Love Rain [Oneshot]

tumblr_mhtu5l8oue1s0sp9vo1_250

Title : Love Rain

Genre : Romance

Lenght : Oneshoot

Rating : PG-15

Author : HyeKim

Main Cast :
-Choi Minho
-Bae Suzy (OC/You)

Summary : “Di bawah rinai hujan kami berpayung di satu payung. Suara hujan,suara hati. Hujan cinta telah turun

Note : Don’t be silent readers, don’t forget to comment after you read this fanfic. I just owner this fanfic and cast? Cast aren’t mine. Happy Reading ~

.

.

.

Hujan deras sedang mengguyur kota Seoul. Lelaki yang sedari tadi asyik mendengarkan musik yang ia dengarkan dari MP3-nya, langsung melepas kedua earphonenya dan berdecak kesal. Pasalnya hari ini tidak membawa payung atau jas hujan.

Lelaki bernama lengkap Choi Minho itu hanya menatap langit dan seakan dengan menatap langit terlalu lama, akan membuat hujan berhenti. Tapi pada nyatanya hujan malah makin deras mengguyur kota Seoul , ditambah dengan angin yang berhembus sangat kencang.

Ish! Menyebalkan sekali!” gerutu Minho lalu mengambil ponselnya dan mengetikan sebuah pesan.

To : Umma

Umma hari ini aku akan pulang terlambat karena hujan. Jangan mencariku.

 

Setelah pesan tersebut terkirim, Minho memasukan ponselnya ke saku seragam sekolahnya dan tetap berdiri menunggu hujan reda di depan gedung sekolahnya, dan sekalian juga ia berteduh karena ia tak mau mengambil resiko sakit bila kehujanan.

****

“Ya ampun! Hujannya sangat deras.” ucap seorang gadis saat ia baru keluar dari gedung sekolahnya dan memilih untuk berteduh sebentar karena hujan deras mengguyur kota Seoul.

Gadis bernama lengkap Oh Luna itu menatap gadis yang sedari tadi berada di sebelahnya, yang tak lain adalah sahabatnya.

“Suzy-ya, kamu membawa payung tidak?” tanya Luna pada gadis itu yang bernama Bae Suzy.

“Ya, aku bawa, ingin bareng ke halte bus?” ucap Suzy dan dijawab anggukan oleh Luna.

Lalu Suzy pun mengeluarkan payungnya yang berwarna pink dan lalu ia berdua dengan Luna berjalan meninggalkan gedung sekolah mereka dengan menerobos hujan menggunakan payung pink milik Suzy.

“Luna-ah, kajja, berdua saja denganku.” Saat Suzy dan Luna sedang berjalan di tangga yang menuju tempat parkiran sekolah mereka , tiba-tiba seorang lelaki berparas imut menghampiri mereka.

“Ayok sini!” Lelaki bernama Taemin itu menarik Luna untuk berjalan bersamanya di bawah payung berwarna biru yang dibawa olehnya.

Luna dan Taemin langsung pergi meninggalkan Suzy sendirian. Suzy yang merasa jengkel hanya mengucapkan sumpah serapahnya pada pasangan laknat itu.

Tiba-tiba angin berhembus kencang dan menyebabkan payung pink milik Suzy terbang, dan membiarkan tubuh rampingnya terguyur oleh tetesan air hujan.

“Yah! Payungku!” teriak Suzy

Suzy berusaha mencari-cari payungnya yang terbang. Tiba-tiba seorang lelaki menghampirinya dan memayunginya, membuat Suzy mendongak dan tersihir begitu saja saat melihat senyum pria itu. Pria itu sedang memayungi Suzy dengan payung pink miliknya.

“Apakah ini payungmu?” ucap pria itu sembari tersenyum membuat jantung Suzy berdetak abnormal dan lalu menganggukan kepalanya.

****

Minho menghembuskan nafasnya kasar, hujan tak kunjung juga berhenti. Akhirnya pun Minho memilih nekad untuk menerobos hujan. Saat sedang menerobos hujan, tiba-tiba sebuah payung pink terbang kearahnya. Minho langsung mengambil payung tersebut.

“Yah! Payungku!” teriak seorang gadis. Membuat Minho tersadar ada seorang gadis yang tubuhnya terguyur hujan tampak mencari-cari payungnya, dan Minho yakin bahwa payung yang ia pegang adalah milik gadis itu.

Minho melangkah mendekat pada gadis itu dan memayunginya sembari tersenyum, gadis itu menoleh padanya.

“Apakah ini payungmu?” ucap Minho sembari tersenyum dan gadis itu menganggukan kepalanya.

“Boleh aku menumpang?” tanya Minho

“Eung..tentu.” jawab gadis itu

Lalu mereka berdua berjalan dengan payung pink milik gadis itu—Suzy— , suasana diantara mereka sangat canggung dan keduanya memilih diam dan terasa sangat hening dan hanya terdengar suara rinai hujan.

Suzy menatap Minho yang sepertinya lebih memilih bahunya dan sebagian tubuhnya basah terkena air hujan daripada Suzy yang terkena air hujan.

“Mendekatlah, sebagian tubuhmu terkena air hujan,” ucap Suzy sembari tersenyum dan dengan perlahan Minho mendekat kearah Suzy dan membuat bahu mereka berdua bersentuhan.

Suzy hanya mendukan kepalanya, sementara Minho merasa darahnya berhenti berdesir saat bersentuhan dengan Suzy.

“bioneun geori urin dur georeotjyo
jogeuman usan nae eokkaeneun jeojeotjyo
geunyeoneun naege sujubeun deut marhaetjyo
jogeumdeo gakkai geudae deureo oseyo~
sallang sallang sallang dugeun dugeun dugeun
usansogui dueokkae
sujubeun eokkae
sarang biga naeryeo oneyo
nan sarange ppajyeotne”

(The two of us walked the rainy streets
Under the small umbrella, my shoulder got wet
She shyly told me
Come a little bit closer
Softly, our shoulders touch
Rub dub rub dub, my trembling heart
Softly softly, rub dub rub dub
The two shoulders underneath the umbrella
the shy shoulders
Love rain is falling
I have fallen in love)

“Terimakasih,” ucap Minho saat ia dan Suzy sudah sampai di halte bus, dan dengan cepat Minho berlari menaiki bus sesuai jalur yang akan ia tempuh.

Sementara Suzy harus menunggu busnya 10 menit lagi dan masih berada di halte. Minho tersenyum pada Suzy dari dalam bus melalui jendela bus, dan gadis itu membalas senyumannya dengan senyum manisnya.

“Senyumnya sangat manis.” gumam Minho tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Suzy dan lalu duduk di salah satu kursi bus.

****

Seorang pria tengah digandeng oleh seorang gadis yang tampak lebih tua beberapa tahun darinya. Pria bernama Choi Minho itu hanya menampakan ekpresi wajahnya yang terlihat tidak bersemangat, padahal gadis yang mengandeng tangannya tampak bersemangat.

Nuna! Kenapa harus membawa aku sih untuk melihat pertunjukan musik membosankan ini?” gerutu Minho pada gadis itu dan membuat gadis yang dipanggil nuna olehnya itu menoleh padanya.

“Habis nuna tidak tahu ingin membawa siapa, lagi pula teman-teman nuna kesini membawa kekasihnya,” ucap gadis bernama Choi Inha itu.

“Inha-ah, eoh? Ini Minho? Yaampun uri Minho sudah besar ya,” ucap seorang gadis yang baru muncul menghampiri Inha dan Minho.

“Dia memang sudah besar, tetapi masih belum tahu menahu tentang apa itu cinta.” ucap Inha pada Victoria—gadis yang tadi datang—. Dan Victoria hanya tertawa, sementara Minho hanya menatap kakaknya itu kesal.

“Minhonie, kamu memang masih imut seperti dulu, dan ya belum pantas untuk jatuh cinta,” ucap Victoria sembari mengacak-acak rambut Minho, membuat pria itu makin kesal.

Yak! Nuna-nuna, walaupun sekarang umur kalian sudah berkepala 2, tetap saja ya menyebalkan!?” ucap Minho sembari mengerucutkan bibirnya.

“Dan sekarang walau umurmu sudah 18 tahun masih saja imut seperti ini.” balas Inha.

Lalu mereka bertiga pun berjalan menuju segerombolan anak kuliahan yang seumuran dengan Inha dan Victoria. Minho hanya memandang anak kuliahan itu malas dan mulai sibuk memainkan ponselnya, ia memainkan permainan angry bird dan terkadang berdecak kesal karena kalah dalam game tersebut.

“Ayok cepat! Pertunjukan musiknya akan segera di mulai.” ucap Eunjung—salah satu teman Inha—

Inha langsung menarik dan mengenggam tangan Minho lagi untuk masuk ke dalam hall. Dapat dilihat beberapa teman Inha datang kesini dengan kekasihnya, kecuali Inha dan Victoria.

LG Art Center Gangnam-gu sudah dipenuhi beberapa orang yang ingin menonton pertunjukan musik awal musim semi ini. Minho dan Inha pun sudah berada di dalam hall dan duduk di salah satu kursi yang bersejajaran dengan anak universitas Yonsei—universitas tempat Inha berkuliah—

Minho hanya sibuk memainkan ponselnya sampai tirai berwarna merah yang berada di panggung terbuka dan menampilkan satu grand piano berwarna hitam dan beberapa alat musik seperti biola dan yang lainnya. Lalu beberapa pemain musik pun memasuki panggung.

Pertunjukan musik awal musim semi pun di mulai. Minho hanya menggerutu kesal saat ponselnya low battery, dan mau tak mau akhirnya ia harus menonton juga pertunjukan musik yang menurutnya membosankan itu.

“bioneun jeonyeog geunyeo moseub boatjyo
oraejeon buteo bogo sipdeon geunyeoreul
usani eobtneun geunyeoege marhaetjyo
nae usansogeuro geudae deureooseyo~
sallang sallang sallang deullyeo oneun bissori
dugeun dugeun dugeun dugeun tteollyeo oneun nae gaseum
sallang sallang sallang dugeun dugeun dugeun
usansori bissori
nae gaseum sori
sarang biga naeryeo oneyo
bioneun geori urin duri georeotjyo
jogeuman usan nae eokkaeneun jeojeotjyo
geunyeoneun naege sujubeun deut marhaetjyo,”

Minho langsung melotot saat melihat seorang gadis di balik grand piano hitam tersebut sedang menyanyikan lagu populer soundtrack drama Korea terkenal, Love Rain yang dibintangi oleh Yoona SNSD dan actor Jang Geun Suk. Jari lentik Suzy dengan lincah menekan tuts pada piano sembari menyanyi lagu berjudul Love Rain tersebut.

“Jogeumdeo gakkai geudae deureo oseyo~
sallang sallang sallang buditchineun eokkaee
dugeun dugeun dugeun dugeun tteollyeo oneun nae gaseum
sallang sallang sallang dugeun dugeun dugeun
usansogui dueokkae
sujubeun eokkae
sarang biga naeryeo oneyo
nan sarange ppajyeotne
sallang sallang sallang deullyeo oneun bissori
dugeun dugeun dugeun dugeun tteollyeo oneun nae gaseum
sallang sallang sallang dugeun dugeun dugeun
usansori bissori.
nae gaseum sori
sarang biga naeryeo oneyo
I love rain I love you”

Lalu lagu yang di nyanyikan Suzy pun selesai, Minho masih terpaku melihat penampilan gadis yang sama sekali ia belum ketahui namanya siapa, yang kemarin memberinya tumpangan dengan payungnya.

****

“Hah! Hujan!” pekik Inha saat ia hendak keluar dari LG Art Center Gangnam-gu.

Minho yang berada di sebelah Inha hanya memasang raut kesalnya karena lagi-lagi hujan mengguyur kota Seoul, dan kedua adik dan kakak itu tidak membawa payung untuk melidungi diri mereka dari buliran air hujan.

“Suzy-ya! Chamkaman! Jangan marah seperti ini, kemarin salahkan saja Taemin yang main menarikku.” Terdengar teriakan seorang gadis dari belakang Minho dan Inha.

“Ya, ya, ya, ya.” Gadis yang dipanggil Suzy itu hanya menjawab acuh.

Minho tampak mengenali suara itu lalu menoleh ke belakang, dan benar dugaannya bahwa gadis itu adalah gadis yang kemarin payungnya ditumpangi olehnya. Akhirnya Minho tahu bahwa gadis itu bernama Suzy, ya Suzy.

“Luna-ah.” Lalu terdengar suara seorang pria menghampiri Suzy dan gadis yang tadi menteriakinya yang bernama Luna.

Eoh Taemin?” ucap Luna pada pria bernama Taemin itu.

“Sana, sana kalian pergi saja. Kalian ingin kencankan pada malam minggu sekarang? Sudah sana pergi!” usir Suzy pada sepasang kekasih itu.

Yak! Apa-apaan maksudmu mengusirku dan Taemin?” ucap Luna jengkel

“Daripada aku harus ditinggalkan seperti kemarin lebih baik aku usir saja kalian berdua,” ucap Suzy acuh

“Baiklah nona Bae, aku dan Luna izin pamit dulu, dah.” ucap Taemin dan lalu menarik lengan Luna untuk berpayung di bawah payung yang ia bawa.

“Heuh! Dasar pasangan laknat!” gerutu Suzy dan lalu berjalan menerobos hujan dengan payung pinknya, tanpa ia sadari dompetnya terjatuh.

Minho yang sedari tadi memperhatikan Suzy, tahu bahwa dompet gadis itu terjatuh. Ia pun mengambil dompet itu dan menatap Suzy yang berjalan belum terlalu jauh darinya.

“Hey! Hey! Nona! Dompetmu jatuh,” teriak Minho lalu langsung berlari menerobos hujan untuk mengejar Suzy.

“Minho!!! Kamu ingin ke manaa???” teriak Inha tetapi diabaikan oleh Minho dan ia masih mengejar Suzy.

Setelah sudah berada di samping gadis itu, Minho meraih tangan kanan Suzy, membuat Suzy terkejut dan membulatkan matanya menatap Minho.

“Ini dompetmu tadi terjatuh,” ucap Minho kikuk dan lalu melepaskan pegangan tangannya pada tangan Suzy dan menyodorkan dompet putih milik gadis itu.

“Ya ampun, aku tidak sadar sama sekali. Terimkasih,” ucap Suzy sembari mengambil dompet putih miliknya dan tersenyum pada Minho.

“Eh, kamu kan yang kemarin?” ucap Suzy mengingat Minho yang kemarin menumpang pada payungnya.

Minho hanya tersenyum dan mengangguk “Choi Minho imnida.” Minho mengulurkan tangannya dan disambut jabatan oleh Suzy.

“Bae Suzy imnida,” balas Suzy “Sebagai tanda terimkasihku, aku ingin mentraktirmu di coffee beans di Myeongdong besok jam 10, bagaimana?” tawar Suzy sembari tersenyum manis.

Minho hanya mengangguk mengiyakan “Baiklah.” jawab pria itu.

****

Suzy duduk di salah satu kursi di coffee beans , gadis itu sedang menunggu Minho yang tak kunjung juga datang.

“Maaf aku terlambat,” ucap seorang pria yang baru datang lalu duduk di kursi di hadapan Suzy.

“Ah tak apa kok,” ucap Suzy sembari tersenyum dan lalu merekapun memesan kopi dengan rasa kesukaan masing-masing dan tampak sedang mengobrol dengan riang.

“Jadi kamu murid kelas 12 C di Shinhwa SHS?” ucap Suzy saat ia dan Minho sedang menceritakan diri masing-masing.

Minho mengangguk “Ya, dan kamu kelas 12 apa?” tanya Minho

“12 A,” jawab Suzy lalu menyeruput capucinonya.

“Kamu sangat pandai sekali memaikan piano,” ucap Minho

“Ah tidak juga, sahabatku Luna lebih baik dalam memainkan piano daripada aku.” ucap Suzy

“Tapi permainanmu kemarin sangat bagus sampai aku terpesona dan suaramu juga sangat indah,” ucap Minho membuat Suzy menundukan kepalanya dan pipinya sudah merona merah.

“Terimkasih, Minho-ssi,” ucap Suzy

“Jangan memanggilku seformal itu,” ucap Minho sembari tersenyum

“Hmm..baiklah.” ucap Suzy

Lalu keduanya pun keluar dari coffee beans saat Suzy sudah membayar pesanan mereka, mengingat gadis itu kemarin berjanji untuk mentraktir Minho.

Suzy dan Minho pun berjalan menyelusuri jalanan di Myeongdong yang dipenuhi anak remaja seperti mereka. Minho dengan gugupnya meraih tangan kanan Suzy dan megandengnya, sementara Suzy hanya menundukan kepalanya malu.

Tiba-tiba hujan deras hari ini kembali mengguyur kota Seoul. Suzy dengan buru-buru mengeluarkan payung pinknya yang ia simpan di tas selempangnya.

“Minho-ah ayok sini berpayung pada payungku,” ucap Suzy dan Minho hanya mengangguk lalu mereka berdua pun berjalan dalam payung milik Suzy.

Keduanya merasakan detak jantung mereka yang berdetak sangat keras diiringi suara hujan yang turun.

“sallang sallang sallang buditchineun eokkaee
dugeun dugeun dugeun dugeun tteollyeo oneun nae gaseum
sallang sallang sallang dugeun dugeun dugeun
usansogui dueokkae
sujubeun eokkae
sarang biga naeryeo oney
nan sarange ppajyeotne”

( Softly, our shoulders touch
Rub dub rub dub, my trembling heart
Softly softly, rub dub rub dub
The two shoulders underneath the umbrella
the shy shoulders
Love rain is falling
I have fallen in love )

Suzy dan Minho tetap berjalan beriringan di bawah payung kecil milik Suzy dengan bahu mereka yang saling bersentuhan.

“Suzy-ya,” panggil Minho membuat langkah keduanya berhenti.

Suzy menoleh pada Minho, pria itu tampak menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal lalu berdehem untuk menghilangkan rasa gugupnya.

“Apakah kamu percaya cinta?” tanya Minho membuat Suzy mengerutkan keningnya dan lalu mengangguk.

“Tentu, karena cinta itu memang asli adanya,” jawab Suzy

“Dan apakah kamu percaya cinta pada pandangan pertama?” tanya Minho lagi dan gadis itu lagi-lagi mengangguk

“Aku percaya karena aku juga pernah merasakannya,” jawab Suzy sembari tersenyum

“Apakah kamu yakin bila ada seseorang jatuh cinta pada saat hujan?” tanya Minho lagi

“Mungkin saja, karena aku merasakannya,” jawab gadis itu lagi. Minho tersenyum dan lalu mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu dan lalu mengecup bibir Suzy sekilas.

“Aku mencintaimu, Bae Suzy. Karena hujan cinta turun disaat aku bertemu denganmu saat hujan,” ucap Minho sembari tersenyum. Dan Suzy pun hanya menundukan kepalanya malu dan semburat merah terlihat di pipinya.

“Aku juga mencintaimu, Choi Minho.” balas gadis itu.

Lalu Minho langsung memeluk Suzy membuat payung yang dipegang gadis itu terjatuh dan membuat tubuh mereka berdua terguyur air hujan. Mereka tidak peduli tubuh mereka sudah basah kuyup terkena hujan ataupun resiko sakit bila kehujanan, karena hujan telah membuat mereka bersatu.

“sallang sallang sallang deullyeo oneun bissori
dugeun dugeun dugeun dugeun tteollyeo oneun nae gaseum
sallang sallang sallang dugeun dugeun dugeun
usansori bissori
nae gaseum sori
sarang biga naeryeo oneyo

I love rain.. I love you.. ”

( Drizzle drizzle, the sound of the rain
Rub dub rub dub, my trembling heart
Drizzle drizzle, rub dub rub dub
The sound on the umbrella, the sound of the rain
the sound of my heart
Love rain is falling
I love rain…I love you )

—The END—

  • Maafin jarang update apalagi playlist fic yang gak bisa kujanjiin kelar, niatnya project itu biar aku aktif eh yang terjadi malah keteter. Kalo ada mood serta timing yang tepat, pasti aku lanjut :””
  • Ini FF originalnya Taemin x OC, jadi jangan salah paham ya. Dulu nama authorku Kim Hyerim, ini gak plagiat. Selama authornya HyeKim dan Kim Hyerim.
  • Sip maapin dd manis ini yang malah nongol buat FF remake jadul gak jelas, aneh begini T__T dibanding gak aktif sama sekali huhuhuhu.
  • Berhubung ini FF aku ganti nama doang, jadi bila ada penampakan nama lain wajar aja ya atau kasih tau aku biar dikoreksi.
  • Baca? Jangan lupa komennya.
  • See ya! Semoga projectku bersama Suzy akan kelanjut.
  • Anyway ada yang kangen aku? Gak kali ya bhay! hahaha.
  • P.S ; tetap cintailah Choi Minho – Bae Suzy walau takennya sama Minho yang satu lagi.

 

Advertisements

5 responses to “Love Rain [Oneshot]

  1. Woaah minzy couple xD udh jarang banget ff cast minho suzy xD
    Dan isi ceritsnya bagus kok xD kisah cinta klasik saat hujan turun 😀

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s