Unkind Girl (Chap 7)

unkind-girl

Poster by  Alkindi 

Tittle: Unkind Girl

Author: Stella Lee

Main Cast:
Bae Suzy (Miss A) | Kim Myung Soo (Infinite) | Shin Won Ho (Cross Gene) | Ahn Jae Hyun

Gendre: Romance, School life

Legth: Chaptered

Rating: G

Disclimer: The story is pure by me. All casts belong to God, their parent, and agency. Plus… many cameos in this fanfiction!

Prev:

Teaser | The Casts | Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 | Chap 4 | Chap 5 | Chap 6 | …

Jaehyun semakin melangkah mendekati Sooji, begitupula Sooji yang juga semakin melangkah mundur. Jaehyun mencoba mengambil sesuatu di tangan Sooji, Sooji terus-terusan menghindar.

DEG!! Sooji malah terpeleset, jatuh tepat ditangan Jaehyun. Sooji lengah, Jaehyun langsung mengambil barang yang dipegang Sooji dari tadi. Ternyata sebuah foto dia dengan teman yeoja SMPnya.

gjgbkjhguk

“Bagaimana bisa kamu menemukan foto ini?” tanya Jaehyun masih menahan Sooji ditangannya.

 

Jantung Sooji berdetak tidak karuan karena jarak mereka sangat dekat. Sooji tidak pernah begini sebelumnya, bahkan dengan semua namja yang pernah dia dekati dan pacari. Sooji sedikit mendorong Jaehyun, agar dia tidak menyadari detakan jantung Sooji.

“Emm… Itu… Siapa yeoja itu?” Sooji bingung harus beralasan apa, yang akhirnya sudah berdiri.

“Wae cemburu?”

“An… Annieyo” Sooji melihat kearah luar jendela tak berani memandang Jaehyun.

 

Keep calm Bae Soo Ji” batinnya.

 

Jaehyun memegang rahang Sooji, dan menolehkan kepalanya jadi kembali menghadap ke arahnya.

“Kamu jauh dan jauh lebih menarik darinya” ujar Jaehyun.

 

Jaehyun mendekatkan bibirnya ke arah Sooji. Dengan cepat Sooji langsung memalingkan kepalanya sebelum bibir Jaehyun mengenai bibir Sooji.

“Aku mau pulang” ujar Sooji.

“Baiklah” balas Jaehyun sambil tersenyum mengangguk.

 

***

 

Disisi lain Myungsoo langsung membalikkan badan Nana dan mendorong pundaknya ke arah luar agar Nana tidak melihat apa yang sedang terjadi di tepat didepannya tadi. Akhirnya Myungsoo berhenti mendorong sesampainya di depan rumah.

“Wae?” tanya Nana bingung.

 

Myungsoo menuju ke mobilnya yang masih terparkir disitu, dia masuk ke dalam mobil sambil pura-pura mencari sesuatu.

“Aku meninggalkan suatu barang” bohong Myungsoo.

“Barang apa?”

 

Setelah beberapa menit Myungsoo akting pura-pura mencari sesuatu, diapun keluar dari mobilnya.

“Ternyata ku simpan di kantong” ujar Myungsoo sambil menunjukkan handphonenya yang berada di kantong celana.

“Mwoya? Aku pikir sesuatu yang penting”

“Ini kan sangat penting” canda Myungsoo.

 

Tak lama kemudian, Jaehyun dan Sooji keluar dari pintu menuju ke depan rumah.

“Eonnie?” ujar Sooji begitu melihat Nana dan Myungsoo sedang berada di depan rumah.

“Eoh… Sooji-ah annyeong” sapa Nana kikuk melihat Jaehyun bersama dengan Sooji.

“Apa yang eonni sedang lakukan disini?” tanya Sooji.

“Aku…” Nana belum selesai melanjutkan perkataannya.

fghfghfjhg
“Dia mau mengajariku PR untuk besok. Kamu sendiri?” potong Myungsoo.

 

“Tentu saja dinner dengan ku di sini” sindir Jaehyun sambil merangkul pundak Sooji.

“Benarkah?” tanya Nana seperti tak percaya.

“N… Ne” jawab Sooji.

“Baguslah ternyata kalian sudah sejauh itu. Cih murahan sekali kamu Bae Soo Ji” sindir Myungsoo.

 

Myungsoo menyindir kejadian yang barusan saja terjadi, tetapi Sooji tak mengerti maksud dari perkataannya.

“Maksudnya?” Sooji bingung.

“Tidak usah mengurusi urusan orang lain, mengurus diri sendiri saja tidak becus” balas Jaehyun.

 

Sooji melihat Nana hanya terdiam dan ekspresinya terlihat seperti sedih, Sooji curiga memang ada sesuatu diantara ketiga orang ini.

Myungsoo suka dengan Nana eonni. Tapi sepertinya Nana eonni ada perasaan dengan Jaehyun oppa? Lalu Jaehyun oppa?” batin Sooji hanya menebak-nebak.

 

Tepat saat itu mobil Jaehyun pun datang diantar oleh salah satu penjaga rumah.

“Tak usah hiraukan mereka, ayo ku antar kamu pulang” ucap Jaehyun pada Sooji.

“Noona, sepertinya mengajarnya lain kali saja. Aku sedang tidak mood” ujar Myungsoo pada Nana.

 

***

 

Setelah mengantar Sooji pulang ke rumah Jaehyun merebahkan badannya di atas kasur. Dia merogoh kantong sweaternya, mengambil foto yang tadi tak sengaja Sooji temukan dan langsung menaruhnya ke dalam laci disamping kasur.

“Bagaimana dia bisa menemukan foto ini?” ujarnya pada dirinya sendiri.

 

~Flash Back~

Jaehyun sedang berjalan di lorong sekolah menuju ke ruang makan. Dia melihat Nana seperti sedang mengobrol dengan temannya. Dia berniat untuk menghampiri Nana dan nimbrung obrolan mereka.
“Ya… Akhir-akhir ini kamu jadi semakin populer disini” ujar temannya.

kim-so-hyun-2

“Mungkin karena aku berteman dengan Jaehyun” jawab Nana.

“Yoksi, kepopuleran Jaehyun ternyata dapat menular ke sekitarnya ya”

 

Nana hanya tertawa mendengar perkataan temannya. Jaehyun mengurungkan niatnya untuk menghampiri mereka setelah mendengar percakapan itu.

 

Sepulang sekolah Jaehyun berusaha menghindar dari Nana, dan berjalan cepat menuju ke gerbang sekolah.

“Ya, Ada apa denganmu?” Nana menahan lengan kanan Jaehyun, berusaha menjegatnya.

“Mwo?” ujar Jaehyun sinis.

“Kamu tidak mendengar kalau aku dari tadi memanggilmu?”

“Aku tidak dengar”
“Tidak mungkin, jangan bohong. Ada apa dengamu semenjak tadi istirahat kamu menghindariku terus?”

nam-joo-hyuk-3

“Pergi saja sana berteman dengan orang-orang populer, agar kamu bisa semakin populer” sindir Jaehyun.

“Apa maksudmu?”

~Flash Back End~

 

***

 

Keesesokan harinya di ruang Jaeil High School…

Semenjak tadi pagi Sooji menyadari ada sesuatu hal yang aneh, pasalnya tas Myungsoo sudah tergeletak di mejanya dari pagi tapi sampai istirahat pun dia tidak sama sekali melihat batang hidung Myungsoo, padahal dia semakin penasaran dengan Myungsoo, Nana, dan Jaehyun.

“Wae?” tanya Soojung melihat Sooji seperti sedang berfikir.

“Ne? Tidak ada apa-apa” ujar Sooji kembali menyantap makan siangnya.

 

Wonho baru saja datang ke ruang makan, langsung duduk tepat di sebelah Sooji setelah mengambil makan siangnya.

“Kemana Myungsoo? Aku tidak melihatnya dari tadi” tanya Sooji, begitu Wonho duduk.

“Entahlah. Aku juga tidak melihatnya dari tadi” jawab Wonho.

“Sooji-ah, akhir-akhir ini sepertinya ku lihat kamu sering memperhatikan Myungsoo” sela Soojung.

 

“Seolma… Kamu tertarik dengan Myungsoo?” lanjut Soojung.

 

Wonho langsung tersendak makann yang ia kunyah begitu mendengar perkataan Soojung.

“Mwusunsuriya?” helak Sooji.

“Aku cuma asal tebak saja” ujar Soojung.

“Tebakan macam apa itu” ucap Sooji datar.

 

Mereka bertiga kembali menyantap makan siang mereka masing-masing. Setelah selesai makan mereka menuju ke loker untuk mengambil buku mata pelajaran selanjutnya.

“Heol… Setelah ini fisika?!” sontak membuat Sooji terkejut begitu melihat jadwal pelajaran setelah ini.

screenshot_2015-05-03-17-16-18

“Memangnya kenapa dengan fisika?” tanya Soojung.

“Pelajaran yang paling aku benci. Fisika kali ini… aku skip”

“Maksudmu?”

“Aku mau bolos ke klinik saja”

“Bolos lagi?” Wonho nimbrung.

 

***

 

Sooji masuk ke ruangan klinik sekolah. Dia tidak melihat ada dokter yang sedang menjaga disitu.

“Noona” terdengar suara namja dari salah satu bilik tempat tidur disitu.

 

Sooji penasaran, akhirnya berjalan mendekat ke bilik tersebut dan membuka tirainya. Ternyata Myungsoo sedang berbaring tidur disitu, Sooji semajin mendekatinya, terlihat Myungsoo seperti gelisah dan tidak tenang.

“Dia sakit kah?” Sooji mnempelkan tangan kirinya ke dahi Myungsoo untuk mengecek suhu tubuh Myungsoo.

 

~Flash Back~

Tak lama setelah pernikahan Kim Sang Joong -appa Jaehyun- dan Lee Da Hae -eomma Myungsoo-. Myungsoo tak pernah sekalipun akur dengan Jaehyun, hampir setiap hari mereka bertengkar hal sepele. Sampai suatu ketika…

“Myungsoo tak bisakah kamu tidak membuat onar dan akur dengan hyungmu?!” bentak eommanya pada Myungsoo.

“Dia bukan hyungku” ujar Myungsoo polos menunjuk-nunjuk ke arah Jaehyun, tepat berada disampingnya.

“Apa katamu?! Kamu bisa dimarahi lagi oleh appa kalau kamu berbicara seperti ini didepannya” celetuk eommanya,

“Dia juga bukan appa” yang Myungsoo maksud adalah appanya Jaehyun yang sekarang baru saja menjadi appanya.

 

PLAK!

Tiba-tiba eomma Myungsoo menamparnya begitu saja tanpa pikir panjang.

“Myungsoo-ah mian, eomma tidak bermaksud” ujar eomma Myungsoo menyesal tangannya melayang begitu saja spontan menampar Myungsoo.

“Eomma…” Myungsoo terisak tak percaya.

 

Myungsoo mulai meneteskan air mata, baru kali ini dia ditampar oleh eommanya, sebelumnya dia sama sekali tidak pernah dikasari oleh eommanya. Myungsoo langsung berlari menuju ke taman rumahnya, dia duduk di bangku taman dan air matanya pun semakin deras.

“Ah mian sepertinya aku datang di saat yang salah” tiba-tiba seorang yeoja tak sengaja memergoki Myungsoo yang sedang menangis.

 

“Lanjutkan saja kalau masih ingin menangis” tambahnya.

 

Yeoja itupun berniat untuk beranjak dari tempat Myungsoo.

~Flash Back End~

 

“Noona Kajima!” sontak Myungsoo terbangun langsung memegang erat tangan Sooji yang tadinya sedang mengecek dahi Myungsoo.

“Kkamjagiya!” sontak membuat Sooji juga terkejut.

“Sooji? Ya aish” Myungsoo langsung melepas genggamannya dari tangan Sooji.

 

Sooji lumayan terkejut, karena dia merasa genggaman Myungsoo tadi cukup kuat hingga membuat tangannya sedikit memerah.

“Apa yang kamu lakukan disini?” tanya Myungsoo.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu”

“Mengganggu saja” celetuk Myungsoo.

 

Sooji hanya menghela nafasnya dalam-dalam.

“Sepertinya kamu baik-baik saja, kalau begitu… Bye” Sooji berniat untuk beranjak dari bilik Myungsoo, dan mau ke bilik sebelah untuk tidur.

“Apa maumu?” tanya Myungsoo tiba-tiba.

“Maksudmu?” Sooji tak jadi beranjak.

“Harta?”

“Harta? Cih… Aku juga punya harta”

“Kalau begitu seperti ini?”

 

Tangan kanan Myungsoo langsung menarik tangan kiri Sooji, dan tangan kirinya menarik dagu Sooji mendekatkan mukanya dan muka Sooji.

gjfyjtfyu

“Seperti ini?” tanya Myungsoo sekali lagi, mengingat kejadian semalam Jaehyun dan Sooji seperti mau berciuman.

 

Jarak antara muka mereka cukup dekat, bahkan sangat dengat. Sooji juga sampai bisa merasakan nafas Myungsoo, begitupula sebaliknya. DEG DEG!! Jantung Sooji berdetak semakin cepat tidak karuan, dia sama sekali tidak bisa berkutik karena Myungsoo menggenggamnya sangat kuat lebih kuat dari pada yang tadi.

 

Tiba-tiba handphone Myungsoo berbunyi, memecahkan keheningan mereka berdua. Myungsoo pun langsung melepas genggamannya dan mengambil handphonenya di sebelah bantal. Sooji juga langsung antisipasi melangkah mundur.

“Yeobseo” Myungsoo mengangkat telfonnya.

“…”

“Ne” jawab Myungsoo pada orang yang menelfonnya.

 

Kemudian telfonpun mati, dan Myungsoo beranjak berdiri dari kasurnya.

“Minggir!” ujar Myungsoo pada Sooji menyuruhnya minggir agar dia bisa lewat.

 

Tanpa berkata-kata lebih lanjut, Myungsoo keluar dari ruang klinik dan pergi entah kemana.

“Mwoya? Ada apa denganku?” ujar Sooji pada dirinya sambil memegang dadanya yang jantungnya masih berdegup kencang.

 

Sudah lama Sooji tak merasa degupan jantungnya seperti tadi setelah sekoan lama, bahkan Sooji merasa kalau tadi itu berbeda dengan yang tadi malam saat dia dengan Jaehyun.

fnu6ytjd8r68

“Aku pasti sudah gila” ujarnya mengusap-usap muka.

 

***

 

Sepulang sekolah, Sooji dijemput eommanya. Tanpa basa-basi Sooji masuk ke mobil eommanya. Baru saja eommanya mau menggaskan mobilnya, Wonho lewat tak jauh dari sana. Eomma Sooji langsung membunyikan klaksonnya.

“Eomma, mwoanengoeyo?” Sooji bingung

“Shin Won Ho” panggil eommanya pada Wonho.

“Ne” sontak Wonho langsung nyadar dan menghampiri ke dekat mobil itu.

“Mau pulang bareng dengan Sooji?” tanya eommanya.

 

***

 

Diperjalanan menuju ke daerah rumah mereka.

“Wonho-ssi, ku dengar kamu anak olim kan? Selain itu kamu juga peringkat satu seangkatan kan?” tanya eomma Sooji sambil nyetir.

“Ne” jawab Wonho.

“Kamu mau mengajar Sooji tidak? Kalaupun perlu aku bayar juga tidak apa-apa. Sudah 2x dapat complain dari sekolah, kalau Sooji suka membolos beberapa mata pelajaran. Nilainya juga selama di sekolah yang dulu sangat buruk. Bahkan guru les yang dateng selalu ditolak oleh Sooji” ujar eomma Sooji.

“Eomma…” sela Sooji.

“Ah… kalau itu sih dengan senang hati saya bantu, tanpa dibayar” ucap Wonho.

“Kamu pilih diajar oleh Wonho atau ku kembalikan ke New York?” ancam eommanya.

“Pilihan macam apa itu” keluh Sooji.

“Oke, kalau begitu diajar oleh Wonho. Selain itu juga, minta tolong jagain Sooji seminggu ini karena aku akan pergi ke Paris mau lauching toko brand Blacpink disana. Kalau ada sesuatu hal yang terjadi di luar pengetahuan ahjuma yang jaga di rumah, langsung lapor ke aku saja tidak apa-apa” jelas eommanya.

“Ne” Wonho mengangguk-angguk mengerti, sambil tersenyum.

 

***

 

Setelah selesai mengantar Wonho, eommanya mengantar Sooji pulang ke rumah dan langsung pergi kembali ke kantornya untuk rapat. Sesampainya di rumah Sooji langsung duduk di sofa ruang tengah.

“Nona mau makan apa?” tanya ahjumma yang kerja di rumah Sooji.

“Nanti saja. Aku tidak terlalu lapar”

“Baiklah”

 

Dia memencet remote untuk menyalakan tv, dan memencet-pencet mengganti chanel tvnya mencari yang menarik. Tak lama kemudian, handphonenya berdering dan Soojipun mengeceknya ternyata telfon dari Wonho.

“Yeobseyo” ujar Sooji begitu mengangkat telfonnya.

Beneran mau ku ajar?” tanya Wonho.

“Sepertinya begitu kalau kamu tidak keberatan, dari pada aku di oper-oper mulu”

Aku sih tidak keberatan

“Jinjja?”

Ne jinjjaro

“Assa! Gomawo chinguya. Mohon bantuannya~”

 

***

 
Disisi lain Wonho menelfon Sooji sambil bermain game.

khuohjupoi

“Ne jinjjaro” jawab Wonho.

Assa! Gomawo chinguya. Mohon bantuannya~

“Ne ne”

 

Telfonpun ditutup oleh Sooji.

“Chingu?” ujar Wonho sambil memandangi layar handphonenya.

 

=To Be Continue=

Cameo:

-Kim So Hyun

-Nam Joo Hyuk

Hi Hello Annyeong~ ^^

Aku mau terima kasih banget buat yang udah ngasih feedback berupa comment maupun like. Sebenernya aku baca comment kalian semua kok, malah senyum-senyum sendiri bacanya hehehe…

Ada juga comment yang nanya ini FF MyungZy atau ShinZy atau JaeZy hehehe, sebenernya perlahanan nanti bakalan ketauan kok FF ini mengarah ke ship yang mana. Hayooo pada team apa nih? Hihihi 😉

Terus aku juga berusaha sebaik mungkin untuk update FF ini cepet, untuk penggantian minta maaf udah hiatus sekian lama dan FFku beberapa masih nanggung. Kalo FF Unkind Girl ini 100% bakalan aku rampungin kok, karena udah jadi beberapa chap aku bikin sedikit-sedikit pas aku hiatus. Padahal aku sekarang lagi skripsian *malah curhat* 😦

Buat yang mau saran atau kritik mungkin FF ini ngebosenin atau apalah nggak apa kok, aku malah seneng juga jadi bisa memperbaikin harusnya gimana mau kalian 😉

Untuk silent readers  </3

Intinya buat semuanya, gamsa hamnida~ ^^

Advertisements

11 responses to “Unkind Girl (Chap 7)

  1. Pingback: Unkind Girl (Chap 8) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s