[Freelance] Mirror Chapter 7

Title : Mirror  | Author : Man Ri Ra | Genre :  Angst, Romance, School-life | Rating : T | Main Cast : Bae Suzy, Oh Sehun | Other Cast : Jung Soojung, Kim Myungsoo, etc

·

·

·

Notes: Story is mine. Don’t bashing. I hate plagiat. Sorry for typos and enjoy!
·

·

·

M I R R O R    /chapter 7/
————————-

·

HAPPY READING!!

.

 

Hubungan antara Sehun dan Suzy semakin membaik sejak malam itu. Meskipun Suzy masih bersikap defensif kepada Sehun pun sering terjadi perdebatan, setidaknya mereka menjadi sering menghabiskan waktu bersama. Sehun beberapa kali berkunjung kerumah Suzy dengan alasannya menemui Barrie, si kelinci putih peliharaan Suzy. Meskipun enggan, lama kelamaan Suzy mulai membiasakan diri dengan kunjungan tanpa undangan yang dilakukan Sehun.

Sehun juga beberapa kali mengunjungi perpustakaan untuk mengganggu Suzy yang sedang membaca novel ataupun sedang mengerjakan tugas.

Semua itu tak lepas dari perhatian Soojung. Gadis yang sudah menjalin hubungan dengan Kim Jongin itu memang sangat peka dengan apa yang dilakukan Suzy. Jujur saja ia sangat khawatir dengan Suzy akhir-akhir ini. Sahabatnya itu selalu menghindar ketika ia menyinggung soal perasaan terhadap Sehun.

“Kapan kau akan mentraktirku?”

Soojung mendongak seraya menyimpan ponselnya kedalam saku demi mendapati Suzy yang sedang bertopang dagu didepannya. Hari ini ia berhasil menyeret sahabatnya itu masuk kedalam kantin dengan paksaan tentu saja.

“Aku berniat mentraktirmu kemarin,” gumam Soojung seraya melipat kedua tangannya dimeja. “Tapi kau lebih memilih ‘kencan’ dengan Sehun Sunbae di perpustakaan,” lajut Soojung sarkasme.

Suzy mengangkat sebelah alisnya. “Kami tidak berkencan.”

Soojung mendengus seraya mengetukkan jarinya diatas meja. “Bahkan kau menyebut dirimu dan Sehun dengan sebutan ‘kami’, bukan lagi ‘aku dan dia,” Soojung mengangkat sebelah alisnya. “Jadi kau akan menjelaskan dari mana?”

Suzy memejamkan matanya sedetik sebelum menatap sendu sahabatnya itu. “Soojung-ah, apapun yang ada dipikiranmu tolong hilangkanlah.”

“Aku sudah memperingatkanmu,” ujar Soojung rendah.

“Aku tahu,” sahut Suzy cepat.

“Kalian sedang membicarakan apa?”

Suara pria itu mengalihkan perhatian dua gadis yang sedang berdebat dimeja itu. Kim jongin datang dengan nampan serta senyum yang bermain dibibirnya.

Suzy berdehem seraya menatap Soojung serius. “Kita bicarakan nanti. Atau aku akan menginap dirumahmu saja.”

“Tentu saja kau harus menginap,” ujar Soojung seraya melemparkan senyum tipis kepada Suzy.

“Aku mengganggu ya,” tanya Jongin tak enak hati setelah mendudukkan dirinya dikursi sebelah kekasihnya. Ia merasa kehadirannya tidak digubris sama sekali.

“Tentu saja tidak. Aku sedang meminta jatah traktiran dari kalian berdua,” ucap Suzy dengan melemparkan pandangan jenaka kepada Jongin.

“Oh,” Jongin melirik Soojung yang sedang menatapnya penuh senyum. “Kita harus mentraktir Suzy hari ini, sayang.” Lalu menatap Suzy sebentar, “Kita sudah punya niat kemarin tapi kau memilih mendekam di perpustakaan.”

“Kalau begitu kalian harus memberiku double hari ini,” seru Suzy membuat Soojung melotot tak terima.

“Sejak kapan kau jadi serakah begini, Suzy-ah?” sambar Soojung cepat.

“Ah sudah lama aku tidak ke kantin,” desah Suzy mengabaikan Soojung.

“Kalau begitu pesanlah sesukamu Suzy-ah,” ujar Jongin santai seraya merangkul Soojung yang sedang cemberut.

“Terimakasih Jongin-ah. Kau memang perhatian sekali, tidak seperti Soojung yang sangat perhitungan,” ucap Suzy sebelum melesat pergi untuk memesan makanan.

Soojung mendengus ditempatnya. Suzy semakin hari semakin menyebalkan saja. Ia melirik kekasihnya yang sedang menatapnya. Senyum kecil merayap dibibirnya kala itu.

“Jadi?”

“Apa?” soojung bertanya seraya mengerutkan kening.

“Kau tidak memesan apapun?” jongin bertanya lembut seraya menyingkirkan anak rambut Soojung ke belakang telinga.

“Aku sedang diet,” jawab Soojung malu-malu.

Jongin mencubit hidung gadisnya dengan gemas. “Kau sudah seksi sayang. Bentuk tubuh macam apa lagi yang kau incar?”

“Apa kau baru saja memujiku seksi, Oppa?” tanya Soojung dengan rona yang menjalari pipinya.

“Apa aku tadi bilang begitu?” jongin bertanya dengan menampilkan wajah polos hingga membuat Soojung memilih mengerucutkan bibirnya kesal.

Jongin mengecup sekilas pipi gadisnya itu sedetik sebelum Bae Suzy datang dengan nampan berisi burger dan jus apel.

“Kau tak makan ya,” Suzy bertanya kepada Soojung yang sedang tersenyum aneh. “Eh ada apa dengan dirimu?”

“Sudah makan saja,” Jawab Soojung seraya menyedot jus apel milik Suzy.

Suzy mengedikkan bahunya acuh.

“Oh iya. Bagaimana hubunganmu dengan Sehun Sunbae?”

Suzy berhenti mengunyah seraya menatap Jongin dengan terkejut. Bagaimana bisa Jongin bertanya semacam itu?

“Hubungan apa?”

“Semua siswa sedang heboh membicarakan kedekatan kalian akhir-akhir ini.”

Suzy berhenti mengunyah kemudian melemparkan senyum canggung. Ia tak menduga bahwa berita semacam itu mudah tersebar. Tentu saja, karena yang diberitakan adalah Oh Sehun.

“Kami hanya teman dan tidak memiliki hubungan apapun. kurasa para siswa penasaran dengan kedekatan kami tapi kami tidak memiliki hubungan apapun.”

Jongin menangguk mengerti sedangkan Soojung sedang menatap Suzy dengan pandangan yang hanya mereka berdua yang tau.

**

“Waktumu kurang satu minggu lagi.”

Seperti biasa mereka duduk melingkar di kantin pojok sekolah. Oh sehun meletakkan kaleng sodanya di meja setelah menandaskan isinya hingga habis. Maniknya kemudian melirik Park Chanyeol yang baru saja melontarkan pertanyataan dan sedang menunggu responnya.

“Kau rajin sekali menghitung, Tuan Park,” Nam Woohyun meledek Chanyeol dengan tawanya yang khas.

Woohyun langsung terdiam dan mengangkat bahunya kala Chanyeol menatapnya tajam. Diantara mereka berlima, memang Chanyeol lah yang memiliki aura mengintimidasi terkuat.

“Tentu saja harus di perhitungkan,” Mark ikut menyahut mendukung Chanyeol. Keningnya berkerut samar. “Karena ini sudah seminggu dan Sehun belum mampu menakhlukkan gadis bernama Bae Suzy itu.”

Choi Minho mengangguk setuju kemudian menatap Sehun serius. “Biasanya kau bisa menakhlukkan seorang gadis dalam waktu kurang dari 24 jam. Tapi karena ini adalah Bae Suzy maka kasusnya akan berbeda, jadi kami memaklumi. Tapi ini sudah seminggu dan kau tak pernah bercerita tentang apapun. Berbeda dengan tingkahmu yang agak berubah akhir-akhir ini.”

“Kau memang duduk bersama kita setiap hari di tempat ini. Tapi setelah 10 menit kau langsung melesat pergi entah kemana. Kudengar kau mengunjungi perpustakaan untuk menemui Suzy. Tapi kenapa kau tak pernah cerita? Kau seakan menutupi apapun yang terjadi dan itu tidak biasanya,” Woohyun ikut menimpali dengan pembicaraan yang tak kalah panjang.

Sehun berdehem canggung. Menatap satu persatu teman seperjuangannya yang sedang menatapnya penuh perhitungan. “Kalian tahu semua ini butuh proses.”

“Terus?” Chanyeol mengangkat sebelah alisnya.

Sehun menghembuskan napas berat. “Oke maafkan aku yang terkesan tertutup pada kalian. Tapi yang seperti kalian tahu aku juga butuh privasi. Aku hanya ingin kalian dengar saja hasilnya tanpa tahu prosesnya karena aku akan membeberkannya di akhir cerita.”

“Lalu hasilnya?” Minho melipat kedua tangannya didada.

“Untuk sejauh ini belum banyak hasilnya,” Sehun bergumam gamang. “Tapi aku optimis semuanya akan berhasil dalam dua minggu.”

“Lalu perasaanmu?” tanya Mark serius.

“Perasaan?” sehun bertanya tak mengerti.

“Tentu saja. Apa kau sedang baik-baik saja berdekatan dengan Suzy?” Mark bertanya gemas.

“Oh itu,” Sehun mengangguk seraya menyeringai. “Aku baik-baik saja, selalu.”

**

Soojung memasukkan keripik pedas itu kedalam toples untuk kemudian di berikan kepada Suzy yang sedang duduk menyandar disofa ruang keluarga. Televisi itu menayangkan drama yang sungguh tak diketahui oleh Suzy jalan ceritanya. Suzy bukannya tidak suka drama tapi ia tak punya banyak waktu untuk menyaksiknnya. Hanya terkadang dan itu biasanya saat berkumpul bersama ayah dan ibunya untuk menonton acara Talkshow atau mungkin berita harian. Bagaimanapun ia sangat malas jika harus menyaksikan televisi sendirian.

Malam ini sesuai janji, Suzy menginap dirumah Soojung. Kebetulan orangtua Soojung sedang melakukan perjalanan bisnis sehingga Soojung dirumah bersama pembantu. Apalagi kekasihnya, Jongin, juga sedang ada acara dengan teman-temannya hingga mereka tak bisa pergi keluar bermalam minggu.

“Ini drama apa ‘sih?” Suzy menyambut toples berisi keripik itu dari Soojung dengan gerutuan.

“Acaranya jelek ya?” Soojung bergerak menyambar remotnya. “Aku juga tidak begitu tahu karena akhir pekan bukan waktu yang menyenangkan untuk menonton drama.” Soojung mengganti channel televisinya ke acara Talkshow.

“Itu idol group baru yang sedang booming itu ya?” Suzy bertanya seraya melahap keripiknya.

Soojung menatap lurus layar televisinya seraya tersenyum lebar. “Iya. Itu dia Twice yang sering dibicarakan anak pria dikelas kita. Group asuhan JYP Ent yang berjumlah sembilan gadis yang cantik-cantik.”

“Kau sepertinya suka sekali dengan mereka,” Suzy bergumam seraya menguyah keripiknya.

“Iya. Aku sebenarnya biasa saja. Tapi berhubung Jongin Oppa menyukai mereka dan itu membuatku cemburu setengah mati. Aku mencari segalanya tentang Twice di internet untuk mencari keburukannya agar Jongin Oppa sadar bahwa aku lebih cantik daripada mereka. Tapi nyatanya aku malah kepincut dan suka mereka melebihi Jongin Oppa,” Soojung tersenyum aneh saat menceritakan dirinya sendiri yang cemburuan.

Suzy mengangguk mengerti seraya menyambar jus jeruknya karena sedikit merasakan kepedasan.

“Cheer up baby, cheer up baby.”

Suzy hanya menggeleng tak heran dengan Soojung yang sedang bernyanyi, menyanyikan sepenggal lagu milik girlgroup Twice. Ia lebih memilih melirik ponselnya yang bergetar karena sebuah pesan masuk. Pesan yang dikirim oleh Sehun yang sedang menanyakan keberadaanya.

Aku tidak dirumah, aku bersama Soojung.

Kirim.

“Dari Sehun sunbae ya?”

“Hm,” Suzy bergumam mengiyakan seraya menyimpan ponsel disebelahnya.

“Oh iya. Kau punya banyak hutang cerita kepadaku.”

Suzy menoleh kepada Soojung yang sedang menatapnya serius. Bahkan mengabaikan acara Talkshow yang sedang menampilkan member Twice menjawab pertanyaan tentang aktifitas sehari-hari mereka.

“Oh,” Suzy bergumam pelan. “Aku tahu sulit sekali berbohong kepadamu.”

“Tentu saja, aku tahu disaat kau jujur dan berbohong,” Soojung menyandarkan punggungnya seraya menyambar lalu memeluk boneka Doraemon berukuran sedang.

Well, dari mana aku harus bicara?”

“Kau sudah bicara, Suzy-ah.”

“Aku tahu.”

“Aku lebih tahu.”

Suzy mendelik sebal. Ia pikir ia akan berbicara serius hingga membuatnya grogi sendiri, tapi ternyata Soojung tak berubah. Tetap menjengkelkan seperti biasa bahkan sekalipun terjadi angin topan yang merontokkan giginya.

“Baiklah kita serius,” Soojung bergumam serius membuat Suzy mendengus kasar.

Menurutnya dari tadi ia tidak serius, begitu?

Soojung merebut paksa toples yang dipegang Suzy. “Jangan menghabiskannya. Aku bahkan belum memakannya sama sekali.”

Suzy mendelik tak percaya, ia bersungut kesal. “Kau pikir siapa yang membeli keripik itu tadi?”

“Sudah seharusnya kau berbagi, babe,” ucap Soojung genit membuat Suzy memejamkan mata hendak mual.

“Jadi kau harus bercerita. Bagaimana perasaanmu pada Sehun saat ini?”

Suzy tak menjawab. Ia lebih memilih mengalihkan atensinya kepada layar televisi dihadapannya. Acara Talkshow itu sama sekali tak menarik minatnya setelah Soojung melontarkan pertanyaan barusan. Jika ini mengenai perasaan, ia bingung harus menjelaskan apa. Karena bagaimanapun saat ini perasaannya sedang tak menentu dan ia tak bisa menyimpulkannya begitu saja.

Soojung menunggu sahabatnya itu berpikir sebentar. Ia yakin sekali ada sesuatu, karena jikalau tidak, Suzy akan langsung membantah tanpa mengulur waktu seperti ini.

Dering ponsel mengalihkan perhatian keduanya. Suzy yang sadar ponsel itu milik Soojung hanya menampikan ekspresi datar. Berbeda dengan Soojung yang mengumpat kasar namun kemudian tersenyum gembira saat mengangkatnya. Aneh sekali.

“Oppa!”

Oh dari Kim Jongin. Pantas saja.

Lalu kemudian detik demi detik berlalu dan Suzy merasakan Soojung telah beranjak dari dekatnya untuk berjalan-jalan didepannya seraya mengobrol panjang dengan Jongin.

Suzy menopang dagunya dengan sebelah tangan. Sedikit bersyukur dengan adanya Jongin yang menelpon Soojung hingga setidaknya ia bisa menunda jawaban atas pertanyaan Soojung. Dihelanya napas panjang, tak tahu apalagi yang harus dilakukannya sekarang. Tayangan pada layar televisi didepannya sudah berubah menjadi tubuh ramping Soojung yang hilir mudik setiap detiknya.

“Aku ke kamar Soojung-ah.”

Suzy memilih beranjak tanpa menunggu jawaban Soojung. Lagipula sudah jelas gadis itu akan mengabaikan seruannya.

**

“Suzy-ah bangun!”

Suzy menggeliat dari tidur nyenyaknya, merasakan goncangan dilengannya. Matanya mengerjap untuk kemudian menemukan Soojung sedang berdiri disamping ranjang tempatnya berbaring.

“Jam berapa?” Suzy bertanya dengan mata yang masih tertutup karena silau cahaya lampu yang menyengat mata kantuknya.

“Setengah satu,” ucap Soojung datar.

“Ada apa,” gumam Suzy setelah menguap, dirinya memeluk gulingnya semakin erat.

“Tentu saja kau harus bercerita, kau lupa?”

Suzy mengerang kesal. Ia beringsut bangun untuk kemudian menatap Soojung garang. “Jadi kau membangunkanku ditengah malam ini hanya untuk bercerita?”

Soojung hanya nyengir mendapat amukan Suzy. Tepat sekali, sahabatnya itu mengamuk setelah bangun tidur dengan rambut yang kusut. Persis singa, pikir Soojung menghibur hatinya hingga tanpa sadar malah tertawa membuat Suzy melotot dan segera melemparkan guling kepada Soojung.

“Maaf Suzy-ah. Lagian siapa suruh kau tidur duluan, kau kan sudah janji,” ujar Soojung seraya memungut guling kesayangannya yang dilempar Suzy. Dirinya beranjak untuk kemudian duduk disamping Suzy.

Suzy mendengus. Rasa kantuknya sudah hilang entah kemana berkat ulah sahabatnya yang luar biasa itu. “Berikan aku lolipop.”

“Beli saja sendiri,” Soojung menjawab ketus. Lagipula ada-ada saja dijam tengah malam seperti ini Suzy meminta lolipop padanya, kecuali jika ia memang pencinta lolipop dan menyimpannya disetiap sudut rumah.

Suzy mengikat rambutnya asal. Dirinya kemudian menarik selimut dan berbaring menatap langit-langit kamar. Menarik nafas terdalam mencoba mengumpulkan kesadaran dan kesabarannya. “Jadi apa yang akan kau tanyakan?”

Soojung menyamai Suzy, dirinya ikut masuk dalam selimut dengan keadaan terbaring disamping kanan Suzy. “Setelah malam itu, bagaimana perasaanmu?”

Suzy menghela napas panjang, mencoba menelisik kejujuran dalam hatinya sendiri. “Aku? Entahlah. Jika itu tentang perasaan pada Sehun sunbae maka jawabannya aku juga tak tahu.”

“Ada sesuatu?”

“Huh?”

“Maksudku, jika kau memang tak menyukainya boleh saja kau menyangkalnya,” ucap Soojung seraya menolehkan kepalanya kearah Suzy.

“Aku tak menyukainya.”

“Terdengar ragu.”

“Memang,” aku Suzy getir. “Tapi bukan berarti aku menyukainnya juga kan?”

“Benar. Tapi kau yakin sama sekali tak tertarik padanya?”

“Sebenarnya ini menyangkut harga diri kan?” gumam Suzy yang terdengar aneh. “Awalnya aku begitu yakin bisa melawannya dan tak akan menyukainya. Tapi nyatanya sekarang?”

“Jadi sekarang kau mengakuinya?” Soojung menaikkan sebelah alisnya.

“Mengaku?”

“Menyukai Sehun sunbae,” Soojung memeluk erat doraemonnya. “Tak perlu malu mengakui Suzy-ah, jujur saja agar hatimu lega.”

“Aku pernah merasakan jatuh cinta, sekalipun sudah cukup lama,” kening Suzy berkerut samar. “Perasaan menggebu pun jantung yang melompat tak terkendali.”

“Jadi? Kau merasakannya saat bersama Sehun?”

“Tidak bisa dibilang begitu,” sangkal Suzy cepat. “Tak ada perasaan menggebu. Yang ada hanya rasa terbiasa atau rasa nyaman yang dipaksa lalu berubah nyaman, entahlah. Tapi Sehun bisa membuat jantungku berdetak cepat saat melihat senyumnya atau tingkahnya yang spontan dan membuatku terkesima.”

Soojung menepuk punggung tangan Suzy pelan. “Kau menyukainya.”

Suzy mengerjapkan matanya kemudian menoleh kepada Soojung. “Aku menyukainya?”

“Iya.”

“Aku menyukai Sehun,” Suzy menggeleng tak percaya. “Bisakah aku merubah pernyataan itu? Tapi entah kenapa hatiku tak menyangkal saat aku mengucapkan tiga kata tadi.”

“Aku bingung harus berucap apa padamu, Suzy-ah. Prihatin atau apa ya?”

“Jangan prihatin,” gumam Suzy kecut. “Seminggu lagi kan? Aku yakin aku bisa bertahan dalam waktu seminggu. Karena seminggu lagi taruhan gila itu akan berakhir.”

Soojung beringsut bangun dengan cepat seraya menatap Suzy tajam. “Jangan bilang kau masih mau melanjutkan permainan konyol itu?”

Suzy balas menatap Soojung. “Semua sudah berjalan sejauh ini dan menurutmu aku akan mundur dengan konyol, begitu? Lagipula meskipun aku menjauh, Sehun akan terus menggangguku karena ia merasa taruhannya belum selesai dan dia tak mau kalah begitu saja, kan?”

“Selama berdekatan dengan Sehun sunbae, kau hanya akan menyakiti hatimu,” gumam Soojung seraya membaringkan kembali tubuhnya. “Karena ini soal perasaan Suzy-ah, rasanya pasti sakit sekali. Menyukai seseorang yang hanya akan mempermainkanmu.”

“Iya aku tahu. Tak ada yang perlu disesali tantang hal ini,” Suzy tersenyum timang. “Aku menyukai Sehun. Tapi bukankah rasa suka bisa berubah seiring berjalannya waktu?”

 

***

 

B e r s a m b u n g

.

.

.

Sudah terungkap kan? Suzy duluan yang suka. Hahah yg kemarin nebak Sehun siapa hayo? Semoga Suzy semakin cinta apa semoga rasa cinta Suzy perlahan memudar?^^ RCL yaa, Pengen tau gimana komentar kalian di chapter ini. Jangan bosan juga,, makasiiiihh :* :* salam cintaa buat readers yang setia komentar^^

13 responses to “[Freelance] Mirror Chapter 7

  1. Yaaaaaaa suzy nya yg dluan suka, trussss sehun??? Msih sbuk dg gmna biar bs mnang taruhan, omg…kejam bgt… Bkin cwo lain aja muncul hahhaaa…ga tega suzy cm jdi bahan taruhan… Aq jdi penasaran, suzy udah pernah jatuh cinta sblmnya, ma myung kn, trus knp mereka putus apa gmn??? Next fighting…

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s