[Freelance] The Baby’s Appa Chapter 1

1478037673789-1

Title : The Baby’s Appa | Author : alabastercarnation | Genre :  Angst, Fluff, Romance, Slice of Life | Rating : T | Main Cast : Miss A Suzy & EXO-K Kai | Other Cast : EXO-K Sehun, EXO-K Chanyeol, f(x) Krystal, etc

 

***

 

-Suzy-

“Naeun-ah, Bomi-ah! Ini daftar pesanan meja 2 dan meja 3. Naeun-ah, ini untuk meja 3, ada pesanan satu smoked salmon brioche,  satu mango basil juice dan satu orange juice. Bomi-ah, ini untuk meja 2, ada pesanan satu banana split, dua avocado lava, satu green tea frappe, satu green sensation juice, dan satu air mineral. Oh iya, tolong masukkan pai apel yang sudah kubuat ke oven ya? I’m in a rush! Thank you!

Seorang gadis berambut warna hazelnut panjang dengan poni di dahinya tampak sibuk mengurus pesanan pelanggan di kafe mungil di tepi jalan itu.

Ne, Suzy-ah,” jawab kedua temannya.

Namanya Bae Suzy. Gadis cantik yang belum genap menginjak 20 tahun itu, adalah pendiri kafe mungil yang diberi nama Mr. Buddy Bear ini. Kafe ini masih tergolong baru, baru 3 bulan dibuka, namun pengunjungnya sudah lumayan banyak. Mereka senang dengan suasana nyaman dan hangat yang diberikan kafe ini dan citarasa yang disajikan oleh kafe Suzy juga tidak dapat diragukan lagi.

“Teo-ya! Eomma berangkat dulu ya? Baik-baik di rumah bersama Hayoung ahjumma. Ppoppo, ppoppo,” Suzy menyerahkan pipinya ke seorang bayi yang duduk diatas karpet dengan puzzle berserakan. Bayi manis itu pun mencium Suzy dengan riang. Suzy menciumnya balik, lalu keluar rumah memasuki mobil Hyundai Avega putih miliknya.

Ia pun mengemudikan mobilnya menuju Sooman National University, kampusnya, dimana ia mengambil jurusan manajemen program master degree disitu.

Master degree?  S2? Bukankah Suzy masih 20 tahun?

Ya, Suzy memang masih 20 tahun, tapi diusianya yang ke 20 itu dia sudah mendapat gelar Bachelor of Business Management dari sekolah bisnis di Kanada, tempatnya tinggal dulu. Oke, jadi begini sejarahnya. Suzy  sejak lahir sampai SD di Korea, tapi SMP dan SMA ia ke Kanada karena ayahnya dimutasi ke kantor pusat di Kanada. Ia tinggal di Vancouver, Kanada. Disana, selulus SMA, ia mengambil sekolah bisnis di Vancouver dan berhasil lulus dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. Setelah ia meraih gelar S1nya, ayahnya diminta kembali ke Korea. Suzy pun kembali ke Korea bersama keluarganya dan mendirikan bisnis kafenya di Seoul. Sambil menjalankan bisnisnya, Suzy kuliah di SNU, Sooman National University, universitas swasta yang cukup bergengsi di Seoul dan mengambil program S2 jurusan manajemen.

Bagaimana soal bayi yang baru saja ia temui? Bayi itu adalah anaknya sendiri. Bagaimana bisa? Itu cerita belakangan… yang jelas Bae Tae-oh atau Teo, panggilan sayang Suzy, adalah anak laki-laki yang lucu dan sehat. Suzy tak pernah menyesal memilih untuk membesarkan Teo meskipun ayah Teo sendiri entah kemana.

Satu hal yang Suzy tidak tahu…

***

-Jongin-

Seorang pria berkulit eksotis tampak gelisah menunggu seseorang di kantin Department of Economics and Business Sooman National University. Air mineral Evian diatas mejanya hanya tinggal seperempat.

Namanya Kim Jongin. Si eksotis idaman semua wanita. Lulus SMA dari Vancouver, ia terbang kembali ke Korea dan melanjutkan ke perguruan tinggi swasta bergengsi ini. Dengan tubuh atletis dan kulit kecokelatan ditambah dia aktif di tim basket kampus, semua gadis rela mati untuk bersamanya.

Kim Jongin! What are you doing here?” tanya seorang gadis cantik bertumbuh ramping yang menghampirinya tiba-tiba.

Thinking about you, maybe?” ia menggoda gadis itu dengan sengaja.

Aish, jinjja,” gadis itu tertawa. “Kau tak ada kelas sehabis ini?”

“Aku memilih untuk kabur. Business Communication. Kepalaku pecah kalau harus belajar lagi hari ini. What about you, Soojung-ah?”

Gadis yang dipanggil Soojung itu tersenyum, “Announcing Techniques. Ayolah, semangat! Jangan malas-malasan terus!”

“Apa sih yang tidak untukmu, Soojungie?” goda Jongin lagi. Tawa Soojung pecah. Pipinya memerah, lalu ia pun segera pamit dari hadapan Jongin.

Jung Soojung dari Department of Social and Political Sciences, mengambil jurusan Communication Science, adalah gadis yang sedang Jongin gemari saat ini. Oke, sebenarnya dalam satu waktu Jongin bisa menggoda ratusan wanita di SNU entah dari departemen manapun. Tapi menurutnya Soojung seperti cahaya matahari, senyumnya selalu berhasil membuat Jongin ikut tersenyum. Ada niatan Jongin untuk mendekatinya lebih jauh lagi, namun ia sedang malas untuk berkomitmen dengan seseorang sehingga… yah… sudahlah tarik-ulur saja dulu. Toh gadis cantik bukan hanya Soojung saja.

Departemen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di SNU memang terkenal dengan mahasiswi-mahasiswinya yang cantik. Rata-rata mereka bertubuh langsing dan berambut panjang. Mereka juga supel, tidak kaku, ceria, dan suka tersenyum, sehingga Jongin seringkali mampir kesana hanya untuk “cuci mata”. Dan disanalah ia bertemu Jung Soojung yang juga populer di kalangan anak-anak sana.

Soojung mengingatkan Jongin akan seseorang dari masa lalunya. Cantik, ceria, manis, cerdas, dan menyenangkan. Tapi ia tak ingin membahas gadis dari masa lalunya itu lagi.

“Jonginnieeee!!!” sesosok suara berat memecahkan lamunan Jongin.

Yah keparat, darimana saja kau? Aku menunggu!” seru Jongin kesal.

Sosok yang memanggilnya itupun cengengesan. “Aku ketiduran di mobil.”

You sure you didn’t make out with a girl in the car, did you?

Yah jugeullae? I’m not one of those jerks like you!

Jongin tertawa, “ne, Sehun-ssi.”

Yang barusan adalah Oh Sehun, sahabat baik Jongin dari Department of Psychology. Ia adalah sahabat karib Jongin waktu SMP dan terpisah ketika SMA karena Jongin pindah ke Kanada. Ia dan Jongin sama-sama pemain andalan di tim basket departemen masing-masing. Waktu kecil dulu Sehun tinggal di San Fransisco, California, sehingga ia bisa merasakan bedanya luar negeri dengan Korea. Sehun juga teman masa kecil Soojung, namun kalau bertemu mereka jarang menyapa karena mereka berteman saat kecil saja… sisanya SMP dan SMA terpisah, sampai bertemu lagi di SNU ini.

“Jadi, nanti malam kemana?” tanya Jongin.

“Main PS di rumahku saja yuk? Aku punya berbotol-botol rum Malibu. Impor langsung dari Kanada.”

“Ah, aku sudah enek minum Malibu terus. Ke bar saja yuk?”

“Hmm, aku tidak yakin sih. Soalnya besok aku ada kuis untuk mata kuliah Psychometrics.

Uhuk!! Jongin tersedak air. “…sejak kapan kau belajar untuk kuis?”

“Aku lelah dapat IP jelek terus.”

“Payah,” cibir Jongin. “Kau tidak bertemu Chanyeol hyung?

“Oh ya, dia janji mau menraktir kita makan bindaetteok hari ini. Tapi katanya dia siaran dulu.”

        Park Chanyeol, sahabat karib Jongin selain Sehun, adalah mahasiswa dari Department of Economics and Business seperti Jongin dan mengambil Management juga, namun ia satu tahun diatas mereka. Harusnya saat ini ia sudah skripsi namun skripsinya tak kunjung kelar plus Chanyeol adalah tipe orang yang selalu mengulang beberapa mata kuliah wajib tiap semesternya.

Eyyo!! Back with me again Park Chanyeol and my partner…?

“Jung Eunji!”

We’re here to talk about the hottest news all around the world sooo let’s have a chit-chat with us! And also, please kindly send your song request to our twitter @880_SNUfm along with hashtag #SNUSongRequest and we will play all the requested songs wholeheartedly!

“Yes, that’s right! Aaand… woah, so fast! First song request that has been sent to our twitter account is Into Your Arms – The Maine. Hey, this used to be my favorite song back then! I’m fallin’ in love, but it’s fallin’ apart… I need to find my way back to the staaart~~”

“Hey, enough, we’re still on air, aren’t we?”

“Ah, yes. You’re right, Chanyeollie.”

“By the way, Eunji-ah, do you know about our university birthday on September 5th last week?”

“Of course! I love SNU so much that I circled its birthday date on my calendar.”

“Speaking of birthday, every birthday always come with a celebration party right?”

“Of course!”

“Have you guys know about our university birthday party that will be held on the end of September?”

“Of course, everyone knows it! The posters and broadcasts have been spread around all the departments and I bet everyone feel excited welcoming the party! Because I do!”

“Me too! Have you found your partner yet, Eunji-ah?”

“Nope, yet to be found. But I already targeting on someone. I don’t know if he will accept my request to be my partner. What about you?”

“I did targeted on someone but I feel like she would reject me, hahaha…

“Who? The Korean Kylie Jenner from department XXX?”

“Tet tooot! You’re wrong!”

“Then who? Ah! The girl with the butterfly tattoo?”

“Tet toooooot! Hey! Stop talking nonsense! It feels like you’re going to reveal all my secrets!”

“It’s okay, though, there’s so many girls here that has butterfly tattoo.”

“But she isn’t the one with it. I call her my Snow White.”

“Oooh… I exactly know who she is! You mean… the Princess of Medical Faculty?”

“Ssssst… we’re still on air.”

“…uhm, well, I just wanna say ‘himneseyo’ to our medical fellas because they have so many practices to do in the department’s hospital. May the force be with you!”

“Yeah, don’t forget to eat and rest! Do your best to get a good score and let God do the rest! Happy Thursday!”

“We’ll continue our chitchat after playing these songs. Stay tune, fellas!”

 

        Lagu Into Your Arms – The Maine mengalun di seluruh penjuru kampus. Chanyeol masih sibuk siaran. Jongin dan Sehun menunggunya di kantin Departemen Ekonomi dan Bisnis sampai mengantuk. Chanyeol berbakat jadi penyiar radio, tiap harinya ia selalu menemukan topik bagus untuk diperbincangkan, dan tiap harinya juga ia selalu mengirim salam untuk si “Snow White” atau panggilan lainnya, “The Princess of Medical Faculty”. Choi Jinri, teman SMP Jongin dan Sehun, plus teman SMA Sehun, adalah gadis yang dikejar-kejar Chanyeol belakangan ini. Gadis dari Department of Medicine yang bercita-cita menjadi spesialis anestesiologi. Orangnya tertutup, aslinya ambisius dan penuh semangat. Dari SMA sudah paling pintar, ditambah parasnya yang cantik meski jarang bicara, banyak pria yang mengejarnya namun hanya Park Chanyeol yang tak pernah lelah menunggunya.

Setengah jam kemudian, Chanyeol selesai siaran. Mereka bertiga pun berjalan menuju mobil masing-masing dan pergi ke mall untuk sekedar main-main.

16 responses to “[Freelance] The Baby’s Appa Chapter 1

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s