Millions of Memories (Chapter 9)

PicsArt_07-09-08.30.15

Title : Millions of Memories| Author : Aerinaya | Genre : Sad, Family, Marriage-life, Mellow-drama | Rating : PG-17 | Main Cast : Bae Suzy, Park Chanyeol, Jung Soojung | Other Cast : Find by yourself!

Note : This is a work of fiction. This is a fictional story about fictional representations of real people. No profit was made from this work. All cast belongs to God, their parents, and their agency. But the storyline is mine. Don’t be silent reader and plagiator, please.

-oOo-

“Mengapa orang-orang cenderung menyembunyikan cinta dan mengungkapkan kebencian secara terbuka?”

~Story Begin~

Oppa, sudah datang?” Krystal menyambut Chanyeol di depan pintu apartemennya lalu mengambil alih kantung plastik yang di genggam oleh Chanyeol.

Chanyeol mengangguk dan tersenyum kecil untuk membalasnya, lalu melangkah masuk setelah sebelumnya mengganti sepatunya dengan sandal rumahan disana.

Baiklah, hari ini aku akan mencoba membuat spageti, bagaimana? Kau suka? Krystal bertanya ceria sembari mengeluarkan satu persatu belanjaan dari kantung plastik, pesanannya tadi pagi

Hm, terserahmu saja balas Chanyeol merebahkan tubuhnya di sofa. Hari ini dia benar-benar lelah, hari pertamanya bekerja sebagai CEO menggantikan ayahnya, tentu saja berat. Ia menghembuskan nafasnya pelan dan perlahan memejamkan mata, sementara Krystal mulai sibuk bereksperimen dengan masakannya di dapur.

Sejam berlalu dan Krystal selesai berkutat di dapur. Chanyeol yang sejam lalu terlelap, terbangun saat di rasa perutnya mulai berteriak untuk segera di isi. Ia melangkahkan kakinya menuju dapur untuk melihat hasil karya Krystal kali ini, membayangkannya saja membuat Chanyeol bergidik geli dan hanya mampu berharap untuk kali ini saja masakan Krystal benar-benar ‘normal’ sehingga ia tidak akan berakhir tercengang tolol –lagi. Dan bingo! Chanyeol hanya bisa menggelengkan kepalanya geli saat mendapati dapur benar-benar tak beraturan lagi, lebih tepatnya layak disebut ‘kapal pecah’ hasil karya Krystal. Saus berhamburan di meja, peralatan memasak berantakan, dan bahkan lebih parahnya sejak kapan pan malang itu bisa berada di bawah meja?

Chanyeol terkekeh geli melihat wajah gadis itu yang sudah terlihat lusuh dengan saus belepotan di pipinya dan rambutnya sudah di cepol asal

Jangan mengejekku. Bahkan oppa tidak akan bisa berkedip saat memakan spageti ini! Ketusnya berusaha menyombongkan diri

Chanyeol semakin tertawa geli lalu menghampiri Krystal yang berdiri di depan meja makan sedang menata masakannya Astaga! Kau benar-benar ahli membuat orang tercengang! Sahutnya sembari mengusap saus di pipi kiri Krystal dan setelah itu menjitak jidat gadis itu dengan gemas

“Oppa!” Sungutnya kesal

Beruntung sekali dapur ini tidak sampai benar-benar hancur seperti ekspetasikuChanyeol bergidik ngeri membayangkannya lalu mengambil posisi duduk di depan meja untuk mencicipi spageti buatan Krystal

Bagaimana?Tanyanya penasaran sekaligus harap-harap cemas saat Chanyeol menyuapkan mie itu ke dalam mulutnya

Chanyeol mendramatisir kunyahannya sambil mengerutkan dahinya seolah-olah berfikir layaknya seorang juri mencicipi masakan dalam ajang memasak Hm… gumamnya Tinggal jawab saja, susah sekalipotong Krystal tidak sabar dengan tingkah Chanyeol yang menyebalkan

Chanyeol terkekeh enak jawabnya akhirnya

Benarkah?

Chanyeol memgangguk Chef handal di Paris bahkan kalah telak!

Tiba-tiba wajah Krystal merengut kesal sekaligus tidak percaya Pembohong! Sungutnya merebut garpu dari tangan Chanyeol lalu menyendokkan ke mulutnya sendiri, namun belum sempat mie itu terkunyah semua, ia sudah berlari ke wastafel dan memuntahkannya

Apanya yang enak?!gerutunya

Setelah makan malam yang ‘ekstrim’ tadi, Chanyeol dan Krystal memilih bersantai di ruang tengah dengan ditemani TV yang menampilkan acara variety show. Chanyeol melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 21.15

“Oppa sudah mau kembali? Krystal seakan mengerti

Chanyeol mengangguk membenarkan Masih ada pekerjaan yang harus kuselesaikan

Sepertinya kita akan mulai sulit bertemu, karena kau sudah mulai bekerjakeluh Krystal tersenyum kecut

Aku akan berusaha membagi waktuku denganmubalasnya tersenyum lembut

Baiklahjawabnya berusaha mengerti lalu memeluk Chanyeol, menenggelamkan wajahnya di dada bidang pria itu, dan Chanyeol mengelus lembut rambut Krystal

Tentu saja Chanyeol tidak akan terus menerus menginap di apartemen Krystal. Chanyeol sadar antara dirinya dan Krystal tidak seharusnya berada dalam satu atap terus menerus sementara mereka belum terikat hal yang membuat mereka wajar akan hal itu, meskipun mereka sepasang kekasihdan Krystal tidak masalah akan status Chanyeol. Tapi Chanyeol cukup menghargai dan menjaga nama baik Krystal, mengingat mereka bukan dari kalangan biasa dan setiap gerak-gerik mereka pasti akan menjadi santapan lezat bagi paparazi haus gosip diluar sana. Dan jika saja statusnya ‘suami orang’ Chanyeol tidaklah perlu merasa terbebani gosip diluar sana tentang dirinya dan Krystal, namun masalahnya hal apa yang akan tersemat untuk Krystal nantinya jika itu terjadi, mungkin saja wanita pengganggu rumah tangga orang lain’ akan terdengar sangat mengganggu.

Selain itu, seluruh pekerjaan yang harus ia selesaikan diluar kantor berada di rumahnya. Akan sangat tidak efektif dan berantakan jika ia tidak mengatur waktunya dengan baik.

***

Mata Suzy tidak bisa lepas dari buku yang sedang ia baca dengan melipat kakinya diatas sofa ruang tamu. Ia termasuk wanita yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca buku-buku tebal sejenis novel dan lainnya.

Saat masih SMA jika ada waktu luang di sekolah, ia lebih memilih menghabiskannya di perpustakaan atau di taman dengan menyendiri hanya di temani buku dan alunan musik lembut dari earphone daripada melihat hal-hal yang berbau keramaian seperti menonton pertandingan futsal atau basket dari cowok-cowok tampan di sekolahnya lalu berteriak histeris ala fangirl saat melihat cowok-cowok berwajah idol itu berhasil mencetak gol. Dan itu bukan gaya-Suzy-sekali, melainkan itu sangat-Kang Seulgi-sekali.

Sebelumnya sudah kukatakan bukan? Mereka sangat bertolak belakang. Itu sebabnya Seulgi pernah menjuluki Suzy si irit kata‘, ‘es berjalan, si psikopatkarena sikap dinginnya, si kutu bukukarena saat buku sudah dihadapannya, gadis itu mampu tidak membuka mulutnya dari matahari terbit-tenggelam jika bukan Seulgi lah yang lebih dulu mengajaknya berbincang, dan berbagai julukan aneh lainnya yang Seulgi sematkan untuk Suzy. Sementara Suzy hanya punya satu julukan untuk Seulgi, yaitu si berisik.

Jam menunjukkan pukul 22.00, perhatian Suzy teralihkan saat mendengar pintu rumah yang di buka dari luar dan memunculkan wajah lelah Chanyeol dengan menyampirkan jas di bahunya. Chanyeol hanya melirik sekilas kearah Suzy yang sedang menutup bukunya

Kau sudah pulang?Suzy bertanya pelan saat Chanyeol melewati ruang tamu. Dan pria itu menangguk dan lagi hanya melirik sekilas padanya Hmseraya bergumam pendek

Jika kau mau aku akan membuatkan air hangat untukmu manditambah Suzy ragu

Tidak perlu. Aku akan meminta bibi Ahn jika membutuhkannyabalasnya berjalan lurus kearah kamarnya

Suzy diam-diam mendesah lega saat merasakan aura dingin yang sangat mencekam tadi. Meskipun ia juga bertindak tenang, namun tetap saja ia masih tak terbiasa. Pikirannya melayang saat membayangkan apa yang terjadi selanjutnya jika aura dingin dan kaku itu menghiasi harinya setiap hari.

Dua manusia yang layak di sebut es berjalanseperti kata Seulgi, hidup bersama dan mungkin saja rumah itu berubah menjadi istana es seperti dalam dunia disney Frozen jika saja Suzy tidak berusaha mencairkannya dengan cara seperti tadi contohnya, bertanya kau sudah pulang? dan itu tadi benar-benar butuh perjuangan.

Sepertinya justru aku yang butuh air hangat disinigumamnya berjalan menuju kamarnya

***

Suzy melangkahkan kaki dari kamarnya menuju dapur, jam sudah menunjukkan pukul 00.10 dan ia masih terjaga. Kebiasaan anehnya kambuh jika sudah tengah malam seperti ini, yaitu mencari apa saja yang berbau manis seperti ice cream ataupun coklat.

Saat sudah mencari seluruh isi kulkas, ia mendesah kecewa karena tidak menemukannya. Tentu saja tidak ada, karena ini sudah memasuki musim gugur yang cuacanya mulai dingin di malam hari dan ini bukan apartemennya yang biasanya selalu tersedia ice cream kapanpun juga tidak peduli musim apa yang sedang berlangsung. Tiba-tiba saja ia jadi merindukan Seulgi yang mengerti kebiasaan anehnya ini.

Dengan gerakan lemas ia menutup kulkas kembali dan berbalik, namun perhatiannya tertuju pada siluet Chanyeol yang sedang berjalan menuju dapur tempatnya berada sekarang. Suzy terdiam kaku di tempatnya dan mereka saling menatap selama beberapa detik sebelum akhirnya Chanyeol terlebih dulu memutus tatapannya yang datar dan masih tetap berjalan menuju dapur.

Suzy yang sudah merasakan aura kaku dan canggung membuka suara Kau membutuhkan sesuatu? Tanyanya mencoba menawarkan bantuan

Chanyeol yang baru saja akan memulai kegiatan membuat kopi menghentikan kegiatannyaSuzy-ssi apa yang pikirkan tentang pernikahan ini? Ia bertanya tiba-tiba masih dengan wajah datar dan tanpa menolah kearah Suzy

Suzy diam-diam menghela nafas pelan dan mencoba menahan ketegangan yang tercipta dengan balik bertanya Lalu bagaimana denganmu?

Kupikir dari awal kau sudah tahu jawabannya jawabnya lalu menolah kearah Suzy, setelah itu mereka saling menatap lagi selama beberapa detik

Apapun itu. Aku hanya ingin mengatakan jangan mengharapkan apapun dari pernikahan inilanjutnya berujar sinis

Suzy tercekat dalam hati lalu ia mengalihkan pandangannya dengan datar dan juga kosong kemana saja asalkan tidak dengan menatap manik menusuk milik Chanyeol. Sungguh ia tidak sanggup melihat tatapan dingin pria itu.

Aku mengerti dan aku tidak pernah mengharapkan apapun. Bukankah permainan yang sudah terlanjur dilakukan harus tetap dilanjutkan, setidaknya agar tidak sia-sia Suzy berujar tak kalah dingin mencoba menyesuaikan kondisinya dengan keadaan yang juga sudah terlanjur dingin. Sungguh dia juga tidak ingin terlihat lemah di hadapan Chanyeol

Chanyeol tersenyum sinis dan melirik Suzy sekilas Hanya perlu mengikuti dan melanjutkan permainan, kan? Ujarnya dan melanjutkan kegiatan membuat kopinya.

Dan bersamaan dengan itu Suzy mengambil langkah menuju tangga ke lantai dua dengan menahan sesak di dadanya, air mata yang sudah terbendung di pelupuk matanya. Berlama-lama disana bersama Chanyeol bisa saja membuat kakinya tiba-tiba melemah dan tidak bisa menopang tubuhnya untuk berdiri, tidak ingin seluruh air matanya tumpah disana. Sungguh ia tidak pernah ingin terlihat lemah di depan siapapun, terutama Chanyeol. Bukankah dirinya yang memutuskan ini? Tidak peduli jika dirinya merasa tersiksa dan sakit hati, karena semua itu sebenarnya diciptakan dan disebabkan oleh ulahnya sendiri. Kalaupun ada yang harus disalahkan dan menderita, itu pastilah seharusnya dirinya sendiri karena ia sendiri yang membuatnya.

Suzy mengerti jika dirinya yang memulai dan sebenarnya tidak pernah terbesit dipikirannya untuk menganggap ini hanyalah sebuah permainan, namun dengan kata apa ia harus mengungkapkannya sementara Chanyeol terlanjur menganggap ini hanya sebuah permainan. Dan ia harus memainkan perannya dengan semestinya.

***

Cuaca di penghujung musim gugur di bulan November berangsur semakin dingin namun sejuk dan hujan terkadang menemani langit kota Seoul, daun pohon gingko dan pohon maple yang menguning sudah berguguran dengan sangat indah. Waktu berlalu begitu cepat dan tiga bulan telah berlalu sejak Suzy menyandang status sebagai Ny. Park.

Selain musim gugur yang akan berganti musim dingin, tidak banyak yang berubah selama ini. Masih dengan Park Chanyeol yang khas dengan aura dingin dan kakunya, baik Suzy juga seolah ikut terbawa arus. Namun sadar atau tidak, mereka mulai terbiasa dengan keadaan yang tercipta dengan urusan pribadi masing-masing, meskipun tidak ada percakapan panjang dan interaksi yang berarti.

Suzy sudah menghapal rutinitas dan kebiasaan kecil Chanyeol, seperti Chanyeol yang tidak bisa bangun pagi dan yang membangunkannya di pagi hari adalah tugas bibi Ahn. Hal kecil lainnya yang Suzy ingat yaitu Chanyeol yang terbiasa sarapan dengan sandwich, omelet, dan kopi, mengingat pria itu tumbuh di negara barat. Kegiatan yang dilakukan Chanyeol saat weekend pagi adalah lari pagi di sekeliling komplek perumahan dan setelah itu ia seolah tenggelam karena menghabiskan weekendnya di studio musik pribadi miliknya di lantai yang kebetulan berdekatan dengan kamar Suzy dan Suzy cukup tahu jika Chanyeol sangat tidak suka jika seseorang mengganggunya saat ia sedang berada di ruangan favoritnya itu. Suzy bahkan tahu jika Chanyeol alergi seafood dan mata Chanyeol minus, dan ia hanya memakai kacamata saat bekerja. Dan hal-hal lainnya yang Suzy ketahui, namun ia mulai terbiasa akan hal itu.

Sementara Chanyeol, pria bermarga Park itu juga mulai terbiasa dengan keadaan dan sikap pendiam Suzy. Banyak hal yang sudah menjadi kebiasaanya menyangkut wanita itu, seperti mendapati Suzy yang sedang membaca buku tebal di ruang tamu saat dirinya pulang larut dari kantor. Ia bahkan sempat berfikir apakah gadis itu sengaja menungguinya? Namum itu segera sirna saat melihat wajah tenang cenderung tak acuh Suzy. Dan tanpa sengaja mengetahui hobby wanita itu bermaim gitar, pencinta ice cream vanila yang Chanyeol ketahui dari seringnya ia mendapati stok ice cream vanila di kulkas. Dan yang paling melekat baginya adalah wajah Suzy yang sering hanya menunjukkan satu ekspresi yaitu tenang tak berekspresi apa-apa saat berhadapan dan berbicara singkat dengannya.

***

Chanyeol yang sudah siap dengan pakaian kerja melangkahkan kakinya menuju meja makan, disana sudah ada Suzy yang juga sudah siap dengan pakaian kerjanya dan sedang membantu bibi Ahn menyiapkan sarapan yang sudah menjadi rutinitasnya.

Selamat pagi, tuansapa bibi Ahn pada Chanyeol yang baru saja duduk di kursinya namun masih sibuk mengancingkan pergelangan tangan kemejanya dan ia mengangguk pelan guna membalas sapaan bibi Ahn.

Suzy melirik sekilas kehadiran Chanyeol dan menuangkan kopi di gelas lalu meletakkannya di hadapan Chanyeol. Dan setelah itu keheningan menjadi backsound kegiatan mereka berdua sepanjang sarapan -seperti biasa. Sarapan hanya berdua bukan hal yang baru lagi bagi mereka, namun tetap hal itu lantas membuat mereka jadi dekat dan berbincang dengan nyamannya layaknya suami istri pada umumnya. Menurut mereka itu hanya sebuah kebiasaan dan tidak inisiatif untuk lebih dari itu, melainkan memainkan peran masing-masing dengan baik.

Chanyeol menerawang keluar jendela ruangan kantornya, pemandangan jalanan kota Seoul dan pohon pine yang berjejer rapi ditambah daunnya yang menguning berguguran indah sangat menarik perhatiannga saat ini. Kegiatannya harus terusik saat ponselnya yang tergeletak di atas meja bergetar, ia melirik benda persegi panjang itu dan mendapati nama ‘Baekhyun’ tertera disana. Dahinya mengerut heran karena sudah lama pria itu menghubunginya.

Ada apa? Ujarnya santai menjawab panggilan itu

“Mwo? Hei, apa itu sapaan yang tepat untuk menyambutku?” Sahut Baekhyun kesal di sebrang telfon

Kau sudah kembali? Chanyeol balik bertanya, mengabaikan pertanyaan Baekhyun

“Woah…kau yakin kau ini sahabatku? Kudengar sudah menikah 3 bulan lalu dan aku tidak tahu sama sekali?” Tuntunya berseru tidak percaya

Dan kau sudah tahu sekarang, lalu apa masalahnya? Balas Chanyeol santai tanpa merasa bersalah

“YA imma! Tapi baru saja! Kenapa tidak mengundangku?” Bantahnya semakin kesal

Saat itu kau sedang perjalanan bisnis ke Jepang, jadi kupikir tidak perlu. Sudahlah lagi pula itu tidak terlalu berarti sahutnya membela diri

“Tapi..ah sudahlah! Kau berhutang penjelasan padaku tentang itu. Kau ada waktu nanti malam, kan?”

Chanyeol tampak berfikir Sepertinya bisa, kenapa?

Datanglah ke cafe Cross Your Days nanti malam, sudah lama kita tidak minum bersama. Aku juga sudah sangat merindukan Monday Girlku, ini hari senin jadi kupikir dia akan disana malam ini”

Chanyeol dapat merasakan aura bersemangat Baekhyun di sebrang sana melalui nada suaranya yang melembut saat ia menyebut ‘Monday Girl’ dan itu sangat menggelikan bagi Chanyeol. Sangat Baekhyun sekali.

“Monday Girl? Kau masih setia dengan profesi ‘pengagum rahasia’ gadis itu? Tidak kusangka kau memang payah! Ejek Chanyeol tertawa meremehkan

Butuh waktu yang tepat untuk itu” sahut Baekhyun tenang

Terserahmkata Chanyeol tidak berminat, namun masuh terselip rasa penasaran dalam benaknya tentang gadis pujaan Baekhyun, mengingat Baekhyun cukup lama mengagumi gadis misterius itu.

***

Suzy berjalan santai memasuki cafe, dipunggungnya sedang membopong gitar yang biasanya ia bawa untuk tampil. Sesekali ia melemparkan senyum tipisnya untuk para pelayan yang berlalu lalang menghantarkan pesanan. Mereka memang cukup mengenal Suzy.

Selamat malamsapanya pada pria yang sedang sibuk meracik kopi di balik bartender

Orang itu mendongak dan tersenyum Eoh, Suzy-ssi kau sudah datang?Tanya pria itu ramah dan melepas apronnya

Suzy mengangguk sambil melepas gitar di punggungnya dan meletakkannya di sisi kursi lalu duduk di depan bartender

Kau ingin minum sesuatu?Pria bermarga Do itu bertanya lagi

Seperti biasabalas Suzy ramah dan pria itu mulai sibuk meracik sesuatu lagi di balik bartender. Selagi menunggu, Suzy mengeluarkan ponselnya dan mulai mengetikkan sesuatu disana

To : Park Chanyeol
Aku akan pulang larut, kau ingin makan malam apa? Aku akan meminta bibi Ahn membuatkan.
.
From : Park Chanyeol
Tidak perlu. Aku juga akan pulang larut.

To : Park Chanyeol
Baiklah.

Setelah Suzy yakin percakapan singkat mereka berakhir, ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku. Tepat saat itu Do Kyungsoo selesai dan meletakkan segelas kopi berwarna coklat di hadapannya

“Coffee latte spesial untuk gadis cantik bersuara indahujar pria berwajah tampan khas akan mata bulat nan imut

Suzy tersenyum geli mendengar pujian gombal yang selalu Kyungsoo lontarkan dan ia sudah terbiasa akan hal itu Terima kasih Kyungsoo-ssi” balasnya lalu menyesap pelan lattenya

Rasanya ada yang berbeda hari ini. Tidak ada yang berisik seperti biasanya kata Kyungsoo dengan nada bercanda

Suzy terkekeh lagi Seulgi tidak bisa menemaniku hari ini, ada janji katanyajawabnya mengerti maksud Kyungsoo

Ah..gumam Kyungsoo sambil mengangguk-angguk

Sudah waktunya aku tampil, kan? Kalau begitu aku bersiapSuzy mengambil gitarnya dari dalam cover lalu beranjak dari sana

Dari pintu masuk, seorang pria berkemeja putih dengan lengan kemeja sudah digulung asal hingga ke siku tangannya terlihat berantakan khas seperti baru pulang bekerja namun tidak mengurangi aura mempesonanya. Tangan kirinya menggenggam jas sedangkan yang satu lagi ia gunakan untuk menempelkan ponsel di telinganya, terlihat sedang kesal berbicara dengan lawan bicaranya di sebrang telfon.

Kau akan terlambat?Sahutnya kesal pada seseorang di balik telfon

“Ya, maaf. Adik sepupuku memaksa untuk mengantarnya ke suatu tempat. Dan dia sangat mengerikan jika mengamuk kalau saja aku menolak permintaannya” balas Baekhyun merasa tidak enak hati pada Chanyeol sekaligus kesal

“Tidak usah banyak alasan. Setelah urusanmu selesai cepat kemari!Sahut Chanyeol setengah kesal

“Ne, ne aku mengerti. Jika saja aku punya kekuatan teleportasi, aku sudah berlari kesana sekarang juga” balasnya memelas

“Teruslah menghayal!Putus Chanyeol mematikan ponselnya lalu duduk di salah satu kursi kosong di sudut, dan ia masih fokus mengotak-atik ponselnya

Selamat malam, malam ini kami akan mempersembahkan sebuah lagu dari Adele-Make You Feel My Love. Semoga kalian menyukainya Suara lembut Suzy menghiasi suasana cafe yang tenang. Suzy sudah duduk dengan memangku gitarnya di sebuah bangku yang sengaja di letakkan ditengah panggung, dengan di temani beberapa pemain biola dan seseorang yang akan memainkan piano diatas panggung cafe yang bernuansa modern klasik Inggris dan berkelas itu.

Suara dentingan piaon menyebar hangat ke penjuru cafe di tambah petikan gitar teratur dari Suzy. Para pengunjung mulai memusatkan perhatian mereka ke atas panggung, namun tidak dengan pria di sudut yang masih sibuk dengan ponselnya.

When the rain is blowing in your face…

Perhatian pria itu akhirnya teralihkan saat mendengar suara nyanyian seorang wanita dari arah panggung, seolah mengenal suara tersebut. Wajahnya tidak dapat menyembunyikan keterkejutan saat melihat wajah wanita yang sedang memetik gitar diatas panggung itu. Dia…

And the whole world is on your case
I could offer you a warm embrace
To make you feel my love…
When the evening shadows and the stars appear
And there is no one there to dry your tears
I could hold you for a million years
To make you feel my love…
I know you haven’t made your mind up yet
But I will never do you wrong
I’ve known it from the moment that we met,
No doubt in mind where you belong

The storm are raging on the rolling sea
And on the highway of regret
The winds of change are blowing wild and free
You ain’t see nothing like me yet
I could make you happy, make your dreams come true
Nothing that I wouldn’t do
Go to the ends of the Earth for you
To make you feel my love…
To make you feel my love

Alunan menenangkan namun menyayat dari biola menjadi ending dari sebuah lagu yang dinyanyikan Suzy. Apakah kalian pernah merasakan bagaimana alunan merdu namun sangat menyayat hingga ingin membuatmu menangis sangat dalam karena sebuah alunan musik dari piano, biola dan gitar menjadi satu? Itulah yang dirasakan Suzy saat menyanyikan lagu itu.

Di sudut cafe, Chanyeol sejak tadi tidak dapat mengalihkan pandangannya dari Suzy bahkan sedetikpun. Pandangan tak berekspresi terkesan datar dan entah kalimat apa yang tepat untuk mengartikan tatapannya. Chanyeol sendiri tidak mengerti apa yang ada dipikirannya saat ini, bertanya-tanya apa yang sebenarnya wanita itu lakukan disini? Sejak kapan ia bernyanyi di tempat ini, mengapa dirinya tidak tahu sama sekali? Lagi pula apa kenapa aku harus tahu? Pikirnya.

Untuk pertama kalinya Chanyeol merasakan sisi yang berbeda dari Suzy, otaknya terus bekerja dan bertanya ‘Wanita seperti apa dia sebenarnya?’

Bahkan perhatiannya masih setia mengikuti gerak-gerik Suzy yang sedang membungkuk sopan kepada para pengunjung yang mengiringnya dengan tepuk tangan, setelah itu Suzy turun dari atas panggung menuju bartender dan duduk di tempatnya semula tanpa menyadari sejak tadi seseorang memperhatikannya. Dan lagi untuk pertama kalinya juga Chanyeol melihat ekspresi berbeda dari yang biasanya ia lihat, Suzy tertawa nyaman saat pria dibalik bartender itu mengatakan sesuatu. Keingintahuannya akan sesuatupun bertambah, siapa pria itu? Dan entah dorongan dari mana pula ia bangkit dari duduknya dan berjalan pelan menuju Suzy yang masih berbincang dengan Kyungsoo

Sedang apa kau disini? Sahut Suzy terkejut akan kehadiran Chanyeol yang tiba-tiba duduk di kursi sebelahnya

Menemui temanku. Kau sendiri?Balasnya datar tanpa menoleh

Aku bekerja disiniJawabnya singkat kemudian sadar Kyungsoo yang hanya mematung disana sejak kedatangan Chanyeol, seolah bertanya ‘siapa pria ini?’ dari ekspresinya

Seolah mengerti, Suzy membuka suara lagi “Kyungsoo-ssi perkenalkan ini Park Chanyeol dan Chanyeol-ssi, ini Kyungsooujarnya sambil menunjuk Chanyeol dan Kyungsoo bergantian

Kyungsoo menjulurkan tangannya dan tersenyum ramah Do Kyungsoodan Chanyeol menyambut jabatan itu masih dengan wajah datarnya -sangat Park Chanyeol sekali Park Chanyeolbalasnya

Kyungsoo menyanggakan tangannya diatas meja lalu bertanya santai masih dengan wajah penasaran “Ah Chanyeol-ssi dan Suzy-ssi apa hubungan kalian?Suzy tampak bingung menjawab seperti apa, ekor matanya melirik Chanyeol. Pertanyaan seperti ini yang sangat ingin dia hindari saat ini. Sangat canggung apabila ia menjawab ‘kami suami istri’ dengan santainya, terlebih di hadapan Chanyeol. Itu benar-benar kaku dan…aneh menurutnya, meskipun sebenarnya itu wajar. 3 detik berlalu entah petir daribmana yang sanggup membuat jantung Suzy hampir meloncat keluar saat mendengar Chanyeol yang menyahut Aku suaminyaSuzy dan Kyungsoo menoleh bersamaan kearah Chanyeol, antara shock dan terkejut.

Chanyeol yang tadinya sempat kesal karena ditanya seperti itu akhirnya menjawab dengan santainya, tentu saja ia kesal. Bukankah posisinya yang seharusnya bertanya seperti tadi. Apa hubungan dirinya dengan Suzy? Walaupun menurutnya itu tidak penting.

Kau suaminya?Alih-alih Kyungsoo, justru Baekhyun yang menyuarakan keterkejutannya yang entah sejak kapan sudah berdiri dibelakang Chanyeol dan Suzy

“Woah…aku benar-benar patah hati! Aku benar-benar tidak percaya ini!Baekhyun tiada henti-hentinya menggerutu dari awal masuk ke dalam cafe dan tidak sengaja mendengar percakapan mereka bertiga

Berhentilah mengatakan itu, kau membuatku jengkel ujar Chanyeol mendelik kesal

Sementara Suzy yang duduk canggung diantara mereka terkekeh pelan sedari tadi mendengar ocehan pria bernama Baekhyun itu. Pria itu benar-benar ceplas-ceplos dan menunjukan perasaannya. Suzy mengenal pria ini cukup lama karena ia cukup sering berkunjung ke cafe ini, namun Suzy baru mengetahui kalau pria ini sahabat dari Chanyeol. Dan lebih mengejutkan lagi, sahabat dari suaminya ini penggemar berat dirinya. Baekhyun mengatakannya sendiri dan sejak tadi pria itu menggerutu kalau dirinya patah hati layaknya fanboy saat mengetahui idolanya sudah menikah.

Suzy-ssi meskipun kau sudah menikah, aku tetap penggemarmu! Jangan lupakan itu, eoh? Dan katakan padaku jika pria dingin ini tidak memperlakukanmu dengan baik! Sahut Baekhyun mendelik kearah Chanyeol

Chanyeol memutar bola matanya jengah, sementara Suzy tersenyum geli mendengarnya lalu melirik sekilas kearah Chanyeol

Malam ini merupakan salah satu malam yang paling mengejutkan bagi Suzy. Berada dalam satu mobil dan dalam perjalan pulang bersama Park Chanyeol, lengkap dengan aura dingin dan kaku karena mereka memang sering membawa mobil masing-masing. Namun saat dirinya akan pulang dengan mengendarai mobilnya sendiri, Chanyeol berhasil membuatnya tak berkutik saat pria itu berkata khas dengan wajah dingin dan datarnyaJangan konyol. Apa yang akan mereka pikirkan saat melihatku membiarkanmu menyetir sendiri selarut ini. Bagaimanapun juga aku pria yang bertanggung jawab. Mobilmu akan dijemput oleh sekretarisku nantidan Suzy hanya bisa diam dan membantah dalam hati. Menjengkelkan sekali.

Suzy menghela nafas pelan dan melirik sekilas kearah Chanyeol dengan ekor matanya matanya, lalu memilih menoleh kearah luar jendela sementara Chanyeol fokus menyetir.

***

Jam sudah menunjukan pukul 23.30 dan Suzy masih berguling kesana kemari diatas tempat tidur, mencoba untuk terlelap “Hah ini tidak akan berhasil!Desahnya frustasi menyibak selimut dan turun dari ranjang lalu berjalan keluar. Kulkas selalu menjadi tujuan utamanya jika penyakit insomnia nya kambuh. Saat tangannya sudah memegang sekotak kecil ice cream vanilla, ia menutup kembali pintu kulkas. Namun, saat hendak berbalik, jika saja ia memiliki riwayat penyakit jantung akut mungkin saja ia sudah terkapar tak berdaya disana saat melihat Chanyeol yang entah sejak sudah berdiri tidak terlalu jauh dibelakangnya dan sedang mencari sesuatu di lemari dapur.

Pria ini benar-benar!dengusnya kesal dalam hati. Suzy hampir lupa kalau Chanyeol memiliki kebiasaan menjengkelkan, suka muncul tiba-tiba entah dari mana tanpa jejak saat kemunculannya dan mampu membuat Suzy punya penyakit asma dadakan karena kehadirannya yang tiba-tiba itu dan lengkap dengan aura dinginnya itu. Setidaknya dia bisa berdeham jika tidak dia memang pelit kata-kata.

Kau nencari sesuatu?Tanya Suzy akhirnya dengan menahan nada canggungnya

Chanyeol menoleh sekilas Makananjawabnya santai

Suzy mengerutkan keningnya Kau belum makan?

Chanyeol berdeham pelan Belum

Bibi Ahn tidak memasak tadi, kau ingin makan apa biar kubuatkan dulu ujar Suzy lalu memasukkan kembali ice creamnya ke dalam kulkas

Suzy meletakkan semangkuk ramyeon kehadapan Chanyeol yang duduk di meja makan, setelah itu ia berbalik lagi menuju kulkas dan mengambil ice creamnya kembali.

Makanlah. Aku akan lebih dulu kekamarujarnya hendak berlalu dari sana

Namun saat hendak melangkah dengan menggenggam ice creamnya, Suzy menghentikan langkahnya saat suara Chanyeol menginterupsi Bisakah…tunggu aku sampai selesai? pinta pria itu ragu namun masih dengan wajah datarnya

“Ne? Ne…” balas Suzy setengah tidak percaya dengan pendengarannya barusan.
Suzy bergerak kaku saat mendudukkan dirinya di depan meja yang berhadapan dengan Chanyeol yang sudah fokus dengan makanannya hingga tidak menyadari kegugupan Suzy. Dadanya benar-benar payah saat ini terus berdetak tak normal dan membuatnya menghirup udara secara rakus walaupun itu tertutupi wajah tak berekspresinya. Suzy sangat payah dalam hal menunjukkan perasaan dan sulit berekspresi seperti lainnya.

Suzy mendesis dalam hati lalu membuka kotak ice cream yang sejak tadi hanya di genggamnya diatas meja dan memakannya dalam diam, mencoba mencari kegiatan dari pada berdiam diri dan merutuki dadanya yang bergejolak aneh dan membuat Chanyeol menyadari itu. Bisa-bisa ia benar-benar mengidap penyakit asma dadakan seperti katanya tadi.

***

Selamat pagi, Sajangnim” sapa Wonho sembari membungkuk sopan lalu berdiri disamping Chanyeol yang sedang menunggu lift di hadapannya terbuka

Chanyeol menoleh dan mengangguk sebagai balasan. Lift terbuka mereka masuk beriringan, saat itu pula Park Jin Young masuk ke dalam.

Selamat pagi Heojangnim” sapa Wonho. Chanyeol dan Wonho membungkuk bersamaan.

Park Jin Young megangguk Selamat pagi

Nanti malam luangkan waktumu dan istrimu, datanglah ke rumah. Ada yang ingin kami bicarakan ujar Park Jin Young

Chanyeol mengangguk mengerti “Ne, Heojangnim” lalu mereka bertiga keluar dari dalam lift bersamaan dengan Tn. Park Jin Young memimpin di depan. Beberapa karyawan membungkuk hormat saat mereka lewat, saat dipersimpangan Park Jin Young belok menuju ruangannya dan Chanyeol berjalan lurus menuju ruangannya dengan Shin Wonho mengikuti dibelakangnya.

Sesampainya di ruangannya, Chanyeol menjatuhkan diri dikursinya Apa jadwalku pagi ini?

Jam 10.00 nanti akan rapat bersama investor dari Jepang Ujar Wonho yang berdiri di depan meja Chanyeol sambil membuka note kecilnya

Baiklahsahutnya menghela nafas berat lalu menyenderkan punggungnya di kursi dan menatap langit-langit ruangan

Wonho menatap Chanyeol dengan kerutan di keningnya Ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?

Tidak adaChanyeol duduk tegak kembali, mengalihkan topik dan pikiran sendiri tentang sesuatu hal yang mengganggunya sejak semalam. Kenapa dirinya harus memikirkan itu, karena itu bukan urusannya sama sekali. Namun…

Bisa kau selidiki sesuatu untukku? Chanyeol tidak tahan untuk tidak memikirkan itu dan bertanya

Wonho terlihat serius mendengar Tentang apa?

Tidak, tidak perlubalasnya tampak ragu untuk melanjutkan. Wonho semakin bingung dan mengerutkan keningnya Kalau begitu saya permisipamitnya membungkuk sopan dan hendak melangkah keluar ruangan. Namun, suara Chanyeol kembali menginterupsi dan membuatnya berbalik

Tolong selidiki sesuatu untukku!

Wonho jengah sendiri dengan sikap Chanyeol, sejak tadi pria itu seolah ingin memintanya untuk mencari tahu sesuatu tapi selalu diurungkan Sebenarnya apa yang ingin kau ketahui? Aku akan menyelidikinya sahutnya setengah kesal meninggalkan sikap formal dan bersikap seperti mereka biasanya diluar kantor

Chanyeol kembali menyandarkan punggungnya ke kursi Selidiki sejak kapan Suzy bekerja di cafe Cross Your Days” ujarnya akhirnya

“Ah…itu sahut Wonho mengerti dan mengangguk-angguk

Chanyeol mengerutkan keningnya Kau sudah tahu?Ia bertanya heran

Tentu saja. Nona Suzy sudah 2 tahun bekerja disana sebagai part time setiap senin

Bagaimana dengan pria yang bernama Do kyungsoo?Tanyanya lagi

Do Kyungsoo adalah pemilik cafe sekaligus chef yang mengelola tempat itu. Dia chef yang cukup terkenal di Itali, dia juga…

Bukan itu yang ingin kuketahuipotong Chanyeol jengah

Lalu?

Apa hubungannya dengan Suzy?

“Ah...mereka lulus dari SMA yang sama dan berteman cukup dekat, bahkan ada yang berpikir bahwa mereka berkencan. Namun, itu segera berhembus karena Do Kyungsoo memutuskan melanjutkan kuliah di luar negeri setelah itu kembali ke Korea dan membuka sebuah cafe yang sekarang tempat Suzy bekerjajelas Wonho

Chanyeol menatap Wonho dengan pandangan heran dan mungkin sedikit…tercengang Kapan kau mengetahui itu semua?

Hei, kau beruntung memiliki sekretaris dan asisten cekatan yang tidak ada bandingannya diluar sana! Sahutnya menaik-naikan alisnya seolah menyombongkan diri

Chanyeol mendengus, terkadang sahabat yang merangkap jadi sekretarisnya ini kelewat percaya diri dan menjengkelkan Kau bahkan lebih pantas disebut penguntitChanyeol berkata datar dan merasa sedikit kesal, kenapa Wonho lebih mengetahuinya hal yang seharusnya dirinya lebih tahu. Lagi pula apa pedulinya dan apa urusan Chanyeol?!

***

Kalian sudah datang? Ayo masuklah dan kita makan malam duluNy. Park meyambut Suzy dan Chanyeol lalu memeluk hangat menantunya

Suzy tersenyum lembut “Ne, eommoni” lalu mereka berjalan beriringan menuju ruang makan

Makan malam sedang berlangsung, sesekali Ny. Park dan Tn. Park melemparkan pertanyaan tentang apa saja pada Suzy. Suasana yang sangat hangat. Suzy tidak pernah membayangkan akan merasakan lagi suasana seperti ini, ada Ayah dan Ibu. Meskipun sikap Chanyeol masih seperti biasanya.

Chanyeol-ah kau masih ingat dengan nenek Kim yang tinggal di Auckland, New Zealand?”

Chanyeol tampak berfikir lalu mengangguk “Ne, abeoji. Bukankah 2 minggu lalu kalian ke New Zealand untuk menjenguknya?

Tn. Park terlihat sendu Ya, dan dia meninggal seminggu yang laluPark Jin Young berhenti sejenak sebelum melanjutkan perkataanya Kau tahu kan dia tinggal hanya berdua dengan cucu perempuannya. Cucunya itu masih remaja 18 tahun, dan sekarang gadis itu hidup sendiri. Sebelum meninggal, nenek Kim berpesan dalam surat wasiatnya untuk mempercayakan cucunya pada kami hingga ia dewasa, yaitu berusia 20 tahun. Saat itu tiba gadis itu bebas melanjutkan hidupnya sesuai keinginannyajelas Park Jin Young

Chanyeol mengangguk, mereka prihatin dengan nasib gadis yanv sekarang hidup seorang diri Lalu apa yang akan Ayah dan Ibu lakukan?

Giliran Ny. Park yang menimpali Kami sedang berfikir untuk meminta bantuan kalian, akan lebih baik jika dia tinggal bersama kalian. Kalian tahu sendiri jika Ayah dan Ibu sering perjalanan. Ibu khawatir dia akan kesepian jika tinggal sendiri di rumah ini. Apa kalian tidak keberatan?”

Tidak masalah, jika itu yang terbaikbalas Chanyeol

Bagaimana denganmu, Suzy-ah?” Ny. Park beralih kearah Suzy yang sejak tadi tampak serius mendengarkan. Mash belum mengerti siapa itu nenek Kim dan cucunya

Saya juga setuju, eommoni. Akan sangat menyenangkan jika ada dirinya jawabnya tersenyum, mungkin dengan adanya gadis itu, rumah itu tidak akan menjadi istana es lagi

Baiklah. Pengacara nenek Kim sudah menyiapkan kepindahannya ke Korea dan besok siang dia akan tiba. Bisakah kalian menjemputnya di airport, besok?

Chanyeol dan Suzy mengangguk. Dan mungkin karena dia masih remaja, labil, dan masih shock akan kepergian nenek Kim, jadi kami berharap kalian mengerti akan sikapnyatambah Ny. Park sedikit was-was

Suzy tidak mengerti akan penjelasan ambigu dari Ny. Park barusan dan ia hanya mengangguk, sementara Chanyeol yang santai seolah sudah mengerti.

***

~To be continued~

Hai~♡ ketemu lagi setelah lama 😦 Aku berharap masih ada yang minat ff ini :’) Guys, I’ve done my best to make this story intersting but if this story is still boring. I’m so sorry 😦 For our good readers and also ‘siders’ I hope u enjoy!♡♡

Ohya, EXO baru kambek udah pada liat mv nya belum?! Gile pacar2 hayalan aku ganteng2 (terutama D.O dan xiumin) bingit di Ko Ko Bop😲 apalagi pas nyanyi bagian “Oh oh ohhh, micheo oh oh ohh we going ko ko bop” tolong jgn bash author yg telat bahasnya dan bilang “kemana aja lu thor? Dah basi tau”. Tp beneran aku sampe ngiler2 *jorok* liat mereka di situ tamvamnya maksimal dehhh. Udah ah aku mulai ngaur, mending cap cus. Pay pay see u next♡~

 

Advertisements

12 responses to “Millions of Memories (Chapter 9)

  1. Keren keren keren dan makin tambah keren critanya
    Lanjutkan thor…. Aq slalu stia menunggu part” selankutnya
    Semangat ya thor
    Klo bisa panjangin lgi & jgan lama” part slanjutnya

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s