[Ficlet] Like The Thorns

like-the-thorns

 

|| Title: Like The Thorns || Author: Phiyun || Genre: Romance | Familly | Sad | Friendship || Cast: Bae Suzy | Kim Myungsoo ||

Poster Credit : TaeMey @ Artzone (Thank’s ^^)

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee…😄

*** Happy  Reading ***

***Summary***

“Mulai sekarang aku lah yang akan menjadi durimu, tak akan aku biarkan kau terluka mulai dari sekarang karena aku akan selalu berada di sisi mulai saat ini bahkan untuk selamanya.”

~OoO~

Di malam yang sunyi terllihat ada seseorang gadis sedang menangis dipojokan jendela kamarnya. Gadis itu nampak menggigil ketakutan. Entah apa yang membuatnya takut dan tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang terdengar sayup-sayup dari arah luar kamarnya. Dengan cepat gadis itu langsung  berlari ke arah pintu kamarnya dan kemudian gadis muda itu langsung mengunci pintu kamarnya.

Napas gadis itu mulai teregah-engah. Padahal ia hanya berlari dari tempatnya saat tadi hanya berjarak 2 meter tapi sikap yang diperlihatkan  oleh gadis itu seperti dirinya sudah berlari  berpuluh-puluh kilometer jauhnya.

“Kreetek!!!”

Tiba-tiba pedal pintu yang ada di hadapannya bergerak naik turun. Gadis itu terkejut sampai-sampai ia terjatuh tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Kedua manik gadis itu menatap ke depan penuh dengan ketakutan dan …

“Brakk!”

Pintu itu pun terbuka. Akhirnya yang selama ini ia takutkan terjadi. Gadis itu hanya terdiam dengan memandang seseorang yang sudah ada di depan pintu kamarnya dengan tatapan yang takut. Mulutnya terperangah dan airmatanya pun mengalir lagi dengan deras.

Pria itu pun lalu masuk ke dalam kamar gadis itu tanpa memperdulikan apa yang telah terjadi oleh sang pemilik kamar. Yeoja itu lalu menyeret tubuhnya kebelakang dari hadapan sang pria. Tapi yang diperlihatkan oleh Namja itu hanyalah sederetan gigi putihnya dihadapan gadis belia tersebut dan kemudian pria itu mengunci pintu dari dalam setelah itu kunci tersebut dibuangnya.

Sontak gadis itu pun berteriak. Dia berusaha berteriak sekencang-kencangnya namun dengan usahanya itu percuma karena pria paruh baya itu langsung mendorong dan menyekap mulut mungil gadis itu dengan sebelah tangannya yang besar. Tubuh gadis itu pun sekarang ada dibawah tindian tubuh Namja tersebut.

Gadis itu mulai meronta-ronta, tapi semua itu percuma karena tenaga yang ia miliki tak sebanding dengan kekuatan pria tersebut. Kedua tangan gadis belia itu dapat dikunci dengan mudah olehnya dengan sebelah tangannya. Setelah itu pria paruh baya tersebut mulai melepaskan satu persatu kancing baju yang melekat ditubuh gadis muda tersebut. Gadis itu tak bisa melakukan apapun dia hanya bisa menangis. Bibirnya terasa terkunci dan tenggorokannya seperti terbakar ia sama sekali tak mampu mengeluarkan sepatah katapun lagi saat jari jemari Namja tersebut mulai menari-nari di atas tubuhnya yang mulus.

“Ku…kumohon he..hentikan…” pinta gadis itu dengan tubuh yang bergetar namun ucapan yang dilontarkan olehnya sama sekali tak dihiraukan. Dengan nada yang dingin pria itu pun membalas pekataannya. “Untuk malam ini saja, ya hanya malam ini saja biarkan aku menyentuhmu. Jadilah anak yang baik Suzy-ah… kau tak ingin ibumu tahu kan?” ucapnya seraya menyeringai lebar.

Gadis itu lalu mengeleng-gelengkan kepalanya dengan kencang. Dia mulai berusaha menyerang untuk dapat menjauh dari Namja tersebut tapi usahanya sia-sia dan akhirnya ia sama sekali tak bisa berkutik. Kedua mata gadis itu pun yang sudah sembab basah lagi dengan buliran-buliran airmata. Saat tubuhnya dihempaskan secara kasar di atas ranjang oleh pria paruh baya tersebut sembari menyekap kembali mulut mungil milik gadis tersebut.

“Tidak! Seseorang tolongah aku!!!” teriak dalam batinnya.

~OoO~

~Dipagi harinya~

Sudah ada sepasang suami istri sedang bercengkrama di ruang makan. Sang istri sedang sibuk menyiapakan sarapan untuk semua anggota keluarganya sedangkan sang suami sedang menyibukkan diri dengan membaca surat kabar.

“Berkat obat yang kau berikan, aku bisa tidur dengan pulas.” ujarnya sambil tersenyum  di hadapan suaminya dan pria tersebut membalasnya dengan senyum simpul setelah itu ia pun kembali melanjutkan aktifitasnya untu membaca koran.

Tak berapa lama kemudian turunlah seorang gadis muda dari ruang atas menuju pintu keluar. Gadis itu nampaknya sudah siap untuk pergi ke sekolah. “Aku pergi dulu.” ucapnya dengan suara yang lemah sambil berjalan menghampiri pintu keluar.

“Suzy-ah… kau tak sarapan?” tanya ibunya namun sang anak membalas pertanyaan sang ibu dengan memunggungi. “Aku tak lapar.”

“Tapi sudah beberapa minggu ini kau tak pernah sarapan sayang. Kau harus ingat kalau kau mudah anemia.” tambah wanita paruh baya itu cemas dan tiba-tiba sang ayah datang menghampiri putrinya yang sedang berdiri di depan pintu. Dengan lembut kedua tangan pria paruh baya tersebuh menyentuh kedua pundak Suzy sambil berkata. “Suzy-ah… kau tak boleh membuat ibumu khawatir.” tuturnya pelan tepat di sebelah daun telinga miik gadis itu.

Diperlakukan seperti itu Suzy langsung menepis kedua tangan pria tersebut dari atas tubuhnya. Kedua maniknya menatap tajam ke arah Namja tersebut dengan tatapan sinis. Kemudian tampa berkata apapun Suzy langsung keluar dari dalam rumahnya sambil menutup pintu dengan kasar.

“Brruuukk!!!”

Sepasang suami istri tersebut menjadi kanget tapi yang paling terkejut adalah sang ibu. Tak biasa-biasanya putrinya melakukan hal seperti itu.

“Suzy-ah…” lirih wanita paruh baya tersebut seraya memandangi depan pintu rumahnya. Tak berapa lama kemudian sang suami pun berkata. “Maafkan aku, sayang. Mungkin ia butuh waktu yang lebih lama untuk bisa menerimaku menjadi ayahnya. Meskipun kita sudah hampir sebulan menikah tapi tetap saja Suzy membutuhkan waktu untuk dapat menyesuaikan diri.” ujarnya kepada sang istri dan istrinya pun membalasnya dengan anggukan kepala.

~OoO~

Setibanya di sekolah, Suzy berjalan menuju ruang kelasnya dengan lesu.

“Brukk!!!”

Tak sengaja tubuh gadis itu menabrak seseorang yang ada di hadapannya. “Apakah kau baik-baik saja?” tanya pria itu sambil membatu Suzy berdiri. Gadis itu pun lalu menganguk-anggukan kepala untuk memberitahu kepada orang tersebut bila dirinya baik-baik saja dengan posisi tetap menunduk.

“B-a-e S-u-z-y?? Pria itu lalu mengeja name tag gadis yang ada di hadapannya. “Bae Suzy?? Apakah itu kau Suzy-ah!” kata pria itu dengan riang. Saat mendengar namanya disebut oleh pria yang baru saja ia tabrak, Suzy pun menegadahkan kepalanya, kedua matanya langsung membulat sempurna. “Myungsoo… apakah kau Kim Myungsoo?” balas Suzy ragu dan langsung dibenarkan oleh pemuda tersebut.

Ye… aku Kim Myungsoo, lama tak berjumpa.” ujarnya riang di depan Suzy. Namun Suzy langsung mengambil jarak. Gadis itu langsung pergi meninggalkan Myungsoo tanpa mengatakan satu patah katapun.

Myungsoo sempat bingung dengan sikap yang dilakukan oleh Suzy terhadap dirinya. Kenapa Suzy yang selama ini ia kenal berubah menjadi begitu dingin. “Apakah dirinya sudah berubah?” gumamnya lemah sambil menatap belakang punggung milik gadis itu yang semakin lama semakin menjauh.

~OoO~

“Kringg!!! Kringg!!! Kringg!!!”

Suara bel masuk sekolahpun bergema. Seluruh muridpun bergegas masuk kedalam ruang kelasnya masing-masing. Kelas yang awalnya sepi menjadi ramai. Tak beberapa lama kemudian datanglah guru memasuki ruang kelas. Setibanya di depan kelas, Guru tersebut pun menyampaikan kalau ada seorang siswa baru yang akan menepati kelas ini.

Suzy sempat kaget mendengar pemberitaan itu. “Mungkinkah itu Myungsoo??” ungkap dalam batinnya. Lalu Guru tersebut memanggil siswa pindahan tersebut dan binggo apa yang ditebak sedari tadi oleh gadis itu ternyata benar.

“Halo, perkenalkan nama ku Kim Myungsoo. Kalian bisa memanggilku dengan Myungsoo. Mohon bantuannya.” kata Myungsoo sambil membungkukan tubuhnya di depan kelas. Ruang kelas pun menjadi semakin ramai saat para sisiwi mulai menggunjingkan ketampanan Myungsoo.

“Wih… lihat anak pindahan itu, dia tampan sekai ya.”

“Iya… dia juga tinggi… mungkin tingginya 180, 181 atau lebih?”

“Yah… apakah ia sudah punya pacar? Aku ingin segera menyatakan cinta padanya.”

Saat para siswi sedang sibuk mengelu-elukan pesona milik Myungsoo tiba – tiba Myungsoo berjalan menghampiri depan meja Suzy. “Halo, Suzy. Tak kukira kita bertemu lagi di sini? Mohon bantuannya.” ujarnya sembari mengulurkan sebelah tangan kanannya untuk berjabat tangan dengan gadis  yang ada di depannya. Dengan canggung Suzy pun mengulur sebelah tangannya untuk berjabat tangan. “Ya…mohon bantuannya.” balasnya dengan tersenyum tipis.

~Beberapa jam kemudian~

 

“Kring!!! Kring!!!”

Bel tanda waktu habisnya pelajaran pun berbunyi. Guru yang mengajar mulai berjalan keluar dari ruang kelas di mana saat tadi dirinya mengajar.

“Bae Suzy!” panggil Myungsoo dari bangku belakang. “Ayo kita…” belum sempat Myungsoo menyelesaikan perkataannya sudah  banyak siswi menggerumuninya. Melihat itu Suzy pun pergi meninggal kan Myungsoo begitu saja.

~OoO~

~Suzy POV~

Aku sudah mengenal Myungsoo sejak kami masih anak-anak. Kami selalu bersama bahkan kami berdua selalu satu sekolah dan satu kelas. Kami seperti sudah di takdirkan untuk bersama namun saat kami berdua menginjak sekolah menengah pertama. Myungsoo harus pergi bersama ayahnya dari kota ini. Karena Tuan Kim dipromosikan oleh peruhaannya mau tak mau Myungsoo pun harus pergi bersama dengan ayahnya.

Hatiku sangat sedih saat mendengar kabar itu. Bagaimana mungkin aku tak sedih? Kami berdua seperti perangkok dan amplop kita selalu bersama. Dan mulai besok aku harus menjalani hidup tampa kehadirannya di sampingku. Aku berusaha tegar menghadapi semua itu. Namun saat dirinya tak ada di hadapanku, aku mulai menangis terisak-isak.

Dan sekarang apa yang telah terjadi? Apakah ini takdir ataukah ini hanya sebuah kebetulan semata. Diriku bertemu lagi dengan cinta pertamaku. Ya cinta pertamaku yang tak bisa aku gapai, Kim Myungsoo. Laki-laki pertama yang berhasil mencuri hatiku bahkan hingga detik ini pun aku masih mencintainya..

~Suzy POV-End~

~OoO~

Dengan langkah yang gontai Suzy berjalan ke atap gedung sekolah. Seperti biasa, gadis itu selalu menghabiskan jam istirahatnya di atas balkon gedung sekolahnya.

“Hanya disini aku bisa melepaskan kepenatanku.”

Suzy mulai berjalan menghampiri tralis penyanggah tebing gedung sekolah tersebut. Jari jemari lentik milik gadis itu pun mulai menggegam erat penyanggah besi-besi tua tersebut yang mulai berkarat.

“Dia masih sama… masih tetap riang meski sudah hampir 5 tahun aku tak bertemu dengannya.” gumamnnya. Tiba-tiba kedua pipi Suzy mulai memanas. “Myungsoo tetap bersinar meski tak ada diriku disampingnya, kilauannya membuatku…” tiba-tiba pandangan Suzy mulai kabur dan…

“Brukk!!!”

Tubuh gadis itu pun roboh tanpa perlawanan. Ia jatuh begitu saja dan terkapar tak berdaya di atas atas atap gedung sekolah.

~OoO~

“Kreek!!!”

Terdengar suara pintu terbuka dan keluarlah seorang siswa dari dalam menuju luar teras atas gedung sekolah. Saat pria itu melihat disekelilingnya tak sengaja ia melihat sesosok tubuh siswi yang terkapar tak berdaya di atas atap gedung sekolah.

Pria itu pun langsung berlari menghampiri sosok gadis tersebut dan ternyata gadis yang tak sadarkan diri itu adalah Suzy. “Suzy-ah! Bangunlah Suzy!” panggil Myungsoo sambil mengerak-gerakkan tubuh gadis itu namun, Suzy tetap saja tak sadar.

Tak sengaja Myungsoo melihat sebuah bercak merah di antara leher jenjang milik Suzy. “Apakah itu darah? Atau kah itu luka?” ucapnya pelan sembari membuka satu persatu kancing baju milik Suzy.

Betapa kagetnya saat pria itu sudah membuka hampir setengah pakaian milik Suzy. Kedua matanya tercengang dengan apa yang barusan saja ia lihat. “Bekas luka macam apa ini???” kata Myungsoo dengan kedua matanya yang terbelalak lebar.

Tak berapa lama kemudian Suzy pun terbangun. Gadis itu langsung menarik bajunya hingga menutupi bekas tanda merah yang ada di sekitar lehernya bahkan tanda merah itu juga tak jauh dari atas payudaranya.

Kedua mata Suzy mulai berkaca-kaca. Tubuh mungil gadis itu mulai menggigil. Bibir gadis itu pun tertutup rapat meskipun terlihat jelas dimata Myungsoo kalau bibir gadis itu sedang bergetar hebat. Myungsoo lalu menghampirinya dan kemudian pria itu menempelkan keningnya tepat diatas kening Suzy.

“Apakah kau mempunyai suatu masalah, Suzy-ah? Katakanlah padaku, aku akan menjadi kekuatanmu.” katanya dengan suara yang lembut.

“Terimakasih… tapi… bisakah kau biarkan aku sendiri?” balas Suzy dengan kedua tangannya yang bergetar sambil meremas kencang kerah pakaiannya yang belum sempat ia kancingi. Tapi sepertinya Myungsoo tak ingin meninggalkan Suzy. Namja itu lalu mulai menghampiri Suzy kembali namun gadis itu langsung mendorongnya dengan kasar agar ia menjauh dari dirinya.

“Aku sudah bilang, biarkan aku sendiri!!!” teriaknya “Aku tak akan pernah menceritakannya padamu. Kau pasti akan menyebarkannya kepada semua orang dengan apa yang baru saja aku katakan padamu.” tambah gadis itu dengan menggebu-gebu.

Mendengar perkataan Suzy yang barusan tadi membuat Myungsoo menjadi sedih. Ia tak tahu kalau niatnya baiknya akan berdampak sebaliknya menurut Suzy. “Apakah kau mengira aku orang yang semacam itu? Kau memang sudah berubah, perkataanmu sangatlah tajam ya tajam seperti duri tak terkecuali tatapan matamu saat ini padaku.” kata Myungsoo setelah itu ia pun pergi meninggakan Suzy yang masih terdiam terpaku.

“Huhuhu!!!”

Sepeninggalan Myungsoo, gadis itu pun langsung menangis tersedu-sedu. Ia tak mampu lagi menahan kepedihan yang ia rasakan.

~OoO~

~Dimalam harinya~

~Di kediaman Bae~

“Hentikan!!!” teriaknya sambil mendorong tubuh pria yang ada di atas tubuhnya namun semua itu percuma, gadis itu sama sekali tak bisa menggeser seincipun dari tubuh yang menindi dirinya. Suzy pun lalu mengambil benda apa saja yang tak jauh dari dirinya dan…

“Pranngg!!!”

Tubuh pria tersebut itu pun langsung ambruk saat gadis itu memukul kencang dengan lampu  tidur yang tak berada jauh dari ranjangnya dan lampu itu pun di hempaskannya  tepat di atas kepala Namja itu.

“Aauww!!” jeritnya kesakitan dan Suzy langsung mengambil kesempatan untuk pergi, ia pun langsung loncat dari  jendela kamarnya tanpa sempat menutupi tubuhnya yang sudah setengah telanjang. Gadis itu hanya mengenakan bawahan rok sekolahnya tanpa sempat memakai pakaian atasannya.

Suzy mulai berlari sekuat tenaga yang ia miliki di malam yang sudah gelap gulita. Kedua bola matanya terlihat sendu dan pandangannya pun mulai kabur karena terhalang oleh butiran airmatanya.

“Apa yang harus aku lakukan?” dan tak berapa lama kemudian gadis itu pun jatuh lemas di atas jalan yang beraspal. “Myungsoo-ah… tolong aku…” lirihnya sambil meneteskan airmata dan tiba-tiba ada seberkas cahaya yang menerangi tubuhnya dari belakang. Suzypun mulai memincingkan kedua matanya untuk melihat cahaya dari mana itu dan betapa terkejut dirinya saat cahaya itu meredup, dirinya sudah melihat ada beberapa berandalan yang sudah berdiri dan mulai menghampirinya dengan tatapan yang penuh dengan nafsu.

“Hai cantik, apa yang sedang kau lakuakan malam-malam begini di sini?” kata salah satu pria yang tubuhnya penuh dengan tato.

“Bagaimana kalau malam ini kau menemani kami bertiga. Ayo kita bersenang-senang sampai pagi, manis.” tambah rekannya yang lain yang sudah menggegam erat sebelah pergelangan Suzy dan kemudian tubuh gadis itu pun dipeluknya.

                                                                     ~OoO~

“Ttiinttt!!! Duuarr!!!!”

Tiba-tiba sebuah motor sport hitam menabrak salah satu berandalan yang sedang mengepung Suzy.

“Lepaskan gadis itu!! Atau akan aku panggil polisi!!” teriak pengendari motor itu sambil menggas motor sportnya yang berwarna hitam tersebut.

“Apa-apaan bocah ini!! Kau kira kami takut?” tantang salah satu berandalan tersebut.

“Menurutmu?” balas pengendara motor tersebut sembari menyunggingkan sebelah sudutnya bibirnya dihadapan para berandalan tersebut dan motor sport tersebut melaju dengan kencang ke arah mereka. Melihat itu sontak ketiga preman itu langsung lari kocar-kacir meninggalkan gadis tersebut yang masih menangis.

Pengendara motor itu pun langsung berlari menghampiri gadis tersebut. “Suzy-ah apakah kau terluka?” tanyanya dan gadis itu langsung memeluk pria yang ada di depan hadapannya. “Myungsoo-ah…” panggilnya dengan suaranya yang bergetar.

Gadis itu mulai menangis terisak-isak di dalam dekapan Myungsoo. Pria itu tak tahu apa yang sebenarnya terjadi karena sedari tadi ia menanyakan hal itu, Suzy hanya diam seribu bahasa. Setelah beberapa menit akhirnya Suzy pun tenang. Ya gadis itu mulai  menghentikan tangisnya.

“Apakah kau sudah baikan?” tanya Myungsoo sambil menaikan resleting jaketnya yang sudah berada di tubuh Suzy. “Sebenarnya apa yang telah terjadi padamu? Kalau kau ada apa-apa ceritakan saja padaku, apa saja aku bersedia mendengarkannya.” imbuhnya namun gadis itu masih terdiam membisu.

“Baiklah kalau begitu, ayo aku antarkan kau pulang ke rumah.” ucapnya sambil menggengam jari jemari Suzy namun gadis itu langsung menghempaskan tangannya dari genggaman Myungsoo.

“Aku tak mau pulang!!!” teriaknya histeris.

Myungsoo menjadi semakin bingung dengan sikap gadis yang ada dihadapannya ini. “Suzy-ah… kenapa kau tak mau pulang?”

“Soalnya di rumahku sedang berantakan!!” bentak Suzy.

“Kok bisa? Bukannya ibumu baru saja menikah lagi? Berarti ayah barumu pasti ada di…”

Tiba-tiba perkataan Myungsoo terhenti. Seketika wajah Myungsoo berubah menjadi serius saat menatap Suzy dengan tatapan matanya yang tajam.

“Suzy-ah… jangan-jangan kau… apa yang  telah ayahmu lakukan?” sambil menatap kedua bola mata Suzy dengan intens.

“Kamu salah, sudah hentikan…” tiba-tiba kedua mata gadis itu pun yang saat tadi sudah mengering kini basah kembali oleh airmatanya. Dalam waktu beberapa detik kedua mata dan pipi gadis itu sudah basah oleh tetesan airmata.

Pertahanan gadis itu pun roboh. Suzy berusaha menahan airmatanya namun semakin ia menahannya maka semakin ia merasakan sesak di dadanya. Myungsoo menatap Suzy dengan tatapan kosong. Ekspresi wajah pria itu mengartikan kalau dirinya sangat terkejut dengan apa yang sudah menimpa diri gadis itu.

“Ja—jangan jangan menangis, Suzy-ah.” ucapnya sambil menggepal erat kedua tangannya dan kemudian Namja itu menarik tubuh Suzy ke dalam dekapannya dan kemudian berkata. “Aku akan menjadi durimu!”

Kemudian Suzy langsung dinaikan oleh Myungsoo ke atas jok motornya dan Myungsoo langsung mengendarai motornya dengan kekuatan tinggi.

~OoO~

Setibanya di depan gerbang rumah ke diaman Suzy. Myungsoo pun menyuruh Suzy untuk memeluk dirinya dengan erat. Gadis itu sempat bingung dengan perkataan Myungsoo. Belum sempat ia menanyakan perkataan pria itu, tiba-tiba terdengar suara pecahan beling.

“Pranggg!!!”

Ya motor Sport milik Myungsoo langsung menerobos masuk ke dalam ke diaman Suzy melalui pintu kaca halaman belakang. Sontak pemilik rumah tersebut itu pun tercengang. Ibu Suzy terpaku saat melihat Myungsoo langsung memukul suaminya dengan membabi buta tanpa ampun dan setelah itu tubuh pria paruh baya itu pun dihempaskannya ke pojokan pintu yang sudah pecah.

“A-apa yang kau lakukan??” tanya pria paruh baya itu dengan suaranya yang bergetar ketakutan. “A-akan kupanggil polisi.” ucapnya dengan tergagap-gagap.

“Benarkah? Kalau begitu, ayo panggil sekarang! Kebetulan aku ingin sekali membunuhmu dan tak ada yang bisa menghentikan kusaat ini.”

Michesseo?!” teriaknya dan dibalas oleh Myungsoo dengan kekehan.

Dengan perlahan-lahan Myungsoo berjalan menghampiri lelaki tersebut,  namun sebelum itu Myungsoo sudah membawa pecahan kaca di dalam gegamannya dan dengan cepat ujung kaca yang runcing tersebut di arahkan ke arah mata pria paruh baya tersebut.

“Hentikan, Myungsoo-ah!!!” teriak dari belakang punggung pria itu.

Ujung runcing kaca itu terhenti tepat beberapa senti meter dari bola mata lelaki tersebut . Ya,, jarak pecahan kaca itu hanya beberapa milimeter dari depan matanya.

“Kumohon hentikan, Myungsoo-ah.” kali  ini suara permintaan gadis itu mulai melemah dan dengan berat hati pecahan kaca tersebut di lemparnya dengan kencang ke pojok sisi tubuh lelaki paruh baya tersebut.

Nyonya Bae sangat terkejut. Dia bingung dengan apa yang terjadi. Karena ia baru saja pulang dari tempat kerjanya. Dengan suara yang bergetar wanita paruh baya itu pun menanyakan pada putrinya. “Sebenarnya apa yang sudah terjadi??” Suzy tak mampu berkata-kata ia hanya dapat menahan airmatanya di hadapan ibunya.

Melihat itu Myungsoo berjalan menghampiri Suzy dan kemudian tubuh mungil gadis itu pun dirangkulnya dengan lembut. “Nyonya Bae… Kalau anda ingin mengetahuinya tanya sendiri kepada Si Brengsek itu! Dia yang akan menceritakan semuanya!”

~OoO~

~Beberapa saat kemudian~

“Jadi begitu kebenarannya?” ucap Nyonya Bae sambil menatap suaminya dengan tatapan jijik. Kemudian Wanita paruh baya itu berjalan menghampiri putrinya dan berkata. “Maafkan, Eomma karena telat mengetahui kebejatan ayah tirimu dan aku mengucapkan banyak-banyak terimakasih padamu,  Myungsoo-ah karena sudah melindungi putri kesayanganku. Jadi tolong jaga dirinya untuk kusekali lagi.” pinta Nyonya Bae dan di balas oleh Myung dengan anggukan kepala.

Myungsoo dan Suzy pun disuruh oleh Nyonya Bae untuk berjalan-jalan keluar untuk beberapa saat. Setelah putrinya dan Myungsoo pergi. Wanita paruh baya itu langsung berbicara empat mata kepada suaminya.

“Dasar brengsek!!! tega-teganya kau melakukan itu pada putriku!!!” makinya  sambil memukul-mukul kencang pria tersebut. “Kau memang binatang!!! Mulai detik ini kau bukan lagi suamiku! Aku ingin kita cerai!!! Dan kupastikan kau akan membayar semuanya di dalam penjara!”

~OoO~

~Ditempat yang lain~

Myungsoo membawa Suzy kesebuah tempat di mana mereka sering bermain saat masih kanak-kanak. Ternyata pria itu membawa Suzy ke sebuah taman yang tak jauh dari rumah kediaman Suzy. Mereka lalu berjalan berdampingan menyelusuri jalan setapak di taman tersebut tanpa suara. Tak lama kemudian Suzy membuka pembicaraan diantara mereka.

Gomawoyo, Myungsoo-ah… Terimakasih sudah menyelamatkanku.” lirihnya dengan suara yang bergetar.  Myungsoo pun lalu membalasnya dengan terseyum tipis kemudian Namja itu memeluk Suzy dan kemudian berkata. “Kau tak perlu berterima kasih padaku, Suzy-ah. Aku melakukan itu semua karena aku menyayangimu.”

Suzypun tersentak kaget saat Myungsoo mengatakan kata sayang kepada dirinya. Gadis itu lalu menatap kedua manik milik Namja yang saat ini sedang berdiri di hadapannya. “A-apakah itu benar?” kata Suzy ragu.

“Heemm…” balasnya sambil tersenyum manis di depan Suzy dan kemudian Myungsoo melanjutkan perkataannya. “Suzy-ah… saranghae…” kedua mata Suzy pun terbuka lebar saat mendengar pengakuan yang dikatakan oleh Myungsoo, tiba-tiba keluarlah kembali airmata dari sudut kedua matanya

Melihat Suzy menangis kembali membuat Myungsoo jadi kikuk. “Kenapa kau menangis, Suzy-ah?” ucapnya panik, lalu tiba-tiba Suzy menarik pakaian yang dikenakan oleh Myungsoo kearahnya dan..

“Chu…”

Bibir merah gadis itu mendarat mulus tepat di sebelah pipi Myungsoo. “Nado… saranghae…” balasnya dengan tertunduk malu. Kedua pipi Suzy pun bersemu merah setalah mencium pipi pria yang ada di hadapannya.

“Terimaka kasih, Myungsoo-ah karena kau sudah datang kembali dikehidupanku.” ujar Suzy dengan senyuman yang mengembang diwajahnya dan pria itu pun berkata.  “Senyuman ini… akhirnya aku bisa melihatnya kembali…” tuturnya kemudian mereka berduapun saling berpelukan dengan erat.

~OoO~

 

“Mulai sekarang aku lah yang akan menjadi durimu, tak akan aku biarkan kau terluka mulai dari sekarang. Aku akan selalu berada di sisimu saat ini dan untuk selamanya” ~Myungsoo.

~OoO~

 

-The End-

Annyeonghaseo Yeorobun, ketemu lagi dengan Phiyun disini, hehehe😀

Kali ini aku membawakan FF Myungzy kepada kalian. Maap ya baru bisa update ff Myungzy sekarang, mudah – mudahkan kalian menyukainya ^^ Maaf juga kalau ada kata yang typo bertebaran dimana – mana saat membacanya, maklum author juga manusia biasa, hehehe😀

Jangan lupa RCL-nya ya, karena komentar dari readers semua adalah sebagai penyemangat author untuk lebih baik lagi dalam membut fanfic selanjutnya.

See you next time…

Gomawo ^^

13 responses to “[Ficlet] Like The Thorns

  1. Arrrggghhhhh kesel banget sama appa tirinya suzy nyebelin sumpah akhhhhh pengen nabok tuh wajah lelaki tua bejat itu huaaaaa😥
    Untungnya myungsoo datang disaat yg tepat kalo gak gak tau lgi apa yg bakalan terjadi sama suzy huaaaaa
    Ditunggu project lainnya thor
    Fighting😀

  2. untung aja ada myung yang nyelametin suzy dr appa tirinya yang kurang ajar…ahh akhirnya suzy bisa bahagia den lepas dr appanya…
    ditunggu ff lainnya…fighting

  3. Aku cuma mau bilang… Kamu itu jahatt, hikss… Bukan lanjutin fic The Lady tiba2 publish fic yg baper begini 😢😢 #dicekek just kidding kekeke 😁😁 ahh, aku gk tau harus berkata apa 😢 fic ini bikin aku mewek, sedih karna nasib suzy di sini kasian bgtt tpi untungnya myung dateng bagai pahlawan kekeke. Fic yg keren deh, ditunggu karya myungzy lainnya yah. Fighting!! 😁😁

    • Hahaa… Mianhae… sebenernya aku juga buatnya gak tega juga, buat suzy kaya gitu, heheee😀
      btw thikyu ya dah nyempetin mampir kesini buat baca😉

  4. Kasian banget suzy eonni,,,ayah tirinya benar” berengsek brengsek brengsek.untungnya ada myungsoo yg membantu suzy dan membuat ayah tiri suzy yg brengsek itu menerima balasannya…gomawo myung oppa karena telah membantu suzy eonni dan juga mencintainya.

  5. wah… ni ceritanya bapak tirinye eror yak? genre nya sad hurt banget ini mah.. siip thor.. keren keren. hhe

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s