DAY BY DAY (CHAPTER 8)

PicsArt_07-09-08.30.15

DAY BY DAY CHAPTER 8

Title : Day By Day | Author : Agasshiel | Genre : Sad, Family, Marriage-life, Mellow-drama | Rating : PG-17 | Main Cast : Bae Suzy, Park Chanyeol, Jung Soojung | Other Cast : Find by yourself!

Note : This is a work of fiction. This is a fictional story about fictional representations of real people. No profit was made from this work. All cast belongs to God, their parents, and their agency. But the storyline is mine. Don’t be silent reader and plagiator, please.

-oOo-

“Takdir dan nasib adalah dua hal yang berbeda. Dalam cinta, yang menang bukan siapa yang paling banyak berjuang. Tapi, siapa yang dipilih oleh takdir”

~Story Begin~

Menikah? Apa yang kalian pikirkan tentang pernikahan? Tidak semua orang memiliki persepsi yang sama tentang pernikahan, termasuk yang Suzy pikirkan sekarang. Jujur saja, dia termasuk wanita biasa lainnya yang punya pernikahan impiannya sendiri yang sejak lama ia rancang dalam khayalannya. Dan menikah dengan orang yang ia cintai dan mencintainya tentu saja menjadi mimpi terbesar dalam hidupnya. Namun, itu seperti runtuh seketika saat takdir –atau bahkan nasib- berkata lain.

Takdir dan nasib adalah dua hal yang berbeda. Jika ‘takdir’ adalah sesuatu yang terjadi kepada seseorang atas kehendak Tuhan dan tidak dapat diubah meskipun sebenarnya setiap orang telah memiliki pilihannya sendiri. Berbeda hal dengan ‘nasib’ yang sebenarnya adalah sesuatu yang terjadi karena kita sendiri atau kita tentukan sendiri dan itu berada di tangan kita. Seperti kata pepatah ‘Nasib seseorang tidak akan berubah sampai ia sendiri yang mengubahnya’.

Mungkin inilah yang sedang terjadi pada Suzy, entah termasuk jenis yang mana kisah hidupnya ini. Ini tidak bisa dikatakan sebuah takdir ataupun juga nasib, bukan dirinya yang memulai perjodohan itu. Perjodohan itu terjadi karena sebuah takdir dan keputusan perjodohan itu juga terjadi karena adanya sebuah nasib yang sedang dipertaruhkan oleh kakek mereka. Semua terlalu rumit untuk di definisikan oleh akal manusia, maka untuk itu semua orang bebas memiliki pemikirannya masing-masing untuk mendefinisikannya. Suzy akan berfikir seserdahana itu untuk memberi jawaban atas setiap pertanyaan yang sebenarnya berasal dari dirinya sendiri.

***

“Aku… aku akan menerima perjodohan itu”

Chanyeol menatap Suzy serius “Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu Suzy-ssi, tapi tidakkah menurutmu itu keputusan yang terlalu buru-buru?” Chanyeol berkata tenang walaupun sebenarnya ia terkejut

“Aku sudah memikirkannya dengan matang dan aku rasa walau sebanyak apapun aku memikirkannya bukankah tidak ada pilihan lain?”

Chanyeol menyandarkan punggungnya ke kursi “Sebenarnya apa tujuanmu?”

Suzy tersenyum tipis “Apakah alasan ‘memunuhi wasiat dari kakek dan menjadi cucu yang baik agar mereka tenang di alam sana’ menjadi alasan cukup?” tanya Suzy enteng

Chanyeol tertawa hambar dan memajukan tubuhnya ke meja “Kau tahu, kita terlalu dewasa dengan jawaban yang sejenis itu?”

“Aku tahu dan aku mungkin tidak tahu jawaban sejenis apa yang kau inginkan. Dan itu terserah padamu untuk menyimpulkan apapun tentang diriku”

Chanyeol  mengangkat bahunya dan mengangguk mengerti “Baiklah, jika itu yang kau inginkan. Tapi aku hanya ingin mengatakan ini lebih awal agar kau tidak salah paham, tentu saja itu tidak akan menjadi pernikahan normal nantinya. Aku rasa kau tahu itu karena kita bukan dalam posisi saling mencintai” Chanyeol kembali berkata serius

“Aku cukup mengerti hal itu, aku tahu kau dan adik sepupuku saling mencintai. Kau tidak perlu menjelaskannya dan jangan khawatir” balas Suzy yakin, entah apa yang merasukinya sehingga berkata seperti itu

Chanyeol kembali mengangguk “Itu bagus, jika kau mengerti. Kita tidak perlu merasa terganggu nantinya karena masalah pribadi kita masing-masing”

Suzy tersenyum miris “Ya, tentu saja” jawabnya yakin walaupun sebenarnya dalam hatinya tersirat ketidakyakinan akan hal itu. Tentu saja tidak. Bagaimana nasib perasaannya nanti jika menikah dengan Chanyeol namun ternyata Chanyeol bukan seutuhnya miliknya. Suzy hampir lupa dengan tujuan utamanya menerima perjodohan itu. Dia seharusnya tidak melibatkan perasaanya dalam permainan ini, bukankah ia hanya ingin membalas Krystal. Sadarlah Bae Suzy

***

“Suzy menerima perjodohan itu?” tanya Krystal kaget “Itu artinya kau harus menikah dengannya, bukan?” Krystal berujar sendu dan memalingkan wajahnya ke samping

Chanyeol membawa kepala Krystal ke dalam pelukannya “Ini mungkin konyol dan aku bertanya-tanya kenapa bukan aku yang dijodohkan denganmu? Aku dan Suzy sama-sama cucu kakek dan aku semakin yakin jika memang benar Suzy ingin merebut segalanya dariku sejak ia lahir, bukankah itu sudah jelas. Ini tidak adil, aku sejak dulu bersamamu tapi kenapa Suzy yang dijodohkan denganmu?” racaunya emosi di dalam pelukan Chanyeol

Chanyeol menghela nafas dan sebenarnya dalam hatinya membenarkan pernyataan Krystal “Tenanglah, tidak akan ada yang berubah” ujarnya menenangkan

Krystal melepas pelukannya dan menatap Chanyeol “Tentu saja, kau hanya milikku. Aku tidak akan melepasmu pada gadis itu! Walaupun kau akan menikah dengannya, tapi kau tetap milikku” tegasnya cemberut

Chanyeol tersenyum geli “Ya ya, aku tahu. Kau benar-benar gadis yang mengerikan, kau tahu itu” ujar Chanyeol bercanda

Krystal mengeratkan pelukannya di dada bidang Chanyeol “Aku mencintaimu” ujarnya tulus

Chanyeol tersenyum tulus dan mengelus kepala Krystal “Arra

 

***

Keputusan telah ditetapkan, Suzy menerima perjodohan itu dan Chanyeol juga harus menerima perjodohan itu. Ini mungkin menyebabkan banyaknya pertanyaan muncul dari berbagai pihak mengingat keluarga Chanyeol bukan dari kalangan orang biasa, tapi percayalah jika bukan keluarga Park namanya jika mereka tidak bisa mengatasi itu semua.

Setelah berbagai pertimbangan segala proses pernikahan akan di mulai sebelum musim panas berakhir, dan itu berarti memasuki musim dingin nanti Suzy dan Chanyeol sudah resmi menikah. Pernikahan yang akan dilakukan tidak terlalu terbuka, khusus hanya untuk kalangan keluarga Park, keluarga Bae tentu saja dan beberapa kalangan bisnis keluarga Park. Saat ini tahap persiapannya sudah pada konsep, para undangan, tempat, dan belum pada wedding dress yang mana sebenarnya bagian terpenting. Inilah sebenarnya menjadi salah satu list favorit Suzy ketika ia akan menikah, memilih gaun pengantin yang indah bersama orang yang ia cintai. Namun ia harus menelan dalam-dalam keinginan itu mengingat ini bukanlah pernikahan ‘normal’ yang ia impikan itu.

“Suzy-ah sepertinya kita harus pergi terlebih dulu untuk fitting gaunnya, katanya Chanyeol sedang ada rapat dan akan menyusul” ujar Ny. Park

Suzy tersenyum menjawab walau sebenarnya ia sedih karena Chanyeol yang sangat terlihat tidak tertarik untuk sekedar melakukan fitting. Ya, karena mereka sudah sering membatalkan rencana fitting dan selalu dengan alasan Chanyeol sedang sibuk.

“Bibi, boleh aku mengajak Seulgi? Aku memintanya untuk menemaniku memilih gaunnya nanti” Tanya Suzy dan mereka sedang dalam perjalanan menuju butik

“Tentu saja, sayang” balas Ny. Park tersenyum manis

Suzy beruntung karena memiliki calon mertua seperti ny. Park. Wanita ini benar-benar keibuan dan lembut, Suzy benar-benar nyaman berada di dekatnya dan itu mengingatkannya dengan almarhum Ibunya dulu. Tadinya, Suzy sempat berfikir akan memiliki ibu mertua yang kejam seperti di drama-drama yang setiap malam ia dan Seulgi tonton. Sebenarnya ia tidak tertarik dengan drama sejenis itu dan lebih suka menonton film seperti disney, kartun, dan film hollywood tapi karena Seulgi yang notabene-nya pencinta berat drama, hampir tiap malam memonopoli remot TV karena Suzy selalu kalah jika berebut remot dengan Seulgi dan berakhir ia juga terpaksa menonton drama yang menurut Suzy ‘aneh dan murahan’ style Seulgi.

Suzy sedang mencoba beberapa wedding dress yang dipilihkan ny. Park dan semua terlihat bagus di tubuh langsing Suzy dan membuat ny.Park kebingungan memilihnya. Suzy senang melihat ny.Park yang terlihat sangat antusias dengan pernikahan itu, setidaknya ada sosok ibu yang menemaninya. “Annyeong haseyo, bibi Park” sapa Seulgi sopan, yang baru saja sampai di butik

Eoh, kau sudah datang Seulgi-ah” balas ny.Park

Seulgi tersenyum mangangguk “Suzy dimana, bibi?” tanya Seulgi memperhatikan sekeliling butik dan tidak menemukan Suzy

“Dia sedang di ruang ganti mencoba gaunnya. Nah itu dia sudah keluar” tunjuk ny.Park

Tirai penutup ruangan ganti terbuka dan menampilkan Suzy dengan gaun putihnya yang panjang. Ny. Park tersenyum lebar melihat penampilan Suzy, dan Seulgi tidak dapat menyembunyikan ekspresi wajahnya yang seolah mengatakan ‘Suzy-ah kau mengagumkan’.

Suzy tersenyum kecil dengan penampilannya sekarang, sungguh perasaannya semakin bercampur aduk setelah memakai gaun itu. Wajahnya sedihnya seolah berkata ‘apa yang sebenarnya kulakukan?’

 

***

“Hei! Bersemangatlah! Hari ini pernikahanmu dan kau akan merusaknya jika kau tetap memasang wajah dingin mematikanmu itu” sahut Shin Wonho bercanda

Chanyeol mengabaikan pria itu dan memilih memperbaiki tuxedo-nya di depan cermin

“Walaupun sebenarnya kau tidak menginginkan pernikahan itu, setidaknya berpura-puralah. Kau tahu gadis itu tidak sepenuhnya di posisi yang salah. Aku mengatakannya padamu hari ini sebagai temanmu, bro” ujar Wonho serius dan menepuk bahu Chanyeol dan sebelum keluar dari ruangan ganti Chanyeol

“Suzy-ah, kau baik-baik saja?” tanya Seulgi memperhatikan Suzy yang hanya diam menghadap cermin di dalam ruangan ganti, tangannya sejak tadi ia genggam kuat hingga memerah, kentara sekali bahwa ia sedang gugup

Eo-eoh” jawabnya terbata

Seulgi tersenyum dan menggengam kedua tangan Suzy “Kau tahu, aku sangat iri padamu. Akhirnya hari ini kau resmi memakai gaun pengantin dan akan berjalan menuju altar” ujarnya bercanda

“Jangan gugup dan percayalah bahwa semuanya akan berjalan lancar” lanjutnya menenangkan Suzy

“Katakan apakah keputusanku ini sudah tepat?” tanya Suzy sendu

“Kau tahu, aku selalu mendukungmu apapun keputusanmu karna aku mengenalmu” Seulgi berkata lembut

Suzy meneteskan air matanya dan memeluk Seulgi “Aku tidak tahu apa jadinya jika tidak ada dirimu” ujarnya

Seulgi menepuk-nepuk punggung Suzy pelan “Dasar kau ini! Kau akan merusak make up mu jika menangis”

Suzy melepas pelukannya “Aku tidak perduli” ujarnya cuek

“Aishh kau ini! Hei! Kau harus menraktirku sehabis ini, kau masih ingat kan janji kita dulu jika siapa yang terlebih dulu menikah dia harus membayar semua makanan apapun yang dia mau” ujar Seulgi dengan nada mengancam

“Aku tidak ingat kita pernah membuat kesepakatan itu” balas Suzy dengan muka sok polosnya

“Hei!” teriak Seulgi tidak terima

Arraseo, arraseo” balas Suzy mengalah

“Aigoo, uri Suzy cantiknya” Seulgi berujar gemas dan menepuk-nepuk pipi berisi Suzy

Suara ketukan pintu menginterupsi percakapan mereka, Saat pintu terbuka Suzy tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya melihat si pengetuk pintu tadi

“Paman” sahut Suzy pelan

….

Pintu lebar ball room yang berwarna hitam terbuka lebar otomatis membuat para tamu undangan yang telah memenuhi ruangan tersebut menolehkan pandangan mereka menuju pintu yang baru saja dibuka dan menampilkan seorang gadis melangkahkan kakinya dengan pelan dan tangan kirinya menggengam lembut lengan pria paruh baya disampingnya, sedangkan tangan kananya menggengam sebuket bunga baby’s breath dikombinasikan mawar putih, kedua bunga ini melambangkan kesucian, ketulusan, kebahagiaan dan simbol kuat cinta sejati.

Tubuh langsingnya dibalut gaun putih panjang yang menutupi seluruh kakinya, bagian atas gaunya terbuka dan menampilkan bahunya yang putih. Rambut panjangnya diikat rendah dan sederhana, tidak lupa penutup kepala panjang dengan berbagai hiasan bunga emas dibagian atas rambutnya.

Langkah kakinya yang pelan tidak luput dari tepuk tangan dan tatapan kagum dari para hadirin, alunan piano yang indah menggiring setiap langkahnya.Lagu yang mengalun tidak lagi indah di telinga Suzy saat pikirannya kembali mengingat semua latar belakang pernihakan dan resiko yang telah ia ambil, tidak ada senyum di wajahnya dan mata berkaca-kaca dengan tatapan kosong. Tidak jauh berbeda dengan Suzy, di depan altar sana telah berdiri Park Chanyeol lengkap dengan tuxedo-nya dan juga tatapan kosong terkesan datar, hanya Suzy yang dapat mengartikan arti tatapan itu.

“Baiklah, jika itu yang kau inginkan. Tapi aku hanya ingin mengatakan ini lebih awal agar kau tidak salah paham, tentu saja ini bukan pernikahan normal nantinya. Aku rasa kau tahu itu karena kita bukan dalam posisi saling mencintai”

“Kau yang membuat keputusan, Suzy-ssi”

Ingatannya kembali melayang pada saat ia dan Chanyeol membuat keputusan. Setetes air mata lolos begitu saja, ia menundukkan pandangannya “Eomma, appa” cicitnya dalam hati

Ny. Park dan Tn. Park yang duduk di bangku paling depan tersenyum saat Suzy yang didampingi oleh Bae Sang Woo –ayah Soojung- hampir sampai di depan altar. Chanyeol yang melihat Suzy sudah di dekatnya melangkah maju menghampiri mereka dan menerima uluran dari Bae Sang Woo kemudian tangan Suzy yang tadinya mengapit di lengan kanan Bae Sang Woo berpindah ke lengan kiri Park Chanyeol. Park Chanyeol dan Suzy melangkah lebih maju menuju altar dan berdiri disana untuk melakukan sumpah suci di depan pendeta.

“Saya bersedia”

“Saya bersedia”

Setalah melakukan sumpah suci, mereka kembali menghadap para tamu undangan untuk memberi hormat.

“Mempelai pria dan mempelai wanita akan membungkuk untuk memberi hormat kepada para tamu undangan” ujar pembawa acara

Mereka berdua menunduk dan seketika tepuk tangan semakin meriah, namun wajah mereka berdua masih tetap sama. Hanya para tamu undangan yang merasakan kebahagiaan dalam pernikahan itu.

Suzy mengedarkan pandangannya kearah seluruh tamu undangan dan menemukan Seulgi bersama teman-teman satu perusahaannya duduk dalam satu meja dan tersenyum bahagia kearahnya dan ia ikut tersenyum kecil untuk membalas mereka. Mata kecilnya tidak sengaja menangkap Soojung yang juga duduk di salah satu bangku tamu undangan dan sedang menatap kearah mereka –tepatnya kearah Chanyeol dengan wajah sendu, Suzy mengalihkan pandangannya kesamping dan mendapati Chanyeol juga sedang menatap Soojung dengan mata tatapan bersalah. Terjadi aksi saling menatap antara Chanyeol dan Soojung, dan mereka berdua tidak tahu bahwa Suzy menyadari itu.

 

***

Sepanjang perjalanan menuju rumah baru mereka, baik Chanyeol dan Suzy tidak ada yang membuka suara. Chanyeol sibuk menyetir mobil sedangkan Suzy memilih mengalihkan pandangannya keluar melalui jendela. Mereka langsung disambut oleh pekerja pribadi di rumah tersebut ketika mereka sampai, para pekerja mulai mengangkat koper Chanyeol dan Suzy serta barang-barang lainnya dari dalam mobil dan menaruhnya di dalam rumah. Chanyeol masuk terlebih dulu ke dalam rumah meninggalkan Suzy yang terlihat kesusahan dengan gaun panjangnya saat memasuki rumah.

“Kamar dan barang-barang anda sudah berada d lantai iatas, mari saya tunjukan kamar anda samonim” ujar asisten rumah tangga yang tadi membantu

Suzy menganguk dan mengikuti langkah wanita yang Suzy perkirakan berumur 40-an, kepalanya sedikit celinguk mencari keberadaan Chanyeol yang tadi masuk lebih dulu kedalam.

“Ini kamar anda dan saya sudah menaruh koper dan barang-barang anda di dalam, samonim” ujarnya setelah sampai dan berdiri di depan sebuah pintu bercat hitam.

Suzy tersenyum kecil “Ne, kamsahabnida” balas Suzy

“Jika anda membutuhkan sesuatu atau hal lainnya, saya akan membantu” ujar wanita itu lagi

Suzy mengangguk “Baiklah, terima kasih bibi” ujarnya lalu membuka pintu kamar dan melihat barang-barangnya saja yang ada disana

“Kalau begitu saya permisi dulu, samonim”

Wanita itu berbalik hendak pergi “Chogi…” namun berhenti saat Suzy menginterupsi

“Ya anda membutuhkan sesuatu, samonim?” tanyanya

“Ani.. aku hanya ingin bertanya…koper dan barang-barang Chanyeol-ssi ada dimana?” Suzy bertanya ragu

“Tuan memerintahkan saya untuk menaruh koper dan barang-barang miliknya di kamar lantai bawah, samonim

“Ahh begitu..” sahut Suzy tersenyum kecil

“Ne, kalau begitu saya permisi” ujar wanita itu lagi dan membungkuk sopan

Setelah kepergian pekerja tadi, Suzy menutup pintu kamarnya dan duduk di pinggir ranjang dengan lesu. Matanya memperhatikan sekeliling kamar dengan wajah lelah. Hari ini benar-benar berat dan panjang pikirnya. Chanyeol memutuskan memiliki kamar yang terpisah darinya dan bersikap layaknya orang asing, seharusnya Suzy tidak usah terkejut akan hal itu. Bukankah dari awal itu memang sudah ia jelaskan dari awal dan itu wajar dan bertahanlah! Ini adalah keputusanmu, Bae Suzy. Ujar Suzy pada dirinya sendirinya.

Suara deringan ponsel pertanda panggilan masuk membuyarkan lamunan Suzy, ia mengambil tas tangannya yang terletak diatas ranjang lalu merogoh benda persegi panjang di dalam dan melihat nama ‘Ggom Seulgi’ tertera disana.

Eoh, Seulgi-ah” ujarnya menjawab telfon sahabatnya itu

“Kau baik-baik saja, kan?” tanya Seulgi to the point di sebrang telfon

“Hm, tentu saja!”

“Baguslah! Hey! Jangan lupakan janjimu, eoh. Kau tau aku hampir mati kesepian di apartemen ini tanpamu” Ujar Seulgi berpura-pura merajuk

Suzy terkekeh kecil “Mianhae. Hey! Maka dari itu segeralah cari kekasih agar ada yang bisa kau ajak menonton drama ‘aneh’ itu bersama” sahutnya bercanda

“Kau pikir cari kekasih sama seperti mencari pakaian dalam di mall?” ketus Seulgi

Suzy semakin terkekeh mendengar ucapan ceplas-ceplos sahabatnya itu “Arraseo, mian. Aku akan sering mengunjungimu kesana agar kau tidak kesepian, eoh

Seulgi berseru senang “Benarkah? Kau harus menepati janjimu ya! Dan aku juga ingin mendengar banyak tentang kehidupanmu bersama Chanyeol itu, apakah dia memperlakukanmu dengan baik atau tidak” tegas Seulgi

“Hm.. ya” balas Suzy tersenyum kecut

“Kalau begitu kututup dulu ya, besok kita cerita lagi”

“Eoh, annyeong”

 

***

“Hey! Pengantin baru sepertimu kenapa malah disini malam ini? Bukankah seharusnya ada di rumah atau pergi berbulan madu ke bulan misalnya?” sahut Wonho menepuk bahu Chanyeol yang sedang duduk di depan bartender dan memegang gelas berisi alkohol berwarna keemasan.

Chanyeol berdecak kesal, sahabatnya itu memang selalu bertingkah menyebalkan jika sedang tidak dalam lingkupan pekerjaan “Jangan membuat moodku semakin buruk, Shin Wonho” sahutnya jengkel dan meneguk alkoholnya hingga habis

“Jadi apa rencanamu selanjutnya tentang Krystal?” ujar Wonho mengambil gelas kosong dan mengisi alkohol

Chanyeol menoleh padanya “Apa maksudmu apa yang harus kulakukan selanjutnya dengan Soojung? Tidak ada yang berubah sama sekali selain statusku” sahutnya kesal

“Chanyeol-ah aku mengerti perasaanmu. Tapi bagaimanapun juga itu benar jika terus berlanjut, itu hanya akan menyakiti mereka nantinya”

Chanyeol hanya diam dan memandang gelasnya yang sudah kosong, ia berniat mengisinya kembali dengan alkohol namun Wonho menghentikannya “Sudah cukup, nanti kau mabuk. Aku mengerti jika kau tidak menyukai Suzy tapi setidaknya hargai perasaannya, bagaimana jika dia melihatmu pulang dengan keadaan mabuk di hari pertama pernikahan kalian” ujar Wonho menasihati sahabat sekaligus atasannya itu

Chanyeol hanya menggeram dan mengacak-acak rambutnya dengan kasar

 

***

Suzy meregangkan otot lehernya yang kaku sambil berjalan menuju dapur untuk meminum air.

“Selamat pagi, samonim. Saya sedang menyiapkan sarapan, apa ada menu khusus yang anda inginkan?” sapa bibi Ahn –asisten rumah tangga- yang sedang menyiapkan beberapa sarapan diatas meja makan

“Tidak ada bi, terima kasih” balas Suzy “Ehm, bi apakah Chanyeol sudah pulang?” tanyanya ragu karena itulah yang menjadi penyebab kekhawatirannya sejak semalam karena sejak pulang dari acara pernikahan kemarin ia tidak melihat Chanyeol hingga pagi ini.

“Sepertinya belum kembali, samonim” balas bibi Ahn

Hingga saat makan malam tiba dan Suzy melewatkannya begitu saja karena sungguh ia bahkan tidak bisa memakan makanannya dengan baik karena hingga malam hari tiba Chanyeol belum pulang juga dari kemarin. Saat jam sudah menunjukan pukul 10 malam pintu rumah mereka terbuka dan memunculkan Chanyeol dari sana, Suzy yang sedang duduk di ruang tamu segera bangkit saat Chanyeol akan melewati ruang tamu menuju kamarnya

“Kau sudah pulang?” tanya Suzy pelan

Chanyeol masih dengan wajah datarnya hanya mengangguk dan berjalan terus menuju kamarnya tanpa menoleh kearah Suzy, Suzy hanya menghela nafas pelan dengan sikap Chanyeol yang tingkat kedinginannya naik satu tingkat sejak mereka menikah. Setidaknya sekarang perasaannya lega karena Chanyeol sudah pulang dan ia tidak merasa khawatir terus menerus.

 

***

Seminggu berlalu dan semua masih berjalan seperti biasa, Suzy belum masuk kerja karena masa cutinya akan berakhir minggu ini begitu juga dengan Chanyeol. Seharusnya masa cuti yang diberi seminggu digunakan untuk berbulan madu bagi mereka dari perusahaan. Tapi tentu saja kesempatan itu tidak diambil oleh mereka berdua –khususnya Chanyeol, mereka berdua seolah memilih bertingkah layaknya orang asing dan menyibukkan diri dengan kegiatan masing-masing selama seminggu itu. Mengingat tentang Chanyeol, pria itu selama seminggu lebih banyak menghabiskan waktu diluar dan pulang di pagi hari hanya untuk mengganti pakaiannya lalu pergi lagi, entah kemana Suzy tidak tahu dan merasa tidak pantas untuk sekedar bertanya. Sedangkan Suzy mengisi waktu luangnya selama seminggu dengan kegiatan seperti bermain gitar, menulis lagu, menonton TV di malam hari, mengunjungi Seulgi dan Ny. Park, dan melihat wajah datar Chanyeol selama 5 detik di pagi hari saat melewati ruang tamu menuju kamarnya lalu pria itu pergi lagi dengan pakaian yang sudah berganti, itu sudah cukup bagi Suzy bahwa pria itu baik-baik saja. Mereka bahkan tidak pernah mengeluarkan kata atau percakapan yang lebih dari 3 kata-kata, mereka layaknya orang asing.

Seperti pagi hari ini, Suzy melihat Chanyeol muncul dari pintu rumah mereka berjalan melewati ruang tamu menuju kamarnya, Suzy sudah lengkap dengan pakaian kerjanya. Ya, hari ini mereka sudah mulai bekerja seperti biasanya, Chanyeol yang menggantikan posisi ayahnya sebagai CEO di The Young Entertainment dan tidak bekerja sebagai Direktur lagi di agensi cabang –tempat Suzy bekerja, melainkan di agensi utama mereka sebagai CEO yang baru. Itu berarti Suzy tidak akan bertemu Chanyeol juga di perusahaan.

Chanyeol masih asik mengancing kemeja bajunya di depan cermin besar di dalam kamarnya tersebut saat telingnya mendengar bunyi dering ponselnya dari atas nakas samping ranjangnya, matanya melirik benda persegi itu dan melihat nama ‘Soojungie’ tertera disana. Ia menghampiri nakas tersebut dan mengambil benda itu lalu mengangkatnya.

“Eoh, Soojung-ah” sahutnya lembut

“Oppa, kau akan ke kantor hari ini kan?” balas Krystal dari sebrang telfon

“Ya, ada apa Soojung-ah?” jawabnya dan bertanya balik

“Nanti saat kau pulang dari kantor, kau akan kesini lagi bukan?”

“Ya, saat pulang aku akan langsung ke apartementmu lagi, apa ada sesuatu yang kau butuhkan?”

Suzy menghentikan langkahnya saat tidak sengaja mendengar percakapan Chanyeol dengan ponselnya saat ia sedang melewati kamar Chanyeol yang pintu kamarnya memang terbuka sedikit saat itu. Suzy tidak bermaksud menguping pembicaraan Chanyeol, tapi entah kenapa kakinya sulit ia langkahkan saat mendengar suara lembut Chanyeol yang sedang berbincang dengan seseorang, yang Suzy yakini adalah Soojung. Pertanyaan Suzy kini terjawab tentang kemana Chanyeol pergi selama seminggu ini, tentu saja bersama Soojung pikirnya. Seharusnya aku sudah tahu hal itu dan tidak perlu terkejut atau bahkan kecewa, pikir Suzy.

“Baiklah, aku akan singgah di supermarket nanti. Tapi aku tidak yakin kalau masakanmu akan berhasil kali ini” Chanyeol terkekeh mengejek dari telfonnya

Suara Chanyeol terdengar lagi, mereka terlihat sangat dekat dan romantis pikir Suzy. Ia tidak sanggup untuk disana terus-menerus dan memilih meninggalkan depan kamar Chanyeol.

 

***

“Uuu…pengantin baru sudah mulai bekerja? Bagaimana rasanya menjadi istri seorang Park Sajangnim, ani sekarang sudah menjadi CEO” Lee Ji Eun datang ke meja Suzy dan menggoda gadis itu habis-habisan

Suzy hanya tersenyum kikuk untuk membalas ledekan atasannya itu. Karena tidak ada yang istimewa sama sekali menurut Suzy

Lee Ji Eun dan Seulgi terus menodong Suzy dengan berbagai pertanyaan dan godaan lainnya, dan ditambah karyawan lainnya yang mulai bersikap berbeda pada Suzy dikantor, seperti sikap yang menunjukan segan atau semacamnya dan membuat Suzy benar-benar tidak nyaman, ia berharap semua karyawan tetap bersikap seperti biasanya.

***

~To be continued~

Note : Hi. Part 8 is coming hehe. Very very long time no see reader-nim. Sebulan ini sibuk banget dengan semua kegiatan kuliah dan doain ya semoga nilai kuliah author tetap sehat huhu. Oya, di part ini Chanzy udah married *yay* ada yg ngerasa kalo posternya agak kejam? Disitu Chanyeol kayak ninggalin Suzy pas nikah? Wkwk *apaansih* Udah deh cuap-cuapnya, semoga kalian suka ceritanya ya dan dapat feel. Dan jangan lupa reader-nim RCL ya hehe 😀 aku akan sangat menghargai apapun yang ketik baik itu kritik ataupun saran. Kamsahabnina *bow*

Agasshiel. XOXO

Advertisements

5 responses to “DAY BY DAY (CHAPTER 8)

  1. Akhirnya update jg setelah ditunggu2 hehe….
    Sabarlah suzzz…. ýakin lama kelamaan chanyeol akan membuka hatinya…

  2. Memang chanyeol nerima pernikahan itu tp ya gak gitu-gitu bangetlah, sikapnya sama suzy??kan kasihan suzy cuma statusnya aja yang berubah tp kehidupannya tetep aja miris. Thor bikin chanyeol jadi lebih perhatian ke suzy dong jadi kasihan suzy klo dari awal sampek akhir gak bisa bahagia
    Next chap semangat!??

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s