Trying [Chapter 3]

wp-1470579794738.jpg

VOYEZKAA

Bae Suzy, Kim Myungsoo, Kim Jongin │School Life , Romance , Sad│PG – 17

This story pure is mine! Don’t copying!!
Don’t be a silent readers and sorry for typo!

Chapter 1Chapter 2

Happy Reading …

 

 

Tuhan sudah mengatur semua jalan hidup manusia di bumi ini. Kita tidak bisa menolak. Itu pilihan kita, dan Tuhan hanya memberi hitam dan putih. Tentu saja tidak ada abu – abu di pilihan tersebut. Baik atau buruknya kita yang memilih bukan? Untuk kedepannya tentu saja tuhan yang mengaturnya.

Lantas bagaimana dengan Suzy?

Apakah ia sudah menerima? Jawabannya iya. Ia sudah menerima. Tapi jangan harap cintanya akan berpaling ke Myungsoo. Karna ia masih sangat mencintai Jongin.

Tapi kita semua tahu bukan? Cinta datang karena biasa. Sekuat apapun Suzy menolak Myungsoo percayalah suatu saat nanti –entah kapan itu, Suzy pasti akan bisa menerima Myungsoo.

 

=====

 

Bagaimana jika kau mendapat balasan pesan dari orang yang sangat kau rindukan? Bahagia? Senang? Gembira? Tentu saja bukan? Walau hanya dengan say ‘hai’ saja rasa bahagia itu tidak bisa hilang. Setiap membaca pesan itu pasti kau tersenyum.

Itulah yang dirasakan Suzy. Ia bahagia, sangat bahagia. Saat….

Jongin pada akhirnya membalas pesannya. Jongin yang selama ini ia tunggu, ia rindukan. Walaupun tidak banyak kata – kata tapi sangat senang.

 

Flashback On

 

Suzy terbangun dari tidurnya. Ia mengerjabkan matanya perlahan. ‘ini masih malam’ batinnya. Ia melihat ke nakas, disana jam menunjukkan pukul 2 dini hari. Tak biasanya ia terbangun.

Suzy segera memdudukkan diri di kasur, dengan ponselnya masih ia genggam. Ah sekarang ia ingat kenapa ia tidur dengan ponsel di tangannya. Suzy mengaktifkan ponselnya. Ia melihat ada satu pesan masuk.

Ia masih tak percaya. Nomor ini hanya ada satu orang saja yang tahu. Tidak eomma, appa atupun Myungsoo. Jika dengan yang lain ia memberi Line or Kakao saja. Tidak dengan nomor ponsel.

Suzy dengan segera membuka pesan itu. Ia bahagia bukan main. Senyumnya mengembang. Ia sudah tak mengantuk lagi. Nyawanya sudah terkumpul kembali walau ini sudah hampir fajar.

From : Jongin ^_^

Suzy-ah, aku juga sangat merindukanmu. Kau baik kan? Aku harap begitu. Kau benar, aku selalu mencoba mengabaikan pesanmu. Aku membacanya hanya saja aku tidak membalas. Tapi membaca pesanmu ini, aku sudah tidak tahan. Aku masih mencintai mu kau tahu? Aku disini tidak menemukan wanita yang sepertimu. Kau sempurna, hanya kau Suzy-ah. Aku tidak bahagia, sama sekali tidak. Fikiranku hanya kepada mu. Aku tahu pasti hyung menjagamu bukan? Dia pria baik Suzy-ah, kau harus bisa menerimanya. Cobalah. Suatu saat kau akan terbiasa dengannya. Kita tidak akan bisa bersama lagi bukan? Ini sebagai kekasih, tapi kalau sebagai sahabat or teman, kita bisa memulainya kan? Itu tidak buruk?
Rasa ini akan tetap sama –kita masih tetap mencintai, hanya saja status yang berbeda. Suzy-ah nado saranghae :*

Suzy kembali menghebuskan nafasnya. Ia seperti sesak saat membaca ini. Tapi ia bahagia dengan kalimat diakhir.

‘Jongin masih mencintainya’

Apakah ia bisa? Memulai semuanya menjadi teman? Tapi benar apa yang Jongin katakan. Rasa ini akan tetap sama, mereka masih saling mencintai. Mereka memang tidak bisa hidup bersama. Tapi menjalin persahabatan bukan ide yang buruk?

Malam itu Suzy tidak bisa tidur hingga pagi. Ia masih dengan perasaan bahagianya. Hatinya seperti ditumbuhi bunga – bunga yang bermekaran yang baru. Tak heran ia bak orang gila. Senyum saat melihat ponsel.

‘mereka memulainya’

‘sebagai sahabat’

 

Flashback Off

 

“Suzy-ah palli” eomanya meneriaki dari luar.

Suzy masih terburu. Ia bangun kesiangan. Sedangkan hari ini ia ada kuliah pagi. Ia sedikit membenci kuliah pagi, karena fikir nya ini sama saja seperti sekolah di SHS.

Sudah selesai dengan semuanya. Ia sedikit berlari menuju ke meja makan. Disana sudah ada eomma, appanya dan Myungsoo? Yap. Myungsoo hari ini akan mengantarkan Suzy kuliah. Saat ia tidak memiliki kesibukan yang padat ia akan menyempatkan waktunya untuk mengantar Suzy. Padahal Suzy pernah menolak dan ia juga bisa di antar oleh supirnya.

Ia duduk di samping Myungsoo. Nafasnya masih tersengal.

“morning semua” ucapnya. Appa dan eommanya hanya menggeleng saja melihat kelakuan anak mereka. Sedangkan Myungsoo tersenyum melihat tingkah Suzy. Tiga hari terakhir, dimana saat mereka kencan? Sikap Suzy jauh berubah. Ia menjadi ceria dan lebih bersemangat?

Mereka makan dalam diam. Ahjumma dirumah Suzy membuat beberapa masakan. Tapi Suzy lebih memilih nasi goreng kimchi, karena itu kesukaannya.

 

=====

 

Myungsoo pamit kepada eomma dan appa Suzy. Begitu juga dengan Suzy. Ia sungguh males mau kuliah jika pagi begini.

Mereka memasuki mobil. Myungsoo tidak membawa mobil sendiri. Ia membawa supir. Mereka duduk bersampingan.

“pulang jam berapa?” Myungsoo memecah keheningan saat mobil mereka sudah menjauhi kawasan rumah megah Suzy. Suzy menoleh kearah Myungsoo. Myungsoo sendang tersenyum. Senyum yang membuat siapapun akan meleleh.

Suzy sedikit berfikir. Hari ini ia hanya ada satu mata kulaih saja. Dan ia lupa sampai jam berapa.

“sepertinya sebelum makan siang sudah pulang oppa. Wae?” tanyanya.

“kita makan siang bersama” ucap Myungsoo. Suzy mengangguk. tidak masalah bukan? Toh ia juga tidak ada jadwal.

“oppa!” panggil Suzy sedikit lebih semangat. Myungsoo menoleh kembali dan menatap Suzy dengan tatapan bertanya.

“bagaimana jika nanti aku ke kantormu?” pintanya dengan sedikit manja. Suzy belum pernah sama sekali kekantor Myungsoo. Ia hanya pernah melihat dari luar saja. “kita makan disana saja, nanti sebelum aku kesana aku membeli makan siang. Bagaimana?” lanjutnya sambil memperlihatkan sedikit aegyonya.

Myungsoo berfikir itu bukan hal yang buruk bukan? Myungsoo mengangguk pertanda setuju.

“baiklah.” Ucapnya. “nanti Jung ahjussi akan menjemputmu, aku tidak mengizinkanmu naik bus sendiri” perintah Myungsoo, Suzy mengangguk patuh. Toh ia juga tidak berani naik bus jika sendiri. Itu terlalu berbahaya.

“oke” ucap Suzy semangat.

Mobil mereka berhenti tepat di depan gerbang. Suzy melihat keluar. Masih pagi saja sudah ramai sekali mahasiswa fikirnya.

“oppa aku pergi” ucapnya saat ia hendak keluar.

“ne. Hati – hati”

Suzy mengangguk dan tersenyum. Ia berjalan keuar mobil dengan senyum mengembang. Ia menoleh kebelakang. Mobil Myungsoo masih disana. Ia tahu akan adi begini. Kemudian Suzy melanjutkan jalannya.

Tak banyak para siswi yang mau berteman dengannya. Karena berita Suzy akan menikah dengan pengusaha muda sukses sudah tersebar ia menjadi bahan pembicaraan kampus setiap harinnya.

Apa lagi jika Myungsoo sudah mengupdate foto romantis mereka di akun instagramnya. Dan kemudian besoknya ia menjadi trending topik. Memang Myungsoo sudah mempunyai banyak penggemar saat ia SHS dulu. Dan banyak juga para wanita yang mengejar – ngejarnya. Tapi ia tak anggap itu serius. Dan sekarang? Myungsoo sudah menemukan Suzy.

Suzy tak menghiraukan tatapan dan cemoohan orang yang tidak menyukainya. ia tidak peduli itu. Ia tetap berjalan menuju kelasnya. Dan ia lupa kalau ia nyaris telat.

 

=====

 

Suzy berjalan keluar kelas dengan raut masam. Bagaimana tidak? Pelajaran hari ini ia mendapat banyak sekali teguran dari dosen. Ia bahkan sudah lebih dari lima belas kali menguap. Padahal malam tadi ia tidur tidak terlalu malam. Entah kenapa ia sangat mengantuk saat dosen Park menjelaskan.

Diperjalanan menuju gerbang, para mahasiswa banyak sekali yang menegurnya atau hanya sekedar tersenyum. Dan Suzy membalas itu. Ia tidak ingin di cap sebagai orang sombong.

Suzy tidak banyak memiliki teman dekat. Hanya beberapa saja. Dan yang paling dekat dengannya kebetulan sekali hari ini tidak masuk. Jadi ya begini ia sendiri menuju gerbang. Suzy melihat Jung ahjussi berada disisi mobil, -Jung ahjussi juga melihatnya, Jung ahjussi sudah siap dengan posisi membukakan pintu.

Suzy sedikit menunduk hormat dan segera masuk. Jung ahjussi menutup pintu dan masuk ke kursi pengemudi. Sebelum mobil berjalan Suzy sudah membuka suara.

“ahjussi, kita beli makan siang dulu” perintah Suzy dengan tangannya masih membuka pesan dan Line yang masuk. Ia sedikit tersenyum membaca pesan dari Jongin dan juga ada banyak pesan dari Myungsoo –yang dilihatnya Myungsoo lebih posesif akhir – akhir ini.

Suzy dan Jongin juga sering berbalas pesan, walau Jongin membalasnya antara niat dan tidak niat. Tapi Suzy memaklumi itu, ia tahu pasti Jongin juga memiliki kesibukan. Dan sejak mereka sudah resmi menjadi ‘sahabat’ kontak Jongin tidak dibuat dengan nama Jongin, melainkan ‘sahabat’ dan Suzy juga memberi kode agar Myungsoo suatu saat tidak bisa membuka pesannya.

Terlihat seperti selingkuh?

Tentu saja tidak. Ingat mereka hanya ‘bersahabat’ –ya walaupun dengan perasaan yang sama yaitu ‘saling mencintai’.

“ne nona, kita beli dimanna?” tanya Jung ahjussi sopan.

Suzy melepaskan tatapannya dari ponselnya. Ia sedikit berfikir. Kira – kira makanan apa yang enak untuk makan siang.

“ke restoran itali saja ahjussi” perintah Suzy. Jung ahjussi menagngguk dan meajukan mobilnya meninggalkan kampus Suzy.

 

=====

 

Mobil sport hitam berhenti tepat di depan pintu sebuah perusahaan besar di Korea. Jung ahjussi keluar dan membukakan pintu. Suzy keluar dengan membawa dua paper bag yang berisikan makan siang mereka.

Satpam dan beberapa karyawan yang lewat menunduk hormat kepada Suzy. Dan banyak juga para karyawan wanita yang membicarakan stylenya yang ia gunakan saat ini. Suzy berfikir stylenya ini sopan dan tidak ada yang salah?

Hanya dengan rok Jeans setengah lututnya dan kemeja panjang bergaris yang ia masukkan. Serta tas coklat dipundak kirinya. Dan menurutnya itu tidak ada yang salah. Tidak terlalu seperti anak sekolah?

ayjlepvloh.png

Suzy terus berjalan mengikuti Jung ahjussi, karena jujur ia belum pernah kemari. Ia sedikit kesusahan saat membawa dua paper bag itu. Ahjussi yangg melihat itu menawarkan diri untuk membawa kan. Suzy tak ada pilihan. Ia juga sangat membutuhkan bantuan.

Mereka menaiki lift yang langsung menuju lantai dimana ruangan CEO berada. Hanya orang penting saja yang bisa menaiki lift ini.

.

Jung ahjussi membukakan pintu ruangan Myungsoo.

“tuan Myungsoo sedang ada rapat dadakan nona, baru saja ia memberi tahu saya saat dilift tadi” kata Jung ahjussi. ‘pantas saja’ batin Suzy. Ia tadi melihat Jung ahjussi memainkan ponselnya, dan ternyata itu pesan dari Myungsoo.

“tuan menyuruh nona untuk istirahat saja dulu di kamar yang ada di ruangan tuan kalau nona lelah” Suzy masih mendengar apa saja yang ahjussi ini bicarakan. Ia memang sangat ngantuk, dan kebetulan Myungsoo rapat jadi ia bisa istirahat sejenak.

“ada agi nona?” tanya Jung ahjussi. Suzy menggeleng dan mengambil paper bag yang ada di tangan Jung ahjussi. “tidak ada ahjussi” katanya.

“baiklah kalau begitu saya permisi, kalau ada yang nona butuhkan gunakan saja telfon yang ada dimeja tuan dengan memencet nomor 8” jelas Jung ahjussi. Suzy mengangguk pertanda ia faham.

Suzy memasuki ruangan besar dan luas itu. Dengan dekorasi yang klasik namun modern menambah kenyamanan siapa pun saat berada disini. Saat ia memasuki ruangan ini aroma Myungsoo memasuki indra penciumannya. Membuatnya merindukan Myungsoo?

Suzy meletakan paper bag yang ia bawa di atas meja begitu saja. Ia melihat meja kerja Myungsoo. Sangat rapi. Itu batinnya. Di sana juga ada tiga bingkai foto. Suzy melihat disana ada fotonya dan Myungsoo sedang makan di sebuah restoran. Ia ingat foto itu diambil kapan.

Suzy melihat ke bingkai sebelahnya. Foto keluarga Kim. Jika dilihat – lihat foto itu belum lama. Ada Appa, eomma Myungsoo. Dan ada dua orang laki – laki. Yang ia tahu dua laki – laki itu adalah pewaris keluarga Kim. Myungsoo dan Jongin.

Suzy mengambil foto itu dan ia menatap pria yang berdiri di samping wanita paruh baya yang wajahnya masih sangat terawat. Senyum itu. Senyum yang ia ingin lihat.

‘Jonginah miss you’ batinnya.

Myungsoo dan Jongin tidak ada kemiripan sama sekali. Mereka saudara yang dilahirkan dari ibu dan ayah yang sama. Tapi wajahnya sangat tidak mirip. Jika dilihat – lihat Jongin mewarisi appa nya dan Myungsoo sedikit mirip ibunya.

Entahlah yang pasti keluarga Kim yang satu sangat tampan keduanya. Siapa pun ingin memiliki dua pria tampan ini. Dan Suzy? Dia sangat beruntung bisa bersama keduanya.

Suzy kembali meletakkan bingkai itu ke tempat semula. Rencananya ia akan tidur karena ia mengantuk sekali saat dikampus tadi. Tapi melihat wajah Jongin, ia ingin sekali bertemu Jongin. Ia tidak tahu kapan Jongin akan mengunjungi Korea lagi.

Suzy berjalan kearah pintu yang berada di ujung ruangan. Ia membukanya dan memasuki rangan yang cukup luas. Ada ranjang King size di tengah dan lebuah lemari besar. Ia tahu bahwa didalam lemari itu pasti baju Myungsoo.

Suzy duduk disisi ranjang. Kamar ini sangat rapi seperti tidak ada yang pernah menempatinya. Melihat kasur ia menjadi sangat mengantuk.

Suzy melepas tasnya dan ia letakkan sembarang di kanan kasur. Suzy merebahkan tubuhnya. Sangat nyaman. Tanpa memikir panjang lagi, ia segera memejamkan matanya.

 

=====

 

Rapat masih berlangsung. Dan Myungsoo sudah tidak focus, ini sudah satu jam sejak Suzy dikantornya dan rapat sialan ini belum selesai juga. Ia segera ingin bertemu Suzy dan makan bersama.

Ia juga mengechat Suzy tapi belum ada balasan sejak empat puluh lima menit yang lalu.

‘apa ia tidur? Apa sangat lelah?’ batinnya. Melihat itu ia tersenyum. Ia ingin sekali melihat wajah tidur Suzy, yang pastinya sangat lucu dan menggemaskan. Ah ia jadi tidak sabar ingin cepat usai.

“…. baiklah rapat hari ini kita cukupkan. Dan terimakasih”

Mendengar itu Myungsoo segera keluar ruang rapat dengan tergesa. Banyak para koleganya yang menatap heran. Begitu juga Jung ahjussi yang tersenyum dalam hati.

Myungsoo sampai di ruangannya. Sepi. Ia melihat ke arah meja disitu ada dua paper bag yang ia yakin itu Suzy yang membelinya tadi. Lalu matanya tertuju pada pintu kamar pribadinya yang tidak tertutup.

“ceroboh sekali dia” ucapnya sedikit kesal.

Myungsoo memasuki kamarnya dan ia tertuju pada satu wanita cantik yang sedang tertidur pulas dengan posisi yang err sexy? Myungsoo bejalan ke sisi ranjang, ia duduk dengan pelan karena takut membangunkan sang empunya. Ia menatap wajah cantik itu dengan dekat.

Tangan Myungsoo mengelus rambut indah itu pelan.

“apa kau sangat lelah?” ucapnya pelan. “lihatlah posisimu sangat menggoda” lanjutnya dengan kekehan diakhir.

“aku menunggu dengan sabar sampai hari itu tiba”

Myungsoo mengecup pucak kepala Suzy lama. Suzy tidak juga terusik. Entah apa yang membuatnya tidak ternganggu sama sekali.

Myungsoo melepaskan kecupannya. Ia tak ingin beranjak dari sana. Ia masih memandangi wajah yang sangat cantik , terlebih saat tidur.

Kegiatannya tergangu dengan suara ponsel Suzy. Myungsoo mengambil tas Suzy yang ia tahuu bahwa suara itu berasal dari sana.

Ia mengambil ponsel itu dan dilihatnya nama si penelon.

“sahabat..” lirihnya. Myungsoo binggung. Siapa sahabat Suzy? Bahkan Suzy tidak pernah menceritakannya.

Myungsoo dengan segera menggeser ikon hijau.

“yeoboseo…” ucap Myungsoo pertama.

Tidak ada jawaban. Myungsoo mengerutkan keningnya. Ia manjauhkan ponselnya dan melihat layar itu. Masih terhubung.

“yeoboseo…” ucapnya lagi. “apa perlu dengan Suzy? Biar saya sampaikan” lanjutnya.

Tapi tidak ada jawaban lagi. Menambah keheranan Myungsoo.

Tut.

Panggilan terputus secara sepihak dari sana.

“sangat aneh..” kata Myungsoo.

“oppa..” panggil Suzy lirih, suaranya khas orang bangun tidur. Myungsoo mengalihkan pandangannya kearah Suzy dan tersenyum tulus.

“apa aku membangunkanmu?” tanyanya. Suzy menggeleng. ia segera duduk dan menyender pada dashboard. Suzy masih mengumpulkan kesadarannya. Ia meliha Myungsoo yang memegang ponselnya.

‘ada apa?’ batin Suzy.

Meilihat pandangan Suzy kearah ponselnya membuat Myungsoo mengerti.

“ahh ini, tadi ada yang menelfon, jadi aku angkat saja, tetapi aku bertanya dia tidak menjawab. Ini sangat aneh. Apa sahabatmu memang begitu?” ucap Myungsoo panjang lebar.

‘sahabat?!’ batin Suzy. Ya tuhan itu Jongin. Jongin menelfonnya. Tapi kenapa Jongin tidak berbicara.

“sa –habat?” tanya Suzy pelan. Myungsoo mengangguk.

“ya. Disini tertera nama sahabat” jawab Myungsoo yakin.

Deg!

Suzy menjadi sedikit takut. Entah – entah Myungsoo akan bertanya padanya lebih lanjut. Tapi melihat Myungsoo tidak melanjutkan bicaranya membuatnya sedikit aman. Myungsoo memberi ponsel itu kepada Suzy. Dan Suzy menerima itu.

Ia bersukur sekali karena Myungsoo tidak bertanya lebih lanjut. Dan mulai saat ini ia harus lebih ekstra hati – hati.

 

TBC

 

New update. Maaf lama ya, soalnya baru sempet dan aku sibuk banget. Jangan lupa komentar kalian yaa. Dan tunggu next chpt nya.
Ini gaje banget kan ye? HhhhHh aku gk tau mau buat gimana lagi. Semoga kalian suka ya wkwkk. Klik nama author diatas kalau mau baca ff aku yg lain. Daaaaah :*

Dapet CHU untuk good readers.

13 responses to “Trying [Chapter 3]

  1. Pokoknya aku dukung myungzy bersatuuuuu
    Pleaseee, semoga status jongin dan suzy yg sahabat itu tetap menjadi sahabatt
    Dan kayanya nih yaaa suzy beneran mulai suka sama myungsoo, buktinya dia menrindukan myungsoo cie cie cieeeeeee
    Next chapter ditunggu
    Fighting🙂

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s