri,” sahut Suzy tidak mau kalah.

Sehun yang menikmati kue itupun langsung teringat sesuatu di saat gadis dihadapannya mengatakan sesuatu yang janggal. “….. sekarang malah bermain dengan vodka? Tidak tahu diri,”

“Kau sungguh-sungguh datang saat sebelum fajar?” tanya Sehun curiga.

Te—tentu saja begitu, memangnya kapan lagi, huh?” Oh by the way, how it taste?” tanya Suzy sambil melirik kue buatannya mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

Better than last time,” jawab Sehun yang kembali menikmati kue yang agaknya terlalu manis saat di rasa melupakan rasa penasarannya terhadap sahabatnya itu.

Happy birthday, Oh Sehun.”

Thank you for coming, Suez.”

Baik Sehun maupun Suzy, sama-sama tahu bukan itu yang ingin diucapkan. Lebih dari itu, dan selalu lebih dari itu. Namun mereka sudah cukup dewasa untuk memilih diam dan  tidak selalu menyuarakan setiap sesuatu yang ada dalam pikiran. Something is better to left unsaid.

End

another bitter sweet story, kkk

Selamat hari pertama dibulan agustus gaess, moga hari kalian menyenangkan dan goal kalian tercapai di bulan ini.

Oh iya, yg baca sebelumnya di wp pribadi aku pasti ngerasa epilog yang ini agak panjangan dikit.

Here’s my little bonus for hunzy shipper

Ps. Yg mau lihat lebih banyak editan dari aku bisa cek di ig @missofbeatr lol

 

See ya

and

Keep bust a move

7 responses to “[Ficlet] Of Midnight, Drunk and Confess

  1. Jadi sama sama suka atau gimana nihh ? Kasian sehun masa jadi jones terus di dunia nyata jones trus di ff juga jones kasik sekali aja sehun bahagia *lohh ? Baru nyadar dia si sehun kalo bukan mimpi

  2. Huaaa kenapa digantung thor? Mungkin itu daya tariknya ya…. hehe penasaran Suzy nerima nggak ya? Mungkin Sehun sadar kl kejadian semalam bukan mimpi

  3. nggantung ceritanyaa~ bikin baper.. 😀😀😀
    semoga sehun sadar klo yg di cium suzy beneran 😄😄

  4. awwww, sehun yg drunk n gone wild for a kiss itu daebak😀 karakter itu somehow fit 100%-ly dengan sehun tau huhu. story-line yang mengarah ke arah chick-lite ini menurutku one of a kind dan ya memang ditemukan di kehidupan sehari-harinya, man and woman makes a friend, love comes not from their wants or needs, it just likes happen naturally, dan yah something much more better left unsaid itu dang its true banget🙂
    it’s so nice to see you again here, my beloved fellas🙂
    keep writing okay~^^

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s