Millions Of Memories (Chapter 13)

PicsArt_02-19-03.37.10

Ingatan manusia memang bisa dilupakan seiring waktu, namun faktanya kita tidak pernah benar-benar saling melupakan, hanya menjaga jarak dan berusaha tidak mengingat agar tidak saling merindukan”

Rec. Song : IU-When Love Passes By

~Story Begin~

“Sungjae-ya!” suara seorang gadis menyahut ceria dari arah belakang So Hyun

Sungjae mendongak dari cokelat panas yang sedang ia seruput dengan cara tidak berkelas saat panggilan khas seseorang yang ia kenal melintasi pendengarannya.

Wajahnya terkejut dengan mulut sedikit terbuka “Yoo Jung-ah…” serunya

So Hyun yang tadi sibuk menggores-gores sketsa, mendongak perlahan tanpa diminta. Dengan enggan kepalanya menoleh kearah pusat perhatian Sungjae

Sedetik setelah menoleh ia mendapati seorang gadis bersama lelaki yang kemarin ia panggil oppa berdiri di belakangannya dengan memegang nampan. Netranya saling tatap dengan Yoo Jung, tidak ada seorang pun yang bersuara. Kedua gadis itu sama-sama terdiam melihat pemandangan di depan mereka sekarang ini.

Mereka memiliki wajah yang sama, hanya saja gadis bernama Yoo Jung itu memiliki rambut yang hitam pekat dan lurus, tipikal gadis lembut dan baik-baik sementara So Hyun berambut bergelombang dan poni yang menutupi dahinya dan terkesan tegas.

“So Hyun… ” ucap Jin Goo yang berdiri di samping Yoo Jung

Yoo Jung menoleh dengan enggan dan bingung kearah Jin Goo lalu menoleh kembali menatap So Hyun seketika pelipisnya berkeringat. Ia kemudian tersenyum kecil “Eonni…” gumamnya lalu jatuh terduduk dan pingsan

***

Minggu malam, sudah lewat jam makan malam namun Chanyeol tidak turun dari ruang pribadinya untuk makan malam, alhasil Suzy makan berdua dengan So Hyun. Suasana di rumah itu kembali tidak normal. So Hyun semenjak kembali dari luar menjadi sangat berbeda malam itu, gadis itu semakin dingin dan pendiam. Chanyeol juga, Suzy merasa pria sedang memiliki masalah karena sikapnya sangat berbeda saat tadi berpapasan di dapur. Ia tidak tahu apa masalahnya.

Suzy memutuskan untuk menghampiri Chanyeol di ruang pribadinya meskipun tidak tahu apa yang ingin ia sampaikan, hanya saja ia merasa ingin melakukan itu. Selama perjalanan menuju lantai dua otaknya berusaha membuat beribu alasan untuk menemui pria itu namun tak kunjung di temukannya. Terserahlah.

Setelah mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada sahutan. Suzy memberanikan diri membuka pintu perlahan dan masuk dengan enggan ke dalam ruangan yang sebelumnya tidak pernah ia masuki.

Kesan pertama yang Suzy simpulkan saat melihat ruangan itu adalah sisi lain dari seorang Park Chanyeol.

Dulu ia berfikir bahwa ruangan ini benar-benar ruangan yang membosankan dan hanya di penuhi oleh buku-buku dan sejenisnya yang khas sekali dengan Park Chanyeol si gila kerja. Namun, ruangan tertutup ini justru lebih pantas disebut sebuah studio musik pribadi yang luar biasa. Disana terdapat berbagai macam alat instrumen musik, tempat mixing dan lainnya untuk menghasilkan sebuah musik.

Tanpa sadar Suzy tersenyum dan melangkah untuk lebih menyusuri ruangan itu. Suasana yang tidak terlalu gelap namun tidak juga terang memberikan kesan menenangkan. Suzy menyentuh sebuah gitar yang diletak berdiri di pojok lalu beralih menuju meja yang berisi beberapa alat komputer yang masih menyala dan perekam suara. Dan sebuah buku musik yang terletak di meja yang di dalamnya terdapat coretan-coretan not musik

Sekarang ia tahu bahwa Chanyeol sangat menyukai musik. Suzy juga ingat dulu sewaktu masih remaja Chanyeol juga memang pernah berkata ia suka gitar lantas mengapa Chanyeol tidak pernah menunjukkan bahwa ia memiliki ketertarikan dengan musik saat ini?

Sesuatu menarik perhatian Suzy saat melihat selembar foto yang terletak dengan terbalik di bawah meja. Ia berjongkok untuk memungut foto itu. Disana tertulis : New York, Winter 2011

Lalu Suzy membalikkan foto tersebut dan memperhatikannya, dahinya berkerut tanpa sadar. Foto itu berisi Chanyeol bersama seorang wanita dan terlihat sedang merebahkan tubuh mereka diatas gumpalan salju. Chanyeol menutup mata sementara wanita di sebelahnya menatap wajah Chanyeol disampingnya

Suzy bukan ahli dalam menebak umur tapi ia cukup yakin jika Chanyeol dan gadis dalam foto ini seumuran.

Sejenak Suzy teringat akan wajah wanita dalam foto tersebut, dia wanita yang sama dalam foto yang kemarin ia temukan di buku dalam laci. Foto yang tertulis Autumn, Irene. 2013

Ia menebak gadis itu pasti bernama Irene dan apa hubungannya dengan Chanyeol? Perasaan aneh menghampirinya selagi memperhatikan wanita dalam foto itu

“Cantik” gumamnya tanpa sadar dan tersenyum kecil -lebih tepatnya tersenyum dengan terluka- saat membayangkan jika saja wanita itu spesial bagi Chanyeol. Ya, tentu saja Chanyeol di kelilingi oleh wanita cantik dan berada jauh dari dirinya pikirnya.

Suzy mulai berspekulasi dengan pikirannya sendiri, lalu jika Irene adalah kekasih Chanyeol, bagaimana dengan Soojung? Bukankah Soojung kekasihnya?
Atau Irene hanya teman Chanyeol? Atau mungkin Irene mantan kekasihnya?

“Sedang apa kau disini?”

Suara berat dan dingin Chanyeol masuk ke indra pendengaran Suzy. Ia berdiri dan masih menggenggam foto tadi, matanya menatap Chanyeol yang berdiri di dekat pintu dengan rambut yang masih setengah basah

Seketika Suzy merasa terintimidasi dengan tatapan Chanyeol
“A-Aku… hanya ingin bertanya mengenai lagu yang kemarin di bahas dalam rapat…” ucapnya gugup serta mengumpat dalam hati karena kinerja otaknya yang lamban untuk menemukan alasan yang lebih masuk akal

Chanyeol berjalan melewati Suzy “Besok kita akan membahasnya lagi dalam rapat” balasnya dingin lalu duduk di kursi kerjanya

Suzy berdiri kaku tidak tahu harus berbuat apa karena Chanyeol sepertinya berusaha mengabaikannya

“Masih ada yang ingin kau sampaikan?” tanya Chanyeol lagi datar karena Suzy hanya berdiri saja disana seolah lewat pertanyaannya barusan menjadi sebuah isyarat untuk mengusirnya secara halus

Suzy tersentak kecil “Ah tidak…” ucapnya lalu kemudian tersadar dan memberanikan diri untuk bertanya mengenai foto yang masih dipegangnya

“Chanyeol-ssi ini milikmu, kan?”

Chanyeol menoleh dan seketika itu pula matanya membesar saat melihat foto yang di maksud Suzy. Chanyeol menyambar lembar foto itu dari tangan Suzy dan meremasnya. Suzy bisa melihat sinar kemarahan Chanyeol dari manik matanya dan rahangnya yang mengatup rapat.

Suzy terkejut dengan reaksi Chanyeol yang seperti itu, meski ia sering mendapati ekspresi Chanyeol yang seperti ini namun Suzy tidak pernah  merasakan setakut dan tersayat hanya dengan menatap matanya. Lihatlah bagaimana perasaan telah banyak mempengaruhi suasana hatinya hanya melalui bahasa tubuh.

“A-aku… hanya tidak sengaja menemukannya tergeletak di…”

“Tidak bisakah kau tidak mencampuri urusanku?” Chanyeol berujar dingin dan mengintimidasi

Suzy menelan air liurnya sendiri dan meremas jari-jarinya mendengar perkataan tajam Chanyeol “Aku tidak bermaksud…”

“Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak mengacau urusan pribadi masing-masing?” untuk kesekian kalinya Chanyeol menginterupsi membuat Suzy merasa terhenyak tidak percaya

Suzy tertegun dengan perkataan Chanyeol barusan. Ia tersadar dan pikiran serta hatinya sakit bersamaan. Ah benar juga, pikiran mengenai sampai kapan hal konyol yang mereka jalani ini akan berlangsung pasti menghantui Chanyeol

Benar, Suzy merasa pasti sudah melampaui terlalu jauh maka dari itu Chanyeol mengingatkannya kembali bahwa hubungan mereka adalah hal yang tidak akan terus berlanjut dan itu memiliki batasnya.

“Aku tahu…” Suzy menggigit bibir bawahnya, menahan air matanya. “Maaf”.

Chanyeol benar-benar di luar kendali dan berakhir berkata yang menyakiti Suzy, ia tidak bermaksud seperti itu. Ia seharusnya tidak menyalahkan Suzy begitu saja karena telah membuka luka lama yang selalu menghantui rasa bersalahnya. Hanya saja perasaannya sedang tidak karuan semenjak melihat Suzy bersama Sehun, ia benar-benar tidak mengerti dan tidak nyaman dan juga masalah mengenai Soojung. Perlahan Chanyeol menghembuskan nafas dan amarahnya menurun saat melihat wajah Suzy yang kaku.

“Kalau begitu aku kembali ke kamar,” Suzy bergerak dan berjalan menuju pintu ruangan

Setelah Suzy keluar, Chanyeol menunduk dan memijit keningnya. Ia membuka genggamannya dan melihat lembar foto yang sudah lusuh.

Matanya perlahan menjadi sayu seiring menatap foto yang diambil 5 tahun lalu ketika musim dingin di mana salju berjatuhan di bawah langit kota New York. Dirinya dan wanita itu, mereka tampak bahagia dalam foto tersebut. Chanyeol ingat itu adalah musim dingin pertama yang mereka lewatkan bersama.

Saat itu setelah pindah ke New York pada tahun 2007 dan berlalu hingga tahun 2011 adalah tahun pertama Chanyeol berkuliah di salah satu universitas di New York dan saat itulah ia bertemu dengan Irene, mahasiswi jurusan musik. Gadis berdarah Korea dan Kanada.

Semua kenangan berlalu bersamaan dengan ribuan hari juga berlalu, rasa bersalah itu kembali menghantuinya. Chanyeol meremas rambutnya dengan kuat kala mengingat kembali masa-masa itu dengan segala alasannya.

***

Sejak memasuki kamar, Suzy hanya merebahkan tubuhnya dengan menyamping menghadap jendela dan berusaha keras untuk terlelap namun matanya hanya tertutup tanpa berniat tidur.

Tangannya terus menekan dadanya yang terus terasa sakit selagi kata-kata dan sikap Chanyeol membayanginya. Ia mungkin terbiasa dengan semua kata-kata dingin, tatapan datar, dan sikap Chanyeol nmun entah kenapa setelah sejauh ini saat dirinya merasa semuanya baik-baik saja, Chanyeol justru menjatuhkannya lagi hingga ke bagian terdalam sekalipun. Segala perkataan dan sikap Chanyeol justru semakin berpengaruh terhadap perasaannya saat ini. Saat itulah ia membenci dirinya sendiri yang lemah.

Dadanya terasa sesak dan ia beranjak dari ranjang berderap menuju laci dan merogoh-rogoh botol kecil yang ia simpan rapi lalu mengambil dua buah pil berwarna putih dan meneguknya dengan cepat bersama air mineral di nakas. Setelah itu Suzy kembali merebahkan tubuhnya dan segera terlelap setelah itu.

Saat pukul 22.34 Chanyeol memasuki kamar dan mendapati Suzy sudah terlelap. Ia duduk di pinggir ranjang dan memperhatikan wajah damai Suzy, rasa bersalah akan kejadian tadi mengingatkannya.

“Maaf,” gumamnya

Setelah menghela nafas ia bangkit setelah mengambil bantal lalu keluar meninggalkan kamar kembali.

Setengah jam kemudian Suzy dalam tidurnya bergerak gelisah dan nafasnya tercekat berat mengigau memanggil-manggil dengan tidak jelas dan sesekali menangis. Keringat bercucuran di pelipisnya. Mimpi buruk itu kembali mengahampirinya

***

Paginya, So Hyun merasa sedikit berbeda karena biasanya saat ia menuju meja makan ia akan mendapati Suzy disana sedang menata meja lalu bertanya “Selamat pagi, apa tidurmu nyenyak?” seperti seorang ibu kepada putrinya meskipun So Hyun tidak mencoba membalasnya namun hari ini justru ia merasa ada yang kosong, mungkin.

Lima menit kemudian Chanyeol bergabung di meja makan. So Hyun mengerutkan keningnya dan tidak tahan untuk tidak bertanya “Dimana dia?” tanya So Hyun berusaha terdengar secuek mungkin

Chanyeol menoleh sebentar “Siapa?” tanyanya lalu fokus kembali dengan ponselnya sambil menyesap kopinya

“Tidak,” balas So Hyun membatalkan niatnya untuk bertanya

Chanyeol melirik bingung “So Hyun, bagaimana sekolahmu?”

“Semua baik-baik saja” balasnya santai seraya menggigit rotinya

Chanyeol mengangguk “Katakan jika kau membutuhkan sesuatu atau kesulitan”

Chanyeol memang jarang berbicara tentang apapun dengan So Hyun, namun ia sangat menyayangi adik sepupunya itu. Mereka hampir memiliki sifat yang sama, itu sebabnya gaya hubungan persaudaraan mereka sangat flat atau bisa dikatakan diantara mereka tidak ada yang bisa menghidupkan suasana dan itu jugalah penyebab Suzy harus merasa bersabar lebih ekstra disaat ia menghadapi dua bersaudara dingin itu.

Suzy bergabung di meja makan beberapa saat kemudian dengan keadaan yang tidak terlihat baik, setidaknya di mata Chanyeol dan So Hyun. Tadi Chanyeol memasuki kamar dan mendapati Suzy masih tidur, tidak biasanya Suzy bangun lebih lama dan sekarang ia mendapati wanita itu berwajah pucat.

Suasana masih belum membaik sejak kejadian semalam namun tidak menyurutkan niatnya untuk bertanya “Kau pucat, kau sedang sakit?” tanyanya berusaha terdengar biasa saja meskipun segurat kekhawatiran tergambar di wajah Chanyeol

So Hyun juga sejak tadi menghentikan sarapannya seolah membenarkan pernyataan Chanyeol

Dengan sekumpulan tenaga yang tersisa Suzy menuangkan susu kedalam gelasnya “Aku baik-baik saja,  hanya sedikit flu” balasnya

Chanyeol memperhatikan Suzy lebih detail dan So Hyun mengalihkan pandangannya kearah Chanyeol. Setelah itu mereka terdiam lagi, membiarkan kecanggungan mengisi detik demi detik hingga sarapan selesai

“Kita berangkat bersama saja,” ujar Chanyeol tidak yakin dengan keadaannya

“Tapi, aku harus mengantar So Hyun terlebih dulu” balas Suzy

“Kalau begitu, So Hyun berangkat bersama kita juga” jawab Chanyeol seolah menjadi final

“Aku akan naik bus saja,” potong So Hyun

“Andwae!”

“Andwae!”

Sahut Chanyeol dan Suzy bersamaan, So Hyun melirik mereka bergantian dengan kening berkerut. Pasangan aneh, batinnya.

***

“Yoo Jung sebaiknya hari ini tidak usah masuk sekolah dulu ya?” bujuk Ny. Kim kepada putrinya itu

Yoojung tetap memakai seragamnya dengan semangat “Aku sudah baik-baik saja, bu” ucapnya bersikeras

“Tapi sebenarnya apa yang terjadi kemarin sampai putriku ini pingsan di kafe?” tanya Ny. Kim

“Aku hanya kelelahan saja kemarin, lagi pula beruntung kemarin ada Jin Goo oppa bersamaku” ujar Yoo Jung tersenyum

Dalam hati ia meminta maaf telah berbohong pada ibunya itu bahwa ia telah bertemu dengan Kim So Hyun kemarin.

Ny. Kim tersenyum dan mengelus kepala Yoojung dengan sayang “Putri ibu pasti sangat tidak sabar untuk bertemu teman-teman di sekolah” ujarnya

Yoo Jung mengangguk bersemangat “Hm jadi biarkan aku hari ini sekolah ya, bu” bujuknya menggengam tangan ibunya dan ibunya mengangguk

Yoo Jung tersenyum senang dan memeluk perut ibunya “Eomma, siapa yang paling eomma cintai di dunia ini?” tiba-tiba Yoo Jung bertanya pelan

“Hm, kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?”

“Hanya ingin bertanya,”

“Tentu saja putri eomma satu-satunya ini yang paling eomma cintai” balas ibunya lalu semakin memeluk Yoo Jung erat

“Benarkah?” tanya Yoo Jung tersenyum kecut dalam pelukan ibunya

“Tentu saja!”

“Oh ya, tadi ayah menelepon kalau besok dia juga akan kembali dari Jepang” Yoo Jung berkata seraya melepas pelukannya

“Ah, benarkah?”

Yoo Jung mengangguk semangat “Kalau begitu ijinkan aku menginap di rumah ayah juga ya, bu”

Ny. Kim mengangguk “Ya, tentu saja”

***

Chanyeol seharusnya tahu ada yang lebih penting saat rapat dari pada memperhatikan Suzy yang sejak tadi terlihat tidak baik-baik saja dengan wajah pucatnya. Meski rapat sudah berakhir, pikirannya masih melayang entah kemana.

Entah sejak kapan ia memikirkan perasaan wanita itu setelah ia mengucapkan kata-kata dingin kemarin. Apakah Suzy baik-baik saja dan apakah wanita itu marah?

***

So Hyun sebenarnya bisa saja menunjukkan berbagai ekspresi secara natural di wajahnya saat tiba-tiba secara tidak sengaja-tapi-sengaja Yoo Jung menghampirinya di cafetaria sekolah pada saat jam makan siang.

Namun, yang terlihat di wajahnya adalah ‘datar’ meskipun ia terkejut akan kehadiran gadis yang memiliki wajah yang sama dengannya itu bersekolah di sana juga. Ya, walaupun ia sudah lama mendapatkan berita angin dari berbagai orang di sudut sekolah mengenai Kim Yoo Jung sebelumnya yang hanya ia abaikan.

So Hyun tetap melanjutkan makan siangnya saat Yoo Jung duduk di hadapannya dengan canggung dan orang-orang di sekitarnya mulai berbisik-bisik seolah mereka berdua menjadi pusat perhatian penghuni kantin saat ini

“Jika melihat mereka berdua secara langsung, mereka semakin terlihat sama”

“Jika saja gaya rambutnya tidak berbeda, aku pasti tidak bisa membedakan mereka,”

“Kenapa wajah kembar selalu terlihat tidak nyata?”

“Apa ibu mereka bisa membedakannya?”

“Aku tidak tahu kalau Yoo Jung punya kembar,”

“Apa kembarannya itu juga pintar? Jika benar maka pastilah sekolah ini punya dua primadona”

Begitulah bisikan-bisikan bahkan lebih tepat disebut obrolan orang sekitar yang bisa ditangkap pendengaran mereka

Yoo Jung berdeham sebentar dan tersenyum lembut sebelum bersuara “Eonni, bagaimana kabarmu?” tanyanya

So Hyun mendongak malas dari mangkuk nasinya “Seperti yang kau lihat, aku jauh lebih baik dari kehidupanmu” balasnya tersenyum kecil meskipun menyisipkan nada sarkatik dalam ucapannya

Yoo Jung terenyuh meskipun ia tersenyum kaku “Ka-kapan kau kembali ke Korea?”

“Kenapa kau penasaran?” tanya So Hyun masih dengan nada yang berusaha ia buat setenang mungkin

“Ayah dan ibu juga baik-baik saja, mereka pasti senang bertemu denganmu” Yoo Jung mengalihkan pertanyaannya dan berusaha berujar dengan ceria

So Hyun dapat merasakan wajahnya mengeras dan tersenyum sinis “Hei, kurasa kau sudah keliru. Untuk apa ayah dan ibumu merindukanku?” tanyanya tertawa sarkatik

Senyum Yoo Jung memudar menunjukkan wajah terluka “Eonni… Kumohon jangan seperti ini. Aku minta maaf…”

So Hyun semakin tertawa “Wah…Ada apa denganmu? Kenapa malah minta maaf? Apa kau bersalah padaku? kau lucu sekali!” ujarnya lalu beranjak dengan mengangkat nampannya meninggalkan Yoo Jung yang terdiam

Sungjae sejak tadi juga menikmati makan siangnya di meja yang tidak terlalu jauh hanya bisa diam memperhatikan gerak-gerik dua  gadis itu dengan bingung. Hal yang ia simpulkan mengenai dua gadis itu adalah mereka tidak berhubungan dengan baik. Ia dapat melihat dari wajah terluka Yoo Jung selama berbicara dengan So Hyun

“Shhh aneh sekali, kurasa yang ada salah dengan mereka” gumamnya mengabaikan makanan di mangkuknya

Saat melihat So Hyun yang beranjak ia ikut beranjak berniat mengikuti So Hyun.

“Hei, gadis kasar. Kau memiliki masalah dengan saudara kembarmu?” seru Sungjae menyamai langkah So Hyun yang sedang berjalan menuju kelas

So Hyun berhenti dan memandang Sungjae tajam. Sungjae merasa terancam dengan pandangan itu dan berkata pelan “A-ada apa? Aku salah bicara?”

So Hyun bersedekap “Singkirkan wajah idiotmu itu dari hadapanku! Dan lagi, aku tidak pernah mengklarifikasi bahwa aku memiliki saudara kembar” ujarnya tajam

Sungjae mengerutkan dahinya “Tapi wajah kalian sudah mengklarifikasi dengan sendirinya” balasnya dengan sok polos

So Hyun mendengus. Percuma berbicara dengan lelaki menjengkelkan dan berpenampilan urakan ini. Ia berjalan meninggalkan Sungjae lagi.

***

Siang itu ada yang berbeda lagi, Suzy disuguhi pemandangan adu mulut antara Seulgi dan Sehun lagi hari ini. Dan itu berada di cafetaria perusahaan yang umumnya di penuhi orang-orang saat jam makan siang.

Jika saja tubuhnya memiliki tenaga yang cukup hari ini untuk menyudahi perdebatan mereka yang hanya karena perbedaan pendapat mengenai menu yang enak hari ini. Suzy hanya bisa tertawa seadanya akan tingkah mereka yang menurutnya lucu. Sehun hari ini memiliki urusan sehingga ia datang ke perusahaan itu dan berakhir mengajak teman-teman masa kecilnya itu untuk makan siang bersama.

“Tapi Suzy-ssi kau terlihat tidak sehat hari ini,” sahut Sehun tiba-tiba dan Seulgi mengangguk setuju

Suzy mendongak dari makananya yang ia makan tanpa minat “Eoh? Hanya sedikit tidak enak badan saja” balasnya tersenyum kecil

Dengan gerakan yang tidak canggung,  Sehun menempelkan telapak tangannya di kening Suzy yang duduk dihadapannya “Suhu tubuhnya sedikit panas,” ujarnya membuat vonis

Setelah menyampaikan itu, Sehun dapat melihat kehadiran Chanyeol yang baru tiba dalam cafetaria dan dengan otomatis ia menyapanya dan memintanya untuk bergabung. Meskipun agak aneh sebenarnya justru dirinya yang meminta Chanyeol bergabung, karena seharusnya Chanyeol bisa bergabung sesuka hatinya karena Suzy istrinya berada disana.

Sesaat sebelum Chanyeol duduk, Seulgi sempat menunduk memberi salam dan berpindah tempat duduk ke samping Sehun agar Chanyeol bisa duduk di samping Suzy

Suasana tidak  terlalu canggung karena Sehun sangat pandai membuat suasana menjadi terisi meskipun Suzy hanya diam dan mencoba menyibukkan diri dengan makanan di mangkuknya. Mereka membicarakan perkerjaan dan lainnya sampai mengenai Sehun yang mengatakan bahwa dirinya mengenal Suzy sebelumnya dan berteman dengan Suzy serta Seulgi. Chanyeol tersenyum menanggapinya.

Chanyeol tidak tahu apa yang tadi membawanya kesana karena sebelumnya ia jarang sekali makan siang disana, hanya saja dalam dirinya berkata bahwa Suzy pasti berada disini untuk makan siang. Dan tepat ketika ia datang ia melihat Suzy duduk di salah satu meja bersama Seulgi dan Oh Sehun rekan kerjanya tersebut, untuk sesaat hatinya merasa terpompa melihat pemandangan Sehun menyentuh kening Suzy dan mereka seolah tidak canggung.

“Kau sedang tidak berselera?” tanya Chanyeol tiba-tiba pada Suzy yang memakan nasinya sedikit

“Aku sudah kenyang,” jawab Suzy

“Suzy-ah makanlah lebih banyak, kau terlihat tidak sehat. Apa tidurmu terganggu lagi belakangan ini? Kau tidak mengosumsi obat itu lagi, kan? Sebaiknya jangan” tanpa sadar Seulgi berkata khawatir hingga hingga minumbulkan perhatian Chanyeol dan Sehun

Suzy yang tersadar segera menambahkan “Aku baik-baik saja, hanya flu. Kau berlebihan sekali” dan tersenyum canggung

Chanyeol masih belum bisa mengalihkan perhatiannya akan perkataan Seulgi baru saja. Suzy berusaha terlihat biasa saja meski ia tahu Chanyeol memandangnya butuh penjelasan lebih

***

Meskpiun keadaan tidak canggung, Suzy masih memilih diam dalam mobil perjalanan pulang bersama Chanyeol.

“Soal kemarin…” Chanyeol bersuara “Maaf, aku tidak bermaksud membentakmu” tuturnya

Suzy menoleh “Aku mengerti. Aku seharusnya tidak melewati batas, aku minta maaf. Kita selamanya tidak akan bisa melanjutkan hal konyol ini, kau pasti merasa tidak nyaman”

Chanyeol terdiam dengan memandang lurus pada Suzy. Ia tidak tahu Suzy akan berkata seperti itu, kenapa ia merasa itu seperti sebuah kata-kata yang tiba-tiba ia benci. Ia bersumpah untuk tidak ingin mendengar kalimat itu lagi.

Beberapa menit kemudian, mobil Chanyeol berhenti tepat di depan rumah. Suzy keluar terlebih dulu dengan menunduk untuk menetralkan penglihatan dan kepalanya yang terasa berat. Belum lima langkah ia berjalan, kakinya lemas dan seketika ambruk. Chanyeol yang melihatnya langsung berlari dan mengangkat tubuhnya masuk kedalam rumah.

Saat membaringkan Suzy di ranjang, Chanyeol dapat merasakan suhu tubuh wanita itu yang hangat, keringat dingin di sekitar pelipis, dan nafasnya yang memburu. Chanyeol bahkan menahan nafas karena dilanda panik dan khawatir melihat tubuh Suzy yang lemah dan pucat saat berada dalam dekapannya tadi.

Untuk sesaat hal yang terlintas dalam pikirannya adalah mengambil kompres dan air putih. Chanyeol benar-benar tidak ahli dalam merawat seseorang namun itu yang bisa ia lakukan. Setelah itu ia mengompres dan mengganti kemeja Suzy yang sudah penuh keringat, ia terdiam di tepi ranjang memperhatikan wajah pucat Suzy yang terlelap selagi menunggunya sadar.

Dalam hati ia mendesah khawatir dan teringat akan kondisi Suzy yang memang sepertinya tidak baik sejak pagi. Lalu ia teringat lagi akan perkataan Seulgi tadi siang dan bertanya-tanya apa Suzy memiliki masalah dengan kesehatannya.

Chanyeol memutuskan memanggil dokter pribadi keluarga Park. Setelah memeriksa keadaan Suzy dan berkata Suzy kelelahan serta stress ringan yang mengakibatkannya kurang tidur dan menyarankan agar Suzy istirahat dengan cukup. Chanyeol cukup terkejut karena Suzy mengalami stress meskipun ringan, ia tidak tahu di balik wajah tenang wanita itu, Suzy mengalami itu.

Berjam-jam Chanyeol habiskan untuk merawat Suzy yang masih tertidur setelah tadi sadar dan tertidur lagi setelah Chanyeol memberinya minum obat dalam keadaan masih lemas.

Selagi memperhatikan Suzy, perhatian Chanyeol teralihkan saat mengingat sebuah kotak berwarna merah muda dan berukuran tidak terlalu besar dalam lemari Suzy saat dirinya mengambil kaos ganti untuk Suzy. Ia beranjak dan membuka kembali lemari Suzy, dan ragu sejenak untuk menyentuh kotak itu.

Namun, rasa ingin tahunya lebih besar membuatnya berani untuk mengambil kotak itu.

Dengan tenang ia membuka kotak itu dan menyusuri isinya. Ia terkejut dan darahnya berdesir saat mendapati diantara isi kotak tersebut adalah seikat bunga yang sudah mengering, sebuah dream catcher berwarna ungu, sebuah syal cream, dan benda lainnya yang berhasil membuatnya melakukan kilas balik menuju masa lalu yang berhubungan dengan Suzy

Masa-masa saat ia mulai mengenal wanita itu. Saat pertama kali ia berbicara dengan dengannya dan saat waktu singkat yang pernah ia lewatkan bersama Suzy. Chanyeol mengingat itu semua.

Chanyeol mengambil syal cream. Bagaimana semuanya dimulai sejak saat itu, saat ia melihat Suzy menangis sendirian di taman di tengah cuaca menusuk di musim dingin. Hatinya terenyuh dan menghampiri Suzy, lalu melilitkan syal cream itu di leher Suzy.

Chanyeol beralih mengambil seikat bunga yang mengering itu, ia ingat saat itu ia memberikan bunga bernama Soba itu saat Suzy mendapat ranking pertama dan Chanyeol tidak menyangka Suzy masih menyimpannya.

Lalu, beralih pada dream cather ungu. Ia ingat benda itu ia berikan saat musim panas di sebuah kafe ice cream. Saat Suzy sudah menjadi bagian tersendiri baginya meskipun ia hanyalah remaja yang tidak mengerti apa-apa. Dan melalui benda ini pula segalanya di mulai, ia membohongi Suzy dan dirinya sendiri.

Flashback

Pada tahun 2007, Chanyeol dengan berat hati harus pindah ke New York. Terlalu banyak yang membuatnya tidak ingin meninggalkan Korea, alasan terbesarnya adalah Suzy dan Soojung.

Soojung yang banyak mengisi hari-harinya dan menganggapnya sebagai adik yang sangat disayanginya. Dan Suzy. Di taman, saat musim dingin berlangsung Chanyeol sudah memperhatikan Suzy sejak saat itu. Ia tidak berfikir itu akan menjadi cinta pertamanya sebelum hari demi hari berlalu.

Bagaimana perasaannya menggebu dan terasa aneh saat bertemu Suzy layaknya remaja. Semua berlangsung seperti singkat hingga ia harus pindah. Hari-hari terakhirnya di Korea harus ia lewatkan tanpa melihat Suzy lagi setelah itu tanpa mengetahui perasaan Suzy yang sebenarnya juga, Suzy menghilang. Seolah takdir tidak berpihak, ia malah mendapati Soojung berada di rumah sakit dan ia mendengar penyebabnya adalah Suzy.

Setelah itu, semuanya telah berlalu. Waktu telah memakan segalanya, seolah saat itu keadaan juga mendukung untuknya untuk sebuah keputusan agar melupakan. Ia masih sangat muda saat itu jadi mudah baginya untuk melakukan itu tanpa terluka dan penyesalan karena banyak hal baru yang akan ia lewati meski tanpa Suzy.

Setelah berada di New York, Chanyeol menjalani hari yang baru. Semua telah berbeda, Chanyeol tidak pernah mengingat Suzy lagi. Ia pikir begitu namun itu berbeda setelah tiga tahun kemudian. Tahun 2011 ia bertemu seseorang yang mengingatkannya akan sosok Suzy, Irene memiliki beberapa sisi yang menyamai Suzy. Ia melihat Irene pertama kali saat sedang menangis di taman, Irene menyukai musik sama seperti Suzy, saat menatap mata Irene itu membuatnya merasa seperti melihat Suzy, dan bahkan nada bicara mereka terlihat sama baginya. Kemudian ia jatuh cinta akan sosok itu dan memutuskan bersama mulai saat itu.

Flashback off

Chanyeol berhenti sejenak lalu melihat berbagai surat dengan amplop berbeda-beda dalam kotak tersebut lalu membacanya. Dan semua telah di ketahuinya termasuk alasan menghilangnya Suzy saat itu melalui surat-surat tersebut. Suzy telah mengalami masa-masa sulit saat itu dan menyesal karena ia tidak bisa melakukan apapun. Menyadari itu membuatnya merasa tersakiti lebih dalam.

Chanyeol memasukkan kembali benda-benda tersebut ke dalam kotak dan mengembalikannya kedalam lemari.

Suzy masih terlelap hingga pukul 22.00. Chanyeol berulang kali memeriksa keadaannya dan ia sudah membaik. Chanyeol tertidur disamping Suzy dengan lengan menutupi keningnya.

Suzy bergerak dan terbangun saat jam menunjukkan pukul 23.15 dan keadaannya sudah membaik. Ia melirik Chanyeol di sampingnya dan memperhatikan sekeliling lalu melihat kemejanya juga sudah berganti.

Ah Chanyeol yang merawaratnya, pikirnya. Suzy lalu beranjak tanpa menimbulkan suara menuju keluar kamar.

Beberapa saat kemudian Chanyeol terbangun dan tidak mendapati Suzy. Ia berfikir Suzy berada di kamar mandi atau di dapur, namun setelah setengah jam mencari-cari ke seluruh rumah dan tidak mendapati keberadaan Suzy ia mulai bingung sekaligus panik. Chanyeol mencoba menghubungi ponselnya namun deringnya terdengar dari arah kamar. Jadi kemana Suzy dalam keadaan sakit paniknya.

“Apa mungkin dia di kamar So Hyun?” gumamnya teringat kamar So Hyun satu-satunya belum ia periksa.

Namun, suara pintu utama di buka dari arah luar lebih dulu menghentikannya. Ia melihat Suzy masuk dengan menenteng sebuah plastik putih. Apa yang ia lakukan berada dari luar rumah pada jam segini dan tanpa mantel tebal pula?

“Dari mana saja?” tanya Chanyeol sedikit menuntut

Suzy yang melihat Chanyeol berdiri di ruang tamu juga sedikit terkejut “Habis dari minimarket di ujung komplek” jawabnya pelan

Chanyeol mengerutkan keningnya “Minimarket? Jam segini? Sebenarnya apa yang kau beli semalam ini?” tanya Chanyeol tidak habis pikir

Suzy terlihat takut dan ragu saat mendengar nada Chanyeol yang tidak bersahabat dan juga kilatan matanya “Aku membeli ice cream, persediaan di kulkas…”

“APA KAU SUDAH GILA?” bentak Chanyeol memotong perkataan Suzy

Suzy terdiam dengan kemarahan Chanyeol. Untuk pertama kalinya ia mendengar Chanyeol membentaknya sekuat itu. Chanyeol mungkin akan marah, bersikap dingin, dan berkata datar yang menyayat namun tidak pernah Chanyeol marah dengan mengungkapkannya dengan bentakan besar dan ekspresi jelas seperti itu

“Chan-Chanyeol-ssi aku…” Suzy menghentikan ucapannya karena Chanyeol terlebih dulu meninggalkannya sendiri dengan wajah frustasi dan tidak habis pikir dengan mengacak-acak rambutnya

Suzy berdiri kaku di tengah-tengah ruangan, tidak mengerti harus begaimana dan apa sebenarnya yang membuat Chanyeol sampai semarah itu?

Bahkan setelah jam menunjukkan pukul 02.00 Suzy masih mendapati Chanyeol belum kembali ke kamar, apa Chanyeol berniat tidur di studionya juga malam ini? Suzy juga masih terduduk menyandar di tempat tidur. Kenapa belakangan ini ia selalu membuat Chanyeol marah dan masih belum mengerti.

Suzy memutuskan beranjak dan mengambil bantal. Ia keluar kamar dan menuju studio Chanyeol. Setelah membuka pintu tanpa menimbulkan suara ia melihat Chanyeol tidur di atas sofa dengan lengan menutupi matanya. Suzy berjalan perlahan dan menatapnya sebentar.

Suzy mengangkat kepala Chanyeol sedikit dan menjejalkan bantal. Lalu mencari keberadaan remot pemanas ruangan dan menaikkan suhunya. Setelah itu ia berniat pergi namun suara Chanyeol terlebih dulu menginterupsi

“Maaf,”

Suzy menoleh kembali.

“Aku tidak bermaksud membentakmu,” lanjut Chanyeol

“Seharusnya aku yang berkata begitu, aku terus menerus membuatmu marah belakangan ini” balas Suzy pelan

Chanyeol bangkit untuk duduk dengan gerakan cepat “Ya, sebenarnya apa yang kau pikirkan? Keluar jam 12 malam hanya untuk membeli ice cream? Aku tidak tahu kau senekat itu! Aku benar-benar kehabisan kata” Chanyeol berkata cepat “Dan lagi, kau pergi dengan hanya memakai kaus, kau benar-benar membuatku hampir gila!”

Suzy terdiam dengan bodoh, untuk pertama kalinya juga Chanyeol berbicara lebih dari sepuluh kata. Meskipun itu kata-kata untuk dengan nada marah entah kenapa ia tiba-tiba merasa…senang?

“Chanyeol-ssi kau mengkhawatirkanku?” tanya Suzy tiba-tiba

“Apa kau masih harus mempertanyakan itu?” balas Chanyeol keras

Suzy malah tersenyum kecil “Maaf,” balasnya “Sebenarnya, aku punya kebiasaan jika setelah sakit aku harus memakan ice cream atau sejenisnya dan tadi persediaan di kulkas habis,”

“Kau bisa membangunkanku,” potong Chanyeol

“Kau terlihat lelah, dan lagi pula tidak masalah jika aku membelinya sendiri” bantah Suzy

“Tapi masalah bagiku,”

Suzy terdiam. “Maaf,” hanya kata itu lagi yang mampu dikatakannya

“Sudahlah, sebaiknya kau tidak mengulanginya lagi” balas Chanyeol final seolah itu adalah ancaman lalu merebahkan kembali tubuhnya sementara Suzy hanya berdiri bingung seperti orang yang di hukum disana

Kruk~kruk

Chanyeol menoleh dan mengerutkan keningnya “Bunyi apa itu?” tanyanya

Dengan wajah memerah Suzy menjawab “Menurutmu?”

Chanyeol tiba-tiba berdiri dan jalan keluar ruangan.

“Kau mau kemana?” tanya Suzy bingung lalu menyusulnya

Tanpa menoleh Chanyeol menjawab “Menurutmu?”

***

Berakhir di dapur, Suzy duduk denan patuh di meja makan sambil memperhatikan punggung Chanyeol di balik konter dapur, sibuk dengan alat masak dan segala yang berhubungan dengan yang namanya menghasilkan makanan. Suzy tidak pernah tahu Chanyeol akan sekeren itu jika sedang memasak meskipun hanya melihat punggungnya

Chanyeol membuka celemeknya. Lalu menghampiri Suzy dengan membawa dua buah piring berisi makanan hasil karyanya

Ia meletakkan satu di hadapan Suzy dan juga di hadapannya. Suzy melipat tangannya patuh dan membentuk bibirnya seolah berkata wow seperti anak kecil yang akan di beri makan

“Woo ternyata kau bisa memasak dengan baik,” puji Suzy setengah niat

Chanyeol teesenyum miring seolah menyombongkan diri “Aku hidup mandiri selama 10 tahun, kau tahu” jawabnya

Suzy menyendokkan omelet buatan Chanyeol dan memakannya “Enak!” serunya

“Kau harus berbangga karena memakan buatan seorang chef unlimited sepertiku” Chanyeol masih berkata menjengkelkan, setidaknya menurut Suzy

Suzy mendesis kecil “Sombong sekali kau tuan Park!”

“Terima kasih, itu pujian terbaik”

“Luangkan waktu akhir pekan ini,” sahut Chanyeol tiba-tiba dengan santai

Suzy mendongak “Kenapa?”

“Luangkan saja, kita akan pergi ke suatu tempat”

~To be continued~

Hai hai?! Bagaimana? Aneh gak? Bayangkan aja pas Chanyeol marah itu ngegemesin. Ada yang tau gak Chanyeol mau bawa Suzy kemana? Hehe

Dan aku punya sebuah ff baru loh *pamer* ( sok bgt ini aja deh kelarin dulu)

Judulnya : First Love
Genrenya sebagian ada school life. Pokoknya kalian akan dibawa nostalgia ke masa-masa SMA dulu. Yang merasa pernah mengalami cinta sepihak atau bahkan pernah jadi penggemar rahasia di masa SMA, dan masih ingat cinta pertama, kalian pasti akan bernostalgia hehe. Castnya ada Kim So Hyun dan Oh Sehun. Dan ya, suasannya kadang comedy dan sad juga. Yang penasaran bisa mengunjungi wp aku : Aerinaya’s Diary (fangirlsuniverse.wordpress.com)

Oke sekian, jangan lupa vote + comment. Dan aku akan semakin cepat updatenya hehe

We are one,
Aerinaya

Advertisements

10 responses to “Millions Of Memories (Chapter 13)

  1. Yeay senengnya uda lanjut…
    Huwaaa mudah”an hubungan chanzy makin” deh hehe. Tenyata suzy first lovenya ceye, aku kira si kristal. Terus si yoo jung ntu siapanya sohyun adeknya kah? Kalo iya kok mereka bisa pisah..?
    Duh makin gemes sm ceritanya.
    Ok slalu dinanti lanjutannya.

  2. Aku menggu thor lanjutannya😍😍😍😍 janga lama-lana thor tidak sabar 😭😭😭😭 semangat nulisnya 💕

  3. Makin seru..
    Ternyata cy ga ngelupain suzy sepenuhnya.
    Gemes sama sikap khawatir cy ke suzy eonni.
    Ditunggu next partnya..
    Ditunggu ff barunya juga..
    Kak author, aku minta alamat blog pribadinya dong!

  4. Aku sangat suka melihat aksi Cemburu Chanyeol terhadap Suzy, kalau bisa dibanyakin yah thor 😁
    Aku suka cerita ini, ceritanya panjaang 😅
    Meskipun aku fans berat Oh Sehun, tapi aku tetap ngedukung Suzy dan Chanyeol kok 😍 dan aku suka banget aksi cuek-cuekan mereka, sekali lagi aku berharap adegan Chanyeol cemburu dan menunjukkan kecemburuannya dibanyakin ya author 😁
    Keep Writing 💪

  5. Omaigattt next thor :” aing kepo bgt nih…
    udah senyum2 sendiri baca scene nekat beli ice cream kkkk~
    ditunggu thor the next chapter ❤

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s