[Vignette] Promotion Party

lo

Kim Jongin | Bae Suzy | Oh Sehun

PG

Romance | Comedy | Hurt

in related with

1 | 2 | 3

Sebulan lebih sudah sejak Kai  diresmikan menjadi Sersan di kepolisian Gangnam. Ia telah berjanji atau tepatnya berkoar ketika gaji pertamanya sebagai sersan telah turun maka ia mentraktir teman-temannya yang telah berjasa dalam promosinya di sebuah restoran bintang 3 di distrik Apgujeong.

“Kau bilang bahwa akan mentraktir tapi untuk ke restoran saja malah menumpang padaku?” gerutu Sehun tak habis-habis ketika Kai merengek agar pergi bersama dengan mobilnya.

Sahabatnya itu sengaja tidak membawa mobil ke kantor dengan alasan supaya uang bensin bisa ia pergunakan untuk tambahan dalam biaya mentraktir nanti. Sehun kepalang hafal dengan sifat pelit Kai, maka agak mengejutkannya bahwa Kai akan mentraktir lebih dari lima orang malam ini.

“Astaga Oh Sehun, kau ku ijinkan untuk memesan apapun nanti, jadi jangan mengeluh dan lajukan mobilmu dengan cepat karena kita harus pertama yang sampai, mengerti?” balas Kai sambil memijit pelipisnya. Bukan gerutuan Sehun yang membuatnya sakit kepala tapi kepastian kehadiran Suzy nanti yang masih dipertanyakan.

“Baiklah, tapi jangan menarik kata-katamu barusan soal aku yang boleh memesan apapun,” sahut Sehun memastikan.

“Terserah kau saja,”

*

06.00 P.M

Nyatanya bukan Kai dan Sehun duluan yang sampai melainkan Chanyeol dan juga Baekhyun yang pertama datang. Kebetulan mereka sedang melakukan penyelidikan pencurian di daerah perbatasan Gangnam dan Apgujeong. Tak lama kemudian Chen pun ikut berkumpul.

“Apa masih lama?” tanya Baekhyun yang mulai kelelahan karena hampir 45 menit ia habiskan dengan bernyanyi bersama Chen di room yang di pesan Kai dengan fasilitas karaoke.

“Kau pikir Kai akan memulai jika Suzy belum datang?” tanya balik Chanyeol seraya menegak air mineral. Meski Suzy adalah sepupunya, tapi pria itu tidak terlalu paham dengan sifat gadis itu. Suzy tipikal orang yang tertutup serta melindungi diri dengan dinding kokoh yang susah di tembus, maka menurutnya sendiri peluang Kai untuk mendekati sepupunya itu pastilah sulit.

“Menurutmu apa dia akan datang?” tanya Chen kepada Sehun yang duduk dengan tenang di sudut sofa. Lalu ia menoleh melihat Kai berdiri di depan pintu ruangan yang berlapis kaca.

“Jika analisaku benar, Suzy tidak akan datang sendirian,” jawab Sehun yang menaruh atensinya pada smartphone-nya. “Dia datang terlambat karena si pengemudi adalah orang yang taat terhadap peraturan lalu lintas,” sambungnya dengan senyum kecil di sudut bibirnya.

“Memangnya dia akan datang dengan siapa?” sahut Baekhyun penasaran. Mereka semua tahu Sehun memiliki kecerdasan intelektual diatas rata-rata bahkan banyak memprediksi bahwa ia akan menjadi inspektur muda seperti Cho Kyuhyun dari divisi satu.

Sudah berkali-kali Kai melirik arlojinya berharap waktu berjalan dengan cepat. Dengusan berkali-kali ia lakukan di setiap detiknya dengan mata terpejam. Baginya,  menunggu adalah pekerjaan yang paling menyengsarakan.

“Apa kami datang terlalu lama sampai kau tertidur, teman?”

Kai lantas tersenyum mendengar suara Kyungsoo menyapanya dan ia lihat ada Ji eun di belakang punggung temannya. Dan seseorang yang paling ia tunggu malam ini, Suzy yang selalu membuatnya terpesona dengan penampilan yang paling biasa sekalipun.

“Apa tidak bisa kau mengebut untuk kali ini saja, kawan?” tanya Kai dengan jengkel.

“Tidak bisa,” jawabnya dengan pasti. Do Kyungsoo dari Traffic department memang bukan orang yang mau bernegosiasi dengan kecepatan mengemudi. 60km/jam sudah menjadi standar mengemudinya meski jalanan tampak sangat sepi sekalipun. Salah satu sahabat Kai itu memiliki motto, biar pelan yang penting sampai dengan selamat. Sungguh kuno.

“Masih bersyukur kami datang, jika kau keberatan aku bisa pulang sekarang,” sahut Suzy.

“Jangan, aku kan tadi hanya bercanda,” balas Kai sambil membuka pintu room yang ia pesan.

“Maaf Kai, aku harus ikut makan malam karena Suzy yang meminta,” izin Jieun selaku sahabat Suzy sebelum memasuki ruangan itu. Kai pun langsung membalas, “Sahabat Suzy adalah sahabatku juga, Senior. Terimakasih sudah mau menemaninya.”

“Wah sepertinya ada yang sedang melakukan perayaan,” ucapan seseorang dari ujung lorong berjalan mendekati room Kai berada. Seseorang yang dikenal sebagai pemilik gummy smile di Kepolisan Gangnam itu menunjukkan senyuman khasnya kepada Kai.

Chief Hyukjae?”

Tidak hanya Lee Hyukjae-Inspektur dari divisi 3 yang membuatnya terkejut, karena Choi Siwon, Lee Donghae serta Cho Kyuhyun juga ikut di belakangnya.

“Kebetulan sekali room kami ada di samping kalian tapi sepertinya menyenangkan jika bisa bergabung. Sudah lama aku tidak merasakan pesta promosi jabatan seperti ini,” ucap Lee Hyukjae yang menangkap presensi kedua bawahannya—Chanyeol dan Baekhyun berada di dalam ruangan tersebut. Kedua orang itu justru menyambut baik kehadiran Lee Hyukjae karena diantara empat inspektur yang berada di bawah departemen kriminal investigasi, ia sangat terkenal dengan sifat yang mudah berbaur.

“Astaga Hyukjae, jangan mengganggu pesta orang. Dia pasti tidak nya—”

“Tidak apa Chief Choi, saya justru merasa terhormat jika kalian mau bergabung,” ucap Kai memotong ucapan Choi Siwon yang menasihati sahabatnya itu. Dalam hati ia sungguh mengutuk kata-katanya barusan terlebih ketika ada Cho Kyuhyun yang makan bersamanya.

“Baiklah, terimakasih atas undangannya kalau begitu kami masuk,” ucap Lee hyukjae yang di sambut dengan hirup pikuk yang ditimbulkan Chanyeol dan Baekhyun.

Lee Donghae—Inspektur dari divisi CSI pun menepuk bahu Kai sebelum melangkah masuk dan juga Choi Siwon yang berbisik ‘maaf’ dengan nada yang paling berwibawa yang ia miliki. Sedangkan Cho Kyuhyun tidak melakukan apa-apa selain mengikuti tiga sahabatnya di belakang dengan gaya dinginnya yang seperti biasa.

Sejujurnya, secara naluriah teman-teman Kai sudah mengatur supaya bagaimana malam ini setidaknya sahabatnya dapat duduk bersebelahan dengan Suzy namun kenyataannya Kyuhyun mengambil tempat kosong itu dan Kai harus menelan kekecewaannya dengan duduk bersebrangan.

“Baiklah apa yang akan kita pesan?”

“Bukankah sebuah pesta tidak lengkap jika tidak ada makanan laut jadi sudah pasti memesan Daegi-jjim,” jawab Kai tanpa melihat buku menu sembari menatap Suzy di hadapannya. Namun gadis itu mengacuhkannya dengan melihat deretan daftar menu di tangannya.

“Kim Jongin, bukankah kau mempunyai alergi terhadap seafood?” tanya Siwon yang mengingat jelas riwayat hidup anak buahnya.

“Ah memang tapi itu sewaktu aku masih kecil dan sudah tidak pernah kambuh lagi,” jawab Kai dengan gugup. Ia tidak mungkin memberi tahu menunya malam ini memang disesuaikan oleh favorit Bae Suzy. Bahkan ia sengaja memilih restoran ini karena ia tahu Suzy sering kemari.

Untuk waktu yang tidak lama, akhirnya para pelayan hadir dengan trolly dimana hidangan mewah telah siap dihadangkan. Sajian utama yaitu Daegi-jjim—kepiting raja hasil tangkapan pantai timur di Korea tepatnya mokpo sudah berjejer rapi di atas meja.

11 orang yang berada di di ruangan itu menikmati makanan laut tersebut. Terlebih ketika mereka yang biasanya hanya bisa menikmatinya pada saat musim semi, justru dapat merasakannya di musim panas seperti sekarang. Salah satu kelebihan yang di miliki oleh restoran ini. Namun tidak dengan Kai yang melihat bagaimana kedekatan Suzy dengan Cho Kyuhyun. Ia terus meneguk gelas soju sebagai pembalasan.

Sudah menginjak pukul 9 malam, sampai akhirnya para divisi 3 menyerukan untuk melakukan permain truth or dare.

“Permainan yang amat sangat menantang. Dibutuhkan kejujuran dan juga keberanian jika kalian tak berani berkata jujur. Tidak boleh berbohong atau kalian akan mendapat karma, jadi mari kita mulai!!!” ucap Hyukjae yang sudah setengah mabuk karena menegak beberapa gelas soju.

Chen mendapat giliran untuk bertanya dan sangat kebetulan bahwa atasannya Cho Kyuhyun yang harus menjaab pertanyaannya.

Chief Cho yang terhormat, kenapa kau tidak kunjung memberiku promosi? Sudah hampir 5 tahun aku bekerja sebagai Senior officer, bagaimana aku melamar gadis yang kusukai jika pangkatku sangat rendah. Apa kau memiliki dendam terhadapku?” tanya Chen yang menumpahkan keluh kesahnya dalam permainan ini.

Truth. Itu karena kau belum cukup mengungguliku. Di setiap kasus saja kau tidak terlalu membantu jadi untuk apa ku naikkan jabatanmu? Kau harus lebih berusaha keras lagi Kim Jongdae.”

Dengan jawaban Kyuhyun, Chen kembali meneguk gelas soju ke-4 dan saat itu juga ia ambruk.

Kali ini giliran Kyuhyun yang memutar botol soju itu dan berakhir pada Suzy. Ia menatap sebentar gadis di sebelahnya hingga akhirnya ia mulai membuka suara, “Lieutenant Bae, Kudengar kau pernah memilki kekasih saat di akademik? Truth or dare?”

Suzy melihat sekelilingnya, dan benar saja semua mata tertuju padanya. Bae Suzy yang merupakan pribadi  tertutup tentu menjadikan rahasia yang ia miliki menjadi sungguh menarik untuk diketahui.

“Aku…” ia menggantungkan ucapannya melihat Kai yang menatapnya lebih dari penasaran. Seolah jawabannya akan mengubah hidup pria itu. “…memilih dare,”

Jawaban Suzy sukses membuat semua orang kecewa namun gadis itu mencoba untuk tidak peduli dan fokus dengan menuangkan sebotol soju kepada 7 gelas yang disiapkan. Ia mulai mengambil gelas yang sudah terisi, namun secara tiba-tiba sebuah tangan menghentikannya. Kai menatapnya dengan bersungguh-sungguh. “Aku saja yang melakukannya. Kau tidak boleh minum malam ini.”

Suzy mengerutkan kening, tidak mengerti maksudnya. “Kenapa? Kenapa aku tidak boleh meminumnya dan justru kau yang menggantikanku?”

“Karena kau harus melakukan operasi besok dan juga karena aku peduli padamu. Jadi biar aku saja yang meminumnya,” jawab Kai dengan senyuman tulus yang harus Suzy akui bahwa ia terpesona saat itu juga. Kai pun membuktikan kata-katanya dengan meneguk gelas yang direbutnya tanpa jeda dan kembali menunjukkan senyumannya.

*

10.40 P.M

“Terimakasih atas tumpangannya,” ucap Suzy seraya melepas seat belt mobil Sehun. Apartemennya berada di seberang apartemen divisi 2 jadi jelas jika ia pulang bersama Sehun.

“Kenapa tidak memilih truth?” tanya Sehun yang mengacu pada permainan tadi dan sukses membuat Suzy terdiam.

“Kurasa itu hak ku untuk memilih dare,” jawab Suzy dengan tenang. Ia melirik spion di mana melihat pantulan Kai yang sudah terkapar di kursi belakang.

“Apa kau takut Kai akan mengetahui siapa yang berhubungan denganmu dulu?” tantang Sehun.

“Kau sendiri kenapa tidak pernah bercerita pada Kai?” tantang balik Suzy dengan geram.

“Dia tidak pernah bertanya, jadi atas dasar apa aku bercerita?” jawaban Sehun jelas membuat Suzy semakin ingin menghajarnya saat ini.

“Oh begitu? Jadi bagaimana jika ia bertanya besok padamu? Kau berani menceritakan semuanya?” Ia masih tidak ingin kalah berdebat dengan Sehun. Sampai kapanpun.

Senyumpun terulas di sudut bibir Sehun, ia pun akhirnya menoleh menatap Suzy. “Siapa yang kau khawatirkan jika aku sudah memberitahunya? Mungkin ini akan sedikit merendahkanku tapi percayalah Jongin is much better than me.”

But i don’t need any better but you, Oh Sehun.” Itu adalah ucapan terakhir Suzy sebelum ia meninggalkan Sehun dengan semua penyesalannya.

*

Sudah seperti kebiasaan ketika Kai mabuk berat, Sehun dengan setia menggendongnya sampai ke apartemennya dan juga sebaliknya. Bersyukurlah bahwa apartemen mereka memilki lift, tidak bisa dibayangkan bahwa harus menempuh lantai 7 dengan tangga. Ia bisa terkena pengeroposan dini nanti.

Saat sudah sampai ke kamarkannya, segera Sehun menghempaskan tubuh sahabatnya tanpa merasa berdosa. Ia langsung merenggangkan badan ketika merasa pegal di seluruh area punggungnya.

Dengan langkah agak terseret ia berjalan keluar hingga suara Kai menggema, “Aku baru saja sadar…” ucapnya menatap langit-langit kamar yang gelap. Sehun tak menoleh sama sekali, ia membiarkan Kai melanjutkan ucapannya. “….She loved you, then till now.

Kim Jongin mendengar segalanya.

*

Epilog

03.40 A.M

Suzy melirik arlojinya dan kembali menekan bel apartemen di hadapannya untuk ke tiga kalinya. Dan kali kelima ia menekan akhirnya si pemilik pun membuka kan pintu apartemennya.

Matanya masih  belum terbuka sepenuhnya sampai suara yang tidak asing membangunkannya. “Selamat pagi, Jongin.”

“Suzy?” ucap Kai tak percaya.

Tanpa basa-basi, Suzy langsung menyibak kaos hitam Kai yang membuat Kai terkejut luar biasa. “A..apa yang kau..”

“Benar dugaanku, kau berbohong. Kau masih alergi dengan seafood kan?” tanya Suzy memastikan. Kai pun hanya mengangguk pelan. Sejujurnya pengar di kepalanya belum mereda sampai ia tidak sadar sepanjang tubuhnya sudah terdapat ruam-ruam merah.

 Suzy pun menaruh rantang yang ia bawa ke atas counter lalu melepas mantelnya kemudian mengikat rambutnya. “Cepat kemari jika ingin diobati,” perintah Suzy. Sama seperti sebulan yang lalu, ia akan kembali mengobati pria di hadapannya.

Dengan berhati-hati Suzy mengoles Sengoksida yang ia racik semalaman di seluruh area punggung Kai. Dibanding operasi pencabutan peluru di dadanya waktu tentu hal ini tidak ada apa-apanya.

“Kenapa aku tidak boleh mengolesnya sendiri dan justru kau yang melakukannya?” tanya Kai membalikkan pertanyaan Suzy  di restoran kemarin.

“Karena hanya aku yang mengerti cara menggunakan racikan ini,” jawab Suzy. “Sekarang berbalik.”

Kai pun berputar 180 derajat dan melihat sosok dihadapannya begitu serius mengobatinya. Saat itu ia terlalu menahan rasa sakit sampai tidak menyadari dalam jarak sedekat ini cukup untuk membuat sebuah pagutan intim.

“Seandainya aku tidak tahu kau menyukai Sehun mungkin akan menciummu dan mengatakan bahwa obat terbaikku adalah dengan kau berada di sini,” ucapan Kai sukses membuat Suzy menoleh kepada manik pekat itu.

“Kau mendengarnya?” tanya Suzy.

“Kalau aku masih bertekad untuk mengejarmu, apa aku bisa melampaui Sehun di hatimu?”

“Sebaiknya sebelum mencintai orang lain, sudah seharusnya kau mencintai dirimu sendiri dahulu. Kau tidak perlu memakan seafood karena orang yang kau sukai menikmati makanan itu padahal kau sendiri alergi. Kau tidak boleh melalaikan kewajibanmu meski kau memiliki janji terhadap orang yang akan berkencan denganmu. Kurasa itu yang harus kau lakukan terlebih dahulu,”

 “Lalu jika aku sudah melakukannya dan bertekad untuk mengejarmu, apa aku bisa melampaui Sehun di hatimu?”

“Kim Jongin…”

“Apa kau bisa jatuh cinta denganku, Bae Suzy?”

Party Promotion – End

See ya

and

Keep bust a move

6 responses to “[Vignette] Promotion Party

  1. Ternyata bukan kyuhyun tapi sehun 😆 aduh mbak zy kok yg deket sama kamu seksi semua ya
    Dan ahh mas eunhyuk 😂 meski tak benar benar ada membaca nama mu saja sudah mengobati rindu
    Bang jongin ternyata jalan mu menuju hatinya masih sangat panjang dan rumit 😉 mungkin lebih rumit dari kasus kasus mu bang

  2. Trnyata sehun toh yg memepunyai hubungan dgn suzy dulu, kira2 knpa mrka bsa ptus ya,,,??
    Trus apa jwban suzy ya…?
    Jdi pnsran ma next nya
    di tnggu next chapter nya

  3. Jadi suzy mahh enak dikelilingin cogan 😂 suka ajaa dehh kalo baca ff relation nya antara sehun suzy kai atau kai suzy sehun wkwk kayak ada sesuatu yg nganu /? Gitu 😂

  4. Heol,,,,,suzy ternyta masih belum belum bisa move on dari sehun,,,,sepertinya akan mmbutuhkan waktu yg lama untuk kai bia menaklukan suzy

  5. Bikin greget errrrr. Like i’ve said before, this love operation couldnt help my self but made my feeling for Suzy x Sehun higher and deeper T.T
    Walaupun mereka udh break up sekalipun. Huhu.
    Tiap karakternya kuat bgt, dan. So proud and happy for you and this project ma sist!!
    Pokoknya next operation-nya ditunggu!!!😂hwaitting~~~~

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s