A Golden Flower – Golden Mall

please leave a comment. ^^

*

“Jadi kenaikan penjualan pada women apparel bulan ini merupakan hasil dari strategi penggunaan endorsement N-Line oleh beberapa selebritis terkenal di acara penghargaan bergengsi seperti yang dikenakan oleh Lee Sungkyung, Son Yejin, dan Kim Hyojin berikut ini” jelas Junyeol yang sedang mempresentasikan laporan bulanan di depan dewan direksi Golden Mall termasuk ayah Suji, Bae Seungjo.

“kerja bagus, sekretaris Ryu. Kau dan timmu harus terus meningkatkan penjualan women apparel di Golden Mall seperti yang sudah kalian lakukan” puji direktur Bae Seungjo.

Sebelum direktur Bae melanjutkan ucapannya, sekretarisnya menepuk pundaknya dan berbisik di telinganya. Direktur Bae pun mengangguk. “kau boleh duduk dulu, Ryu Junyeol. Kita lanjutkan nanti. Aku harus mengenalkan kalian pada menantuku, Lee Jongsuk. Suruh dia masuk, sekretaris Ma”.

Junyeol mencengkeram map hitam yang ia bawa dengan kuat untuk menahan kemarahannya yang tiba-tiba ingin meluap begitu melihat Jongsuk masuk ke dalam ruangan rapat sambil menggandeng Suji.

“selamat pagi, semua. Saya Lee Jongsuk. selamat pagi ayah mertua” sapa Jongsuk sambil tersenyum.

Suji melihat ayahnya tersenyum bangga menatap Jongsuk. Ia pun menghampiri menantunya untuk memperkenalkannya kepada dewan direksi lainnya. Suji mengedarkan pandangannya dan terpaku mengetahui Junyeol berdiri memerhatikannya yang berada di samping Jongsuk sambil bergandengan tangan.

Junyeol tak bisa memusatkan pandangannya kecuali pada gandengan tangan Jongsuk yang erat pada Suji.

Suji menyadari tangannya sama sekali tak bisa melepaskan diri dari genggaman tangan Jongsuk.

Jongsuk yang merasakan tangan Suji berusaha melepaskan tangannya semakin mengeratkan genggamannya.

“ayo duduk, Jongsuk, Suji. kalian bisa ikut mendengarkan rapat ini sebelum nanti kita makan siang bersama dengan dewan direksi” ajak tuan Bae sambil menyuruh Jongsuk dan Suji duduk disebelahnya. “Nah Junyeol, kau bisa lanjutkan lagi hasil laporanmu”.

Junyeol menatap mata Jongsuk dengan tajam.

Jongsuk hanya menanggapi tatapan Junyeol dengan tenang.

Suji menggenggam kedua tangannya sendiri di atas pahanya sambil menutup mata, berharap ketegangan antara Jongsuk dan Junyeol yang terjadi di hadapannya ini adalah mimpi belaka.

*

loveyoublue

153

View original post 5,685 more words

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s