Trying [Chapter 2]

wp-1470579794738.jpg

Voyezkaa

Bae Suzy, Kim Myungsoo, Kim Jongin │School Life , Romance , Sad│PG – 17

This story pure is mine! Don’t copying!!
Don’t be a silent readers and sorry for typo!

1

Happy Reading …

Sejak kejadian satu minggu yang lalu, tepat pada saat perayaan kelulusan Suzy, dimana Myungsoo mengajaknya berbelanja, ia berubah menjadi wanita yang dingin. Ia tak banyak berkata, entah itu bersama Myungsoo, eomma, appa dan teman dekatnya. Ia lebih suka menyendiri. Atau lebih tepatnya memikirkan nama seseorang yang sampai detik ini masih ia cintai –Kim Jongin.

‘apa yang kau lakukan disana oppa’

‘aku merindukanmu’

‘kau bahkan tak pernah lagi membalas pesan ku’

‘aku sebentar lagi menikah oppa, dengan hyung kandungmu’

‘aku ingin menikah denganmu saja oppa’

‘aku selalu mencintaimu sampai detik ini oppa’

Suzy sedang menyendiri di dalam kamarnya. Ia selalu mengucapkan kata – kata demikian –sendiri. Setiap malam sebelum tidur atau bahkan ketika ia bangun tidur. Ia selalu mengingat Jongin, Jongin dan Jongin.

“aku harus bagaimana?” lirihnya. Ia sudah tak bisa menolak lagi tentang pernikahan itu. Ia sudah menerimanya. Andai saja Suzy tahu kalau calon suaminya itu Hyung Jongin. Ia pasti akan menolak. Dan ia lebih memilih Jongin. Toh sama – sama keluarga Kim bukan?

Suzy sudah menjadi mahasiswa di Seoul University. Salah satu kampus terbaik di Korea. Ia sudah memikirkan ini jauh – jauh hari, bahkan ia merencanakan akan satu kampus bersama Jongin. Tentu saja dengan jurusan berbeda. Suzy ingin menjadi desainer muda berbakat, sedangkan Jongin ingin menjadi pembisnis yang sukses. Tapi apa yang terjadi sekarang? Impiannya tak menjadi kenyataan.

Tok

Tok

Tok

Seseorang mengetuk pindu kamar Suzy. Suzy bahkan hari ini tak niatan untuk ke kampus. Ia terlalu malas.

“Suzy-ah~” panggil eomma Suzy lembut. Kalau saja pintu itu tidak dikunci. Pasti eomma Suzy langsung saja masuk. “Myungsoo menunggumu diluar nak”

“hufft kenapa lagi si Myungsoo oppa” ucapnya pelan sambil berjalan membukakan pintu. Raut wajah eommanya sangat cerah –menunjukkan senyum termanisnya, tapi berbeda dengan Suzy ia memasang wajah bad moodnya.

“wae?” tanyanya dingin kepada eommanya. Ia melirik ke arah ruang tamu, dengan Myungsoo yang sedang tersenyum dan melambai. Myungsoo berjalan kearah kamar Suzy.

“eommonim, aku akan pergi bersama Suzy” kata Myungsoo ramah. Eomma Suzy tersenyum dan mengangguk.

“baiklah, tapi apakah kau tak bekerja nak?” tanyanya lembut.

“tidak ada jadwal penting eommonim” jawabnya ramah dan melirik Suzy. Eomma Suzy mengangguk dan pergi meninggalkan Suzy dan Myungsoo.

“oppa, aku akan berganti pakaian sebentar” katanya sambil mempersilahkan Myungsoo masuk. Myungsoo memang sudah beberapa kali masuk kedalam kamar Suzy. Kamar yang luas untuk seorang diri. Dengan cat didominasi putih dan pink pastel –sangat cocok untuk wanita manja seperti Suzy.

Myungsoo duduk ditepi ranjang dengan memperhatikan seisi kamar. Dan Suzy berganti di dalam kamar mandi. Seperti kamar wanita pada umumnya, ada beberapa boneka dan foto yang terpajang rapih. Myungsoo memperhatikan foto seorang wanita dan pria seperti di jembatan, dimana ia tahu bahwa wanita itu Suzy dan si pria tidak terlihat wajahnya, karena pria itu menggendong Suzy. Mereka terlihat seperti berpacaran –sangat romantis.

yflboywwl1.png

‘apa Suzy mempunyai namjachingu?’ batinnya. Tetapi hanya ada satu foto ini yang bersama pria. Selebihnya foto Suzy yang berpose sangat lucu. Ia tersenyum memperhatikan foto Suzy. Tetapi yang membuatnya sakit hati adalah foto Suzy bersama pria itu.

Suzy sudah siap dengan dress selututnya berwarna pink pastel, tak berlengan. Dengan flat shoes putihnya. Sangat manis dan pas ditubuhnya. Tentu saja ini adalah salah satu dari banyak dress yang Jongin beri. Ia berjalan menuju meja rias, dilihatnya Myungsoo sedang memperhatikan foto – foto yang berada di kamarnya. Suzy berfikir pasti Myungsoo melihat fotonya dengan Jongin. Tetapi ia tak memperdulikan itu.

“oh! Kau sudah siap” Myungsoo terkejut mendapati Suzy yang sedang memoles wajahnya dengan sedikit makeup. Ia bahkan tak menyadari Suzy yang sudah keuar kamar mandi.

“sebentar lagi oppa” jawabnya tak mengalihkan pandangannya dari cermin. Myungsoo memperhatikan pemanpilan Suzy ‘dia sangat cantik dengan dress itu’ batinnya.

Suzy sudah siap dengan kegiatannya. Dan mereka menuju mobil Myungsoo. Suzy tak bertanya mau kemana ia pergi. Toh ia percaya bahwa Myungsoo tak akan macem – macem dengannya.

Didalam perjalanan suasana menjadi canggung. Tak ada yang mengajak berbicara. Kedua nya terdiam. Myungsoo masih dengan fikirannya tentang foto itu. Ia ingin bertanya, tetapi ia tak berani mengungkapkannya.

0o0o0

“Jong..” panggil wanita itu sedikit manja. Jongin yang sedang sibuk dengan laptopnya menolehkearah wanita itu.

“sudah ku bilang, jangan panggil aku dengan sebutan itu saat di America” ketusnya. Wanita itu memajukan bibinya –sangat imut. Jongin beralih menatap laptopnya lagi dan tak memperdulikan wanita disampingnya ini.

“arraseo KIM KAI” ucapnya penuh penekakan. Namanya di America tidak lagi Jongin, melainkan KAI. Kecuali wanita ini –walau terkadang memanggil dengan sebutan Jongin.

“apa kau punya acara malam ini Kai” tanya wanita itu. Ia duduk bersebrangan dengan Kai –mereka sedang di kantin di kampus mereka. Wanita ini sebel karena Jongin seolah tak memperdulikannya.

“tidak” jawabnya singkat, tanpa mengalihkan pandangannya dilayar laptop itu. Wanita itu tersenyum bahagia.

Kenapa?

Tentu saja karena ia menyukai Jongin.

Wanita itu mengajak Jongin dinner. Awalnya Jongin ingin menolak. Tetapi ia berfikir akan lebih baik jika ia pergi dan saat ini ia membutuhkan refreshing. Tidak buruk juga pergi bersama wanita ini –Krystal Jung.

0o0o0

“oppa.. aku lelah” ucap Suzy lirih. Ia memilih duduk di salah satu bangku di tengah mall besar ini. Bagai mana tidak? Mereka menghabiskan waktu bermain di pusat hiburan di Seoul. Menaiki beberapa permainan. Ini permintaan Suzy tentu saja. Dan Myungsoo tak bisa menolak.

Setelahnya mereka makan, karena Suzy bilang ia merasa lapar. Ia yang memilih restoran itu. Dan ia memilih restoran elit. Tak masalah bagi Myungsoo jika ia mengeluarkan uang yang tidak seberapa itu. Sejenak Suzy melupakan Jongin.

Disaat Suzy ingin pulang, Myungsoo mengajak pergi berbelanja. Ia ingin membelikan banyak dress untuk Suzy. Karena saat di pusat hiburan Myungsoo memuji Suzy sangat cantik saat memakai dress.

Flashback

“kau tidak lelah menaiki empat wahana menyeramkan seperti itu” nafas Myungsoo terengah, mereka baru saja menaiki ’ombak cinta’. Saat ini mereka sedang berjalan santai.

“ani” jawab Suzy singkat.

“oppa ayo kita naik yang lain lagi” tawar Suzy manja. Banyak yang melihat kelakuan pasangan muda ini. Siapa yang tak mengenal mereka? Myungsoo tak menjawab. Suzy menoleh kearah Myungsoo, dilihatnya Myungsoo dengan nafas terengah.

Suzy menarik Myungsoo untuk duduk dibawah pohon rindang. Keduanya terdiam menikmati angin yang berhembus. Rok Suzy sedikit tersingkap saat angin berhembus kencang –jika ia tak menahannya dengan tangannya, serta rambunya yang berkibar. Myungsoo terpesona akan kecantikan Suzy saat ini. Tanpa sadar senyumnya merekah.

“kau sangat cantik saat menggunakan dress” ucap Myungsoo. Suzy mendengar itu menoleh dan tersenyum kearah Myungsoo dengan muka yang sedikit memerah. Senyum yang sangat tulus.

Flashback end

Setelah dari pusat hiburan Myungsoo ingin ke mall terbesar di seoul. Ia membelikan sekitar enam dress cantik dan mahal untuk Suzy. Suzy sebenarnya ingin menolak. Pasalnya baru saja seminggu lalu Myungsoo memberinya banyak hadiah –tas, sepatu, blouse, rok dan dress, tetapi dress itu hanya satu. Tetapi Myungsoo memaksa. Dan Suzy apa boleh buat? Ia bahkan disuruh memilih sendiri. Suzy hanya memilih empat dan sisanya Myungsoo yang memilih.

“kau ingin minum?” tawar Myungsoo yang mengelap peluh di dahi Suzy. Suzy menggeleng. ia tak haus, hanya saja kakinya sangat lemas.suzy memijat kakinya. Myungsoo yang melihat itu merasa khawatir. Ia berjongkok dan melepas sepatu suzy. Suzy tersentak kaget melihat kelakuan Myungsoo yang tiba – tiba. Ia ingin menolak.

“kau pasti lelah.” Myungsoo memijat pelan kaki Suzy. “mianhae” sambunya. Suzy tak menjawab, ia masih menikmati pemandangan seseorang dibawahnya saat ini. Ia merasa Myungsoo ‘sangat romantis’. Ada beberapa orang yang mengambil gambar mereka tanpa sepengetahuan keduanya. ‘akan ada berita bagus besok’

“gwaechanna oppa, hanya sedikit pegal saja” jawab Suzy lemah. Myungsoo tak menjawab, ia hanya tersenyum kearah Suzy, sembari melanjutkan aksi pijatnya. Hati Suzy tersentuh. ‘apakah aku harus berusaha mencintainya?’ bicaranya dalam hati. Suzy bahkan berjanji akan menunggu Jongin.

“apakah sudah baikan?” tanya Myungsoo yang masih berjongkok. Suzy mengangguk. Ia mengambil tissu didalam tasnya dan mengelapkan peluh Myungsoo lembut.

“gomawo oppa” ucapnya sembari tersenyum. Myungsoo sangat senang dengan perubahan sikap Suzy beberapa hari terakhir yang sedikit dingin kepadanya. Myungsoo berdiri dan mengelus puncak kepala Suzy dengan kasih sayang. “eumm” jawabnya.

Karena Suzy ingin meminta pulang Myungsoo pun mengiyakan. Sebelumnya Myungsoo ingin mengajak makan malam sekali gus, tapi kata Suzy eommanya sudah membuatkan makan malam yang banyak untuk mereka. Karena appanya pulang cepat. Dan Myungsoo tak bisa menolak itu.

Myungsoo ingin menggendong Suzy. Dengan halus Suzy menolak. Ia malu jika menjadi tontonan dan pembicaraan orang – orang. Toh kakinya sudah mendingan dari yang sebelumnya. Dan Myungsoo juga tak bisa menolak itu. Lagi. Selagi Suzy suka dengan hal itu, tak masalah untuk Myungsoo.

0o0o0

Saat mereka memasuki rumah Suzy disambut bahagia oleh Ny. Bae. Melihat Myungsoo membawa banyak papar bag Ny Bae mendelik ke arah Suzy. Seakan mengerti tatapan itu Suzy membuka suara.

“oppa yang membelikannya untukku” katanya sambil berjalan mendahului Ny Bae dan Myungsoo menuju meja makan dan disana sudah ada tuan Bae yang menunggu. Melihat itu membuat Myungsoo tersenyum. Gadisnya itu terkadang bersikap lucu. Ny Bae mengambil alih papaer bag tadi. Dan ditaruhnya di kamar Suzy. Myungsoo menunduk hormat kepada Tuan Bae.

“maaf abonim membuat anda menungu” ucapnya ramah.

“aniyo, duduklah” myungsoo duduk disebelah tuan Bae dengan Suzy yang berada di hadapannya. Ny Bae sudah menyiapkan makan malam spesial. Walaupun ini tak terduga tapi hidangan ini sangat banyak.

Makan malam dengan keadaan diam. Tak satu pun membuka suara. Jangan diragukan lagi bagaimana masakan Ny Bae. Tanpa ada bantuan dari ahjumma tentu saja.

“masakan eommonim sangat enak” ucap Myungsoo setelah selesai dengan makanannya. Ny Bae tersenyum dan mengucapkan terimakasih.

“dengar Bae Suzy, kau harus belajar memasak, sebentar lagi kau akan menikah.” Ny Bae menggomel dan Suzy hanya menganggap itu angin lewat ‘suruh siapa menikah cepat – cepat’ ucapnya dalam hati. Myungsoo dan tuan Bae hanya tersenyum mendengar itu.

Setelah acara makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga. Bercanda gurau, terkadang membicarakan masa kecil Suzy yang menurut Myungsoo itu sangat menarik, tapi tidak dengan Suzy.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Myungsoo hendak pamit, sebenarnya besok ia ada rapat dan belum ia siapkan segala sesuatunya itu. ‘semoga saja Sehun membuatnya walau hanya sedikit’ batinnya.

“eommonim, abonim sepertinya saya harus pulang” ucap Myungsoo ramah.

“tak menginap disini saja?” tawar Ny Bae. Myungsoo menolak dengan halus. Sebenarnya ia juga ingin. Tapi rapat sialan itu membuatnya harus melewatkan kesempatan ini. Ny dan tuan Bae mengangguk mengiyakan.

Myungsoo menunduk hormat.

“hati – hati oppa” ucap Suzy tiba – tiba.

DEG!!

Myungsoo tersentuh mendengar Suzy menghawatirkannya. ‘apa Suzy sudah mulai peduli pada ku?’ batinnya.

“oh ne, belajar dengan rajin arrachi?” ucap Myungsoo sebelum benar – benar pergi. Suzy mengangguk dan tersenyum, begitu juga Myungsoo. Myungsoo menunduk sekali lagi dan pergi dari kediaman Bae. Tubuhnya sangat lelah mengajak Suzy seharian bermain. Tetapi ia suka ini. Ini juga baukan kali pertamanya kencan dengan Suzy. Apapun untuk Suzy akan dia lakukan.

0o0o0

“kenapa kau mengajak ku dinner?” tanya Jongin kepada Krystal.

Saat ini mereka sudah berada di restoan Itali yang terkenal didaerah sini. Jongin saja belum pernah kesini, bahkan ia tak tahu jika ada tempat sebagus ini. Dulu saat ia masih di Korea, ia dan Suzy mempunyai angan – angan akan pergi ketempat makan romantis. Di Korea tempat seperti ini sangat jarang. Merka hanya akan makan ketempat mahal saat merayakan hari jadi mereka. Tapi mungkin itu tak akan pernah terjadi lagi kan?

Krsytal sudah lama tiggal di America –walaupun keluarganya di Korea, ia lebih Suka America. Maka dari itu saat ia memasuki SHS ia meninta pindah ke tempat kelahirannya. Sejak bertemu Jongin, ia memutuskan akan selalu berada didekat Jongin –apapun yang terjadi.

“tak ada maksud, hanya sekedar –ya makan saja” jawabnya santai. Jongin tak memperdulikan itu.

Makan malam ditempat ini sangat romantis jika mereka bersama dan saling mencintai. Banyak pasangan muda bercumu terang – terangan disini. Membuat Krystal tersenyum miris. Ia ingin mengungkapkan perasaanya pada Jongin, tapi ia takut jika setelahnya Jongin akan mejauhinya. Dan ia tak ingin itu.

Keduanya menikmati hidangan yang dipesan masing – masing. Soal rasa jangan ditanya. Tentu saja enak.

“langsung pulang?” tanya Krystal saat mereka keluar restoran. Jongin mengangguk. Krystal hanya menuruti. Ia membawa mobil sendiri, tetapi Jongin yang menyetirnya. Mudahnya Krystal tadi menjemput Jongin.

Walaupun hanya sebentar, tetapi Krystal sangat senang. Ia akan selalu membuat Jongin mencintainya secara perlahan.

‘lagi – lagi aku teringat padamu Bae Suzy, bahkan saat aku bersama wanita lain’.

0o0o0

To : Jongin ^_^

Jongin oppa kenapa kau tak pernah membalas pesanku. Aku sangat merindukanmu. Aku telfon kau tak menjawab. Aku tahu kau pasti selalu berusaha tak menjawab kan? Oppa kau sepertinya berubah. Kenapa? Apa kau sudah tak mencintaiku lagi? Apa kau sudah mendapatkan wanita yang lebih dariku? Asal oppa tahu, aku masih mencintai oppa walaupun aku sudah akan menjadi milik orang. Oppa tahu kan? Aku akan menikah dengan Hyungmu. Sebenarnya aku ingin menolak oppa, tetapi aku tak ingin menjadi anak yang membantah perintah orang tua. Jika oppa sudah ada yang lain, aku harap dia bisa menjaga oppa dengan baik. Berbahagia lah oppa.
Gomawo kkamjong ku, Mianhae. Saranghae ~_~

Suzy mengirim pesan panjang itu Kepada Jongin dengan air mata yang menetes deras. Ia tak sanggup merelakan Jongin bersama wanita lain. Tetapi apa? Ia bahkan sudah menjadi milik orang sebentar lagi.

Suzy berharap walaupun kelak –entah kapan itu, ia dan Jongin akan selamanya menjalin hubungan yang baik. Tidak ada pertengkaran dan permusuhan. Walaupun tidak bisa seperti dulu –saat mereka menjadi sepasang kekasih.

“Saranghae Jonginah” ucapnya lirih. Suzy meringkuk di atas tempat tidurnya dengan air mata yang terus mengalir. Semakin ia mencoba melupakan, malah semakin ia mengingat kenagan – kenangan dulu.

TBC

Hai^^ maaf ni late banget yee kan postingnya? Hehhhe tapi sesibuk apapun, aku bakal tetep usahain posting ko^^

Tiba – tiba munculin Krystal nih wkwkk, buat yang kaistal shipper *contohnya aku* aku akan membuat hubungan mereka sulit, apalagi Krystal hahaha *eh. Buat Myungzy, jadi gini, Suzy itu masih ragu untuk perasaannya. Ia masih mencintai Jongin, tapi disisi lain Myungsoo juga buat dia bahagia kan yee?? jadi gimana dong. Hmm tunggu aja deh kelanjutannya di next chapter.

Komentarnya Juseyo~ apa susahnya tinggal komentar setelah membaca kan yee? Buat yang selalu berkomentar ‘Terima Kasih’ . Tau deh buat Silent Reader’s, jangan salahkan aku kalau ntar aku PROCECTED di tengah – tengah chapter apalagi di inti permasalahannya. Rasain deh wkwkk. Maka dari itu hargailah usaha orang^^

Dapet special CHU~ untuk good reader’s

Advertisements

26 responses to “Trying [Chapter 2]

  1. Suzy msh sayang jong in tpi myungso juga buat dia nyaman, Dan perasaanya mulai goyah .Udah suzy sama myungsoo ajah udah kaya,ganteng, baik, yang pasti tulus lg… Aku dukung myungzy couple… Wkwkwk ya iyalah,,
    author aku suka sma ceritanya rumit2 gimana gituh 😀 …
    D tunggu kelanjtanya yah authoooor 🙂

  2. Kai suzy masih sama2 mencintai masih sama2 merindukan masih sama2 mengharapkan. Bingung mau pilih kaizy apa myungzy😁 tapi myungzy aja dehhh hahaha
    Semoga myung cepet tau kalo pacar suzy ternyata adek nya sendiri, mau tau gimana reaksi myung mengalah atau tetap mengejar suzy..
    Next chap thor kalo bisa jangan lama2 hehe fightingg

  3. Pingback: Trying [Chapter 3] | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  4. Wooii..di amerika jongin sama krystal..yg notabenya sahabat suzy..kira2 krystal tau gag hubungan jongin dan suzy dulu iyaa?? Dan kenapa suzy gag coba untuk mencintai myung kalo toh dia bakalan setuju dg perjodohan itu ??

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s