[Freelance] Mirror Chapter 10

Title : Mirror  | Author : Man Ri Ra | Genre :  Angst, Romance, School-life | Rating : T | Main Cast : Bae Suzy, Oh Sehun | Other Cast : Jung Soojung, Kim Myungsoo, etc

·

·

·

Notes: Story is mine. Don’t bashing. I hate plagiat. Sorry for typos and enjoy!
·

·

·

M I R R O R    /chapter 10/
————————-

·

HAPPY READING!!

.

 

 

Bae Suzy baru saja mendaratkan dirinya di atas kursi ketika suara histeris teman perempuannya didepan kelas mengalihkan perhatiannya. Ia mengedik acuh seraya membuka tasnya dan menemukan earphone didalamnya. Mungkin lebih baik mendengarkan musik klasik untuk sekedar membunuh rasa bosannya. Bagaimanapun semenjak ia memasuki gerbang sekolah tadi, teman sekelasnya datang menyambutnya dengan memberondonginya berbagai pertanyaan-pertanyaan yang sama. Dengan ramah yang sedikit enggan, ia menjawab. Beruntung Jung Soojung yang mengerti dirinya langsung menyemprot teman-teman mereka untuk tidak membahasnya karena kejadian itu adalah bentuk trauma.

Jung soojung yang sedikit penasaran dengan tingkah teman kelasnya yang histeris itu segera bertanya. “Ada apa sih?”

Jihyo, yang sedang berdiri didekat pintu berseru. “Sehun Sunbae sepertinya akan kesini.”

Soojung terperangah tak percaya, gadis itu kemudian melirik Suzy yang sedang memejamkan mata menikmati musik dari earphone nya. Ia menebak gadis itu tak mendengar seruan Jihyo, buktinya tak ada reaksi yang ditunjukkan Suzy sama sekali.

Baru saja Soojung menoleh, keterkejutannya semakin menjadi. Kelas sedikit riuh dan Sehun sedang berdiri di pintu kelas. Jihyo segera berlari ke bangkunya diikuti temannya yang lain, langsung berkumpul dan berbisik.

Sehun meneliti setiap sudut kelas Suzy. Matanya langsung terpaku saat menemukan gadis itu sedang duduk bersandar dengan mata terpejam, nampak begitu menikmati alunan musik yang mengalir lewat earphone yang terpasang dikedua telinganya.

Kakinya berjalan mendekat. Kian dekat dan kemudian dikagetkan oleh suara gadis yang baru ia sadari sedang duduk didekat Suzy.

“Sedang apa Sunbae kesini?” soojung melemparkan pertanyaannya dengan khawatir, tentu saja ia tahu bahwa pria itu datang untuk Suzy. Tapi ia khawatir sahabatnya itu belum siap bertemu dengan Sehun, pria yang menjadi sumber kekacauan senin kemarin.

Sehun berdehem. “Suzy.”

Soojung menghela napasnya kemudian menyenggol bahu Suzy pelan. Segera setelah itu mata Suzy memincing dan ia menyadari bahwa ia ketiduran. Berarti Soojung sedang menganggu tidurnya dan ia akan melayangkan protes kepada Soojung. Tapi urung, karena ia merasa pandangannya buram karena tiba-tiba berdiri Sehun didepannya. Ia mendengus, tidak mungkin.

“Zy-ah. Ada Sehun sunbae,” bisik Soojung yang kemudian membuat Suzy membuka mata, sepenuhnya.

Sehun memandangnya lekat dan Suzy hanya bisa menahan nafasnya. Melihat wajah Sehun yang entah sedang menampilkan ekspresi apa, tiba-tiba seruan dan makian gadis brutal tempo hari terniang-niang di pikirannya.

Jauhi Sehun Sunbae!

Jauhi Sehun Sunbae!

 

Ia menghela napas panjang kemudian memberanikan diri untuk menyapa pria itu.

“Ada perlu apa, sunbae?”

“Bagaimana kabarmu?”

Suzy mengangguk. “Baik.”

Sehun sedikit meringis menyadari pelipis kanan Suzy sedikit lebam. Tapi gadis itu sedikit pandai menyamarkannya dengan bedak.

“Aku ingin bicara.”

Soojung mengutuk dalam hati. Suasana begitu tegang dengan menyaksikan Sehun dan Suzy yang sedang bertatap mata. Ia melihat sinar keberatan dalam mata Suzy dan ia tak suka itu. ia juga menyalahkan sikapnya yang sok pahlawan dibelakang dan berani memaki Sehun, tapi jika berhadapan langsung begini rasanya ia lebih memilih tenggelam saja.

“Ak–“

“Ayolah Suzy,” desak Sehun mulai tak nyaman karena menjadi pusat perhatian.

“Kutunggu sepulang sekolah nanti,” putus Sehun kemudian melesat pergi dengan diiringi bisikan-bisikan teman sekelah Suzy. Begitu Sehun keluar, Jihyo dan teman-temannya langsung heboh.

Beberapa diantara mereka mendekati bangku Suzy dan hendak bertanya ketika guru Han memasuki ruang kelas.

Suzy tercenung beberapa saat ketika Soojung berbisik padanya.

Apa yang akan kau lakukan?

**

Ketika bel pulang sekolah berbunyi, Suzy segera membereskan alat tulisnya. Setelah menjinjing ranselnya, ia mengangkat alisnya heran karena Soojung hanya diam memperhatikannya.

“Ada apa sih?” Suzy bertanya heran seraya menghadap kepada Soojung. Beberapa siswa satu persatu mulai meninggalkan kelas.

“Kau… menemui Sehun Sunbae setelah ini?” tanya Soojung lambat lambat.

Suzy mengedipkan matanya beberapa kali. Ia hampir saja melupakan hal itu. kemudian ia berdiri dan diikuti oleh Soojung yang menatapnya terkejut. “Kita pulang saja,” gumam Suzy setengah yakin.

“Ha? Serius?”

Suzy melirik sahabatnya itu sekilas lalu berjalan meninggalkan Soojung bersama ruang kelas yang sepi. “Aku pulang duluan kalau begitu.”

Soojung menghela napas malas. “Kalau kau beneran meninggalkanku, aku tidak mau lagi sebangku denganmu.”

Soojung segera berdiri dari tempat duduknya dan memaki dalam hati saat menyadari tali sepatunya terlepas. Ia menoleh kearah pintu dan berharap Suzy masih menunggunya didepan pintu, tapi ternyata tidak ada siapapun disana. Ia mendengus dan menyumpahi Suzy dalam hati seraya membenarkan tali sepatunya.

Seandainya ia menerima tawaran Jongin untuk pulang bersama.

Soojung menghentakkan langkahnya dengan kasar dan meninggalkan bunyi yang memenuhi kseunyian ruang kelas. Saat dirinya mencapai pintu ruang kelas, ia mendapati Suzy sedang bicara dengan Sehun 10 meter dari tempatnya berdiri.

***

Suzy menatap sekilas Sehun kemudian menunduk seraya menghela napasnya panjang. Tadi ia memang benar berniat pulang dan melupakan ajakan Sehun untuk bertemu namun tak menduga bahwa pria itu sudah berdiri mengunggunya didekat ruang kelasnya.

“Kau tidak berniat mengacuhkanku kan?” Sehun bertanya setelah berdehem.

Suzy mengangkat wajahnya. “Tadi aku memang berniat pulang.”

Sehun menghembuskan napasnya. “Suzy-ah maafkan aku,” ia benar-benar tulus saat mengatakannya.

Suzy menatap Sehun beberapa detik sebelum berkata, “Aku sudah memaafkanmu, sunbae tidak perlu khawatir.”

Pria itu menatap Suzy penuh syukur. “Terimakasih.”

Suzy mengedarkan pandangannya dan menemukan Soojung sedang berdiri memperhatikannya di pintu kelas. Gadis itu kemudian memandang kearah lain saat Suzy menatapnya.

“Baiklah kalau begitu. Aku akan pulang dulu, kasihan Soojung lama menungguku,” kata Suzy tanpa menatap Sehun. Entah kenapa memandang pria itu terlalu lama rasanya tidak nyaman.”

“Biarkan aku berbicara denganmu.”

“Kita sudah bicara sunbae.”

“Bicara hal lain,” gumam Sehun lebih pada dirinya sendiri. “Tapi tidak disini.”

Suzy menghela napasnya kasar kemudian menoleh kepada Soojung dan melambaikan tangannya, bermaksud menyuruhnya mendekat.

Setelah Soojung berada didekatnya, ia langsung menarik tangan Soojung dan menatap Sehun. “Maafkan aku tapi aku harus pulang.”

Sehun benar-benar frustasi. Jika kemarin ia bisa menarik tangan gadis itu sesukanya, atau merangkulnya sembarangan. Kali ini ia tidak bisa melakukannya. Hubungannya dengan Suzy sangat canggung dan itu gara-gara fans nya yang bar-bar itu.

“Aku akan mengantarmu pulang,” seru Sehun kemudian menatap Soojung. “Bisakah kau meninggalkan Suzy? Aku yang akan membawanya pulang. Kupikir kekasihmu masih berada di lapangan basket jadi kau bisa memintanya membawamu pulang.”

Soojung terdiam mematung, ia ingin menjawab tidak tapi tatapan Sehun yang memelas namun tajam membuat fokusnya terbelah.

Sehun tidak bisa menunggu lama, ia langsung menarik lembut pergelangan tangan Suzy dan membawanya pergi. Suzy protes dengan menatapnya tajam dan mengibaskan tangannya agar Sehun melepaskan cengkramannya.

“Hei!”

“Diamlah dan ikut aku. Siswa lain akan menatapmu curiga karena memberontak seperti itu.” sahu Sehun tenang.

Suzy mendengus dan mulai  pasrah.

Sedangkan Soojung hanya bisa terdiam tanpa bisa melakukan apapun untuk Suzy.

**

“Kenapa kau menurunkanku disini?”

Suzy tak habis pikir dengan Sehun karena Sehun menghentikan motornya ditaman kecil sekitar 50 meter dari rumahnya.

Sehun melepaskan helmnya dan menatap Suzy sebentar. “Aku ingin bicara.”

Suzy lagi lagi dibuat mendengus kemudian memilih mendudukkan diri di bangku taman yang brada didekatnya. Ia mendongak mengatap langit malam yang terlihat bebas dari awan gelap. Hanya beberapa titik bintang yang terlihat, bagaimanapun lampu jalanan yang terang benderang membuatnya tak bisa menjumpai bintang.

Ia merasakan Sehun duduk disebelahnya. Pria itu melepas jaket kulitnya dan memberikan jaket itu kepadanya, “Mungkin kau kedingingan.”

Suzy hanya mengeleng, menolak. “Terimakasih.”

“Bicaralah. Appa akan memenggalku kalau aku pulang telat. Barrie juga sedang menungguku makan malam,” Suzy bergumam.

Sehun tersenyum, sedikit iri dengan Suzy karena bisa berlama-lama dengan kelinci lucu itu.

“Apa kau serius tentang memintaku menjauhimu?” Sehun bertanya hati-hati.

Suzy menatap Sehun sebentar. “Tentu saja.”

Sehun menelan ludahnya. “Kau sudah memafkanku kan?”

Suzy duduk menghadap Sehun dan menatap penuh pria itu. Entah kenapa dadanya terasa sesak melihat pria itu terlihat gusar ditempat duduknya.

“Aku sudah memafkanmu dari kemarin, sungguh. Kau tak tak perlu khawatir karena ini bukan salahmu. Aku memintamu mejauh dariku untuk melindungi diriku sendiri. Aku benar takut jika kejadian kemarin terulang lagi. Lagipula, kita hanya berteman atau mungkin hanya saling kenal saja. Kau punya banyak teman jadi ku pikir menjauh dari hidupku bukan masalah yang besar,” Suzy menghela napasnya dan menatap sepatunya. “Ku mohon jangan menggangguku lagi. Kau menyayangi fans mu kan? Mereka akan membenciku dan meragukanmu kalau kau bersikap keras kepala.”

Sehun mengenggam kedua tanganya sendiri. Perkataan Suzy benar-benar menyentuh hatinya. Gadis itu mungkin benar. Jadi ia memang harus menjauhi Suzy mulai besok sesuai dengan perkataannya tadi pagi kepada teman-temannya.

Tapi kenapa rasanya agak sulit begnini?

Sehun membuat keputusannya setelah terdiam cukup lama. “Baiklah jika itu maumu. Tapi, tidakkah kau merasakan perasaan kepadaku, mungkin rasa nyaman atau?” dan Sehun sedikit berharap Suzy menjawabnya iya.

Suzy merasakan hatinya semakin menjadi-jadi. Ia memejamkan matanya dan membulatkan tekad untuk menjawab pertanyaan pria itu.

“Iya,” jawab Suzy setelah beberapa detik. “Iya aku menyukaimu, lebih dari menyukaimu.”

Sehun membulatkan kedua bola matanya, shock. Ia tak menduga bahwa Suzy akan menjawabnya dengan begitu jujur.

“Kau –?”

Suzy menatap Sehun dengan yakin. “Jika kau mengkhawatirkan tentang taruhan itu.”

Sehun dibuat terkejut lagi. “Apa maksudmu?”

Suzy tertawa ironis. “Ngomong-omong aku tahu semua tentang taruhan itu sejak awal. Dengan percaya diri aku membiarkan dirimu mendekatiku untuk menakhlukanku. Tapi nyatanya aku yang kalah dan malah menyukaimu.”

“Suzy-ah bagaim –“

Suzy berdiri dari kursinya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. “Kau menang. Jadi tiada lagi alasan untukmu dekat denganku,” ia berhenti sejenak. “Bahkan ini belum genap dua minggu kan? Kau bisa memberitahukan hal ini kepada teman-temanmu besok dan merayakan kemenanganmu.”

“Su–“

“Kuharap kau tidak memintaku untuk mengakui hal ini didepan semua temanmu. Itu akan membuatku malu. Cukup hari ini saja, harga diriku terjatuh didepanmu,” kata Suzy seraya tersenyum miris.

Sehun benar-benar kehilangan kata-katanya. Ia benar-benar tak tahu harus menjawab apa. Setiap akan bicara, Suzy selalu memotong ucapannya. Tapi ketika gadis itu terdiam, ia terlalu pengecut untuk sekedar meminta maaf.

“O ya? Kau tau kenapa aku sulit didekati dan para pria lebih memilih mundur dari dekatku?” suzy menghela napsasnya. “Karena aku mencintai seorang pria yang saat ini entah berada dimana. Aku tidak bisa melupakan pria itu, kekasih dan cinta pertamaku. Tapi mungkin sedikitnya kau bisa membuatku sdikit melupakan pria itu. tapi kau tenang saja, aku hanya menyukaimu. Kau tahu bahwa suka akan berubah seiring berjalannya waktu.”

Sehun terdiam sejenak. Hatinya terasa tidak nyaman. “Bahkan kau tidak mengizinkanku bicara. Pertama aku mau minta maaf.”

“Aku sudah memaafkanmu,” seru Suzy penuh emosi. Kenapa pria ini tidak juga mengerti? Ia berharap Sehun menjadi pria brengsek dan mentertawakannya setelah pengakuannya itu. Hal itu bisa menjadi alasan ia membenci pria itu dan semuanya akan kembali dengan normal.

Sehun terkejut karena Suzy membentaknya dengan emosi seperti itu. ia benar-benar tak tahu harus melakukan apa, biasanya para gadis akan menamparnya kemudian pergi. Tapi Suzy, gadis itu hanya menatapnya emosi kadang wajah datar dan senyum ironis. Itu sungguh menganggunya.

Suzy merasa tak ada yang perlu dibicarakan. Ia melangkah meninggalkan Sehun yang hanya diam membatu di kursi. Bahkan ia mengabaikan seruan Sehun dibelakangnya.

Ia benar-benar merasa kacau. Bahkan ia tak sadar bahwa airmatanya baru saja menetes dan diikuti tetesan yang lain. Ia benar tak menduga bahwa semuanya akan berakhir seperti ini.

Enyahlah perasaan bodoh!

 

Bersambung…

 

Haloooooo? Ini lanjutannya ya^^ maaf kalo feelnya ambruadul wkwkw. Ditunggu lanjutnya ya, semoga suka dan jangan bosen bosen. Jangan lupa komentar ya, sumpah aku kangen sama komentar kalian yg akhir2 ini makin dikit>.<

Advertisements

23 responses to “[Freelance] Mirror Chapter 10

  1. Seneng suzy udh berani ngungkapin perasaannya, kpan sehun mau ngungkapinnya.. siapa cinta pertma suzy?

  2. Pacarnya suzy myungsoo ya ?
    Hmmm aku berharap kalau pria itu luhan? Lalu nanti dia kembali kekorea ketemu suzy dan menjelaskan kemana saja dia pergi dan mengapa/? Biar nanti sehun jelous xD kkk~

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s