Between Dream and Future — Chapter 5

wpid-between-dream-and-future-copy1

poster byamericadoo

–Between Dream and Future–

flcevtp

Bae Suzy | Kim Myungsoo | Kim Jongin | Park Chanyeol | Jung Soojung

General Audience — School Life

Previously: Teaser | 1 | 2 | 3 | 4

Mata elangnya mengedarkan pandangan sinis ke seluruh penjuru auditorium. Telinganya ingin pecah mendengarkan seruan dan tepuk tangan yang diberikan penonton kepada si penampil. Dirinya membandingkan apresiasi orang lain yang diberikan kepadanya—yang tampil lebih dulu—dengan penampil barusan. Hanya liukan tubuh dan alunan piano bisa mengagumkan semua orang ini? Bagaimana martial art yang lebih sulit dan jarang diperlihatkan orang lain malah tidak diberi apresiasi yang sama?

“Myungie, kau kenapa terlihat murung? Mereka keren sekali ya, tadi!”

Bahkan gadis yang mengejarnya hingga gila ini memuji penampilan barusan?!

Yak, kau tidak mengerti seni ya? Jelas-jelas martial art lebih sulit daripada mereka, malah kau bilang mereka keren?”

“Yang tampil juga temanmu sendiri ‘kan? Bukannya kau juga senang jika mereka tampil sebagus itu? Chanyeol dan Jong—”

“Kau berada di pihak siapa?”tanyanya dingin.

“Ah? I-i-iya, penampilanmu lebih keren, Myungie! Kau bahkan bisa melompat sambil memutarbalikkan tubuhmu 180 derajat, kalau mere—”

Myungsoo langsung beranjak dari tempat duduknya kesal. Soojung yang duduk di sebelahnya juga ikut beranjak hendak menyusul Myungsoo, yang kemudian diusir oleh lelaki itu. Gadis yang diusir itu menggerutu dan bersumpah serapah saja.

Kedua lelaki yang masih berada di panggung itu sedang mengedarkan pandangannya mencari si gadis itu, tanpa mengetahui masing-masing siapa yang dicarinya. Tentu kita semua tahu mereka sedang mencari gadis yang sama. Gadis yang mereka ketahui sendiri akan menjadi kenangan membekas saja, kini telah kembali menemui mereka, Bae Suzy.

Gadis yang mereka cari kini duduk di barisan ke 6 dari depan sedang sibuk bertepuk tangan dan meneriaki mereka berdua. Dirinya memang terhipnotis dengan penampilan Jongin dan Chanyeol yang baginya paling keren dari semuanya. Tetapi saat mereka tengah tampil, Suzy merasa ada bagian kecil darinya yang sangat ingin berusaha mengingatkannya tentang mereka.

“Jieun, mereka berdua juga memiliki status penting seperti si wanita tadi yang menjambakku ya?”tanya Suzy ke gadis di sebelahnya yang baru ia kenal karena insiden tadi siang.

“Iya, Myungsoo yang tadi tampil juga berstatus penting. Ayahnya dan orangtua mereka bertiga bekerja sama membangun sekolah ini.”

“Myungsoo? Kim Myungsoo? Yang tadi tampil martial art itu Kim Myungsoo?”

“Oh? Kau kenal? Iya, Kim Myungsoo. Ayahnya yang meluluskanmu di tes seleksi kemarin,”

“Ah, begitu. Sifatnya sama saja ya sekarang,”

“Kalian saling kenal? Wah, daebak! Sejak kapan kalian kenal?”

“Bukan begitu, aku hanya merasa pernah melihatnya saja kok,”umpatnya bohong.

***

Jongin tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan kecilnya hingga saat ini. Mengetahui si gadis yang dicarinya tadi sangat menyukai penampilannya, dan tentu saja dengan Chanyeol.

Yak, daritadi kau senyum sendiri. Kenapa?”tanya si pemuda tinggi.

“Ah, tidak. Aku hanya tidak menyangka penampilan kita tadi disukai semua orang—”

“Aku tidak menyukainya,”

Kedua pemuda itu berbalik menuju pusat suara dan ekspresi mereka tidak terlalu terkejut. Mereka sudah mengetahui alasan tersendiri Myungsoo tidak menyukainya.

“Penampilanmu bagus, Myung! Bagaimana bisa kau memutar-mutar tubuhmu seperti itu? Tubuhmu tidak sakit?”tanya Chanyeol basa-basi.

“Bagaimana bisa kau meliukkan tubuhmu seperti itu hingga orang-orang bertepuk tangan dengan senangnya? Bagaimana bisa kau hanya memainkan piano hingga orang meneriakkan namamu kencang? Bagaimana bisa?”

Jongin dan Chanyeol yang ditanya seperti itu oleh temannya hanya bisa melapangkan dada. Beginilah Myungsoo jika dirinya sudah terbakar cemburu dan amarah.

“Kalau kami bisa kenapa tidak? Kami bisa begitu karena latihan sampai subuh. Kau? Latihan saja hanya sekali saja, itu juga dadakan. Tadi sebelum acara dimulai saja kau hanya berpangku tangan di sana. Apa yang kau usahakan itulah yang kau dapat, mengerti?”jawab Jongin kesal.

Myungsoo yang mendengar itu pun tidak terima,”oh ya? Apa yang kuusahakan itulah yang kudapat? Aku mengusahakanmu untuk kembali ke Korea supaya kita bisa bersama lagi, dan apa sekarang? Kau malah merebut dia dariku saat itu! Ini yang kudapat dari usahaku?”omelnya sambil menarik kerah pakaian Jongin.

Dia? Ah, si gadis Gwangju itu? Yak, kau saja tidak cerita apa-apa tentangnya. Kau juga tidak memiliki hak yang sah untuk mendapatinya. Ah, Suzy sekarang murid di sekolah ini. Tadi kulihat dia menepuk tangannya lama sekali untuk kami. Aku tidak tahu saat penampilanmu bagaimana,”

Buk.

Myungsoo melayangkan pukulan keras di wajah tampan Jongin. Dirinya sudah terbakar habis dengan api cemburu. Dia tahu Suzy menjadi murid di sekolah ini. Dirinya juga melihatnya setelah selesai tampil dari atas panggung. Mendapati Suzy hanya menepuk tangannya asal sebagai basa-basi saja.

Yak, sudahlah. Myung, kau jangan mengukur nilai penampilanmu dari seberapa riuh penonton saja. Kau juga jangan membandingkan penampilanmu dengan orang lain. Urusi saja kelebihan dan kekurangan penampilanmu sendiri. Kami juga latihan hingga pagi buta, sehingga kupikir itu sesuai dengan usaha kami,”lerai Chanyeol.

“Kau juga masih ada Soojung. Urusi dulu dia, baru kau mengejar Suzy. Sebaiknya tak usah, karena kurasa kau lebih cocok dengan nenek lampir itu,”seru Jongin.

Myungsoo langsung meninggalkan Chanyeol dan Jongin di sana tanpa rasa bersalah, hanya amarahnya yang menguasai hatinya. Chanyeol memapah Jongin dengan canggung setelah mendengar pertengkaran mereka.

“Jangan berharap kau bisa membawa bakatmu keliling dunia kalau sifatmu masih belum berubah!”seru Jongin yang tidak digubris Myungsoo.

“Kau ini sahabatnya dari kecil ‘kan? Kenapa harus berbicara seperti itu dengannya?”tanya Chanyeol.

“Aku tidak mau disalahkan begini. Memang benar kok dia yang tidak cerita apa-apa tentang Suzy,”jawab Jongin.

“Apa maksudnya dia berusaha membawamu balik ke Korea lagi?”tanya Chanyeol gugup.

“Ah, dulu aku lebih memilih ke Amerika untuk belajar menari di sana. Makanya aku bisa tampil seperti tadi. Saat itu Myungsoo dan Suzy menolak keputusanku untuk ke sana,”

“Myungsoo dan Suzy? Jadi, kalian bertiga dulu saling kenal?”

“Lebih dari kenal, kami bertiga sahabat baik. Tetapi 1 tahun setelah aku kembali ke Korea, Suzy pergi begitu saja tanpa alasan,”

“Ah, aku tahu, dia pergi begitu saja setelah orang tuanya meninggal,”jawab Chanyeol.

“Orang tuanya meninggal?”tanya Jongin yang diangguk lawan bicaranya.

“Dia juga menghilang begitu saja. Padahal aku masih melihatnya saat pemakaman orang tuanya, beberapa hari kemudian dia pergi entah ke mana,”

Terjadi keheningan singkat setelah penjelasan Chanyeol tadi. Jongin kini tahu alasan mengapa sahabatnya menghilang begitu saja. Suzy kecil tidak pernah menceritakan kisah sedih satu pun. Hanya lengkungan bibir dan rentetan giginya yang lebar ia tunjukkan.

Chanyeol kini tahu siapa gadis yang disukai Jongin yang diumpatnya selama ini. Jongin hanya mengatakan bahwa dia hanya bisa menunggu si gadis itu menghampirinya tanpa menyebut namanya. Chanyeol kini juga tahu mengapa Myungsoo terus berusaha lepas dari Soojung, yang jika ditanya mengapa selalu dijawabnya ada wanita lain yang harus dicarinya. Sekarang dia sudah tahu semua jawaban itu.

Bae Suzy, gadis yang datang menghampiri mereka bertiga entah sengaja atau memang dituntun oleh takdir.

***

“Selamat pagi, Myungie!”

Myungsoo kembali mengawali paginya dengan suara—yang  baginya—mistis. Dirinya masih ingin tidur karena insiden kemarin yang membuatnya tidak bisa istirahat dengan tenang. Dan setiap hari dirinya harus mengawali pagi dengan sapaan wanita itu.

“Tak sopan sekali. Ehem, selamat pagi Myung-“

“Selamat pagi,”jawab Myungsoo dingin.

“Nah, seperti itu! Akhirnya Myungie menjawab sapaanku,”

“Memang biasanya aku tidak menjawabmu?”

“Wah! Tumben sekali kau mengobrol denganku pagi ini. Tentu saja kau selalu menjawabku,”

“Aku ke kelas dulu,”ucap lelaki itu dan langsung pergi meninggalkan Soojung di sana.

Yak, kau belum melihat kelas barumu yang mana? Ayo kita lihat ber-“

“Aku sudah tahu!”seru Myungsoo dari kejauhan

Okay Myungie! Semangat ya! Ingat kita nanti makan siang bersama di kantin nanti!”seru Soojung yang kemudian tak digubris Myungsoo.

Jongin yang barusan tiba mendengar seruan Soojung terhadap lelaki tadi tersenyum kecil. Benar, urus dia dahulu, baru kau mengejar yang lain, batinnya. Dirinya berjalan menuju papan pengumuman hendak membaca daftar kelas yang baru. Kelas 2-B kini menjadi kelasnya hingga setahun ke depan.

“Wah, kau sekelas dengan dia,”

Jongin yang mendengar itu langsung mencari nama si dia yang dimaksud. Bingo. Nama Bae Suzy tertera di antara deretan nama murid lain. Bibirnya melengkung lebar dengan sendirinya setelah membaca nama itu.

Assa-“Jongin menghentikan kalimatnya setelah mengetahui siapa si pemilik suara.

“Ah, Chanyeol, kau sekelas dengan-“

“Tahu kok, aku sekelas dengan si lelaki es itu dan si-“

“Myungie!! Kita sekelas!!”teriak Soojung yang baru saja membaca daftar nama kelas 2-C itu.

“-nenek lampir,”lanjut Chanyeol.

Jongin yang mendengarnya tertawa sambil menepuk pundak temannya. Senyumnya sedari tadi setia melekat di wajahnya.

“Kau harus rajin belajar, Jongin. Aku yakin kau tidak akan fokus di kelas jika sekelas dengannya,”canda Chanyeol,”kalau nilaimu merosot aku akan meminta paman Kim untuk memindahkanmu ke kelasku.”

“Lalu? Kau di mana?”

“Tentu pindah ke kelasmu! Kita tukar kelas!”canda Chanyeol lagi.

“Kalau nilaimu yang merosot sih, aku tidak peduli,”jawab Jongin yang diikuti oleh tawa Chanyeol.

“Jangan lupa istirahat nanti kita makan bersama dengan Suzy,”pinta Chanyeol.

“Iya tenang saja. Ayo ke kelas bersama, kelas kita bersebelahan ‘kan?”ajak Jongin kemudian diangguk oleh Chanyeol. Mereka berdua ke kelas bersama meninggalkan siswa lain yang makin banyak berkerumun di sana.

***

Permisi, maaf ya,

Aduh, maaf, aku sedang buru-buru,

Ini hari pertama baginya untuk menekuni pelajaran di sekolah baru dan ia awali dengan kesiangan tadi. Memang apartment yang ia tinggali tak jauh dari sekolahnya, namun hari ini ia ingin memberikan kesan yang baik, mengingat insiden pertengkaran kecil dengan Soojung.

Suzy tiba di halaman depan sekolah tepat bel sekolahnya berbunyi. Napasnya ia helakan kasar dan sedikit bersyukur karena dirinya tidak telat hari ini. Ia langkahkan kakinya ke papan pengumuman besar yang masih dikelilingi oleh beberapa murid. Pandangan ia edarkan hendak mencari namanya, dan ditemukan namanya di kelas 2-B. Ia lanjut mencari nama Lee Jungeun di daftar nama kelasnya, namun tidak terlihat.

“Ah, Jieun di kelas 2-C, pasti dia senang bisa sekelas dengan Myungsoo,”katanya dalam hati.

Melihat teman lainnya yang masih mengitari papan itu, terbesat pikirannya untuk melihat-lihat lagi daftar murid di kelasnya. Ia cukup terkejut mendapati nama Kim Jongin yang ikut tertulis di kertas itu. Rasa ingin mengingatnya pun muncul kembali. Ia pun penasaran dan langsung menuju kelasnya.

“Ayo, Suzy, kita takhlukkan sekolah ini,”ucap Suzy pelan dengan semangat.

***

Suzy tiba di kelasnya dengan nafas terengah karena takut gurunya akan tiba lebih dulu darinya. Setidaknya, saat ia tiba gurunya masih belum datang. Dia pun bersyukur kembali di dalam hati.

Pandangan kembali ia edarkan guna mencari tempat duduk kosong. Terdapat dua tempat yang bersebelahan yang kosong, namun satu sudah tergeletak di atas meja dengan botol minum berwarna merah muda. Botol itu sepertinya aku punya dulu

Aigoo… perlu banyak pengorbanan untuk tiba di sini saja,”eluhnya pelan. Suzy pun mengistirahatkan kepalanya sebentar di atas meja dan tanpa sadar dia pun terlelap.

Tak lama, Suzy merasakan tubuhnya digoncangkan oleh seseorang. Ada yang mengganggu tidurnya. Ia mulai mengerjap kedua matanya guna membiaskan cahaya yang masuk dan meregangkan tubuhnya. Ditolehkan pandangannya ke orang yang membangunkannya.

Good morning,

Suzy mengernyitkan kedua alisnya. Dia merasa sangat kenal dengan orang ini.

“Ah, pagi. Aku Bae Suzy, murid baru,”

Jongin tertawa kecil, “yak, lupa siapa aku? Kim Jongin, sahabatmu dulu,”

Kembali kedua alisnya ia ernyitkan. Kim Jongin?

“Kau malah ingat si Myungsoo saja? Kita ‘kan selalu bermain bertiga,”

“Ah! Kau waktu itu ke Amerika untuk belajar menari ‘kan? Akhirnya aku bisa mengingatmu! Pantas saja kemarin penampilanmu keren banget,”

“Iya! Kau dan Myungsoo menangis memintaku supaya tidak pergi ke sana. Tangisan kalian lucu sekali waktu itu,”

“Teman macam apa yang tidak menangis saat temanmu pergi,”candanya yang dibalas tawa oleh pemuda itu.

Pandangan gadis itu ia alihkan lagi ke botol minum Jongin yang dari awal menjadi perhatiannya.

“Botolmu kenapa berwarna merah muda?”

Jongin kembali tertawa, “ini botol yang kudapat saat kita tukar kado waktu natal dulu. Aku dapat kadomu dan isinya botol itu!”

Begitulah percakapan mereka hingga guru Lee datang untuk pertama kalinya. Percakapan mereka terus mengalir mengingat masa lalu mereka tanpa henti. Suzy merasa beruntung bisa sekelas dengan Jongin, begitu juga sebaliknya.

***

“Pasti si gelap ini sedang asyik dengan Suzy,”pikir Chanyeol sambil melihat handphone nya yang tertulis pesan darinya yang tak ujung dibalas.

Kelas 2-C memiliki keadaannya sendiri. Chanyeol duduk bersama pria yang diketahui namanya Byun Baekhyun di baris ketiga. Si lelaki es dan nenek lampir—Myungsoo dan Soojung—duduk bersama. Jika kalian tanya bagaimana bisa, intinya si gadis yang memaksa pemuda itu untuk duduk bersamanya.

 Ingin sekali dia memakai hak spesialnya untuk pindah kelas. Dia tak betah berada di kelas bersama pasangan itu. Tetapi dia merasa beruntung bisa mendapat teman sebangku yang lebih waras dari penduduk lelaki lainnya.

“Aku ingin istirahat sekarang juga,”gerutunya dalam hati.

***

Si pemilik sepasang mata elang kini sedang memusatkan pandangan ke gadis yang sedang tertawa bersama dua lelaki yang kemarin mengalami insiden dengannya. Ingin sekali ia menghampiri mereka dan mengantar Suzy ke suatu tempat.

“Myungie, kau ini melihat siapa sih? Ini kimbap bikinanku sendiri kenapa daritadi belum dimakan?”

Barusan adalah salah satu alasan mengapa ia tak bisa beranjak dari tempat itu. Soojung sudah menyiapkan 5 potongan kimbap yang masih tertata rapi. Myungsoo sama sekali belum menyentuhnya. Dirinya sudah tahu rasa mengerikan apa yang disajikan gadis di sebelahnya.

“Soojung ah,”panggil Myungsoo gemas—kalian tahu ini pemaksaan.

Soojung yang mendengar suara Myungsoo pun terkesiap, “i-iya, Myungie?”

“Kalau aku menghabiskan ini, aku boleh pergi sebentar?”

“Ke mana? Tentu saja kau boleh pergi, aku juga mau-“

Myungsoo yang mendengar jawaban restu langsung melahap kimbap yang terasa hambar bulat-bulat. Daritadi dirinya memang kelaparan, jadi apa daya. Yang penting perutnya sudah terisi sekarang.

“Wah, enak sekali. Memang, Soojungku memang terbaik!”puji Myungsoo sambil mencubit hidung perempuan itu, “aku pergi sebentar ya!”

Soojung yang kaget melihat reaksi tak biasa Myungsoo kini sedang melayang ke langit ketujuh. Pertama kalinya Myungsoo memuji dan melakukan kontak fisik dengannya. Tak peduli lelakinya pergi ke mana, yang penting ia meninggalkan jejak manis kepada Soojung.

Lain sisi, Suzy dan kedua pria itu sedang tertawa lepas sejak tadi. Roti isi mereka masing-masing tidak sempat tersentuh karena mereka sibuk mengingat masa kecil mereka. Suzy kini sudah mengingat Chanyeol, si bocah kecil yang bercita-cita ingin menjadi suami Suzy kelak. Alasannya tidak mengenal kedua temannya ini karena pubertas yang merubah tampang mereka dari ingusan menjadi tampan dan gagah.

“Memang sih, tampang kami memang diakui banyak orang. Benar ‘kan, tiang?”

“Benar sekali, gelap,”tawa mereka tersembur lagi.

“Hahahaha, lucu sekali ya,”seru basa-basi pendatang tak diundang.

Mereka bertiga langsung mengunci mulut rapat setelah Myungsoo duduk di samping Chanyeol. Kedua lelaki ini masih mengingat insiden kecil kemarin, sedang si gadis memang merasa tidak enak dengannya.

“Suzy ah, sudah lama kita tidak bermain! Ke mana saja dulu? Setelah kau kabur, aku dan Jongin bermain berdua saja,”ujar Myungsoo yang tidak digubris Suzy.

Myungsoo yang didiaminya melanjutkan, “kau belum tahu lingkungan sekolah ini ‘kan? Aku wakil ketua organisasi di sini lho! Jadi aku bertugas—”

“Chanyeol ketuanya ‘kan? Tadi sudah diantarnya keliling,”potong Suzy sambil mulai melahap roti isinya.

Myungsoo menundukkan kepalanya kesal, “ah, begitu. Kita berdua sudah lama tidak mengobrol. Aku ingin bicara sebentar, temui aku nanti—”

“Tidak bisa, nanti aku pergi dengan Jieun. Aku ke toilet dulu ya,”ujarnya seraya pergi meninggalkan ketiga lelaki itu.

Di meja panjang itu tersisa Myungsoo, Jongin, dan Chanyeol serta murid lainnya yang sedang makan. Udara terasa canggung di antara mereka bertiga. Jongin dan Chanyeol langsung mengambil roti isi mereka yang masih terbungkus rapi untuk dimakannya. Myungsoo yang sudah tidak tahan langsung mengejar Suzy yang berjalan ke lapangan depan sekolah.

“Kau jangan memaksanya Myung,”cegah Jongin sambil menahan pergelangan tangannya. Myungsoo melepaskannya kasar, “diam saja. Aku ingin merebutnya sebelum kalian mendapatinya.” Jongin tertawa kecil, “sudah kubilang ‘kan, urus dulu Soojung baru kau urus yang lain.” Myungsoo tidak menggubris langsung pergi mengejar Suzy.

***

Myungsoo melebarkan langkahnya hingga dirinya berdiri menghadap Suzy. Kedua matanya memutar kesal melihat kehadiran lelaki di depannya.

“Apa? Apa yang mau kau bicarakan?”tanya Suzy kesal.

“Kenapa kau mendiamkan aku terus? Kenapa kau menghilang? Kenapa kemarin kau malah hanya tepuk tangan basa-basi saja saat aku tampil tapi kau menyoraki Jongin kemarin?”tanyanya panjang lebar.

Suzy tertawa kecil, “kau tidak pernah berubah ya? Masih saja mengukur kebagusan penampilanmu lewat suara tepuk tangan. Berubahlah jika kau mau aku tepuk tangan dan menyorakimu! Lupakan kejadian tepuk tangan itu jika kau ingin mengejari impianmu!”ceramah Suzy. Myungsoo hanya menatap kosong Suzy setelah mendengar kalimat akhir itu.

To Be Continued

happy new year!

flcevtp’s storyline

Advertisements

9 responses to “Between Dream and Future — Chapter 5

  1. Ayeee… update sekian lama. Baca lg chap 4 krn agak2 lupa hehehe…. ceritanya keren bgt. Maunya sih Jongzy krn dia yg paling sayang. Kl Myung repot ada Soojung ntar dia jahatin Suzy. Kl Chanyeol kykx plg kalem disini. Heheh….. semangat u update terus ya thor…. mksh u chap 5 nya….

  2. Memang myungsoo dan suzy ada masalah apa? Dan lagi si krystal agresif banget…..
    Anyeong authornim salam kenal ….

  3. Aku belum pernah baca ff ini jadi agak sedikit bingung sama jalan ceritnya,,,,,jika dilihat sepertinya suzy,myungsoo,jog in dan chanyeol adalah sahabat kecil tetapi gara” sikap myungsoo yg egois jga tak mau kalah membuat ia mnjadi sedikit jauh dari para sahabtnya.

  4. yaaampun udah lama banget ini ff baru dilanjut >< aku sampe harus baca part sebelumnya dulu xd
    Suzy kenapa ya? kok sama Myungsoo sikapnya begitu?

  5. Jadi lupa ma ceritanya sebelumnya….benci ma myungsoo udah da soojung masih kejar2 suzy,udah ma soojung ja….biar suzy ma jongin atau chanyeol,myungsoo terlalu egois

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s