1st Mythology – Protopóros (πρωτοπόρος) Chapter 3

myth3-copy

 

Masuk dengan kedua tangan memegang baskom bening berisi air yang didalamnya juga terdapat handuk kecil berwarna putih, menendang pelan pintu kamar terbuka Sehun dengan sebelah kakinya agar kembali tertutup—Hyun Bin mendekat pada pria yang masih terbaring antara lemah dan kaku sebagaimana beberapa bulan lalu diatas ranjang itu.

Kedua mata Sehun terpejam, tidur dengan pulas seolah tidak ada hal buruk yang terjadi.  Melempar pandangannya pada Hipnos juga Morfeus yang masih berada disisi Sehun sebagaimana perintah Jaejoong untuk membuat pria yang sudah dianggapnya adik itu agar tetap terlelap, tidak perlu perintah lisan dari Hyun Bin untuk mereka segera pergi dan meninggalkan Sehun berdua dengannya sebagaimana biasa ketika dirinya datang.

Maka dengan perginya Hipnos dari sisi Sehun, pria yang sengaja dibuat tidur agar tidak merasakan sakit selama penolakannya akan Soo Ji masih terjadi itu, terbangun dengan perih dan sakit seketika itu juga.

“Jika dilihat dari cara bangunmu, kau masih menolak Soo Ji.  Benar begitu, Sehun-ah?”  Hyun Bin duduk di atas ranjang yang Sehun tiduri, tepat disisi tubuh kaku pria yang wajahnya sudah kembali memerah sebab sakit yang tidak kunjung reda ia rasakan.

 

Meletakkan baskom bening tadi pada pangkuannya, Hyun Bin mulai mengelap perlahan tubuh kaku Sehun yang dimulai dari tangan kurusnya.  Mengerang tanpa bisa berkata apapun, Sehun merapatkan matanya perih saat handuk ditangan Hyun Bin mulai menyentuh kulitnya.

“Jika begitu sakit.  Harusnya kau menerima Soo Ji.”  Sentuhan jemari Hyun Bin pada sudut mata Sehun hanya untuk menghapus tetes air mata pria itu, bagai aliran listrik tegangan tinggi hingga mata yang tadinya terpejam langsung terbuka dengan pelototan sakit—begitu menyiksa.  “Sepelan dan selembut apapun sentuhan yang kau terima, kau akan kesakitan.  Bukan begitu, Sehun-ah?”

Maka harusnya kau tidak menyentuhku.  Sehun berucap dalam hati.  Menggerakkan matanya untuk melihat Hyun Bin yang justru tersenyum dan bukannya prihatin atas ia, Sehun mengumpat dalam hati.  “Apa kau tahu bagaimana awal terciptanya manusia, Sehun-ah?”

Sehun tidak peduli.  Sungguh.  Dirinya ingin berucap macam itu dan mengusir Hyun Bin tapi hanya untuk mengeluarkan satu kata saja, rasanya sudah sangat menyiksa.  Sementara Sehun tetap merasakan sakitnya yang bagai dikuliti menggunakan belati, Hyun Bin yang tahu bahwa akan berbicara sendiri seperti sebelum-sebelumnya—tetap melanjutkan apa yang ingin dikatakannya.

“Manusia adalah makhluk terakhir yang diciptakan oleh Dewa sebagai penghuni bumi.”  Kisah Hyun Bin sembari melanjutkan kegiatannya membersihkan tubuh Sehun.  “Saat itu, Zeus baru saja akan memulai pekerjaannya menciptakan makhluk hidup di bumi ketika saudara-saudaranya di Olympus bertengkar dan dia harus kembali ke Olympus untuk menengahi pertengkaran itu sementara pekerjaan menciptakan makhluk hidup ia serahkan pada 2 Titan yaitu Prometheus dan Epimetheus.  Prometheus yang dapat melihat masa depan, adalah pengrajin dengan imajinasi tinggi dan salah seorang pematung terbaik saat itu.  Sementara Epimetheus, dia ikut bekerja dalam pembuatan makhluk bumi karena dia selalu ingin membantu saudaranya, Prometheus.  Menggunakan tanah liat dan air untuk membentuk makhluk hidup sesuai dengan imajinasinya, Prometheus menghentikan pekerjaannya sementara untuk menemui ibumu.  Meminta pendapat dan saran Athena tentang tugas yang diberikan oleh Zeus, sebab makhluk yang ia ciptakan hanya terbuat dari tanah dan air tanpa adanya kehidupan.  Sementara Prometheus pergi, Epimetheus yang berada di bumi melanjutkan pekerjaannya tanpa menunggu Prometheus.”

Sehun membusungkan dadanya dengan nafas tersengal.  Cerita tentang asal mula manusia sudah terlalu sering dirinya dengar dan ia tidak mengerti kenapa Hyun Bin harus menceritakannya.  Dibanding itu, Sehun lebih ingin agar Hyun Bin segera keluar dari kamarnya karena ia tidak akan pernah mau untuk merubah keputusannya.  Menerima Soo Ji sama saja mati, dirinya sudah pernah mati sekali dan dirinya tidak mau lagi untuk itu.

Sayangnya, meskipun Sehun berkata macam itu dan Hyun Bin bisa mendengarnya—pria paling dewasa diantara 5 orang lainnya itu tidak peduli.  Dirinya tidak dewasa begitu saja, dan dirinya juga tidak menceritakan sebuah kisah secara  cuma-cuma, bukan?

“Epimetheus memberi berkah pada beberapa makhluk ciptaannya berupa bulu dan rambut agar mereka tidak kedinginan, beberapa lagi dengan gigi dan taring tajam serta kuat agar mereka bisa makan dan bertarung, beberapa lagi ia berkahi dengan racun, capit, hingga kekuatan dan kecepatan yang pada akhirnya semua makhluk ciptaannya memiliki ciri dan kelebihannya masing-masing.  Saat semua ide dan keinginan Epimetheus akan makhluk hidup telah ia tuangkan semua pada makhluk bernama hewan, barulah saat itu ia sadar bahwa ada satu makhluk tersisa yang belum disentuhnya sama sekali.  Makhluk itu adalah manusia, makhluk tanpa satu keistimewaan apapun sebab semua berkah telah Epimetheus berikan pada hewan.  Beruntungnya, Prometheus datang.  Ia baru saja kembali dari tempat ibumu dan tentu saja dia sangat terkejut dengan semua makhluk yang saudaranya ciptakan tanpa menyisakan satu hal istimewa apapun pada manusia.  Tercipta sebagai makhluk yang lemah dan sulit untuk bertahan hidup sebab semua kelebihan telah Epimetheus berikan pada hewan, Prometheus mengambil alih pekerjaan Epimetheus atas manusia.  Hal pertama yang Prometheus lakukan adalah membuat manusia dapat berdiri dengan dua kakinya seperti para Dewa dan Dewi Olympus.  Menempatkan kepala manusia pada bagian paling atas agar mereka memiliki kemampuan untuk berpikir, kemudian Prometheus melanjutkan pekerjaannya dengan mendatangi Elysium dan menyalakan obor dengan api yang berasal dari matahari untuk ia gunakan menerangi kekuatan berpikir manusia hingga para manusia bisa berbicara dan berpikir, keistimewaan dan perbedaan mencolok yang tidak dimiliki hewan.  Meskipun begitu, karena fisik manusia yang masih lebih lemah dibanding makhluk lainnya di bumi, maka Prometheus memutuskan untuk meninggalkan Olympus dan tinggal di bumi bersama manusia untuk mengajari mereka tentang bagaimana cara untuk bertahan hidup, bagaimana cara membangun rumah, membaca, menulis, mengalahkan hewan, berburu, menyebrangi lautan, menyembuhkan sakit, hingga melihat pertanda buruk dari alam ataupun hewan atas bencana alam.  Demeter, Dewi Pertanian memutuskan untuk membantu Prometheus.  Ibu dari Yoo Jung itu mengajari manusia tentang pertanian, tumbuhan yang bisa dimanfaatkan untuk kebaikan, tumbuh-tumbuhan berbahaya yang harus dihindari, dan tentu tumbuhan yang bisa dimakan atau tidak.  Atas semua berkah yang didapat manusia itu, beberapa Dewa terutama Zeus mulai khawatir sebab manusia telah menjadi makhluk yang terlalu kuat.  Apalagi saat Prometheus berhasil mencuri api dan memberikannya pada manusia untuk semakin mempermudah hidup mereka dan secara tidak langsung, membuat manusia lebih kuat.  Zeus yang makin khawatir dan marah, menciptakan Pandora—wanita pertama yang tinggal di bumi sekaligus pembawa segala malapetaka sebab melepaskan kesedihan, amarah, penyakit, ketakutan, nafsu, dan segala hal buruk lainnya pada manusia di bumi.  Meskipun begitu, meskipun manusia sudah mengalami hal-hal buruk, Zeus belum berhenti.  Menyadari salah satu kelemahan terbesar manusia yang saat itu hanyalah lelaki adalah lawan jenisnya, seperti Epimetheus yang berhasil masuk dalam perangkap Zeus sebab Pandora, maka manusia yang awalnya memiliki 4 mata, 2 hidung, 2 bibir, 4 telinga, 4 tangan, dan 4 kaki, Zeus pisahkan menjadi 2 bagian dimana dua bagian itu saling memiliki kelebihan atas kekurangan dari bagian lainnya.  Membuat mereka terpisah, mempersulit bertemunya mereka untuk kembali bersatu, bahkan membuat mereka tidak pernah bersatu hingga akhir adalah pekerjaan yang terus dilakukan hingga saat ini.  Kau tahu kenapa Zeus melakukan itu?  Memisahkan manusia dengan bagiannya yang lain, bagian yang disebut belahan jiwa?  Karena Zeus takut.  Zeus takut pada kekuatan manusia yang utuh.  Zeus takut pada manusia yang berhasil kembali pada belahan jiwanya karena jika itu terjadi, tidak ada yang bisa mengalahkan mereka.”

Tersenyum kecut, Hyun Bin memindahkan baskom dari pangkuannya ke laci samping ranjang Sehun ketika sentuhan terakhirnya pada sekitar wajah Sehun sudah dirasa selesai.

Mengusap pelan rambut Sehun tanpa benar-benar menyentuhnya, mendekatkan dirinya pada Sehun hingga hidung mereka hampir bersentuhan, menatap baik-baik mata memerah dan berkaca-kaca Sehun, Hyun Bin kembali membuka mulutnya.

“Zeus hanya membagi dirimu menjadi 2 bagian sekali, artinya sejak dulu hingga sekarang, sejak kau lahir, belahan jiwamu juga hanya ada satu.  Kau bertemu dan langsung mengenalinya, itu adalah berkahmu.  Setidaknya kau tahu dan langsung mengenali dirimu yang lain hingga tidak akan salah mengenali wanita lain sebagai belahan jiwamu.”

“Tap—pi—.”

“Ingatlah tentang kebaikan dan segala berkah yang Prometheus berikan pada manusia tanpa peduli pada hukuman yang Zeus berikan setelahnya.”  Hyun Bin memotong.  Tidak peduli pada bagaimana sulit dan sakitnya Sehun untuk membuka mulut dan berbicara, Hyun Bin tidak biarkan pria itu menyanggah.  “Ingatlah bahwa kau manusia dan kau memiliki kecerdasan yang tidak makhluk lainnya miliki.  Ingatlah bahwa kau manusia dan kau pasti memiliki satu takdir dengan lawan jenismu dan itu tidak lain adalah dirimu sendiri.  Jika kau menolaknya, menghindarinya, membencinya, menyakitinya, meninggalkannya, atau bahkan melakukan hal buruk padanya, semua itu akan kembali pada dirimu sendiri karena dia adalah dirimu yang dipisahkan.  Kau akan semakin terluka dengan menolaknya, kau akan semakin kesakitan dengan menghindarinya, membuatmu tidak bisa hidup ataupun mati.  Itu adalah hukum termutlak belahan jiwa, Oh Sehun.  Kau melukainya, kau akan makin terluka.  Kau membencinya, justru kau yang akan makin menyedihkan.  Menolaknya sama saja menolak dirimu sendiri.”

“Kut—tu—.”

“Aku tahu.”  Hyun Bin kembali memotong kalimat Sehun.  Membenarkan duduknya hingga tubuh tegap itu lurus, kening berkerut Hyun Bin dengan pandangan kosongnya menjadi perhatian Sehun.  “Kita akan cari cara untuk melepaskanmu, Luhan, Krystal, dan Yoo Jung dari kutukan Zeus.  Tapi untuk saat ini, kau harus menerima Soo Ji sebagai belahan jiwamu agar tubuhmu tidak terus menerus kesakitan dan membuatmu menderita.  Untuk saat ini, kau harus menerimanya Sehun-ah.  Bagaimana nantinya, kita akan cari cara bersama-sama agar kau dan yang lainnya tidak sepertiku.  Gunakan kecerdasanmu, kau adalah putra Athena.  Menolaknya seperti saat ini, tidak akan selesaikan apapun.”

Sehun melempar pandangannya dari Hyun Bin tanpa bisa menoleh.  Penampakan lukisan Athena yang berada pada ranjangnya, juga seekor burung hantu-nya yang memperhatikannya dengan kedua mata bulat-nya… membuat pria itu ingin menangis.

 

 

 

***

“Bagaimana?”

Jaejoong yang sejak tadi berdiri di ujung anak tangga lantai pertama langsung menegangkan tubuhnya ketika langkah Hyun Bin mulai terdengar.  Tidak menunggu pria yang lebih tua darinya puluhan tahun itu untuk menapakkan kakinya pada lantai pertama rumah yang ditinggalinya, Jaejoong sudah langsung memberondongnya dengan pertanyaan yang sama seperti sebelum-sebelumnya.  “Sehun masih menolak?  Keadaannya makin buruk?  Apa yang harus kita lakukan setelah ini?  Athena bahkan tidak bisa melakukan apapun.  Sehun tidak akan mati dengan cara seperti ini, bukan?”

Hyun Bin menghela nafas panjang.  Melirik pria yang mulai mengekori langkahnya, baskom bening ditangannya ia letakkan pada meja kecil di samping anak tangga.  Duduk  pada sofa berwarna coklat lembut yang langsung berhadapan dengan jendela besar hingga apa yang ada di luar nampak, barulah pria itu membuka mulutnya.  “Kita harus gunakan cara lain.”

“Jadi Sehun masih menolak?”

“Dia anak Athena walau bagaimanapun, pemikirannya sangat matang.  Berkata bahwa menerima Soo Ji saat ini dan memikirkan kelanjutannya nanti, tidak akan berhasil.”

“Lalu?”  Jaejoong menatap Hyun Bin serius hingga kerut pada keningnya nampak.  “Apakah kita harus benar-benar membunuh Sehun?  Melepasnya dari sakit yang akan terus dia rasakan ini?”

“Jangan gila.”  Tolak Hyun Bin.

Menyandarkan tubuhnya pada punggung sofa dengan sebelah tangan memijit keningnya, kedua mata Hyun Bin terpejam erat memikirkan cara lain apa yang harus dilakukannya.

“Menerima Soo Ji artinya mati, tidak menerima Soo Ji juga artinya adalah mati.  Kenapa tidak kita akhiri saja penderitaannya sekarang?”

“Jaejoong-ah…”  Hyun Bin menolehkan kepalanya dengan pandangan lelah pada pria bermata keemasan di sampingnya.  “Mungkin kita harus bawa Soo Ji kemari, merawat Sehun.”

Jaejoong merengut.  “Apa?”

Menarik nafas dalam sembari memejamkan matanya, Hyun Bin menegaskan pemikirannya.  “Kita bawa Soo Ji kemari untuk merawat Sehun.  Mungkin dengan seringnya mereka bertemu, hati Sehun akan terbuka.”

“Kau pikir Soo Ji itu gadis macam apa?  Dia bukan gadis miskin yang membutuhkan uang hingga mau untuk merawat Sehun.”

Hyun Bin tersenyum tipis.  “Karena itu, lakukanlah sesuatu pada keluarganya.”

“Kau gila?”

“Demi adik kita, Oh Sehun.  Lakukanlah sesuatu.  Gunakan kelebihanmu.”  Hyun Bin membujuk, mengharap Jaejoong menyetujui usulnya dimana hal itu adalah satu-satunya hal baik untuk Sehun saat ini.

 

 

 

 

 

 

 

Nah…. aku muncul lagi.  Ada yang ingat?  Maaf karena terlalu lama gak nampak dan muncul2 malah pendek
Terserahlah. karena yang jelas aku mau nyapa kalian semua disini dan sumpah demi apa aku kangen kaliaaaaannnn…. Suzy semalam cantik banget pas di AAA… pengen tak cium peluk rasanya😀

Apa kabarnya kalian??😀😀 semoga gak seburuk yg disini🙂

Untuk 3 dari semua reader tercintaku disini,

Okta……. cintaku sayangku…. maaf poster yang kamu kirim ilang dan aku pake ini padahal kamu udah bikinin buat aku T.T (padahal mah sebenernya aku bisa ya kan minta kirimin lagi sekarang) #terlalubanyakalasan

Fatir…. makasih untuk selalu update tentang suzy dan kasih info itu buat aku, sabar jelasin ttg beberapa hal yg aku gak paham ttg suzy dll, dan makasih selalu temenin aku chat kapanpun (Buat okta juga🙂 )

Zara…. aku tau aku sering PHP kamu tentang ff dan maaf untuk itu -_- aku mah pengennya juga cepet tapi apalah daya eaakkk😀😀

Untuk kalian bertiga dan untuk kalian semua, aku bener2 kangen ada disini… semoga kedepannya kita semua bisa deket dan tambah deket dan aku post cepet+panjang2🙂

21 responses to “1st Mythology – Protopóros (πρωτοπόρος) Chapter 3

  1. Aku juga kangen banget sama karyamu thorrrrr
    Kemana aja selama ini huhuhu
    Btw bener banget suzy cantik banget udah kaya princess❤
    Suka banget sama penjelasannya tntng dewa2 itu serasa nyata, author jjang😀
    Dipart ini gak ada suzynya yaa huhu, yaudh deh siapa tau part selanjutnya malah ada moment hunzy kkkk~
    Next chapter ditunggu thor
    Fighting🙂

  2. Eonnie maafkan diriku yang baru nongol dan baca ff mu… padahal aq yang sering nanyain whakakak….yang pertama aq mau bilang seneng banget karena akhirnya lanjutan ff ini dipost dan sumpah ceritanya makin keren…ditunggu interkasi sehun dan suzy nantinya…
    dan sumpah ini fantasy nya tu kek real banget… dan mitos dewa2 yunani nya keren…
    iya eon sumpah suzy cantik banget…dan sama2 eon…makasih juga udah selalu tuker info soal kpop kekeke….
    p.s : ditunggu next chapnya …. #updatesoonplease

  3. Woaaaa… Long time no see authornim.
    Wahh aku kangen cerita ini, gimana nanti kalau suzy bner ngerawat sehun? Uhh
    Ditunggu kelanjutannya

  4. Waahhh akhirnya ff yg ditunggu2 sekian lama dipost juga,,, gk apa2 deh nunggu lama yg penting kangennya terbalaskn… moga2 kdepannya bisa cpet dipost … fighting authorr..

  5. ah authornim aku juga kangen sama authornim,dan sama ff nya juga tentu saja..
    udah lama banget author ga update,seneng nya sekarang update.
    semakin seru,semakin kece badai pokok nya,gimana ya nanti jadinya klo suzy ngerawat sehun..
    baiklah segitu aja kali ya..
    semangat untuk chapter selanjutnya dan jagalah kesehatan.

    ah iya aku di dua chapter sebelum nya aku koment dengan id iris (padahal author ga nanya) baiklah sekali lagi fighting..

  6. Asli yaaa ini kerennn abisss 👍 aku jadi gatau kudu komen gmana (?) Yang pasti aku salut sama ceritanya apalagi pas bagian ‘terciptanya manusia’ itu detail abiss dan aku bner2…… Duh yang pasti semangat trus yaa lanjutin ffnya^^ semangat!!!

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s