[Drama Quotes] #Princess Hours

dis1

[Drama Quotes] #Princess Hours

Suzy x Myungsoo

||Angst, Drama||

.

Akhirnya aku menyadari, ada sesuatu yang tidak bisa kudapatkan selama apapun aku menunggu—Princess Hours

.

.

Mencintai seseorang tanpa timbal balik sama halnya seperti meminum racun secara konstan dan perlahan. Meruntuhkan sistem kinerja tubuh serta menanamkan kapak di tengah ulu hati, hingga membiarkannya sampai berkarat, dan tinggal menunggu waktu sampai hujan asam menghancurkannya. Sebuah analogi yang hiperbolis. Namun analogi itu nyaris tepat jika di sandingkan dengan rasa sakit yang kian terus meluas di hati Suzy. Layaknya tumor. Sayangnya tak ada operasi apapun yang bisa mengambil seluruh tumor ‘sakit hati karena cinta’-nya.

Toh Suzy tak juga memprotes dengan penyakit sialan itu. Ia juga tak berusaha meninggalkan sumber panykit hidupnya, justru malah terus berada di sampingnya.

Kalau kalian ingin tahu penyakit hidup Suzy, namanya Myungsoo. Sahabat karib sekaligus cinta pertamanya. Dia lelaki kurus tampan yang sedang duduk  di tengah hujan sakura di musim semi ke-empat.

Peep toe beigenya berjalan lambat di atas rumput lembut, meninggalkan kesan keputusasaan yang kentara. Tak seperti hari Senin biasanya, hari ini tampak lebih mendung. Bukan langitnya, tapi hatinya.

Air matanya menggenangi pelupuknya, setelah penjelasan dokter bergema kembali di kepalanya.

“Tak ada harapan sama sekali untuk kesembuhan Myungsoo. Bukannya aku ingin menghancurkan harapanmu Suzy. Tapi kau sudah melihat sendiri bagaimana perkembangan Myungsoo selama 4 tahun ini. Keadaannya tak membaik justru makin memburuk. Aku sudah menambah dosis obatnya, tapi tak ada yang berubah.”

Langkah Suzy terhenti.

Semuanya berawal dari pacar Myungsoo yang mempunyai hati seburuk telur busuk. Jika saja wanita itu tidak datang dan membuat hari Myungsoo berwarna. Jika saja wanita itu tak membuat Myungsoo jatuh cinta sebegitu dalamnya, dia tak mungkin seperti ini saat wanita itu pergi tanpa berbicara apapun. Tak mungkin Myungsoo mengalami depresi berlebih sampai membuatnya kehilangan kesadarannya dan terus terjebak di dunianya!

Lagipula apa yang di lihat dari wanita itu sebenarnya? Myungsoo punya segalanya. Dia tampan, berhati lembut, dan pria yang hangat. Dia bisa mencari gadis manapun yang dia sukai di dunia ini. Tapi kenapa dia justru memilih jalang sepertinya!

Apa yang dilihatnya dari wanita seperti itu!

“Ada beberapa kasus dimana depresi yang parah bisa menyebabkan skizofrenia.”

Jika saja Myungsoo mau membuka hatinya sedikit saja, dunianya takan pernah menjadi serumit ini. Hidupnya akan berjalan seperti biasa. Sedikit saja.

“Tidak! Dimana Airin? Airin! Kalian yang menyembunyikan Airin kan! Kalian pasti yang melakukannya!”

Suzy berlari. Jantungnya mencelos saat melihat Myungsoo yang setengah detik lalu sedang  duduk dengan pandangan kosong. Kini sedang menjerit-jerit sembari mengacungkan kursi roda miliknya.

“Dimana Airinku!” jerit Myungsoo lagi.

“Myungsoo kumohon tenanglah,” ucap Suzy lembut. Sial kenapa siang ini Myungsoo bisa bertingkah agresif sekali? Apa para suster itu melupakan obat Myungsoo lagi?! Atau Myungsoo baru saja menjambak suster lagi setelah kemarin melakukannya.

“Kumohon Myungsoo hentikan.”

“Kau!” Myungsoo mencekal lengan kursi rodanya kuat. “Kau kan yang menyembunyikannya!” teriak Myungsoo lagi. Kursi rodanya terangkat, sudah akan memukul punggung Suzy. Namun beruntung salah satu perawat laki-laki yang berada di lingkup paling dekat menendang bahu Myungsoo, hingga membuat lelaki kurus itu tersungkur.

“Airin! Dimana kau? Airin!” jerit Myungsoo dengan nada sengau yang menyakitkan.

Suzy menangis untuk kesekian kalinya. Tubuhnya bergetar, sama seperti Myungsoo yang menangis sesenggukan. Dia terus meronta, membuat seluruh saraf Suzy sakit.

Beberapa perawat laki-laki serta dokter berlarian ke arah Myungsoo. Empat orang berhasil mencekalnya. Dokter langsung menyuntikan obat penenang. Myungsoo masih meronta sesenggukan.

Ya Tuhan! Sampai kapan Myungsoo akan tersiksa begini? Kapan cintanya akan tergerus oleh waktu! Kapan!! Suzy lelah terus merawatnya! Suzy lelah terus menunggunya! Suzy lelah~ Ya Tuhan!

Berangsur-angsur ketenangan membalut Myungsoo. Membuatnya dengan mudah di bawa ke kamarnya. Suzy mengikutinya, namun langsung di tahan oleh sentuhan lembut Dokter Jung. “Ini obat penenang dosis paling tinggi Suzy. Menambah setengah tingkat saja bisa fatal. Aku tidak tahu lagi, bagaimana jika Myungsoo tidak bisa diatur lagi dengan obat penenang.”

Suzy mundur perlahan, air matanya kian mengalir.

“Satu-satunya cara adalah dengan mempertemukan Airin dengan Myungsoo.”

“Mempertemukan mereka?” Suzy bertanya balik dengan nada sarkatis yang kentara. “Bahkan di negara mana Airin saja aku masih tak tahu. Sepuluh hari aku menugaskan orang untuk mencari nama Airin di seluruh negara, tapi apa yang kuperoleh? Tak ada kejelasan sama sekali,” ucap Suzy penuh amarah. “ Lagipula jika aku melihatnya, hal yang pertama kali ingin kulakukan pada gadis itu adalah menamparnya sampai wajahnya rusak.”

“Suzy,” panggil Dokter Jung lembut. Menjadi dokter  untuk Myungsoo selama empat tahun, membuatnya dekat dengan Suzy.

“Kenapa Myungsoo tak bisa melihatku sedikitpun.” Suzy menghapus air matanya. “Kau tidak akan pernah tahu rasanya menunggu Myungsoo selama sepuluh tahun! Tidak akan pernah tahu rasa bagaimana tersiksanya mencintai sahabat yang bahkan tak pernah memikirkanmu sedikitpun!”

Dokter Jung hanya mampu mengelus pundaknya. Suzy menepisnya kasar, “Aku tidak butuh itu. Biarkan sekali ini saja aku menangis sepuasnya. Aku berbicara sepuasnya! Toh Myungsoo juga tidak pernah tahu! Tidak akan pernah peduli! Apa sebegitu tidak berharganya aku di matanya, sampai bahkan dia ingin membunuhku juga? Aku yang selalu berada di sampingnya saat dia jatuh cinta dengan Airin, aku yang membantunya bersama Airin, aku yang selalu menjadi dokter cinta untuknya, aku bahkan yang selalu menemaninya di rumah sakit ini. Empat tahun Soojung! Empat tahun! Apa dia buta sampai kehadiranku tidak membuatnya sadar sama sekali!”

Dokter Jung memeluk tubuh Suzy yang bergetar.

“Aku mencintainya Soojung. Tulus dan tanpa syarat,” ucap Suzy di tengah isakannya.

Dokter Jung yang menjadi dokter Myungsoo selama empat tahun ini, mengelus punggung Suzy lembut. Hatinya ikut teriris, ia mungkin tak pernah tahu bagaimana rasanya menunggu. Tidak tahu bagaimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan. Tidak tahu bagaimana rasanya kehadirannya di samaratakan dengan bayangan—tidak berharga. Tapi ia tahu bagaimana rasa sakit yang Suzy rasakan.

Gadis kuat itu terlalu banyak berjuang untuk Myungsoo.

Dokter Jung makin mempererat pelukannya.

 

||.||

 

“Myungsoo,” panggil Suzy dengan intonasi ceria

Lelaki bertubuh ringkih itu masih diam di tempat tidur. Matanya masih terfokus pada pemandangan di luar jendela, dengan tatapan khasnya—kosong.

“Hari ini berlatih makan bubur ya?” tanya Suzy dengan memasang wajah ceria seperti biasanya. Myungsoo memilih bergeming, mengabaikan eksistensi Suzy yang kini kepalang kurus. Suzy duduk di sebelah ranjang Myungsoo dan mulai membuka plastik bubur super lembut yang di sediakan pihak rumah sakit. Suzy mengambil bubur dengan sendok kecil.

“Kau sedang melihat apa?” tanya Suzy ikut-ikutan melihat objek yang “seperti” di lihat Myungsoo. “Kau suka Musim Semi ya?” Walaupun Suzy tahu tak pernah mungkin ada jawaban yang dapat diterimanya, ia masih tetap mengajak Myungsoo berbicara. “Kalau begitu ayo kita pergi ke Sungai Han. Banyak bunga sakura yang jatuh di sana. Tapi setelah kau sembuh. Aku janji akan membawamu kesana.”

Suzy mendekatkan sendok pada bibir pucat Myungsoo. “Ayo buka mulutmu.” Masih tak ada reaksi. “Ayo bukalah.”

Suzy terpaksa memaksakan sesendok bubur tanpa rasa ke mulut Myungsoo. Suzy pikir Myungsoo akan mengunyah atau menelannya, tapi respon yang didapatnya sungguh mengiris hati. Bubur itu jatuh membasahi seragam rumah sakit Myungsoo.

Suzy menahan mati-matian tangisannya. “Lihat, buburmu jatuh. Kenapa tidak kau telan saja?” tanya Suzy setengah terisak.

Myungsoo masih diam. Memandang pohon Sakura di luar.

Suzy membersihkan bubur di mulut serta seragam Myungsoo dengan sabar.

“Myungsoo?”

Suzy berbalik. Rahangnya mengeras, tangannya mencengkram kerangka tempat tidur besi.

“Airin?” panggilnya.

Di depannya wanita itu sedang tersenyum dengan ekspresi sendu. Matanya nyaris menangis, tubuhnya bergetar. Airin empat tahun lalu dengan sekarang tak ada yang berubah, terkecuali rambut keritingnya yang berubah lurus serta tinggi dan bentuk tubuhnya yang kini terawat. Suzy nyaris menjatuhkan tamparannya sebelum Myungsoo menangis, “Airin?” panggilnya bergetar.

Suzy mundur perlahan.  Rasa sakit dan lega bercampur aduk.

Sakit ; Selama empat tahun Suzy merawat Myungsoo tanpa absen seharipun, tak pernah sekalipun lelaki itu memanggilnya dengan nada kerinduan.

Lega; Karena Myungsoo untuk pertama kalinya dapat merespon.

Mereka berdua berpelukan dalam tangis.

Tubuh Suzy menghilang di balik pintu. Tubuhnya ia sandarkan pada dinding dengan senyuman lebar. Tak apa hatinya hancur, selama Myungsoo bisa tersenyum lagi, hal itu sudah lebih dari cukup untuknya bisa bernapas.

Akhirnya aku menyadari, ada sesuatu yang tidak bisa kudapatkan selama apapun aku menunggu.”

Suzy melirik ke dalam ruangan. Senyumnya mekar, “Yaitu cintamu Myungsoo.”

 

END

Kalian boleh bilang aku 'Author payah' karena bahasanya amburadul:D [Mansae XD (?)] soalnya lama gak nulis [Alesan] 
Hanya pengumuman; Another Cinderella #Irene? gak akan di lanjut. Karena sudah di bikin versi lainnya di PC :v [Iya aku emang author 'gak' konsisten]  dan maafkan atas typo mengerikan di sana T^T 
Penggantinya adalah Quotes-quotes drama yang bakal aku jadiin prompt 😀 yang bakal tayang seminggu sekali [Amin] dengan pemain cast cowok dan cerita yang berbeda.

 
Makasih yang masih ngenalin Fanficfunny huhuhu 😥 terharu rasanya. Btw kalian bisa panggil Kak Apri.

Yang mau diskusi perihal apapun boleh loh add Lineku 
ID : Apriyani.96
yuk kita berteman XD


Dimohon dengan sangat Silent Readers bertaubat. Karena kalian-kalian ini banyak AUthor yang menyerah dalam menulis FF. Karena kalian juga para Author males ngelanjutin Fanficnya.

 

Advertisements

8 responses to “[Drama Quotes] #Princess Hours

  1. Kok nyesek dibagian suzynya yaaa huhu~
    Jdi intinya suzy mengalami cinta bertepuk sebelah tangan huaaaaa 😥
    4 tahun loo, suzy keren bisa bertahan salama ituuu :’)

  2. ini mah sedih sumpah..
    kasian nya suzy,empat tahun loh bukan waktu yang sebentar..
    baiklah semangat untuk cerita lain nya authornim..

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s