Pria Impian [Ficlet]

Comeback
2016 – jalilfunny

Ficlet

Suzy Bae feat. Oh Sehun

asian-asian-boy-baekhyun-black-and-white-favim-com-2851455

{“Aku tidak menyesal, hanya saja kau terlalu sempurna. Oh Sehun.”}


Aku berjalan di malam hari ketika aku lupa bahwa kunci rumah aku pegang dan meninggalkan rumah tanpa seizin suamiku. Aku tau kalau pasti pria itu tidak akan marah, hanya saja aku sudah teralu banyak berdosa padanya karena telah menjadi istri yang selalu mengabaikan pria sesempurnanya, namanya Oh Sehun. Aku mengenal pria tampan itu sejak aku duduk di sekolah dasar, dia pria yang cukup pendiam dan sedikit bicara. tatapannya menusuk seperti sedang mengintimidasi seseorang, dia juga pria yang berasal dari keluarga kaya raya yang memiliki beberapa perusahaan saham terbuka. Rambutnya halus dan kulitnya terawat, berbeda denganku yang mungkin terlahir sebagai gadis biasa yang hidup seenak jidatku. Tapi, siapa sangka kalau pria impian yang selalu didambakan banyak wanita seperti Oh Sehun itu malah menjadi kekasih seorang wanita yang kurangajar sepertiku.

Ini semua karena ulah orang tuanya yang ternyata teman dari Ayahku sejak kami tinggal di satu apartemen dulu, mungkin Tuhan mempertemukan kembali kedua keluarga kami dengan cara seperti ini. Cara yang mungkin bisa menjadikan aku lebih baik dari sebelumnya, mungkin saja, bahkan Ibuku bilang “Mungkin jika Suzy sudah menjadi seorang istri maka sifat kurangajarnya akan hilang.” Tapi nyatanya tidak, Ibuku salah besar. Malah sekarang yang menjadi sasarannya adalah Sehun, pria itu memang tidak bersalah, tapi aku juga tidak bisa menyalahkan siapa-siapa lagi. Beruntung Sehun pria yang sabar.

ketika pukul tujuh malam, aku kembali pulang ke rumah dan ternyata pintu rumah sudah tidak terkunci lagi, siapa yang membukanya? Oh iya, aku lupa kalau Sehun juga memiliki duplikat kunci yang sengaja ia buat untuk berjaga ketika aku kelayapan keluar rumah tanpa sepengetahuannya. Aku sih tidak heran, mau ada maling ataupun pencuri aku masabodo, ini rumah milik Sehun dan aku hanya menumpang. Oke aku seharusnya bersyukur ya? Tidak, aku tidak mencintai Sehun, tapi aku hanya mengikuti apa yang dibilang Ibu dan Ayah, serta aku juga sangat menghargai orang tua Sehun, sebenarnya begitu.

Kalian kira enak ya sisa hidup kalian dihabiskan bersama dengan seorang pria yang tidak kalian cintai? Tidak kan, tapi pasti dari kalian ada yang berpikir, “Kenapa tidak? Toh, Sehun tampan dan banyak duit.” Tidak, aku tidak berpikir begitu, materialistis boleh saja tapi hati tidak bisa dibohongi.

Kemudian aku beranjak mulai menuju ruang tengah, aku melihat sosok pria tampan itu yang sedang duduk sambil membaca koran berita yang setiap hari dia beli sebelum berangkat kerja. Sangat kedewasaan sekali memang Sehun, dia sudah cocok sekali menjadi seorang Ayah, kenapa ya aku selalu memuji dia tampan meski aku tidak cinta? Tentu saja, semua wanita juga tau kalau Sehun itu tampan, ingat, hati tidak bisa dibohongi kan. “Kamu sudah pulang?” Tanyaku yang mendekati suamiku itu dan segera membereskan sepatu kerjanya yang masih tertata di pinggir sofa.

Dengan tersenyum Sehun hanya berdehem dan menjawab, “Baru saja.” Katanya yang membuatku hanya menganggukkan kepala. Biarpun akau kurangajar tapi aku tidak bodoh seperti apa yang kalian pikir. Aku tetap melayani Sehun, aku juga tetap menjadi istri yang hormat padanya, hanya saja aku sering keluyuran tidak jelas keluar rumah hanya sekedar untuk bermain dengan teman sebayaku SMA dulu. Ini yang aku rindukan, masa mudaku berakhir ketika aku menikah muda dengan pria itu.

“Aku akan panaskan air dulu ya,” Aku membernahi sepatu kerjanya ke dalam rak, kemudian aku akan segera berjalan untuk memanaskan air supaya suamiku itu bisa mandi malam ini.

“Sayang….” Namun langkahku berhenti ketika Sehun memanggilku, ya itulah panggilan sayangnya padaku. Aku bahkan tidak tau sejak kapan Sehun jadi kebiasaan memanggilku dengan kata romantis itu. Sedikit canggung tapi aku mulai bisa mendengarnya.

Aku kembali berbalik, kakiku berjalan untuk berdiri di sebelah suamiku ketika dia menatap wajahku dengan senyuman yang masih bertengger. Wajahnya sedikit pucat karena mungkin dia lelah, “Ada apa?” Tanyaku dengan nada datar.

Sehun kembali mengulum mulutnya sedikit, entahlah, aku bisa merasakan aroma parfumnya yang masih melekat tajam. Aku yakin kalau ini efek kerja di kantor yang membuat Sehun selalu terlihat lelah, namun tidak pernah Sehun mengeluh capek atau lelah padaku, itu yang membuatku salut padanya. Aku tau setelah ini Sehun akan berkata apa padaku, setiap malam dan setiap aku ingin tertidur dalam satu ranjang dengannya.

“Aku sangat mencintaimu, Suzy.” Begitulah ucapannya, kata-kata mutiara yang selalu Sehun ucapkan padaku. Kata yang tulus yang aku bisa rasakan sampai saat ini, dan ketika itu aku mulai merasa bahwa diriku ini seperti iblis yang telah dinikahi oleh seorang malaikat tampan.

benar ‘kan?

end~

Note/ Setelahnya aku mulai ngantuk hehehehe, makasih yang udah mau baca cerita abal-abal aku. Aku hanya author lama yang hiatus berkepanjangan dan baru nongol lagi dimari, hahahah Thanks deh pokoknya. maaf kalau baru publish lagi ya, beginilah kalau sibuk kerja. Aktiv paling kebanyakan di wattpad.

Oke gitu aja, dan jangan berpikiran bahwa aku ini wanita. No!! aku ini pria murni yang ketampanannya setara dengan Oh Sehun… ngeheheheheheh…..!!

11 responses to “Pria Impian [Ficlet]

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s