Chinderella Sister [ Chapter 13 ]

cs

Title : Chinderlla Sister || MAin cast : Bae Suzy, Kim Myungsoo || Genre : sad

                Suzy memberontak memukuli kepala Young hyuk yang berusaha melepaskan pakaian Suzy, tentu saja Young hyuk kesulitan karena Suzy melawan.

 

“Yakk, kau byeontae!!!” teriak Suzy sambil meangis, sekuat tenaga ia memukul dan berusaha menahan tangan younghyuk yang berusaha merobek paksa bajunya.

 

Brakk~ pintu kamar yang ditempati Suzy terbuka kasar dan menampakan Sehun. Setidaknya Suzy bisa bernafas lega karena penyelamatnya telah datang.

 

Brughh~ Brughh~ hantaman demi hantaman diberika oleh Sehun ke Young hyuk hingga membuatnya tak sadarkan diri dilantai, dan dengan cepat Sehun mendekati Suzy yang terlihat bergetar.

 

Sehun memegang tangan Suzy yang masih bergetar, “Kwenchana, aku sudah disini.” Ucap Sehun, namun sama sekali gemetar Suzy tak kunjung hilang.

 

Perlahan air mata Suzy menetes, dan selang beberapa detik berikutnya suara isakan Suzy terdengar, “Sehun.” Lirih Suzy sambil menangis. Ia memukul mukul dadanya yang serasa sesak, betapa menyedihkannya dirinya. Dengan keringatnya ia bekerja hingga mendapatkan jabatan setinggi ini, itu semua demi mendapatkan kehormatan, namun kini harga dirinya serasa diinjak injak.

 

Hanya karena Suzy anak tiri tn. Jung tak membuat Suzy mendapatkan jabatan tinggi diperusahaan tn. Jung. Ia menolak jabatan tinggi yang ditawarkan ayah tirinya tersebut dan  lebih memilih bekerja dari nol.

 

“Kau terluka?” tanya Sehun dan digelengi oleh Suzy.

 

“Baguslah, ayo kiya keluar dari sini.” Sehun membantu Suzy untuk bangkit, dengan tubuh yang lemas seperti sekarang bahkan untuk berdiri dengan benar saja sangat sulit bagi Suzy sehingga Sehun harus membantunya.

 

.

.

.

 

Suzy berjalan mendahului Sehun, perasaannya sekarang sedang buruk. Ia melewati Myungsoo, tn. Jung dan Soojung begitu saja tanpa memberi salam .

 

“Ada apa dengan Suzy?” tanya Tn. Jung kepada Sehun yang baru saja masuk.

 

“Ada kejadian yang tak mengenakan tadi.” Ucap Sehun.

 

“Duduklah disini dan jelaskan kejadian apa itu?” perintah Tn. Jung.

 

Sehunpun menuruti apa yng Tn.jung perintahkan dan betapa terkejutnya ia mendengarkan penuturan dari Sehun, “Apa Suzy tak apa apa?” tanya Myungsoo disela sela penjelasan Sehun.

 

“Syukurnya Suzy tak apa apa, hanya sepertinya dia terkejut.”

 

Myungsoo bangkit dari tempatnya meninggalakan yang lain dan pergi menuju dapur. Disana myungsoo membuat segelas susu dan membawa beberapa kudapan disatu nampan.

 

Myungsoopun berjalan menuju kamar Suzy, sepertinya ia harus menghibur Suzy.

 

Myungsoo sedikit membuka pintu kamar Suzy, terlihat Suzy yang tengah duduk dimeja kerjanya sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya entah menangis atau tertidur.

 

“Bisakah aku masuk?” tanya Myungsoo yang tengah menyenderkan badannya dipintu kamar Suzy, membuat Suzy menampakan wajahnya.

 

“Tidak, silahkan keluar.” Ucap dingin Suzy, ia bangkit dari tempatnya berusaha menjauh dari Myungsoo.

 

“Suzy –ah bahkan kita sudah lama tak bertemu, jangan seperti ini.” Ucap Myungsoo.

 

“Tolong keluar.” Ucap Suzy dengan nada yang meninggi. Namun tak ada respon atau pergerakan dari Myungsoo membuat Suzy geram.

 

Suzy berjalan mendekati Myungsoo. “Kau tak mendengarku?” ucap Suzy.

 

“Aku ingin bicara denganmu.” Jawab Myungsoo.

 

Suzy memegang kelop pintu dan menutup paksa pintu itu. ia benar benar tak memiliki keinginan untuk berbicara bahkan menatap wajah Myungsoo.

 

Suzy merebahkan tubuhnya dikasurnya sambil memejamkan matanya, entahlah kapan terakhir kalinya Suzy bisa tidur seperti ini nyamannya, tubuhnya terlalu dipaksakan untuk bekerja dan bekerja .

 

Selang beberapa menit pintu kamar Suzy kembali terbuka, membuat Suzy menoleh untuk melihat siapa yang membuka pintu tersebut.

 

“Apa yang membuatmu kesini?”  tanya Suzy.

 

“Istirahatlah, besok kau tak usah bekerja.” Ucap Tn. Jung.

 

“Andweyo, aku tak apa apa. Mengapa aku harus tak bekerja.” Ucap Suzy pelan.

 

“Sehun sudah menceritakannya, istirahatlah kau pasti shoch jangan terlalu memaksa tubuhmu. Ini perintah dari atasanmu” Ucap Tn. Jung lalu pergi meninggalkan Suzy begitu saja.

 

“Huhhh.” Suzy menghela nafas panjang sambil menghempaskan tubuhnya dikasur. Aneh rasanya bagi Suzy jika tidak bekerja, karena tubuh Suzy sudah terbiasa bekerja akan terasa tak nyaman saat hanya diam dirumah saja.

 

.

.

.

 

Pagi ini Suzy tak berangkat bekerja seperti yang diminta Tn. Jung, namun bukannya bersantai dirumah namun Suzy masih saja menyibukan dirinya dengan tumpukan tumpukan berkas ia harus periksa.

 

“Suzy –ah ayo mak..” Tn. Jung menghentikan ucapannya saat ia membuka pintu kamar Suzy dan melihat Suzy tengah berkutat dengan tumpukan kertas kertas itu.

 

“Huuuhh, bukankah aku sudah bilang kau tak usah bekerja.”  Ucap Tn. Jung

 

“Sepertinya karena sudah terbiasa bekerja, tubuhku tak bisa diam ditempat tidur atau bermalas malasan. Pekerjaanku masih banyak.”  Ucap Suzy.

 

“Baiklah, keluarlah untuk sarapan dan ingat kau jangan memaksa dirimu untuk terus bekerja, jika kau lelah istirahatlah.” Ucap Tn. Jung sebelum pergi meninggalkan Suzy.

 

Suzypun merapikan pekerjaaannya dan segera keluar menuju ruang makan.

 

Semua sudah disana tak terkecuali Myungsoo. Suzy duduk tepat disebelah Sehun, “Apa kau merasa tak enak badan Suzy –ah?” tanya Myungsoo namun tak ada jawaban dari Suzy, membuat Myungsoo tersenyum kecut.

 

“Myungsoo oppa, hari ini aku akan pergi kekantor apa oppa mau ikut? Temani aku ne” bujuk Soojung.

 

Myungsoo tersenyum sambil sesekali memasukan nasi kemulutnya, “Tidak bisa untuk hari ini, oppa harus kegudang, ini perintah appamu.”  Kalimat terakhir itu membuat Soojung tak bisa berkutik, jika itu perintah appannya ia tak berani mengganggunya.

 

“Ahh yeobo , aku juga nanti mau pergi bertemu dengan temanku.” Ucap ibu Suzy.

 

“Benarkah? Suzy –ah apa tak apa apa jika kau sendiri dirumah? Sehun hari ini juga akan mengantarku kekantor cabang di Dongdaemun” tanya Tn. Jung .

 

“dengan umurku yang sekarang apa menurutmu aku tak berani?”tanya Suzy tanpa mengalihkan pandangannya.

 

“Hahaha,, maafkan aku pertanyaanku sedikit konyol.” Ucap Tn. Jung sambil tertawa garing.

 

.

.

.

 

Rumah sekarang begitu sepi, hanya Sooji seorang disini. Suara pekikan Soojung yang tak jelas dan suara langkah yang melewati kamarnya yang begitu mengganggu Sooji kini telah tak ada, membuat Sooji dengan lancar mengerjakan pekerjaanya dalam keadaan tenang.

 

Dua jam sudah berlalu sejak Sooji ditinggal sendiri dan membuat Sooji senang, namun SOoji tak kunjung bangkit dari kursinya sekedar meregankan tubuhnya, memang Sooji terlihat aneh dua jam penuh dunduk untuk mencari gagasan gagasan baru dan memeriksa pekerjaan bawahannya tanpa beristirahat namun ketahuilah Sooji melakukan hal seperti ini lebih dari lima jam biasanya jadi ini tak ada apa apanya bagi SOoji.

 

Tong sampah yang berada dikamar Sooji kini tak dapat menampung sampah lagi, berkas tak berguna yang dibuat bawahanya yang menurut Sooji tak berguna seperti sampah kini berserakan. Beberapa kali Sooji menghela nafas berat saat dirasanya ia melakukan hal tak berguna, kesalahan kesalahan kecil seperti penulisan ataupun gagasan yang tak fresh membuat Sooji membuang terlalu banyak berkas berkas itu.

 

Tiba tiba ponsel Sooji menyadarkannyam ia menoleh dan menatap kelayar ponselnya. Keningnya berkerut saat ia melihat nomor tak dikenal ertera dilayar ponselnya, dengan ragu Sooji menyetuh tombol hijau itu.

 

“Yoboseyo?” ucap Sooji ragu.

 

“Tak kusangka kau akan menjawabnya.” Ucap sang penelfon membuat mata Sooji terbuka lebar, Sooji masih mengenalnya. Mengenal suara si brengsek yang hendak melakukan hal yang tidak tidak padanya kemarin malam.

 

Dengan cepat Sooji menjauhkan ponselnya itu dari telinganya hendak mematikan sambungannya namun suara Young hyuk terdengar membuat jantung Sooji berdebar kencan, “Hmm Sepertinya kau sendiri dirumah, butuh kutemani?” ucapnya.

 

Keringat dingin bercucuran dikening Sooji, jantungnya berdebar takut dan tangannya kini telah beretar. ” Apa yang kau inginkan?” tanya Sooji berusaha menghilangkan nada suara takutnya.

 

“Yan kuinginkan? Sangatlah Simple. Aku hanya ingin merasakan bagaimana tubuhmu.” Dan rasa takut Sooji bertamabah seratus kali lipat, ia rasa ia tak bisa bangkit lagi karena kakinya sudah bergetar, dengan cepat Sooji mematikan sambungan telfonnya, dipikirannya adalah ia butuh bantuan seseorang.

 

Dengan tangan yang bergetar Sooji menekan tombol nomor satu sedikit lama dan tersambunglah, “Yoboseyo Sooji –ah waeyo?” tanya sang penelfon.

 

“Tolong aku,,, selamatkan aku,,,, “ ucap Sooji bergetar membuat seorang pria yang ditelfon Sooji tadi merasa kebingungan.

 

Srekkk… bunyi pintu terbuka diikuti oleh langkah seorang pria, “ Sooji ah,, keluarlah bermainlah denganku. Aku akan memuaskanmu, kita akan sama sama diuntungkan.” Ucap Young hyuk membuat SOoji terperanjat takut. Tanpa menjawab pria yang ia telfon Sooji dengan cepat mendekati pintu kamarnya dan mengucinya.

 

“Eoh, kaukah itu? Mengapa kau mengunci kamarmu?” ucap Younghyuk menyadari suara Sooji yang mengunci pintunya, tak lama Sooji dapat merasakan Younhyuk yang mengedor ngedor pintu kamarnya, kali ini Sooji tak dapat berfikir dengan jernih.

 

Bunyi gebrakan pintu terus berbunyi membuat Sooji semakin ketakutan, ia tau ujung dari kejadian ini, hanya satu kemungkinan ending dari kehidupan Sooji hanya ‘Kegelapan’ sampai kapanpun hidupnya akan terus gelap dan gelap, tak ada setitik pun keterangan dihidupnya.

 

Brakk.. pintu itu berhasil terbuka dan Sooji terlempar karena ia berdiri dibalik pintu.

 

“Kau terlalu banyak bermain main. Kau tau aku sudah tak sabar bermain dikasur denganmu, dan sepertinya tuhan memihak padaku. Rumahmu sekarang tak ada orang.” Ucap Younghyuk senang terbalik dengan Younghyuk, Sooji malah menangis sambil menunduk pasrah, hidupnya akan kembali kemasa kelam. Seharusnya Sooji menyadari posisinya, tak ada nama kebahagiaan dihidupn Sooji, orang malang seperti Sooji terlalu lupa akan jati dirinya dulu yan mengenaskan sehingga membuatnya terlarut akan kebahagiaan sementara itu.

 

“Mengapa kau melakukan itu padaku? Mengapa aku ? Mengapa tidak wanita lain diluar sana?” lirih Sooji dengan air mata yang bercucuran.

 

“Karena aku sudah bosan dengan wanita diluar sana, aku harus membayar mahal untuk menghilangkan rasa nafsuku Chkkk padahal ia juga sangat menikmati permainku, tetapi tetap saja mereka ujung ujungnya memintaku membayarnya.” Jawabnya santai.

 

Tangan Sooji terkepal, amarah nya memuncak ketika mendengar ucapan young hyuk tadi.” Kau pria brengsek, kau berfikir aku lebih rendah dari pelacur yang sering kau tiduri? Semoga tuhan cepat menyabut nyama pria brengsek sepertimu.” Ucap Sooji bangkit, tubuhnya sangat sakit dan kakinya masih bergetar namun ia sama sekali tak mau terlihat lemah.

 

“Hahaha bukan begitu, untuk sekarang tak ada uang tapi aku akan menjajikanmu sebuah kekuasaan. Kau akan menjadi istri seorang penusaha terkenal di Korea, kau tak ingin?” ucap Younghyuk berusaha membuat Sooji tergiur.

 

Namun, Sooji tersenyum sambil menggeleng. “Aku lebih memilih mati dari pada menjadi istrimu,” Mata Younghyuk mulai memancarkan kemarahannya, wajahnya mulai memerah dan menimpbulkan beberapa uratnya keluar saking marahnya.

 

“Gadis murahan,” ucapnya sebelum kembali memulai aksinya, Suzy cukup menyesali ucapannnya, mungkin dia sebaiknya berbicara dengan kata kata yang sedikit halus mungkin agar tak membuat pria dihadapannya ini tak mengamukinya, namun ia terlambat.

 

“Lepaskan,, Saekki!!” Suzy meronta.

 

“Akh,, yak lepaskan!!” Suzy terus berteriak, ia sudah merasa pita suaranya akan putus karena hanya bisa berteriak dan berteriak..

 

“Suzy –ah!!” sejenak Younghyuk menghentikan aktivitasnya, kemudian kembali berusaha membuka paksa baju Suzy dengan gerakan cepat.

 

Air mata Suzy sudah tak terbendung lagi, entah karena senang sudah ada yang akan menolongnya, atau bersedih karena Younghyuk masih berusaha melucutinya.

 

Brak- Younghyuk sontak menoleh kearah pintu yang terbuka dan nampak seorang pria tinggi yang berdiri disana sambil terengah engah.

 

“Myungsoo,” lirih Suzy pelan, kakinya melemas hingga membuatnya terduduk. Sedangkan Myungsoo dengan cepat menarik kerah baju Younghyuk dan memberi beberapa kali pukulan hingga membuatnya terjatuh.

 

“Pergi dari sini dan berhenti ganggu Suzy, sekali lagi aku melihatmu didekat Suzy aku akan melaporkanmu ke kantor polisi dan kau akan tahu, akan banyak artikel yang akan memuatmu disana karena bertinda seperti orang yang tak berpendidikan,” hanya mendengar ancaman Myungsoo, Younghyuk sudah kelabakan pergi meninggalkan kamar Suzy.

 

Myungsoo kembali menatap Suzy, sungguh menyakitkannya hatinya ketika melihat wanita yang ia cintai begitu hancur, tangannya bergetar dengan baju yang sudah compang camping. Myungsoo mendekati Suzy, tangannya terangkat untuk merapikan baju Suzy, tangannya satu persatu mengancing baju Suzy bagian atas yang terlepas, tak ada perlawanan dari Suzy. Suzy hanya menunduk sambil menangis.

 

Apa yang harus Myungsoo lakukan? Iapun tak yakin apa yang harus ia lakukan untuk menghibur Suzy, Suzy sudah membencinya sekarang, untuknyapanya saja Suzy tak sudi, apa lagi menerima hiburan darinya,

 

Myungsoo memegang baju Suzy, “Istirahatlah, sepertinya kau masih terkejut” Myungsoo bangkit, berniat meninggalkan Suzy sendiri.

 

“Wae?” suara serak Suzy terdengar dan berhasil menghentikan langkahnya.

 

“Mengapa kau terlambat?” Suzy membeo.

 

Myungsoo membalikan badannya dengan kikuk, ia bingung harus mengatakan apa, ia bahkan tak bisa memilih kata yang tepat untuk saat ini, saking gugupnya.

 

“Maaf, saat kau menelfon aku sedikit bingung mengapa kau seperti itu, tapi setelah sambungan mati aku dengan cepat ber- “

 

“Mengapa kau baru datang sekarang? Mengapa kau hanya mengirim surat ke Soojung?” tanya Suzy memotong ucapana Myungsoo.

 

“dan mengapa kau mengatakan mencintaiku waktu itu?” lirih Suzy dengan suara pelan. Bungung, tentu sja Myungsoo bingung, pertanyaan pertama SuVy itu bukan mengapa ia terlambat menolongnya, tapi mengapa setelah tiga tahun baru ia kembali dan muncul dihadapan Suzy.

 

Myungsoo mendekati Suzy, diraihnya Suzy dan dipeluknya tubuh kecil gadis yang ia cintai itu “Maaf, maaf karena aku datang terlambat, dan maaf karena membuatmu menungguku lama, kau tahu? Selama tiga tahun meninggalkanmu aku selalu memikirkan jalan keluarnya,” Myungsoo menggantungkan ucapannya.

 

“Aku menemukan cara agar kau bisa pergi dari kehidupan eommamu dan Soojung,” lanjut Myungsoo, seketika tubuh Suzy meneganga, “Kau masih mengingatnya?” tanya Suzy.

 

“Karena aku belum berhasil mewujudkannya , tentu saja aku masih mengingatnya karena aku berhutang padamu,”

 

“ikut aku,” Myungsoo menarik tangan Suzy dan hanya diikuti oleh Suzy,

 

“Kau ingin kemana?” tanya Suzy kebingungan, ia menyeka sisa air matanya, untuk sepersekian detik mata Suzy menatap tangannya yang dipegang oleh Myungsoo. Hangat, itulah yang dirasakan Suzy, tangannya kini sudah tidak bergetar lagi.

 

“Ketempat dimana aku bisa mewujudkan keinginanmu.”

 

TBC………

 

Ini ff udh lama binggo aku lanjutin, maaf yang nungguin walau aku tahu kalian pada ngak nungguin dan lupa ama ceritanya, tapi ya udh lah lupakan…

Advertisements

24 responses to “Chinderella Sister [ Chapter 13 ]

  1. Sedih banget sama semua yg suzy alami, sampai kapan suzy akan menderita terus?
    😦 ;(
    Yang pasti d tunggu kelanjtanya..

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s