[Freelance] Before We Meet Again Chapter 19

Title : Before We Meet Again  | Author : SureTo_Dream | Genre :  Romance | Rating : PG-17| Main Cast : Byun Baekhyun and Bae Suzy | Other Cast : Find by yourself!

Disclamer :

cerita ini adalah cerita murni dari khayalanku yang udah lama aku tulis tapi gak selesai – selesai dan tiba – tiba saja inspirasi muncul lagi saat lihat kedua main cast diatas punya project bersama,, FF ini juga aku publis di WP pribadi aku http://happydreamandstory.wordpress.com/ tapi seperti yang kalian tau, gak asik banget kalo cumen aku sendiri yang baca,,, maaf kalo seandainya dalam penulisan ada kesalahan karena aku hanya manusia biasa yang tak sempurna dan banyak kekurangan ☺☺

�Happy Reading Guys Hope you like it

##

 

Hari terus saja berganti dan persiapan pernikahan mulai suzy dan baekhyun urus seperti menyiapkan undangan, catering, gereja dan gedung bahkan untuk jadwal honeymoon suzy dan baekhyun sudah mulai memilih tempat yang romantic untuk mereka, tapi itupun masih menyesuaikan dengan pekerjaan baekhyun dikantor yang memang masih sangat banyak dan belum bisa ditinggalkan

“baekhyun’ah, besok apakah kau sibuk?” tanya suzy pada baekhyun yang masih asik memeluknya dari belakang sambil sesekali mencium pundaknya “mmhh” jawab baekhyun hanya dengan gumaman

“jawab yang benar kau sibuk atau tidak, karena aku harus mencocokkan waktu denganmu, hara dan jiyeon untuk pemotretan kita, berhentilah bersikap manja seperti ini, aku sedang sibuk” omel suzy yang tidak bisa leluasa menulis karena baekhyun yang masih senang memeluknya

“Aaish shiro, aku merindukanmu selama seharian penuh jadi sekarang aku hanya ingin seperti ini denganmu, kau bahkan belum menciumku setelah tadi pagi,, hari ini aku banyak bertemu orang yang membosankan dikantor,dan bisakah kau berhenti mengurus itu saat aku sedang berada dirumah seperti ini? bahkan sehun menjadi lebih sering membolos dibandingkan aku yang akan menjadi pengantin” gerutu baekhyun dibalik pundak suzy, karena merasa sangat lelah dengan pekerjaan kantornya yang sangat banyak dan menjadi semakin banyak, karena sehun yang sering membolos dengan alasan bertemu wedding orgenaizer atau bahkan yang baekhyun tidak habis pikir adalah saat sehun mengatakan kalau dia sedang berada disalon bersama saeron dan suzy untuk melakukan perawatan, bukankah seharusnya baekhyun yang harusnya seperti itu tapi yang terjadi malah sebaliknya, baekhyun yang harus melakukan perawatan dengan berkas dan meeting dengan klien “aku rasa dia sedang balas dendam padaku” ucap baekhyun lagi

“apakah kau sedang mengadu padaku sekarang?” suzy bertanya sambil menghentikan aktifitasnya dan balik menghadap baekhyun

“tentu saja, aku ingin kau membelaku dan menghilangkan rasa bosanku yang rasanya sudah mulai akut karena terlalu lelah bekerja dan merindukanmu, dan kalau dipikir – pikir kenapa sekarang kau semakin pelit padaku” jawab baekhyun sambil cemberut dan mempautkan bibirnya yang entah mengapa membuat suzy ingin tersenyum dan mencubit pipi baekhyun sekarang karena gemas dengan kelakuan namchinnya “dan seharusnya kau mengantarkanku makan siang kekantor seperti yang sering dilakukan istri manager choi, dan apakah kau tidak merindukanku lagi?” selidik baekhyun sambil melipat tangannya kedepan karena sekarang merasa kesal dengan sikap cuek dan sok sibuk suzy padahal suzy sudah tidak bekerja lagi

“berhentilah bertingkah seperti anak kecil” ucap suzy sambil mengecup bibir baekhyun sekilas sebelum melanjutkan ucapannya “tentu aku merindukanmu, tapi kita tidak punya pilihan lain sekarang kau lihat sendiri masih sangat banyak yang belum selesai dan ini sudah tinggal 10 hari lagi sebelum acara dan apa maksudmu dengan pelit?” tambah suzy lagi yang kemudian melihat daftar undangan yang sedang ditulisnya sekarang agar segera dicetak,

Baekhyun kembali memeluk suzy “mianhae, aku tidak bermaksud, tapi aku hanya merasa kau melupakanku karena terlalu banyak yang kau urus, bukankah sehun, saeron, kai bahkan chanyeol, jongdae dan jieun juga sudah membantu kita, seharusnya kau bisa lebih santai sedikit” ucap baekhyun lagi

“tentu saja, bahkan tuan Oh dan nyonya Oh juga sangat banyak membantu tapi tetap saja aku tidak bisa hanya diam dan menerima bantuan begitu saja” jawab suzy sambil melepaskan pelukan baekhyun “panggil mereka samchu dan imo, karena sebentar lagi kau akan resmi menjadi nyonya byun arachi” balas baekhyun sambil mencubit pipi suzy gemas

“hyung hari ini aku membawa berita buruk untukmu” ucap sehun yang baru saja datang dan berjalan melewati suzy dan baekhyun untuk masuk kedalam kamarnya

“kenapa kau pulang lagi kemari eoh?” teriak baekhyun saat sehun sudah menutup pintu kamar untuk mengganti pakaiannya “kenapa kau selalu saja marah – marah saat bertemu sehun?, padahal kau selalu saja mencarinya saat sehun tidak ada” tanya suzy pada baekhyun tapi bukannya menjawab baekhyun malah kembali melanjutkan kegiatan awalnya memeluk suzy

__

Baekhyun membalik balik dirinya menghadap kiri dan kanan karena merasa sangat kesal “aaish, aku tidak bisa tidur, dan kenapa aku harus mengikuti tradisi seperti ini” gerutu baekhyun yang sangat kesal

“berhentilah mengomel hyung dan cepat tidur, aku hanya disuruh eomma untuk mengawasimu, dan kau tidak boleh bertemu dengan suzy noona sampai hari pernikahan, jadi kalau kau tidak ingin tidur sendiri maka kau harus menerima dengan suka rela untuk tidur denganku selama 10 hari kedepan, lagipula setelah menikah kau pasti akan sangat merindukan saat – saat  berbagi kamar seperti ini denganku” jawab sehun dengan santai sambil memejamkan matanya untuk berusaha tidak memperdulikan baekhyun

“siapa yang membuat peraturan seperti itu, bukankah seharusnya orang yang mau menikah harus selalu bersama?” sanggah baekhyun masih tidak setuju,, “sudahlah jangan cerewet hyung, kalau kau berani menemui suzy noona, akan ku pastikan kau benar – benar dimarahi oleh eomma dan appa termasuk imo,, lagipula aku sudah mengajak chanyeol hyung, jongdae hyung, kai dan suho hyung untuk menemanimu dan kita akan membuat pesta lajang untukmu” jelas sehun yang sekarang sudah benar – benar terbangun dan tidak bisa untuk tidak menghiraukan protes yang diucapkan oleh baekhyun

“aku tidak perlu pesta lajang, yang aku perlukan hanya bae suzy” balas baekhyun yang kemudian membalik badannya agar tidak melihat wajah sehun karena akan merasa sangat kesal apalagi sejak suzy dibawa paksa oleh jieun untuk kembali keapartemennya

###

Dikediaman keluarga kim, kai dan saeron tampak sibuk memisahkan undangan pernikahan baekhyun dan suzy untuk segera disebarkan kepada teman – teman yang mereka kenal dan pada semua saudara agar bisa datang pada pernikahan suzy dan baekhyun “apa yang sedang kalian berdua lakukan?” nyonya byun yang kebetulan lewat dan melihat kai dan saeron yang tampak sangat sibuk

“ini adalah undangan baekhyun hyung dan suzy noona imo ”jawab kai sambil memberikan salah satunya pada nyonya byun “bagaimana keadaan hyungmu?” tanya nyonya byun sambil membaca undangan pernikahan baekhyun dan suzy “dia sedikit menjadi lebih labil, karena tidak diperbolehkan bertemu dengan suzy noona sampai hari pernikahan” cerita kai lagi pada nyonya byun yang membuatnya tertawa, “berarti sekarang dia sedang berada di seosamdong?” tanya nyonya byun lagi karena merasa penasaran tidak bisa melakukan banyak hal untuk pernikahan anaknya, “baekhyun oppa masih diapartemen imo, tapi sehun oppa, chanyeol oppa, jongdae oppa yang mengawasinya selama disana” jawab saeron dan nyonya byun mengangguk mengerti

“ah ini imo undangan untuk samchu, baekhyun hyung menitipkannya” ucap kai yang kemudian memberikan undangan dengan nama Byun Taejin, nyonya byun sungguh sedih saat menerima undangan pernikahan anaknya sendiri “gumawo, imo kedalam dulu kalian lanjutkan saja, sampaikan salam imo untuk baekhyun” ucap nyonya byun yang kemudian pergi meninggalkan kai dan saeron untuk menuju kamarnya

Nyonya byun duduk didepan meja rias sambil menatap undangan yang tadi diberikan kai untuknya, perasaannya sungguh sakit saat ini dan tanpa sadar air matanya sudah mengalir tanpa bisa ditahan lagi

Setelah cukup lama nyonya byun duduk dan menangis, pintu kamar kembali terbuka, dan nyonya byun tau kalau itu adalahh suaminya tapi nyonya byun tidak menyambutnya ataupun menegurnya seperti yang biasa dilakukannya “ada apa denganmu?” tanya tuan byun karena merasa kalau kehadirannya tidak ditanggapi sama sekali “apakah kau tidak bisa melihat kalau aku sedang menangis? Kenapa masih bertanya” jawab nyonya byun ketus pada suaminya

Tuan byun menaikkan sebelah alisnya Karena jawaban ketus yang diberikan nyonya byun untuknya “kenapa jawabanmu seperti itu, bukankah aku bertanya dengan baik – baik? Tidak bisakah kau menjawabnya dengan baik – baik juga?” ucap tuan byun masih dengan suara yang tenang karena tidak ingin bertengkar lagi dengan istrinya, karena tuan byun merasa sangat tidak nyaman dengan sikap dingin yang ditunjukkan istrinya karena pertengkarannya dengan baekhyun tempohari,

Nyonya byun berbalik dan menatap suaminya dengan tatapan marah “bagaiamana aku bisa memberikan jawaban baik disaat rasa marah dan kecewaku padamu sungguh besar” ucap nyonya byun sambil memberikan undangan pernikahan suzy dan baekhyun pada tuan byun “lihatlah, apakah aku masih bisa merasa baik – baik saja disaat anakku,,,, anakmu,,,,, anak kita sudah benar – benar menjadi seperti orang asing? Tidakkah seharusnya ini adalah berita bahagia? Bukankah seharusnya namamu dan namaku yang tercetak sebagai walinya? Bukankah seharusnya aku banyak melakukan persiapan untuk acara pernikahan anakku? bahkan seharusnya sekarang aku menemani calon menantuku memilih gaun pengantinnya dan mengatakan betapa cantiknya dia saat menikah nanti,,, tapi semuanya tidak mungkin terjadi karena ke egoisanmu” ucap nyonya byun sambil menangis dan menyampaikan semua yang ingin  dikatakannya

Tiba – tiba ponsel nyonya byun berbunyi dan menampilkan nama baekhyun disana membuat nyonya byun segera menghapus air matanya dan menormalkan dirinya kembali

“Eomma~” Panggil baekhyun dari ujung telpon saat nyonya byun mengangkat telpon dan tuan byun bisa mendengarnya karena nyonya byun sengaja menggunakan mode spiker

“wee chagia, apa kau baik – baik saja?” tanya nyonya byun berusaha menormalkan suaranya agar baekhyun tidak merasa curiga kalau dia sedang menangis

“aku hanya merindukanmu eomma” ucap baekhyun terhenti sesaat sebelum melanjutkannya kembali “eomma tiga hari lagi pertemuan keluarga sebelum pernikahan dan keluarga suzy akan datang semuanya untuk menyampaikan salam kerumah samchu, apakah eomma bisa datang? Karena aku ingin eomma mengenal mereka”  ucap baekhyun yang membuat nyonya byun kembali hampir menangis mengingat kalau seharusnya dialah yang seharusnya berada diposisi tuan dan nyonya Oh mengadakan persiapan untuk acara penyambutan

“eomma aku sangat gugup kalau mengingat harinya sudah semakin dekat, tapi aku juga tidak sabar untuk melihat suzy memakai gaun pengantinnya” tambah baekhyun dengan suara berbinar

“eomma yakin dia pasti akan sangat cantik,,” puji nyonya byun dan melupakan bagaimana tuan byun yang sedang menatapnya sekarang

“ya,, dia memang selalu cantik yang membuatku semakin mencintainya” ucap baekhyun menyetujui perkataan nyonya byun “eomma, bagaimana keadaan appa?” tanya baekhyun yang membuat nyonya byun kembali teringat kalau tuan byun masih berada dikamar bersamanya

“dia baik – baik saja” jawab nyonya byun singkat dan entah kenapa moodnya kembali rusak saat melihat suaminya

“apakah appa masih marah padaku eomma? Padahal aku sangat berharap kalau appa sudah menerima suzy dan keluarga kita menjadi lengkap saat pernikahanku nanti” suara serak baekhyun saat menyampaikan harapannya “eomma aku tutup dulu karena aku sudah ditunggu chanyeol dan sehun untuk makan malam,, saranghae eomma”

“nado saranghae chagiya” balas nyonya byun kemudian menutup telponnya

“kau dengar? Bahkan disaat kau membencinya, anakmu masih sangat menghawatirkan keadaanmu” ucap nyonya byun pada tuan byun “aku tetap akan pergi kerumah oppa untuk menyambut calon besanku,, kau dengar sendirikan baekhyun tadi menanyakanmu jadi aku tidak perlu lagi menyampaikannya padamu” ucap nyonya byun lagi sambil berdiri dan berjalan meninggalkan tuan byun tapi begitu sampai dipintu nyonya byun berhenti dan kembali menatap suaminya “ah, aku lupa, kau mana mungkin perduli, baekhyun kan sudah bukan anakmu lagi” ucap nyonya byun yang kemudian meninggalkan tuan byun sendiri yang kembali menatap undangan pernikahan baekhyun dalam diam

###

(in suzy side)

Hari ini adalah fiting terakhir untuk gaun pengantinku dan aku sangat menyukainya karena mereka membuatnya menjadi sangat indah, tapi sekarang aku pergi sendiri karena aku yang sudah tidak diperbolehkan untuk bertemu dengan baekhyun sampai hari pernikahan,, aku hanya bisa menanyakan kabarnya dari pesan singkat yang selalu kami lakukan dan saat malam baekhyun pasti akan selalu melakukan video call sebelum tidur, dan sekarang ini sudah hari ke-4 kami tidak bertemu, dan aku sungguh sangat merindukannya,, dan aku tidak mungkin mengganggu yang lainnya karena mereka semua harus masuk bekerja, dan apakah aku belum mengatakan kalau kemarin keluargaku sudah datang dan sekarang mereka juga sedang menyiapkan semua keperluan untuk acara kunjugan nanti malam,,

Memikirkan pernikahan dan baekhyun membuatku tidak sadar kalau aku sudah sampai didepan butik tempatku memesan gaun pengantin,, tapi aku terdiam karena melihat seseorang yang baru saja keluar dari dalam mobil dan aku segera berjalan mendekatinya “eomma diberitau jadwal fiting terakhirmu oleh saeron, apakah kau tidak keberatan kalau eomma yang menemanimu hari ini?” ucap yeoja paruh baya yang tidak lain adalah eomma baekhyun

“eommoni,, senang bisa bertemu denganmu” ucapku sambil membungkuk memberikan hormat tapi dia malah memelukku sehingga aku membalas pelukannya “bagaimana kabarmu sayang?” dia bertanya yang entah kenapa terdengar sangat menyedihkan untukku “bagaimana kalau kita masuk kedalam, kau tau eomma sudah sangat lama ingin menemanimu mencoba gaun pengantinmu” ucapnya sambil menggandeng tanganku untuk masuk kedalam

“suzy’ah, beberapa jam yang lalu baekhyun baru dari sini untuk mengepaskan ukuran jasnya bersama chanyeol, aku dengar kalian sedang tidak boleh bertemu” sapa tuan lee saat kami memasuki butik “selamat siang nyonya byun lama tidak bertemu dengan anda” sapa tuan lee kembali sambil menjabat tangan eommoni

“bagaimana keadaannya?” tanyaku pada tuan lee saat teringat akan baekhyun “dia terlihat sangat cerewet dan pegawaiku habis dimarahinya” cerita tuan lee saat tadi baekhyun kemari

“kumohon maafkan dia” pintaku pada tuan lee dan dia hanya menanggapiku dengan tertawa “sudahlah suzy, kami sudah lama menangani baekhyun dan keluarganya jadi kami sudah tau bagaimana sifat mereka semua benarkan nyonya” ucap tuan lee sambil melihat kearah eommoni yang sudah tersenyum menanggapi ucapan tuan lee

“bagaimana kalau sekarang kita coba gaunmu karena eomma ingin sekali melihatnya”

Aku mencoba gaun pengantinku dan betapa puasnya aku dengan hasilnya dan aku bisa lihat juga kalau eommoni juga menyukainya “kau terlihat sangat cantik sayang” puji eommoni padaku yang membuat pipiku memerah karena dipujinya, dan setelah aku mengepaskan ukurannya eommoni menyuruhku mencoba hampir semua gaun yang ada disana, yang bagus menurutnya dan tidak lupa memfotoku, aku merasa semakin dekat dengannya dan aku yakin kalau baekhyun tau hari ini kami menghabiskan banyak waktu bersama dia pasti akan merasa senang sekaligus iri karena tidak bisa ikut serta

“eomma harap setelah kalian menikah nanti kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk pergi jalan – jalan bersama” ucap emmoni saat kami akan berpisah dan aku membungkuk memberikan hormat saat mobilnya sudah pergi meninggalkan halaman depan gedung apartemenku, aku tidak henti – hentinya tersenyum mengingat semua yang kami bicarakan dan saat aku akan memasuki gedung apartemen seseorang menghentikan langkah ku “mianhaesoyo nona suzy, saya adalah sekretaris keluarga byun bisakah anda ikut dengan saya sebentar karena tuan besar ingin bertemu dengan anda” ucap seseorang yang mengaku adalah sekretaris keluarga byun, dan apa yang dia katakan barusan tuan besar? Apakah maksudnya adalah appa baekhyun? Tapi aku tidak menjawabnya dan hanya menganggukkan kepala dan mengikutinya berjalan masuk kedalam mobil

Selama perjalanan aku hanya diam dan tidak menanyakan apapun selain memperhatikan jalan raya dan langit yang sudah mulai gelap sampai akhirnya aku sampai disebuah restoran bergaya tradisional “mari silahkan” ucap sekretaris itu agar aku mengikuti langkahnya, aku sampai disebuah ruangan dan ketika pintu dibuka aku bisa melihat dengan jelas appa baekhyun yang sedang duduk disana dan secara otomatis aku membungkuk memberikan hormat

“masuklah” ucapnya yang membuatku berjalan dengan pelan keseberang meja “duduklah, aku sudah memesan makanan, aku harap kau suka” ucapnya lagi membuatku menuruti semua perintahnya

Cukup lama kami berdua diam sampai tiba – tiba tuan byun mengeluarkan sebuah amplop dan menyerahkannya padaku “apa ini?” aku bertanya padanya saat melihat cek kosong yang sudah dia tanda tangani “tulis berapa jumlah yang kau inginkan tapi tinggalkan baekhyun” ucapnya yang membuatku langsung menatapnya dengan tatapan terkejut, sedih dan kecewa “aku tidak tau apa yang anakku lihat darimu sampai dia berani menentangku, jadi ambillah cek itu dan menjauhlah dari hidupnya” ucapnya lagi

“mianhamida tuan tapi saya tidak bisa menerima ini” ucapku memasukkan lagi cek yang yang diberikan tuan byun kedalam amplop dan menyerahkannya “saya mencintai baekhyun bukan karena apa yang dia miliki, tapi karena memang saya mencintainya dengan tulus, tidakkah anda terlalu kejam pada anak anda sendiri? Apakah anda pernah berfikir apa yang akan terjadi pada baekhyun jika anda menyuruh saya untuk meninggalkannya? Itu sama saja anda membunuh anak anda sendiri karena saya dan baekhyun sudah menjadi satu dan tidak dapat dipisahkan lagi,,” ucapku dengan susah payah untuk menahan tangis yang sudah ingin keluar karena merasa sangat direndahkan

“aku penasaran bagaimana reaksi baekhyun saat tau anda memberikan saya segudang uang asalkan saya mau meninggalkannya?”

“apakah kau sedang mengancamku sekarang?” tanya tuan byun padaku

“bagaimana mungkin saya berani untuk mengancam anda” jawabku sambil menatap langsung kearahnya “saya sekali lagi minta maaf kalau anda merasa seperti itu, mungkin saya memang berasal dari keluarga yang biasa – biasa saja dan sederhana dan tentu sangat jauh berbeda dengan anda dan baekhyun tapi saya tidak pernah menyesal dan malu dengan apa yang dimiliki oleh keluarga saya, malah sebaliknya saya merasa bangga karena saya memiliki mereka dihidup saya, dan maafkan saya karena saya tidak bisa melepaskan baekhyun seperti yang anda inginkan karena saya sangat mencintainya” ucapku kemudian berdiri dan membungkuk memberikan hormat “saya permisi, jagalah kesehatan anda” ucapku sekali lagi saat sudah berada didepan pintu sebelum aku menutupnya

“mari saya antar nona” ucap sekretaris tuan byun saat melihatku keluar,, “tidak terimakasih saya ingin pulang sendiri” balasku kemudian langsung menyetop taksi yang melewatiku

“anda ingin kemana nona?” tanya sopir taksi padaku “antarkan aku ke junghwa-dong kompleks apartemen Galleria Foret” jawabku singkat karena yang terpikir olehku sekarang hanya bertemu dengan baekhyun, aku tidak perduli lagi dengan larangan bertemu untuk kami, karena aku sangat membutuhkannya saat ini “apakah anda baik – baik saja nona?” tanya sopir taksi itu padaku karena melihatku yang sudah mulai menangis tapi aku sama sekali tidak menjawabnya

Begitu aku sampai petugas keamanan sudah tidak perlu memeriksaku lagi karena aku yang sudah sangat dihafal oleh mereka “nona suzy, lama tidak bertemu” sapa salah satunya yang hanya aku balas dengan senyuman, aku memasuki lift dan langsung menekan angka 11 begitu pintu lift terbuka dan aku sampai didepan pintu apartemen baekhyun aku langsung memencet beberapa angka untuk masuk “sehun’ah apa itu kau?” panggil baekhyun saat mendengar pintu terbuka, saat mendengar suaranya aku langsung berlari keruang tengah, dan aku dapat melihhat dengan jelas tatapan kagetnya saat melihatku berada disana “suzy apa yang kau lakukan disini?” tanya chanyeol yang juga sedang berada disana tapi aku tidak menghiraukannya karena aku langsung berlari memeluk baekhyun dan seketika tangisku kembali pecah

“ada apa? Kenapa menangis?” tanya baekhyun memcoba melepaskan pelukanku tapi aku semakin mengeratkan pelukanku padanya “aku merindukanmu” jawabku sambil menangis dipelukannya, bisa kurasakan dia memelukku semakin erat “nado bogoshippo” balasnya sambil menenggelamkan wajahnya pada leherku, tidak ada yang mencoba untuk mengintrupsi kegiatan kami, baik itu jongdae ataupun chanyeol karena aku yang sedang menangis dalam pelukan baekhyun

Begitu aku sudah merasa tenang baekhyun masih saja mengenggam tanganku dan terus saja menatapku dan sesekali dia akan mengecup bibirku sekilas kemudian akan tersenyum manis padaku “bisakah kalian pindah keruangan lain? karena kami sangat tidak ingin melihat kalian memamerkan kemesraan kalian seperti itu, dan bukankah kalian tidak boleh saling bertemu sekarang?” tegur jongdae yang bahkan tidak dihiraukan oleh baekhyun “aku merindukanmu” ucap baekhyun sambil menempelkan keningnya dikeningku, sungguh aku tidak akan pernah sanggup untuk melepaskannya lagi “kau tau aku sangat merasa tersiksa tidur bersama dengan mereka” ucap baekhyun lagi yang bahkan sudah menciumku dengan mesra didepan chanyeol dan jongdae

“Yaa!!! kau pikir aku juga suka tidur dengan mu?” balas chanyeol “dan apa – apaan kalian berciuman mesra seperti itu didepan kami” omel chanyeol tapi aku dan baekhyun malah tidak memperdulikannya karena menikmati setiap kerinduan yang sedang kami bagi dan kejadian pertemuanku dengan tuan byun biarlah menjadi rahasiaku sendiri, aku tidak ingin baekhyun tau apa yang dilakukan appanya padaku asalkan dia masih tetap bersamaku seperti ini,, “sudahlah chanyeolie percuma saja marah – marah pada mereka karena mereka berdua hanya menganggap kita ini hanya sebagai pajangan sekarang” cicit jongdae yang sudah merasa jengah pada kami yang sangat sulit untuk dipisahkan saat sudah bertemu seperti sekarang

“bisakah kalian mengerti bagaimana keadaanku sekarang?” balas baekhyun setelah melepaskan ciuman kami “kalian tau aku sudah merasa seperti orang sekarat karena terlalu lama tidak pernah bertemu dengannya” ucap baekhyun lagi dengan wajah kesal

Chanyeol terlihat membuang nafas panjang mendengar ucapan baekhyun yang sangat kekanakan juga menurutku “kau bisa memuaskan rasa rindumu sekalian setelah kalian resmi menikah” ucap chanyeol sambil memijit pelipisnya “apa kau juga tidak tau karena mengurusmu disini aku juga jadi jarang bertemu dengan jieun” tambah chanyeol yang membuatku merasa bersalah padanya

Aku menatap baekhyun dan tersenyum padanya “chagia,, aku harus kembali keapartemen sekarang, karena eomma harus melihatku sudah ada dirumah saat dia kembali dari pertemuan keluarga kita” ucapku menenangkan baekhyun dan aku merasa sudah cukup bertemu dengannya dan rasa sedihku sudah kembali hilang saat melihatnya kembali dan mengetahui kalau dia juga merindukanku

Baekhyun mengenggam tanganku semakin erat “tapi aku masih ingin bersamamu” ucapnya berusaha mencegahku pergi, aku kembali memeluknya dan menghirup aroma tubuhnya yang selalu aku rindukan “bukankah 2 hari lagi kita akan segera bertemu dan aku akan menjadi milikmu seutuhnya dan kita akan bersama lagi” ucapku didalam pelukannya

“kalau begitu biarkan aku yang mengantarmu” tawar jongdae padaku yang membuatku melepaskan pelukanku pada baekhyun dan mengangguk setuju “aku ikut” ucap baekhyun tanpa melepaskan tatapannya padaku “kau tetap disini bersamaku, karena kalau sehun tau kau tidak ada dan dia tau suzy datang kemari, dia pasti akan langsung memberi tau eommamu, kau bayangkan sendiri begitu banyak orang yang akan mengomelimu karena mulut lemes dan ember dongsaengmu itu” ucap chanyeol memperingatkan baekhyun bagaimana kejamnya sehun sekarang pada baekhyun yang langsung melapor saat baekhyun berencana untuk melanggar peraturan, bahkan menurut chanyeol dan jongdae sehun lebih kejam dari pada guru BP saat disekolah dalam urusan melanggar peraturan, berbeda dengan kai yang selalu mengajak baekhyun melakukan pelanggaran secara sembunyi – sembunyi dari sehun dan memberikan ponselnya untuk dipakai baekhyun untuk menelpon atau melakukan video call dengan suzy, karena ponsel baekhyun yang juga disita oleh sehun

Aku dapat melihat baekhyun membuang nafas kecewa karena ucapan chanyeol padanya “Arasso, aku akan tetap disini, tapi kau harus pastikan dia sampai dengan selamat” pesan baekhyun pada chen yang ingin membuatku tertawa karena ucapannya

“yee,, aku akan pastikan melapor padamu saat kembali kemari” jawab jongdae dengan malas

###

(in other side)

Kembali pada restoran tempat pertemuan tuan byun dan suzy tadi bertemu dimana tuan byun masih duduk dan melihat cek yang diberikannya sepeninggal suzy tadi,, dan pintu sekat yang memisahkannya dengan ruangan disebelahnya terbuka “bagaimana? Bukankah seperti yang aku katakan kalau dia memang benar – benar mencintai baekhyun, mungkin jika tadi dia mengambil uang yang samchu berikan maka aku akan percaya kalau dia memang hanya mencintai baekhyun karena harta” ucap namja itu yang berjalan melewati tuan byun dan duduk ditempat yang sama dengan suzy tadi

“tidakkah samchu tau kalau yoja itu adalah orang yang selalu dicintai baekhyun sedari dulu” ucap suho lagi karena pamannya yang hanya diam menatapnya

Tuan byun menarik nafas panjang sebelum mengeluarkan suara “justru karena aku sangat tau bagaimana dulu dia menolak baekhyun dan menghinanya, maka dari itu aku tidak menyetujui hubungan mereka, karena aku tidak ingin anakku disakiti lagi, walaupun aku berada jauh dengannya selama ini dan terlihat jarang bisa bertemu dengannya tapi aku selalu tau apa yang dia lakukan dengan siapa saja dia berteman dan siapa saja yang menyakitinya” ucapan tuan byun terhenti sesaat sebelum melanjutkan lagi ucapannya “aku tidak pernah mempersalahkan status social seseorang, karena baekhyun anakku satu – satunya dan dia juga adalah kebanggaanku maka aku selalu ingin melindunginya agar tidak pernah ada yang menyakitinya lagi” ucap tuan byun sambil menatap suho

“jadi ini alasan samchu menolak suzy?” tanya suho dan tuan byun hanya mengangguk membenarkan pertanyaan suho “tapi bukankah semua orang bisa berubah? Dan bukankah kejadian itu sudah lama terjadi dan samchu bisa lihat sendiri sekarang bagaimana mereka saling mencintai dan membutuhkan satu sama lain” tambah suho “dan mungkin dulu suzy hanya anak remaja yang belum mengerti apa yang sebenarnya dia lakukan”

“bahkan sekarang istriku sendiri menganggapku musuh karena masalah ini” ucap tuan byun sambil menerawang karena merasa kehidupan rumah tangganya semakin rumit dengan nyonya byun yang memusuhinya “sudahlah samchu, mari kita percaya pada pilihan baekhyun kali ini, dan acara pernikahan mereka juga tinggal beberapa hari lagi dan sebentar lagi kunjungan keluarga dilaksanakan, tidakkah samchu berniat untuk hadir?” tanya suho pada tuan byun

“mungkin kau benar semua orang pasti bisa berubah, tapi apakah sekarang tidak akan terlihat aneh kalau aku tiba – tiba datang kesana?” tuan byun bertanya balik pada suho untuk meminta pendapatnya

“bukankah baekhyun adalah anakmu samchu? Jadi bukankah samchu adalah orang yang paling berhak berada disana sekarang?” ucap suho untuk memberikan semangat pada tuan byun

“kalau begitu temani aku kesana”

__

Selama perjalanan tuan byun dan suho tidak banyak bicara masing – masing dari mereka sedang sibuk dengan pikiran sendiri terlebih waktu yang dibutuhkan untuk sampai diseosamdong lumayan lama terlebih dengan jalan kota seoul yang menjadi sedikit ramai saat jam seperti ini, karena bertepatan dengan waktu pulang kantor “samchu aku rasa imo pasti akan sangat senang” ucap suho sambil menatap kearah tuan byun

“ya mungkin kau benar, sekarang adalah saatnya aku percaya pada pilihan anakku sendiri, seperti kata appamu kalau kami sudah semakin tua dan waktu terus saja berubah,,,” balas tuan byun sambil menatap jalan raya didepannya

Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit lamanya tuan byun dan suho sampai dikediaman keluarga Oh dan sudah sangat terlihat jelas kalau keadaan didalam sudah sangat ramai karena beberapa mobil yang terparkir dihalaman,,

Tuan byun keluar dari dalam mobil dan berjalan kearah pintu masuk di ikuti suho yang berada dibelakangnya dan begitu masuk semua orang yang tadinya saling berbicara menjadi terdiam dan memperhatikan tuan byun dan suho

“kenapa kau datang kemari?” ucap nyonya byun begitu melihat suaminya yang berdiri didekat pintu masuk

“bukankah baekhyun adalah anankku juga? Maka aku berhak untuk berada disini juga denganmu”

TBC

6 responses to “[Freelance] Before We Meet Again Chapter 19

  1. Ternyata bukan karena status sosial yg membuat Tn. Byun menentang pernikahan Baekhyun dan Suzy, tp karena penolakan dan penghinaan Suzy pada Baekhyun di masa lalu… seberapa pun kerasnya orang tua, pasti akan selalu memberikan yg terbaik untuk anaknya, begitu pula Tn. Byun, dia terlalu khawatir Suzy akan menyakiti Baekhyun seperti dulu, jadi dia bersikap seperti itu… tp akhirnya Tn. Byun luluh jg oleh cinta yg ditunjukkan Suzy dan Baekhyun… terharu…
    Sangat ditunggu next partnya, gomawo🙂

  2. Yee baekhyun sama suzy dah direstui sama appa nya baek oppa, moga mereka cepat nikah deh. Semangat buat ff nya y 😁🙋

  3. lega banget,, ternyata bukan karna suzy betasal dari keluarga sederhana makanya tuan byun tidak mau menerima suzy tapi karena suzy pernah menolak baekhyun.. padahal uda sempat kesel banget sama tuan byun.. dan sepertinya sudah tidak ada penghalang lagi,, mereka akan menikah daan hidup bahagia.
    terima kasih banyak authornim uda dipost… dan selalu ditunggu untuk next update nya. semangat uthor nim.

  4. Akhirnya appanya baekhyun memberikan restunya jga.pernikahan baekzy berarti akan lengkap nantinya chukkhae baekzy

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s