[Oneshoot] Should I Change For Him?

phiyun-should-i-change-for-him-1

|| Title: Should I Change For Him? || Author: Phiyun || Genre: Romance || Cast: Kim Myungsoo (Infinite) | Bae Suzy (Miss A) | Choi Minho (Shinee) | Krystal F(x) ||

Poster Credit: Laykim Design (Thank’s ^^)

*** Happy  Reading ***

 

~Summary~

Love Me Whatever I Am

~~~ooo~~~

Terlihat ada sesosok yeoja sedang berdiri menunduk di samping lemari pakaian. Ekspresi yeoja  tersebut pun terlihat sangat frustasi sambil kedua tangannya memegang kedua pipinya dengan terkejut.

Andwae… Maldo andwae!!! ” teriaknya histeris.

“Ti—tidak mungkin? Berat badanku naik 5 kg!!!” sambil menggeleng – geleng tak percaya.

“Pasti ini gara – gara kemarin malam aku makan terlalu banyak saat di acara peresmian pegawai baru. Baiklah mulai hari ini aku harus diet ketat, biar berat badanku ideal seperti saat kemarin, Bae Suzy Fighting!!!” Kata yeoja itu bersemangat sambil berdiri di depan cermin.

~~~ooo~~~

 

~ Seminggu Kemudian ~

Ada seorang yeoja sedang terduduk lemas dengan wajah yang pucat sedang menikmati bekal makanannya. Tiba – tiba bahu yeoja itu ditepuk oleh seseorang dari belakangnya.

Annyeong, Suzy-ssi? Kita makan siang bersama yuk dikantin?” kata yeoja itu dengan tersenyum riang.

“Aah.. kau, mianhae aku tidak bisa menemanimu.”

Waeyo? Lagian kitakan hampir seminggu tidak makan siang besama dikantin? Apakah kau begitu sibuk? Ataukah mungkin kau sudah tak mau makan siang bersama denganku?” tanya Krystal dengan wajah yang sedih.

A-ani…A-ni-ya, Krystal-ssi!!!”  balas Suzy sambil melambai – lambaikan sebelah tangannya dengan cepat sebagai isyarat kalau itu semua tidak benar.

“Lalu, kenapa kau tidak mau makan siang bersamaku lagi?” tanya Krytsal sambil mendekatkan wajahnya di depan Suzy.

Dan Suzy pun menjawab pertanyaan Krystal dengan suara yang pelan, seraya menundukan kepala.

“A-aku sedang diet…” kata Suzy dengan pipi merona merah.

Mwo? Mweorago?  Yah! untuk apa kau diet, Suzy-ah. Tubuhmu sudahlah ideal jadi kau tak usah takut dengan berat badanmu sekarang.”

“Tapi, Krystal-ah. Berat badanku naik 5 kg dan saat aku pulang dari acara pesta itu dan sampai sekarang aku baru turun 2 kg dengan hanya memakan sayuran dan buah – buahan saja.”

“Jadi sekarang kamu harus ikut aku.” ajak Krystal sambil menarik lengan Suzy untuk berdiri.

“Memangnya kita mau kemana, Krystal-ah?”

“Memangnya kemana lagi kita akan pergi? Kita pergi ke kantinlah, kajja.”

“Ta-tapi…” balas Suzy dengan wajah yang berat hati.

“Sudah, ikut saja denganku. Aku tidak mau temanku yang satu ini mati kelaparan di depanku. Aku traktir kau makan siang hari ini. ayo!!” sekarang dengan nada yang agak memaksa.

“Tapi, Krystal-ah…” kata Suzy dengan tetap enggan bangun dari  tempat duduknya.

“Kalau kau berkata tapi lagi kepadaku, maka aku tidak mau lagi berteman denganmu. apakah itu maumu?” ancam Krystal dengan wajah yang sinis terhadap sahabatnya, Bae Suzy.

“Baik… baiklah, ayo kita pergi ke kantin.” kemudian menutup bekal makanannya.

“Pilihan yang bagus, Suzy-Aah. Ayo kita ke kantin.” ucap Krystal sambil menggandeng lengan sahabatnya itu dengan tersenyum senang.

Ne…kajja.” Balas Suzy dengan pasrah.

~~~ooo~~~

 

Setibanya di sana ternyata di dalam kantin itu sudah penuh. Mungkin karena faktor saatnya jam istirahat kantor. Wajah Krystal nampak sedih namun sebaliknya dengan Suzy.

Krystal-ah, seperti kantinnya sudah penuh. Kalau begitu aku kembali lagi keruanganku ya.

“Tapi,Suzy-ah…”

“Sudah, besokkan masih ada waktu. Kebetulan ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.”

Saat Suzy membalikan badannya tiba – tiba dia menabrak seseorang dari belakangnya.

Yak!!! Apa kau tak punya mata, hah!!!” bentak seorang namja dengan wajah yang marah.

Suzy pun terkaget  – kaget saat orang yang dia tabrak adalah kepala bagian (Kabag) di instansinya yang sedang membawa secangkir kopi ditangannya dan kopi tersebut tumpah tepat di atas kemejanya yang berwarna putih.

Coesonghaeyo, Sajangnimcoesonghamnida.”  kata Suzy sambil membungkukan tubuhnya untuk meminta maaf pada atasannya.

Tiba – tiba datanglah seorang namja mendekati mereka bertiga.

Wae geurae? Myungsoo-ssi?” tanya namja itu sambil menepuk pelan bahu temannya.

“Tidak ada apa – apa. Hanya saja dia menumpahkan kopi yang baru saja aku pesan.”

Pria yang baru saja datang itu pun langsung menoleh ke arah Suzy. “Miss Suzy, Gwenchanayo?”

Yak!! Minho-ssi kau itu kan temanku kenapa kau mengkhawatirkan dirinya?” kata Myungsoo dengan nada yang kesal sambil membersihkan noda kopi di kemejanya.

“Sepertinya aku lihat kau baik – baik saja, Myungsoo-ah. Tapi coba kau lihat wajah Miss Suzy terlihat pucat gara – gara kau marahi tadi.”

Myungsoo pun lalu melirik Suzy dengan pandangan mata yang sama sinisnya saat tadi. Namun tiba – tiba Krystal berkata kepada Minho.

Mianhaeyo Seonbaenim, wajah Suzy memang pucat sedari tadi karena dia belum makan tapi saat kami kesini ternyata kantin ini sudah penuh.” Sela gadis berambut kecoklatan tersebut.

“Harusnya kau bilang sama aku sedari tadi. Kebetulan bangkuku masih ada dua bangkuk yang kosong kalian berdua bisa bergabung dengan kami, benarkan Myungsoo-ah.”

“Terserah kau sajalah dan kau Miss Suzy!”

“Ne…?”

Lalu cangkir kopi yang setengan kosong itu diberikan kepada Suzy. “Pesankan aku kopi yang sama dan satu lagi jangan sampai kau tumpahkan lagi, arasseo!” perintahnya.

Ne, Sajangnim.”

Lalu pergilah Myungsoo dan Minho ke tempat duduk mereka kemudian Krystal dan Suzy pergi untuk memesan makanan yang akan mereka santap nantinya Suzy pun tidak lupa memesankan secangkir kopi yang sama untuk atasannya yang bernama Kim Myungsoo.

~~~ooo~~~

 

Setelah pesanannya sudah selesai, Suzy dan Krystal berjalan kembali ke arah meja Myungsoo dan Minho sambil membawa pesanan makanannya. Setibanya di sana Krystal langsung duduk disebelah Minho sedangkan Suzy duduk di sebelah bangku Myungsoo.

“Kenapa aku harus duduk disamping Myungsoo. Harusnya tadi aku berdiri disamping Minho-ssi jadinya atomatiskan aku duduk disampingnya. Dasar Suzy bodoh!” teriak batin Suzy dengan wajah yang sedikit kesal.

“Yah, ada apa dengan mukamu itu? Kenapa wajahmu seperti tidak suka saat melihatku?” gunggam Myungsoo kepada Suzy sambil menyilangkan kedua tangannya.

A-aniyo Sajangnim. Ini kopi yang anda pesan.” kata Suzy sambil memberikan cangkir kopi itu diatas mejanya.

Setelah itu Myungsoo membuka isi dalam dompetnya dan dia  memberikannya kepada Suzy.

“Tidak usah, Sajangnim. Aku tulus memberikannya kepadamu sebagai tanda permintaan maafku.” Kata Suzy.

“Apa maksud ucapanmu itu? Kamu mau meminta maaf padaku dengan hanya secangkir kopi ini? Apakah kau becanda?” sambil mengangkat cangkir yang berisi kopi tersebut ke atas.

“Sudahlah, Myungsoo-ssi. Jangan kamu berkata seperti itu kepada Suzy, dia tulus kok membelikanmu itu.” Ucap Minho menenangkan Myungsoo.

Merasa temannya peduli terhadap orang lain, lelaki itu semakin meradang. “Aku tidak perlu! Kau kira aku tak sanggup membeli secangkir kopi ini, hah! Simpan rasa tulusmu itu! Kau kira harga kopi ini sebanding dengan apa yang sudah kau lakukan padaku?”

“Bukan begitu maksud aku, Sajangnim. Aku juga akan mengganti kemejamu yang sudah aku kotori. Sekali lagi aku sangat menyesal, Sajangnim.”

“Itu bangus, kalau kau memang akan melakukan itu. Kalau begitu kenapa kau tidak duduk? Nikmatilah makananmu sekarang.” sambil mempersilakan Suzy untuk duduk di sampingnya.

Ne… kamsahamnida.” balas Suzy dengan tersenyum sedikit memaksa terhadap Myungsoo tapi Myungsoo tetap saja tak peduli dengan ekspresi yang ditunjukan oleh Suzy.

Saat Suzy sudah hampir makan setengah makananya tiba – tiba Suzy baru sadar kalau sedari Myungsoo tidak makan dia hanya meminum secangkir kopi sambil sibuk memainkan smartponselnya. Dalam hati dia ingin menanyakannya tapi Suzy merasa tidak enak hati bila banyak bertanya kepada Myungsoo.

Jadi Suzy hanya bisa melirik ke arah Myungsoo sesekali dia juga menundukan kepalanya agar tidak terlalu mencolok saat melihat Myungsoo. Tapi kelakuannya itu dilihat oleh Minho. Minho hanya tersenyum tipis sambil menutupi senyumannya dihadapan Suzy.

“Miss Suzy, kau tak usah mengkhawatirkan Kepala bagianmu Myungsoo. Dia memang selalu meminum secangkir kopi saat jam istirahat, dia itu jarang sekali makan saat dikantor.”

Ne… Araseumnida.” balas Suzy dengan wajah yang malu – malu.

Tak berapa lama kemudian Suzy pun berhenti menyantap makanannya yang masih tersisa banyak dipiringnya. Melihat itu Krystal langsung menghentikan makannya juga lalu dia bertanya kepada Suzy.

“Kenapa kau menyudahi makananmu, Suzy-ah? Kamu baru makan sedikit barusan saja. Nanti kalau kau sakit bagaimana?” kata Krystal dengan wanjah yang khawatir.

“Kau tak usah khawatir Krystal-ah, gwaenchanayo. Kebetulan aku juga sudah kenyang.”

Gojitmal, Apakah kau begitu takut gemuk bila hanya memakan itu?” ucap Krystal dengan kesal.

“Yah, apa yang barusan kau katakan. Kau membuatku malu saja di depan mereka berdua.” bisik Suzy kepada Krystal.

Tiba – tiba Krystal pun bertanya kepada Minho. Minho sempat terkejut saat ditanyakan hal yang seperti itu pada Krystal.

Seonbae, lebih suka yeoja yang kurus atau yeoja yang gemuk?”

“Kenapa tiba – tiba kamu bertanya seperti itu kepadaku Miss Krystal?”

“Aku hanya penasaran saja tipe wanita ideal dimata Minho Seonbae itu seperti apa.”

“Kalau aku sih lebih suka yeoja yang bertubuh berisi dibandingkan yeoja yang bertubuh kurus.”

“Kalau begitu Seonbae lebih suka Yeoja yang gemuk ya?” tanya Krystal lagi.

“Yah, kurang lebih begitulah.”

Mendengarkan pengakuan Minho, wajah Suzy pun terlihat sangat senang mendengarkannya.

“Kalau kau Myungsoo-ssi tipe wanita idealmu seperti apa?” Tanya Minho pada teman sebelahnya yang masih asik memainkan smartphone.

 

“Yang pasti yeoja itu haruslah bertubuh ideal dan menarik.” Sambil tetap asik memainkan smartphonenya.

“Sudah kuduga kamu pasti akan berkata itu.” balas Minho.

Entah mengapa saat Suzy mendengar tipe ideal Myungsoo dia pun menghela napas yang panjang tanpa dia sadari. Tak sengaja Myungsoo melihat tingkah laku Suzy saat tadi. Myungsoo pun lalu menutup smartphone kemudian memasukkannya ke dalam kantung jasnya.

“Tapi aku lebih suka kalau yeoja itu menjadi dirinya sendiri, tidak peduli dengan perkataan orang lain terhadap dirinya. Apalagi kalau dia itu pekerja keras tidak mudah menyerah itu nilai plus untuk dirinya. Yeoja  yang seperti itu akan terlihat lebih menarik di depan mataku.” tambah Myungsoo sambil berdiri dari bangkunya.

Saat Myungsoo hendak pergi dia lalu berkata kepada Suzy.

“Miss Suzy, nanti setelah jam istirahat kau datang ke ruangaanku. Ada sesuatu yang ingin kukatakan kepadamu.”

Ne…Sajangnim araseumnida.” Balas Suzy sambil menganguk – anguk pelan.

Tak berapa lama kemudian Minho berpamitan untuk masuk kembali keruangannya dan tinggallah Suzy dan Krystal.

“Suzy-ah nampaknya dari tadi kau terlihat sangat senang.”

“Aku senang soalnya ternyata dia suka sama yeoja yang bertubuh gemuk.”

“Jangan bilang kalau kau suka sama Minho seonbae?”

“Betul sekali,Krystal-ah.” Balas Suzy dengan wajah bersemu merah.

“Senjak kapan kau suka dengan Seonbaenim?”

“Senjak awal kita magang disini Krystal-ah.”

“Benarkah? Deabak!! Kalau begitu bagus dong kalau Seonbaenim suka sama yeoja yang bertubuh gemuk, jadi kau tidak usah diet setengah mati.”

“Benar sekali itu, Krystal-ah. Aku seperti dapat jackport. Tapi sebenarnya aku tidak suka bila tubuhku gemuk. Bagaimana ini Krystal-ah?”

“Tak usah kamu fikirkan itu. Lagian kamukan sudah dengar kalau Seonbae itu tidak suka yeoja yang bertubuh kurus. Jadi tak apalah kalau tubuhmu sedikit gemuk. Siapa tahu dia bakalan jatuh hati padamu. Apakah kamu tahu sedari tadi dia selalu memandangi dirimu.”

“Benarkah?”

“Benar, untuk apa aku berbohong padamu. Aku akan senang bila temanku yang satu ini bahagia. Jadi mulai sekarang kamu tak usah diet lagi ya.”

“Hheeem…” Balas Suzy sambil tersenyum.

~~~ooo~~~

~ Pov Suzy ~

 

Betapa senangnya hatiku saat aku tahu kalau orang yang aku sukai itu menyukai yeoja  yang bertubuh gemuk, jadi aku tak usah susah – susah untuk menurunkanberat badanku. Tapi di dalam hatiku yang terdalam aku merasa sedikit tidak yakin dengan apa yang akan aku lakukan.

Haruskah aku berubah untuk dirinya menjadi seseorang yang bukan sama sekali seperti diriku. Sebenarnya aku sangat tidak menyukai tubuhku yang bertambah gemuk, bagiku itu semua seperti mimpi buruk tapi saat aku mendengar dia menyukai yeoja yang bertubuh gemuk. Aku merasa ragu untuk mengubah diriku menjadi keinginannya.

Tapi akan aku buang rasa itu jauh – jauh karena aku ingin dia jatuh cinta padaku. Karena itu kali ini aku harus berusaha untuk bisa menjadi seseorang yang dia inginkan. Demi cintaku semua akan aku lakukan meskipun aku harus mengubah diriku.

~end~

~~~ooo~~~

 

Setelah selesai makan siang, Suzy dan Krystal kembali ke kantor. Suzypun langsung pergi menemui Myungsoo. Saat Suzy sudah tiba di depan ruangan Myungsoo hatinya mulai gugup, dia merasa takut kalau nanti dia akan dimarahi habis – habisan oleh kepala bagiannya.

Namun Suzy harus bisa memberanikan dirinya untuk masuk karena dia tidak ingin membuat Myungsoo semakin marah kepada dirinya. Dengan segenap keberaniannya akhirnya Suzy pun mengetuk pintu depan ruangan Myungsoo kemudian dia masuk ke dalam.

“Permisi, ada keperluan apa Sajangnim menyuruh saya datang keruangan anda?”

“Tolong bersihkan kemejaku seperti sedia kala.” sambil jarinya menunjuk ke arah meja tak jauh dari dirinya berdiri.

Ne… akan saya bersihkan Sajangnim.

“Baguslah, kalau begitu kau boleh pergi.”

Ne…

Saat Suzy hendak keluar dari ruangan tersebut tanpa disengaja dia melihat Myungsoo merintih kesakitan sambil tangannya memegang perut sebelah kirinya. Suzy pun lalu buru – buru keluar dari ruangan itu namun tak berapa lama kemudian dia kembali masuk ke dalam ruangan Myungsoo.

Sajangnim, Ini untuk anda.” Sambil menaruh sebuah kotak makan diatas meja Myungsoo.

Igeo mwoyeyo?

“Ini bekal makanku, kebetulan tadi siang aku sudah makan dikantin sedangkan Sajangnim dari tadi siang belum makan.”

“Lalu kenapa?”Tanya balik Myungsoo kepada Suzy.

“Akan lebih baik kalau Sajangnim. Memakan sedikit makanan. Tadi tak segaja aku melihat Sajangnim merintih kesakitan pada perut bagian kiri Sajangnim.

“Lalu apa urusannya dengan mu?” Balas Myungsoo dengan nada yang dingin.

“Aku tahu ini bukan urusanku, tapi aku tidak bisa berdiam diri saat melihat orang lain kesakitan jadi, silakan makan bekal makananku. Kalau begitu aku permisi dulu.” Kemudian berjalan keluar.

“Yah!! Bawa juga bekal ini bersama denganmu!” Panggil Myungsoo.

Tapi Suzy tidak menggubris panggilan Myungsoo dia malah mempercepat langkah kakinya untuk segera dapat keluar dari ruangannya tersebut.

~~~ooo~~~

 

~Pov Suzy~

Haripun kian berlalu tak terasa sudah hampir satu minggu aku tidak sama sekali melakukan diet dan kebetulan juga selama seminggu ini juga Krystal selalu membawakan aku makanan bahkan terkadang dia juga membawa cake, cokkies, pudding dan masih banyak lagi  makanan yang lezat yang dia bawakan ke tempat asramaku.

Tapi Krystal hanya memberikan kue tersebut padaku dan setelah itu dia pergi karena sudah cukup larut malam, aku pun tak tega juga kalau dia menemani aku makan semua makanan yang dia bawa kalau nantinya membuatnya pulang kemalaman ke rumahnya.

Krystal juga mendukungku, dia selalu memberikanku semangat. Aku merasa tersentuh atas dukungan sahabatku ini. dia selalu menyempatkan waktunya untuk memberikanku makanan  manis sebelum dia pulang.

Aku cukup menikmati apa yang sedang aku lakukan meskipun terkadang aku merasa sedikit agak takut melakukannya. Aku bisa merasa agak tenang saat memakan makanan yang kusantap setiap jam aku selalu mengemil makanan yang manis. Dan tak terasa berat badan ku sudah naik menjadi 17kg dan sekarang berat badanku sudah mencapai 65kg.

Ini adalah berat badanku yang paling berat disepanjang umurku biasanya berat badanku hanya mencapai 50kg tapi sekaran aku memecahkan rekor berat badan yang pernah aku capai. Tapi itu semua tak masalah karena semua ini aku lakukan untuk orang yang aku suka.

~end~

~~~ooo~~~

 

Dipagi hari selanjutnya Suzy pun masuk ke dalam kantor dengan rasa senang. Namun Suzy sekarang merasa agak aneh karena sedari tadi di sekeliling mereka seperti melihat dirinya dengan tatapan mengejek. Suzy berusaha berfikiran positif namun lama kelamaan tiba – tiba teman sekantornya tertawa saat melihat dirinya.

“Apa yang sudah terjadi pada dirimu, Suzy-ah?” tanya teman kantornya.

“Ya benar itu, tubuhmu seperti membengkak, hahaha!!!” tambah teman kantor yang lainnya dengan tertawa senang.

“Lihat saja pakaiannya sampai menciut seperti itu. Apakah kamu tidak bisa membeli pakaian yang baru, Suzy-ssi?”

“Yah kau jangan berkata seperti itu padanya, dia tak mampu beli baju baru soalnya uang dia sudah habis untuk membeli makanan dasar bodoh,hahaha!!!”

Semua teman Suzy yang berada di dalam kantor tertawa terbahak – bahak tak terkecuali Krystal, diapun juga ikut menertawakan dirinya. melihat pemandangan itu Suzy pun lalu berlari keluar tapi saat dia hendak keluar dari sana tak sengaja dia menabrak seseorang yang tepat dihadapannya. Tubuh

“Brukk!!!” gadis itu jatuh saat menabrak orang tersebut.

Coesonghamnida.” Kata Suzy sambil berusaha bangun tapi kakinya tak cukup kuat menompak tubuhnya.

Gwenchanayo?” sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Suzy berdiri.

Sajangnim? Maafkan aku sudah menabrakmu. Sungguh aku tak bermaksud berbuat itu terhadapmu.” Sambil membungkukan tubuhnya di depan Myungsoo.

“Sudahlah,  tak apa – apa. Kenapa kau berlari keluar dari dalam kantor bukannya sekarang jam masuk? Sekarang kau masuk ke dalam bersamaku.”

Saat Myungsoo akan masuk ke dalam tiba – tiba dari kejauhan ada yang memanggil namanya.

“Myungsoo-ssi…”

Otomatis Myungsoo pun membalikan tubuhnya untuk melihat siapa yang sudah memanggilnya.

“Oh, kau Minho-ah. Ada apa kamu mencariku?”

“Tidak, ada apa – apa kok, Cuma mau menyapamu saja. Oh iya siapa yeoja yang ada disampingmu itu?” Bisik Minho.

“Oh, dia itu Miss Suzy. Apakah kamu sudah lupa dengan dirinya?”

“Benarkah ini,Miss Suzy?? Tidak mungkin? Kau berubah sangat drastis Miss Suzy.” kata Minho sambil menahan tawanya.

Melihat itu Suzy langsung masuk ke dalam meninggalkan Myungsoo dan Minho.

“Ada apa dengan dirinya, Myungsoo-ah? Lihat wajahnya sangat lucu, hahaha!!!” tanya Minho sambil tertawa terbahak – bahak.

 Tiba – tiba Myungsoo langsung memukul uluh hati Minho dengan gempalan tangannya.

“Yak!!! Apa yang kau lakukan, Myungsoo-ah??” pekik Minho.

“Apa yang aku lakukan? Adanya aku yang bertanya padamu, apa yang telah kau lakukan pada dirinya. Dasar brengsek!!!”

Myungsoo pun lalu menyusul Suzy masuk ke dalam. Saat Myungsoo masuk dia melihat Suzy sedang di bully oleh teman sekantornya dengan sebutan gendut. Myungsoo dapat melihat wajah Suzy yang merah karena menahan amarahnya. Bahkan bibir mungilnya pun bergetar hebat bersamaan dengan kedua matanya yang berkaca – kaca.

Lalu Myungsoo menarik lengan gadis itu dan Suzypun sekarang sudah ada di belakang punggung Myungsoo.

“Yak!!! Apa yang kalian lakukan sekarang!!! Kalian di gaji oleh perusahaan bukan untuk melakukan hal yang kekanak – kanakkan bahkan bermain – main seperti ini. sekarang cepat kerjakan pekerjaan kalian semua! Apa kalian mau aku pecat, hah!!!” bentak Myungsoo kesemua pekerja.

Semua pegawaipun langsung buru – buru bubar dari kerumunan dan langsung sibuk dimejanya masing – masing. Suzy sempat kaget saat Myungsoo membantunya saat dirinya di ejek oelh teman sekantornya.

Kamsahamnida, Sajangnim.” kata Suzy pelan dengan suara yang parau.

Myungsoo pun langsung melepaskan gengamannya dari pergelangan tangan Suzy.

“Berterimakasih untuk apa? Aku tidak membantumu kok.” balas Myungsoo sambil pergi meninggalkan Suzy lalu setelah itu Myungsoopun masuk ke dalam ruangannya tak jauh dari Suzy berdiri.

“Aku tahu kalau kau orang yang baik, Sajangnim.” ucap Suzy pelan sambil kedua matanya menatap depan pintu ruangan Myungsoo.

~~~ooo~~~

 

~ seminggu kemudian ~

~ Pov Suzy ~

Aku merasa sedikit aneh dengan Krystal akhir  – akhir ini karena sudah hampir seminggu ini dia sama sekali tidak datang lagi berkunjung ke asramaku. Bahkan di kantor pun dia seperti menjauh dariku dan dia juga tidak mau berbicara padaku.

Apakah dia malu bila berdekatan dengan diriku? Sebegitu jeleknyakah diriku sampai dia tidak mau berteman lagi dengan diriku. Padahal sejak awal kita berdua magang di sini kita sudah sangat dekat.

Apakah aku berbuat salah pada dirinya? Aku bahkan tak yakin kesalahan apa yang sudah aku lakukan pada dirinya. Sampai sekarang dia membenciku? Aku harus tahu apa yang sedang dia sembunyikan di belakangku. Aku harus tahu.

~end~

~~~ooo~~~

 

Saat itu juga Suzy mulai diam – diam mencari tahu apa yang sudah terjadi pada sahabatnya Krystal. Suzy selalu mengikuti kemana Krystal pergi secara sembunyi – sembuyi. Sampai suatu hari Suzy tak sengaja melihat Krystal sedang berpelukan dengan seorang namja dengan mesra di belakang gedung kantor.

Betapa kagetnya saat namja itu adalah Minho. Laki – laki yang dia sukai sedari awal dan sekarang namja itu sedang bermesraan di depan kedua matanya dengan yeoja yang sudah dia anggap melebihi sahabat yaitu Krystal.

“Minho-ah, apa kamu mencintaiku?” tanya Krystal manja sambil merebahkan kepalanya diatas dada bidang milik Minho.

“Tentu, aku mencintaimu. Hanya namja bodoh yang tak tertarik olehmu. Kam sudah cantik, pintar, dan yang paling penting tubuhmu sangat ideal. Kamu itu tipe aku sekali.” ucap Miinho sambil mengecup lembut kening Krystal.

“Benarkah? Tapi kemarin aku mendengar kalau dulu kamu suka sama Suzy?”

“Suzy? hahahaha apa maksudmu wanita gendut itu?”

“Hheemm.”

“Sebenarnya dulu aku sempat tertarik pada dirinya tapi sekarang tidak?”

Waeyo?” tanya Krystal.

“Karena dia sudah tak menarik lagi. jadi untuk apa aku mengejar dirinya sedangkan aku sudah punya seorang yeojachingu yang cantik.”

“Kamu jahat, Minho-ah.” balas Krystal dengan nada yang manja sambil memukul – mukul pelan dada Minho.

“Tapi kamu suka kan denganku.” Tanya Krystal untuk memastikan kembali.

Minho tersenyum dan berkata. “Ne… Joahaeyo.”

Mendengarkan percakapan mereka, Suzy pun jatuh terduduk lemas. Gadis itu mulai meneteskan air matanya. Dia tak sangka kalau sahabat yang dia percayai tega melakukan itu semua terhadap dirinya.

~~~ooo~~~

 

“Krystal-ah, aku masuk kekantor duluan ya. Nanti kau pergi dari sini setelah 10 menit setelah kepergianku ya. Aku tak ingin ada orang kantor yang mengetahui hubungan kita.” kata Minho sambil membelai puncuk kepala Krystal.

Ne.. Arayo.” balas Krystal sambil tersenyum manis kepada Minho.

Minho pun lalu pergi meninggalkan Krystal sendiri tak berapa lama kemudian Suzydatang kehadapan Krystal. Krystal sempat kaget saat Suzy ada di hadapannya.

“Suzy-ah, bagaimana kau bisa ada di sini?” tanya Krystal dengan wajah yang gugup.

“Sudahlah, kau jangan bersandiwara lagi di hadapanku. Aku sudah tahu semuanya.”

Tiba – tiba wajah Krystalberubah drastis di hadapan Suzy.

“Baguslah kalau begitu, aku jadi tak usah berpura – pura lagi di depanmu. Jadi maumu apa?” Ucap Krystal sambil berkacak pinggang.

Mwo? Mweorago?  Sebegitu mudahnya kamu berkata begitu padaku, Krystal-ah.

“Memangnya aku harus berkata apa padamu? Perkataan maaf di depanmu?”

Suzy menggeleng. “Aku tidak butuh perkataann maaf dari mulutmu, aku hanya tak percaya kamu tega melakukan ini semua terhadapku. Aku kira kita ini sahabat.” ucap Suzy dengan wajah yang sedih.

“Hahaha!!! Sahabat? Itukan perasaanmu saja? aku tak pernah mengangapmu sebagai sahabat, kau itu adalah rival terberatku! Arasseo!!”

“Rival? Aku tak pernah berfikir seperti itu terhadapmu?”

“Sayangnya aku berfikir sebaliknya, Suzy-ssi.” sambil membuang muka.

“Apa salahku padamu, Krystal-ah?”

“Salahmu adalah kau lebih menarik dari aku! Kau lebih cantik, lebih pintar, bahkan lebih langsing dariku! Tapi itu semua sudah berlalu karena sekarang aku lebih cantik darimu bahkan aku lebih langsing dibandingkan dirimu yang bertubuh gemuk. Akhirnya rencana yang aku rencankan berjalan dengan lancar.”

“Jadi semua ini adalah rencana dirimu? Kamu ingin menghancurkan diriku, apakah sekarang kau puas?” Kata Suzy sambil berkaca – kaca.

“Belum! Aku belum puas sebelum kamu itu benar – benar hancur di gengamanku. Aku sangat membencimu!!” teriak Krystal lalu dia pergi meninggalkan Suzy sambil menabrak bahu Suzy dengan keras.

Suzy hanya terdiam terpaku dan Suzy pun mulai menitikan air mata saat Krystal sudah pergi meninggalkan dirinya.

“Krystal-ah, kenapa kau sangat membenciku? Apa salahku padamu sampai – sampai kau sangat tega melakukan ini semua terhadapku?” lirihnya.

~~~ooo~~~

 

~Pov Suzy~

Mulai sekarang aku akan mulai berdiet lagi untuk bisa menurunkan berat badanku. Setiap hari aku akan berjalan kaki menuju kantor tidak menggunakan bis maupun taksi jadi aku harus berangkat lebih pagi agar tidak terlambat kekantor.

Setiap hari aku juga harus terbiasa memakan – makanan yang sehat yang jauh dari rasa yang enak. Aku harus mengurangi garam di setiap makananku maupun yang manis. Setiap hari aku akan memakan salad bila lapar.

Ini cukup berat aku lakukan tapi aku ingin membuktikan kepada Krystal kalau diriku tak semudah itu dia permainkan. Akan aku buktikan aku bisa bangkit dan akan aku buat dia menyesal telah melakukan itu semua kepada dirinya.

Aku juga sudah tidak peduli lagi bila teman sekantor mengatai diriku dengan sebutan gendut. Memang kenyataan tubuhku seperti ini yah mau bagaimana lagi. Meskipun terkadang telingaku merasa panas saat dipanggil seperti itu oleh mereka.

Namun sepertinya pejuanganku akan panjang dalam menurunkan berat  badan kerena sudah hampir seminggu ini berat badanku tak kunjung turun. Namun aku tidak akan menyerah karena aku tahu setiap kerja keras yang kita lakukan akan mendapatkan hasil yang memuaskan pada akhirnya meskipun harus menunggu waktu yang sedikit lebih lama.

~end~

~~~ooo~~~

 

“Gendut, tolong fotocopy kan kertas ini!” panggil teman Suzy sambil mengejek.

“Oh iya, gendut tolong bawakan aku segelas air minum ya.” tambah teman yang di sebelahnya.

“Iya, sekalian kerjakan tugasku ya, hahaha!!!. Biar kau cepat kurus jadinya kan kau bisa sekalian olah raga.”

“Iya,sekalianya sama tugasku juga.”

Hampir semua teman sekantor Suzy menaruh berkas – berkas pekerjaan mereka diatas meja Suzy. Melihat itu Krystal hanya tersenyum senang.

“Hahahaha!!! Benar sekali itu. Lakukan saja Suzy-ah, eh salah gendut lakukan saja apa yang diperintahkan mereka siapa tahu lemak ditubuhmu itu akan mengikis beberapa ons,itupun kalau beruntung, hahahaha!!!” tambah Krystal dengan tertawa terbahak – bahak.

Tiba – tiba terdengar suara bantingan pintu yang cukup kencang.

“Yak!!! Apa yang sedang kalaian lakukan,hah!!!” teriak Myungsoo dari depan pintu ruangannya.

“Apa kau tak punya kaki untuk berjalan ketempat mesin foto copy?” Sambil melirik ke orang yang menyuruh Suzy memfoto copy.

 

“Dan kau, apakah kau juga tak mempunyai tangan dan kaki untuk mengambil air minum, kau kira Suzy itu clening service disini. hah!!”

“Dan kau lagi menyuruh Suzy mengerjakan semua tugasmu, apakah kau tak mau bekerja lagi disini!! cepat ambil semua pekerjaan kalian dari atas meja Suzy, sebelum aku mengirimkan surat PHK ke rumah kalian masing – masing!!!” bentak Myungsoo kesemua pegawainya dan semua pegawainya mengambil kembali berkas  – berkas mereka dari atas meja Suzy.

“Miss Suzy, sekarang kau ikut bersamaku ke dalam.”

Ne…Sajangnim.

Suzy pun lalu mengikuti Myungsoo dari belakang. sesampainya di dalam gadis itu dimarahi habis – habisan oleh kepala bagiannya.

“Yak!!! Apa yang sedang kau lakukan di depan mereka!! Kenapa kau menuruti semua perintah mereka? Kau itu tidak digaji oleh mereka!! Kau itu digaji olehku!!! oleh perusahaan ini bukan sama mereka!!! Kau harus ingat bila kedudukan kau itu sama dengan orang yang menyuruhmu barusan. Kau itu tidak magang lagi di sini, kau itu sudah menjadi pegawai tetap diperusahaan ini!!! Apakah kau mengerti, hah!!!”

Suzy hanya diam membisu sambil menundukan kepalanya.

“Yah!!! kenapa kau diam saja dari tadi? Apakah kau mendengarkanku?” tanya Myungsoo tapi tetap tak ada balasan.

Myungsoopun lalu menghampiri Suzy perlahan –  lahan.

“Apakah kau baik – baik saja , Miss Suzy?”

Ne… nan gwenchana.” sambil menitikan airmata dihadapan Myungsoo.

“Yah, kenapa kau menangis?”

Saat Myungsoo berkata seperti itu Suzy pun malah menangis menjadi – jadi dihadapan pria tersebut.

Sajangnim…hiks..hiks…hiks…” sambil berurai airmata.

“Yah, janganlah menangis. Kau membuatku jadi serba salah sekarang.”

Mianhaeyo, Sajangnim. A-aku tidak bisa menahan airmataku. Aku tidak tahu kenapa airmataku mengalir begitu saja tanpa bisa aku kendalikan.”

“Sudahlah, hentikan tangisanmu itu. Kamu itu tak pantas menangis karena perbuatan yang mereka lakukan padamu.” sambil menepuk pelan pundak Suzy.

Tapi Suzy malah menarik jas milik Myungsoo kehadapannya sehingga otomatis sekarang Suzy sudah ada di dalam dekapan Myungsoo sambil menangis tersedu – sedu. Myungsoo sangat ingin melepaskan dirinya dari Suzy tapi hati kecilnya berkata lain dia malah memeluk tubuh Suzy lebih dekat kedalam pelukannya sambil menepuk pelan punggung Suzy.

~~~ooo~~~

 

Beberapa jam kemudian Suzy pun sudah merasa lebih baikan. Dia pun juga sudah sedikit tenang. Lalu Myungsoo mulai bertanya kepada Suzy kenapa dia sekarang menjadi bahan olok – olokan. Suzy tak bisa mengatakan semuanya kepada Myungsoo dia hanya bisa bercerita kalau teman sekantornya menertawakannya karena tubuhnya menjadi gemuk itu saja.

Padahal di dalam hati Suzy dia ingin sekali menceritakan pada Myungsoo kalau biang dari semua itu adalah teman sekantornya sendiri yaitu Krystal. Tapi di dalam hati Suzy dia sama sekali tidak tega melakukan itu semua.

Myungsoo hanya mengetuk – ngetukkan jari jemarinya di atas meja kerjanya sambil mendengar cerita Suzy. Setelah itu Myungsoo berdiri dari bangku tempatnya duduk lalu dia mendekati Suzy.

“Apakah kau mau membalas dendam kepada orang – orang yang sudah menghinamu?”

“Apa maksud perkataanmu itu, Sajangnim?” balas Suzy dengan wajah yang bingung

“Kau tinggal jawab saja iya atau tidak?” kata Myungsoo dengan wajah yang serius.

“Kalau aku bilang tidak apakah Sajangnim masih mau membantuku?” tanya Suzy ragu.

“Kalau kau berkata ‘tidak’  maka kau akan menyesal seumur hidupmu! Tapi kalau kau benjawab ‘iya’ maka aku akan membantumu dengan caraku sendiri, jadi tentukan pilihanmu sekarang. Kau pilih ‘Iya’ atau ‘tidak’?”

Sesaat Suzy hanya diam membisu. Dia bingung pilihan apa yang akan dia pilih setelah beberapa saat kemudian Suzy pun membulatkan pilihannya.

“Jadi apa pilihanmu, Miss Suzy? Aku harap pilihanmu saat ini tidak membuatmu menyesal pada akhirnya.” ucapnya sambil menatap Suzy dengan tatapan yang tajam.

Lalu Suzy pun berkata.

“Pilihan yang aku pilih adalah…”

~~~ooo~~~

 

~ 1 Bulan kemudian ~

“Tap…tap…tap…”

Terdengar suara langkah kaki seseorang berlari kedalam suatu ruangan.

Deabak… deabak!!!  Apakah kalian sudah mendengar berita terkini?”

“Yah, memangnya ada berita apa hari ini? kau terlihat bersemangat sekali?” tanya temannya dengan wajah tak bersemangat.

“Kabarnya Suzy akan kembali hari ini dari tranningnya bersama Sajangnim.

Jinjja?” tanya yeoja itu sambil bangun dari tempat duduknya.

Ne…untuk apa aku berbohong kepadamu, Krystal-ssi?”

“Benarkah dia akan kembali? Aku juga sudah lama menanti – nantikannya untuk mengerjakan tugasku.”

“Benar, gara – gara Suzy disuruh traning dengan Sajangnim. Pekerjaan kita jadi dua kali lipat dari biasanya.” tambah temannya yang lain.

“Yah! Kamunya saja yang malas.” Celetuk teman sebelahnya.

“Bisa dibilang begitu juga sih, hehehe. Habis biasanyakan Suzy yang mengerjakan tugas kita.”

“Kalau begitu ayo kita sambut dirinya.” balas Krystal dengan nada yang senang.

Lalu Krystal berdiri ke depan pintu untuk menyambut kedatangan  Suzy.

“Sudah lama aku tidak bertemu dengan dirinya dan mengejek dirinya. Apakah dia semakin gemuk saat pulang nanti. Kali ini akan aku buat kamu menjadi bual – bualan teman sekantor lagi Suzy-ah.” Ucap Krystal dalam hatinya

Tak berapa lama kemudian masuklah seorang yeoja berparas cantik ke dalam ruangan tersebut.

“Selamat datang Miss…big…” Tiba – tiba wajahnya Krystal berubah kaget saat melihat sosok yeoja sedang berdiri dihadapannya.

“Terimakasih kau sudah membuatkan aku acara penyambutan.”  ucap yeoja tersebut kepada Krystal.

“Apakah itu kau, Bae Suzy-ssi?” tanya Krystal dengan wajah tak percaya.

Ne… memangnya siapa lagi?”

Andwe? Maldo andwea? Tak mungkin dirimu berubah dengan drastis dalam satu bulan belakangan ini?”

Tak berapa lama kemudian muncullah sosok seorang namja dari belakang Suzy.

“Apa yang sedang kalian lakukan di depan pintu? Kalian menghalangi jalanku untuk masuk.” kata namja itu.

Coesonghamnida, Sajangnim. Maaf bila kami sudah menghalangi jalan anda.”

Lalu Suzy pun memberi jalan kepada Myungsoo untuk masuk dan Krystal pun melakukan hal yang sama. Suzy lalu masuk ke dalam mengikuti Myungsoo yang sudah ada di depannya. Setibanya di dalam kantor Myungsoo pun memberi tahukan kalau Suzy sekarang bekerja sebagai sekertarisnya.

“Mohon perhatiannya semua. Saya akan mengumumkan kalau Miss Suzy sekarang sudah saya angkat menjadi sekertaris saya. Jadi mulai sekarang jangan ada yang memberikan pekerjaan kalian kepada Miss Suzy. Bila sampai ketahuan oleh saya. Saya tidak akan segan – segan memecat kalian saat itu juga. Karena Miss Suzy bekerja untukku bukan untuk kalian. Arasseo?

Ne…Sajangnim.” Ucap mereka berbarengan.

~~~ooo~~~

 

Tak terasa jam istirahatpun tiba. Didepan meja Suzy sudah banyak namja yang berdiri depannya. mereka semua ingin mengajak Suzy untuk makan siang bersama. Krystal yang menlihat itupun kesal kemudian diapun pergi keluar dari ruangan itu.

“Miss Suzy, mau makan siang bersama aku tidak?” Ajak salah satu teman sekantornya.

“Jangan mau, Miss Suzy. Dia pasti hanya mengajakmu makan dipinggir jalan mendingan makan siangnya bersama denganku.” balas teman Suzy yang satunya.

“Yah, apa – apaan kalian semua! Yang jelas Miss Suzy akan makan siang bersama akulah.” tambah temannya yang satunya tak mau kalah.

Lalu Suzypun bangun dari tempat duduknya.

Mianhae… aku tidak bisa makan siang bersama dengan kalian semua?”

Waeyo?” seru mereka bersamaan.

“Karena aku sudah ditunggu oleh seseorang untuk makan siang bersama.”

“Benarkah?”

Ne…mianhaeyo...”

~~~ooo~~~

Suzyberjalan keluar untuk bertemu dengan seseorang yang sudah menunggunya di lobby kantor. Tak sengaja Suzyberpapasan dengan Minho saat hendak menuruni lift dan mereka berdua pun turun berbarengan mengunakan satu lift.

“Miss Suzy, apa kabar denganmu?” tanya Minho sambil tersenyum.

“Aku baik – baik saja kok.”

“Miss Suzy, apakah kau mau makan siang bersama denganku?” tanya Minho kembali.

Coesonghaeyo Seonbaenim, aku tidak bisa makan siang bersama denganmu.”

Tak berapa  lama kemudian pintu lift itu pun terbuka. Suzy pun lalu keluar terlebih dahulu dari dalam namun tiba – tiba Minho menahan langkah kaki Suzy dengan menarik lengan Suzy.

“Miss Suzy, apakah kau mau menjadi kekasihku?” kata Minho sambil menggengam sebelah tangan Suzy.

“Bukannya Seonbaenim sudah menjadi milik Krystal?”

“Kata siapa aku berpacaran dengan dirinya. Dia sama sekali bukan tipeku. Wanita idamanku ya itu kamu, Suzy-ah.”

Tiba – tiba ada seorang yeoja berteriak dari belakang punggung Minho.

“Yak!!! Minho-ah apa yang sedang kamu lakukan, hah!!!” teriak Krystal sambil berjalan mendekati Minho dan Suzy.

“Krystal-aah ini hanya salah paham saja.”

“Oh, salah paham? Kamu ini benar – benar laki – laki mata keranjang ya!!!”

Lalu Krystal memukul Minho dengan kencang mengunakan tas yang dia bawa.

“Dasar, namja genit. Masih bisa – bisanya kamu merayu yeoja lain di depanku.”

“Krystal-ah, aku tidak menggodanya tapi dia yang menggodaku duluan.”

Suzy pun tak terima dengan pernyataan Minho terhadap dirinya.

“Yak!!! Kau pikir siapa dirimu, hah? Untuk apa aku merayumu? Apakah kau tak bisa melihat ada cincin yang melingkar di jari manisku?” sambil memperlihatkan cincin tersebut dihadapan Minho dan Krystal.

“Bukannya kamu dulu menyukaiku? Sampai – sampai kau rela menaikan berat tubuhmu untuk diriku.”

“Itu dulu, Minho-ssi. Sekarang ini semua itu tidak sama lagi. Memang dulu aku pernah tertarik padamu, namun sekarang aku tidak ada rasa tertarik lagi denganmu, Minho-ssi. Kalau begitu silakan kalian lanjutkan urusan kalian berdua. Aku harus pergi dulu.”

Suzy pun lalu berjalan keluar kedepan Lobby kantor ternyata disana sudah ada seorang namja sedang berdiri menunggu dirinya. Suzy kemudian berlari kecil menghampiri namja itu.

“Myungsoo-ahh, mianhaeyo sudah membuatmu menunggu lama.”

Gweanchana. Kalau begitu ayo kita jalan sekarang.”

“Hemm…kajja.” balas Suzy sambil tersenyum.

“Kurus maupun gemuk, aku bahagia menjadi diriku sendiri dan walaupun penapilanku berubah seperti apapun, masih ada seseorang yang mau melihat diriku apa adanya bukan karena fisikku melainkan dia melihat isi dalam diriku.” Kata batin Suzy sambil tersenyum lembut menatap Myungsoo begitupun sebaliknya.

~The end~

~~~ooo~~~

 

~Flash Back~

“Jadi apa pilihanmu sekarang, Miss Suzy?” tanya Myungsoo

“Baiklah, aku akan memilih “iya” aku ingin membuktikan kepada semua orang kalau aku bisa bangkit dari keterpurukanku. Jadi tolong bantulah aku Sajangnim.”

 

“Itu pilihan yang bagus, aku akan membantu mu. Mulai sekarang kau tak usah memanggil aku dengan sebutan Sajangnim saat kita hanya berduaan. Panggil saja aku Myungsoo, Kim Myungsoo.”

“Ne…Myungsoo-ssi.” balas Suzy.

~~~ooo~~~

 

Myungsoo pun mulai menyusun rencana untuk membantu Suzy. Lelaki itu mengumumkan akan melakukan traning bersama Suzy ke luar kota untuk urusan kantor. Ternyata diluar sana tidak ada traning sama sekali. Selama sebulan penuh, Suzy ditemani oleh Myungsoo untuk membantunya menurunkan berat badan.

 

Setiap pagi Suzy selalu joging bersama Myungsoo. Siang harinya mereka berdua pergi ketempat gym. Dan malamnya mereka melakukan yoga bersama juga. awalnya Suzy merasa tidak enak hati kepada Myungsoo karena dia selalu ditemani olehnya.

 

Tapi anehnya Myungsoo sama sekali tidak pernah mengeluh capek sedikitpun dia malah menikmatinya. Myungsoo pun marah besar kepada Suzy karena Suzy hanya memakan sayur – sayuran hampir satu minggu. Lelaki itu lalu memanggil ahli gizi untuk diet sehat yang akan dijalani oleh Suzy.

 

Myungsoo pun lama – kelamaan mulai hidup sehat juga dia pun sudah jarang minum kopi. Mungkin karena sering menemani Suzy dia pun jadi ketularan untuk hidup sehat. Dan tanpa mereka sadari tumbuhlah benih – benih cinta diantara mereka berdua.

~~~ooo~~~

 

~Sehari sebelum masuk kantor~

 

Akhirnya perjuangan Suzy pun berakhir manis. Berat badan Suzy sudah normal kembali bahakan beratnya lebih ringan dari biasanya. Sekarang berat bada Suzy adalah 43kg. Suzy sangat senang melihat hasil jerih payahnya. Myungsoo pun juga memberi selamat untuknya.

 

Dan saat malam harinya Myungsoo mengirimkan pesan kepada Suzy untuk menemuinya di sebuah restauran. Setibanya di sana Suzy sudah melihat Myungsoo sudah duduk di dalam sana.

 

Mereka berdua pun mulai berbincang – bincang membicarakan hari – hari selama mereka disini. terlihat diwajah mereka terlihat senang. Tak berapa lama kemudian datanglah makanan pencuci mulut di depan meja mereka. Suzypun mulai memakan wafel ice cream strawberry dengan perlahan – lahan. 

 

Dan tanpa sengaja Suzy menggigit sesuatu di dalam makanannya dan saat dia mengeluarkan sesuatu dari mulutnya ternyata ada sebuah cincin bertatahkan batu berlian saat dia mengeluarkannya dari dalam mulutnya. Myungsoo pun lalu berdiri menghampiri Suzy dan kemudian cincin itu diberikan kepada Suzy. sambil berkata.

 

“Suzy-ah, maukah kau menjadi kekasihku?”

“Myungsoo-ssi bukannya kau tidak pernah menyukaiku?”

“Kata siapa aku tidak menyukaimu?” balas Myungsoo bingung.

“Bukannya setiap kali kau selalu memarahiku di kantor maupun disini?”

 

Myungsoo terkekeh mendengar perkataan Suzy. “Hahaha, jadi kau kira aku memarahimu karena aku membencimu, begitu?”

“Ne…”

“Aku sering memarahimu dikantor, karena kau itu terlalu baik kepada teman sekantormu. Untuk apa kau mengerjakan tugas mereka. Itu yang membuat kukesal.”

 

“Lalu kenapa kau juga kesal saat aku ingin langsing?” tanya Suzy lagi.

“Aku kesal, karena aku mau kau melakukan semua itu karena kau menginginkannya. Bukan karena kau berubah demi orang lain. Tak bisakah kau bahagia menjadi dirimu sendiri.”

“Berarti kau bukannya mencintaiku tapi kau hanya kasihan padaku.” Balas Suzy dengan muram.

 

“Yah!!! Apakah kau bodoh? Aku melakukan ini semua demi siapa? Menghabiskan waktu selama sebulan bersamamu. Bahkan aku seperti orang bodoh yang mau selalu mengikutimu kemana saja. Apakah kau belum menyadarinya? Saat di kantor maupun di sini? Dasar bodoh!!!”

 

“Yak!!! Jangan panggil aku bodoh!!! Bagaimana aku bisa tahu kalau kau suka padaku, sedangkan kau hanya diam saja tak pernah memberitahuku. Memangnya kau fikir aku ini seorang cenanyang yang tahu isi hati seseorang tanpa diberitahu? Hah!!!” balas Suzy tak mau kalah.

 

“Mianhae, Suzy-ah. aku tak bermaksud berkata kasar seperti itu padamu, sungguh. Saranghaeyo Suzy-ah…” kata Myungsoo sambil mendekap tubuh Suzy kedalam pelukannya.

 

“Yah, lain kali kau jangan seperti itu lagi ya, Myungsoo-ssi. Kamu membuatku bingung akan sikapmu padaku.”

 

“Ne… aku tidak akan melakukan hal yang membuatmu bingung lagi. Saranghae…”

 

Suzy pun lalu membalas mesra pelukan yang diberikan oleh Myungsoo pada dirinya dan kemudian berkata. “Nado saranghae, Myungsoo-ah”  seraya membenamkan wajahnya di dalam dekapan sang pujaan hatinya.

~end~

~~~ooo~~~

 

 

Haloo semuanya, ketemu lagi sama Phiyun di sini…

Lama tak berjumpa ya, ini ff perdanaku di sini setelah hiatus lebih dari dua bulan semoga kalian menyukainya yah ^^. Untuk ff ku yang masih on going, insya Allah di setiap minggunya atau dua minggu sekali akan aku update, jadi mohon supportnya ya untuk tidak menjadi silent readers. Karena komentar dan like dari kalian semua itu adalah vitamin penyemangat diriku dikala aku sedang mengalami WB (Writer Block). See you next time, annyeong ❤

 

 

 

Advertisements

12 responses to “[Oneshoot] Should I Change For Him?

  1. Tega bener ye tu si neng krystal 5 minho,untung masih ada orang yg mau nrima suzy apa adanya,dan slalu menyemangati suzy

    • Hehe… mianhae, kalo momen myungzynya kurang dapet ><. tar di ff myungzy selanjutnya aku buat yang cuweet deh, hehee…
      Makasih ya dah nyempetin mampir ke sini ^^

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s