[Freelance] Mirror Chapter 2

Title : Mirror  | Author : Man Ri Ra | Genre :  Angst, Romance, School-life | Rating : T | Main Cast : Bae Suzy, Oh Sehun | Other Cast : Jung Soojung, Kim Myungsoo, etc

·

·

·

Notes: Story is mine. Don’t bashing. I hate plagiat. Sorry for typos and enjoy!
·

·

·

M I R R O R    /chapter 2/
————————-

·

HAPPY READING!!

.

 

Empat puluh menit sebelum bel tanda masuk berkumandang, Bae Suzy sudah berdiri didepan ruang kelasnya. Manik matanya memindai sekelilingnya yang sepi mencengkam, rupanya hanya ia saja makhluk bernapas yang berada disini. Tentu saja, siapa anak kelewat rajin yang akan datang kesekolah sepagi ini. Bukan ia kelewat rajin-meskipun Suzy mengakui bahwa dirinya rajin- namun ia tak serajin itu untuk berangkat sekolah. Ini semata-mata karena Jung Soojung. Gadis berambut hitam pekat itu menyuruh-memaksa- nya untuk berangkat lebih awal. Ada sesuatu yang perlu dibicarakan katanya.

Suzy melangkahkan kakinya memasuki ruang kelas, menuju bangkunya. Membicarakan Soojung, memori nya berputar kepada pembicaraan dengan gadis itu minggu lalu. Seingatnya Soojung pernah bercerita padanya tentang betapa menyeramkannya sekolah mereka ini ketika sepi. Desas-desus beredar, ada dua adik kelasnya bertemu hantu penasaran sepulang sekolah di toilet dekat kelasnya. Alih-alih takut karena suasana hening yang tercipta, ia malah mendengus mengutuk keterlambatan Soojung yang membuatnya ingin mengumpat-sesuatu yang jarang dilakukannya.

Selain karena keterlambatan Soojung yang membuatnya jengkel setengah mati, rupanya gadis itu buta teknologi. Ada beratus-ratus aplikasi yang bisa menghubungkan mereka kapan pun, tapi Soojung  itu memilih bertemu langsung dengannya yang entah untuk membicarakan apa dipagi yang kelewat pagi ini. Atau setidaknya mereka bisa berbicara ketika istiharat atau pulang sekolah nanti. Fakta lain bahwa mereka adalah teman sebangku yang bisa berbicara kapanpun yang mereka mau, membuatnya berpikir bahwa Soojung sudah tidak waras menyuruhnya berangkat sepagi ini. Atau mungkin ia yang tidak waras karena mau saja ditipu Soojung?

Seharusnya saat ini Suzy masih menyantap ria sarapan buatan Bibi Han dirumahnya, setelah itu memberikan wortel segar kepada Barrie-si kelinci kecil peliharaannya. Namun kali ini ia harus merelakan rutinitas paginya juga melewatkan aksi lucu kelincinya itu. Ia harus berpuas diri pada kotak bekal berisi roti selai madu yang disiapkan secara buru-buru oleh Bibi Han. Dan semua ini gara-gara ulah Jung Soojung berkepala batu itu. Jika saja tak memaksanya datang sepagi ini, mungkin pagi ini akan berlalu seperti pagi-pagi kemarin yang berjalan dengan damai.

Sial!

Akhirnya ia tak tahan juga untuk tidak mengumpat.

Baru saja ia ingin menyumpal lubang telinganya dengan earphone, wajah tak berdosa milik soojung tiba-tiba nongol dibalik pintu membuat Suzy berjengit kaget. Setelah mendapat cengiran khas Soojung yang memuakkan, Suzy merotasikan bola matanya kesal seraya menahan diri untuk tidak melemparkan tas nya ke wajah cantik sahabatnya itu.

“Aku tepat waktu, ‘kan?”

Soojung bertanya dengan tak tahu malunya seraya mendekat kearah Suzy. Lalu mendudukkan dirinya diatas bangku dan menatap Suzy dengan tatapan manis.

Lagi-lagi Suzy mendengus, memilih mengabaikan pertanyaan bodoh Soojung yang malah membuatnya ingin menjitak kepala sahabatnya itu.

“Kau mau bicara apa?” Suzy bertanya pada akhirnya. Menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dan menatap Soojung tajam.

Soojung nyengir sedetik sebelum balas menatap Suzy tak kalah tajam. Mimik wajahnya yang serius membuat Suzy mengerutkan kening penasaran.

“Apa rencanamu?”

“Maksudmu?”

“Soal kemarin,” Soojung menjilat bibirnya yang sedikit mengering, sedikit mengutuk sikap pelupanya yang tadi pagi lupa memakai lip balm. “Katanya kau akan mengikuti permainan Sehun sunbae, eh maksudku Sehun gila itu, um masa bodoh tentang tata krama kepada kakak kelas.”

“Intinya Jung Soojung,” Suzy menekan setiap kata-katanya. Ia sedang malas mendengar rentetan kalimat tidak penting khas Jung Soojung. Sahabatnya itu memang suka bertele-tele sebelum mengatakan inti pembicaraan.

Soojung mendengus. “Oke, kemarin kau mengatakan ingin membuat Sehun gila itu jatuh cinta padamu kan? Atau setidaknya membuat pria bodoh itu menyesal karena berniat mempermainkanmu. Jadi kutanya apa rencanamu?”

“Jadi kau menyuruhku berangkat sepagi ini hanya ingin membicarakan itu?”

Suzy melotot tak percaya, benar-benar tak percaya, apalagi dengan mendapati kepala Soojung mengangguk polos membuat Suzy tak kuasa menahan tangannya untuk tidak menjitak kening Soojung yang lebar.

“Kenapa kau memukul keningku?” debat Soojung kesal, seraya mengusap keningnya pelan.

“Aku hanya menjitakmu,” balas Suzy malas.

Soojung merotasikan kedua bola matanya jengah, lalu mengalihkan atensinya kepada Suzy. “Oke dengan berat hati aku minta maaf padamu karena membuatmu berangkat sepagi ini.”

Suzy mencibir seraya melipat kedua tangannya didada. “Kau bisa bertanya padaku kapan pun lewat telepon, sosial media, video call. Gunakan ponsel canggihmu itu Jung Soojung yang pintar,” Suzy berujar datar. “Lagipula kau tanpa meminta maaf pun, semua sudah terjadi, dengan berat hati pula,” balas Suzy skeptis.

Soojung meringis kemudian mengangkat bahunya tak perduli. “Lebih baik menggunakan paket internetku untuk streaming daripada video call denganmu.”

Dan Suzy sangat malas mendebat Soojung.

“Baiklah Suzy-ah. Kau terlanjur disini sekarang, dipagi yang secerah wajahku. Aku akan membuat pagi mu tanpa rasa sesal dengan membahas apa yang akan kita bahas. Tapi sebelumnya aku akan mengucapkan selamat pagi untukmu, ngomong-omong aku orang pertama yang mengucapkan selamat pagi padamu kan?”

“Berhenti membual Jung!” Suzy mendesah jengah.

Soojung mengeluhkan sikap tak bersahabat Suzy pagi ini. Sungguh tidak seru! Biasanya jika ia membual seperti tadi, Suzy akan mengapresiasi nya dengan tatapan aneh lalu tertawa kecil, atau minimal menyentil pipi mulusnya sebagai peringatan agar ia berhenti membual.

“Kau tak asyik Bae!” Soojung mendecak kesal.

Suzy mengangkat bahunya acuh tak acuh.

“Jadi?”

“Apanya?” seru Suzy sewot.

“Aku sabar,” keluh Soojung dramastis, seolah ia lah yang paling tersiksa disini.

Suzy sungguh malas meladeni Soojung. Tangannya bergerak mengambil ponsel disakunya yang baru saja bergetar. Sebuah pemberitahuan pesan masuk membuatnya mengernyit heran. Tumben sekali ada yang mengirimi ia pesan di pagi hari.

Sebuah nomor asing menjadi identitas tabu sang pengirim pesan, namun yang lebih membuatnya heran adalah ucapan selamat pagi yang dikirimkan nomor asing itu padanya. Tapi yang lebih membuatnya terkejut, nomor asing itu meninggalkan nama yang tertulis Oh Sehun.

Tunggu, tadi siapa?

“Oh Sehun?”

Suzy mendongak terkejut mendapati Soojung sudah berdiri dibelakangnya,turut membaca pesan yang sedang dibacanya.

“Itu Sehun? Serius?” Soojung memekik heboh lalu merebut ponsel Suzy dan membacanya sekali lagi, seakan ingin memastikan tak ada yang salah dengan penglihatannya.

“Ini gawat Bae,” Soojung berujar serius seraya meletakkan ponsel itu diatas meja. Ia menarik kursi yang berada disebelahnya dan menghadapkannya mendekat kearah Suzy sebelum menempatinya.

“Gawat?”

“Sehun sunbae sudah memulai rencananya. Lalu apa rencanamu? Apa yang akan kau lakukan?”

Benar. Apa yang harus ia lakukan?

Pertanyaan itu menggelayuti benak Suzy. Setelah kemarin mendapati pembicaraan Sehun bersama teman-teman pria itu, ia belum juga menemukan rencana yang tepat. Bagaimanapun juga lawannya adalah Oh Sehun. Pria tampan mempesona dengan pengalaman ‘bermain’ banyak. Ia tak tahu bagaimana untuk menghadapi pria semacam Sehun. Ia bisa apa?

“Aku tahu apa bersarang dikepala cantikmu itu,” Soojung berujar dengan menaik turunkan alisnya, kemudian mengucapkan pernyataan tepat sasaran. “Kau tak tahu apa yang akan kau lakukan.”

Soojung menatap Suzy lembut. “Selama bersahabat denganmu hampir 5 tahun, aku sangat tahu bahwa kau jarang sekali berdekatan dengan pria. Kau cenderung menutup hati setelah putus dengan Kim Myungsoo.”

“Jangan membahasnya,” Suzy tersenyum kecut.

Soojung jadi tak enak hati, topik pembicaraan tentang pria bernama Kim Myungsoo masih terdengar sensitif ditelinga Suzy.

“Oke maaf,” kata Soojung pelan lalu tersenyum lebar. “Bae Suzy itu gadis yang rugi. Ia selalu menghindar didekati para pria. Kau ingat dulu pernah menolak cinta Byun Baekhyun si pria segudang fans yang terkenal pintar dan tampan?”

“Ah aku hampir lupa masalah itu,” gurau Suzy dengan tawa kecil.

“Payah!” Soojung mendengus geli, bagaimana bisa Suzy bisa melupakan pria tampan multitalenta semacam Baekhyun.

“Aku akan menjadi diriku sendiri.”

“Eh?”

“Iya Jung! Aku tak perlu sok manis, menjaga kepribadian, atau berperilaku menjijikan untuk membuat Sehun tertarik lalu jatuh cinta padaku,” Suzy berujar pelan.

“Kau yakin?”

“Entahlah,” Suzy menggigit bibirnya ragu. “Perihal Sehun yang jatuh cinta padaku sepertinya itu tak akan terjadi. Dan mana mungkin dia menyukaiku. Tapi tak ada salahnya mencoba.”

Suzy menatap Soojung penuh, lalu melanjutkan. “Aku ingin semua berjalan seperti biasa, biarkan ia menyusun rencana-rencananya, tapi aku membentengi diriku agar tidak menjadi gadis lemah yang menyukainya. Sampai akhirnya ia bosan padaku dan meninggalkanku dengan mengibarkan bendera kekalahan. Dan ia akan ditertawakan teman-temannya. Yah setidaknya ia kehilangan harga dirinya dan benar-benar malu ketika aku menolaknya mentah-mentah.”

Soojung bertepuk tangan dengan bangga. “Sedikit terdengar jahat. Tapi aku suka ide mu.”

“Jahat?”

“Sebelumnya aku membayangkan kau akan berubah Suzy-ah. Menjadi tipe gadis yang disukai Sehun agar ia tertarik denganmu,” Soojung masih tersenyum lebar menatap bangga sahabatnya itu. Namun sesuatu firasat buruk membayangi pikirannya membuat senyumnya hilang. “Tapi aku khawatir.”

“Apa?”

“Aku takut kau benar-benar menyukai Sehun nanti. Bagaimanapun juga ia lelaki mempesona.”

Bae Suzy hendak menjawab ketika ponselnya bergetar. Segera dibukanya pesan yang baru masuk, lalu mengernyit heran.

“Sehun sunbae mengajakku bertemu nanti pulang sekolah.”

*

“Aku duluan, Soojung-ah!”

Suzy menepuk bahu Soojung pelan kemudian bergegas keluar kelas bersama teman-teman yang satu persatu meninggalkan kelas. Ketika bel pulang sekolah sudah berbunyi tadi, Suzy dengan cepat membereskan alat tulisnya. Kontras sekali dengan kebiasannya yang selalu santai dan keluar kelas paling akhir.

“Semangat Suzy-ah!” Soojung berseru heboh. Kemudian menggeleng pelan, “Buru-buru sekali.”

“Jung Soojung?”

Soojung yang sedang memasukkan buku tulisnya seketika menengadah demi mendapati wajah tampan Kim Jongin, sang ketua kelas yang akhir-akhir ini mendekatinya.

“Iya ada apa?” Soojung bertanya acuh tak acuh, mengabaikan degup jantungnya yang semakin berdetak kencang.

Jongin menatap Soojung dalam, menimbulkan rona merah dikedua  belah pipi mulus milik Soojung. Gadis itu berdehem seraya menunduk memainkan tas nya diatas meja.

“Mari pulang bersama.”

*

Bae Suzy mengutak-atik ponsel nya bosan, membuka aplikasi chatting sebentar lalu menutupnya tanpa niat. Gadis itu berdecak sebal, menunggu sendirian adalah kegiatan yang sangat tidak disukainya. Tadi pagi ia sudah dibuat menunggu oleh Soojung, lalu sekarang Sehun? Pria itu sudah terlambat 15 menit dari waktu yang seharusnya. Ah, ia benci hal ini.

Obsidannya mengawasi sekitar, tampak taman belakang sekolah yang sudah sangat sepi. Diam-diam ia menyesali kenapa ia harus menyetujui ajakan sunbae nya itu untuk bertemu di taman belakang yang sepi. Padahal sekarang adalah sabtu dan besok itu hari minggu. Dan hari ini adalah jadwalnya mampir ke toko buku untuk membeli novel atau komik yang akan ia baca untuk menghabiskan waktu santai seharian dirumahnya besok.

Ia mengutuk kebodohannya, Sehun ‘kan memang sejak dari awal hanya berniat mempermainkannya. Lalu kenapa ia mudah saja percaya? Siapa tau pertemuan kali ini adalah bagian dari taktik pria itu untuk mempermainkannya.

Langsung saja ia berdiri dan bersiap pulang dengan suasana kesal karena pemikiran logis yang melintas di kepala itu sudah menyadarkannya. Baru saja ia berbalik, kepalanya seketika berdenyut akibat menabrak sesuatu.

Kepalanya mendongak sebal, hendak menendang atau memaki ‘sesuatu’ yang ditabrak-atau yang menabraknya, entahlah. Namun matanya melebar kaget seiring dengan jantungnya yang terpacu.

“Sunbae?”

“Bae Suzy, maaf aku telat karena aku tadi ada materi tambahan dari guru Kang. Kau pasti sudah menunggu lama.”

Ketika kata menunggu meluncur dari bibir seksi milik Sehun, rasa terkejutnya langsung menguap digantian oleh kesebalan yang siap disemburkannya. Tapi melihat raut wajah Sehun yang menunjukkan raut bersalah yang entah sungguhan atau hanya akting membuat Suzy mengurungkan niatnya. Sial! Akting Sehun benar-benar tidak bisa diragukan. Batin Suzy antara kagum dengan kesal.

“Lain kali jangan membuatku menunggu sendirian seperti ini,” ujar Suzy tanpa sungkan-sungkan menunjukkan kesebalannya. “Tapi oke aku maafkan,” lanjutnya setengah ikhlas.

Jika saja ia menyukai Sehun, mungkin ia akan bersikap manis dan mengatakan ‘tidak apa-apa, aku mengerti’. Tapi sayang sekali, pria itu lebih dulu ketahuan dengan niat bermainnya, membuat Suzy tanpa ragu menunjukkan diri sesungguhnya, atau sengaja bersikap lebih buruk, agar Sehun segera mundur dan mengakui kekalahannya.

Sehun mengernyitkan dahinya aneh kemudian tersenyum sangat manis. “Oke aku tak akan mengulanginya lagi.”

Suzy mengangkat bahunya acuh tak acuh. “Sunbae ada perlu apa?”

Suzy mengernyitkan dahinya heran saat maniknya menangkap Sehun menggaruk tengkuk dengan kikuk. Tanpa sadar ia tersenyum sinis.

Jadi ini Sehun sang penakhluk wanita? Sedang bingung saat berhadapan dengan seorang Bae Suzy? Sangat tidak Gentleman!

“Besok kau sibuk?” Sehun bertanya pada akhirnya, memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana membuat Suzy mau tak mau mengakui ketampanannya. Sial!

Astaga. Sudah berapa kali ia mengumpat hari ini? Ini sangat bukan Bae Suzy sekali. Tapi sepertinya bersama dengan Sehun ia akan lebih sering mengumpat, dan ia tak perduli dengan itu.

“Besok?” Suzy berpikir sejenak, “Memang ada apa?”

Tentu saja besok adalah jadwalnya bersantai membaca novel lalu tidur dikasurnya yang empuk. Dan kadang-kadang Soojung akan bertandang kerumahnya dengan membawa DVD serta banyak camilan dan mereka akan menghabiskan waktu bersama. Atau jika bosan, Soojung akan menyeretnya ke salon, setelah itu menemai gadis itu belanja di Mall.

“Aku akan mengajakmu kencan.”

Suzy hampir tersedak air liurnya sendiri. Kedua matanya melebar, antara terkejut dan syok. Secepat itu? Otak Suzy benar-benar buntu, tak bisa berpikir dengan jernih. Sebenarnya apa saja yang direncakan oleh sunbae nya itu?

“Kenapa diam saja?” Sehun bertanya dengan senyum manisnya.

“Eh, sebenarnya aku besok. . . Sibuk,” Suzy berujar lambat.

“Oh ya? Sibuk apa?” Sehun bertanya dengan sabar, biasanya gadis yang diajaknya kencan langsung mengiyakan ajakannya tanpa berpikir dahulu.

Suzy memutar otaknya berpikir. Apa yang harus dikatakannya? Berbohong bukanlah kebiasaannya. Ia akan berbohong jika dalam keadaan terdesak. Ajakan Sehun termasuk terdesak bukan sih? Masa’ ia harus membawa nama Soojung dalam acara bohongnya? Semisal ada janji dengan Soojung? Tapi tentu saja ia akan benar-benar melakukannya jika saja Soojung besok tidak ke Busan, mengunjungi neneknya.

“Membaca novel,” jawab Suzy, akhirnya mengalah pada kejujuran.

Sehun melongo ditempatnya, baru pertama didengarnya bahwa membaca novel adalah kesibukan. Ia tertawa pelan, benar-benar tak menduga jawaban Suzy akan sekonyol itu ditelinganya.

“Jangan mentertawakanku!” Suzy mendengus kesal, tau jika malah ditertawakan, bukankah lebih baik ia tadi berbohong saja?

“Jadi, besok kau bisa ‘kan?” Tanya Sehun disisa tawanya.

“Aku bahkan belum menyetujui ajakanmu sunbae,” ujar Suzy cemberut.

“Aku anggap kau menyetujuinya,” sahut Sehun tenang membuat Suzy tanpa sadar mendengus, dasar pria pemaksa!

“Besok aku akan menjemputmu jam 9. Bagaimana? Dan sekarang kuantarkan kau pulang.”

Suzy menggeleng, “Tidak perlu, aku sudah dijemput Sopirku.” Kemudian mengedik acuh, “Jangan menjemputku dirumah, aku malas di introgasi oleh ibuku. Jemput aku ditaman dekat rumahku saja,” lanjut Suzy cepat tanpa mengizinkan Sehun menjawab.

“Oh ya! Aku duluan Sunbae, jika tak ada yang perlu dibahas lagi.”

Suzy tersenyum manis lalu meningalkan Sehun yang masih membeku ditempatnya. Dalam hati Suzy tersenyum puas menyaksikan Sehun yang kehabisan kata-kata hanya untuk menghadapinya. Sebentar lagi, Suzy yakin pria itu akan menyerah tak bisa menakhlukannya dan melambai kalah. Ia berjalan ringan, seraya memikirkan apa saja yang perlu ia siapkan besok untuk kencan pertamanya dengan Sehun.

Kencan? Bahkan Suzy sama sekali tak tahu kenapa akhirnya ia menyetujui ajakan Sehun. Tapi tak ada salahnya mencoba, siapa tau besok ia sudah bisa membuat Sehun muak padanya atau malah suka padanya?

Bae Suzy pasti bisa!

·

·

·

B e r s a m b u n g

·

·

Aku balik bawa chp 2. Maaf updatenya kelamaan, mood lg down total apalagi tugas sekolah makin numpuk aja^^

Ohya aku gabisa bales koment kalian satu-satu, maaafff>< tapi aku selalu baca setiap koment yang masuk mewarnai ff ini. Dan sungguh terharu klo kalian dukung ff ini. Cinta kalian readers yg ninggalin jejak♥♥♥
Btw— ada yg nunggu ff gagal ini? Hahah RCL ya^^

19 responses to “[Freelance] Mirror Chapter 2

  1. Sehun mulai beraksi,dan suzy mulai berhati-hati kekekeke apa yg akan trjadi di kencan pertama mereka ya?

  2. Pokoknya aku ketawa2 sendiri kalo udah moment suzy sma krystal, mereka buat aku jadi baca ulang..
    Di pikir2 emang suzy konyol, masa sibuk karna mau baca novel wkwkwkwkw…
    ayo semangat suzy buat atur rencana besok. Fighting

  3. Aku nunggu banget ff ini, penasaran apa yg bakalan suzy perbuat nntinya supaya sehun jatuh dalam pesonanya kkkk~
    Suka banget sama karaket suzy disini yak agak2 cuek kkk biar tau rasa tuh sehun wkwk
    Takutnya suzy yg bakalan jatuh dalam pesona eorg oh sehun andweeee jgn sampe dehh
    Next chapter ditunggu
    Fighting😀

  4. Uwaaaa kencan….suzy kayaknya harus extra hati hati krn esona sehun..bisa bisa maah dia jatuh cinta beneran sama sehun..
    Gag sabar sma next part….

  5. aku nunggu banget cerita ni..
    ah aku suka sikap suzy yang apa adanya,yang aga cuek dingin gimana gitu..
    ayo suzy buat sehun bertekuk lutut padamu..
    kasih pelajaran tuh sehun yang berani-beraninya main” dengan mu..
    baiklah semangat terus author untuk next chapter nya fighting…..

  6. suzy harus hati-hati nih jangan sampai suka sehun duluan, biar sehun yang duluan jatuh cinta sama suzy.. semoga rencana suzy berhasil

  7. Semoga Suzy berhasil dengan rencananya… tp apa Sehun benar2 cuma mau mempermainkan Suzy dan tidak punya perasaan khusus pada Suzy?
    Langsung baca next partnya, gomawo🙂

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s