[Freelance] Fallen Chapter 6

Title : Fallen | Author : Rharajose | Genre : Angst, Friendship, Romance | Rating : G | Main Cast : Bae Suzy, Byun Baekhyun, Kim Jongin | Other Cast : Park Jiyeon, Wu Yi Fan, Oh Sehun, Xi Luhan, Jung Soo Jung, Park Chanyeol

Cerita ini hanya fiktif belaka.

***

Tangan suzy begerak-gerak tidak nyaman di atas meja. Suzy tersentak saat merasakan getaran di pahanya. Dengan cepat dia mengambil ponsel di saku celana. Tidak ada pesan baru, line, ataupun telfon iseng. Suzy mendesah dan meletakkan ponselnya di meja. Entah sudah keberapa kali dia merasakan getaran khayalan.

Suzy meletakkan dagunya di meja, cemberut memandang ponselnya “kemana sih kamu? Katanya mau makan samgyeptang.”

Dua hari yang lalu Baekhyun mengatakan ingin makan samgyeptang tapi suzy malas masak. Lalu esoknya, baekhyun tidak datang ke florist. Awalnya suzy tidak peduli namun hari kedua baekhyun menghilang, suzy merasa berdosa. Mungkin saja baekhyun marah padanya karena membuatkan daging saus barbeque dengan banyak paprika.

Pagi-pagi suzy berangkat ke pasar, membeli ayam untuk masak samgyeptang. Suzy sudah mengirim pesan dan line ke baekhyun untuk memberitahunya kalau dia masak samgyeptang, tapi namja itu tidak membalas. Suzy mendesah, apa mungkin dia sangat sibuk ya? Mungkin saja. Begitu-begitu dia kan CEO. Suzy melihat masakannya. Lebih baik aku mengirim ini ke kantornya saja.

Suzy mengemasi semuanya ke dalam wadah lalu membuat kopi dan memasukkannya ke tremos kecil sebagai pelengkapnya. Dia kan suka minum kopi. Masakan dan kopi dia masukkan dalam tas khusus. Suzy berhenti saat akan keluar rumah. Dia melihat penampilannya. Celana dan kaos, sepertinya tidak pantas nanti dikira mau minta-minta lagi.

Penampilan suzy untuk pergi ke kantornya Baekhyun.

Suzy merasa tidak nyaman saat pegawai yang memakai pakaian kantor rapi melihatnya. Suzy jadi merasa salah kostum karena hanya dia yang memakai pakaian santai. Dia menghampiri meja resepsionis. Yeoja cantik bername tag tzuyu menyapanya ramah dan bertanya kepentingan suzy.

“saya ingin menitipkan makan siang ini untuk baekhyun, ah Byun Baekhyun. Dia CEO disini” kata Suzy ragu-ragu.

Tzuyu mengambil tas yang diberikan suzy. “Dari siapa kalau boleh saya tahu?”

“suzy”

“baik nona suzy. Akan saya sampaikan pada Baekhyun sajangnim.”

“gomawo” suzy berniat pergi tapi menahan diri dan kembali ke resepsionis “Ah, boleh saya tanya?”

“silahkan” jawab Tzuyu sopan.

“Baekhyun ada di kantor?”

“sepertinya begitu nona. Beliau tidak memberitahu pada kami kalau sedang keluar”

“oh…baiklah kalau begitu. Gomawo”

“sama-sama nona”

Dia ada di kantor, berarti dia sibuk. Suzy melangkah keluar kantor tapi dilangkahnya yang ke lima, seseorang memanggil namanya. Suzy berbalik dan melihat Kriss. Namja itu menghampirinya dengan senyum ramah.

“hai Kriss”

“Hai suez. Ada urusan apa di sini?”

Suzy mencoba mengatur ekspresinya, “oh….um…aku mau berbicara sesuatu sama Baekhyun tapi tidak jadi”

“waeyo? Baekhyun ada kok di atas. Bicara soal apa suez? Kontrak ya?”

“oh….um…iya sih” jawab suzy pelan.

Kriss tertawa dan mencondongkan badan agar dekat ke suzy, “aku tahu kok kontrak floris dan perusahaan ini berhenti karena Baekhyun tidak setuju noona dengan Jong in hyung.” Kriss menegakkan badannya lagi “ayo aku antar ke ruangan Baekhyun. Lebih bagus kalau noona bawa Jong in hyung saja. Supaya Jong in Hyung bisa memukul pantat Baekhyun kalau dia menjengkelkan” kata Kriss yang di susul tawa geli.

Suzy tertawa kecil menanggapinya. Kriss membawa Suzy naik ke lift dan selama perjalanan menuju lantai Baekhyun mereka mengobrol akrab. Begitu sampai di lantai yang sepi, Kriss menyapa dua yeoja yang sedang berbicara di meja yang di letakkan di depan ruangan dengan nama Kriss di depannya.

“Baekhyun ada di dalam kan?” tanya Kriss ke yeoja yang terlihat ke ibuan namun profesional.

“Nde sajangnim”

Kriss mengikuti pandangan yeoja itu yang tertuju pada Suzy. Kriss tersenyum menyentuh punggung suzy akrab namun sopan.

“ini calon sepupu iparku. Tunangannya Jong in Hyung. Dia juga pemiik florist yang sering bekerja sama dengan perusahaan ini. Dia ingin berbicara pada Baekhyun masalah kontrak floristnya dengan perusahaan ini.”

“senang bertemu anda. Saya Fei, sekertaris Baekhyun sajangnim.”

“Bae Suzy” suzy menjabat dengan ramah.

“apa perlu saya memberitahukan Baekhyun sajangnimsekarang?” tanya Fei

“tidak perlu aku yang akan mengatarnya. Ayo suez”

Suzy memberikan anggukan  sopan dan mengikuti Kriss. Ruangan Baekhyun tidak jauh dari ruangan Kriss dan di depannya juga ada meja. Kriss mengetuk pintu lalu membukanya. Mereka tidak melihat Baekhyun, namun suara air mengalir menyambut mereka.

“mau aku temenin?”

“tidak usah Kriss. Gomawo sudah mau mengantar.”

“okay, kalau ada apa-apa aku ada di ruanganku. Kalau tidak begitu ada Fei dan Min kok di luar” kata Kriss menyebutkan sekertaris Baekhyun dan sekertarisnya yang tadi sedang bersamanya.

“ne”

Suzy melihat-lihat ruangan Baekhyun. Ruangan itu simpel dan modern. Suzy menduga pintu yang ada di pojok dinding belakang meja kerja Baekhyun adalah pintu menuju ruang santai. Baekhyun pernah menceritakan pada suzy kalau ruang kerjanya di lengkapi kamar,kamar mandi,dan tv serta buku-buku.

Suzy langsung menegakkan punggungnya saat mendengar suara pintu terbuka. Suzy memikirkan kalimat apa yang cocok untuk minta maaf ke Baekhyun. Semua skenario yang di buat Suzy menghilang begitu namja itu keluar dari balik pintu. Suzy tidak pernah tahu kalau dia akan merindukan Baekhyun yang menyebalkan itu sampai melihatnya.

Baekhyun tidak tahu apakah dia sedang berkhayal atau bermimpi di siang bolong. Dia baru saja mencuci muka wajahnya di kamar mandi agar tidak terus-terusan memikirkan Suzy. Namun begitu dia keluar dia mencium parfum Suzy dan melihat sosok suzy itu duduk di sofa tamu ruangannya. Begitu nyata dan melihat ke arahnya dengan dua matanya yang cemerlang.

“hai Baekh” sapa Suzy gugup sambil bangun dari duduknya.

Baekhyun merasa lega karena dia tidak berkhayal karena berkhayal adalah tingkat terakhir sebelum kegilaan. Tidak seharusnya dia bertemu Suzy.

“kenapa kamu disini?” tanya Baekhyun dengan dingin.

Suzy terhenyak dan bingung,”kamu kenapa?”

“aku bertanya dulu padamu. Tidak seharusnya kamu disini tanpa membuat janji. Kamu kira ini apa? Ini kantor!”

Suzy menarik nafas tajam dan mengerjap-ngerjapkan mata. Baekhyun yang di depannya bukan Baekhyun yang dia kenal. Bahkan Baekhyun saat SMA lebih baik daripada Baekhyun yang ada di hadapan Suzy saat ini. Otak Suzy di penuhi pertanyaan-pertanyaan kenapa Baekhyun jadi seperti itu. Dia benar-benar marah?

Suzy melangkah menghampiri Baekhyun,”Baekh…aku minta maaf kalau aku salah keunde…”

“berhenti! Jangan mendekat!” Baekhyun memandang Suzy dengan tatapan merendahkan yang membuat jantung Suzy seperti teremas “Kamu ini lamban atau apa eoh. Kamu kan sudah tahu dari dulu kalau kamu itu ugly bunny dan tidak cantik tapi malah datang kesini mencariku. Karyawanku pasti akan berfikir kalau aku sudah turun selera. Kenapa kamu kesini dan mempermalukanku?”

Suzy tercekat dan mundur perlahan. Matanya sudah berkaca-kaca,”ku…kukira kita….berteman….”

“aku tidak pernah berteman denganmu. Aku hanya merasa bersalah padamu dan tidak mau dikatakan tidak bertanggung jawab. Kamu menganggapnya lebih? Jinjja Suez? Paboyaa.”

Suzy menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Pundaknya bergetar. Baekhyun mengeraskan rahangnya menahan diri agar tidak menghampiri suzy dan meminta maaf padanya. Inilah satun-satunya cara agar dia tidak bertemu suzy lagi. Membuat Suzy menjauhinya karena Baekhyun tidak yakin bisa menjauhi Suzy.

“kka…sebelum aku memanggil satpam”

Suzy berbalik dengan kepala yang menunduk dalam. Baekhyun menghadap dinding dan meninju tembok yang ada di depannya saat ini.

######*******#####

“ ini tiket pesawt untukmu suez dan susullah jong in disana. Kemarin aku menelfon jong in dan dia merindukanmu tapi tidak berani mengatakannya” Luhan mengulurkan amplop “ ini tiket pesawat pulang pergi. Ambillah, aku mohon”

“but…”

“anggap saja ini hadiah pertunangan kalian. Lagipula aku kasihan pada si hitam jong in itu dia merindukanmu suezz.” Kata Luhan dengan puppy eyes nya.

“baiklah, gomawo Lu” suzy mengambil amplop putih yang diserahkan oleh luhan diatas meja dan Luhan tersenyum melihat Suzy mengambil amplop itu.

Suzy terpesona melihat Luhan tersenyum. Karena sisi cantiknya keluar saat Luhan tersenyum.

Baru satu jam Suzy pulang dari kantor Baekhyun dan belum selesai mencerna apa yang terjadi, Luhan datang membawakannya tiket. Sebenarnya dia merindukan Jong in tapi dia ragu dengan apa yang dikatakan Luhan jika Jong in merindukannya.

“Suezz, apakah Baekhyun kesini hari ini?”

Suzy terdiam beberapa saat, “Anio” jawabnya dengan suara tercekat.

“wae? Apa kalian bertengkar lagi?”

Suzy menghembuskan nafas berat, “ bisa dibilang seperti itu.”

Luhan menepuk tangan Suzy lembut,”jangan difikirkan. Baekhyun memang seperti itu”

“Jangan ceritakan pada Jong in. Aku tidak ingin mereka bertengkar lagi. Jong in sudah merasa sedih saat Baekhyun benar benar tidak suka hubungan kami”

Luhan memberikan senyum lembut,” aku berjanji. Pergilah temui Jong in dan berliburlah”

“Gomawo Lu”

“choenma. Aku kembali ke kantor dulu. Titip salam untuk si hitam Jong in”

“ne, pasti akan ku sampaikan salammu Lu”

Suzy mengantar Luhan sampai lelaki itu masuk ke dalam mobil lambonya yang berwarna putih. “ oh ya itu tiket untuk nanti sore suz, jam empat”

“Mwo”

Luhan tersenyum lebar dan memakai kacamata hitamnya,” semakin cepat bertemu semakin baikkan? Bye suez.”

 Suzy terkikik dan melambaikan tangannya ke Luhan “Bye”

Suzy melihat jam tangannya, jam satu yah masih ada sisa waktu sebelum jam empat untuk berkemas. Suzy berbicara dengan Jieun untuk menitipkan florist selama dia pergi.

*****####****

“tuan mencari suzy eonni ya?” tanya jieun saat Baekhyun melihat ke dalam toko melewati jendela.

Namja itu menoleh kepada jieun. Jieun merasa jantungnya berdegup kencang saat mata hitam tajam yang tak pernah melihat ke arahnya menatapnya. Jieun mendecak dalam hati, bagaimana ada namja setampan ini.

“ne, dia ada di dalam?” tanyanya dengan suara dalam yang membuat jieun meleleh.

“ani, suzy eonni baru saja pergi ke bandara”

“oh” Baekhyun mendongak ke lagit dan kemudian berbalik ke mobilnya dan dia pergi dengan muka yang terlihat lesu.

Baekhyun datang ke florist empat hari kemudian, tepat di jadwal kepulangan suzy. Baekhyun masuk ke dalam florist dan mencari sosok Suzy tapi yeoja itu tidak ada. Baekhyun mendekati jieun yang terdekat darinya.

“suzy sudah pulang?”

“oh….suzy eonni sudah pulang semenjak tiga hari yang lalu. Tolong hibur suzy eonni semenjak pulang suzy eonni menangis terus.”

Baekhyun tida bertanya lebih lanjut, dia langsung pergi ke rumah suzy. Pintu rumahnya tidak dikunci di meja makan di penuhi denan sterofoam bekas makanan instan dan delivery. Suara tangisan terdengar lirih berasal dari balik pintu.

Baekhyun membuka pintu itu matanya tidak banyak menangkap cahaya karna jendela dan lampu kamar dimatikan. Dia hanya melihat gumpalan selimut yang bergetar pelan diatas ranjang.

Baekhyun membuka selimut itu, memunculkan sosok suzy yang meringkuk seperti bayi , menangis. Baekhyun duduk di pinggir ranjang suzy  membuat suzy miring ke arahnya, matanya berat untuk di buka jadi dia tidak tahu siapa yang datang.

Suzy mencari selimutnya dan menutupi dirinya lagi tapi Baekhyun menahannya. Suzy bergerak tidak nyaman, kesal tapi tidak bersuara selain menangis.

Baekhyun mengusap rambut suzy.” Suezzz. Kenapa?”

Suzy tersedak lalu menangis lebih keras dan berusaha keras menyembunyikan dirinnya dengan selimut. Baekhyun menebak yeoja itu sudah tahu siapa dirinya.

“berhentilah menangis suezz, aku ingin meminta maaf”

“mianhe, aku brengsek saat itu. Kamu benar, kamu adalah temanku, teman yeoja pertamaku jadi maafkan aku kalau aku berperilaku brengsek kadang-kadang. Aku tidak tahu aturannya. Kamu memaafkanku?”

Suzy mengangguk tapi dia mendorong Baekhyun dengan tangannya yang lemah.

“hei, ada apa waktu di paris? Kamu bertengkar dengan Jong in?”

Suzy menangis lagi. Baekhyun menghela nafas berat. Kesabarannya semakin terkikis habis dengan suzy yang terus-terusan berbicara menggunakan bahasa tangisannya. Baekhyun tidak tahu kapan Suzy akan berhenti menangis tapi dia tidak akan membiarkannya di rumah sendirian. Baekhyun mengambil suzy keluar dari kepompongnya. Suzy meronta-ronta di gendongan Baekhyun tapi namja itu bergeming. Dia terus berjalan keluar kamar, keluar rumah lalu menuju mobilnya. Baekhyun memasukkan suzy ke dalam mobil. Ya dia menculik Suzy.

#####*******##############

“sebenarnya da apa Suezz? Apa yang terjadi di Paris?”

Pundak Suzy bergerak,”….Jong in….mungkin Jong in selingkuh…” bisik Suzy dengan suara serak kebanyakan menangis.

Baekhyun memasukkan tangannya ke saku celana. Dia tidak bisa mengatakan apapun karena Baekhyun selalu menjadi orang ketiga yang membuat adanya perselingkuhan. Namun Suzy butuh seseorang untuk memberinya pendapat sekarang. Itu kan yang dilakukan teman? Biasanya Jong in yang melakukan bagian bijak itu. Lalu sebaiknya apa yang harus kulakukan?

“apa kamu yakin suezz? Kamu melihatnya?”

Suzy tiba-tiba duduk berbalik dan melihat Baekhyun dengan mata bulatnya yang memerah “dia mengusirku begitu aku sampai apartemennya. Jika memang tidak ada apa-apa, tidak ada yang di sembunyikan, kenapa dia harus mengusirku saat itu juga? Dia pasti menyembunyikan sesuatu!” suara Suzy yang menggebu-gebu karena amarah berubah menjadi tangis sesunggukan “dia pasti selingkuh… karena itu dia tidak merasa kangen padaku meski jauh…”

Baekhyun semakin absurd. Dia tidak pernah menghadapi yeoja yang sedang gila karena masalah hati seperti itu. Namun Baekhyun agak kesal juga pada Suzy, kenapa dia berfikiran sempit seperti itu, kenapa menerka-nerka dan tidak berbicara langsung. Tapi yeoja memang seperti itu, sukanya langsung menuduh, sedih dan menangis agar dramatis. Setiap kali mereka menangis pasti namja langsung di dakwa menjadi penjahatnya.

“Jong in tidak pernah selingkuh, bahkan saat dia sering berganti-ganti pacar di SMA sebelum berpacaran denganmyu.”

“itu karena kamu sepupunya!”sembur suzy yang membuat Baekhyun langsung mundur.

Baekhyun harus mencatat dalam hati, sekecil dan selembut apapun yeoja, sekecil dan selembut apapun yeoja, sekali marah, dia tetap akan menjadi monster dan agak gila. Tambah Baekhyun saat Suzy menangis sesunggukan lagi. Baekhyun meraih suzy dan memeluknya. Baekhyun meraih suzy dan memeluknya. Baekhyun membiarkan saja Suzy memukuli punggungnya dengan pukulan yang tidak terasa sama sekali.

“apakah Jong in benar selingkuh? Dengan yeoja mana dia berani selingkuh di belakang suzy? Apa tinggal di paris membuatnya berubah?”

TBC

Mian, baru bisa gepost sekarang. Aku berjanji akan rajin post lagi kalo respon di chapter ini bagus. Kritik dan saran saya terim dan saya sangat mengharapakan komentar dari cerita saya ini. Sekian dari saya.

Gomawo.

 

Advertisements

5 responses to “[Freelance] Fallen Chapter 6

  1. lama bgt ga baca ff ini.
    jadi agak lupa.. hhehe
    misteri ttg jongin bkin penasaran bgt.. ada apa sih dg dia sbenarnya?
    d tunggu klanjutannya authornim ^^

  2. Aku agak lupa sama jalan ceritanya author jadi sekarang aku lagi coba mengingat-ngingat
    Tapi benarkah jongin selingkuh? Dengan siapa dia selingkuh? Sedih sih karena hal itu membuat suzy sangat terluka dan merasa dikhianati tapi aku juga seneng karena dgn begitu kesempatan baekhyun untuk memiliki suzy jadi semakin lebar

  3. Sama siapa jongin selingkuh? Ada rahasia yang disembunyiin jongin nih.. baekhyun jdi deket lagi sama suzy

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s