[Freelance/Ficlet] When It Snowed

picsart_05-14-10-47-26

Title : When It Snowed | Author : Yehet12 | Genre : Fluff, Life | Rating : T | Main Cast : Park Chanyeol, Bae Suzy

Cerita ini hanya fiktif belaka.

***

When the snow falls, would my bruised heart get covered whitely?

***

            Sore itu, salju pertama turun memenuhi jalanan Seoul. Jalanan yang tadi ramai kini perlahan menjadi sepi. Bulir bulir salju menutupi jalanan dan atap atap rumah masyarakat yang kini tampak putih. Suhu yang tadi masih beberapa derajat lebih hangat kini menjadi minus beberapa derajat. Membuat para masyarakat harus menggunakan mantel serta sarung tangan, atau sekedar berkunjung ke cafe yang menyediakan kopi atau coklat panas untuk menghangatkan diri.

            Berbeda halnya dengan seorang pemuda bernama Park Chanyeol. Disaat semua orang memilih untuk tetap tinggal di rumah atau berada di ruangan berpenghangat. Pemuda itu justru berkeliaran di jalanan. Sedari tadi handphone pemuda bermarga Park itu berdering. Namun, tak kunjung diangkat. Sampai akhirnya dia jenggah dan mengeser tombol hijau.

            “Ada apa?”tanyanya ketus.

            “Kau dimana?”

            “Aku sedang diperjalanan menuju dorm,”

            “Cepatlah,udara sangat dingin,”

            Setelah mendengar apa yang dikatakan orang di seberang telepon, dia segera memutuskan sambungan.

            Dia kembali berjalan, namun sesuatu mengusik pikirannya. Salju. Bukan, dia tidak alergi dengan benda putih nan dingin itu. Ada suatu peristiwa setahun yang lalu yang berhubungan dengan benda putih nan dingin itu. Sebuah peristiwa yang membuat pemuda itu membenci dirinya. Dia benar benar membenci dirinya dan merasa bodoh dengan apa yang telah dilakukannya.

            Tangannya mengadah untuk sekedar merasakan dinginnya salju. Berharap dengan itu, rasa bersalah selama setahun ini dapat menghilang. Seluruh perasaan bersalah yang menghinggapi hatinya yang membuat dia gelisah. Tapi kini, perasaan itu kian membesar dan membuat potongan potongan gambar itu kembali. Seluruh perbuatan yang dilakukan karena keegoisan yang dimilikinya.

            .

            .

            .

            .

            Hari ini, Chanyeol dan teman satu bandnya dikumpulkan oleh manager mereka. Ada suatu masalah penting yang harus dibicarakan. Sedari tadi suasana hening. Bahkan sampai pintu terbuka dan menampilkan wajah kesal seorang pria berusia 30-an. Wajahnya berkerut dengan tangan kiri memijit pelipisnya dan tangan kanan membawa sebuah majalah.

            “Park Chanyeol,”Pria itu segera melemparkan sebuah majalah yang sedari tadi dipegangnya ke hadapan 5 pemuda tersebut,”Apa maksud berita ini, huh? Apa kau berkencan? Sudah kukatakan, kalian harus fokus pada band. Jangan memikirkan hal lain. Jika begini, fans kalian bisa membenci kalian. Ini bahkan belum setahun, kalian tahu?”

            “Aku-“

            “Aku tidak mau tahu, kalian harus fokus untuk berkarya. Bukan untuk mencari cinta. Apa kalian melupakan perjuangan kalian menjadi trainer di sini. Jadi, lupakan segala hal yang membuat fokus kalian hancur. Fokuslah pada karir. Terutama untuk Chanyeol. Menjauh darinya dan lupakan dia. Atau kau bisa keluar dari band ini.”

.

.

.

            Setelah pertemuan itu, Chanyeol pun bergegas pergi. Tanpa mengucapkan sepatah katapun pada rekannya yang lain. Dan mereka pun membiarkan hal itu, mungkin Chanyeol butuh waktu, pikir mereka.

.

.

.

            Kini, pemuda bermarga Park itu telah berada di sebuah cafe yang terletak tak jauh dari dormnya.Cafe itu tampak sepi, karena orang orang lebih memilih tinggal di rumah. Hal ini karena salju baru saja turun, tapi tak menyurutkan niat Chanyeol untuk pergi. Dia duduk di pojok cafe, sambil menyeruput segelas americano. Dia hanya diam. Bahkan tak memedulikan jika orang yang ditunggu telah datang. Orang itu- Bae Suzy telah duduk di hadapannya sambil menatap Chanyeol bingung. Ada apa dengannya,pikir gadis itu.

            “Apa kau baik baik saja?”Suzy akhirnya membuka suara untuk memulai pembicaraan, setelah mereka hanya diam selama kurang lebih 15 menit.

            “Eoh?K…kau sudah datang?”

            “Sepertinya kau sedang banyak masalah,”

            “Aku-“Chanyeol terdiam. Bimbang. Perasaan itu yang kini menghinggapi hatinya. Mengatakannya atau malah membiarkan karirnya hancur karena gosip murahan.

            “Apa?!”tanya Suzy penasaran saat Chanyeol kembali diam. Sungguh, Suzy membenci sikap Chanyeol saat ini, pria itu terus menggantungkan ucapannya dan membuat Suzy kian penasaran.

            “Jangan pernah bertemu denganku lagi.”Chanyeol berujar mantap. Bahkan kini pemuda itu telah berdiri meninggalkan Suzy yang masih mencoba mencerna setiap kata yang diucapkannya.

            “Kau…Apa maksudmu?”

            “Apa kau tak mendengarku, pergi dari hidupku Bae Suzy. Pergilah. Kini, kau bukan sahabatku lagi. Jadi, kumohon pergilah dari hidupku.”

            Suzy hanya diam. Dia hanya memandangi Chanyeol yang membelakanginya. Gadis itu masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

            “Ada apa denganmu?“

            “Pergilah dan lupakan persahabatan konyol ini.”Chanyeol berkata dengan nada sinis, kakinya kembali melangkah. Namun hatinya begitu sakit. Tanpa sepengetahuan Suzy, Chanyeol sedari tadi telah menangis. Sungguh, dia tak ingin menyakiti gadis yang selalu ada disisinya yang juga mensupportnya selama ini dan juga memberi semangat saat Chanyeol ingin menyerah.

.

.

.

            Chanyeol telah pergi satu jam yang lalu, tapi Suzy masih disana.Menangis dan berharap pemuda itu kembali, tapi itu hanya sia sia. Bahkan saat gadis itu menghubungi nomor Chanyeol, nomornya pun tak aktif. Suzy masih terlalu bingung untuk menyimpulkan apa yang terjadi. Mereka tak punya masalah. Bahkan hubungan mereka sangat baik. Namun kini, Chanyeol malah memutuskan hubungan persahabatan mereka yang telah berlangsung sejak kecil tanpa alasan yang jelas.

.

.

.

            Chanyeol masih berjalan entah kemana. Membiarkan kakinya terus melangkah. Pemuda itu terus berjalan sampai sesuatu mengusik perhatiannya. Bae Suzy. Gadis itu berdiri kurang lebih 10  meter di hadapannya yang membuat Chanyeol refleks berhenti. Hatinya kembali merasakan sakit saat melihat gadis itu. Bahkan saat dia mengucapkan namanya pun rasa bersalah sudah memenuhi relung hatinya.

            Tapi, Chanyeol tak kunjung mendekat, pemuda itu bahkan segera berbalik saat Suzy mengarahkan pandangan padanya. Beruntungnya gadis itu tak menyadarinya. Chanyeol segera pergi sebelum Suzy menyadari kehadirannya.

.

.

.

            Suzy masih berdiri di depan cafe sambil terus membagikan brosur yang masih sangat banyak ditangannya. Kakinya pun telah letih ditambah udara dingin yang membuat badannya menggigil. Gadis itu hanya menggunakan sweater  yang melekat di badannya  dan sebuah topi beanie di kepalanya. Bahkan brosur yang sudah dipegangnya dari sore itu masih terlalu banyak. Itu berarti dia masih harus berdiri disana sampai kertas itu habis.

            “Bae Suzy, ” Fei teman kerja Suzy – segera menghampiri Suzy sambil melambai lambaikan sebuah kertas.”Ini untukmu,” Fei segera menyerahkan benda itu pada Suzy.

            Suzy segera mengambil kertas itu dan mulai membacanya. Membaca setiap kata yang ditulis tangan yang sangat Suzy hapal.

            “Darimana kau mendapatkannya?”tanya Suzy, mata gadis itu telah berkaca kaca.

            “Aku mendapatkannya dari seoran-”

            “Dimana dia?”potong Suzy, belum  Fei menjawabnya tapi gadis itu telah berlari mencoba mencari si pemilik surat itu.

            Dia terus berlari sepanjang jalanan itu dan matanya terus mencari keberadaan pemuda itu. Mengabaikan kakinya yang letih dan badannya yang kedinginan. Seharusnya mudah untuk menemukannya, tapi kenapa malah lebih sulit, pikir Suzy. Gadis itu terus berlari dan berlari. Dia sangat merindukan sahabatnya itu, sudah hampir setahun mereka tak bertemu. Rasa rindu telah memenuhi relung hatinya, sungguh dia merindukan pemuda bermarga Park itu.

            Saat Suzy tengah berlari, seseorang memegang pergelangan tangannya. Membuat gadis itu terhenti dan segera menoleh ke arah orang yang menarik tangannya. Suzy sudah sangat excited saat ada yang memegang tangannya, berharap dia Chanyeol. Namun, yang ada di hadapannya kini adalah Fei. Membuat Suzy memasang wajah biasa.

            “Ke..kenapa.. ka..kau berlari terlalu cepat,huh?”tanya Fei dengan nada tak beraturan. Suzy hanya diam.

            “Ah, aku tahu. Kau pasti mencari pemuda itu, kan?”tanya Fei, yang dibalas anggukan lemah dari Suzy. “Kau tak akan bertemu dengannya. Dia telah pergi.”

            Kalimat terakhir Fei membuat kristal kristal bening itu berjatuhan. Ya, gadis itu tengah menangis. Menangisi kebodohan seorang Park Chanyeol. Bahkan, pemuda itu benar benar tak berubah masih sama seperti dulu. Benar benar bodoh.

.

.

.

Sementara itu, Chanyeol tengah berada di dalam mobil sambil mengawasi Suzy. Supirnya baru saja datang untuk menjemput, namun Chanyeol meminta untuk tetap disini sembari melihat salju, alibinya. Padahal dia hanya ingin menatap wajah gadis itu lebih lama. Apalagi saat gadis itu tersenyum dan kemudian segera berbalik bersama temannya. Hati Chanyeol sudah merasa sedikit lega. Perasaan bersalah itu sedikit berkurang dan sepertinya nanti malam dia bisa tidur lebih nyenyak.

Annyonghaseyo! Balik lagi dengan cerita dan cast yang berbeda, untuk membaca fanfiction saya yang lain kalian bisa ngunjungin blog saya www.bubblethief.wordpress.com

 Jangan lupa komentar atau sekedar meninggalkan jejak.

Thank you

Advertisements

8 responses to “[Freelance/Ficlet] When It Snowed

  1. End???? Ini Gantung author setidaknya beritahu dulu apa isi dari surat trsebut……aigoo penasarn sekali

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s