[Freelance] The Baby’s Appa Chapter 4

Title : The Baby’s Appa | Author : alabastercarnation | Genre :  Angst, Fluff, Romance, Slice of Life | Rating : T | Main Cast : Miss A Suzy & EXO-K Kai | Other Cast : EXO-K Sehun, EXO-K Chanyeol, f(x) Krystal, etc

 

***

 

-Suzy-

        Suzy mengambil dua buah apron yang tergantung di rak toko pakaian wanita di pusat perbelanjaan daerah Myeong-dong. Apron pertama berwarna broken white dengan tali pink dan motif floral yang cantik. Suzy sangat menyukai motif floral, baik itu di kemeja, rok, ataupun jenis pakaian lain. Tapi apron kedua juga sangat lucu, dengan tali merah, bagian atasnya berwarna biru muda dan bagian roknya motif kotak-kotak.

“Keduanya pasti terlihat sangat manis di tubuhmu, Nona,” ujar seorang pramuniaga di toko tersebut.

“Ah, jinjja? Ne, aku suka keduanya dan aku ingin membeli apron ini untuk pegawai-pegawaiku di kafe.”

“Waaah, kau seorang bussinesswoman? Hebat sekali. Cantik dan pintar. Dimana alamat kafemu, Nona?”

“Mapo-gu. Aku tinggal di Mapo-gu. Makanan utama kafeku sendiri adalah dessert, namanya Mr. Buddy Bear.”

“Nama yang lucu. Kusarankan kau membeli apron yang berwarna biru muda ini. Cocok untuk pegawai-pegawaimu,” saran pramuniaga itu ramah.

“Ya, aku juga berpikir begitu. Tapi aku juga suka apron floral ini. Jadi kurasa aku akan mengambil 4 apron biru muda ini dan 1 apron floral untukku.”

Ne, algaesimnida. Silakan ditunggu di kasir.”

        Suzy tersenyum puas. Omset kafenya memang belakangan ini naik dan ia merasa butuh membenahi beberapa furnitur di kafenya, tak terkecuali apron, pakaian sehari-hari ia dan pegawainya! Di Mr. Buddy Bear, ada 4 mahasiswi yang bekerja di kafenya. Mereka berasal dari Kyunghee University. Ada Naeun, Bomi, Namjoo, dan Hayoung. Hayoung baru lulus SMA dan baru masuk Kyunghee University. Hayoung biasanya membantunya mengurus Tae-oh, tapi kadang ia bekerja jadi pramusaji juga. Naeun dan Bomi bertugas di dapur, Namjoo bagian kasir sekaligus pramusaji, begitupun Suzy, ia kadang memegang bagian dapur, kadang menjadi pramusaji. Mereka semua bersahabat. Empat gadis yang membantunya itu datang dari luar kota dan bekerja sambilan di kafe. Tapi Suzy tak masalah, karena sesama mahasiswi, ia mengerti mereka semua.

        Terkadang jika kafe sedang ramai-ramainya, mereka berempat menginap di rumah Suzy. Toh Suzy juga hanya tinggal berdua bersama Tae-oh karena orangtuanya tinggal di Gangnam-gu. Kadang juga mereka istirahat disana, karena Suzy ada dua kamar kosong. Kadang numpang mengerjakan tugas, numpang nonton tv, macam-macam deh pokoknya! Meskipun di kampus Suzy tidak punya teman, ia merasa cukup memiliki mereka semua.

        Ponsel Suzy berbunyi. Ia menatap caller ID. Son Naeun.

Ye, Naeun-ah?

Suzy-ah, kafe sedang sepi tidak ada pengunjung sejak satu jam lalu, bolehkah aku dan Bomi istirahat sebentar?”

“Mana Namjoo dan Hayoung?”

Hayoung sedang mandi. Namjoo kuliah.”

“Tentu saja boleh. Tutup saja kafenya sampai sore nanti! Kita buka lagi nanti malam. Belakangan ini kita bekerja terlalu keras, kan? Istirahatlah! Hujan-hujan begini enaknya nonton tv dan makan ramyeon. Jam 12 nanti ada siaran ulang film Architecture 101, film favoritku! Di kulkas ada kimchi dan di rak ada banyak ramyeon, kau boleh ambil yang mana sepuasmu. Istirahatlah yang banyak. Aku habis membelikan kalian apron baru dan nanti aku pulang akan bawa ayam untuk kalian semua! Rest well, Chingudeul!

“Aaaah… jeongmal kamsahamnida, Suzy-ah! Hati-hati di jalan!” Naeun pun mengakhiri pembicaraan. Di seberang sana, ia tengah tersenyum. Pasti mood Suzy sedang baik hari ini. Apa karena omset naik? Atau karena dia sedang jatuh cinta dengan mahasiswa program S1 di SNU? Aaah, kuharap dia segera menemukan pria yang baik untuknya dan Tae-oh, gumam Naeun sebelum menyalakan kompor untuk memasak ramyeon.

        Suzy melanjutkan perjalanannya ke toko-toko lain. Ia memasuki toko baju wanita lagi, dan langsung jatuh cinta melihat sepotong denim dress dengan kerah warna putih dan lipatan putih di kedua ujung lengan. Ia juga melihat baju sifon warna pink, rok hitam kotak-kotak, dan berbagai jenis baju lucu lainnya. Tak lama kemudian, Suzy menemukan dirinya tenggelam dalam mencoba berbagai model pakaian. Ia akhirnya merasakan menjadi remaja sesungguhnya. Sudah lama sekali Suzy tak berbelanja, dan ia senang bisa memanjakan dirinya lagi setelah waktu yang lama.

        Namun Suzy tak kunjung menemukan pilihannya karena begitu banyak baju yang ia sukai. Tiba-tiba, matanya tertumbuk pada sebuah gaun yang dipajang di manekin.

Chogiyo, apakah dress ini dijual?” tanya Suzy kepada seorang pramuniaga.

“Tentu saja, ini adalah salah satu koleksi terbaik kami.”

“Boleh aku mencobanya?”

Pramuniaga itu mengangguk.

        Suzy membawa dress itu ke dalam ruang ganti. Ia menatap price tag-nya. Oke, tidak terlalu mahal. Ia bisa membatalkan baju-baju yang tadi ia coba dan membeli satu potong gaun yang cantik ini. Gaun ini model cocktail dress, warna merah marun (warna favoritnya) dengan aksen floral transparan dan pita besar berwarna senada di samping pinggang, serta tali tipis di bahu. Simpel, manis, tapi juga seksi.

Sang pramuniaga memuji bahwa Suzy terlihat seperti supermodel mengenakan gaun itu. Suzy tersenyum puas. Merasa masih ada sedikit untuk membeli beberapa baju, ia pun juga memasukkan sheer sleeveless blouse warna hitam dan ripped shorts putih. Baju itu bisa ia pakai untuk pergi ke pantai atau ke pulau. Ia pun keluar dengan menenteng beberapa kantong belanja. Saat ia masih berkeliling, tiba-tiba ia menabrak seseorang.

“Ah!” seru Suzy. “Ah, chuseonghamnida…

Suzy menatap ke atas dan melihat sesosok pria berpostur ala manekin menatapnya balik.

“Sehun-ssi?”

“Ah, Suzy-ssi!” balas orang yang ternyata Oh Sehun itu. “Kebetulan sekali kita bertemu!”

Ah, ne!” jawab Suzy. Sehun mengenakan topi hitam, kaos abu-abu dan celana jeans hitam serta sneakers Nike Roshe Run warna hitam. Meskipun simpel, Suzy masih berpikir awalnya ia menabrak sebuah manekin. Manekin berjalan lebih tepatnya.

“Sedang apa kau disini?” tanya Suzy saat mereka berjalan bersama-sama menyusuri jalanan Myeong-dong.

“Sehabis mengambil jas pesananku untuk pesta ulangtahun SNU Sabtu nanti.”

“Oh… pantas saja…”

“Kau datang kan?”

“Eh? Aku?” Suzy menunjuk dirinya sendiri.

“Iya, kau,” balas Sehun. “Kau hanya perlu menunjukkan kartu mahasiswa SNU-mu disana dan setelah berhasil discan, kau boleh masuk.”

“Ta-tapi…”

“Kau tinggal bilang “aku Bae Suzy mahasiswa program magister Departemen Ekonomi dan Bisnis, ini kartu mahasiswaku”, setelah dicek, dan berhasil, kau boleh masuk.”

“Bukan begitu… bukan itu masalahnya…”

“Hei, bagaimana jika kita berdua minum kopi? Cuacanya sedang cerah,” ajak Sehun. Sebelum Suzy sempat mengatakan sepatah kata, laki-laki itu sudah menariknya masuk ke Starbucks.

***

Suzy meneguk caramel frappucinonya pelan.

“…tanggal 15, ya? Aku tidak yakin bisa datang… toh aku juga tidak tahu mau ngapain disana. Aku tidak begitu kenal banyak orang.”

“Tapi kau kenal aku,” tutur Sehun. “Ayo kita datang berpasangan. Aku juga tidak tahu mau mengajak siapa.”

“…Jo-Jongin… datang dengan siapa?” tanya Suzy ragu.

“Kurasa ia datang dengan Soojung. Jung Soojung. Gadis paling cantik di Departemen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Uhm… aku tidak tahu apa hubunganmu dengan sahabatku itu tapi, kau tidak keberatan kan?”

“Keberatan? Tentu saja tidak! Sama sekali tidak! Baguslah, ia kembali pada tabiatnya sebagai playboy kacangan.”

Sehun tertawa. “Kalau begitu… jam 7. Sabtu malam. I’ll see you then?

Okay,” jawab Suzy. “Jangan pulang malam-malam, oke?”

“Tentu saja, Yang Mulia.”

Mereka pun kembali berbincang sampai akhirnya memutuskan untuk mengakhiri perjumpaan mereka dengan kembali ke mobil masing-masing.

***

        Satu hari sebelum ulangtahun SNU yang diselenggarakan di Audience Hall Sooman National University, kafe Mr. Buddy Bear sedang ramai-ramainya. Suzy sempat tak tidur karena sibuk menyiapkan penganan untuk esok harinya. Ia menjadi semakin ragu untuk menepati janjinya kepada Sehun. Ia sempat berdiskusi dengan Naeun dan Hayoung, dan apa jawaban mereka?

“Naeun-ah… Hayoung-ah… apa aku harus datang kesana? Kita kan sedang sibuk-sibuknya,” ujar Suzy. “Kurasa aku akan membatalkan janjiku dengan Sehun.”

“Jangan!” seru Naeun. “Suzy-ah, jangan! Sudah, datang saja! Kau sudah lama tidak bersenang-senang kan? Ayolah, jangan terlalu banyak bekerja! Kau masih muda dan masih harus bersenang-senang!”

“Iya, sih, tapi…”

“Suzy eonni, tenang saja, aku punya beberapa teman yang bisa membantu malam minggu nanti. Pokoknya pastikan saja kau dandan cantik supaya Oh Sehun bisa terpesona melihatmu. Sekarang kau lebih baik memikirkan besok mau pakai apa, mau ke salon mana, dan lainnya. Aku punya dua orang teman yang bisa membantu kita,” usul Hayoung.

“…jadi… kita tak perlu menutup kafe besok?”

“Jangan. Kafe kita sedang ramai-ramainya. Apalagi disaat Sabtu malam dimana semua orang ingin berkencan. Kau tidak mau kehilangan pemasukan, bukan?”

Suzy tersenyum lega. “Terimakasih banyak, Naeun-ah, Hayoung-ah. Aku akan mentransfer uang untuk kalian makan besok, dan juga bayaran untuk teman-teman Hayoung. Terimakasih sudah membantuku.”

“Sama-sama!” jawab Hayoung riang. “Eonni, hwaiting! Aku yakin seratus persen Oh Sehun yang tampan itu menyukaimu!”

Suzy hanya tertawa mendengarnya.

        Dan saat ini, Suzy tengah berdiri di depan cermin kamarnya menatap bayangannya yang sempurna seperti putri dibalut gaun yang ia beli di Myeong-dong tempo hari. Dengan stiletto berwarna senada dan clutch hitam miliknya mempermanis penampilan Suzy. LINE! Ponselnya menandakan ada pesan masuk. Dari Sehun.

oohsehun: i’m outside, don’t be too long

skuukzky: five minutes more, wait for me

oohsehun: as you wish, princess

        Suzy pun keluar dari kamarnya pelan-pelan. Ia mendapati Tae-oh sedang makan disuapi Hayoung. Ada Naeun juga sedang membuat adonan kue.

“Woah… kau yakin kau adalah ibu satu anak?” kata Naeun penuh kekaguman. “Kau benar-benar cantik, Suzy-ah.”

“Teo-ya! Lihat eomma-mu! Dia cantik sekali seperti putri, kan?” tambah Hayoung. Suzy hanya tersipu malu. Ia pun menitipkan sejumlah uang dalam amplop kepada Naeun dan pamit kepada keduanya.

        Di luar, Sehun sudah menunggu Suzy di dalam mobil Jaguar XF miliknya. Ia mengetuk-ngetukkan jarinya ke setir dengan gelisah, sampai tak lama kemudian ia melihat sesosok gadis dengan jas disampirkan ke bahunya dengan gaun selutut.

Annyeong!” sapa Sehun riang. Ia buru-buru membukakan pintu untuk Suzy dan mencium wangi perpaduan antara green apple dan bargamot—fresh yet seductive—aroma tubuh gadis itu.

Woah… neo jinjja daebak…” puji Sehun saat mobil mulai berjalan. “Rasanya aku tak fokus menyetir saat melihat seorang gadis cantik duduk di sampingku.”

“Kau berlebihan!” sanggah Suzy tersipu malu.

“Kurasa kau akan menjadi Cinderella di pesta nanti…”

“Apalah aku dibandingkan mahasiswi-mahasiswi baru yang berwajah cantik dan masih hijau?”

“Aku tak peduli. Aku senang bisa menjadi pasanganmu di pesta.”

“Aku juga senang. Saat aku melihatmu keluar dari mobil kau benar-benar terlihat seperti manekin berjalan.”

Me? The walking-mannequin?

Yes, you are,” jawab Suzy disela-sela tawanya. Senyumnya yang lebar menunjukkan gigi-gigi depannya yang seperti gigi kelinci, membuat Sehun mau tak mau terpana tiap kali ia melirik gadis itu.

…I guess I’m ready to be a father at this young age…” gumamnya pelan, dan syukurlah Suzy tak mendengarnya.

        Sesampainya di Audiences Hall SNU, Suzy terpukau, balai itu sudah disulap menjadi ruangan yang spektakuler seperti ballroom hotel. Matanya menerawang ke seluruh penjuru ruangan, dan tak ada yang ia kenal sejauh ini. Balai SNU terdiri dari tiga lantai dan tiga-tiganya dijadikan tempat pesta, termasuk rooftop. Suzy izin ke Sehun untuk berjalan-jalan sebentar. Sehun mengiyakan, sementara ia menghampiri Chanyeol yang sedang asyik berbincang dengan Jinri.

“Oi! Bro Chanyeol!” panggilnya. Chanyeol menoleh. Ia terlihat tampan dengan kemeja abu-abu dan rompi hitam. Disebelahnya ada Jinri dengan rambut sebahunya mengenakan A-Line dress warna hijau emerald.

“…aigoo… apakah ini Choi Jinri teman baikku? Apa kau akhirnya menyerah dengan cita-citamu dan memutuskan untuk bersenang-senang sepenuhnya?” goda Sehun.

“Terserah kau saja, Idiot,” balas Jinri jutek.

“Aku yang mengajaknya kesini, Sehun-ah,” tukas Chanyeol. “Lihatlah, ia tampak senang datang kesini. Sepertinya Jinri butuh hiburan setelah berhari-hari menjalani praktek di rumah sakit kampus.”

“Iya, aku senang mendengarnya, wahai wanita psikopat,” ledek Sehun lagi. Jinri menggeram dan memajukan bibir bawahnya kesal.

Sementara itu, Suzy sedang naik ke lantai dua dan melihat dekorasi yang tidak kalah apik dengan dekorasi lantai satu. Beberapa lelaki berbisik-bisik saat melihatnya. Suzy bingung entah harus bangga… atau malu…

Kali ini mencoba melihat rooftop. Wah, ternyata di rooftop juga ramai! Suasananya romantis sekali. Dengan penerangan yang remang-remang, dipenuhi bunga-bunga di sudut kanan kiri, angin berhembus pelan, dan instrumen musik mengalun, membuat siapa saja mudah jatuh cinta dengan berdiri di rooftop balai kampus. Suzy mengambil segelas sirup dan meminumnya sambil menatap orang-orang yang tengah berbincang.

        Namun matanya menyipit tajam kala ia melihat seseorang yang ia kenal. Suzy melihat sesosok pria bertubuh tinggi dengan gadis berambut panjang disebelahnya, tengah berbincang-bincang dengan seru. Jarak mereka dekat sekali. Meski dengan penerangan minim, ia mampu mengenali pria itu…

Kim Jongin.

Siapa wanita itu? Batin Suzy. Ia kembali menyipitkan matanya. Apakah dia Jung Soojung? Cantik sekali… pikirnya. Mereka mengobrol dengan mesra, bahkan sesekali Jongin mencubit pipi Soojung dengan gemas. Suzy merasa tubuhnya memanas. Hatinya terbakar.

Tidak, tidak mungkin. Tidak mungkin aku cemburu. Bukankah aku sendiri yang bilang supaya Jongin menjauhiku? Toh, baguslah ia sudah menemukan korban selanjutnya. Suzy berusaha menghibur dirinya sendiri namun matanya tak lepas dari sosok Jongin dan Soojung. Lama kelamaan ia merasakan matanya panas. Tes… tes… tetesan airmata mulai jatuh dari pelupuk matanya.

Apa? Bae Suzy, kau menangis? Kau sudah gila ya? Dia itu Kim Jongin, pria brengsek yang mencampakkanmu! Tak seharusnya kau menangis! Sudahlah! Hapus airmatamu! Lebih baik kau—Suzy berusaha menahan tangisnya dengan mengipas-ngipas matanya, juga supaya eyelinernya tidak luntur. Namun airmata itu tetap jatuh. Tiba-tiba, siluet Jongin terlihat seperti mendekat kepada Soojung, Jongin terlihat sedang… mencium Soojung.

Mereka… berciuman? Oke, mungkin Suzy salah lihat tapi siluet mereka terlihat seperti sedang berciuman!

        Suzy tak kuasa menahan airmatanya lagi dan buru-buru kabur dari lokasi kejadian. Ia terisak, namun berusaha menutupinya dari orang lain. Dengan langkah buru-buru sambil menunduk, ia turun dari rooftop untuk menemui Sehun untuk meminta diantar pulang ke rumah.

Namun saat Suzy tengah menangis, ia menabrak dada bidang seorang pria. Ia menoleh ke atas dan mendapati Oh Sehun si manekin berjalan tengah menatapnya iba.

Sehun pun berkata pelan, “see, I know you’re crying.

Suzy menggeleng kuat-kuat, tak mau mengakui bahwa ia habis menangis. Sehun seketika merangkul Suzy, membuat wajah gadis itu menempel di dadanya, menyebabkan kemejanya basah karena airmata Suzy.

…it’s okay… if you gonna cry, just cry then. But make sure you do it in my arms…

***

-Sehun-

        Sehun menuang botol soju ketiga yang sudah Suzy minum. Pasca kejadian tadi, Suzy bilang padanya ia sudah lama sekali tidak minum. Saat Sehun mengajaknya ke warung soju, ia bilang soju rasanya enak sekali, saking lamanya ia tak minum soju. Dan sekarang sudah memasuki botol ketiga, Suzy masih terus meminumnya, sampai akhirnya ia mulai mengoceh, efek mabuk soju.

“…Kim Jongin… si brengsek… si bajingan… aku benci dia… benar-benar benci dia…” ujarnya frustasi.

Sehun menatap gadis itu. “Hei, bagaimana jika aku bertanya dan kau harus menjawabnya jujur?”

Mwo?…

“Sebenarnya, apa hubunganmu dengan Jongin? Apa dia masa lalumu waktu di Kanada? Kudengar kau dulu di Kanada sampai kau menyelesaikan S1, kan? Jongin juga pernah SMA di Kanada, apakah kalian sempat menjadi teman sekolah?”

Suzy tertawa. Ihik! Ia cegukan. “…benar. You’re right. He used to be my schoolmate…

“Dia teman sekolahmu?”

My former enemy…

“Wah, kalian dulu sempat musuhan?”

But then he became my boyfriend…

“Astaga. Jadi kalian pernah pacaran dulu?! Pantas saja… kalian…”

Then one day… we both had sex… he took away my virginity… such an asshole, right? Right, he’s the father of my kid… But when I told him I had his baby, he left me…

MWO?!

Sehun kaget sekaget-kagetnya. Matanya membesar, terbelalak. Suzy… Jongin… Jongin adalah ayah Tae-oh?! Jadi… mereka bukan sekedar mantan pacar tapi… mereka berdua adalah orangtua Tae-oh! Gila, apakah Jongin masih waras saat itu?!

Jongin gila! Jeongmal michyeosseo!

I was so hurt back then..” Suzy mulai menangis.

No, no, uljima, jebal.” pinta Sehun, namun Suzy tetap menangis dan kembali mengoceh, “so I strengthen myself… and raised Tae-oh on my own eventhough my parents opposed my will… even my father shouted to me to get lost… see? My life was miserable. But as time goes by, both of my parents started to loving my baby and I live happily from then on. I thought I’ll live happily ever after with Tae-oh, just the two of us… but… it changes when I met Kim Jongin right here at Seoul…

Meskipun sempat tinggal di San Fransisco, Sehun masih sedikit kesulitan mendengar omongan Suzy. Ia besar di Kanada tentu saja Bahasa Inggrisnya fasih, tapi Sehun sulit mengerti apa yang dia bicarakan…

“…Suzy-ah, your English are a mess when you’re drunk. Just speak with Korean languange, okay?

Sorry but I speak English when I’m drunk,” jawab Suzy masih dengan mata terpejam. “I’m not that fluent in speaking Korean, anyway…

Sehun mendesah.

                 “So… where should we continue?” tanya Suzy lagi.

“Tidak usah. Lebih baik kita pulang. Kau sudah minum banyak. 3 botol cukup.”

Not until I drank five bottles.

“Tae-oh menunggu dirumah, Suzy!”

Then leave me alone!! You can go home first! I just want to drink my pain away, don’t you understand?!” bentak Suzy.

Arasseo!” Sehun pun menuruti Suzy. Ia kembali duduk di hadapan Suzy. “…Tidak heran kenapa Jongin jatuh cinta padamu. Kau sangat cantik, itu membuat semua orang gila—bagaimana kau masih bisa terlihat seperti seorang dewi saat mabuk dengan pipi memerah?” Sehun tersenyum menatap Suzy.

Hey, ask me more about Jongin.

“Oke… jadi bagaimana perasaanmu terhadap Jongin dulu?”

Well… I used to hate him so much… but unknowingly I ended up fallen head over heels with him. You know Taylor Swift’s song, ‘Wildest Dreams’? It reminds me of him sometimes… He’s so tall… and handsome as hell… he’s so bad… but he does it so well… Oh my God, never thought a bad guy will be this hot!

Sehun mungkin sedikit cemburu mendengarnya, tapi ia senang mendengar Suzy terbuka padanya.

“Lalu?”

Until I saw him kissing another girl today at the SNU party. What a jerk…I felt like I’m gonna pull that bitch’s hair… and shout to her; you slut, Jongin’s lip only belong to me and forever be mine! But I realized… Why should I be jealous? I hate him so much, right? But seeing him kissing another girl… it reminds me of our first time kissing each other… Can I say that Jongin is a good kisser? He’s really good at kissing, it’s like he’s a pro! But he  kisses everyone, it hurts my heart Sehuna… Why… Why can’t a man be faithful to only one person?

Suzy pun mengakhiri sesi mabuknya dengan mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar soju. Namun Sehun memasukkan uang Suzy kembali ke dalam dompet gadis itu dan membayar dengan uangnya sendiri.

Sehun membawa Suzy ke parkiran dengan menggendongnya di punggung. Piggyback. Lucu, kan?

“Sehuna.”

Eoh?

You smell so good… You’re so kind… Why don’t you get yourself a girlfriend? I bet you’re popular among girls.

“Aku… hanya belum menemukan yang cocok. Orangtuaku ingin aku sukses dulu sebelum menjalin hubungan dengan wanita.”

Then… what if I might be in love with you?

“Itu bukan masalah. Aku juga bisa saja jatuh cinta padamu.”

Then… if Jongin end up with someone else, will you marry me and take care of me and Tae-oh?

Pipi Sehun memerah mendengar “lamaran” Suzy. Ia mengiyakan ocehan ngawur gadis itu, “ne. Aku akan menikahimu. Aku tahu kau sedang mabuk jadi kau bicara asal tapi… aku bicara yang sebenarnya. Bahwa aku juga ingin menikahimu setelah aku sukses. Aku juga ingin menjadi ayah bagi Tae-oh. Sekarang aku memahami dirimu, Suzy. Kupikir kau adalah seekor singa betina yang kuat—nyatanya kau adalah seekor anak kucing yang memakai kostum singa. Kau… membuat aku ingin melindungimu dari semua hal yang menyakitimu. Don’t be hurt again, okay?

Sehun pun meletakkan Suzy di jok mobil. Ia menyetir mobilnya menuju rumah Suzy dan mengantarnya ke rumah.

***

-Sehun-

                 Setelah mengantar Suzy ke rumahnya, ia pun pulang ke rumahnya sendiri. Ia berniat untuk bicara pada Jongin, tapi ditengah emosinya, ia tersenyum mengingat wajah Bae Suzy saat mabuk. Lucu. Ia benar-benar seperti kelinci. Menggemaskan. Sama sekali tak cocok mengingat ia sudah memiliki seorang anak.

        Sehun menyalakan radio dan radio tengah memutar lagu cinta yang paling Sehun benci karena liriknya yang norak, Cute – Stephen Jerzak. Namun ia tetap saja tersenyum membayangkan wajah Bae Suzy. Ia pun ikut menyanyikan lagu tersebut sambil membayangkan wajah Suzy.

Your lips look so lonely,

Would they like to meet mine?

You are the one that I’ve been hoping to find

You’re so sweet that you put Hershey’s out of business

Can I have a photograph to show my friends that

Angels truly exist?

(Cute – Stephen Jerzak)

***

P.S.: hunzy or kaizy niiih?:p I insist to keep kaizy, tapi siapa tau pembacanya lebih suka hunzy?:p tulis “kaizy/hunzy” dan tulis alasannya di kolom komen! Kamsahamnida! 🙂

 

 

Advertisements

32 responses to “[Freelance] The Baby’s Appa Chapter 4

  1. Hmmm if you ask me to choose kai or sehun my answer is I can’t choose 😦 well I like to see kai suzy and taeoh from the first I see their picture together 😀 but seriously I can’t let sehun hurt too because he’s a good guy and I think he will be a good father for taeoh 😦 but I still hope kai will change dan fight for win suzy and taeoh heart so they will be a happy family and I hope you will make sure kai must fight so hard for win suzy and taeoh from sehun? Hmmm maybe after this story you will make another story sehun and suzy married life and have a kids? So I choose kai 😀

    I hope you will update soon 😉 fighting ^o^)9

  2. next thor, tpi endingya harus kaizy ia soalnya mnurutku mreka sangat cocok 😀😀😀😁😆 ..

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s