Unkind Girl (Chap 1)

unkind-girl2

Poster by Clairvoyant Poster Channel

Tittle: Unkind Girl

Author: Stella Lee

Main Cast:
Bae Suzy (Miss A) | Kim Myung Soo (Infinite) | Shin Won Ho (Cross Gene)

Gendre: Romance, School life

Legth: Chaptered

Rating: G

Disclimer: The story is pure by me. All casts belong to God, their parent, and agency. Plus… many cameos in this fanfiction!

Prev:

Teaser | The Casts | …

Seoul

Seorang gadis berambut pirang panjang, melangkahan kakinya menuju pintu keluar Incheon Airport sambil mendorong trolly yang bertumpukkan koper-kopernya. Yap… Gadis itu adalah Bae Soo Ji yang barusan saja menjejakkan kakinya di Seoul setelah sekian lama tidak pernah ke Seoul. Terakhir kali dia kesini yaitu sidang perceraian orang tuanya, setelah itu dia dibawa ke New York selama 6 tahun, dan akhirnya kembali ke Seoul. Sebenarnya ini bukan permintaannya, bahkan dia sangat tidak mau kembali ke Seoul. Appanya mengirimnya kembali dan menyerahkan seutuhnya kepada eommanya di Seoul untuk mengurusnya, karena appanya sudah tidak tahan lagi dengan tingkahnya yang semakin tidak karuan.
Tak lama dari itu seorang wanita paruh baya berambut pendek mengunakan kacamata, dengan memakai pakaian rapih seperti wanita kantoran pada umumnya menghampirinya.

kim-yoo-ri-17
“Urri Bae Soo Ji, akhirnya kembali” sapa hangat wanita yang tak lain adalah Park Yoo Ri, eommanya Sooji.

Park Yoo Ri, CEO dari Blacpink Brand. Salah satu Fashion Brand yang cukup terkenal di Korea Selatan. Sudah banyak celebrity yang memakai brand ini, bahkan menjadi brand andalan mereka.
“Oh” jawab Sooji dengan malasnya.
“Ommo… Cantiknya dirimu sekarang”
“Eomma bisa kita persingkat percakapan ini dan langsung ke rumah”
“Hm… Oke kalau itu maumu”

Mereka berdua berjalan menuju ke lobby bandara, disana sudah ada petugas valey parking yang telah menyiapkan mobil eommanya Sooji. Petugas itupun menyerakhan kunci sekaligus memasukkan koper-koper Sooji ke dalam bagasi. Setelah itu mereka pun pergi keluar bandara menuju ke rumah. Dan selama perjalanan itu eommanya berusaha menanyakan kondisi Sooji.
“Apa saja yang kamu lakukan selama di New York? Kenapa tidak pernah mengangkat telfon bahkan membalas smsku?” tanya eommanya.
“Aku sibuk” jawab Sooji singkat.
“Sibuk bergonta-ganti pacaran? Eomma selalu membaca semua artikel yang berkaitan denganmu. Walaupun kita jauh, aku terus mengawasimu”
“Bagitulah”
“Bagaimana dengan nilai sekolahmu?”

Sooji hanya terdiam, tidak mau menjawab pertanyaan ini.
“Well… Aku sudah mengurus kepindahanmu disini, Kamu akan sekolah di Jaeil School, sekolah paling elite disini. Selama kamu tidak membuat masalah, kamu akan aman disana, karena hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menyekolahkan anaknya disana”

Sooji bahkan tidak peduli dengan sekolahan itu dan hanya mendengarkan celotehan eommanya yang hampir membuatnya ngantuk, karena baginya itu seperti mendongeng.

Akhirnya setelah setengah jam perjalan, sampai juga pada tempat tujuan mereka yaitu rumah eommanya. Pintu gerbang rumah itu terbuka sendiri dengan otomatis, dan mobil pun langsung segera masuk ke dalam. Seorang ahjumma langsung segera menghampiri ke mobil itu.
“Selamat datang nona Sooji” sapa ramah ahjumma yang bekerja di rumah eommanya itu.

“Sudah lama kita tidak bertemu, dan sekarang nona Sooji sudah tumbuh dewasa dan sangat cantik” tambah ahjumma itu.

Sooji nampak bingung dengan perkataan ahjumma ini.
“Ahjumma ini sudah dari dulu bekerja denganku, bahkan dia sempet merawatmu sebelum akhirnya kamu pindah ke New York” jelas eommanya.

Sooji mengangguk mengerti dan membungkukkan badannya sebentar untuk menyapa balik ahjumma itu. Sebenernya dia tidak percaya ada orang yang mau bekerja dengan eommanya selama ini melihat tingkah eommanya yang membuatnya muak. Ahjumma pun mengeluarkan koper-koper Sooji yang ada di bagasi mobil.
“Ahjuma, tolong tunjukkan kamarnya. Aku harus segera kembali ke kantor” ujar eommanya.
“Baik” jawab ahjumma itu.

Tak lama kemudian, ahjumma dan juga Sooji masuk ke dalam rumah sambil membawa koper-koper Sooji. Mereka berjalan menuju ke kamar Sooji sembari Sooji celingak-celinguk rumah eommanya itu.
“Ini kamar nona” ujar ahjumma berdiri tepat didepan pintu kamar yang akan menjadi kamar Sooji.

Sooji mengangguk mengerti.
“Nona lapar?” tanya ahjumma itu.
“Ne? Ah… Tidak, aku tidak lapar”
“Kalau butuh sesuatu panggil saja ahjumma, nanti akan segera ku bantu”
“Ne, gamsahamnida”

Sooji pun segera masuk ke kamarnya meletakkan asal kopernya di lantai dan langsung merebakkan badannya di atas kasur yang lama-lama ketiduran akibar penerbangan New York-Seoul yang memakan waktu cukup lama.

 

***

Keesokan harinya, di pagi hari Sooji diantar eommanya berangkat ke sekolah. Sesampainya disana dia langsung segera keluar dari mobil tanpa basa-basi dengan eommanya.

unnamed-3
Dia melangkahkan kakinya berjalan di koridor sekolah menuju ke ruang guru mengikuti arah petunjuk yang ada disitu. Tanpa dia sadari semua mata murid-murid yang ada disana melihat ke arahnya, bahkan membicarakannya.
“Ya ya, lihat yeoja rambut pirang itu. Nugu? Idol? Model? Aktris?” ujar siswi A.
“Annie, aku tak pernah melihatnya” siswi B.
“Tapi entah kenapa aku tidak asing melihat dia” siswi C.
“Betul betul, sepertinya aku juga pernah melihatnya. Tapi dimana ya?” siswi A.

“Wah nuguya? Jinja yeppuda” siswa A.
“Dia terlihat seperti dewi” saut siswa B.

Akhirnya Sooji sampai di ruangan guru. Begitu masuk ke dalam, seorang guru langsung menghampirinya.
“Bae Soo Ji?” tanya guru itu.
“Ne” jawab Sooji.
“Perkenalkan saya Kim Dong Wook yang akan menjadi wali kelasmu”
“Annyeong haseyo seongsaenim”
“Ne ne annyeong haseyo. Mari kesini sebentar”

Kim ssaem menuju ke mejanya, diikuti pula dengan Sooji. Kim ssaem mengecek beberapa file milik Sooji.
“Emm… Sebentar, saya ingin menanyakan sesuatu” ujar Kim ssaem.
“Ne?”
“Apakah kamu idol? Model? Aktris?”
“Bukan” Sooji nampak bingung.
“Kalau begitu segera ganti rambut dengan warna gelap. Disini yang diperbolehkan mengecat rambut dengan warna terang hanya idol, model, dan aktor aktris, itupun juga dengan surat izin dari agensi mereka. Arraseo?”
“Arraseo seongsaenim” jawab Sooji agak begitu malas mendengarkan omelan tadi.

Setelah semua filenya beres, mereka menuju ke ruang kelas bertepatan dengan bel berbunyi tanda kelas akan dimulai. Sesampainya di depan kelas, Kim ssaem dulu lah yang masuk ke dalam kelas sedangkan Sooji menunggu di depan pintu.
“Murid-murid harap tenang, kali ini kita ketambahan satu orang siswi pindahan dari New York” ujar Kim ssaem menjelaskan di depan kelas.

Sooji pun akhirnya melangkahkan kakinya masuk kedalam kelas dan berdiri tepat di depan kelas.
“Silahkan perkenalkan dirimu” ucap Kim ssaem.
“Annyeong haseyo, Bae Soo Ji imnida” Sooji memperkenalkan dirinya.

Beberapa siswa nampak kaget melihat Sooji, beberapa diantaranya ada yang terpana melihatnya, bahkan ada juga yang berfirasat buruk akan kehadiran Sooji.
Menarik” batin salah seorang siswa yang ada disitu sambil menyeringai.
“Kalau begitu kamu bisa duduk di sebelah situ” jelas Choi ssaem sambil menunjuk ke bangku yang kosong berada di paling pojok belakang tepat disebelah jendela.

Soojipun langsung menuju ke tempat duduknya.
“Shin Won Ho, sebagai ketua kelas saya minta tolong kamu yang akan mengantar Bae Soo Ji mengelilingi sekolah ini” pinta Choi ssaem.
“Ne ssaem” jawab namja bernama Shin Won Ho yang duduknya tepat disebelah kanan Sooji.

“Baiklah kalau begitu pelajaran akan kita mulai”

 

***

 

Tet… tet… tet… bel berbunyi tanda istirahat kelas.
Seongsaenim pun keluar dari kelas, diikuti dengan murid-murid yang langsung berhamburan keluar kelas.
“Shin Won Ho imnida, panggil saja Wonho” sapa ketua kelas yang bernama Wonho itu ke Sooji dengan ramahnya.
“Ne annyeong” balas Sooji dengan memasang muka -sok- ramahnya itu.
“Seollma, kamu tidak ingat denganku?” tanya Wonho dadakan.
“Ne? Apa maksudmu?” Sooji bingung.
“Aku teman dekatmu saat TK di Shinwa School. Tidak ingat? Tentu saja kamu tidak ingat, sudah lama sekali kita tidak pernah ketemu”

 

~Flashback~
Seorang namja kecil baru saja pindah sekolah di Shinwa School. Dia tampak bingung melihat siswa lainnya yang sudah memiliki teman masing-masing, dan hanya mengorbrol dengan temannya sendiri.
“Annyeong haseyo” sapa gadis kecil yang nampak ramah baginya.

gdtghrth

“Ann… Annyeong haseyo” jawab namja kecil itu malu-malu.
“Kamu murid baru?”
“Ne”
“Nae Bae Soo Ji imnida”

“Shin Won Ho imnida”
“Semoga kita bisa berteman kedepannya~” ujar yeoja kecil itu mengajaknya untuk bertaman.

trhye

Sejak saat itu mereka pun menjadi sahabat dekat bahkan hingga SD. Sooji juga mengenalkan Wonho pada teman-teman lainnya agar mengajaknya untuk berteman dan memiliki banyak teman. Selain itu juga Sooji dikenal dengan gadis paling supel saat bersekolah disana.
~Flashback End~

 

“Neo? Shin Won Ho murid baru saat di Shinwa itu?” ujar Sooji mencoba mengingat-ingat.
“Tepat sekali! Akhirnya kamu mengingat juga”
“Mwoya kenapa kamu tidak bilang dari tadi?”
“Tadinya ku pikir kamu mengingatku”
“Mian aku tidak langsung mengenalimu, kamu sangat berbeda dibandingkan waktu itu. Jinjja daebak” Sooji tak percaya dia bertemu dengan sahabat kecilnya itu, dan tidak perlu lagi memasang muka -sok- ramahnya itu pada namja ini.
“Kajja aku akan mengantarmu mengelilingi sekolah ini sebagai gantinya waktu itu kamu telah banyak membantuku”

Wonho membantu Sooji mengantarnya keliling sekolah ini sembari menjelaskannya. Sampai pada akhirnya Wonho menyuruh Sooji duduk di kursi taman, dan Wonho pergi ke sesuatu tempat. Seperti biasa, bukan Sooji namanya kalau tidak memperhatikan tiap namja yang ada di sekitarnya. Dia memperhatikan setiap namja yang berlalu lalang disana. Bagitupula sebaliknya namja yang ada disitupun memperhatikan bahkan sampai mengaguminya.
“Lumayan juga” ujarnya pada diri sendiri, maksudnya namja di sekolah ini lumayan.
“Apanya yang Lumayan? Igge” ujar Wonho tiba-tiba sambil menyerahkan banana milk untuk Sooji.
“Ah bukan apa-apa. Gomawo” bohong Sooji, sambil mengambil banana milknya itu.

Tak jauh dari sana ada yeoja-yeoja yang sedang memperhatikan Sooji tengah asik berbincang dengan Wonho.
“Ya, bukankah itu Bae Soo Ji?” ujar siswi bernama Dahye.
“Kenapa dia?” jawab temannya yang bernama Haeryung.
“Heol… Kamu tidak tahu dia siapa?” tanya Dahye tak percaya.
“Siapa dia memangnya?” balas Haeryung.
“Aish jinjja. Lihat ini” Dahye melihatkan layar hpnya menunjukkan sebuah artikel yang tak lain adalah tentang Sooji.

Artikel itu berisikan tentang Sooji yang tengah terlihat berkencan dengan Dylan.
“Dia ini cukup terkenal USA, padahal dia bukan artis maupun penyanyi. Dia sering tertangkap sedang berkencan dengan aktor maupun musisi. Seperti Josh, Michael, Justin, Tom, dan lain-lainnya walaupun hanya sebentar. Dan yang terakhir adalah biasku, yaitu Dylan” ujar Dahye menjelasakan panjang lebar.
“Heol… menyebalkan!” ujar Haeryung.

Seorang namja menguping mereka dari tadi.
Sangat menarik” batin namja itu.

Tanpa berpikir panjang namja itu langsung menghampiri ke arah Wonho dan Sooji.
“Ya Wonho!” sapa namja itu.
“Oh Myungsoo-ah” sapa balik Wonho.

fhjgjfjjuj

“Annyeong anak baru. Aku sahabatnya Wonho. Kim Myung Soo imnida” sapa namja bernama Kim Myung Soo yang sedang mencoba untuk basa-basi dengan Sooji.
“Annyeong” balas Sooji.
“Neo jinjja my style. Kurasa kita akan dekat nantinya?” ucap Myungsoo dengan percaya dirinya.
“Ne?”
“Tak usah dengarkan kata dia. Dia memang seperti itu” kata Wonho yang mengenal betul sifat Myungsoo.
“Ini serius” jelas Myungsoo.

“Ya Haeryung! Namja chinggumu sejak kapan ada disitu?” ujar Dahye yang masih berada diposisi tadi kaget melihat Myungsoo entah kapan sudah ada disana.
“Mwo?!” Haeryung tanpa basa basi langsung ikut menghampiri mereka.

picsart_1430285992360

“Myungsoo-ah, dari tadi kemana saja? Aku mencarimu” ucap Haeryung.
“Aku? Apa urusanmu?” ucap Myungsoo dengan cueknya.
“Aku ini kan pacarmu” jawab Haeryung.
“Ah jinjja? Bahkan aku lupa kalau aku punya pacar” balas Myungsoo.
“Ne?” Haeryung tak percaya dengan perkataan Myungsoo.

“Aku sudah bosan denganmu. Kita putus” tambahnya Myungsoo dengan datarnya.

Daebak!” batin Sooji tertarik melihat mereka berdua tengah berantem dihadapannya, dia sedikit melirik ke arah Wonho yang terlihat jelas seperti sudah terbiasa.

“Wonho-ah kajja. Anak baru sampai berjumpa lagi” ucap Wonho langsung merangkul sahabatnya itu dan pergi dari situ.

Haeryung nampak kesal, disusul Dahye yang segera menghampirinya.
“Ya anak baru!” cetus Haeryung menghadap ke Sooji.
“Aku?” balas Sooji.
“Tentu saja siapalagi kalau bukan kamu. Ku peringatkan ya, jangan pernah berani mendekati Myungsoo, dia milikku. Arraseo?” ujar Haeryung memperingati Sooji.
“Arra” jawab Sooji dengan nada cueknya, tak ingin berkepanjangan diapun pergi dari situ.

“Menyebalkan!” kesal Haeryung.

 

***

 

Sepulang sekolah Sooji dan Wonho berjalan menuju ke lobby sekolah, disana tenyata sudah ada eomma Sooji yang sedang menunggu anaknya tersebut.
“Sooji-ah” panggil eommanya.

Sooji dengan malasnya menghampiri eommanya.
“Sepertinya kamu sudah memiliki teman baru” ucap eommanya.
“Dia Shin Won Ho” jelas Sooji singkat.
“Annyeong haseyo” sapa Wonho sambil membungkukkan badannya.
“Ommo. Shin Won Ho teman kecil Sooji itu? Kalian suka bermain bersama kan. Aigoo sudah besar ya sekarang” sapa balik eommanya.

Setelah basa-basi cukup lama, akhirnya Sooji dan eommanya masuk ke mobil dan pergi dari situ. Eommanya juga sempat menitipkan pesan agar Wonho menjaga Sooji selama di sekolah ini.
“Sepertinya dia memiliki banyak kesamaan denganku” Myungsoo muncul entah dari mana tiba-tiba berdiri tepat disamping Wonho.
“Apa maksudmu?” Wonho bingung.
“Ya begitulah” ujarnya sambil menyeringai.

 

***

 

Keeseokan harinya. Sooji berjalan di lorong kelas menuju ke kelasnya.
“Akhirnya rambut baru?” sapa Wonho di tengah jalan melihat penampilan Sooji ada yang berubah.
“Eotte?” tanya Sooji, menunjuk ke rambutnya.
“Yeoppo” sela Myungsoo entah muncul dari mana, langsung merangkul pundak Sooji.

6j7r687jr6587
Sooji terkejut, tapi dengan sigapnya dia langsung menyingkirkan tangan Myungsoo dari bahunya.
“Mwoya igge?!” sahut Haeryung yang tak jauh dari situ langsung segera menghampiri mereka.

Myungsoo terlihat malas manggapi yeojja bernama Haeryung itu.
“Ada apa dengan kalian?!” tanya Haeryung yang sangat kesal.
“Dia pacar baruku” jawab Myungsoo dengan santainya.

“NEE?!” sontak membuat Sooji sangat terkejut.

 

= To Be Continue=

Cameo:

-Na Hae Ryung (Bestie)

Advertisements

28 responses to “Unkind Girl (Chap 1)

  1. Pingback: Unkind Girl (Chap 5) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  2. Pingback: Unkind Girl (Chap 6) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  3. Pingback: Unkind Girl (Chap 7) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  4. Pingback: Unkind Girl (Chap 8) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s