[Freelance] Mirror Chapter 6

Title : Mirror  | Author : Man Ri Ra | Genre :  Angst, Romance, School-life | Rating : T | Main Cast : Bae Suzy, Oh Sehun | Other Cast : Jung Soojung, Kim Myungsoo, etc

·

·

·

Notes: Story is mine. Don’t bashing. I hate plagiat. Sorry for typos and enjoy!
·

·

·

M I R R O R    /chapter 6/
————————-

·

HAPPY READING!!

.

 

Bae Suzy merebahkan dirinya di kasur kamarnya yang empuk. Dirinya baru saja menyelesaikan tugas membuat makalah yang akan dikumpulkan lusa depan. Ia melirik jadwal pelajaran yang tertempel dicermin kamarnya sekali lagi, rasanya tak ada tugas atau pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan lagi untuk besok.

Bae Suzy mendesah lega seraya memperhatikan jam dindingnya, rupanya jam sudah hampir menunjukkan pukul 7 malam dan sekarang adalah waktunya makan malam. Suzy menyentuh perut ratanya yang tak lapar, terbesit dalam pikirannya untuk melewatkan makan malam dengan istirahat sebentar. Bagaimanapun juga setelah pulang sekolah tadi ia langsung mandi dan mengerjakan tugas ditemani oleh keripik kentang satu toples yang sekarang sudah tandas. Tapi kala wajah garang ayahnya melintasi matanya, seketika ia mendesah malas, ayahnya itu akan menendang bokongnya jika dengan sengaja ia melewatkan makan malam.

Suzy segera beranjak setelah memastikan rambutnya tertata lebih rapi. Ibunya yang seorang designer akan sering mengomentari penampilan tidak rapinya ketika dirumah. Bahkan tak segan-segan menyuruhnya berganti baju saat itu juga kala gaya busananya tidak sedap dipandang mata. Entahlah, ibunya itu memang berlebihan dan Suzy mengutuk tentang hal itu.

“Suzy-ah!”

Suzy mengerutkan keningnya seraya membuka pintu kamar kala teriakan ibunya menggema didalam rumah.

“Sehun mencarimu, cepat turun!”

Sehun? Ada apa pria itu kemari?

Dan Suzy tanpa sadar berlari cepat dan segera menuruni tangga.

 

*

Sehun melemparkan senyum terbaik yang dia punya kepada Nyonya Bae yang baru saja pamit membuatkan minuman setelah berteriak memanggil Suzy. Pria tampan dengan jeans panjang yang dipadukan dengan kaos polo berwarna hitam itu memutuskan duduk. Matanya menelisik setiap sudut rumah Suzy yang sangat rapi. Sepertinya Tuan Bae belum pulang dari rumah sakit karena keadaan rumah yang sepi semacam ini.

Kepala Sehun menoleh ketika mendengar derap langkah yang tergesa. Ternyata itu adalah suara yang berasal dari sandal berbentuk Hello Kity yang dipakai Bae Suzy. Serta merta Sehun langsung berdiri demi kesopanan menyambut tuan rumah.

“Selamat malam, Bae Suzy,” sapa Sehun seraya mengangkat sebelah alisnya. Suzy terlihat lucu mengenakan pakaian tidur panjang bergambar pikachu. “Kupikir kau penggemar game Pokemon Go,” gumam Sehun setengah becanda.

Suzy yang hampir menyembur Sehun dengan pertanyaan untuk menanyakan alasan kenapa pria itu berkunjung kerumahnya malah mengurungkan niatnya dan mengerutkan kening. Mencerna perkataan Sehun yang tiba-tiba menyinggung nama game yang sering dibicarakan teman-teman sekelasnya. Suzy menatap pakaiannya sebentar dan seakan sadar dengan apa yang sedang dikenakannya, Suzy memilih mendengus.

“Sunbae ada apa kemari?” tanya Suzy setengah ikhlas.

“Mencari pokemon,” jawab Sehun becanda seraya menatap pakaian Suzy.

Suzy merotasikan bola matanya malas. Dirinya benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang sedang ada diotak sunbaenya itu. Suzy memilih menghempaskan tubuhnya disofa, lalu diikuti oleh Sehun.

“Hey bukankah kemarin aku sudah memberitahumu untuk pergi menonton?”

“Hm,” gumam Suzy setelah mengingat apa yang dikatakan pria itu kemarin diperpustakaan. Bahkan tadi di sekolah ia sama sekali tak menyadari bahwa Sehun sedang tidak hadir. “Aku lupa.”

“Yang benar saja, Suzy-ah,” seru Sehun setengah tak percaya. “Tapi aku memaafkanmu. Jadi cepat berganti pakaian dan aku akan menunggumu.”

Suzy menatap Sehun sekilas. “Aku tak pernah menyetujui ajakanmu. Dan aku malas keluar rumah.”

“Maaf Sehun-ah minumannya sedikit telat.”

Kedua sejoli yang sedang duduk disofa itu menoleh kearah Nyonya Bae yang sedang membawa nampan berisi segelas jus jeruk yang dingin. Sehun dengan sikap prianya langsung berdiri dan membantu Nyonya Bae meletakkan nampan itu di meja.

“Kau gentleman sekali, Sehun-ah,” puji Nyonya Bae yang dibalas deheman keras dari Suzy.

Nyonya Bae mengabaikan puterinya dan memilih mempersilahkan Sehun meminum jus jeruk hasil racikannya. Sehun berucap terimakasih dan memuji minuman buatan Nyonya Bae adalah yang terbaik, membuat Suzy memutar bola matanya malas. Dasar Sehun perayu ulung!

“Suzy-ah bagaimana kau bisa sesantai ini disaat Sehun menunggumu?” nyonya Bae mengalihkan perhatiannya kepada puteri satu-satunya itu yang sedang memainkan kukunya sendiri.

“Huh?” gumam Suzy bingung.

“Bukankah kalian punya janji untuk dinner dan menonton film?”

“Tidak, aku tidak janji dengan Sehun sunbae,” kilah Suzy cepat. “Bagaimana bisa Eomma berkata begitu?”

“Sehun sudah memberitahu dan meminta izin pada Eomma,” jawab Nyonya Bae tegas. “Bagaimana bisa kau tak menghargai kunjungan Sehun? Sekarang cepat ganti bajumu.”

“Bagaimana bisa Eomma mengizinkannya dengan mudah?” seru Suzy nyaris tak percaya. “Dan nanti aku bakal digantung oleh Appa saat aku pulang malam,” gumam Suzy mengingat sikap ayahnya yang cukup protektif padanya.

“Soal Appa kau tenang saja. Aku sudah memberitahunya dan ia membolehkanmu asal pulangnya tak boleh lewat jam 10 malam.”

“Tidak bisa. Tugasku banyak,” tolak Suzy membuat Nyonya Bae geram sendiri pada puterinya.

“Bahkan kau sudah menyelesaikan tugasmu untuk lusa,” ujar Nyonya Bae dengan senyum miring membuat Suzy bergidik melihatnya.

                                                                                                       *               

 

“Kenapa kau diam saja?”

“Aku khawatir jika bertemu dengan siswa dari sekolah kita.”

“Santai saja.” Gumam Sehun sambil lalu. “Kau ingin kita nonton apa Bae Suzy?”

Suzy melirik Sehun yang sedang melontarkan pertanyaan kepadanya. Kini mereka sedang berjalan beriringan di salah satu Mall terkenal di pusat kotaSeoul.

“Terserah padamu,” jawab Suzy acuh.

“Bagaimana dengan The Conjuring 2? Film nya bagus dan menyeramkan,” saran Sehun dengan mata berbinar.

Terlepas dari rasa sukanya dengan fim bergenre horor, Sehun menebak biasanya para gadis paling suka menonton film semacam itu apalagi ketika sedang bersama kekasihnya. Karena dengan begitu sang gadis akan mengambil kesempatan untuk memeluk sang pria ketika hantunya muncul. Dan Sehun membayangkan hal itu terjadi pada Suzy dan gadis itu nanti akan menjerit seraya memeluknya erat.

“Aku pernah menontonnya dengan Soojung beberapa minggu yang lalu,” jawab Suzy seraya memperhatikan wajah berbinar Sehun yang kemudian meredup setelah mendengar jawabannya.

“Sayang sekali,” desah Sehun yang gagal tentang khayalannya. “Jadi kau suka film apa? Film romantis?”

“Aku suka. Tapi bagaimana jika menonton Finding Dorry?

“Apa? Yang benar saja! Aku tak suka film anak kecil,” tolak Sehun dengan nada meremehkan.

“Ya sudah kita tidak jadi nonton saja,” ujar Suzy acuh.

Sehun menghela napasnya lelah. Nonton film yang diminta Suzy atau tidak noton sama sekali? Tapi ia tak menyukai kartun sama sekali bahkan semenjak dirinya kecil. Seketika ingatannya teringat dengan film kesukaannya. “Bagiamana dengan menonton film Jurrasic World?”

“Huh? Bukankah film itu sudah cukup lama?” gumam Suzy heran.

“Kau tahu film itu?” tanya Sehun kecewa.

“Iya tapi aku belum pernah menontonnya,” gumam Suzy dengan kening berkerut samar. “Tapi aku pernah membaca sinopsisnya dan menarik.”

“Bagus!” seru Sehun. “Aku akan mengajakmu menonton itu.”

“Bagaimana bisa?”

“Kita tetap menonton tapi tidak di bioskop. Melainkan di apartemenku,” ujar Sehun bangga.

Suzy melotot. Istilah Apartemen terdengar mengerikan ditelinganya. ”Aku tidak mau.”

Sehu mengangkat bahunya. “Oke akan kupikirkan lagi.”

Suzy menghela napas panjang. Menyadari bahwa dirinya sudah mulai berbicara banyak dengan Sehun malam ini. Dan fakta itu membuatnya sedikit risih namun juga nyaman. Entahlah, otak dan hatinya memang tak sejalan akhir-akhir ini.

“Kau belum makan ‘kan Suzy-ah?”

Suzy melirik Sehun yang baru saja menarik tangannya untuk menaiki lift yang akan membawa mereka ke lantai atas berikutnya.

“Belum tapi aku tidak bernafsu.”

“Kau harus makan, aku yang mentraktir. Kau juga bisa memilih tempat makan sesukamu,” ujar Sehun seraya melemparkan senyum mautnya membuat Suzy diam-diam mengumpat.

Suzy memiringkan kepalanya berpikir. Penawaran Sehun sangat menarik dan sayang sekali jika harus dilewatkan. Memilih tempat makan sesukaku ya? Suzy mengulang pertanyaan itu diotaknya berulang kali. Seketika ide jahil dan otak pintarnya memutuskan dengan cepat.

“Bagaimana dengan Restoran Italia? Itu loh yang berada di dekat hotel bintang lima yang terkenal dan katanya harga makanan yang ditawarkan selangit.”

Dan Sehun merasa menyesal telah menawari Suzy dengan penawaran semacam itu.

*

 

“Jadi ini dengan Restoran Italia yang kau maksud?”

Suzy menoleh kepada Sehun yang sedang menatapnya. Ia menampilkan senyum skeptis. “Apa masalahnya? Sudah baik aku tak mengajakmu makan sungguhan di Restoran Itali. Jika kita serius pergi kesana, mungkin aku akan memesan sampai uang tabunganmu habis.”

Sehun tergelak ditempatnya. “Uangku banyak Suzy-ah. Kau tenang saja.”

Suzy mendengus sinis. “Sombong sekali.”

Suzy mengalihkan pandangannya kepada tempat yang sedang dikunjunginya ini. Kedai ramen sederhana yang berada di pinggir jalan yang tidak begitu jauh dari sekolahnya. Kedai yang menjadi tempat favorit Suzy ini tidak begitu besar namun ramen sebagai menu utamanya begitu nikmat. Kedai ini cukup populer dikalangan sekolahnya, apalagi bagi mereka yang suka merayakan sesuatu disini. Dengan harga yang pas serta cita rasa yang bervariasi membuat kedai ramen ini menjadi kunjungan favorit.

Suzy lebih memilih tempat duduk di bagian paling pojok karena disana ia bisa mengawasi setiap pengunjung yang datang dan pergi dari kedai. Berbeda dengan Sehun yang berpikir sebaliknya. Pria itu berpikir Suzy mengajaknya ke pojok karena mencari suasana yang sepi nan romantis. Jadi ketika Suzy menyeretnya duduk di meja pojok, ia mengiyakan dengan penuh kemenangan. Apalagi kini mereka sedang duduk berhadapan.

Sebenarnya tadi Suzy hanya becanda untuk mengajak Sehun ke Restoran Italia, bagaiman

Author  : Man Ri Ra

Tittle      : Mirror

Main cast : Bae Suzy, Oh Sehun

Others  : Jung Soojung. Kim Myungsoo, find by your self

Genre   : Angst, Family, School-Life, Friendship.

 

 

 

 

Notes    : Story is mine. Don’t bashing. I hate plagiat, sorry for typoo and enjoy.

.

.

.

M I R R O R     /chapter 6/

 

.

Happy reading!!!

 

Bae Suzy merebahkan dirinya di kasur kamarnya yang empuk. Dirinya baru saja menyelesaikan tugas membuat makalah yang akan dikumpulkan lusa depan. Ia melirik jadwal pelajaran yang tertempel dicermin kamarnya sekali lagi, rasanya tak ada tugas atau pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan lagi untuk besok.

Bae Suzy mendesah lega seraya memperhatikan jam dindingnya, rupanya jam sudah hampir menunjukkan pukul 7 malam dan sekarang adalah waktunya makan malam. Suzy menyentuh perut ratanya yang tak lapar, terbesit dalam pikirannya untuk melewatkan makan malam dengan istirahat sebentar. Bagaimanapun juga setelah pulang sekolah tadi ia langsung mandi dan mengerjakan tugas ditemani oleh keripik kentang satu toples yang sekarang sudah tandas. Tapi kala wajah garang ayahnya melintasi matanya, seketika ia mendesah malas, ayahnya itu akan menendang bokongnya jika dengan sengaja ia melewatkan makan malam.

Suzy segera beranjak setelah memastikan rambutnya tertata lebih rapi. Ibunya yang seorang designer akan sering mengomentari penampilan tidak rapinya ketika dirumah. Bahkan tak segan-segan menyuruhnya berganti baju saat itu juga kala gaya busananya tidak sedap dipandang mata. Entahlah, ibunya itu memang berlebihan dan Suzy mengutuk tentang hal itu.

“Suzy-ah!”

Suzy mengerutkan keningnya seraya membuka pintu kamar kala teriakan ibunya menggema didalam rumah.

“Sehun mencarimu, cepat turun!”

Sehun? Ada apa pria itu kemari?

Dan Suzy tanpa sadar berlari cepat dan segera menuruni tangga.

 

*

Sehun melemparkan senyum terbaik yang dia punya kepada Nyonya Bae yang baru saja pamit membuatkan minuman setelah berteriak memanggil Suzy. Pria tampan dengan jeans panjang yang dipadukan dengan kaos polo berwarna hitam itu memutuskan duduk. Matanya menelisik setiap sudut rumah Suzy yang sangat rapi. Sepertinya Tuan Bae belum pulang dari rumah sakit karena keadaan rumah yang sepi semacam ini.

Kepala Sehun menoleh ketika mendengar derap langkah yang tergesa. Ternyata itu adalah suara yang berasal dari sandal berbentuk Hello Kity yang dipakai Bae Suzy. Serta merta Sehun langsung berdiri demi kesopanan menyambut tuan rumah.

“Selamat malam, Bae Suzy,” sapa Sehun seraya mengangkat sebelah alisnya. Suzy terlihat lucu mengenakan pakaian tidur panjang bergambar pikachu. “Kupikir kau penggemar game Pokemon Go,” gumam Sehun setengah becanda.

Suzy yang hampir menyembur Sehun dengan pertanyaan untuk menanyakan alasan kenapa pria itu berkunjung kerumahnya malah mengurungkan niatnya dan mengerutkan kening. Mencerna perkataan Sehun yang tiba-tiba menyinggung nama game yang sering dibicarakan teman-teman sekelasnya. Suzy menatap pakaiannya sebentar dan seakan sadar dengan apa yang sedang dikenakannya, Suzy memilih mendengus.

“Sunbae ada apa kemari?” tanya Suzy setengah ikhlas.

“Mencari pokemon,” jawab Sehun becanda seraya menatap pakaian Suzy.

Suzy merotasikan bola matanya malas. Dirinya benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang sedang ada diotak sunbaenya itu. Suzy memilih menghempaskan tubuhnya disofa, lalu diikuti oleh Sehun.

“Hey bukankah kemarin aku sudah memberitahumu untuk pergi menonton?”

“Hm,” gumam Suzy setelah mengingat apa yang dikatakan pria itu kemarin diperpustakaan. Bahkan tadi di sekolah ia sama sekali tak menyadari bahwa Sehun sedang tidak hadir. “Aku lupa.”

“Yang benar saja, Suzy-ah,” seru Sehun setengah tak percaya. “Tapi aku memaafkanmu. Jadi cepat berganti pakaian dan aku akan menunggumu.”

Suzy menatap Sehun sekilas. “Aku tak pernah menyetujui ajakanmu. Dan aku malas keluar rumah.”

“Maaf Sehun-ah minumannya sedikit telat.”

Kedua sejoli yang sedang duduk disofa itu menoleh kearah Nyonya Bae yang sedang membawa nampan berisi segelas jus jeruk yang dingin. Sehun dengan sikap prianya langsung berdiri dan membantu Nyonya Bae meletakkan nampan itu di meja.

“Kau gentleman sekali, Sehun-ah,” puji Nyonya Bae yang dibalas deheman keras dari Suzy.

Nyonya Bae mengabaikan puterinya dan memilih mempersilahkan Sehun meminum jus jeruk hasil racikannya. Sehun berucap terimakasih dan memuji minuman buatan Nyonya Bae adalah yang terbaik, membuat Suzy memutar bola matanya malas. Dasar Sehun perayu ulung!

“Suzy-ah bagaimana kau bisa sesantai ini disaat Sehun menunggumu?” nyonya Bae mengalihkan perhatiannya kepada puteri satu-satunya itu yang sedang memainkan kukunya sendiri.

“Huh?” gumam Suzy bingung.

“Bukankah kalian punya janji untuk dinner dan menonton film?”

“Tidak, aku tidak janji dengan Sehun sunbae,” kilah Suzy cepat. “Bagaimana bisa Eomma berkata begitu?”

“Sehun sudah memberitahu dan meminta izin pada Eomma,” jawab Nyonya Bae tegas. “Bagaimana bisa kau tak menghargai kunjungan Sehun? Sekarang cepat ganti bajumu.”

“Bagaimana bisa Eomma mengizinkannya dengan mudah?” seru Suzy nyaris tak percaya. “Dan nanti aku bakal digantung oleh Appa saat aku pulang malam,” gumam Suzy mengingat sikap ayahnya yang cukup protektif padanya.

“Soal Appa kau tenang saja. Aku sudah memberitahunya dan ia membolehkanmu asal pulangnya tak boleh lewat jam 10 malam.”

“Tidak bisa. Tugasku banyak,” tolak Suzy membuat Nyonya Bae geram sendiri pada puterinya.

“Bahkan kau sudah menyelesaikan tugasmu untuk lusa,” ujar Nyonya Bae dengan senyum miring membuat Suzy bergidik melihatnya.

                                                                                                       *               

 

“Kenapa kau diam saja?”

“Aku khawatir jika bertemu dengan siswa dari sekolah kita.”

“Santai saja.” Gumam Sehun sambil lalu. “Kau ingin kita nonton apa Bae Suzy?”

Suzy melirik Sehun yang sedang melontarkan pertanyaan kepadanya. Kini mereka sedang berjalan beriringan di salah satu Mall terkenal di pusat kotaSeoul.

“Terserah padamu,” jawab Suzy acuh.

“Bagaimana dengan The Conjuring 2? Film nya bagus dan menyeramkan,” saran Sehun dengan mata berbinar.

Terlepas dari rasa sukanya dengan fim bergenre horor, Sehun menebak biasanya para gadis paling suka menonton film semacam itu apalagi ketika sedang bersama kekasihnya. Karena dengan begitu sang gadis akan mengambil kesempatan untuk memeluk sang pria ketika hantunya muncul. Dan Sehun membayangkan hal itu terjadi pada Suzy dan gadis itu nanti akan menjerit seraya memeluknya erat.

“Aku pernah menontonnya dengan Soojung beberapa minggu yang lalu,” jawab Suzy seraya memperhatikan wajah berbinar Sehun yang kemudian meredup setelah mendengar jawabannya.

“Sayang sekali,” desah Sehun yang gagal tentang khayalannya. “Jadi kau suka film apa? Film romantis?”

“Aku suka. Tapi bagaimana jika menonton Finding Dorry?

“Apa? Yang benar saja! Aku tak suka film anak kecil,” tolak Sehun dengan nada meremehkan.

“Ya sudah kita tidak jadi nonton saja,” ujar Suzy acuh.

Sehun menghela napasnya lelah. Nonton film yang diminta Suzy atau tidak noton sama sekali? Tapi ia tak menyukai kartun sama sekali bahkan semenjak dirinya kecil. Seketika ingatannya teringat dengan film kesukaannya. “Bagiamana dengan menonton film Jurrasic World?”

“Huh? Bukankah film itu sudah cukup lama?” gumam Suzy heran.

“Kau tahu film itu?” tanya Sehun kecewa.

“Iya tapi aku belum pernah menontonnya,” gumam Suzy dengan kening berkerut samar. “Tapi aku pernah membaca sinopsisnya dan menarik.”

“Bagus!” seru Sehun. “Aku akan mengajakmu menonton itu.”

“Bagaimana bisa?”

“Kita tetap menonton tapi tidak di bioskop. Melainkan di apartemenku,” ujar Sehun bangga.

Suzy melotot. Istilah Apartemen terdengar mengerikan ditelinganya. ”Aku tidak mau.”

Sehu mengangkat bahunya. “Oke akan kupikirkan lagi.”

Suzy menghela napas panjang. Menyadari bahwa dirinya sudah mulai berbicara banyak dengan Sehun malam ini. Dan fakta itu membuatnya sedikit risih namun juga nyaman. Entahlah, otak dan hatinya memang tak sejalan akhir-akhir ini.

“Kau belum makan ‘kan Suzy-ah?”

Suzy melirik Sehun yang baru saja menarik tangannya untuk menaiki lift yang akan membawa mereka ke lantai atas berikutnya.

“Belum tapi aku tidak bernafsu.”

“Kau harus makan, aku yang mentraktir. Kau juga bisa memilih tempat makan sesukamu,” ujar Sehun seraya melemparkan senyum mautnya membuat Suzy diam-diam mengumpat.

Suzy memiringkan kepalanya berpikir. Penawaran Sehun sangat menarik dan sayang sekali jika harus dilewatkan. Memilih tempat makan sesukaku ya? Suzy mengulang pertanyaan itu diotaknya berulang kali. Seketika ide jahil dan otak pintarnya memutuskan dengan cepat.

“Bagaimana dengan Restoran Italia? Itu loh yang berada di dekat hotel bintang lima yang terkenal dan katanya harga makanan yang ditawarkan selangit.”

Dan Sehun merasa menyesal telah menawari Suzy dengan penawaran semacam itu.

*

 

“Jadi ini dengan Restoran Italia yang kau maksud?”

Suzy menoleh kepada Sehun yang sedang menatapnya. Ia menampilkan senyum skeptis. “Apa masalahnya? Sudah baik aku tak mengajakmu makan sungguhan di Restoran Itali. Jika kita serius pergi kesana, mungkin aku akan memesan sampai uang tabunganmu habis.”

Sehun tergelak ditempatnya. “Uangku banyak Suzy-ah. Kau tenang saja.”

Suzy mendengus sinis. “Sombong sekali.”

Suzy mengalihkan pandangannya kepada tempat yang sedang dikunjunginya ini. Kedai ramen sederhana yang berada di pinggir jalan yang tidak begitu jauh dari sekolahnya. Kedai yang menjadi tempat favorit Suzy ini tidak begitu besar namun ramen sebagai menu utamanya begitu nikmat. Kedai ini cukup populer dikalangan sekolahnya, apalagi bagi mereka yang suka merayakan sesuatu disini. Dengan harga yang pas serta cita rasa yang bervariasi membuat kedai ramen ini menjadi kunjungan favorit.

Suzy lebih memilih tempat duduk di bagian paling pojok karena disana ia bisa mengawasi setiap pengunjung yang datang dan pergi dari kedai. Berbeda dengan Sehun yang berpikir sebaliknya. Pria itu berpikir Suzy mengajaknya ke pojok karena mencari suasana yang sepi nan romantis. Jadi ketika Suzy menyeretnya duduk di meja pojok, ia mengiyakan dengan penuh kemenangan. Apalagi kini mereka sedang duduk berhadapan.

Sebenarnya tadi Suzy hanya becanda untuk mengajak Sehun ke Restoran Italia, bagaiman

16 responses to “[Freelance] Mirror Chapter 6

  1. Part ini banyak romantisnya,,,,,aku suka
    Btw aku blom pernah nonton film jurassic world, stelah baca ff ini jdi kepingin nonton itu film.
    Hemm sehun suzy, sama” udah mulai suka. Smoga aja mereka mnjadi pasangan beneran

  2. Daebakk thorrr…. ceritanya keren sumpah 👍👏
    Yaahhh semoga sj kali ini Sehun jd serius lahhh, gw shipper “HUNZY Couple” soalnya.
    Sorry baru bisa ngoment, soalnya gw udah nggak sabaran bacanya HAHA
    Ditunggu next chapt’nya thorrr…. Semangat 💪

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s