[Ficlet] Take

take

Miss Of Beat R

Suzy • Sehun • Kris

Romance | Hurt

PG-17

TAKE 1: Feel like dying

Every time I see you, I die a little more

Secret Love Song by Little Mix ft. Jason Deluro

Apa yang paling menyakitkan ketimbang melihat orang yang kau cintai menautkan jemarinya erat dengan sepasang jemari yang bukan milikmu melainkan orang lain.

Aku tidak pernah semenyedihkan ini sebelumnya, tapi pria itu berhasil membuatku bersikap demikian. Ia menarik senyuman terbaiknya malam ini dan memamerkan ‘gadisnya’ dihadapan orang-orang yang menurutnya penting untuk karirnya.

Ia tidak segan-segan mempertahankan ambisinya untuk tetap bersinar di industri musik yang membesarkan namanya hingga saat ini. Tidak peduli jika itu harus mengorbankan perasaannya selama kakinya masih tegak melangkah di hallyu.

Manik arangnya tidak sengaja menangkap presensiku yang berada beberapa meter darinya, ia pun mengulas senyum dalam beberapa milisekon dan kembali pada kepada para undangan—pembukaan brand ternama asal Perancis di mall terbaik Beijing—malam ini.

Percaya atau tidak, setiap melihatnya dari kejauhan dengan senyuman yang begitu memikat tidaklah membuatku tersentuh tapi justru  membunuhku perlahan.

Sorry I’m late, Suez,”

Aku segera menoleh, ketika seseorang yang tak asing berbisik kepadaku, dan melingkarkan tanganya pada pinggangku secara tiba-tiba. Sikap protektif yang selalu menjadi kebiasaannya.

It’s fine, Kris. The party haven’t begin yet,

Dan tepat saat itu, dapat kullihat manik arang itu menajam, rahangnya tampak mengeras ketika melihat kedekatan diriku dengan Kris.

Entah mengapa ada euphoria tersendiri ketika melihat pria yang mengubahku atau perasaanku—lebih tepatnya—dalam  4 bulan terakhir merasa tidak nyaman dengan kehadiran Kris.

Pria itu—Oh Sehun pasti tidak menyukai hal ini.

***

TAKE 2: Hesitate

When you’re with him, do you call his name

Like you do when you’re with me? Does it feel the same?

Secret Love Song by Little Mix ft Jason Derulo

Aku bukanlah putra raja yang berkuasa atas sebuah negara, juga bukan seorang yang jenius sehingga mampu mendapatkan jutaan dollar hanya dari sebuah penelitian. Begitu banyak kelemahan, sehingga keinginan untuk memiliki dunia dalam genggaman-ku seolah hanya mimpi yang bahkan tak pantas disebut indah.

Hingga suatu hari, seorang yang ku kenal berkata bahwa menjadi seorang idola adalah jalan terbaik untuk meraih segala yang diinginkan.  Aku mempercayai nya, bahkan mampu membuktikan bahwa ucapannya benar sampai ketika aku menemukan pantulan diriku melalui manik almond itu.

Gadis itu berada jauh dari tempatku yang katanya mampu mendapatkan apapun, membuatku justru tertarik untuk mendapatkannya. Ketertarikanku yang awalnya sederhana tumbuh semakin besar. Yaitu ketika dirinya yang notabennya telah memilki ikatan pertunangan dengan salah satu Konglomerat di China itu juga menginginkanku sebanyak ku menginginkannya. Membuat ambisiku yang telah terkubur dalam-dalam kembali muncul ke permukaan.

Tapi selalu ada keraguan dalam pernyataannya di benakku. Tepat ketika atensinya hanya tertuju pada tunangannya itu. Manik almond itu menunjukkan hal yang tidak bisa kuterima seperti  saat ini.

Suzy, apakah ketika dengannya kau merasa bahagia seperti bersamaku? Jika memang seperti itu untuk apa hubungan ini?

***

TAKE 3: Blind

Can I ask you something, Suez?”

Jika seorang Kris Wu di hadapkan oleh sebuah pertanyaan, apa yang masih Kris kejar dalam hidupnya mengingat semua pencapaian telah ia dapatkan di usia terbilang cukup muda untuk mendapatkan semuanya; maka jawaban absolutnya adalah Bae Suzy.

Gadis yang memilki ikatan pertunangan dengannya itu nyatanya tak bisa ia miliki sepenuhnya dan Kris tahu itu. Ia sangat tahu melebihi siapapun yang mengenal Bae Suzy bahkan melebihi gadis itu sendiri. Gadis yang saat ini sedang membereskan sisa makan  malam mereka di apartemen Kris. Mereka sengaja pulang lebih awal di acara pembukaan brand di department store miliknya karena Kris hanya ingin menghabiskan waktu berdua dengan Suzy.

Love is blind.

Dulu, Kris tertawa saat mendengar pepatah itu namun saat ini ia sendiri yang memutuskan untuk membutakan matanya, menulikan telinga rapat-rapat ketika sekertaris sekaligus sahabatnya—Zhang Yixing melaporkan seluruh kegiatan Suzy selama tidak berada di jangkauannya. Fakta bahwa gadis itu memiliki seseorang yang mungkin menempati ruang yang tidak bisa Kris isi sebagai penghuninya.

Kris memang tidak bisa memiliki Suzy seutuhnya, tapi paling tidak waktunya bersama Suzy adalah yang terpenting.

*

Seketika Suzy yang larut dalam kegiatan mencuci piringnya merasa bahunya menjadi terasa berat ketika seseorang bertopang padanya. ia juga bisa merasakan sebuah hembusan napas yang begitu rendah tepat di tengkuknya serta kedua tangan yang begitu kokoh melingkari pinggangnya. Kris selalu seperti itu ketika menginginkan sesuatu.

Don’t you remember what’s today?” Tanya Kris dengan aksen Kanada yang masih kental.

Suzy melirik kepada  jam dinding yang berada di sisi kirinya lalu memutar badannya melihat Kris dengan jelas menunggu jawabannya. “It’s 9.40pam. So today is still sunday, right?” jawab Suzy sambil memainkan kerah kemeja Kris.

And then?”

Happy birthday, Duizhang.”

Tepat setelah mengucapkannya, Suzy segera menyamakan tingginya dengan Kris lalu mengecup sudut bibir pria itu untuk waktu yang singkat. “Hope you get the best thing in the rest of your life, Kris.” Sesederhana itu Suzy mengucapkannya setiap tahun. Tidak ada kejutan atau bahkan kado spesial yang disiapkan  tapi  Kris tidak pernah keberatan soal itu.

Kris pun hanya tersenyum mendengarnya, namun tak lama kemudian ia kembali meraih pinggang Suzy hingga memapas jarak, menatapnya lekat-lekat sebelum akhirnya mempertemukan kedua bibir mereka dalam sebuah pagutan.

He kisses her passionately yet gently.

She responses him softly yet deeply.

Pagutan itu berlangsung cukup lama hingga Suzy yang memutuskan untuk mengakhirinya meski Kris enggan melepasnya.

Can I ask you something, Suez?”

Sure, anything for birthday boy today,”

Sebuah senyuman terpatri di setiap sudut bibir Kris dan ia kembali mengunci ruang gerak Suzy. “Would you stay for tonight, and sleep with me, Suez?”

Dan untuk pertama kalinya, Kris memintanya. Meminta sesuatu yang mungkin tidak pernah ada dalam bayangan Suzy sebelumnya.

END

Buat yg sudah baca Take ini di blog saya dan menunggu kelanjutannya maaf tapi cerita ini berakhir di Take 3. Sorry, but the story officially end like this

See ya

and

Keep bust a move

2 responses to “[Ficlet] Take

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s