[1] I’m Confused!

Uq60Rhg

boomshacks’ (sekarang tabingoals. wkwkw)

Byun Baekhyun / Bae Suzy / Dong Taeyang

Chaptered

poster sponsored by: (klik gambar untuk menuju~~)

quXfXJh

warning: cerita ini terlalu tidak jelas. kalau mau mual, silakan~

Semua menjerit begitu melihat sesosok itu terkapar di lantai apartemen. Sesungguhnya, itu hal yang paling tidak diinginkan oleh mereka semua. 

“JONGIN! ASTAGA! KAU TIDAK APA-APA, BUKAN?”

Suho, Chanyeol, dan Sehun serempak langsung mengerubungi Jongin sedangkan Kyungsoo menyusul dengan bantal dan secangkir teh hangat. Baekhyun masih cengar-cengir di samping Suzy, sedangkan Suzy masih berusaha mencerna apa yang dikatakan Baekhyun tadi.

Dia. Bukan. Laki. Laki?

Setelah Jongin siuman, mereka berempat langsung memapah Jongin ke sofa tempat mereka berkumpul. Kyungsoo menyuruh Jongin berbaring dan mengambil meja kecil untuk meletakkan cangkir teh hangat yang dibuatnya.

“Jongin? Jongin? Nyawamu sudah terkumpul? Kau masih hidup?” Chanyeol menatap Jongin dengan tatapan khawatir.

“Masih, bodoh,” Jongin menepuk bahu Chanyeol.

“Kalau ada apa-apa, biar Kyungsoo saja yang mengantarmu ke rumah sakit,” kata Suho.

“Tapi uangnya darimu,” timpal Kyungsoo pelan, tapi Suho mendengarnya.

“Pfft! Tentu saja! Itu yang kalian mau dariku, bukan?”

“Atau lebih tepatnya, tanpamu kita bisa mati, Kim Suho. Apartemen dan semua fasilitas yang ada di dalamnya, kau semua yang bayar!” Sehun meninggikan suaranya.

Suho hanya cengar-cengir.

“Ngomong-ngomong… kelanjutannya bagaimana?” tanya Chanyeol. “Uh, Suzy, kau… tidak apa-apa, bukan?”

Suzy masih terhenyak dalam pikirannya. Pikiran-pikirannya yang kacau tidak menentu.

Baekhyun masih cengar-cengir di hadapannya.

“BAEKHYUN!” Suho menjerit. “LEBIH BAIK KATAKAN YANG SEBENARNYA! KAU MAIN-MAIN LAGI, YA? DASAR, DARI KEMARIN HOBINYA MERENGEK-RENGEK SEKARANG KAU ME—“

“AKU TAHUUUU~ BAIKLAAAAH!” Baekhyun memotong. “Oooh, Suzy, mohon maaf atas yang tadi, ya! Tadi itu aku hanya bercanda sajaaaa,” ucap Baekhyun sembari mengelus-elus telapak tangan Suzy.

“Eh, apa?” Suzy baru saja tersadarkan dari pikirannya.

“Aku tadi cuma bercanda!” Baekhyun tertawa lebar. “Maaf ya, soalnya tadi waktu masuk kau kelihatan panik sekali, sih… jadi, aku ada niatan untuk mengerjaimu.”

“Err, Baekhyun?”

“Aku tadi cuma bercanda!”

Suzy terdiam beberapa saat.

“BODOH!” Wajah Baekhyun resmi dihantam oleh bantal sofa. “JANGAN BUAT AKU TAKUT, BODOH! SERIUS YA, DARI TADI AKU BERPIKIR BAGAIMANA CARANYA MENJELASKAN KE ORANG TUAKU!”

“Maaf, maaf…,” Baekhyun mengacungkan dua jarinya berbentuk huruf ‘V’. “Lain kali, tidak akan kuulangi, deh… tapi serius ya, kali ini, aku benar-benar jadi seperti… bukan laki-laki.”

“Eh, apa?”

“Ya,” Baekhyun mengangkat bahunya setelah Suzy menyingkirkan bantal itu dari wajahnya. “Kau tahu, kan… aku sangat aktif sekali di media sosial? Bahkan, kau tahu juga aku punya proyek iseng-iseng di media sosial yang lumayan banyak bahkan aku tidak bisa mengatakan sisanya dari sedikit hal yang kuberitahukan buatmu? Dan, ya, gara-gara itu pula, aku jadi kena beginian… kupikir kalau aku menceritakannya padamu, semuanya juga akan usai.”

Suzy mengubah posisi duduknya. Sebenarnya, apa yang terjadi dengan pria hiperaktif ini? Apakah dia baru saja masuk ke situs kencan online dan tidak sengaja mengencani dosennya?

Kyungsoo baru saja kembali dengan dua buah cangkir berisi teh hangat, satunya teh rasa madu kesukaan Baekhyun dan satunya lagi teh hangat biasa kesukaan Suzy. Kyungsoo hafal betul bagaimana dua sejoli ini ketika mampir selalu dimintakan untuk teh – kata Suho, mungkin itu bagian penting dari mereka untuk menikmati acara “dunia untuk berdua” (oh, tidak ada yang komplain juga mereka kadang bertemu di apartemen).

“Er, Kyungsoo, kalau kau mau bisa buatkan satu teko, tidak? Buatkan dua, ya,” ucap Baekhyun

“Aku bukan pembantumu,” jawab Kyungsoo ketus.

“Daripada kau bolak-balik? Ayolah.”

Kyungsoo mengalah. Dia paling malas kalau harus berkonfrontasi dengan Baekhyun di saat-saat seperti ini. Daripada nanti dia akan membuat ribut suasana kalau dia mengamuk atau Baekhyun makin keras kepala, lebih baik dia mengalah saja.

Baekhyun mengambil bantal dan merengkuh bagian bawahnya dengan kedua tangannya. “Setelah ini, jangan putuskan aku, ya?” pinta Baekhyun.

“Belum saja aku mendengarnya,” balas Suzy. “Ayolah! Apa yang sebenarnya terjadi? Aku kan, tidak tahu bagaimana aku harus menggunakan parameter yang akan menentukan apakah kau harus kuputuskan atau tidak!”

“Oke, begini.”

Baekhyun menatap layar laptopnya dengan tatapan nanar. Sudah tiga hari ini dia menemukan kebosanannya terhadap seperangkat alat internet beserta peralatan elektroniknya, sementara dia harus mencari hal lain yang bisa menghilangkan penatnya dari tugas kuliah yang bertumpuk.

Kepalanya lama-kelamaan terasa berat. Fanfiction yang sedang dia baca (yep, Byun Baekhyun membaca fanfiction) semakin membosankan alurnya. Ditambah, dia merasa kalau sang penulis sedang menipunya karena di chapter sebelumnya dia menjanjikan adanya alur pembunuhan.

“Aku ditipu,” dengus Baekhyun sembari meletakkan dagunya di atas meja.

Jarinya masih terus meng-scroll fanfiction itu, sembari berharap kalau dia menemukan adanya adegan pembunuhan pada cerita yang sebentar lagi akan usai terus. Namun, sampai dia menemukan cuap-cuap sang penulis di akhir cerita, Baekhyun tetap saja tidak menemukannya. “Argh!” jeritnya, “dia mengambil 5 menitku membaca! Dasar sial!” Baekhyun langsung mengklik close tab.

Baekhyun merengangkan tubuhnya dengan merapatkan jari-jari tangannya dan menariknya ke depan. Sudah tiga hari ini, dia merasakan kebosanan. Dia juga tidak merasakan kesenangan ketika harus bertingkah konyol di hadapan teman-temannya – ataupun di hadapan Suzy, pacarnya. Hari ini, yang dia rasakan hanyalah kebosanan menjulur hampir di sekujur badannya.

Baekhyun mematikan laptopnya sejurus kemudian. Isi kepalanya melayang-layang pada hal-hal lain.

“Hei.”

“Oh!”

Itu Sehun.

“Minggir sebentar, aku mau pakai laptopmu,” ucapnya.

“Heh? Mana laptopmu? Jangan sembarangan menggerogoti punya orang, dong,” ketus Baekhyun.

“Rusak,” jawabnya datar. “Jongin memakainya untuk download berbagai hal yang terkait dengan game-nya karena di laptopnya gagal terus. Dan kemarin, laptopku error karena terlalu banyak hal yang di­-download-nya. Menyebalkan.”

“Wow, Sehun, minta saja Suho.”

“Aku sudah menabung,” jawab Sehun. “Suho bukan mesin uang.”

“Oh, oke.”

Sehun menatapi Baekhyun dengan tatapan aneh. Baekhyun langsung meloncat dari tempat duduknya.

“Bilang saja kalau kau mau memakainya, Sehun. Jangan tatapi aku dengan tatapan seperti itu!” ujar Baekhyun.

“Bukannya begitu,” balas Sehun. “Sudah beberapa hari ini kau terlihat seperti bukan dirimu saja, Baekhyun.”

“Maksudnya?”

“Maksudku, kau nampak seperti orang baru di lingkungan ini!” ucap Sehun sembari mendudukkan dirinya di atas kursi dan mulai menyalakan laptop, “kau jadi sedikit pendiam akhir-akhir ini. Sudah lama apartemen tidak dihiasi dengan cerocos-cerocos konyolmu itu, Baek.”

“Eh?”

“Ya, dengan kata lain, kau ‘menghilang’!” tambah Sehun. “Ada apa denganmu? Bertengkar dengan pacarmu? Kehilangan barang? Kehilangan semangat kuliah? Atau ada yang mengganjal?”

Baekhyun terdiam dengan kata-kata Sehun barusan. Oh, apa tadi katanya? “Seperti orang lain saja”? “Sedikit pendiam”? Apa itu semua juga berdampak pada kepribadiannya sehari-hari? Sebuah hal yang juga tidak dia sadari selama ini.

“Oooh, begitu?” Baekhyun tertawa gelagapan sendiri. “Ah, baguslah kalau kau menyadarinya.” Baekhyun merasakan kalimat tadi terdengar sangat tidak penting.

“Oke, lalu ada apa?”

“Aku hanya… bosan.”

“Bosan?”

“Yea,” Baekhyun mengangkat bahu. “Sudah tiga hari ini aku tidak menemukan kesenangan pada hal-hal yang biasanya kulakukan… entah kenapa. Mungkin, apa sudah waktunya ‘ganti kulit’?”

“Kalau begitu, cari hal baru untuk kau lakukan,” jawab Sehun. “Lakukan apa saja, asalkan jangan berpura-pura jadi orang lain – kau itu sudah cukup menganggu dengan dirimu sendiri, jangan merenggut punya orang lain, apalagi hal itu ditambah dengan dirimu.”

Baekhyun tertawa. “Ya, hanya ada satu Byun Baekhyun di dunia ini dan semua itu akan dapat membuat telingamu tuli dalam satu menit!” Baekhyun menepuk bahu Sehun. “Mana mungkin aku sampai jadi orang lain? Ayolah—“

Tiba-tiba, Baekhyun merasakan ada sesuatu yang masuk ke dalam kepalanya. Apa tadi katanya? “Menjadi orang lain”? Men-ja-di o-rang la-in? Kata-kata itu terus berulang-ulang di dalam kepalanya.

“Menjadi orang lain… menjadi orang lain…,” bisiknya berulang-ulang seperti orang kesurupan.

Sehun menatap tajam Baekhyun yang terdengar seperti kesurupan itu. “Oi, Baek, kau tidak keberatan kan, kalau kusuruh keluar sebentar? Aku tidak bisa diganggu kalau sedang seriusnya begini.”

“Uh? Oke,” jawab Baekhyun sembari keluar dari kamarnya dan menutup pintunya.

Sebuah ide nakal baru saja bersarang di kepala Baekhyun. Terima kasih untuk Oh Sehun.

Setelah Sehun selesai dengan urusan tugasnya, barulah Baekhyun mulai beraksi dengan ide gilanya itu seusai makan malam. Baekhyun langsung membuka akun sosial medianya setelah mendapatkan e-mail baru untuk mendaftar.

Segera saja, dia menuliskan nama “Ahn Yojunni” dalam kolom nama. Dia segera menumbuhkan keterangan, “Hei, aku seorang wanita sedang berkuliah di sebuah universitas di Busan. Senang bertemu dengan kalian!” dan memasang foto Kim Taeyeon sebagai foto profilnya.

Baekhyun langsung berkeliaran mencari ‘korban’ – maksudnya, para teman-teman barunya dalam identitas palsunya. Sejujurnya, Baekhyun sama sekali tidak merencanakan untuk mengganti identitasnya secara nyata, namun ini hanya salah satu dari proyek gilanya di media sosial dari sekian banyak proyek yang tidak bisa dia lakukan ataupun terealisasikan (hei, bahasanya jadi seperti pemilihan kepala pemerintahan?).

Dalam satu jam, dia sudah berhasil mendapatkan 89 teman. Dirasa cukup, Baekhyun langsung menulis status pertamanya sebagai seorang Ahn Yojunni, “Sejujurnya, aku tidak pernah merasakan enak kalau orang-orang mengatakan bahwa aku terlalu banyak bertingkah polah karena ada sesuatu yang salah dalam diriku. Maksudku, apa yang salah dengan diriku yang terlalu banyak mengonsumsi kimchi dalam sehari?” Tidak lama setelah itu, beberapa orang berondongan mengomentari statusnya, mengatainya lucu atau mencoba menambahi tingkat kelucuan statusnya.

Semua komentar yang masuk membuatnya sangat senang, entah kenapa. Dia menjadikan dirinya sebagai Ahn Yojunni dan berhasil menarik berbagai banyak orang untuk mengirimkan permintaan pertemanan. Baekhyun merasakan kesenangannya hari itu. Kebosanannya yang menghinggapinya perlahan menguap, menguap jauh seiring dengan kesenangannya menjadi seorang Ahn Yojunni.

Hari itu, adalah hari kemenangan Baekhyun.

“Baekhyun, ayo makan,” panggil Kyungsoo.

“Sebentar,” jawab Baekhyun. “Ada banyak hal yang akan kuselesaikan.”

“Lima menit?”

“Uh, kukira lebih banyak….”

“Cepatlah.”

“Oh, Kyungsoo,” panggil Baekhyun ketika Kyungsoo baru saja beranjak dari kamarnya.

“Ya?”

“Antarkan saja makan malamnya ke kamarku,” pinta Baekhyun. “Kupikir kau akan menunggu kedatanganku lebih lama.”

Kyungsoo menurut. Dia langsung mengantarkan satu baki makanan pada Baekhyun. “Cuci piringnya, ya,” ujar Kyungsoo.

“Oh ya, Suho tidak bilang apa-apa? Terima kasih sebelumnya,” ucap Baekhyun sembari mengambil satu mangkok makanan ke hadapannya.

Kyungsoo hanya diam. “Dia bilang kalau banyak hal bisa membunuhmu, sampai-sampai kau harus mendekam di kamar saat makan malam,” jawabnya kemudian.

Baekhyun tertawa terbahak-bahak. “Bilang pada Suho kalau aku baik-baik saja, hanya kesurupan sebuah dunia baru dalam internet!”

“Sama saja, Baek. Kau mau bagaimanapun, tetap sama kesurupannya,” balas Kyungsoo datar.

Sejujurnya, banyak orang mengatakan bahwa wajar datar Kyungsoo dan kedataran intonasinya adalah menunjukkan sisi menakutkan dari dirinya. Namun, bagi Baekhyun dan yang juga diamini oleh keempat kawan lainnya, kedataran Kyungsoo adalah salah satu hal yang harus dilestarikan dalam kehidupan ini.

“Oh, itu pendapatmu, Kyungsoo!” Baekhyun mengacungkan jari jempolnya. “Ngomong-ngomong, bisa tinggalkan aku? Aku akan melakukan apa yang disebut dalam ‘asyik dalam dunianya sendiri’.”

Kyungsoo menurut. Dia langsung keluar dari kamar Baekhyun dan mengunci pintunya.

Baekhyun merasakan kalau Kyungsoo akhir-akhir ini sangat penurut sekali, terutama dengan dia. Kalau saja Baekhyun bercerocos yang membuatnya kesal, Kyungsoo tidak akan segan-segan berteriak dan membuat seisi apartemen kacau hanya gara-gara adu mulut mereka (yang kadang juga disertai aksi Baekhyun melempar barang-barang di kamar yang paling dekat dengan lokasi pertengkaran mereka). Namun, dengan santainya, Kyungsoo langsung melakukan apa saja yang disuruh Baekhyun tadi. Baekhyun berpikir, kalau seandainya Kyungsoo, yang menganggap Baekhyun kerasukan, juga sama-sama kerasukan setan yang sama dengan setan yang ada dalam dirinya.

Ah, tapi itu tidak penting, bukan?

Baekhyun baru saja mendapatkan 215 teman dan semuanya adalah orang yang mengirimnya permintaan pertemanan. Semua status Baekhyun sebagai Ahn Yojunni adalah status-status terbaiknya yang semuanya terinspirasi dari pengalaman pribadinya yang sama sekali tidak pernah disangka oleh orang lain (“Oh Tuhan… aku memakai bedak milik ibuku ketika akan masuk ke sekolah!”), ataupun suatu hal yang sudah menjadi bahan tertawaan milik masyarakat bersama (“Tadi aku tersangkut akar pohon besar di sekolah dan ketika aku akan melepaskannya, cengkramannya begitu kuat sampai-sampai celanaku robek parah. Aku malu sekali.”), sebuah pendapat pribadinya (“Kenapa versi komputer terdahulu harus menunggu berjam-jam agar bisa sampai ke homepage? Aneh, aku ‘kan tidak membayar untuk menunggu berbagai macam loading agar bisa sampai ke homepage!”), hingga, uhm, politik (“Aku berharap kalau seandainya aku bisa mencalonkan diri menjadi presiden, aku akan mengadakan Hari Kimchi Nasional karena kau tahu bagaimana rasanya mempunyai makanan yang sudah menginternasional ataupun merakyat? Kau harus tahu itu.”).

Dan dari 215 teman itu, ada seorang user yang selalu aktif meninggalkan feedback di setiap status yang dia buat. Sebuah user bernama young_dae_zzy, foto profilnya diambil dari jarak sedekat mungkin dan sedikit digelapkan hingga menyisakan sedikit wajah dan kumisnya jika di-zoom.

Semua komentar yang dibuat dalam menanggapi statusnya adalah kesenangan bagi Baekhyun. Sejujurnya, Baekhyun merasa user tersebut adalah kembarannya dari sudut Korea yang lain. Semua komentar yang masuk seringkali ia screenshot agar ketika dia kembali lagi dengan kebosanan, dia bisa membaca semua hal yang diketik oleh young_dae_zzy dalam folder laptopnya.

Hal itu terus berlanjut hingga 3 bulan berselang. Suho selalu maklum bagaimana Baekhyun menjadi anggota klub lawak pada siang hari, dan bermetamorfosa menjadi seorang kura-kura (karena keseringannya berada dalam kamar) pada malam hari. Hal ini sempat memunculkan rumor apakah benar Baekhyun kesurupan seperti yang diberitakan (atau lebih tepatnya, dibercandakan) Kyungso, kesurupan. Namun, setelah melihat bagaimana Baekhyun masih bisa bikin kericuhan di apartemen melalui kegilaannya, jadi mereka akhirnya melupakan rumor tersebut.

Pada bulan ke-3, young_dae_zzy mengirimkan sebuah pesan pribadi kepadanya, “Hei, kau sangat menarik dan lucu. Aku ingin mengenalmu lebih dalam lagi.”

Baekhyun menyanggupinya. Saat itu, dia berpikir tidak masalah untuk mengizinkan orang-orang asing yang menjadi “korban”-nya itu untuk mengenalnya lebih dalam. Toh, it’s just for a play. What’s worse?

Tapi, dia tidak tahu bahaya yang menunggunya waktu itu.

User young_dae_zzy dan Baekhyun terus melakukan percakapan lewat pesan pribadi dengan sangat intens. Hal ini kadangkala menganggu kehidupan sehari-harinya seperti makan atau melakukan kegilaannya. Suzy sampai hafal bagaimana ketika kencan Baekhyun sempat curi-curi pandang dengan handphone­-nya – padahal, selama ini, dia sangat jarang melakukan itu. Tapi sampai bulan ke-5 semenjak dia mengenal young_dae_zzy dan satu bulan setelah percakapan lewat pesan pribadi itu, Baekhyun terlihat acap kali melakukannya. “Oke, jadi kau punya selingkuhan?”

“Oh, tidak,” Baekhyun menggeleng. “Siapa yang mau selingkuh?”

“Kalau selingkuh, kenalkan dong. Siapa tahu aku nanti bisa baik-baik dengan selingkuhanmu,” sindir Suzy.

“Hei, hei! TIDAK ADA YANG SELINGKUH!” bentak Baekhyun.

“Anggap saja tadi cuma maklumat kalau kau selingkuh, ya,” Suzy meleletkan lidahnya. “Aku paling anti kalau marah-marah, lebih baik bongkar saja sekalian.”

Baekhyun menurut. Ah, sudahlah.

Hingga bulan ke-7 semenjak dia mengenal young_dae_zzy, Baekhyun semakin menikmati percakapan antara mereka berdua. Baekhyun, sejujurnya, sangat menyenangi “kembaran”-nya itu. Mereka seringkali berbicara bagaimana cuaca yang sering berubah-ubah, bagaimana berbagai masakan Korea yang harusnya merajai dunia kini terlupakan, kenapa semua barang yang ada di sekitar mereka mempunyai nama mereka sendiri-sendiri dan bagaimana bisa pencipta aslinya memikirkan tentang fungsi-fungsi barang tersebut, semua adegan-adegan film yang paling layak dipertanyakan kebenarannya, effect film yang terkadang semrawut, tiket masuk bioskop, mobil-mobil terbaru, dan berbagai macam hal-hal yang ada di sekitar mereka langsung dimasukkan ke dalam sebuah percakapan pribadi dengan pembahasan yang tidak kalah menariknya dan tidak kalah absurd-nya. Senang sekali, dia sangaaaat senang sekali dengan young_dae_zzy. Dia tidak menyangka kalau memang benar-benar ada user tersebut yang sama mirip dengannya dan ada dalam satu wilayah yang sama – Korea Selatan.

Tidak ada yang mengetahui kegilaan Baekhyun menjadi pribadi lain selain dirinya sendiri. Entah kenapa, dia merasakan tidak perlu untuk memberitahukannya pada teman-teman satu apartemennya, teman-teman satu kampusnya, ataupun Suzy, pacarnya sendiri. Walaupun, pada kenyataannya, Baekhyun adalah tipe pria yang selalu memberitahukan apa yang dilakukannya pada orang-orang lain (tentu saja, yang dirasanya perlu). Namun, kenapa dia tidak memberitahukan ini pada orang-orang terdekatnya? Harusnya, minimal ada satu orang yang tahu. Entah kenapa.

Di minggu ketiga bulan ketujuh, Baekhyun menemukan ada sepotong pesan dari young_dae_zzy yang sangat menarik.

young_dae_zzy: Aku mau jujur padamu. Aku menyenangi saat-saat kita  saling bertukar pikiran dalam pesan pribadi. Aku sampai lupa dengan status-statusmu karena aku selalu menunggu pesan balasan darimu – menurutku, semua yang kau tulis di sini adalah sebuah kesenangan bagiku.

ahn_yojunni: ah, aku juga. Sejujurnya, aku juga menyukai semua yang kita bicarakan di sini. Kupikir, aku bertemu dengan kembaranku di dunia virtual ini. Ahahah J

young_dae_zzy: karena itulah, sudah 7 bulan aku mengenalmu dan aku sangat-sangat menyenangimu. Ada dua hal yang ingin kukatakan

ahn_yojunni: oh, apa?

young_dae_zzy: tidak enak jika aku akan langsung ke poin utamanya, tapi aku akan menuliskan hal pertama yang ingin kuakui padamu. Aku mengatakannya karena aku percaya padamu

ahn_yojunni: ok, baiklah. Katakan saja

young_dae_zzy: sebenarnya, aku bukan ‘aku’ yang sebenarnya di sini

ahn_yojunni: Hei? Maksudnya?

young_dae_zzy: aku menggunakan akun ini untuk berkenalan dengan orang-orang di luaran sana tanpa mengetahui identitas asliku. Aku menyembunyikan identitasku berupa nama, selain itu aku benar-benar bersungguh-sungguh. Foto profilku aku buramkan sedemikian rupa sehingga tidak ada satupun orang yang mau menyadari identitas asliku

young_dae_zzy: tolong jangan dibalas dulu

young_dae_zzy: hal yang ingin kukatakan adalah: aku adalah Dong Youngbae, alias Taeyang kalau kau tidak tahu

ahn_yojunni: apa?

young_dae_zzy: kau pernah dengar lagu Can You Broke My Heart?

ahn_yojunni: oh, semua teman-temanku memutarnya dan aku lumayan menyukainya ketika biasku ketahuan berpacaran. Aku menyukainya

ahn_yojunni: hei, kau yang menyanyikannya?? Kau juga yang menyanyikan She Will??? Yang duet dengan T.O.P itu???

young_dae_zzy: itu aku

Baekhyun speechless.

Mendadak, dia udara di sekelilingnya berubah.

Apa? Dia baru saja membuat seorang penyanyi papan atas menjadi kawannya di dunia maya selama tujuh bulan ini?

SE-O-RANG PE-NYA-NYI PA-PAN A-TAS!

Sungguh, dia sangat menyukai semua lagu-lagu Taeyang meskipun dia baru tahu kalau dia yang menyanyikannya. Ini semua karena teman-temannya terlalu sering memutarnya di dalam kelas sehingga dia sangat hafal. Selama itu pula, dia tidak peduli siapa yang menyanyikannya. Ketika Baekhyun mengetahui bahwa Taeyeon-nya hilang diambil personil boyband yang mempunyai nama yang sama dengan dia, Baekhyun langsung memitakan copy-an lagu itu dari temannya ditambah tiga lagu lain yang kemudian dia dengarkan sambil nangis-nangis di atas bantal. Semua lagu yang dinyanyikan Taeyang nyaris mewakili perasaannya, yang kesal karena biasnya ketahuan berpacaran.

Hingga sekarang pun, Baekhyun sama sekali belum ikhlas biasnya itu pernah dikabarkan berpacaran.

ahn_yojunni: hei, serius, katakan padaku kalau kau bukan faker atau semacamnya

young_dae_zzy: tidak masalah kalau kau tidak percaya, kalau aku tidak membutuhkan feedback darimu. Tapi, aku ingin kau mempercayainya karena inilah kenyataannya sebelum aku mengatakan apa yang kedua

ahn_yojunni: uh, oh… jadi… kau… benar-benar… solois… itu?

young_dae_zzy: yep

Baekhyun merasa sesak napas.

Oooh, ingin sekali Baekhyun berterima kasih pada pria itu karena sudah membuatkan lagu-lagu yang menjadi media kegelisahannya ketika skandal itu mencuat.

Sebagai seorang ahn_yojunni, Baekhyun hanya bisa mengetik datar, “Ahahah, aku senang sekali kalau bisa bicara dengan seorang penyanyi… ah, kupikir itu saja.”

young_dae_zzy: oke, setelah itu aku juga ingin mengungkapkan satu hal yang lain

young_dae_zzy: selama tujuh bulan ini, aku merasakan kalau aku dan kau adalah seseorang yang sudah ditakdirkan… semua obrolan yang kita lakukan di sini membuatku sangat, sangat menyenangimu

Baekhyun merasakan adanya geliat aneh.

young_dae_zzy: kau tidak keberatan bukan, aku mendominasi percakapan ini? Aku hanya ingin mengatakan sesuatu

ahn_yojunni: silakan

young_dae_zzy: terima kasih

young_dae_zzy: sama sepertimu, aku tidak pernah membayangkan akan bertemu dengan seseorang yang sangat mirip denganku, terutama soal pikiran kita. Aku masih terharu mengingat bagaimana kau masih mau rela begadang hanya untuk melanjutkan obrolan-obrolan kita yang, sejujurnya, tidak ada jelas-jelasnya itu. Aku terharu.

young_dae_zzy: dan bagaimana kepribadianmu selama ini, membuatku semakin tambah menyenangimu

“Menyenangimu”…? Baekhyun semakin merasakan kalau ada suatu hal yang membutuhkan kesiapan mental.

Dia masih bisa membaca chat terakhir dari Taeyang. Belum ada kelanjutannya. Selama itu pula, dia juga harus mempersiapkan mental.

Seperti Tuhan telah merencanakannya untukku, Baekhyun menelan ludah dalam-dalam.

Sebuah pesan masuk dari Taeyang.

young_dae_zzy: untuk itulah, aku akan mengungkapkannya segera di sini

young_dae_zzy: kau mau tidak, jadi pacarku?

Baekhyun terbelalak. Dia nyaris loncat dari kursinya.

ahn_yojunni: oh, kupikir aku salah membaca… boleh diperjelas?

young_dae_zzy: tidak, kau tidak salah membaca. Tapi akan kuperjelas lagi:

young_dae_zzy: kau mau tidak, jadi pacarku?

ahn_yojunni: kau… menembakku?!

young_dae_zzy: yojunni-ah, aku menanyakan hal yang sudah kupendam selama tiga bulan ini. Dan inilah saatnya. Aku sempat ragu ingin menyatakan ini atau tidak, tapi aku ingin kau mengetahuinya dan aku ingin jawabannya

Petir menggelagar isi kepala Baekhyun.

Dan Baekhyun sudah jatuh dengan posisi duduk dari kursinya.

Pesan terakhir dari young_dae_zzy terus dibacanya. Oh, astaga… ada apa lagi ini? Dia baru saja menemukan fakta bahwa dia berteman dengan seorang Dong Youngbae alias Taeyang, penyanyi papan atas yang lagunya merajai chart-chart hampir di seluruh wilayah Asia dan sempat masuk di penjuru Eropa, dan kini dia harus menemukan fakta bahwa… dia menembaknya?

Kepala Baekhyun serasa perih. Dia tidak bisa berpikir jernih. Oh, oke, jangan mengaku kalau dia adalah seorang pria kesepian yang memalsukan identitas dirinya hanya gara-gara bosan – Demi Tuhan, kalau nanti dia dituntut karena menipun seorang penyanyi bagaimana?!

Baekhyun masih dalam posisi duduk. Dia tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana – jangankan begitu, dia saja tidak bisa berpikir jernih! Baekhyun memperhatikan seisi kamarnya, dia berusaha mencari cara agar pikirannya segera jernih. Gagal.

Dia panik. Panik. Pengakuan Taeyang tadi membuatnya sangat grogi dan sekarang dia menembaknya membuatnya dia tidak tahu harus bagaimana. Baekhyun bangkit dan duduknya dan berusaha menenangkan dirinya di atas kasur. Merebahkan dirinya.

Dia berusaha menenangkan dirinya. Namun, pikirannya terus membuncah tidak karuan. Dia berusaha untuk tetap tenang, tapi dia masih gagal. Feeling yang tadi masih terus menguasai dirinya.

Baekhyun panik.

“Hei, Baekhyun!”

“APA YANG KAU LAKUKAN DI KAMARKU?!” Baekhyun secara refleks langsung melemparkan bantal yang digunakannya untuk menutupi kepalanya ke arah sumber suara. Dan butuh beberapa detik untuknya menyadari kalau dia adalah Suho.

“Apa-apaan…?” Suho menaikkan alisnya sembari mengambil bantal yang tadi dilempar Baekhyun.

“Aaah, Suho!” Baekhyun memegang kepalanya dengan sebelah tangannya. “Maafkan aku! Aku tadi panik sekali, jadi—“

“Panik karena apa?”

“Uh…,” Baekhyun terdiam. “Panik karena suatu hal!”

Suho memberikan ekspresi, ‘Ha?’.

“Ah, sudahlah. Ada apa memanggilku?” tanya Baekhyun, mengalihkan pembicaraan.

“Tadi Suzy menelponmu,” jawab Suho. “Dia bilang, besok lusa mau pinjam laptopmu karena laptopnya sedang dalam perbaikan. Besok dia akan datang ke sini untuk mengambilnya.”

“Okeee!” Baekhyun mengacungkan jempolnya sembari berpindah ke arah komputernya. “Eh, ngomong-ngomong, kenapa dia tidak menelpon ke ponselku saja?”

“Itu karena…,” Suho menatapi Baekhyun dengan tatapan aneh, “… katanya ya, kau sedang selingkuh. Jadi, dia tidak ingin menganggu proses selingkuhmu.”

Baekhyun nyengir. “Bilang pada dia kalau aku tidak sedang selingkuh.”

“Tapi serius ya, kalau kau selingkuh, kau akan kuusir dari apartemen karena Suzy terlalu baik buatmu,” ujar Suho.

“’Serius’ dalam arti ‘bercanda’, bukan? Dasar Tuan Kim,” nyinyir Baekhyun. Suho meleletkan lidahnya. “Oke, bilang terima kasih pada Suzy.”

“Oh, jadi kau benar-benar selingkuh?”

“Tidak. Aku sedang malas untuk melakukan aktivitas kecil… ya, sampaikan saja salamku pada dia.”

“Dasar, aku bukan ajudanmu, tapi baiklah,” Suho berlalu sembari menutup pintu kamar Baekhyun, “eh, Byun Baekhyun, kau mau makan malam? Hari ini Kyungsoo masak spaghetti bolognese.”

Baekhyun langsung menyanggupi.

Untuk masalah Taeyang, dia akan memikirkannya esok hari. Atau kalau terpaksa, dia akan menceritakannya besok.

Setelah makan malam dan menghidupi acara lawak, Baekhyun langsung kembali ke kamarnya. Dia belum berniat untuk tidur hari itu.

Tiba-tiba, dia melihat sebuah pesan bertubi-tubi datang dari Taeyang. Dahinya mengernyit. Untuk apa Taeyang ‘menyerang’-nya dengan banyak pesan?

young_dae_zzy: Ah, terima kasih atas jawabannya, Yojunni-ah. Sejujurnya, aku berpikir kalau kau pasti mengatakan ‘iya’, tapi aku ingin membacanya langsung darimu jadi aku menanyakannya langsung padamu

young_dae_zzy: tenang saja, Yojunni-ah. Kau dan aku akan tetap aman J agensiku akan menjaganya tetap privasi. Media tidak akan pernah menganggumu

young_dae_zzy: Sejujurnya, ini hari terbaik yang pernah ada – ha, ha!

Baekhyun hanya bisa mengernyitkan dahi ketika baru membaca tiga pesan dari banyak pesan yang dikirimkan oleh Taeyang. Apa-apaan ini? Dia kan, belum memberikan jawaban apa-apa?

Baru saja dia berpikiran begitu, ketika dia meng-scroll jawabannya ke atas, dia menemukan sebuah jawaban yang… dikirimkan olehnya.

Baekhyun sesak napas begitu membacanya.

ahn_yojunni: tentu saja

Se,

SEJAK KAPAN DIA MENULIS ITU???

Baekhyun panik dalam dan luar. Sejak kapan dia menulisnya? Bukankah dia dari tadi hanya diajak bicara Suho dan kemudian langsung keluar??? Se-sejak kapan dia menulis balasan seperti itu???

Kepala Baekhyun dipenuhi oleh hal-hal itu. Apakah dia betul-betul kerasukan? Apakah setannya menyamar menjadi dirinya ketika makan malam dan menuliskan balasannya? Apakah ada seseorang yang menyelinap ke dalam kamarnya (oke, pertanyaan ini dianulir karena dia mengunci pintunya ketika makan malam)? Sepanjang waktu itu, Baekhyun sama sekali tidak bisa mengalihkan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari kepalanya.

Tiba-tiba.

Dia ingat, pada sebuah adegan ketika Suho memanggilnya. Ketika dia akan mematikan laptopnya, dia melihat ada sebuah pesan masuk yang, karena buru-buru, dia hanya membaca sebagian, “hei, cepat balas ya/tidak?”. Dan Baekhyun, yang samar-samar teringat kalau itu mungkin pesan dari temannya yang lain, langsung buru-buru menjawab, “ya”.

Baekhyun merasakan kalau dunianya sudah hancur.

Dia langsung berlari keluar kamar, dan berteriak-teriak di bawah air hujan.

Hingga cerita ini selesai diturunkan, belum ada satupun hal yang diutarakan dari kelima kawan apartemennya sejak dua minggu yang lalu. Sebenarnya, Suho sudah mengusulkan untuk melibatkan Suzy, tapi Baekhyun menolak.

“Begitulah. Cerita yang aneh, bukan?” Baekhyun tersenyum tipis. Teh di cangkirnya sudah habis, sedangkan di teko hanya tinggal kurang dari setengah. “Yah, intinya, aku tidak harus berkata apa. Aku baru saja bilang ‘ya’ secara tidak sengaja….” Baekhyun memutar mata, kemudian menghela napas panjang.

Suzy masih tidak bisa bilang apa-apa.

“Ya, Suzy, maafkan aku, ya!” ujar Baekhyun sambil menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya. “Aku selingkuh dan bertingkah aneh-aneh seperti ini… coba saja kalau aku tidak bertingkah aneh, jadinya—“

“Cukup,” potong Suzy. “Daripada menyesali, lebih baik kita cari saja jalan keluarnya. Semua bisa kalau menyesal, tapi mencoba menyelesaikannya adalah hal yang membuatmu tidak akan pernah menyesal lagi.”

Baekhyun memandangi Suzy.

“Tidak usah minta maaf hanya gara-gara itu,” ujar Suzy. “Bilang dong, kalau kau ada masalah begini. Dan lagi, kau juga dapat ‘selingkuhan’ seorang Dong Youngbae – hei, aku penggemar berat pria itu!! Bisa mintakan tanda tangannya?”

“Oh, astaga, di saat seperti ini kau masih bisa bercanda!” Baekhyun tertawa kecil sembari melempari Suzy dengan bantal.

“Kau tadi bercanda saat akan menceritakan masalahmu, Baek. Jadi sama saja,” Suzy tersenyum.

Baekhyun tersenyum balik. “Oh, ya, ngomong-ngomong, kau punya ide?” tanya Baekhyun kemudian. “Dia bilang dua hari yang lalu kalau dia ingin bertemu denganku. Bagaimana caranya agar aku bisa terlihat seperti… Ahn Yojunni?”

Suzy terdiam. “Ah, kalau itu….”

“Kyungsoo bilang, dia harus didandani seperti wanita agar bisa tampil sempurna di kencan pertama,” timpal Sehun. Semua serentak menoleh ke arahnya. “Aku tidak setuju. Baekhyun bisa membuat Taeyang diopname kalau melihat penampilannya seperti wanita.”

“Sehun, kau lupa bagaimana pujianmu terhadap Baekhyun ketika menggunakan make-up punya Sooyeon di acara perpisahan SMA?” timpal Jongin tiba-tiba. Kini, dia sudah baikan. “Dia cantik. Cantik sekali.”

Sehun terdiam. Terdiam sangat lama. “Oh, ya… aku baru ingat…,” ujarnya lirih. “Aku baru ingat! Maaf, Baek!”

“Tapi, bukankah itu ide yang buruk? Maksudku, kalau mendandani Baekhyun seperti itu, peluang bahwa dia adalah seorang faker akan terbongkar sangat besar, bukan?” tanya Suho. “Dan… mendadani Baekhyun, pula….”

Semua terdiam. Suzy menghela napas.

“Kalau begitu, memang tidak ada cara lain selain itu?” tanya Kyungsoo. “Sejujurnya, aku juga ogah untuk mengutarakan ide itu, tapi kalau tidak ada cara lain… apa yang harus dilakukan?”

Semua diam.

Apa tidak ada cara lain?

to be contiuned-

8 responses to “[1] I’m Confused!

  1. aigoo.. ngakak pas baca baekhyun di tembak taeyang:-D:-D… tapi kasian sama suzy
    gimana ya rencana mereka biar bisa bikin baek kaya cewe..

    next thor..
    #semangat ya

  2. Ya ampun baekhyun ada ada aja, segala bohongin….
    Aduh suzy kasian, diselingkuhin tp sama cowom kwkwk
    Jangan jangan nanti suzy yg suruh nemuin bahaha
    Aduh baekhyun….

  3. Ya ampun ini baek makin gokil aja tingkahnya… Dan suzy masih sabar aja ngadepin baekhyun… Untung temen2 baekhyun pada sabar dengan tingkah baekhyun… Ahh ga nyangka yg chat sm baekhyun itu taeyang…. Suka cari2 masalah si baekhyun mah whakakak… Jgn bilang ide nya ntar suzy yg gantiin baekhyun….hahaha kl taeyang smpe jatuh cinta sm baekhyun… Biar rasain tuh si baekhyun kekeke… Sumpah aq ngakak baca ini ff dr awal sampe akhir…. Ditunggu next chapnya… Fighting…. 😁😁😁

  4. Ahahaha ngakak eyyyy
    Emgnya tingkah gilanya itu gak ada habisnyaa, gokilllll
    Untung suzy ngerti kalo gak udh diputusin lo baek wkwkwk
    Next chapter ditunggu
    Fighting😀

  5. Wahh baekhyun ditembak taeyang, cari masalah nih. Jangan bilang nanti suzy yang gantiin baekhyun buat ketemuan sama taeyang

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s