Unkind Girl (Chap 5)

stella-lee-unkind-girl

Poster by blackangel @ IndoFanfictionArts

Tittle: Unkind Girl

Author: Stella Lee

Main Cast:
Bae Suzy (Miss A) | Kim Myung Soo (Infinite) | Shin Won Ho (Cross Gene) | Ahn Jae Hyun

Gendre: Romance, School life

Legth: Chaptered

Rating: G

Disclimer: The story is pure by me. All casts belong to God, their parent, and agency. Plus… many cameos in this fanfiction!

Prev:

Teaser | The Casts | Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 | Chap 4 | …

“Aish menyebalkan!” cetus Sooji mengecak-acak rambutnya begitu sampai di kamarnya setelah diantar oleh Jaehyun ke rumahnya.

“Why I am so stupid?!”

“Kenapa punya janji bodoh seperti itu?!”

“Tenang Bae Soo Ji… Keep Calm! Mungkin dulu aku sangat polos jadi mengiyakan janji seperti itu”

 

Sooji tak percaya kenapa dia punya janji pada Jaehyun saat dia kecil. Bahkan mungkin Sooji tidak mengingat Jaehyun, kalau dia tidak membahas janji waktu mereka kecil. Setelah pertengkaran besar hingga cerai antara appa dan eommanya waktu dulu, otak dan batin Sooji sangat kacau tidak bisa berpikir jernih hingga trauma. Traumanya itu berefek pada dia ingatannya sebelum kejadian itu, sedikit demi sedikit menjadi samar-samar.

 

Sooji merebahkan badannya di atas kasur, mencoba tenang. Menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian membuangnya, begitu terus berulang kali.

“Oh ya! Wonho!”

 

Sooji segera meraba handphonenya dan langsung menelfon Wonho.

Yeobseo” ujar Wonho begitu mengangkat telfon Sooji.

“Eoddiya?”

Di rumah, wae?

“Kirim alamat appartementmu, sekarang!”

Ada apa memangnya?” tanya Wonho bingung.

“Ppali!”

 

Sooji langsung mematikan telfonnya, tak lama kemudian Wonho mengirim alamat appartementnya tak jauh dari rumah Sooji. Sooji bergegas menganti bajunya dan menuju ke appartement Wonho.

“Nona Sooji, mau kemana? Tidak makan malam?” tanya ahjumma yang bekerja di rumah Sooji, melihat Sooji sedang mengambil sepatunya.

“Nanti saja, aku pergi dulu. Bye ahjumma”

 

***

 

“Mwoya? Ada apa dengannya?” Wonho bingung setelah mengirim alamat appartementnya ke Sooji.

 

“Nugu? Myungsoo?” sahut appanya menanyakan siapa yang menelfonnya.

“Annie”

“Yeojja?” goda appanya.

“Ne” jawab Wonho tanpa berpikir panjang.

 

“Bukan… Bukan, kita hanya teman. Bae Soo Ji” jelas Wonho.

“Oh iya, ku dengar dia sudah kembali ke Seoul dan sekolah di Jaeil School”

“Bahkan kami sekelas”

“Iya?! Baguslah kalau begitu”

“Ne?”

 

“Aku akan pulang larut malam, jadi makan malam bikin sendiri atau delivery saja ya” appanya mengalihkan pembicaraan, kemudian keluar appartement untuk kembali ke kantornya.

 

Wonho kembali melanjutkan bermain game di handphonenya sambil tiduran di sofa ruang tengah. Tak lama kemudian, bel pintu appartementnya berbunyi. Akhirnya Wonho beranjak dari sofa dan membukakan pintu.

 

etryhdrrhytdxfghfcxbvcbx

Siapa lagi kalau bukan Sooji semenit yang lalu menanyakan alamat appartemenya Wonho, dan langsung segera kesini.

 

bgfbfdbvfdg

“Sooji?” Wonho membulatkan matanya terkejut, Sooji tiba-tiba datang ke appartementnya.

 

Terlihat raut wajah Sooji sedikit menahan amarahnya.

“Ma… Masuklah” ujar Wonho kikuk.

 

Sooji langsung segera masuk dan duduk di sofa ruang tengah.

“Ya neo!” cetus Sooji, begitu Wonho juga duduk di sofa.

 

“Kenapa pura-pura seperti tidak tahu apa-apa setelah perilisan pertunanganku dengan Kim Jae Hyun… Maksudku Jaehyun oppa tadi di sekolah? Padahal kamu tahu kalau dulu aku juga sudah mengenalnya? Dulu kita bertiga sangat akrab” kesal Sooji.

“Ah mian, aku tak bermaksud. Aku pikir akan lebih baik kalau Jaehyun hyung yang langusng memberitahumu”

“Michigetda. Aku bahkan punya janji dengannya”

“Janji? Janji apa?” Wonho bingung.

 

Oh? Wonho tidak tahu?” batin Sooji.

 

“Kalian punya janji apa?” tanya Wonho lagi.

“Pokoknya, aku sebal kenapa kamu tidak menjelaskan apa-apa” Sooji mengalihkan pembicaraan.

“Mian… Mian”

“Lain kali kamu harus menjelaskan apa yang terjadi. Kamu taukan ingatanku tak begitu baik”

 

Wonho mengangguk-angguk kepalanya.

“Kamu kesini hanya untuk menanyakan hal itu?” tanya Wonho.

“Ne” jawab Sooji dengan polosnya.

“Ah sebentar, aku punya sesuatu untukmu”

“Untukku?”

 

Wonho beranjak ke kamarnya seperti mencari sesuatu.

“Geundae, kamu tidak mau menceritakan apa yang terjadi antara Myungsoo dengan Jaehyun oppa?” Sooji teringat kalau Myungsoo dan hyungnya itu terlihat tidak akrab.

 

Tidak ada tanda-tanda Wonho mau menjawab pertanyaan Sooji tadi. Sooji mencemberutkan bibirnya, karena dihiraukan.

“Igge” Wonho menyerahkan beberapa foto.

 

Foto-foto itu adalah foto Sooji dan Wonho saat masih kecil terlihat sangat ceria bermain di taman.

“Woah so cute… Gomawo” ujar Sooji senang.

 

***

 

Keesokan harinya.

Terlihat seorang namja sedang duduk di sebuah cafe yang terletak di Gangnam, yang tak lain adalah Myungsoo yang tengah menunggu Sooji untuk mengerjakan tugas kelompoknya itu. Berkali-kali dia melihat jamnya, dan Sooji juga tak keliatan sama sekali batang hidungnya.

“Jam 11” kesal Myungsoo melihat ke jam tangannya.

 

Sudah habis kesabaran Myungsoo menunggu Sooji yang tak kunjung datang, dia juga bukan tipe orang yang tahan menunggu orang lain terlalu lama. Akhirnya Myungsoo keluar dari cafe itu bermaksud untuk pulang.

“Myungsoo-ah” sahut serorang yeoja yang suaranya sangat tak asing bagi Myungsoo begitu dia keluar dari cafe.

guiyhi

Myungsoo langsung memalingkan kepalanya kearah suara yeoja itu. Terlihat Sooji terengah-engah menghampiri Myungsoo.

“Ya kamu sudah telat satu jam” sindir Myungsoo.

“Arra. Tadi malam aku tidak bisa tidur, dan baru bisa tidur dini hari” jelas Sooji.

“Aku tak peduli”

“Gereum mian” Sooji membalas cetusan Myungsoo.

“Yaudah cepet saja kita selesaikan tugas ini”

 

Sooji Cuma bisa memutar bola matanya, kesal juga melihat tingkah Myungsoo. Tapi dianya sendiri juga salah karena telat sampai sejam. Myungsoo segera mengeluarkan camera mirrorlessnya untuk merekam wawancara mereka pada warga negara asing (WNA) tentang seputaran Seoul.

Mereka berkeliling mencari WNA, untungnya di Gangnam lumayan banyak turis yang sedang jalan-jalan disitu jadi mereka tidak terlalu lama mengerjakan tugas. Setiap kali bertemu WNA langsung diwawancari. Myungsoo yang bertugas merekam video, sedangkan Sooji yang mewawancarai.

 

“Ya ya. Lihat depan kalau sedang jalan” Myungsoo menarik tangan Sooji saat ingin menyebrangi jalan, padahal rambu pejalan kakinya merah.

“Oh gomawo, tadi ku lihat rambunya hijau” jelas Sooji.

 

Myungsoo juga menarik Sooji saat ada segerombolan namja sedang main skateboard nyaris menabrak Sooji.

Myungsoo tak buruk juga ternyata” batin Sooji sambil memandang Myungsoo.

“Wae?” tanya Myungsoo.

“Tidak ada apa-apa”

“Tunggu sebentar aku mau ke toilet. Tunggu disitu saja” Myungsoo menunjuk bangku kosong di sebelah lapangan basket.

 

Myungsoo pergi ke toilet terdekat, dan Sooji duduk di bangku tersebut sambil melihat-lihat hasil rekaman video tadi.

 

6ef172b3c831651fa0a44fc099f25b7f7c66156

Terlihat beberapa namja tengah asik bermain basket. Sampai pada saat bola basket itu keluar lapangan dan menuju ke arah Sooji yang masih melihat rekaman video tersebut.

“Woah yeoppo” ujar salah satu namja disana menunjuk ke Sooji.

“Aku yang ambil bolanya” sahut namja lainnya.

“Aku saja” sela teman namja tersebut.

 

Dengan segera namja tersebut berlari kecil menuju ke arah Sooji.

 

dsvcsdcfsfv

“Aggashi, tolong bisa berikan bola basket itu?” ucap namja berpostur tinggi itu begitu menghampiri Sooji.

 

Tanpa pikir panjang Sooji langsung berdiri mengambil bola basket dan mengoper kepada namja tersebut.

“Joesonghaeyo. Aku baru pertama kali melihatmu disini, orang baru? Tinggal disekitar sini?” namja itu mencoba memulai percakapan, basa-basi.

 

00125690

“Annieyo” jawab Sooji singkat sambil menggelengkan kepalanya.

“Iya? Hmm… Nae Ahn Ji Hoon niya” namja itu mengulurkan tangannya seperti ingin berjabat tangan.

“Bae Soo Ji” Sooji juga mengulurkan tangannya dan merekapun saling berjabat tangan.

“Kalau begitu, aku boleh meminta kontakmu?”

 

Namja itu menyerahkan handphonenya ke Sooji, tepat saat itu juga…

“Jagiya mian sepertinya aku terlalu lama meninggalkanmu sendirian” sela Myungsoo langsung menghampiri mereka berdua dan merangkul pundak Sooji.

 

Tiba-tiba namja tersebut langsung kikuk dan akhirnya kembali ke lapangan basket dengan teman-temannya. Dengan cepat Myungsoo langsung menggenggam tangan Sooji membawanya jauh dari tempat tersebut.

“Aish gara-gara kamu, aku tidak jadi bertukatan kontak dengannya. Padahal namja tadi lumayan” cetus Sooji.

“Neo, jinjja daebak!” sindir Myungsoo menghentikan langkahnya.

 

“Mau ku laporkan ke Jaehyun hyung?” tambah Myungsoo.

“Laporkan saja. Memangnya kamu berani? Kalian saja bahkan terlihat tidak dekat, ya kan?” pancing Sooji.

“Itu bukan urusanmu”

 

4est57y5dutgfj

“Kim Myung Soo?” ujar seorang yeoja cantik tak sengaja berpapasan dengan mereka.

“Oh noona”

 

***

 

Mereka bertiga duduk didalam sebuah cafe. Myungsoo duduk tepat di sebelah Sooji, dan yeoja cantik tadi duduk diseberang Sooji.

“Annyeong haseyo. Jadi kamu yang namanya Bae Soo Ji?” tanya yeoja itu.

“Ne, bagaimana bisa tau namaku?” ucap Sooji.

“Aku membaca artikel tentang pertunanganmu dengan Ahn Jae Hyun. Ternyata kamu lebih cantik dibandingan dengan foto yang ada di artikel” pujinya.

“Annieyo” helak Sooji.

“Naneun Im Na Na imnida, panggil saja dengan eonni Nana. Aku teman dekatnya Jaehyun dan Myungsoo sudah seperti dongsaengku sendiri” jelas yeoja bernama Nana tersebut.

 

Teman dekat Jaehyun oppa?  ‘Noona’nya Myungsoo?” batin Sooji.

 

“Karena kamu tunangan Jaehyun, jadi kuharap kita bisa menjadi teman dekat juga” tambahnya.

“Sedang apa disekitar sini?” potong Myungsoo.

“Aku? Ada urusan di kantor pengacara sekitar sini” jawab Nana.

“Kantor pengacara?” Sooji.

“Ah iya. Aku mahasiswi hukum di SKY University” jelasnya.

 

Sooji mengangguk mengerti. Tiba-tiba handphone Nana berdering, diapun melihat ke layar handphonenya.

“Mian, sepertinya aku harus pergi duluan. Sebenernya aku masih ingin mengobrol lama” ujar Nana.

“Gwaenchanayeo” ucap Sooji.

“Semoga kita bisa menjadi teman dekat, aku bersungguh-sungguh” Nana sambil tersenyum.

 

Kenapa perasaanku tidak enak ya?” batin Sooji lagi merasa ada yang aneh.

 

“Ne” Sooji membalas senyumanya.

 

Kemudian Nana pun keluar dari café itu. Sooji sedikit melirik ke arah Myungsoo ternyata sendari tadi terus meliat ke arah Nana yang masih terlihat di kaca luar café tersebut.

“Kamu suka dengannya?” tebak Sooji.

“Bukan urusanmu” jawab Myungsoo.

 

Mwoya?” batin Sooji penasaran.

 

“Ini kamu saja yang mengedit videonya. Bawa saja dulu cameraku” suruh Myungsoo menyodorkan cameranya.

“Ne ne”

“Kalau begitu tugas kita selesai”

 

Tanpa berlama-lama, setelah selesai membayar minuman mereka. Myungsoo mengantar Sooji pulang dengan mobilnya, tapi sayangnya selama di perjalanan mereka sama sekali tidak mengobrol hanya ada suara musik dari radio mobil saja. Sesampainya di depan rumah Sooji, Soojipun keluar dari mobil Myungsoo.

“Gomawo” ucap Sooji pada Myungsoo.

 

Myungsoopun pergi dari situ. Sooji langsung masuk ke dalam rumahnya dan menuju ke kamarnya. Baru saja menjejakkan kaki di kamarnya, handphone Sooji berdering ternyata telfon dari Jaehyun.

“Ne, yeobseyo” ujar Sooji begitu mengangkat telfon.

 

***

 

Jaehyun dari tadi bolak balik jalan di kamarnya.

“Telfon… Tidak… Telfon… Tidak…”

 

“Oke telfon!”

 

Dia duduk diatas kasurnya, mengotak atik handphonenya untuk menghubungi seseorang.

 

fdgyterhyrtu5ry

Ne, yeobseyo” terdengar suara yeoja menjawab telfon tersebut.

“Sooji-ah, sedang apa?” baru kali ini Jaehyun merasa tidak tahu harus bicara apa dan berakhir menanyakan sedang apa sekedar basa basi.

Aku baru saja sampai rumah” jawab Sooji.

“Ku dengar kamu tadi pergi dengan Myungsoo”

Ah itu kita mengerjakan tugas sekolah

“Hanya itu?”

Ne. Oh iya tadi aku juga bertemu dengan Im Na Na

“Im Na Na?” tanya Jaehyun sedikit terkejut.

Katanya dia teman dekat oppa, dia juga sepertinya akrab dengan Myungsoo

“Y… Ya begitulah” jawab Jaehyun ragu.

 

***

 

Selagi menelfon dengan Jaehyun, Sooji iseng kembali melihat gallery camera Myungsoo. Terlihat pada awalnya foto-foto pemandangan.

 

cats

Mwoya igge?” batin Sooji melihat beberapa foto candid seorang yeoja yang menurut Sooji sangat-sangat tidak asing.

 

“Ne. Oh iya tadi aku juga bertemu dengan Im Na Na” pancing Sooji begitu melihat foto-foto Nana di gallery camera Myungsoo.

Im Na Na?” suara Jaehyun terdengar sedikit terkejut

“Katanya dia teman dekat oppa, dia juga sepertinya akrab dengan Myungsoo”

Y… Ya begitulah

“Emm…” Sooji mengerti.

Wae?

“Annie, geunyang. Oppa mian, sepertinya aku mengantuk” bohong Sooji sambil bersuara menguap.

“Geurae? Jalja~”

“Ne~”

 

Sooji mematikan telfon tersebut. Dia berbohong, padahal sama sekali tidak mengantuk.

“Im Na Na… Menarik…” Sooji tersenyum menyeringai sambil memandang foto di gallery Myungsoo.

 

=To Be Continue=

 

Cameo:

-Ahn Ji oo

Advertisements

13 responses to “Unkind Girl (Chap 5)

  1. Pingback: Unkind Girl (Chap 7) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  2. Pingback: Unkind Girl (Chap 8) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s