Millions Of Memories (Chapter 12)

4fbd8ba5da1dffb2c624eeca4a7beb0d“Aku mulai menjadi serakah. Aku ingin hidup bersamamu, menjadi tua bersamamu. Memegang tangan keriputmu dan mengatakan betapa hangatnya hidupku. Aku ingin bahagia untuk sekali saja tapi itu membuatmu menangis”

Rec. Song : Ailee-I will go to you like the first snow

Part sebelumnya….

Senang bekerja sama dengan Anda, tuan Park Chanyeol

Ya, semoga ini awal yang baik, tuan Oh Sehun”

Lalu mereka berjabat tangan sekali lagi. Suzy masih mendapati dirinya berdiri memperhatikan dua orang tersebut hingga akhirnya mereka berdua menoleh dan melihat keberadaan Suzy tak jauh dari lift

Keadaan tak jauh berbeda dengan lelaki yang bersama Park Chanyeol. Ia tidak dapat menutupi rasa terkejutnya saat mata mereka bertemu, bahkan tanpa sadar Sehun menggumam Suzy,.Benar-benar hal yang tidak terduga ia akan bertemu wanita itu disini

Aku menemukanmu.

~Story Begin~

“Kalian sudah lama saling mengenal?” Chanyeol bertanya tanpa menoleh dari menatap jalanan di depannya

Suzy menoleh sejenak lalu melemparkan kembali pandangannya keluar jendela mobil “Hm” jawabnya hanya berdeham

Mereka berada dalam mobil Park Chanyeol dan suasana terasa sangat canggung seperti biasanya dan justru semakin canggung karena hari ini adalah pertama kalinya mereka berdua bertemu setelah beberapa hari berlalu tanpa bertatap muka di tambah setelah kejadian di perusahaan tadi membuat Park Chanyeol tidak tahan untuk tidak penasaran akan hubungan antara Suzy dan Oh Sehun, rekan kerja yang baru beberapa hari di kenalnya itu

Bahkan candaan yang di lontarkan oleh sang penyiar yang mengisi keheningan dalam mobil tersebut tidak lagi lucu, ya meskipun sebelumnya mereka juga tidak tertarik dengan lelucon

“Kalian terlihat sangat dekat” Chanyeol kembali menimpali dengan datar berniat untuk mengungkapkan rasa penasarannya karena sejak kejadian tadi Suzy terlihat lebih banyak diam bahkan saat rapat pembahasan penulisan lagu untuk comback solo Chen

Dan Chanyeol semakin bingung karena Suzy bahkan sama sekali tidak menimpali perkataannya dan justru tetap menerawang keluar jendela mobil

“Kau banyak melamun hari ini” Sahutnya lagi

“Eoh?” Respon Suzy setelah sadar dari lamunannya

Chanyeol tidak dapat menyembunyikan wajah dingin serta kesalnya mendengar itu

“Apa hubunganmu dengan Oh Sehun, kau terlihat sangat terkejut saat melihatnya tadi dan kau banyak diam setelah bertemu dengannya” ujar Chanyeol datar dan setenang mungkin

Dan setelah itu Chanyeol tersadar akan pertanyaan barusan kelewat batas, ia tidak mengerti kenapa sikapnya seperti itu karena kalimat itu keluar dari mulutnya begitu saja. Dia menoleh dan Suzy juga ternyata sedang menatapnya, untuk beberapa saat hanya lagu dengan genre blues yang terdengar dari radio mengisi keheningan

Chanyeol langsung mengalihkan pandangan setelah merasa sesuatu yang aneh. Dalam dirinya berusaha mengatakan bahwa ia tidak bermaksud mengatakan hal itu atau bahkan berusaha menginterogasi wanita itu. Ia tidak peduli.

“Kami saling mengenal sembilan tahun lalu saat aku mulai tinggal di God’s Gift House di Gwangju”

Chanyeol melirik Suzy “God’s gift house?” tanyanya bingung

Suzy ikut menoleh bingung, seakan mengerti Suzy langsung menjelaskan “Ah. Itu panti asuhan tempat aku dan Seulgi di besarkan” jelasnya lalu kembali menoleh keluar jendela

Kali ini Chanyeol menoleh lama dan menatap Suzy dengan pandangan sulit diartikan. Ia tidak pernah tahu mengenai kisah hidup wanita yang sekarang menjadi istrinya ini. Banyak pertanyaan yang mencekal dalam dadanya mengenai wanita ini, sebenarnya apa yang terjadi.

Ada satu hal yang harus diakui oleh Park Chanyeol, tidak seorang pun boleh mengetahuinya. Bahkan dirinya sendiri berusaha untuk membuat hal itu tidak di ketahui oleh dirinya sendiri atau lebih pantas disebut membohongi diri sendiri dan seluruh orang

Hal itu adalah, ia tidak melupakan gadis itu. Suzy. Ia mengingatnya namun ia berusaha untuk tidak mengingatnya untuk sebuah alasan. Namun nyatanya ia tidak bisa, terlalu banyak hal yang ia lewatkan

***

“Bagaimana kabarmu?” tanya Jin Goo

“Aku menjalani hidupku dengan baik dengan nenek di Auckland” jawabnya tersenyum getir lalu menunduk menatap sepatunya

“Bagaimana dengan oppa? Kau berubah banyak sekali, suaramu juga berubah jadi sedikit berat sekarang” ujar So Hyun berusaha bergurau meskipun senyumnya terasa getir

“Aku juga baik-baik saja. Aku sangat merindukanmu dan aku sangat senang bertemu dengamu uri So Hyun lagi. Kau juga berubah banyak, dulu tinggimu hanya seberapa ya?” Jin Goo tampak berfikir dengan ekspresi lucu

So Hyun tertawa “Tapi sekarang aku sudah tinggi!” sahut So Hyun

Jin Goo ikut tertawa “Ah benar juga. Dan kapan kau kembali ke Korea lalu dimana kau tinggal? Bagaimana kabar nenek?”

So Hyun terdiam sejenak “Nenek sudah pergi untuk selamanya” balasnya sayu “Itu sebabnya aku kembali ke Korea dan sekarang aku tinggal bersama kakak sepupu” lanjutnya

“Aku turut berduka So Hyun-ah, oppa tidak tahu” balas Jin Goo merasa bersalah

Gwaenchana” balasnya tersenyum kecil

“Hmm So Hyun-ah maaf jika oppa bertanya seperti ini. Tapi kenapa kau tidak tinggal bersama bibi dan paman, mereka keluargamu. Mereka juga pasti merindukanmu”

Wajah So Hyun seketika mengeras “Tidak, untuk apa aku bersama dengan mereka yang tidak menginginkanku. Nenek adalah satu-satunya keluargaku”

“So Hyun-ah…”

So Hyun segera bangkit dari duduknya “Oppa maaf aku harus segera kembali ke kelas” sahutnya lalu berlari meninggalkan Jin Goo di taman

“Kim So Hyun, maaf aku tidak berada disisimu saat kau sendiri” Gumamnya memandang kepergian So Hyun

***

Mata pelajaran matematika di mulai sejak satu jam yang lalu dan seperti biasa, layaknya hukum alam murid di dalam kelas ini benar-benar seperti terkena sihir, tidak ada yang mendengarkan Guru yang sedang menjelaskan di papan tulis. Aktivitas yang mereka lakukan bahkan tergolong aneh dan ekstrim. Sebagian murid ada yang tertidur, bermain ponsel, berdandan, mendengar musik dengan earphone, dan bahkan ada yang pacaran dengan cara jarak jauh mengedipkan mata

Menjadi kelas yang memiliki presentase dengan prestasi paling rendah selalu di sematkan pada kelas tersebut

Yook Sungjae, 18 tahun. Laki-laki berambut blonde yang menganut paham ‘duduk di kursi paling belakang membuatnya memenuhi program 6 sehat 7 sempurna’ karena dengan duduk di bangku paling belakang membuatnya bisa tidur dengan bebas selama pelajaran berlangsung

Namun anehnya, hari ini ada kegiatan yang lebih menarik menurutnya selain tidur. Sejak tadi yang ia lakukan hanya memperhatikan anak baru yang wajahnya sangat ia kenal.

Kim So Hyun.

“Kenapa wajahnya sangat mirip? Apa dia sedang bercanda dan mengerjai satu sekolah? Ah tidak mungkin! Apa mereka kembar? Mungkin saja. Kalo begitu pantas saja dia tidak mengenalku saat di toko” gumamnya bertanya dan menjawab sendiri pertanyaannya seraya terus memperhatikan Kim So Hyun yang diam memperhatikan Guru yang sedang mengajar. Dan sesaat Kim So Hyun merasa seperti seseorang memperhatikannya dari bayangan ekor matanya dan ia menoleh ke belakang lalu mendapati Sungjae menatapnya. Sontak saja Sungjae segera menelengkupkan wajahnya di meja berpura-pura tidur.

“Ada apa dengannya, byeontae” gumam So Hyun

***

Sambil menekuk kedua lututnya, Suzy meletakkan dagunya di ujung lututnya, jam sudah menunjukan pukul 22.00 dan dirinya masih tenggelam memperhatikan acara televisi di ruang tengah yang sebenarnya menurutnya tidak terlalu menarik dan matanya hanya memandang kosong

Ia menghela nafas bosan. Diluar sedang turun salju lebat dan keinginanannya keluar untuk membeli cemilan dan ice cream yang persediaannya sudah habis, harus sirna. Lagi pula manusia sejenis apa dirinya yang memakan ice cream di musim dingin

Ia bahkan belum mengantuk dan jika ia kembali ke kamar saat ini juga ia takut mengganggu Park Chanyeol si gila kerja yang sedang sibuk dengan berkas-berkasnya di dalam kamar

Jadi pilihan terbaik adalah mendekam di depan TV dan membiarkan TV menonton dirinya. Sejenak Suzy teringat kembali dengan Oh Sehun, teman masa kecil yang dulu pernah menyembuhkan luka masa kecilnya dan sempat mengisi harinya beberapa saat sebelum pria itu pergi

Suzy tersenyum sejenak, mensyukuri akhirnya ia bisa bertemu temannya itu. Oh Sehun banyak berubah. Dulu Sehun adalah lelaki yang polos, berbadan kurus, ceria, dan menyenangkan. Ia pasti akan segera memberitahu Seulgi

Beberapa menit kemudian, lampu yang berada di ruang tengah berkedip-kedip dan setelah itu padam, ruang tengah memang tidak terlalu gelap karena cahaya dari lampu dapur dan cahaya televisi

Mwoya, apa lampunya sudah putus?” gumamnya mendongak lalu berjalan menuju lemari yang berada disana dan mengambil sebuah bola lampu yang masih baru

Setelah mematikan sambungan listrik pada saklar, Suzy menaiki sofa yang tepat di bawah lampu, berniat mengganti bola lampu tersebut. Kakinya sibuk berjinjit-jinjit dan tangannya berusaha mencapai-capai bola lampu tersebut namun tidak sampai

“Sedang apa kau?”

Gedebuk!

“Aw!”

Suara berat Chanyeol yang tiba-tiba mengejutkan Suzy membuat keseimbangan tubuhnya tidak stabil dan berhasil mendaratkan bokongnya di lantai

Suzy mangaduh kesakitan, sambil mengelus bagian belakangnya ia berdiri dan menegakkan tubuhnya. Ia memandang Chanyeol datar sekaligus jengkel

Chanyeol masih dengan wajah tidak bersalahnya bersandar ke dinding dengan gelas kopi yang sudah kosong di tangan kanannya “Apa yang kau lakukan? Kenapa disini gelap?” ulangnya bertanya santai

Ingin rasanya Suzy berteriak “Aku sedang bermain petak umpet, ingin bergabung?” tapi ia masih waras untuk tidak melakukan itu

“Chanyeol-ssi sudah sangat lama aku ingin menyampaikan ini. Bisakah kau tidak muncul tiba-tiba seperti itu lagi? Atau setidaknya bersuaralah jika ingin muncul, kau membuatku takut” cerocos Suzy jengkel

“Aku tidak muncul tiba-tiba, dan ya tadi aku bertanya ‘kau sedang apa’ bukankah itu namanya bersuara?” Jawab Chanyeol membela diri

“Ta-tapi kan…Ah sudahlah” putus Suzy lalu berniat untuk menaiki sofa lagi

“Lampunya putus?” tanya Chanyeol

“Hm” gumam Suzy dan kembali mencapai-capai bola lampu di atasnya

Chanyeol menghela nafas melihat tingkah wanita itu “Itu tidak akan berhasil. Sudah minggirlah, biar aku saja” Suzy menyingkir dan membiarkan Chanyeol menaiki sofa

Dengan tubuh yang seperti tiang listrik, tidak akan sulit bagi Chanyeol untuk sekedar mencapai lampu diatas “Berikan bola lampu itu” sahutnya setelah melepas bola yang sudah rusak dan Suzy menyerahkan yang baru “Aku tidak tahu kalau kau sependek itu” gumam Chanyeol mengejek namun

Suzy yang berada tepat disampingnya dapat dengan jelas mendengar

“Aku mendengarnya!” sahut Suzy datar

Setelah selesai memasang lampu tersebut, Chanyeol berniat turun dari sofa namun sebelah kakinya tersandung oleh kakinya yang lain dan alhasil jatuh kelantai namun menimpa Suzy yang tadinya berada di sampingnya

Entah sejenis kesialan apa yang dialami Suzy hari ini, ia harus jatuh kedua kalinya dan kali ini ditimpa pula! Seperti pepatah ‘sudah jatuh ditimpa pula’ setelah mengaduh beberapa detik. Tersadar akan posisi mereka dan mata mereka beradu seolah terkunci pada satu titik, dan saling menyelami lewat mata masing-masing tanpa berkedip.

Tanpa sadar tangan Suzy bergerak perlahan menyentuh alis dan sekitaran mata Chanyeol. Entah apa yang membuatnya melakukan itu seolah menikmati indahnya lekukan wajah Chanyeol yang biasa ia lakukan hanya secara diam-diam saat Chanyeol tidur. Suzy tidak sadar bahwa ia sudah melewati batas dan terbius

Lalu tanpa sadar Chanyeol juga melakukan hal yang sama, salah satu tangannya menahan beban tubuhnya agar tidak membuat Suzy terbebani dan tangan satunya bergerak perlahan dengan lembut menyingkirkan rambut yang menutupi dahi Suzy lalu menyentuh kulit wajahnya, mulai dari hidung, pipi, sekitaran mata, dan terakhir bibir

Perlahan Chanyeol memiringkan wajahnya dan mulai mendekati wajah Suzy. Suzy dengan jelas dapat merasakan hangatnya deru nafas Chanyeol mengenai kulit wajahnya dan jantung mereka berdetak seirama

Wajah mereka berjarak tidak lebih dari satu inci dan Chanyeol segera menjauhkan kembali wajahnya lalu berdiri dengan kikuk

“Kau tidak apa-apa?” tanyanya datar

Dengan salah tingkah Suzy menjawab”Eo-eoh” ikut berdiri dengan menunduk berusaha menyembunyikan wajahnya yang mungkin sudah merah padam

“Kalau begitu, aku masuk duluan” sahut Chanyeol santai lalu berjalan menuju kamar

Setelah kepergian Chanyeol, Suzy merutuki tingkahnya tadi “Aish, memalukan sekali” rutuknya geli

“Apanya?” So Hyun tiba-tiba muncul dengan wajah menyelidik

“Apa? Tidak ada apa-apa” sahut Suzy gelalapan namun masih dengan wajah tenang dan melipat kedua tangannya

So Hyun tertawa sinis “Pembohong. Wajahmu memerah, tolong jaga sikap kalian. Di kamar sana ada gadis yang masih puber” sahut So Hyun santai menunjuk kamarnya mengisyaratkan bahwa itu dirinya lalu berjalan menuju dapur

Suzy terkejut “Mwo? Kau melihatnya?” tanya Suzy khawatir

“Melihat apa?” balas So Hyun sok polos

Suzy tampak berfikir “Hm…Jadi maksud perkataanmu tadi?”

So Hyun mendengus “Bukankah dengan melihat wajah memerahmu itu semua sudah terjawab?”

Suzy lega dan setelah itu memandang So Hyun jengkel “Ya! Kenapa anak sekolah puber sepertimu belum tidur jam segini?” Suzy berlagak mengomeli So Hyun seperti ibu-ibu

***

Oppa akan datang kerumah sakit kan hari ini? Aku merindukanmu

By : Soojung

Setelah membaca pesan tersebut, Chanyeol melirik jam di pergelangan tangannya. Sudah menunjukan jam makan siang dan hari ini dia tidak memiliki jadwal apapun

Setelah terdiam sejenak memandang lurus kejalanan di bawah sana melalui kaca dalam ruang kerjanya, ia segera menyambar jas dan mengantongi ponselnya

Eoh, anda mau kemana Sajangnim?” sapa Wonho saat berpapasan dalam perjalanan menuju lift

“Menjenguk Soojung, hari ini jadwalku kosong, kan? Jika ada sesuatu tolong kau urus” Pesan Chanyeol sebelum memasuki lift

Algeseumnida” balas Wonho menunduk

Lift sudah berada di lantai paling dasar dan lift terbuka, hal pertama yang Chanyeol dapati adalah Suzy bersama temannya berdiri disana

Annyeong haseyo, Sajangnim” sapa Seulgi memunduk, Suzy melakukan hal yang sama

Chanyeol mengangguk dan untuk beberapa saat matanya bertemu dengan manik hitam Suzy. Entah sejak kapan menatap mata wanita itu menjadi hal yang aneh dalam arti ia ingin terus melakukan itu setiap ada kesempatan. Lalu Chanyeol berjalan melewati mereka berdua

“Ada yang aneh antara kalian berdua” Seulgi mulai melakukan aksinya saat sudah berada dalam lift berdua dengan Suzy

“Aneh bagaimana?” sahut Suzy

“Eum seperti ada sesuatu yang terjadi antara kalian? Kenapa dia menatapmu seperti itu?” ujar Seulgi melebih-lebihkan

Suzy mengerutkan keningnya “Berhenti bicara omong kosong, dasar ahjumma penggosip” sahut Suzy mendorong dahi Seulgi

Seulgi mendengus

“Seulgi-ya aku sudah bertemu Sehun” ujar Suzy tenang dan tersenyum kecil yang berbanding terbalik dengan respon Seulgi yang bahkan terlalu heboh saat mendengarnya

“Benarkah? Kapan? Dimana? Lalu bagaimana? Kau tidak berbohong kan?…” dan rentetan kalimat lainnya

***

“Hey! Jadi itu yang katanya mirip dengan Kim Yoojung?”

“Bagaimana bisa mereka mirip sekali?”

“Apa mereka kembar?”

“Tapi dia berada di kelas terkutuk itu, kasihan sekali dia!”

“Tapi apa Yoojung belum kembali dari luar negeri?”

“Siapa nama anak baru itu, Kim So Hyun ya? Katanya dia pindahan dari New Zealand”

Berbagai pembicaraan mengenai So Hyun terlontar di cafetaria dan So Hyun benar-benar tidak berniat mendengarnya karena ia justru lebih memilih menikmati makan siangnya seorang diri sejak tadi

Annyeong, gadis kasar. Boleh aku duduk disini?” Sungjae meletakkan nampan berisi makanan dan duduk di hadapan So Hyun

So Hyun mendengus “Untuk apa kau bertanya jika kau tau aku memang tidak bisa melarang” sahutnya datar

Hoksi, kau benar-benar berterus terang” balas Sungjae tersenyum idiot dan melahap makannya

So Hyun menatap dengan aneh melihat cara makan Sungjae yang benar-benar mengerikan

“Namamu So Hyun ya? Kau benar-benar mirip dengan seseorang maka dari itu kemarin aku mengganggumu” sahutnya dengan makanan penuh di dalam mulutnya

So Hyun benar-benar kesal, kenapa cara makan laki-kaki ini buruk sekali. So Hyun menekan rasa sabarnya dan makan perlahan lagi dengan mengabaikan perkataan tidak penting laki-laki blonde ini

“Ngomong-ngomong apa kau punya saudara kembar?” cerocos Sungjae lagi tanpa menyadari raut wajah So Hyun yang seketika berubah

So Hyun meletakkan sumpitnya dan beranjak “Kau sudah selesai?” sahut Sungjae dan So Hyun mengabaikannya

***

“Soojung-ah anak dari rekan kerja ayahmu akan datang menjenguk, ibu harap kau tidak bersikap kasar padanya seperti terakhir kali” ujar Ny. Bae tajam

“Siapa? Pria yang akan dijodohkan padaku itu?” sahut Soojung tajam

“Dia pria yang baik dan cocok denganmu. Berhentilah mengharapkan Park Chanyeol, apa yang kau harapkan dari pria yang sudah menikah?” ujar ibunya tajam

Eomma, Chanyeol oppa tidak mencintai Suzy. Dia hanya mencintaiku dan mungkin saja dia akan segera mencampakan Suzy. Jadi kumohon berhenti berusaha menjodohkanku dengan pria yang bernama Kang Minhyuk itu. Aku…” plak

“Aku tidak tahu, caraku membesarkanmu telah salah. Aku telah membuat anakku menjadi seorang monster. Bagaimana bisa kau berbicara seperti itu tentang kakakmu?” setetes air mata mengalir di pipi ny. Bae, hatinya teriris saat mendengar perkataan putrinya

Soojung memegangi pipinya yang baru saja ditampar “Kakak?” ujarnya tertawa hambar

“Apakah eomma tidak tahu siapa yang mengubahku seperti ini? Itu eomma. Andai aku tidak dituntut untuk menjadi seperti obsesimu, aku tidak akan membenci Suzy yang bisa melakukan apapun seperti di inginkan orang lain. Jika saja dulu kalian tidak membawa Suzy kerumah, aku tidak akan merasa seburuk ini sekarang” Soojung menangis, hatinya sakit saat mengingat bagaimana masa kecilnya yang tidak bebas, selalu dibawah pengekangan ibunya

Ny. Bae ikut menangis

Eomma tahu? Aku bahkan membenci diriku sendiri melebihi rasa benciku padanya. Dan itu semua karena eomma! Monster? Ya benar. Dan bahkan saat kalian mengusir Suzy karena diriku, aku tidak mengatakan kebenaran yang sebenarnya. Appa bahkan meninggalkan kita setelah Suzy pergi dan itu karenaku. Eomma yang mengubahku menjadi monster mengerikan itu. Apa yang harus kulakakukan sekarang?” tangisnya pecah dan ny. Bae tidak sanggup untuk tidak memeluk putri sematawayangnya itu.

“Maafkan ibu” racaunya berulang kali menenangkan Soojung

“Kumohon untuk kali ini saja, aku tidak ingin kehilangan Chanyeol oppa” tangisnya dalam pelukan ny. Bae

Benar, sudah cukup penyesalan yang telah dirasakannya sejak sembilan tahun lalu saat dirinya memutuskan mengusir Suzy. Semua adalah kesalahannya, bagaimana bisa obsesinya untuk menjadikan Soojung seperti yang di inginkannya namun berakhir dengan fatal. Seharusnya ia tidak memaksakan Soojung seperti ini dan itu, dan semua telah terlambat. Bagaimana untuk memperbaiki semua dari awal, ia bahkan tidak sanggup

Chanyeol mendengar semuanya. Matanya tidak sanggup untuk mendongak. Tangannya yang bertengger di kenop pintu bergetar saat mendengar semua perkataan Soojung.

Ia tidak pernah tahu bahwa Soojung mengalami itu semua dan kenyataannya hatinya sakit mendengar Suzy mengalami itu juga. Wanita yang hidup bersamanya beberapa bulan belakangan ini, wanita yang terlihat sangat kuat dari wajahnya yang hanya menunjukkan ekspresi datar ternyata menyimpan banyak luka

Sekarang terjawablah atas pertanyaan dibenaknya mengenai Suzy yang tinggal di panti asuhan sejak sembilan tahun lalu saat dirinya di pindahkan ke New York. Chanyeol tidak pernah tahu hubungan Soojung dan Suzy seburuk itu sejak mereka masih remaja dan Soojung juga tidak pernah memberitahu itu meskipun Soojung pernah berkata ia membenci Suzy

Dan saat ini dirinya adalah salah satu penyebab hancurnya persaudaraan antara Soojung dan Suzy. Bagaimana bisa selama ini Chanyeol tidak menyadari itu?

Chanyeol memutuskan pergi dari sana.

***

Suzy baru saja keluar dari supermarket dengan menenteng plastik putih besar yang berisi perlengkapan dapur dan beberapa cemilan dan persediaan ice cream. Sepertinya ia benar-benar merasa terancam jika ice cream tidak ada di lemari es saat dirinya tidak bisa tidur di malam hari.

“Suzy-ssi?

Tiba-tiba seseorang menghentikan langkahnya dan ia mendapati Oh Sehun di hadapannya. Pria itu tersenyum

“Kebetulan sekali, kau baru saja belanja?” tanyanya seraya melirik kantung pelastik Suzy

Suzy balas tersenyum “Eoh, ya”

“Kau ada waktu?”

Mereka memutuskan untuk pergi ke sebuah kafe yang berada tidak jauh dari supermarket tersebut dan berbincang disana. Untuk beberapa saat mereka terdiam dan suasana benar-benar canggung. Sehun melirik Suzy yang menunduk

“Ah canggung sekali ya” kekeh Sehun kikuk memecah keheningan, tidak tahun harus seperti apa

“Jadi, dari mana aku memulainya. Eum Suzy-ssi bagaimana kabarmu?” tanyanya memulai pembicaraan

“Baik” jawab Suzy singkat

Lalu mereka terdiam lagi

“Apa kau tidak ingin bertanya kabarku?” balas Sehun bergurau

Suzy tersenyum kecil “Bagaimana kabarmu?” tanya Suzy akhirnya

“Sama sepertimu”

“Suzy-ssi selamat atas pernikahanmu, aku tidak tahu kalau Park Chanyeol-ssi adalah suamimu. Sepertinya aku terlambat sekali ya” ujarnya bergurau

“Sudah lama sekali ya, kira-kira sembilan tahun” tambahnya

“Kau tidak banyak berubah” sahut Suzy

“Benarkah?”

Suzy mengangguk “Kau masih tidak bisa mengatakan s” gurau Suzy dan mereka tertawa

“Ey, kau hanya mengingat bagian terburuk dariku” sahut Sehun

“Kau tahu, aku mencarimu kemana-mana dan tidak menyangka akan bertemu lagi denganmu disana, dunia ini sempit sekali ternyata. Dan aku sangat kecewa saat mengetahui ternyata kau sudah menikah” dengus Sehun bergurau

“Ya! Aku tidak pernah kemana-mana, hanya di sekitaran Korea Selatan dan kau berkata kemana-mana. Kau berlebihan sekali tuan Oh” sahut Suzy

“Hahaha benar juga. Aku yang pergi ya saat itu. Aku minta maaf. Oh ya, gadis cerewet itu. Siapa namanya? Seul…Seulmi? Seulbi?” ujar Sehun berusaha mengingat

“Seulgi” ralat Suzy

“Ah ya benar Seulgi. bagaimana dengannya?”

“Masih cerewet” kekeh Suzy

“Benarkah?” Sehun ikut tertawa

“Sepertinya dia sangat penasaran denganmu”

***

“Ada apa? Bukankah tadi siang kau bilang ingin menjenguk Soojung?” sahut Wonho lalu meneguk cairan kuning keemasan dari gelas kecil di hadapannya

Chanyeol menghiraukannya dan memilih memandangi gelasnya

“Ah mulai lagi, kau benar-benar penuh misteri. Kau selalu tertutup mengenai masalah pribadi namun pada akhirnya aku mengetahui itu dengan sendirinya tanpa kau beritahu karena aku sekretarismu. Setidaknya beritahu dulu, siapa tahu saja aku punya solusi” ujar Wonho sok bijak

Chanyeol menoleh “Kau berisik sekali, kau tahu” sahut Chanyeol jengkel

Wonho memyerah jika Chanyeol sudah berkata demikian

“Wonho-ya apa saja yang kau ketahui tentang Suzy?” Wonho menoleh lagi. Nah ini dia. Chanyeol ingin bercerita

“Eum…Suzy itu bekerja sebagai pelatihan vokal dan musik di perusahaanmu, dia juga bekerja part time di cafe sejak dua tahun lalu dan…”

Chanyeol memotong “Bukan itu. Tentang masa kecilnya”

“Ah…itu. Tidak banyak yang ku ketahui tapi sesuai penyelidikanku saat masih berumur 13 tahun, nona Suzy dan keluarganya kecelakaan dan menyebabkan kedua orang tuanya meninggal dan setelah itu Suzy di besarkan di panti asuhan Gwangju sampai ia berumur 17 tahun bersama temannya Kang Seulgi. Mereka hidup mandiri berdua sejak saat itu” jelas Wonho menyudahi penjelasannya

Chanyeol meneguk minumannya lagi, bahkan Wonho mengetahui itu. Sementara dia tidak tahu apa-apa sama sekali. Sebenarnya apa yang membuatnya merasa bersalah?

“Sebenarnya ada apa? Kenapa kau terlihat gusar?”

***

“Kau sudah pulang? Kau sudah makan malam?” Ujar Suzy saat melihat Chanyeol memasuki ruang tamu.

Namun saat melihat Chanyeol yang berjalan gontai melewati ruang tamu, ia segera bangkit dari sofa dan menahan lengan Chanyeol lalu menopang tubuhnya

“Kau mabuk ya?” ujar Suzy berusaha menuntun Chanyeol menuju kamar

Ia lalu membaringkan Chanyeol di ranjang dan melepas sepatu serta kaus kakinya

“Ada apa dengannya?” Sahut Suzy lalu duduk dipinggir ranjang memperhatikan wajah tertidur Chanyeol

Ini aneh, Suzy selalu suka melihat wajah terlelap Chanyeol. Benar-benar menenangkan. Tidak ada aura dingin dan menakutkan.

Jari-jarinya perlahan bergerak menyusuri wajah Chanyeol dengan wajah tersenyum

“Chanyeol-ssi isanghae” gumamnya lalu melepas jemarinya dan berniat beranjak namun tangan Chanyeol tanpa sadar menahan pergelangan tangan Suzy lalu menariknya kedalam pelukannya sehingga Suzy tersentak

“Chanyeol-ssi apa yang terjadi?” tanya Suzy gugup

Mianhae…” gumam Chanyeol

Tidak ada gumaman lagi sehingga Suzy sadar bahwa Chanyeol tidur

Keesokan paginya, Chanyeol terbangun keadaan kepala yang luar biasa berdenyut. Dan hal pertama yang ia lihat saat membuka matanya adalah wajah terlelap Suzy berada di dadanya dan melingkarkan tangannya di pinggangnya.

Chanyeol terdiam sesaat dan menyelami wajah itu yang entah kenapa belakangan ini selalu ingin ia perhatikan. Wajah yang selalu menunujukan ekspresi datar untuknya.

Chanyeol tidak sadar bahwa perasaan aneh telah merasukinya

Kelopak mata Suzy bergerak dan Chanyeol dengan segera berpura-pura menutup kembali matanya. Suzy mengerjap beberapa kali dan menatap wajah terlelap Chanyeol beberapa saat lalu beranjak dari ranjang

***

Minggu pagi di musim dingin dengan butiran salju mengisi hari Suzy yang terasa…biasa saja. Ya seperti biasa. Ia akan menghabiskan harinya dengan bermain musik, membaca, memakan ice cream dan ini terlalu ekstrim sebenarnya dimana seharusnya ia menikmati cokelat panas.

Sementara Chanyeol, setelah tadi Suzy melihat Chanyeol pergi berolahraga dan setelah pulang Chanyeol langsung mandi dan sarapan, lalu ia naik menuju ruang pribadinya. Entah apa yang dikerjakan pria itu, Suzy sama sekali tidak mengerti dan tidak mau mengerti

Dipertengahan siang, Suzy yang sedang membaca buku di ruang tengah melihat Chanyeol turun dengan pakaian yang sudah siap untuk pergi dengan menenteng mantel tebalnya, dan Suzy menahan diri untuk tidak bertanya. Ia merasa ia tidak memiliki hak untuk bertanya. Dan ternyata, Chanyeol memberitahu sendiri tanpa ditanya

“Aku akan pergi sebentar” ujarnya lalu berlalu menuju pintu

Ponsel Suzy berdering dan nama Sehun tertera disana. Ia ingat kemarin mereka sempat saling bertukar nomor ponsel

“Ya, Sehun-ssi?” Jawabnya

Hei, kau tidak lupa bukan dengan janji reunian kita hari ini?” sahut Sehun ramah

“Tentu saja, di alamat yang kau kirimkan padaku kemarin, kan?”

Ya, kau akan datang bersama Park Chanyeol-ssi, kan?”

Suzy terdiam “Kurasa tidak, dia sedang sibuk. Aku akan datang bersama Seulgi” jawabnya Suzy seadanya

Baiklah, kalau begitu sampai jumpa disana”

“Ya, sampai jumpa” balasnya menutup telefon

Suzy termenung beberapa saat dan suara langkah So Hyun menyadarkannya. So Hyun sudah siap dengan pakaian pergi dan juga mantel

“Kau akan pergi?” tanya Suzy

So Hyun menggumam “Berhati-hatilah, diluar sedang turun salju dan kau membawa payung, kan? Dan jangan pulang terlalu larut” pesan Suzy panjang lebar

So Hyun memutar bola matanya “Kau sudah seperti ahjumma di drama-drama yang sering tayang di televisi” Sahut So Hyun memakai mantelnya

“Ya! Bukan ahjumma tapi eonni!” sahut Suzy jengkel

So Hyun berdecih “Terserahlah. Aku pergi dulu” sahut So Hyun cuek

Suzy menggumam-gumam jengkel dengan mengerutkan keningnya “Gadis tengik itu! Kenapa dia tidak pernah memanggilku eonni? Haruskah aku membiusnya dulu?” ujarnya tidak habis pikir

***

Suzy melipat payungnya lalu berjalan pelan memasuki sebuah kafe yang yang bernuansa klasik dan modern.

Matanya menyusuri setiap sudut kafe dan seorang pelayan menghampirinya

“Atas nama siapa?” tanya pelayan itu tersenyum ramah

“Oh Sehun” balas Suzy

“Baik, mari saya antar” Pelayan itu mengarahkan Suzy menuju sebuah meja yang masih kosong

Seulgi memarkirkan mobilnya di parkiran kafe dan tepat setelah itu mobil lain berwarna silver juga akan parkir di sebelah kirinya. Dan saat Seulgi akan keluar dari mobilnya, ternyata pintu mobilnya tidak bisa dibuka dengan lebar karena mobil yang tadi parkir di sebelahnya terlalu dekat dengan mobil milik Seulgi. Alhasil Seulgi mendengus dan menggerutu sambil memaki-maki dalam hati pemilik mobil silver yang terlihat seperti mobil import tersebut.

“Ahjussi! hey tuan! Tolong geser mobilmu!” teriaknya dengan manurunkan sedikit kaca mobilnya namun tidak berhasil

Seulgi berpindah kesebelah tempat duduk sampingnya dan keluar dari pintu sebelah kanan. Ia keluar dengan tergesa-tergesa dan sudah mempersiapkan seribu satu patah kata sumpah serapah yang siap ia tumpahkan kepada pemilik mobil yang terlihat mahal sekalipun itu ia tidak perduli. Peduli sekali meskipun ia pejabat, idol atau bahkan pemilik perusahaan terkaya di Korea Selatan ini sekalipun. Yang penting adalah kenapa orang itu tidak bisa parkir dengan baik!

“Hey tuan!” sahutnya kesal mengetok kaca mobil orang itu

Pemilik mobil tersebut hanya melirik sebentar dan kembali fokus berbicara dengan ponselnya. Seulgi kehabisan kata-kata dengan orang tersebut yang mengabaikannya, ia mencoba menerawang ke dalam kaca mobil yang gelap itu

“Hey, tuan! Keluarlah! Kau harusnya bisa parkir dengan baik, kau tahu? Untuk apa kau memiliki mobil bagus seharga miliaran sekalipun tapi kau bahkan tidak bisa parkir dengan baik?!” sahutnya sarkatis lalu bersedekap

Pemilik mobil itu menyudahi teleponnya lalu melirik gadis yang terlihat marah diluar “Apa maunya?” gumamnya berdecak lalu membuka pintu mobilnya

“Ada apa?” sahutnya datar dan santai

Sementara Seulgi yang sudah siap menumpahkan sumpah serapahnya lagi hanya bisa terdiam dan menegang “Ka-kau?”

***

“Hei, ada apa dengan kalian berdua? Suasananya ini aneh sekali” sahut Suzy bingung melirik Seulgi dan Sehun

“Tidak, hanya ada sedikit insiden tadi saat parkir di depan” sahut Sehun melirik Seulgi

“Hei, tuan Oh! Bukankah seharusnya kau meminta maaf?” Seulgi berkata sarkatis

“Hei, nona Kang. Bukankah tadi aku sudah melakukannya?” balas Sehun membela diri

“Kau tidak tulus melakukannya!” Bantah Seulgi

“Lalu yang tulus itu seperti apa? Haruskah aku berlutut dan menari-nari seperti lagu Super Junior-sorry sorry, begitu?” balas Sehun lagi kesal

“Hey,..” Seulgi hendak membantah lagi namun suara Suzy yang sejak tadi hanya diam memperhatikan segera melerai

“Sudah cukup! Kalimat sapaan rindu kalian cukup ekstrim. Kalian yakin ini reuni?” gerutu Suzy lalu menyeruput minumannya

Sementara Seulgi dan Sehun yang sudah diam hanya saling melempar pandangan membunuh satu sama lain melalui sinyal-sinyal mata mereka. Dan beberapa saat kemudian mereka bertiga sudah kembali normal, bahkan tertawa-tawa dan terhanyut dalam obrolan yang nostalgia masa lalu dan mereka dulu

“Kau yakin bisa mengemudi sendiri? Jalanan mungkin licin karena salju” tanya Suzy pada Seulgi saat mereka bertiga sudah di depan parkir

“Ya, jangan khawatir. Kau tahu sendiri aku ini pengemudi yang handal, tidak seperti pria itu!” sahut Seulgi menyindir Sehun

Sehun mendengus. Suzy hanya terkekeh, bagaimana bisa setelah berpisah lebih dari sembilan tahun Seulgi dan Sehun masih tidak akur dan adu mulut seperti anak kecil. Bahkan dulu Suzy menyebut mereka seperti Tom dan Jerry.

“Ya sudah, kalau begitu hati-hati. Langsung pulang ke apartemen dan kabari aku jika kau sudah sampai” ujar Suzy

Seulgi mengangguk “Hm, baiklah. Kalau begitu aku duluan. Oi tuan Oh kau harus mengantar Suzy selamat sampai tujuan, oke? Dan belajar parkirlah dengan benar!” sahut Seulgi dengan nada mengejek

Sehun sudah bersiap untuk menjitak Seulgi dan menggerutu saat Seulgi berlalu

Dan setelah itu Suzy diantar oleh Sehun karena Suzy memang tidak membawa kendaraan karena antisipasi dengan jalanan yang licin selama salju turun.

Suzy memasuki mobil Sehun setelah sebelumnya Sehun membukakan pintu untuknya “Kau berlebihan sekali!” sahut Suzy terkekeh

“Ya, pelayanan VVIP untuk teman lama” balas Sehun ikut terkekeh dan beralih memasuki kemudi

Dan ternyata adegan itu tidak luput dari pandangan Chanyeol yang juga baru saja keluar dari dalam kafe bersama Soojung. Entah kenapa ada perasaan tidak suka dalam dirinya melihat kedekatan Suzy dan Sehun. Meskipun Suzy berkata mereka adalah teman, namun Chanyeol tidak dapat mengelak bahwa ada hal yang aneh saat dirinya mendapati pandangan Sehun terhadap Suzy yang terasa berbeda baginya. Dan Chanyeol tidak suka itu. Ekor matanya masih setia mengikuti mobil Sehun yang mulai berlalu hingga suara Soojung menginterupsi

Oppa, ada apa?” tanya Soojung bingung

“Tidak, ayo pergi” sahutnya datar menuju mobilnya

Tadi siang Soojung menelepon Chanyeol dan berkata dia akan cek up namun ibunya tidak bisa menemaninya dan meminta bantuan Chanyeol dan setelah itu mereka makan siang di kafe lalu setelah itulah Chanyeol melihat Suzy dan Sehun di parkiran. Chanyeol mengantar Soojung kembali menuju apartemennya.

Oppa langsung pergi?” ujar Soojung saat Chanyeol mengantarnya sampai ambang pintu

“Ada yang harus kukerjakan lagi, Soojung-ah” Ujar Chanyeol

Soojung terlihat kecewa “Ya sudah kalau begitu hati-hati”

Chanyeol mengangguk dan hendak berbalik namun Soojung tiba-tiba menahan lengan Chanyeol dan berjinjit berniat untuk menciumnya namun Chanyeol dengan cepat menahan bahu Soojung sehingga ia menghentikannya

“Kau selalu menghindar. Kau masih mengingat wanita itu, kau hanya merasa terjebak dengan rasa bersalahmu terhadapku tiga tahun lalu” Soojung berkata miris

Chanyeol melepas tangannya dari bahu Soojong dan berkata pelan “Masuklah, diluar dingin” ujarnya lalu berlalu

***

Sejak memasuki kafe yang sedang tidak ramai pengunjung, setelah memesan segelas cokelat panas dan sepotong cheese cake, dirinya mengambil posisi duduk yang tidak bisa dijangkau penglihatan orang banyak ditambah pemandangan langsung kejalanan, yang dilakukan So Hyun adalah memperhatikan pejalan kaki di trotoar melalui kaca jendela, sedang tangannya sibuk menggoreskan pensil ke buku sketsa dan sesekali berpangku tangan

“Oi, gadis kasar. Sedang apa kau disini?” seru Sungjae heboh dan ikut duduk di meja So Hyun

So Hyun menghela nafas kasar “Pergilah, jangan mengangguku”  balas So Hyun berusaha sabar

Emosinya selalu naik jika berhadapan dengan lelaki ini

“Ey, kau ini baik sekali mengajakku bergabung disini” sahut Sungjae lagi

So Hyun menarik nafas dengan rakus untuk menetralkan emosinya lalu mendengus. Lalu mereka mereka mengobrol -lebih tepatnya Sungjae berbicara sendiri karena sejak tadi hanya dirinya yang berceloteh dan tertawa-tawa sendiri meskipun So Hyun membalasnya dengan dengusan dan semacamnya

“Sungjae-ya!” suara seorang gadis terdengar dari arah belakang So Hyun

Sungjae mendongak dari cokelat panas yang sedang ia seruput dengan cara tidak berkelas saat seseorang menyerukan namanya, khas akan panggilan seseorang yang sangat ia kenal

Wajahnya terkejut dengan mulut sedikit terbuka “Yoojung-ah…” gumamnya

So Hyun yang tadi sibuk menggores-gores sketsa, mendongak perlahan. Dengan enggan kepalanya menoleh kearah seseorang yang dipanggil Yoojung oleh Sungjae

~To be continued~

Hai, hai 12 coming. Gimana gimana? (ya pasti aneh lah dan maksa banget deh pas adegan romancenya) maaf aku gak pande buat adegan manis soalnya yg nulis jombs haha harap maklum yaa. Ditunggu responnya, supaya cepat next chapter yaa.

Pay pay.

We are one,
Aerinaya

Advertisements

8 responses to “Millions Of Memories (Chapter 12)

  1. udah lama x nunggu lanjutannya thor.. Tambah penasaran.. jangan lama lama next chapternya.. Mangatt author.. 😍

  2. Huwaaaaa….
    Uda lanjut, haha kita sama an dong kak, sm” jombs hehe. Aaaa selalu penasaran aku sm lanjutannya. Tp ini keren kok aku suka, semoga chanzy cepet nemu titik terang deh di hubungn mereka. Ditunggu lanjutannya….

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s