[CHAPTERED] 4 Worlds – 1B

poster-4-worldscupid

4 Worlds

by Cupid

Cast: Bae Suzy of Miss A

Park Jiyeon of T-Ara

Choi Minho of SHINee

Kim Myungsoo of Infinite

Other: Find it by yourself

Genre: Fantasy, AU, Universe

Length: Chaptered

Rating: General

Disclaimer:

Terinspirasi dari film Star Wars , The Hobbit, The Lord Of The Rings, dan film – film fantasy lainnya.

 

Sebagian cerita, merupakan hasil murni dari pemikiran Cupid.

 

Kalau jalan ceritanya hampir sama seperti punya kalian, Cupid minta maaf.

 

Kalau tidak suka jangan baca.

 

 

P.S: Jangan lupa visit blog pribadi saya: https://innocentcupid12.wordpress.com

Previous: Teaser | Chapter 1A 

 

Already posted on WATTPAD click here.

 

 

.

.

.

 

 –Feliz Lectura–

 

Chapter 1B: Confused

 

‘Bahkan sampai saat ini, aku tak tahu apa yang sedang terjadi…

 


 

“Omong – omong, kalian berasal darimana?” Minho bertanya sambil memasukan kompas ke dalam saku–nya. Jiyeon tak menjawab, malah ia bertanya tentang hal lain. “Apa penyihir membutuhkan kompas juga?” Suzy hanya terdiam sembari menggelengkan kepala–nya ketika mereka berdua mulai berdebat. Myungsoo kemudian menyikut lengan Suzy, pertanda bahwa ia ingin mengajak Suzy keluar.

 

“Aku bosan disini, ayo keluar!”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Suzy P.O.V

 

Apakah aku sedang bermimpi?

 

Mengobrol berdua bersama seorang pangeran adalah hal yang paling aku impikan. Aku tak bisa berhenti tertawa ketika Myungsoo mulai bercerita tentang hal – hal lucu ketika ia tinggal di istana.

 

“Suzy, menurutmu apa yang membuat kau kesini?”

 

Aku terdiam sejenak, mencoba mengingat beberapa kejadian sebelum aku tiba di tempat yang aneh ini.

 

Tiba – tiba saja, aku baru menyadari bahwa aku tengah tertidur di bus dan aku berada di sebuah pesta, lalu di ajak Frick ke suatu tempat, dan masuk ke lemari kayu hingga tibalah aku sampai di sini.

 

“Oh begitu…” Myungsoo mengangguk mengerti, sudah jelas bahwa Myungsoo juga memiliki kekuatan membaca pikiran orang lain.

 

“Bagaimana dengan kau?”

 

Myungsoo mengendikan bahu–nya, pemuda itu mengaku bahwa ia tidak mengingat apapun perihal mengapa ia berada di sini.

 

Sret!

 

“Ayo kita pergi!”

 

Minho berseru sambil mengucapkan mantra untuk menghilangkan tenda–nya. Mereka berempat kemudian segera berjalan ke arah utara, menuju markas Pearl yang hanya berjarak lima belas meter dari tempat mereka.

.

 

.

 

.

 

.

 

 

Jack menyambut kedatangan kami, dia mempersilahkan kami bertiga masuk. Kecuali Minho, tampaknya Jack ingin berbicara empat mata dengan Minho, sepertinya tampak serius.

 

Aku menoleh sekilas, terlihat Jack menunjukan sebuah peta kusam nan lusuh kepada Minho. Sebelum aku ingin menghampiri mereka berdua, Myungsoo menahanku. Dia mengatakan bahwa apa yang di bicarakan mereka berdua sangatlah penting dan rahasia.

 

Aku hanya mengangguk mengerti, lagipula tidak ada pengaruhnya bagiku tentang peta itu.

 

“Suzy!”

 

Franky datang sambil tersenyum lebar, monyet terbang itu sangat senang karena bisa bertemu denganku. Tampaknya ia begitu khawatir, mungkin saja ia tengah mencemaskanku saat aku hanya pergi beberapa menit bersama Myungsoo dan Jiyeon.

 

“Aku tadi mengkhawatirkanmu! Apa kau tahu? Di luar sana begitu berbahaya!”

 

Aku hanya tersenyum simpul, “Aku tidak apa – apa, tak usah di khawatirkan”

 

Franky lega, kemudian monyet terbang itu menunjuk ke arah Myungsoo dengan tatapan sebal.

 

“Kau! Berani sekali kau mengajak Suzy keluar? Bagaimana jika dia di culik oleh pasukan The Jack Bills yang mungkin saja masih berkeliaran di luar sana?”

 

Monyet terbang itu terlihat emosi, Myungsoo hanya tertawa terbahak – bahak sembari menepuk pundak Franky tanda bahwa pemuda itu tengah menenangkannya. “Kami hanya mengajaknya berpatroli, Frank. Tak ada yang perlu di khawatirkan, Suzy tidak apa – apa”

 

Walaupun sudah di jelaskan beberapa kali, Franky masih emosi. Monyet terbang itu mengajukan beberapa pertanyaan dan Myungsoo menjawabnya dengan santai tetapi sedikit dengan kesan bercanda.

 

“Sudahlah jangan bertengkar!”

 

Aku melerai Myungsoo dan Franky, hanya gara – gara berpatroli mereka berdua sampai berdebat habis – habisan. “Atau jangan – jangan kau menyukai Suzy, ya!” Myungsoo meledek Franky sehingga monyet terbang itu melempar sepatu yang dia ambil dari rak sepatu ke kepala Myungsoo.

 

“Hei, sudahlah! Tolong bersikap lebih dewasa sedikit”

 

Untunglah suasana akhirnya tenang, meskipun dalam hatinya Franky begitu dongkol. Sementara Myungsoo hanya tertawa puas, dan aku hanya menggelengkan kepalaku ketika melihat tingkah mereka berdua.

 

Ada – ada saja, aku membatin.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Author P.O.V

 

Senja menyingsing, beberapa orang tengah sibuk mengantri di depan kamar mandi. Sebagiannya lagi, tengah bersiap untuk makan malam. Di sudut ruangan, tampak Minho sedang memainkan tongkat sihirnya. Jiyeon yang baru saja datang dari kamar mandi duduk di samping Minho, gadis itu menoleh ke arah Minho yang tengah berkomat – kamit membaca sebuah mantra.

 

“Kau sedang merapal mantra memanggil troll?”

 

Minho hanya berdecih, pemuda itu lalu segera pergi meninggalkan Jiyeon. “Dasar sombong!”

 

Tepat pada saat itu Suzy datang, gadis itu terlihat bingung ketika ia melihat wajah Jiyeon yang sudah masam. “Kau tahu si Minho itu… Benar – benar.” Gusar Jiyeon sambil berdiri, ia lalu menarik lengan Suzy dan mengajaknya untuk makan malam.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Suzy dan Jiyeon tengah kebingungan mencari tempat duduk yang kosong, hampir semua tempat duduk sudah di isi penuh oleh orang – orang. Akhirnya, mereka memutuskan untuk membawa makanan mereka ke dalam kamar. “Bagiku tempat ini terlihat seperti sekolah dan asrama dengan fasilitas yang super lengkap ketimbang sebuah markas” Suzy mengutarakan pendapatnya sambil melihat – lihat dinding markas yang di penuhi oleh lukisan – lukisan berkelas.

 

Jiyeon tersenyum kecil, “ini markas tercanggih dan terbesar yang pernah ada. Kau tahu? Markas ini bisa menampung sekitar satu juta orang karena begitu besarnya atau mungkin lebih daripada itu. Oh,ya, Suzy bagaimana jika kita berganti topik pembicaraan?” tanya Jiyeon sambil memencet tombol pada pintu.

 

“Tentu saja, memangnya apa yang ingin kau bicarakan?”

Mereka berdua masuk ke dalam kamar, pintu lalu tertutup dan terkunci secara otomatis. Jiyeon menaruh nampan berisi makanan di atas meja, setelah itu ia merogoh sesuatu di sakunya dan mengeluarkan sebuah bola kecil berwarna putih.

 

“Mengenai ini…”

 

Jiyeon menekan sebuah tombol kecil berwarna biru, perlahan – lahan bola kecil itu berubah bentuk menjadi sebuah bangun datar persegi yang begitu besar dan memperlihatkan sesosok gadis berjubah merah dengan pedang emasnya.

 

“Theodora, aku perintahkan kau untuk segera menangkap seorang gadis bernama Bae Suzy”

 

Gadis itu mendongak, menatap ke arah lawan bicaranya.

 

“Di mana aku bisa menemukan letak keberadaan gadis itu? Apakah kau bisa menyebutkan ciri – cirinya sehingga aku bisa menangkapnya?”

 

Nampak lawan bicaranya itu menggertak hebat, sebuah tangan besi lalu mencengkram kerah baju sang gadis sehingga tampaklah seluruh wajahnya, “itu tugas dan urusanmu. Kerjakan sesuai yang aku perintahkan dengan baik, jika tidak kau harus mempersiapkan diri melihat orang yang kau cintai berada di dalam panasnya bara api”

 

“S-siap, Yang Mulia. S-saya berjanji akan melaksanakannya dengan baik”

 

“Kalau begitu pergi dari sini dan jangan kembali sebelum kau menangkap dan membawa gadis itu ke sini dalam keadaan sehat!”

 

Bangun datar persegi itu kini kembali lagi menjadi sebuah bola. Jiyeon kemudian menyimpan bola tersebut di dalam sakunya, gadis itu lalu menatap manik almond Suzy dalam – dalam, tersirat rasa kekhawatiran di wajahnya. “Kau ada dalam bahaya, Suzy. Mereka…The Jack Bills sedang mencarimu dan jika mereka berhasil menangkapmu, mereka akan menjadikanmu sebagai bahan percobaan mereka”

 

Jantung Suzy nyaris copot, tulangnya seperti di ambil satu per satu ketika telinganya mendengar ucapan Jiyeon. Sungguhlah mengerikan jika dirinya di jadikan bahan percobaan dan itu berarti dia akan menghilang dari kehidupan. “Ba-bahan percobaan? Apa maksudmu?” Suzy pura – pura tidak mengerti, ia sudah menduga bahwa percobaan itu mungkin sesuatu yang gila dan berbahaya.

 

“Mengambil DNA serta organ tubuhmu dengan menyatukannya dengan DNA juga organ tubuh makhluk lain, jika percobaan itu berhasil, maka para The Jack Bills telah sukses menciptakan sebuah monster dengan kekuatan super yang cukup membuat seluruh Glowing Land rata dengan tanah. Aku tidak ingin hal mengerikan seperti itu terjadi padamu. Kau ingat dengan Azog? Makhluk menyeramkan yang hampir membunuhmu itu”

 

Suzy mengangguk, gadis itu masih mengingatnya dengan jelas. “Dia adalah Theodora yang sedang menyamar. Oh, ya, besok hari kita akan melanjutkan perjalanan ke Greenville. Kau tidak boleh terpisah, banyak sekali pasukan The Jack Bills menyamar yang sedang berkeliaran” tukas Jiyeon sebelum duduk di atas kursi dan menyantap makan malamnya.

 

Apakah benar aku dalam bahaya? –batin Suzy sambil melahap ramennya yang masih hangat.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Fajar menyingsing, beberapa orang tengah keluar dari markas sambil membawa barang bawaannya. Salah satu di antara orang itu ialah Minho, pemuda itu keluar masuk pesawat sambil memasukan barang bawaannya yang terbilang cukup banyak. “Apa isi tas ini?” Franky mengeluh ketika monyet bersayap itu membawa tas hitam Minho yang sangat berat, sampai – sampai membuat Franky tidak bisa terbang.

 

“Beberapa ramuan untuk kekebalan” jawab Minho singkat seraya mengambis tas hitamnya dari Franky.

 

“Kaukan punya tongkat sihir, untuk apa membawa ramuan? Memperbanyak muatan saja!” Myungsoo menyindir sambil menggiring Egascar masuk ke dalam pesawat melewati pintu khusus.

 

Minho tidak bergeming, pemuda itu hanya menatap sinis Myungsoo. Franky hanya menggelengkan kepala menyaksikan ke duanya, tiada hari tanpa bertengkar. Sedangkan Egascar tidak peduli dengan pertengkaran Minho dan Myungsoo.

 

Beberapa saat kemudian, semua barang – barang sudah di angkut ke dalam pesawat. Myungsoo mulai memanggil satu per satu orang yang ikut pergi ke Greenville untuk segera masuk ke dalam. Suzy dan Jiyeon datang sambil berlari dengan tergopoh – gopoh, mereka berdua langsung masuk ke dalam pesawat tanpa menyadari kalau mereka hampir saja membuat Myungsoo terjatuh.

 

Setelah semuanya sudah ada di dalam pesawat, Jack selaku pilot mulai menerbangkan pesawat. Suzy sedari tadi hanya diam ketika pesawat mulai meninggalkan markas dan bergerak menuju arah selatan. Ia duduk termenung sambil menatap ke arah jendela, raut wajahnya terlihat gelisah semenjak ia mengetahui bahwa nyawanya terancam dalam bahaya. Myungsoo juga sedari tadi tak berhenti memperhatikan gadis itu, pemuda itu mulai mengetahui bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Meskipun ia mempunyai kekuatan untuk membaca pikiran, kali ini kekuatannya seakan – akan tidak mempan untuk membaca pikiran Suzy. Terlebih, pikiran – pikiran Suzy mulai sukar untuk di tembus.

 

“Apa yang membuatmu cemas?”

 

Myungsoo mulai memberanikan diri untuk bertanya, Suzy menoleh. “Ke-kenapa kau bertanya? Bukankah kau bisa membaca pikiranku?” Gadis itu malah balas bertanya.

 

Pemuda itu seketika bingung ingin menjawab apa, haruskah ia mengatakan yang sejujurnya bahwa pikiran Suzy mulai susah di tembus atau kekuatannya yang mulai melemah?

 

Myungsoo terpaksa menggeleng, ia harus mengakui bahwa dia benar – benar tidak tahu apapun yang ada di pikiran Suzy. Tunggu, Myungsoo mulai menyadari sesuatu. Apakah ini ada hubungannya dengan The Jack Bills? Jika memang benar, pantaslah aku susah membaca pikirannya.

Suzy tiba – tiba terkejut, ia merasa Myungsoo seperti mengatakan sesuatu. Tetapi yang ia lihat hanyalah seorang Myungsoo yang duduk diam sambil merenungi suatu hal. Bibirnya pun tidak bergerak sedikit pun, apa hanya perasaannya sajakah?

 

Aku lapar, tetapi tidak di perbolehkan makan. Cih, apa – apaan ini!

 

Gadis itu lebih terkejut lagi ketika mendengar Tn. Knuck menggerutu, setelah ia perhatikan, Tn. Knuck hanya diam sambil membaca koran. Dia juga melihat, semuanya terlihat biasa – biasa saja.

 

Sialan, bahan bakarnya hampir habis!

 

Terdengar suara Jack, tetapi keadaan tetap biasa saja. Suzy baru menyadari, bahwa ia baru saja mendapatkan sebuah kekuatan membaca pikiran orang lain. Jika memang benar, berarti… Ini tidak begitu bagus.

 

“Perhatian, kita akan mendarat di Lornette! Bahan bakar sudah hampir habis, jadi saat mendarat segera turun dan cari penginapan. Kami berempat akan mencari bahan bakar yang baru” Minho mengimbau sambil berusaha mengendalikan pesawat, Greg si kurcaci dan Kim si musang membantu Minho dan Jack.

 

Tidak berselang lama, pesawat mendarat dalam keadaan darurat. Terjadi sedikit turbelensi pada saat pesawat berada di atas tiga puluh meter dari tanah, sebelum akhirnya pesawat berhenti dengan sempurna tepat di atas tanah.

 

“Aku lapar… Ada yang membawa cemilan?”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Suzy P.O.V

 

Lornette terlihat begitu ramai. Kedai – kedai berjejeran di sepanjang jalan, dan juga banyak pengguna jalan yang berlalu lalang. Mataku tiba – tiba tertarik kepada sebuah toko roti di samping toko parfurm. Apalagi saat aku membaca plat di pintu masuk.

 

Kring!

 

Seekor kelinci betina berkacamata tersenyum ramah menyambut kedatanganku, ia lalu menawarkan menu baru dengan harga gratis. “Cobalah peppermello croissant milik kami, ini gratis” Kelinci itu menyodorkan sebuah piring berisi tiga peppermello croissant dengan tiga warna yang berbeda. Masing – masing berwarna biru pastel, ungu muda, dan hijau tosca.

 

Suzy mengambil peppermello croissant tersebut, tercium aroma buttercup. “Aku belum pernah melihatmu, apakah kau orang baru di sini?” tanya si kelinci ketika Suzy mengunyah croissant itu.

“Aku bukan berasal dari Glowing Land. Asalku dari planet Bumi”

 

Kelinci itu mengangguk paham, “pasti ada alasan mengapa kau di kirim untuk ke sini. Tetapi saat pertama kali melihatmu membuka pintu, firasatku mengatakan wajahmu mirip sekali dengan wajah seorang putri di kitab rahasia”

 

Aku mengernyit serta bingung dengan ucapan si kelinci. Terlebih lagi, kelinci itu membawakanku sebuah kitab tua berukuran lebih besar dari kelinci itu.

 

“Nah ini dia…”

 

Seorang gadis dari planet Bumi akan datang dan ikut serta menyelamatkan Glowing Land.

 

Dia akan menerjang habis pasukan The Jack Bills,

 

Dia akan memenggal kepala seekor naga yang menjadi kebanggaan mereka,

 

Dan dia akan membuat salah satu ksatria The Jack Bills bertekuk lutut terhadapnya,

 

Serta ia akan membinasakan semua pasukan The Jack Bills,

 

Juga membebaskan para rakyat Glowing Land yang menjadi tahanan The Jack Bills

 

 

“Mungkin itu bukan aku, mungkin kau salah paham”

 

Kelinci itu menggeleng, “lihat sketsa gambar ini? Mirip sekali dengan wajahmu”

 

Aku terkekeh pelan, lalu mengambil sebuah peppermello croissant lagi. “Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, bahkan dua orang yang tidak mempunyai ikatan darah pun bisa saja memiliki kemiripan” ucapku sambil tersenyum. “Terserah apa katamu, omong – omong ambil liontin ini”

 

Sebuah liontin perak dengan bandul berlian berwarna ungu kini telah berada di telapak tanganku,

 

“Omong – omong namaku Liora”

 

Aku kemudian memasangkan liontin tersebut di leherku,belum sempat aku mengucapkan terimakasih, Liora dan kedai rotinya langsung menghilang bagai tertiup angin.

 

Aku meraba leherku dan liontin masih tergantung. Kejadian ini menimbulkan tanda tanya, aku bahkan tidak tahu apa yang sedang terjadi. Semua penuh dengan kebingungan dan tanda tanya, bagaikan sebuah teka – teki yang sulit di pecahkan, bahkan bagi orang jenius sekalipun. Albert Einstein mungkin tidak akan bisa memecahkan misteri dari kejadian tadi atau apakah mungkin, Liora itu ialah seorang penyihir yang menyamar menjadi kelinci? Apakah liontin ini ajaib? Atau mungkin Liora salah satu pasukan The Jack Bills? Jangan – jangan Liora itu ialah Theodora? Kepalaku pusing memikirkan jawaban dari pertanyaan yang perlahan – lahan masuk.

 

“Suzy, sedang apa kau di sini?”

Myungsoo mengagetkanku, aku menoleh menatapnya. Tiba – tiba saja, jantungku berdegup kencang saat melihat wajah Myungsoo yang dipenuhi oleh peluh dan keringat, entah mengapa ia terlihat begitu tampan pada saat seperti ini. Apalagi aku baru menyadari bahwa Myungsoo penuh dengan karisma.

 

“Halo, adakah orang di sini?”

 

Myungsoo menggoyangkan telapak tangannya di depan wajahku, pikiranku langsung berjalan lancar. Aku menggelengkan kepalaku, berusaha untuk melupakan apa yang aku pikirkan tadi tentang Myungsoo. Bisa – bisa aku malu setengah mati saat ia tahu apa yang aku pikirkan.

 

“Aneh, aku tidak bisa membaca pikiranmu”

 

Aku bernafas lega, mungkin untuk sementara aku aman. Jangan sampai dia tahu kalau aku mengatakan bahwa dia memiliki wajah yang sangat tampan. Baiklah, tidak ada kata ‘romansa’ di sini. Lagipula, aku asalnya hanya seorang gadis berumur delapan tahun. Tidak boleh berpacaran.

 

“Myung, di mana yang lain?”

 

Baru beberapa milidetik aku bertanya, terlihat Jiyeon, Tn. Knuck, dan Franky melambaikan tangannya dari depan restoran. Terlihat Egascar sedang asyik bermain dengan beberapa kupu – kupu yang hinggap di atas kepalanya. Aku dan Myungsoo lalu menghampiri mereka. Terlihat berbagai macam makanan ada di meja makan, membuatku jadi ingin ikut makan.

 

“Halo Suzy”

 

Dua buah suara yang berbeda memanggil namaku. Saat aku mendongak, betapa terkejut dan gembiranya aku ketika bisa bertemu kembali dengan dua teman baruku, Rohitto dan Serry.

 

“Kalian darimana saja?”

 

Serry naik di atas telapak tanganku, aku tersenyum sambil mengelus tubuh Serry yang mudah retak. Tidak lupa aku juga bertos dengan Rohitto, si robot yang mengemudi helikopter kerajaan.

 

“Ceritanya begitu panjang! Omong – omong kalian akan pergi ke Greenville bukan?”

 

Aku mengangguk, “tentu! Bagaimana kalian bisa tahu?”

 

Serry tersenyum ia berjalan di atas lenganku kemudian naik ke bahu dan berbisik di telingaku, “aku dan Rohitto mengikuti kalian. Karena ada sesuatu yang ingin aku katakan dan ini mengenai para Guardian”

 

“Guardian? Apa maksudmu?”

 

“Guardian itu… Hei! Itu liontin Simone, bagaimana kau bisa mendapatkannya?”

 

Semua pelanggan restoran yang tadinya sibuk dengan urusan masing – masing tiba – tiba saja berbalik menatap liontin yang tengah aku pakai. Tiba – tiba, salah seorang pengemis tua mendekatiku dengan langkah tertatih – tatih. “Ternyata benar! Ramalan yang ada di kitab itu memang benar!”

 

Franky terbang menghampiriku, ia memegang liontinku sekilas, terlihat seraut sedih di wajahnya.

 

Andai saja Simone tahu bahwa ia satu – satunya Guardian yang memiliki liontin milik Naga Timur, pastilah ia akan menjadi salah satu Guardian yang paling disegani. Sayangnya ia pergi menghilang dan membuang liontin ini karena ia pikir…

 

“Adakah seseorang yang tahu mengenai Naga Timur?”

 

Franky terlihat sedikit terkejut ketika aku menyebutkan ‘Naga Timur’, seolah – olah ia juga terkejut ketika aku bisa membaca pikirannya.

 

“Tentang Naga Timur…”

 

Seorang pemuda bertopi bersandar di dinding sambil melipat ke dua tangannya, ia lalu mendongak sambil menatapku. “Ia adalah naga terganas yang pernah ada dan juga paling mematikan. Menatap mata atau menatap salah satu bagian tubuhnya bahkan (maaf) kotorannya pun kau akan mati, bahkan dalam sekali lihat”

 

Ia lalu berjalan mendekat ke arahku, “liontin itu bernilai sama dengan jutaan peti kayu berisi ribuan keping emas dan juga memiliki sebuah kekuatan tertentu. Hanya seseorang yang memiliki tiga hal ini yang bisa menggunakan kekuatan tersebut”

 

Aku tetap setia mendengarkan pemuda tersebut, barangkali apa yang ia ucapkan memberikan aku petunjuk. “Kau tahu? Berlian ungu ini bisa menyala jika ada sesuatu yang berbahaya ada di sekitarmu. Entah itu makanan, minuman, benda, atau apapun. Bahkan angin sekalipun”

 

Aku menatap berlian ungu tersebut, aku bisa melihat bayanganku dalam berlian itu. Hanya saja, di dalam berlian itu aku memakai gaun yang sangat indah dan cantik, serta tiara berhiaskan permata. Membuatku menjadi penasaran mengenai liontin ini dan juga Naga Timur itu.

 

-To Be Continued-

 

Bonus: Visualisasi dari Franky dan Serry

oz-the-great-and-powerful-finley-and-china-doll


 

Cupid’s note: 

  • Hello, all! Aku sudah kembali dengan membawakan chapter 1B dari fanfiksi ini~
  • Sesuai dengan judulnya, dichapter ini kalian akan dibuat bingung juga :v
  • Mengenai ‘Guardian’ dan juga ‘The Jack Bills’ akan diungkapkan pada chapter dua, so stay tuned!
  • Seperti biasa, tinggalkan like dan komentar yap~ Kalau ada yg mau kasih kritik atau saran silahkan kirim ke kolom komentar pakai bahasa yang sopan.

 

NOTE:

 

Peppermello Croissant: Roti croissant yang dicampur dengan buah peppermello, buah yang bisa berubah warna sesuai dengan keinginan kita. Rasa buah peppermello seperti rasa es krim vanilla dan juga ada yang seperti rasa marshmallow. Buah peppermello juga bisa memberikan sensasi rasa pedas jika kita mencampurkannya dengan air garam.

(sayangnya peppermello croissant cuman ada di fiksi ya, jangan harap kalau buahnya ada di dunia nyata :v )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

13 responses to “[CHAPTERED] 4 Worlds – 1B

  1. Aku suka banget sma critanya .. trimaksih sudah mmbuat ff yg bgus in ..

    Klo boleh comment sedikit tulisan yg wrna biru itu gnti wrna lain min . Soalnya warnanya terlalu cerah aku hampir ga bsa lihat sma bca tulisannya. skit mta ku wktu bca tulisan itu .. .. mksih min

  2. Aku suka banget sma critanya .. trimaksih sudah mmbuat ff yg bgus in ..

    Klo boleh comment sedikit tulisan yg wrna biru itu gnti wrna lain min . Soalnya warnanya terlalu cerah aku hampir ga bsa lihat sma bca tulisannya. skit mta ku wktu bca tulisan itu .. .. mksih min 😊😊

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s